1
Basic Fire Fighting
Basic Fire Fighting
3
SOP Fire Fighting System
PURPOSE
PURPOSE
This Standard Operating Procedure (SOP) lists the
essential conditions for ensuring the safe operation and
efficient use of the fighting system.
SCOPE
SCOPE
This SOP deals with all the fire fighting equipment, fixed
and mobile and is applicable in all the premises of
TOTAL E&P INDONESIE (TI).
REFERENCES
REFERENCES
TOTAL Documents:
GS SAF 216, Areas Classification
GS SAF 311, Rules of the selection of Fire Fighting
System
GS SAF 321, Fire Pump Station and Fire Water Mains
GS SAF 322, Fixed Firewater Systems
GS SAF 334, Foam Fire Extinguishing Systems
TUJUAN
TUJUAN
Prosedur Operasi Baku ini (POB) ini memuat kondisi
penting untuk memastikan operasi yang aman dan
penggunaan sistem pemadam kebakaran secara
efisien.
RUANG LINGKUP
RUANG LINGKUP
SOP ini menyangkut semua peralatan pemadam
kebakaran, yang tetap dan bergerak dan berlaku di
semua bangunan dari TOTAL E&P INDONESIE (TI).
REFERENSI
REFERENSI
Dokumen-dokumen TOTAL:
G SAF 216, Klasifikasi Daerah
G SAF 311, Peraturan untuk pemilihan Sistem
Pemadam Kebakaran
G SAF 321, Air Pemadam Kebakaran Utama Water
Mains dan Stasion Pompa Air Pemadam Kebakaran
G SAF 322, Sistem Air Pemadam Tetap
G SAF 334, Sistem Pemadam Api Busa
5
Dasar Hukum K3 Penanggulangan
Kebakaran- UU NO.1 TH 1970
6
Dasar Hukum:
Peraturan Menteri Tenaga Kerja
No.Per- 04 /Men/1980
Fire Extinguisher ( APAR )
Per 04/Men/1980
Semua jenis APAR harus siap digunakan
dengan persyaratan:
• Jenis dan ukurannya sesuai
• Mudah dilihat dan mudah diambil
• Kondisi baik
• Setiap orang dapat mengoperasikan dengan
benar ,tidak membahayakan dirinya
7
Syarat-Syarat Penempatan APAR
• Di jalur keluar (pintu keluar)
• Cukup dekat dengan daerah yang berbahaya
• Dekat dengan pintu
• Pada gedung bertingkat
- posisi sama pada setiap lantai
- sudut koridor
- dekat pintu tangga
• Pada fire point dan bagian dinding yang cekung
• Tinggi kurang lebih 1,25 meter dari lantai
• Suhu 40°C sampai dengan 43°C
8
9
Tujuan Kursus
• Sanggup memadamkan api berkatagori kecil
dengan menggunakan beberapa jenis
tabung pemadam atau selimut pemadam api
sebagai pihak pertama yang memberi
respon terhadap terjadinya kebakaran untuk
mencegah resiko yang lebih besar.
10
Sasaran Kursus
• Proses pembakaran
• Faktor-faktor penting untuk
pembakaran
• 4 cara penyebaran api
• 4 cara memadamkan api
• Klasifikasi api
• Alat pemadam api ringan
• 5 jenis isi tabung pemadam
• Penggunaan selimut pemadam
11
Praktek Langsung
• Memadamkan api kecil menggunakan
selimut pemadam
• Memadamkan api dengan menggunakan
beberapa jenis tabung pemadam
12
Apakah itu api?
Suatu proses kimia yaitu proses oksidasi cepat
yang menghasilkan panas dan cahaya.
Api yang tidak terkontrol dan tidak
dikehendaki karena dapat menimbulkan
kerugian baik harta benda maupun korban
jiwa
14
Penyebab kebakaran
• Tidak sengaja
• Tidak terduga
• Kerusakan mekanik
• Pemeliharaan ruangan yang
tidak baik
• Sabotase
• Kelalaian
16
Elemen dari Api
Segi tiga api
OKSIGEN
OKSIGEN PANAS
PANAS
BAHAN BAKAR
BAHAN BAKAR
17
Piramida Api
F
U
E
L
O
X
Y
G
E
N
CHAIN
REACTION
HEAT
22
Yang menyebabkan terjadinya kebakaran di rumah
1. Housekeeping yang kurang baik, menyimpan cat,
korek api, membuang puntung rokok tidak pada
tempatnya, dll
Causation factor in a burning of house
1. Poor housekeeping, storing paints, matches, discharging
cigarette butt to improper please etc.
23
2. Merokok di Tempat tidur
2. Smooking in bed ( what a bad
habit !!! )
24
3. Menggunakan kabel listrik yg rusak
3. Use defective electrical cable
25
4. Meninggalkan penggorengan di atas kompor yg
sedang menyala
4. Leaving cooking pan on flaming stove
26
PENCEGAHAN KEBAKARAN DI RUMAH
PREVENTION Of FIRE AT HOUSE
3 unsur yang menyebabkan terjadinya kebakaran di rumah :
Three factors that cause burning :
Bahan bakar
Fuel
+
+
+
+
=
=
Udara
Air
Panas
Heat
Api
Fire
27
SLOP OVER
Adalah :
• Suatu proses bila “Water jet” dijatuhkan kepermukaan minyak yang terbakar, air
akan langsung berubah menjadi uap seketika menyentuh permukaan minyak, uap
air akan membawa minyak panas tersebut keudara, bersama itu pula cairan minyak
akan terdepresi akibat efek “Water Jet”tsb
.
28
Yang menyebabkan terjadinya kebakaran di rumah
5. Umumnya api terjadi dari kebakaran kecil
dan dengan cepat menjadi besar. tindakan
yang cepat mematikan kebakaran kecil, lebih
penting dari pada mengerahkan tenaga
pemadam kebakaran.
Causation to a burning house
5. Generally occurred from a small stage
fire then quickly develops …..
immediately action to extinguish small
fire is more important ,than waiting for
fire brigade
29
 Awal terjadinya api/kebakaran tidak diduga waktu dan
tempatnya;
 Api akan menjadi besar dan meluas bila cukup media
penghantarnya;
 Intensitas nyala api dipengaruhi oleh sifat flammability dan
quantities jenis material yang terbakar;
 Kebakaran akan surut dan padam bila keseimbangan reaksinya
tidak seimbang.
