Basic
Networking
April 16th 2015, PT. Sinar Agung Prasadikindo
Contents
• Network topology
• IP Addressing, IPv4 Classes, IP Private, Subnetting
Basic
Networking
• Setting Mikrotik: Router Identity, Username &
Password, IP Address, IP Route, NAT, Firewall, QoS,
VPN via PPtP, Backup & Restore
Router
Administration
• Ping, Traceroute, Torch, Monitor Resource Router
Monitoring &
Troubleshooting
• Setting basic Mikrotik sebagai router
• Demo interkoneksi antara jaringan pusat dengan
cabang via VPN menggunakan GNS3
Demo Lab
Basic Networking
Pengelolaan jaringan baik dalam lingkup internal
maupun eksternal supaya penggunaan bandwith dapat
efektif serta meminimalisir downtime sehingga
memperlancar proses bisnis yang ada
Tujuan, administrator dapat:
•Mengenali topologi jaringan yang dipakai
•Mendesain jaringan berbasis IP dengan efektif dan efisien
•Melakukan konfigurasi perangkat jaringan (router)
•Melakukan monitoring dan troubleshooting
Network Topology
Gambaran bagaimana
perangkat terhubung
sehingga terjadi interkoneksi
antar satu perangkat
dengan perangkat lainnya
Topologi jaringan yang
umum dipakai di SAS adalah:
IP Addressing
Pengalamatan menggunakan
IP Address v4
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-
decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit
IP Addressing: IPv4 Classes
Pembagian kelas IP Address v4
IP Addressing: Private IP Address
IP yang tidak bisa dikenali di internet
IP Addressing: Subnetting
Subnetting adalah
proses memecah suatu
IP jaringan ke sub
jaringan yang lebih kecil
yang disebut "subnet“
Router Administration
Perangkat yang digunakan adalah dari vendor Mikrotik
Seri yang digunakan:
•Di Pusat: RB 450G, RB 433AH
•Di Cabang: RB 750
RB 450G RB 433AH RB 750
Setting Mikrotik
Router Identity
Clock & NTP
Username & Password
IP Address
IP Route
NAT
IP DNS
Firewall
QoS
VPN via PPtP
Backup & Restore
Setting Mikrotik: Router Identity
Sebagai identitas/penamaan pada sebuah perangkat Mikrotik
Tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem, tetapi sangat membantu administrator untuk
mengidentifikasi perangkat
Setting Mikrotik: Clock & NTP
Untuk mengatur waktu pada perangkat router
Clock untuk settingan waktu, tanggal dan timezone serta NTP Client supaya otomatis
mengikuti waktu NTP server
Setting Mikrotik: Username & Password
Untuk menambah, mengedit dan mengurangi user serta mengatur passwordnya
Setting Mikrotik: IP Address
Untuk mengatur IP Address v4
Setting Mikrotik: IP Route
Untuk menambah, mengedit dan mengurangi static route
Digunakan untuk mengatur default gateway
Setting Mikrotik: NAT
NAT digunakan untuk menjembatani IP Address Private yang
digunakan di LAN sehingga dapat mengakses Internet
Setting Mikrotik: IP DNS
Untuk mengatur IP DNS
Setting Mikrotik: Firewall
Untuk melakukan filter network sehingga kita dapat melakukan aksi
blocking terhadap source maupun destination address yang
diinginkan
Setting Mikrotik: Firewall
Berikut adalah script ip firewall Mikrotik yang biasanya digunakan
untuk mengamankan router dari serangan brute force
Setting Mikrotik: QoS
Untuk mengatur bandwith yang diterima user. Dilakukan dengan
mengatur simple queue terhadap source address host yang diinginkan.
Setting Mikrotik: VPN via PPtP
Untuk menyetting VPN client sehingga terhubung ke VPN provider
Setting Mikrotik: Backup & Restore
Untuk melakukan operasi backup dan restore
File hasil backup an dapat diambil langsung di-drag-and-drop via winbox maupun
menggunakan FTP
Monitoring & Troubleshooting
Ping
Traceroute
Torch
Monitor Resource Router
Monitoring & Troubleshooting:
Ping
Tool sederhana tapi sangat berguna untuk melakukan diagnostik jaringan
Tersedia di Mikrotik maupun Windows
Monitoring & Troubleshooting:
Traceroute
Fungsinya hampir sama dengan Ping, hanya saja traceroute ini lebih digunakan untuk
mengecek host yang berada lebih dari 1 hop network
Tersedia di Mikrotik dan Windows juga
Monitoring & Troubleshooting:
Torch
Tool yang digunakan untuk menginspeksi traffic yang lewat melalui sebuah interface di Mikrotik
Monitoring & Troubleshooting:
Monitor Resource Router
Berfungsi seperti Task Manager pada Windows, sehingga apabila ditemukan kejadian abnormal
pada router, maka kita dapat segera melakukan tindakan berdasarkan referensi dari output tool ini
Demo Lab
•Setting basic Mikrotik sebagai router
•Demo interkoneksi antara jaringan pusat dengan cabang via VPN
menggunakan GNS3
GNS3
Thank You

Basic Networking

  • 1.
