Esa Unggul – S1 Kesehatan Masyarakat (K3)
Universitas Sumatera Utara – D3 Keperawatan
EDUCATION
EDUCATION
PROFESIONAL EXPERIENCE
PROFESIONAL EXPERIENCE
Balai K3 Medan – Ahli Pertama Penguji K3 2024 - NOW
Agung Sedayu Group – Spv HSE dan GS 2021 - 2024
PT. Ebenhaezer Jaya Mandiri – Safety Officer 2018 - 2021
Siloam Hospital – Perawat Pelaksana 2017 - 2018
SKILL & CERTIFICATIONS
SKILL & CERTIFICATIONS
Ahli K3 Umum (AK3U) – Kemnaker
Auditor SMK3 – Kemnaker
Kebakaran Kelas C – Kemnaker
TOT BNSP Level 4
Adi Saputra, SKM
Adi Saputra, SKM
Ahli Pertama – Penguji
Ahli Pertama – Penguji
K3
K3
UTAMAKAN KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA
PRINSIP–PRINSIP
PENCEGAHAN KEBAKARAN
1.
1. DEFINISI API DAN KEBAKARAN
DEFINISI API DAN KEBAKARAN
2.
2. SEGITIGA API DAN TETRA HEDRON API
SEGITIGA API DAN TETRA HEDRON API
3.
3. PRINSIP PEMADAMAN API
PRINSIP PEMADAMAN API
4.
4. KLASIFIKASI KEBAKARAN
KLASIFIKASI KEBAKARAN
5.
5. MEDIA PEMADAM
MEDIA PEMADAM
Suatu proses kimia yaitu
Suatu proses kimia yaitu
proses oksidasi cepat yang
proses oksidasi cepat yang
menghasilkan asap, panas
menghasilkan asap, panas
dan cahaya.
dan cahaya.
(Api yang tidak dikehendaki dan
(Api yang tidak dikehendaki dan
tidak dapat dikendalikan dan
tidak dapat dikendalikan dan
dapat menimbulkan kerugian
dapat menimbulkan kerugian
baik harta benda maupun
baik harta benda maupun
korban jiwa.)
korban jiwa.)
PEMAHAMAN
Kerusakan
Korban jiwa
Dampak Lingkungan
Adanya
Penyimpangan
Standar K3&MSPK
•Korban jiwa
•Kerusakan
•Kerugian
•Penderitaan
•Citra
•Dampak
lingkungan
 Kebakaran berpeluang dapat terjadi di setiap tempat
Kebakaran berpeluang dapat terjadi di setiap tempat
 Kebakaran mengancam kehidupan dan harta benda
Kebakaran mengancam kehidupan dan harta benda
DI TEMPAT KERJA ANDA
DI TEMPAT KERJA ANDA

Apakah ada peluang utk terjadi
Apakah ada peluang utk terjadi
kebakaran
kebakaran

Apa konsekuensinya bila terjadi
Apa konsekuensinya bila terjadi
kebakaran
kebakaran