Flashover
D
e
c
a
y
G
r
o
w
t
h
Steady
Initiation
33
SEBUAH CONTOH KONVEKSI
36
BAHAN BAKAR
Kayu, karet, kertas,plastik,textil, bahan
yag berbahan dasar carbon, dll.
Minyak tnh, bensin,solar,oli, gasoline,
palm oil, solvents, dll.
Methane, propane, ethane, buthane, dll.
PADAT
CAIR
GAS
47
4 cara penyebaran Api
• Radiasi
• Konveksi
• Konduksi
• Kontak langsung
48
Radiasi
Panas yang dipindahkan dari suatu daerah ke
daerah yang lain tanpa terjadi kontak langsung
dengan daerah tersebut.
Energi radiasi mengalir secara garis lurus melalui
udara.
49
50
Konveksi
Naiknya gas panas yang dihasilkan oleh
pembakaran kearah atas dan karena itu
meyebarkan api ke bagian atas bangunan.
51 SEBUAH CONTOH KONVEKSI
52
Konduksi
Pemindahan panas melaluiatau sepanjang
benda,misalnya sebatang logam.
53 SEBUAH CONTOH KONDUKSI, PANAS DIHANTARKAN OLEH PIPA PANAS
54
Kontak langsung
Kontak nyala api secara langsung pada
suatu benda sehingga menghasilkan
pembakaran.
56
4 Cara memadamkan api
• Pendinginan
• Penyelimutan
• Menyingkirkan/mematikan
• Memutus reaksi berantai dari api
58
Removal or Reducing The Heat
(Cooling) STOPS the FIRE
Pendinginan
Menyerap panas dari bahan yang terbakar akibatnya akan
menghalangi proses pembakaran
CHEMICAL
CHAIN
REACTION
HEAT
FUEL
OXYGEN
59
RANTAI
REAKSI
KIMIA
OKSIGEN
BAHAN BAKAR
COOLING/PENDINGINAN
Memadamkan api dengan air
60
Menyingkirkan
CHEMICAL
CHAIN
REACTION
HEAT
FUEL
OXYGEN
Removing or Reducing The Fuel
(Starvation) STOPS the FIRE
Memutuskan suply bahan bakar
61
BAHAN BAKAR
RANTAI
REAKSI
KIMIA
OKSIGEN
STARVATION/
MENSTOP SUPLAY BAHAN BAKAR
Menutup kerangan pada
Tangki yang terbakar
62
Penyelimutan
CHEMICAL
CHAIN
REACTION
HEAT
FUEL
OXYGEN
Removal or Reducing the Oxygen
(Smothering) STOPS the FIRE
Memisahkan hubungan antara uap bahan bakar dengan udara
63
RANTAI
REAKSI
KIMIA
OKSIGEN
BAHAN BAKAR
SMOTHERING/ MENGISOLASI OKSIGEN
Menutup drum yang terbakar
64
Memutus reaksi berantai api
CHEMICAL
CHAIN
REACTION
HEAT
FUEL
OXYGEN
Stopping/ Breaking The Chemical
Reaction STOPS the FIRE
Memutuskan rantai reaksi-reaksi pembakaran atau dengan menangkap
radikal-radikal bebas O2, OH, H agar tidak dapat melanjutkan proses
pembakaran
65
RANTAI
REAKSI
KIMIA
OKSIGEN
BAHAN BAKAR
BREAKING CHAIN REACTION
MEMECAHKAN RANTAI REAKSI KIMIA
Memadamkan API dengan APAR type HALON
66
4 Cara memadamkan api
• Pendinginan
• Penyelimutan
• Menyingkirkan
• Memutus reaksi berantai
dari api
• Air
• Selimut pemadam, busa, pasir,
penutup.
• Menyingkirkan bahan bakar,
menutup atau menyumbat pipa
gas/minyak
• Pemadam kimia kering atau CO2
67
KLASIFIKASI KEBAKARAN ( API )
TUJUAN :
Memakai dengan tepat, jenis media
pemadam terhadap berbagai klasifikasi
kebakaran.
Dengan klasifikasi ini pemakai dapat
memilih media pemadam yang cocok
untuk digunakan dalam suatu kelas
kebakaran.
68
MACAM KLASIFIKASI API
( Klasifikasi sebelum 1970 )
1. KELAS A : Bahan bakar padat,kayu, kain, kertas
2. KELAS B : Bahan bakar cairyang mudah mencair
3. KELAS C : Listrik yang masih hidupi.
= AMERIKA UTARA
= AUSTRALIA
= AFRIKA SELATAN
69
MACAM KLASIFIKASI API
( Klasifikasi sesudah 1970 )
1. KLAS A : Bahan bakar padat
2. KLAS B : Bahan bakar cair yang mudah mencair (Grease)
3. KLAS C : Bahan bakar gas
4. KLAS D : Bahan bakar logam
= EROPA
70
KLASIFIKASI DARI COAST GUARD
1. KLAS A : Bahan bakar padat
2. KLAS B : Bahan bakar cair - titik nyala <1700F tidak larut air
3. KLAS C : Bahan bakar cair - titik nyala <1700F larut air
( Aceton, Etanol)
4. KLAS D : Bahan bakar cair - titik nyala > 1700F tidak larut di air
(Minyak Kelapa, Minyak tanah)
5. KLAS E : Bahan bakar cair - titik nyala >1700F larut di air
(Gliserin, Glicol)
6. KLAS F : Logam
7. KLAS G : Karena listrik
* U. S. A.
71
Klasifikasi Api Eropa
Klasifikasi Api Eropa
Kelas A, benda berbahan dasar karbon, seperti: kayu, karet, kertas, tekstil.
Kelas B, bahan cair yang mudah terbakar, seperti: bensin, oli, tiner.
Kelas C, bahan gas yang mudah terbakar, seperti: acetylene, propane, LPG,
butane.