    Basic Networking April 16th 2015,PT. Sinar Agung Prasadikindo
  • 2.
    Contents • Network topology •IP Addressing, IPv4 Classes, IP Private, Subnetting Basic Networking • Setting Mikrotik: Router Identity, Username & Password, IP Address, IP Route, NAT, Firewall, QoS, VPN via PPtP, Backup & Restore Router Administration • Ping, Traceroute, Torch, Monitor Resource Router Monitoring & Troubleshooting • Setting basic Mikrotik sebagai router • Demo interkoneksi antara jaringan pusat dengan cabang via VPN menggunakan GNS3 Demo Lab
  • 3.
    Basic Networking Pengelolaan jaringanbaik dalam lingkup internal maupun eksternal supaya penggunaan bandwith dapat efektif serta meminimalisir downtime sehingga memperlancar proses bisnis yang ada Tujuan, administrator dapat: •Mengenali topologi jaringan yang dipakai •Mendesain jaringan berbasis IP dengan efektif dan efisien •Melakukan konfigurasi perangkat jaringan (router) •Melakukan monitoring dan troubleshooting
  • 4.
    Network Topology Gambaran bagaimana perangkatterhubung sehingga terjadi interkoneksi antar satu perangkat dengan perangkat lainnya Topologi jaringan yang umum dipakai di SAS adalah:
  • 5.
    IP Addressing Pengalamatan menggunakan IPAddress v4 Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted- decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit
  • 6.
    IP Addressing: IPv4Classes Pembagian kelas IP Address v4
  • 7.
    IP Addressing: PrivateIP Address IP yang tidak bisa dikenali di internet
  • 8.
    IP Addressing: Subnetting Subnettingadalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet“
  • 9.
    Router Administration Perangkat yangdigunakan adalah dari vendor Mikrotik Seri yang digunakan: •Di Pusat: RB 450G, RB 433AH •Di Cabang: RB 750 RB 450G RB 433AH RB 750
  • 10.
    Setting Mikrotik Router Identity Clock& NTP Username & Password IP Address IP Route NAT IP DNS Firewall QoS VPN via PPtP Backup & Restore
  • 11.
    Setting Mikrotik: RouterIdentity Sebagai identitas/penamaan pada sebuah perangkat Mikrotik Tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem, tetapi sangat membantu administrator untuk mengidentifikasi perangkat
  • 12.
    Setting Mikrotik: Clock& NTP Untuk mengatur waktu pada perangkat router Clock untuk settingan waktu, tanggal dan timezone serta NTP Client supaya otomatis mengikuti waktu NTP server
  • 13.
    Setting Mikrotik: Username& Password Untuk menambah, mengedit dan mengurangi user serta mengatur passwordnya
  • 14.
    Setting Mikrotik: IPAddress Untuk mengatur IP Address v4
  • 15.
    Setting Mikrotik: IPRoute Untuk menambah, mengedit dan mengurangi static route Digunakan untuk mengatur default gateway
  • 16.
    Setting Mikrotik: NAT NATdigunakan untuk menjembatani IP Address Private yang digunakan di LAN sehingga dapat mengakses Internet
  • 17.
    Setting Mikrotik: IPDNS Untuk mengatur IP DNS
  • 18.
    Setting Mikrotik: Firewall Untukmelakukan filter network sehingga kita dapat melakukan aksi blocking terhadap source maupun destination address yang diinginkan
  • 19.
    Setting Mikrotik: Firewall Berikutadalah script ip firewall Mikrotik yang biasanya digunakan untuk mengamankan router dari serangan brute force
  • 20.
    Setting Mikrotik: QoS Untukmengatur bandwith yang diterima user. Dilakukan dengan mengatur simple queue terhadap source address host yang diinginkan.
  • 21.
    Setting Mikrotik: VPNvia PPtP Untuk menyetting VPN client sehingga terhubung ke VPN provider
  • 22.
    Setting Mikrotik: Backup& Restore Untuk melakukan operasi backup dan restore File hasil backup an dapat diambil langsung di-drag-and-drop via winbox maupun menggunakan FTP
  • 23.
  • 24.
    Monitoring & Troubleshooting: Ping Toolsederhana tapi sangat berguna untuk melakukan diagnostik jaringan Tersedia di Mikrotik maupun Windows
  • 25.
    Monitoring & Troubleshooting: Traceroute Fungsinyahampir sama dengan Ping, hanya saja traceroute ini lebih digunakan untuk mengecek host yang berada lebih dari 1 hop network Tersedia di Mikrotik dan Windows juga
  • 26.
    Monitoring & Troubleshooting: Torch Toolyang digunakan untuk menginspeksi traffic yang lewat melalui sebuah interface di Mikrotik
  • 27.
    Monitoring & Troubleshooting: MonitorResource Router Berfungsi seperti Task Manager pada Windows, sehingga apabila ditemukan kejadian abnormal pada router, maka kita dapat segera melakukan tindakan berdasarkan referensi dari output tool ini
  • 28.
    Demo Lab •Setting basicMikrotik sebagai router •Demo interkoneksi antara jaringan pusat dengan cabang via VPN menggunakan GNS3 GNS3
  • 29.