Upaya apa yang telah dilakukan
Upaya apa yang telah dilakukan
TEORI API
BAHAN BAKARP
A
N
A
S
O
K
S
I
G
E
N
Didalam udara ada bermacam-macam unsur
antara lain oksigen. Pembakaran dpt terjadi bila
kadar oksigen dlm udara min: 16%.
API TERBUKA, GESEKAN, BENTURAN, BUNGA
API LISTRIK, BUSUR API LAS, LISTRIK STATIS,
FAKTOR ALAM DLL.
Minyak tanah Bensin
DALAM SUHU NORMAL
Gasoline/bensin pada suhu
Ruangan sudah mengeluarkan
Uap yang cukup untuk terbakar
kerosine
Di panasi sampai menguap Flash point : Suhu
terendah dimana
suatu zat (bahan
bakar), cukup
mengeluarkan uap
& menyala
(terbakar sekejab)
bila diberi sumber
panas yang cukup
Selain dipanaskan bagaima cara agar
Selain dipanaskan bagaima cara agar
minyak tanah bisa terbakar?
minyak tanah bisa terbakar?
• Dinaikkan tekanannya supaya
berubah fasa menjadi uap
• Dikabutkan, dibuat menjadi
butiran kecil sehingga berbentuk
uap
kerosine
Fire Point Suhu
terendah dimana
suatu zat (bahan
bakar) cukup untuk
mengeluarkan uap
dan terbakar
(menyala terus
menerus) bila diberi
sumber panas
PENGERTIAN
gasoline
DAERAH BISA TERBAKAR (FLAMMBLE RANGE )
Daerah kaya
Daerah bisa terbakar
Daerah miskin
Tidak terbakar , mengapa?
UDARA
UDARA
Daerah bisa terbakar adalah batas konsentrasi campuran antara uap bahan
Daerah bisa terbakar adalah batas konsentrasi campuran antara uap bahan
bakar dengan udara yang dapat terbakar/menyala bila dikenai atau diberi
bakar dengan udara yang dapat terbakar/menyala bila dikenai atau diberi
sumber api
sumber api
Hydrogen
Hydrogen 4% - 75 %
4% - 75 % Bensin
Bensin 1% - 7 %
1% - 7 %
Propane (LPG)
Propane (LPG) 2% - 8%
2% - 8% Minyak Tanah
Minyak Tanah 1% - 5%
1% - 5%
UDARA
< 1% 1%- 7% > 7%
UAP BENSIN
DAERAH BISA TERBAKAR (FLAMMBLE RANGE )
LPG
LPG
SUMBER PANAS
API
TERBUKA
LISTRIK MEROKOK ALAM
PENGELASAN
REAKSI
KIMIA
ARSON
PROTEKSI KEBAKARAN
PROTEKSI KEBAKARAN a
adalah:
dalah:
Teori dan praktek untuk mengurangi risiko
Teori dan praktek untuk mengurangi risiko
kerugian baik harta benda maupun jiwa
kerugian baik harta benda maupun jiwa
manusia dari ancaman bahaya kebakaran.
manusia dari ancaman bahaya kebakaran.
Ada 2 jenis proteksi kebakaran, yaitu:
Ada 2 jenis proteksi kebakaran, yaitu:
(1)
(1) proteksi passive yg meliputi kompartemen-tasi
proteksi passive yg meliputi kompartemen-tasi
bangunan, konstruksi tahan api, ventilasi, dan
bangunan, konstruksi tahan api, ventilasi, dan
sarana jalan keluar;
sarana jalan keluar;
(2)
(2) Proteksi aktif, yang meliputi: APAR, Hidran,
Proteksi aktif, yang meliputi: APAR, Hidran,
Sprinkler dan Sistem Alarm Kebakaran.
Sprinkler dan Sistem Alarm Kebakaran.
PROTEKSI KEBAKARAN:
PROTEKSI KEBAKARAN:
PROTEKSI KEBAKARAN:
PROTEKSI KEBAKARAN:
GRAFIK PERKEMBANGAN API
`
KLASIFIKASI KEBAKARAN
 Tujuan:
Tujuan:

memudahkan pemililhan media pemadam yang tepat dari
memudahkan pemililhan media pemadam yang tepat dari
berbagal tipe bahan bakar.
berbagal tipe bahan bakar.
 Klasifikasi kebakaran:
Klasifikasi kebakaran:
 Klas A : Bahan padat (kertas, kayu,
Klas A : Bahan padat (kertas, kayu, plastik,
plastik, dll.)
dll.)

Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar
Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar
 Klas C : Instalasi listrik
Klas C : Instalasi listrik

Klas D : Bahan logam
Klas D : Bahan logam
KLASIFIKASI KEBAKARAN
PENGERTIAN
PENGGOLONGAN KEBAKARAN
BERDASARKAN JENIS BAHAN BAKARNYA
MERUPAKAN PEDOMAN DALAM PENANGANAN
BAHAYA KEBAKARAN
AGAR MEMUDAHKAN DALAM USAHA PEMADAMAN
KEBAKARAN DENGAN EFEKTIF
TEHNIK PEMADAMAN
KEBAKARAN
- Starvation,
- Smothering,
- Cooling,
- Breaking Chain
Reaction,
PRINSIP PEMADAMAN
Prinsip tehnik pemadaman adalah dengan merusak keseimbangan
Prinsip tehnik pemadaman adalah dengan merusak keseimbangan
percampuran ketiga unsur penyebab kebakaran (bahan bakar, oksigen,
percampuran ketiga unsur penyebab kebakaran (bahan bakar, oksigen,
panas) atau merusak/menghentikan proses pembakaran (memutus rantai
panas) atau merusak/menghentikan proses pembakaran (memutus rantai
reaksinya).
reaksinya).

Menghentikan/mengambil bahan yang terbakar (starvation)
Menghentikan/mengambil bahan yang terbakar (starvation)

Penyelimutan (smothering) atau mengurangi/menipiskan kadar
Penyelimutan (smothering) atau mengurangi/menipiskan kadar
oksigen (dilution) di udara.
oksigen (dilution) di udara.

Pendinginan (cooling) sampai dibawah titik nyala dari bahan yang
Pendinginan (cooling) sampai dibawah titik nyala dari bahan yang
terbakar atau mengurangi penguraian (dekomposisi) bahan bakar
terbakar atau mengurangi penguraian (dekomposisi) bahan bakar
padat.
padat.