Kelas D,bahan metal yang mudah terbakar, seperti: sodium, potassium,
magnesium, uranium, lithium (diperlukan bahan pemadam khusus).
Kelas F, minyak sayur dan lemak.
Kebakaran yang melibatkan perangkat listrik atau pengantar listrik, alat
pemadam yang digunakan harus alat pemadam yang non-konduksi.
KLASIFIKASI API/KEBAKARAN
• Tujuan:
– memudahkan pemililhan media pemadam yang tepat dari
berbagal tipe bahan bakar.
• Klasifikasi kebakaran:
– Klas A : Bahan padat (kertas, kayu, plastik, dll.)
– Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar
– Klas C : Instalasi listrik
– Klas D : Bahan logam
73
Penyebab kebakaran
• Tidak sengaja
• Tidak terduga
• Kerusakan mekanik
• Pemeliharaan ruangan yang
tidak baik
• Sabotase
• Kelalaian
74
KLASIFIKASI API/KEBAKARAN
KLASIFIKASI API/KEBAKARAN
(National Fire Protection Association)
(National Fire Protection Association)
kelas D – Bahan metal yang mudah terbakar
magnesium,potasium,lithium,titanium dan lainnya
Kelas C – peralatan yang melibatkan listrik
Komputer,projector,AC dan lainnya
Kelas B – cairan dan gas yang mudah terbakar
minyak tanah, bensin ,crude oil dan lainnya
Kelas A – Benda- benda yang dapat terbakar
dan meninggalkan abu atau arang
Kayu,karet,kertas,plastik,tekstil dll
Kelas K- Kebakaran di dapur yg umumnya disebabkan
bahan-bahan seperti minyak sayur dan lemak
75
Klasifikasi api
di Indonesia
THE ABOVE MENTIONED CLASSIFICATION APPLIED IN INDONESIA WHICH WAS
ISSUED BY MENISTER OF LABOUR / KLASIFIKASI TERSEBUT DI ATAS BERLAKU DI
INDONESIA YANG DIKELUARKAN OLEH MENTERI TENAGA KERJA.
PER.MEN: NO/ PER/04/MEN/1980
14 APRIL 1980 MEN/TEN KERJA & TRANS
76
Pengunaan media pemadam
Class/Me-
dia
CO2 DCP Water Foam
Special
DP
X X X X
X X X
X X
X
CODE
77
FIRE EXTINGUISHER
ALAT PEMADAM API RINGAN
78
HARUS SIAP PAKAI PADA WAKTUNYA
• MUDAH DILIHAT DAN MUDAH DIAMBIL
• KONDISI BAIK
• SETIAP ORANG DAPAT MENGOPERASIKAN
DENGAN BENAR, TIDAK MEMBAHAYAKAN
DIRINYA.
ALAT PEMADAM API RINGAN
Ref :
Pert. Menaker No Per-04/Men/1980
• DAPAT DIOPERASIKAN SATU ORANG
• UNTUK PEMADAMAN MULA KEBAKARAN
• SEBATAS VOLUME API KECIL
PEMASANGAN APAR
Ref : Pert. Menaker No Per-04/Men/1980
• Tinggi pemasangan tanda APAR 125 cm dari dasar lantai
dimana APAR ditempatkan
• Tabung APAR berwarna merah
• Jika ditempatkan di ruang terbuka agar dilindungi dengan
penutup
Syarat-Syarat Penempatan APAR
• Di jalur keluar (pintu keluar)
• Cukup dekat dengan daerah yang berbahaya
• Dekat dengan pintu
• Pada gedung bertingkat
- posisi sama pada setiap lantai
- sudut koridor
- dekat pintu tangga
81
TANDA PEMASANGAN
PEMELIHARAAN APAR
APAR harus diperiksa 2 (dua) kali dalam setahun :
• Pemeriksaan dalam jangka 6 (enam) bulan
• Pemeriksaan dalam jangka 1 (satu) tahun
• Uji tekan tabung pemadam:
– 5 (lima) tahun sekali, kecuali jenis CO2 uji tekan pertama 10
tahun dan selanjutnya 5 tahu,
– dengan tekanan uji tekan selama 30 detik
– uji tekan :sebesar 20 kg/cm2 untuk jenis busa dan cairan dan
uji tekan dan 1.5 kali tekanan kerja untuk store prsessure dan
CO2
Jenis Tabung Pemadam
•CO2
•Powder
•Busa
•Air
84
Jenis Tabung Pemadam
•Co2
85
Jenis Tabung pemadam
•Powder
86
Jenis Tabung Pemadam
•Busa
87
Jenis Tabung Pemadam
•Air
88
Jenis Tabung Pemadam
•Dengan Roda
89
92
Kelebihan tabung pemadam
• Cepat bertindak
• Dapat dibawa-bawa
• Dioperasikan oleh satu orang
• Dapat diletakkan di tempat
yang dekat dengan resiko
kebakaran
93
Kekurangan tabung pemadam
• Durasinya pendek
• Penetrasinya pendek
• Kehandalannya terbatas
95
Aspek-aspek keselamatan penggunaan tabung
pemadam
• Keselamatan diri sendiri
• Posisi membelakangi angin
• Periksa penunjuk isi tabung
• Periksa kerja dan jangkauan
semprotan
• Bergerak menunduk
• Mempunyai orang
cadangan
• Ruang gerak bersih
• Tidak boleh membelakangi
api
• Waspada terhadap api
nyala kembali
• Ambil jarak maksimum dari
api
Bagaimana Cara
Pemakaian APAR ?
• Anda telah TERLATIH dalam penggunaannya
• JANGAN melawan arah angin (jika diluar)
• HANYA padamkan api yang KECIL dan masih
terlokalisir (pada tahap awal kebakaran)
• Lokasi api BUKAN pada daerah BERBAHAYA
(gudang api, ruang tertutup,dll)
• INGAT jaga pintu EXIT selalu dibelakang anda
• SELALU test dulu sebelum menuju ke lokasi
98
Ingat singkatan P.A.S.S
P...Pull (tarik) pin
A...Aim (Arahkan) nozzle ke titik nyala api
S...Squeeze (Tekan) trigger sementara pegang tabung dalam posisi
tegak
S...Sweep (Sapuan) bahan pemadam dari sisi ke sisi, menutup area
api dengan bahan pemadam
Cara Menggunakan
Alat Pemadam Api Ringan
PASS
99
PASS
100
101
Tabung pemadam jenis air
• 9 liter air bertekana dan udara
• Durasi 1,5 – 2 menit
• Daya pancur 8 meter
• Semprot langsung kebagian bawah api
• Terus semprot walau api sudah mati
• Jika api bergerak keatas, semprot bagian
terendah
102
Tabung pemadam jenis busa
• 8,5 liter air dengan 0,5 liter konsetrat busa dan udara
• Durasi 30 – 90 detik
• Daya pancur 6 meter
• Semprotkan ke dinding dengan melintasi api dan biarkan
busa mengalir turun menutup permukaan yang terbakar
• Ambil jarak,semprotkan ke udara seperti air mancur dan
turun di daerah yang terbakar
• Jangan semprot langsung ke daerah yang terbakar,api
akan melompat keluar atau busa jadi tenggelam
103
Tabung pemadam jenis bubuk kering
• 0,9- 14 kg sodium bikarbonat
• Durasi, untuk 9 kg 90 dtk/lebih
• Daya pancur 1,8- 4 meter
• Langsung semprot titik terdekat dengan api
& arahkan sedikit diatas api
• Gerakan menyapu degan cepat
• Desak api hingga tepi dan padam
104
Tabung pemadam jenis
karbon dioksida(CO2)
• 1- 5,5 kg co2 cair
• Durasi 20 detik/lebih
• Daya pancur 1- 2,5 meter
• Semprot langsung ke titk terdekat dengan
api
• Gerakan menyapu dengan cepat
• Desak api ke tepi hingga padam
105
Tabung pemadam jenis kimia basah
• Isi 7 liter
• Durasi 90 detik
• Daya pancur 2 meter
• Arahkan nozel langsung ke pusat api
• Tutupi permukaan secara menyeluruh
106
Kelebihan selang gulung
• Mudah dipakai
• Suplay air terus menerus
• Jet lebih effektif
• Mempunyai kontrol nosel,jet atau sprai on
atau off
• Operator tidak perlu membawa peralatan
pemadam yang berat
• Tidak perlu isi ulang
107
Proteksi pribadi
 Pakain lengkap, misalnya overall
Pakain lengkap, misalnya overall
 Sarung tangan
Sarung tangan
 Helm
Helm
 Kacamata pelindung
Kacamata pelindung
 Sepatu safety
Sepatu safety
 Alat bantu pernafasan jika diperlukan
Alat bantu pernafasan jika diperlukan
BACK DRAFT?
Masuknya oksigen secara tiba-tiba pada
suatu ruangan tertutup pada tahap
kebakaran mulai surut dengan kondisi
material bahan bakar masih cukup banyak
dan oksigen kurang, sehingga mengakibatkan
ledakan dari arah sumber masuknya oksigen
tersebut
Tanda-tanda backdraft
• Panas Pintu dan pegangannya
• Asap dari bukaan
• Asap masuk kembali melalui
bukaan
• Suara mendesis atau raungan
111
Pencegahan
• Perencanaan
• Pendataan resiko bahaya
• Pemeliharaan ruang yang baik
• Kewaspadaan petugas
• Sistem deteksi awal
113
Menyelamatkan diri
Faktor-faktor yang dapat terjadi
• Pelajari segala resiko
• Coba mengingat lokasi dan jalan keluar
• Jika terjebak api- berhenti,tiarap lindungi
muka, berguling
• Tanpa breathing apparatus-merangkak
rendah dalam asap
• Jika memungkinkan gunakan breathing
apparatus
114
Bergerak dalam asap dan gelap
• Jangan berjalan
Jangan berjalan
• Jaga berat pada kaki
Jaga berat pada kaki
belakang
belakang
• Angkat tangan ke muka
Angkat tangan ke muka
• Tangan sedikit
Tangan sedikit
mencengkram
mencengkram
• Punggung tangan kedepan
Punggung tangan kedepan
• Rasakan untuk mendeteksi
Rasakan untuk mendeteksi
Menyeret kaki
Lindungi muka
115
 Bergerak hati-hati dan perlahan
 Periksa setiap anak tangga
 Bersandar ke dinding
 Periksa pintu,dinding bagian yang
Periksa pintu,dinding bagian yang
terbuat dari kayu
terbuat dari kayu
 Perhatikan cat yang melepuh
Perhatikan cat yang melepuh
 Rasakan gagang pintu
Rasakan gagang pintu
 Air yang disemprotkan tak
Air yang disemprotkan tak
terkontrol dapat meruntuhkan
terkontrol dapat meruntuhkan
benda-benda dan dapat menutup
benda-benda dan dapat menutup
jalan keluar
jalan keluar
Mengatasi tangga
Tanda dari panas
Batasi pemakaian air
Bergerak dalam asap dan gelap
Bergerak dalam asap dan gelap
(lanjutan)
(lanjutan)
116
Jangan pertaruhkan nyawa anda
Jika tidak sanggup memadamkan api usahakan
untuk membatasi api dengan cara menutup
pintu dan jendela sebelum meninggalkan area
117
Komponen Breathing apparatus
• Gendongan punggung,harness
• Peralatan sabuk dan tali
pengikat
• Peralatan katup dan selang
• Katup pengatur tarikan napas
• Masker muka
• Silinder tekanan hingga 300
bar
118
Memeriksa BA
• Kendurkan semua sabuk sebelum dan sesudah
di pakai
• Periksa katup udara negatif
• Periksa tekanan udara dalam tabung
• Periksa alat penanda udara minimum
119
Perhitungan lama pemakain
Isi (dalam liter) = kapasitas dlm liter X tekanan dlm bar
6 liter X 300 bar = 1,800 liter
Durasi penuh = isi dlm liter/40 lpm
40 lpm = komsumsi rata2 di asumsikan 40 liter per menit
1,800 liter/40 lpm = 45 menit
Durasi kerja = durasi penuh – safety margin
45 menit – 10 menit = 35 menit
120
Aturan menggunakan BA
• Periksa isi silinder antara 250 atau 5/6
dari maksimum daya tampungnya
• Kenakan di tempat berudara segar
• Minimal 2 orang pertim
• Satu keluar, semua keluar
• Tanda bahaya menjadi prioritas
• Selalu waspada saat memasuki ruangan
121

Basic Fire Fighting for engineer to understand

  • 1.
  • 3.
    3 SOP Fire FightingSystem PURPOSE PURPOSE This Standard Operating Procedure (SOP) lists the essential conditions for ensuring the safe operation and efficient use of the fighting system. SCOPE SCOPE This SOP deals with all the fire fighting equipment, fixed and mobile and is applicable in all the premises of TOTAL E&P INDONESIE (TI). REFERENCES REFERENCES TOTAL Documents: GS SAF 216, Areas Classification GS SAF 311, Rules of the selection of Fire Fighting System GS SAF 321, Fire Pump Station and Fire Water Mains GS SAF 322, Fixed Firewater Systems GS SAF 334, Foam Fire Extinguishing Systems TUJUAN TUJUAN Prosedur Operasi Baku ini (POB) ini memuat kondisi penting untuk memastikan operasi yang aman dan penggunaan sistem pemadam kebakaran secara efisien. RUANG LINGKUP RUANG LINGKUP SOP ini menyangkut semua peralatan pemadam kebakaran, yang tetap dan bergerak dan berlaku di semua bangunan dari TOTAL E&P INDONESIE (TI). REFERENSI REFERENSI Dokumen-dokumen TOTAL: G SAF 216, Klasifikasi Daerah G SAF 311, Peraturan untuk pemilihan Sistem Pemadam Kebakaran G SAF 321, Air Pemadam Kebakaran Utama Water Mains dan Stasion Pompa Air Pemadam Kebakaran G SAF 322, Sistem Air Pemadam Tetap G SAF 334, Sistem Pemadam Api Busa
  • 4.
    5 Dasar Hukum K3Penanggulangan Kebakaran- UU NO.1 TH 1970
  • 5.
    6 Dasar Hukum: Peraturan MenteriTenaga Kerja No.Per- 04 /Men/1980 Fire Extinguisher ( APAR )
  • 6.
    Per 04/Men/1980 Semua jenisAPAR harus siap digunakan dengan persyaratan: • Jenis dan ukurannya sesuai • Mudah dilihat dan mudah diambil • Kondisi baik • Setiap orang dapat mengoperasikan dengan benar ,tidak membahayakan dirinya 7
  • 7.
    Syarat-Syarat Penempatan APAR •Di jalur keluar (pintu keluar) • Cukup dekat dengan daerah yang berbahaya • Dekat dengan pintu • Pada gedung bertingkat - posisi sama pada setiap lantai - sudut koridor - dekat pintu tangga • Pada fire point dan bagian dinding yang cekung • Tinggi kurang lebih 1,25 meter dari lantai • Suhu 40°C sampai dengan 43°C 8
  • 8.
    9 Tujuan Kursus • Sanggupmemadamkan api berkatagori kecil dengan menggunakan beberapa jenis tabung pemadam atau selimut pemadam api sebagai pihak pertama yang memberi respon terhadap terjadinya kebakaran untuk mencegah resiko yang lebih besar.
  • 9.
    10 Sasaran Kursus • Prosespembakaran • Faktor-faktor penting untuk pembakaran • 4 cara penyebaran api • 4 cara memadamkan api • Klasifikasi api • Alat pemadam api ringan • 5 jenis isi tabung pemadam • Penggunaan selimut pemadam
  • 10.
    11 Praktek Langsung • Memadamkanapi kecil menggunakan selimut pemadam • Memadamkan api dengan menggunakan beberapa jenis tabung pemadam
  • 11.
  • 12.
    Suatu proses kimiayaitu proses oksidasi cepat yang menghasilkan panas dan cahaya. Api yang tidak terkontrol dan tidak dikehendaki karena dapat menimbulkan kerugian baik harta benda maupun korban jiwa
  • 13.
    14 Penyebab kebakaran • Tidaksengaja • Tidak terduga • Kerusakan mekanik • Pemeliharaan ruangan yang tidak baik • Sabotase • Kelalaian
  • 14.
    16 Elemen dari Api Segitiga api OKSIGEN OKSIGEN PANAS PANAS BAHAN BAKAR BAHAN BAKAR
  • 15.
  • 16.
    22 Yang menyebabkan terjadinyakebakaran di rumah 1. Housekeeping yang kurang baik, menyimpan cat, korek api, membuang puntung rokok tidak pada tempatnya, dll Causation factor in a burning of house 1. Poor housekeeping, storing paints, matches, discharging cigarette butt to improper please etc.
  • 17.
    23 2. Merokok diTempat tidur 2. Smooking in bed ( what a bad habit !!! )
  • 18.
    24 3. Menggunakan kabellistrik yg rusak 3. Use defective electrical cable
  • 19.
    25 4. Meninggalkan penggorengandi atas kompor yg sedang menyala 4. Leaving cooking pan on flaming stove
  • 20.
    26 PENCEGAHAN KEBAKARAN DIRUMAH PREVENTION Of FIRE AT HOUSE 3 unsur yang menyebabkan terjadinya kebakaran di rumah : Three factors that cause burning : Bahan bakar Fuel + + + + = = Udara Air Panas Heat Api Fire
  • 21.
    27 SLOP OVER Adalah : •Suatu proses bila “Water jet” dijatuhkan kepermukaan minyak yang terbakar, air akan langsung berubah menjadi uap seketika menyentuh permukaan minyak, uap air akan membawa minyak panas tersebut keudara, bersama itu pula cairan minyak akan terdepresi akibat efek “Water Jet”tsb .
  • 22.
    28 Yang menyebabkan terjadinyakebakaran di rumah 5. Umumnya api terjadi dari kebakaran kecil dan dengan cepat menjadi besar. tindakan yang cepat mematikan kebakaran kecil, lebih penting dari pada mengerahkan tenaga pemadam kebakaran. Causation to a burning house 5. Generally occurred from a small stage fire then quickly develops ….. immediately action to extinguish small fire is more important ,than waiting for fire brigade
  • 23.
    29  Awal terjadinyaapi/kebakaran tidak diduga waktu dan tempatnya;  Api akan menjadi besar dan meluas bila cukup media penghantarnya;  Intensitas nyala api dipengaruhi oleh sifat flammability dan quantities jenis material yang terbakar;  Kebakaran akan surut dan padam bila keseimbangan reaksinya tidak seimbang. Flashover D e c a y G r o w t h Steady Initiation
  • 24.
  • 25.
    36 BAHAN BAKAR Kayu, karet,kertas,plastik,textil, bahan yag berbahan dasar carbon, dll. Minyak tnh, bensin,solar,oli, gasoline, palm oil, solvents, dll. Methane, propane, ethane, buthane, dll. PADAT CAIR GAS
  • 26.
    47 4 cara penyebaranApi • Radiasi • Konveksi • Konduksi • Kontak langsung
  • 27.
    48 Radiasi Panas yang dipindahkandari suatu daerah ke daerah yang lain tanpa terjadi kontak langsung dengan daerah tersebut. Energi radiasi mengalir secara garis lurus melalui udara.
  • 28.
  • 29.
    50 Konveksi Naiknya gas panasyang dihasilkan oleh pembakaran kearah atas dan karena itu meyebarkan api ke bagian atas bangunan.
  • 30.
  • 31.
    52 Konduksi Pemindahan panas melaluiatausepanjang benda,misalnya sebatang logam.
  • 32.
    53 SEBUAH CONTOHKONDUKSI, PANAS DIHANTARKAN OLEH PIPA PANAS
  • 33.
    54 Kontak langsung Kontak nyalaapi secara langsung pada suatu benda sehingga menghasilkan pembakaran.
  • 34.
    56 4 Cara memadamkanapi • Pendinginan • Penyelimutan • Menyingkirkan/mematikan • Memutus reaksi berantai dari api
  • 35.
    58 Removal or ReducingThe Heat (Cooling) STOPS the FIRE Pendinginan Menyerap panas dari bahan yang terbakar akibatnya akan menghalangi proses pembakaran CHEMICAL CHAIN REACTION HEAT FUEL OXYGEN
  • 36.
  • 37.
    60 Menyingkirkan CHEMICAL CHAIN REACTION HEAT FUEL OXYGEN Removing or ReducingThe Fuel (Starvation) STOPS the FIRE Memutuskan suply bahan bakar
  • 38.
    61 BAHAN BAKAR RANTAI REAKSI KIMIA OKSIGEN STARVATION/ MENSTOP SUPLAYBAHAN BAKAR Menutup kerangan pada Tangki yang terbakar
  • 39.
    62 Penyelimutan CHEMICAL CHAIN REACTION HEAT FUEL OXYGEN Removal or Reducingthe Oxygen (Smothering) STOPS the FIRE Memisahkan hubungan antara uap bahan bakar dengan udara
  • 40.
  • 41.
    64 Memutus reaksi berantaiapi CHEMICAL CHAIN REACTION HEAT FUEL OXYGEN Stopping/ Breaking The Chemical Reaction STOPS the FIRE Memutuskan rantai reaksi-reaksi pembakaran atau dengan menangkap radikal-radikal bebas O2, OH, H agar tidak dapat melanjutkan proses pembakaran
  • 42.
    65 RANTAI REAKSI KIMIA OKSIGEN BAHAN BAKAR BREAKING CHAINREACTION MEMECAHKAN RANTAI REAKSI KIMIA Memadamkan API dengan APAR type HALON
  • 43.
    66 4 Cara memadamkanapi • Pendinginan • Penyelimutan • Menyingkirkan • Memutus reaksi berantai dari api • Air • Selimut pemadam, busa, pasir, penutup. • Menyingkirkan bahan bakar, menutup atau menyumbat pipa gas/minyak • Pemadam kimia kering atau CO2
  • 44.
    67 KLASIFIKASI KEBAKARAN (API ) TUJUAN : Memakai dengan tepat, jenis media pemadam terhadap berbagai klasifikasi kebakaran. Dengan klasifikasi ini pemakai dapat memilih media pemadam yang cocok untuk digunakan dalam suatu kelas kebakaran.
  • 45.
    68 MACAM KLASIFIKASI API (Klasifikasi sebelum 1970 ) 1. KELAS A : Bahan bakar padat,kayu, kain, kertas 2. KELAS B : Bahan bakar cairyang mudah mencair 3. KELAS C : Listrik yang masih hidupi. = AMERIKA UTARA = AUSTRALIA = AFRIKA SELATAN
  • 46.
    69 MACAM KLASIFIKASI API (Klasifikasi sesudah 1970 ) 1. KLAS A : Bahan bakar padat 2. KLAS B : Bahan bakar cair yang mudah mencair (Grease) 3. KLAS C : Bahan bakar gas 4. KLAS D : Bahan bakar logam = EROPA
  • 47.
    70 KLASIFIKASI DARI COASTGUARD 1. KLAS A : Bahan bakar padat 2. KLAS B : Bahan bakar cair - titik nyala <1700F tidak larut air 3. KLAS C : Bahan bakar cair - titik nyala <1700F larut air ( Aceton, Etanol) 4. KLAS D : Bahan bakar cair - titik nyala > 1700F tidak larut di air (Minyak Kelapa, Minyak tanah) 5. KLAS E : Bahan bakar cair - titik nyala >1700F larut di air (Gliserin, Glicol) 6. KLAS F : Logam 7. KLAS G : Karena listrik * U. S. A.
  • 48.
    71 Klasifikasi Api Eropa KlasifikasiApi Eropa Kelas A, benda berbahan dasar karbon, seperti: kayu, karet, kertas, tekstil. Kelas B, bahan cair yang mudah terbakar, seperti: bensin, oli, tiner. Kelas C, bahan gas yang mudah terbakar, seperti: acetylene, propane, LPG, butane. Kelas D,bahan metal yang mudah terbakar, seperti: sodium, potassium, magnesium, uranium, lithium (diperlukan bahan pemadam khusus). Kelas F, minyak sayur dan lemak. Kebakaran yang melibatkan perangkat listrik atau pengantar listrik, alat pemadam yang digunakan harus alat pemadam yang non-konduksi.
  • 49.
    KLASIFIKASI API/KEBAKARAN • Tujuan: –memudahkan pemililhan media pemadam yang tepat dari berbagal tipe bahan bakar. • Klasifikasi kebakaran: – Klas A : Bahan padat (kertas, kayu, plastik, dll.) – Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar – Klas C : Instalasi listrik – Klas D : Bahan logam
  • 50.
    73 Penyebab kebakaran • Tidaksengaja • Tidak terduga • Kerusakan mekanik • Pemeliharaan ruangan yang tidak baik • Sabotase • Kelalaian
  • 51.
    74 KLASIFIKASI API/KEBAKARAN KLASIFIKASI API/KEBAKARAN (NationalFire Protection Association) (National Fire Protection Association) kelas D – Bahan metal yang mudah terbakar magnesium,potasium,lithium,titanium dan lainnya Kelas C – peralatan yang melibatkan listrik Komputer,projector,AC dan lainnya Kelas B – cairan dan gas yang mudah terbakar minyak tanah, bensin ,crude oil dan lainnya Kelas A – Benda- benda yang dapat terbakar dan meninggalkan abu atau arang Kayu,karet,kertas,plastik,tekstil dll Kelas K- Kebakaran di dapur yg umumnya disebabkan bahan-bahan seperti minyak sayur dan lemak
  • 52.
    75 Klasifikasi api di Indonesia THEABOVE MENTIONED CLASSIFICATION APPLIED IN INDONESIA WHICH WAS ISSUED BY MENISTER OF LABOUR / KLASIFIKASI TERSEBUT DI ATAS BERLAKU DI INDONESIA YANG DIKELUARKAN OLEH MENTERI TENAGA KERJA. PER.MEN: NO/ PER/04/MEN/1980 14 APRIL 1980 MEN/TEN KERJA & TRANS
  • 53.
    76 Pengunaan media pemadam Class/Me- dia CO2DCP Water Foam Special DP X X X X X X X X X X
  • 54.
  • 55.
  • 56.
    HARUS SIAP PAKAIPADA WAKTUNYA • MUDAH DILIHAT DAN MUDAH DIAMBIL • KONDISI BAIK • SETIAP ORANG DAPAT MENGOPERASIKAN DENGAN BENAR, TIDAK MEMBAHAYAKAN DIRINYA. ALAT PEMADAM API RINGAN Ref : Pert. Menaker No Per-04/Men/1980 • DAPAT DIOPERASIKAN SATU ORANG • UNTUK PEMADAMAN MULA KEBAKARAN • SEBATAS VOLUME API KECIL
  • 57.
    PEMASANGAN APAR Ref :Pert. Menaker No Per-04/Men/1980 • Tinggi pemasangan tanda APAR 125 cm dari dasar lantai dimana APAR ditempatkan • Tabung APAR berwarna merah • Jika ditempatkan di ruang terbuka agar dilindungi dengan penutup
  • 58.
    Syarat-Syarat Penempatan APAR •Di jalur keluar (pintu keluar) • Cukup dekat dengan daerah yang berbahaya • Dekat dengan pintu • Pada gedung bertingkat - posisi sama pada setiap lantai - sudut koridor - dekat pintu tangga 81
  • 59.
  • 60.
    PEMELIHARAAN APAR APAR harusdiperiksa 2 (dua) kali dalam setahun : • Pemeriksaan dalam jangka 6 (enam) bulan • Pemeriksaan dalam jangka 1 (satu) tahun • Uji tekan tabung pemadam: – 5 (lima) tahun sekali, kecuali jenis CO2 uji tekan pertama 10 tahun dan selanjutnya 5 tahu, – dengan tekanan uji tekan selama 30 detik – uji tekan :sebesar 20 kg/cm2 untuk jenis busa dan cairan dan uji tekan dan 1.5 kali tekanan kerja untuk store prsessure dan CO2
  • 61.
  • 62.
  • 63.
  • 64.
  • 65.
  • 66.
  • 67.
    92 Kelebihan tabung pemadam •Cepat bertindak • Dapat dibawa-bawa • Dioperasikan oleh satu orang • Dapat diletakkan di tempat yang dekat dengan resiko kebakaran
  • 68.
    93 Kekurangan tabung pemadam •Durasinya pendek • Penetrasinya pendek • Kehandalannya terbatas
  • 69.
    95 Aspek-aspek keselamatan penggunaantabung pemadam • Keselamatan diri sendiri • Posisi membelakangi angin • Periksa penunjuk isi tabung • Periksa kerja dan jangkauan semprotan • Bergerak menunduk • Mempunyai orang cadangan • Ruang gerak bersih • Tidak boleh membelakangi api • Waspada terhadap api nyala kembali • Ambil jarak maksimum dari api
  • 70.
    Bagaimana Cara Pemakaian APAR? • Anda telah TERLATIH dalam penggunaannya • JANGAN melawan arah angin (jika diluar) • HANYA padamkan api yang KECIL dan masih terlokalisir (pada tahap awal kebakaran) • Lokasi api BUKAN pada daerah BERBAHAYA (gudang api, ruang tertutup,dll) • INGAT jaga pintu EXIT selalu dibelakang anda • SELALU test dulu sebelum menuju ke lokasi
  • 71.
    98 Ingat singkatan P.A.S.S P...Pull(tarik) pin A...Aim (Arahkan) nozzle ke titik nyala api S...Squeeze (Tekan) trigger sementara pegang tabung dalam posisi tegak S...Sweep (Sapuan) bahan pemadam dari sisi ke sisi, menutup area api dengan bahan pemadam Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan
  • 72.
  • 73.
  • 74.
    101 Tabung pemadam jenisair • 9 liter air bertekana dan udara • Durasi 1,5 – 2 menit • Daya pancur 8 meter • Semprot langsung kebagian bawah api • Terus semprot walau api sudah mati • Jika api bergerak keatas, semprot bagian terendah
  • 75.
    102 Tabung pemadam jenisbusa • 8,5 liter air dengan 0,5 liter konsetrat busa dan udara • Durasi 30 – 90 detik • Daya pancur 6 meter • Semprotkan ke dinding dengan melintasi api dan biarkan busa mengalir turun menutup permukaan yang terbakar • Ambil jarak,semprotkan ke udara seperti air mancur dan turun di daerah yang terbakar • Jangan semprot langsung ke daerah yang terbakar,api akan melompat keluar atau busa jadi tenggelam
  • 76.
    103 Tabung pemadam jenisbubuk kering • 0,9- 14 kg sodium bikarbonat • Durasi, untuk 9 kg 90 dtk/lebih • Daya pancur 1,8- 4 meter • Langsung semprot titik terdekat dengan api & arahkan sedikit diatas api • Gerakan menyapu degan cepat • Desak api hingga tepi dan padam
  • 77.
    104 Tabung pemadam jenis karbondioksida(CO2) • 1- 5,5 kg co2 cair • Durasi 20 detik/lebih • Daya pancur 1- 2,5 meter • Semprot langsung ke titk terdekat dengan api • Gerakan menyapu dengan cepat • Desak api ke tepi hingga padam
  • 78.
    105 Tabung pemadam jeniskimia basah • Isi 7 liter • Durasi 90 detik • Daya pancur 2 meter • Arahkan nozel langsung ke pusat api • Tutupi permukaan secara menyeluruh
  • 79.
    106 Kelebihan selang gulung •Mudah dipakai • Suplay air terus menerus • Jet lebih effektif • Mempunyai kontrol nosel,jet atau sprai on atau off • Operator tidak perlu membawa peralatan pemadam yang berat • Tidak perlu isi ulang
  • 80.
    107 Proteksi pribadi  Pakainlengkap, misalnya overall Pakain lengkap, misalnya overall  Sarung tangan Sarung tangan  Helm Helm  Kacamata pelindung Kacamata pelindung  Sepatu safety Sepatu safety  Alat bantu pernafasan jika diperlukan Alat bantu pernafasan jika diperlukan
  • 81.
    BACK DRAFT? Masuknya oksigensecara tiba-tiba pada suatu ruangan tertutup pada tahap kebakaran mulai surut dengan kondisi material bahan bakar masih cukup banyak dan oksigen kurang, sehingga mengakibatkan ledakan dari arah sumber masuknya oksigen tersebut
  • 83.
    Tanda-tanda backdraft • PanasPintu dan pegangannya • Asap dari bukaan • Asap masuk kembali melalui bukaan • Suara mendesis atau raungan
  • 84.
    111 Pencegahan • Perencanaan • Pendataanresiko bahaya • Pemeliharaan ruang yang baik • Kewaspadaan petugas • Sistem deteksi awal
  • 85.
    113 Menyelamatkan diri Faktor-faktor yangdapat terjadi • Pelajari segala resiko • Coba mengingat lokasi dan jalan keluar • Jika terjebak api- berhenti,tiarap lindungi muka, berguling • Tanpa breathing apparatus-merangkak rendah dalam asap • Jika memungkinkan gunakan breathing apparatus
  • 86.
    114 Bergerak dalam asapdan gelap • Jangan berjalan Jangan berjalan • Jaga berat pada kaki Jaga berat pada kaki belakang belakang • Angkat tangan ke muka Angkat tangan ke muka • Tangan sedikit Tangan sedikit mencengkram mencengkram • Punggung tangan kedepan Punggung tangan kedepan • Rasakan untuk mendeteksi Rasakan untuk mendeteksi Menyeret kaki Lindungi muka
  • 87.
    115  Bergerak hati-hatidan perlahan  Periksa setiap anak tangga  Bersandar ke dinding  Periksa pintu,dinding bagian yang Periksa pintu,dinding bagian yang terbuat dari kayu terbuat dari kayu  Perhatikan cat yang melepuh Perhatikan cat yang melepuh  Rasakan gagang pintu Rasakan gagang pintu  Air yang disemprotkan tak Air yang disemprotkan tak terkontrol dapat meruntuhkan terkontrol dapat meruntuhkan benda-benda dan dapat menutup benda-benda dan dapat menutup jalan keluar jalan keluar Mengatasi tangga Tanda dari panas Batasi pemakaian air Bergerak dalam asap dan gelap Bergerak dalam asap dan gelap (lanjutan) (lanjutan)
  • 88.
    116 Jangan pertaruhkan nyawaanda Jika tidak sanggup memadamkan api usahakan untuk membatasi api dengan cara menutup pintu dan jendela sebelum meninggalkan area
  • 89.
    117 Komponen Breathing apparatus •Gendongan punggung,harness • Peralatan sabuk dan tali pengikat • Peralatan katup dan selang • Katup pengatur tarikan napas • Masker muka • Silinder tekanan hingga 300 bar
  • 90.
    118 Memeriksa BA • Kendurkansemua sabuk sebelum dan sesudah di pakai • Periksa katup udara negatif • Periksa tekanan udara dalam tabung • Periksa alat penanda udara minimum
  • 91.
    119 Perhitungan lama pemakain Isi(dalam liter) = kapasitas dlm liter X tekanan dlm bar 6 liter X 300 bar = 1,800 liter Durasi penuh = isi dlm liter/40 lpm 40 lpm = komsumsi rata2 di asumsikan 40 liter per menit 1,800 liter/40 lpm = 45 menit Durasi kerja = durasi penuh – safety margin 45 menit – 10 menit = 35 menit
  • 92.
    120 Aturan menggunakan BA •Periksa isi silinder antara 250 atau 5/6 dari maksimum daya tampungnya • Kenakan di tempat berudara segar • Minimal 2 orang pertim • Satu keluar, semua keluar • Tanda bahaya menjadi prioritas • Selalu waspada saat memasuki ruangan
  • 93.

Editor's Notes

  • #29 Api dapat terjadi sewaktu-waktu dan dapat berasal dari berbagai kemungkinan Bila api/kebakaran telah terjadi maka akan berkembang secara bertahap pereode mula sumber pencetusnya
  • #95 g