Memutuskan rantai reaksi (Breaking Chain Reaction Inhibiting)
Memutuskan rantai reaksi (Breaking Chain Reaction Inhibiting)
dari proses pembakaran.
dari proses pembakaran.
Perlu diperhatikan sebelum
pemadaman kebakaran:
 Arah angin (faktor keselamatan dan keberhasilan
Arah angin (faktor keselamatan dan keberhasilan
pemadaman).
pemadaman).
 Jenis bahan yang terbakar (klasifikasi
Jenis bahan yang terbakar (klasifikasi
kebakaran).
kebakaran).
 Volume dan potensi bahan yang terbakar (fire
Volume dan potensi bahan yang terbakar (fire
load).
load).
 Letak dan situasi lingkungan (lay out).
Letak dan situasi lingkungan (lay out).
 Lamanya telah terbakar.
Lamanya telah terbakar.
 Alat pemadam yang tersedia atau yang harus
Alat pemadam yang tersedia atau yang harus
diadakan berdasarkan kebutuhan
diadakan berdasarkan kebutuhan
BAHAN BAKAR
RANTAI
REAKSI
KIMIA
OKSIGEN
STARVATION/
MENSTOP SUPLAY BAHAN BAKAR
Menutup kerangan pada
Tangki yang terbakar
RANTAI
REAKSI
KIMIA
OKSIGEN
BAHAN BAKAR
SMOTHERING/ MENGISOLASI OKSIGEN
Menutup drum yang terbaka
RANTAI
REAKSI
KIMIA
OKSIGEN
BAHAN BAKAR COOLING/
PENDINGINAN
Memadamkan api dengan air
RANTAI
REAKSI
KIMIA
OKSIGEN
BAHAN BAKAR
BREAKING CHAIN REACTION
MEMECAHKAN RANTAI REAKSI KIMIA
Memadamkan API dengan APAR
THE END
THE END
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH
UTAMAKAN KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA

Teori Api dan Metode Pemadaman Api Yang Baik dan Benar

  • 1.
    Esa Unggul –S1 Kesehatan Masyarakat (K3) Universitas Sumatera Utara – D3 Keperawatan EDUCATION EDUCATION PROFESIONAL EXPERIENCE PROFESIONAL EXPERIENCE Balai K3 Medan – Ahli Pertama Penguji K3 2024 - NOW Agung Sedayu Group – Spv HSE dan GS 2021 - 2024 PT. Ebenhaezer Jaya Mandiri – Safety Officer 2018 - 2021 Siloam Hospital – Perawat Pelaksana 2017 - 2018 SKILL & CERTIFICATIONS SKILL & CERTIFICATIONS Ahli K3 Umum (AK3U) – Kemnaker Auditor SMK3 – Kemnaker Kebakaran Kelas C – Kemnaker TOT BNSP Level 4 Adi Saputra, SKM Adi Saputra, SKM Ahli Pertama – Penguji Ahli Pertama – Penguji K3 K3
  • 2.
  • 3.
    PRINSIP–PRINSIP PENCEGAHAN KEBAKARAN 1. 1. DEFINISIAPI DAN KEBAKARAN DEFINISI API DAN KEBAKARAN 2. 2. SEGITIGA API DAN TETRA HEDRON API SEGITIGA API DAN TETRA HEDRON API 3. 3. PRINSIP PEMADAMAN API PRINSIP PEMADAMAN API 4. 4. KLASIFIKASI KEBAKARAN KLASIFIKASI KEBAKARAN 5. 5. MEDIA PEMADAM MEDIA PEMADAM
  • 4.
    Suatu proses kimiayaitu Suatu proses kimia yaitu proses oksidasi cepat yang proses oksidasi cepat yang menghasilkan asap, panas menghasilkan asap, panas dan cahaya. dan cahaya. (Api yang tidak dikehendaki dan (Api yang tidak dikehendaki dan tidak dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan dan dapat menimbulkan kerugian dapat menimbulkan kerugian baik harta benda maupun baik harta benda maupun korban jiwa.) korban jiwa.) PEMAHAMAN
  • 5.
    Kerusakan Korban jiwa Dampak Lingkungan Adanya Penyimpangan StandarK3&MSPK •Korban jiwa •Kerusakan •Kerugian •Penderitaan •Citra •Dampak lingkungan
  • 6.
     Kebakaran berpeluangdapat terjadi di setiap tempat Kebakaran berpeluang dapat terjadi di setiap tempat  Kebakaran mengancam kehidupan dan harta benda Kebakaran mengancam kehidupan dan harta benda DI TEMPAT KERJA ANDA DI TEMPAT KERJA ANDA  Apakah ada peluang utk terjadi Apakah ada peluang utk terjadi kebakaran kebakaran  Apa konsekuensinya bila terjadi Apa konsekuensinya bila terjadi kebakaran kebakaran  Upaya apa yang telah dilakukan Upaya apa yang telah dilakukan
  • 7.
  • 8.
    Didalam udara adabermacam-macam unsur antara lain oksigen. Pembakaran dpt terjadi bila kadar oksigen dlm udara min: 16%. API TERBUKA, GESEKAN, BENTURAN, BUNGA API LISTRIK, BUSUR API LAS, LISTRIK STATIS, FAKTOR ALAM DLL.
  • 11.
    Minyak tanah Bensin DALAMSUHU NORMAL Gasoline/bensin pada suhu Ruangan sudah mengeluarkan Uap yang cukup untuk terbakar
  • 12.
    kerosine Di panasi sampaimenguap Flash point : Suhu terendah dimana suatu zat (bahan bakar), cukup mengeluarkan uap & menyala (terbakar sekejab) bila diberi sumber panas yang cukup
  • 13.
    Selain dipanaskan bagaimacara agar Selain dipanaskan bagaima cara agar minyak tanah bisa terbakar? minyak tanah bisa terbakar? • Dinaikkan tekanannya supaya berubah fasa menjadi uap • Dikabutkan, dibuat menjadi butiran kecil sehingga berbentuk uap
  • 14.
    kerosine Fire Point Suhu terendahdimana suatu zat (bahan bakar) cukup untuk mengeluarkan uap dan terbakar (menyala terus menerus) bila diberi sumber panas
  • 15.
  • 16.
    gasoline DAERAH BISA TERBAKAR(FLAMMBLE RANGE ) Daerah kaya Daerah bisa terbakar Daerah miskin Tidak terbakar , mengapa?
  • 17.
    UDARA UDARA Daerah bisa terbakaradalah batas konsentrasi campuran antara uap bahan Daerah bisa terbakar adalah batas konsentrasi campuran antara uap bahan bakar dengan udara yang dapat terbakar/menyala bila dikenai atau diberi bakar dengan udara yang dapat terbakar/menyala bila dikenai atau diberi sumber api sumber api Hydrogen Hydrogen 4% - 75 % 4% - 75 % Bensin Bensin 1% - 7 % 1% - 7 % Propane (LPG) Propane (LPG) 2% - 8% 2% - 8% Minyak Tanah Minyak Tanah 1% - 5% 1% - 5% UDARA < 1% 1%- 7% > 7% UAP BENSIN DAERAH BISA TERBAKAR (FLAMMBLE RANGE )
  • 18.
  • 19.
    SUMBER PANAS API TERBUKA LISTRIK MEROKOKALAM PENGELASAN REAKSI KIMIA ARSON
  • 24.
    PROTEKSI KEBAKARAN PROTEKSI KEBAKARANa adalah: dalah: Teori dan praktek untuk mengurangi risiko Teori dan praktek untuk mengurangi risiko kerugian baik harta benda maupun jiwa kerugian baik harta benda maupun jiwa manusia dari ancaman bahaya kebakaran. manusia dari ancaman bahaya kebakaran. Ada 2 jenis proteksi kebakaran, yaitu: Ada 2 jenis proteksi kebakaran, yaitu: (1) (1) proteksi passive yg meliputi kompartemen-tasi proteksi passive yg meliputi kompartemen-tasi bangunan, konstruksi tahan api, ventilasi, dan bangunan, konstruksi tahan api, ventilasi, dan sarana jalan keluar; sarana jalan keluar; (2) (2) Proteksi aktif, yang meliputi: APAR, Hidran, Proteksi aktif, yang meliputi: APAR, Hidran, Sprinkler dan Sistem Alarm Kebakaran. Sprinkler dan Sistem Alarm Kebakaran. PROTEKSI KEBAKARAN: PROTEKSI KEBAKARAN: PROTEKSI KEBAKARAN: PROTEKSI KEBAKARAN:
  • 25.
  • 29.
  • 30.
    KLASIFIKASI KEBAKARAN  Tujuan: Tujuan:  memudahkanpemililhan media pemadam yang tepat dari memudahkan pemililhan media pemadam yang tepat dari berbagal tipe bahan bakar. berbagal tipe bahan bakar.  Klasifikasi kebakaran: Klasifikasi kebakaran:  Klas A : Bahan padat (kertas, kayu, Klas A : Bahan padat (kertas, kayu, plastik, plastik, dll.) dll.)  Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar  Klas C : Instalasi listrik Klas C : Instalasi listrik  Klas D : Bahan logam Klas D : Bahan logam
  • 31.
    KLASIFIKASI KEBAKARAN PENGERTIAN PENGGOLONGAN KEBAKARAN BERDASARKANJENIS BAHAN BAKARNYA MERUPAKAN PEDOMAN DALAM PENANGANAN BAHAYA KEBAKARAN AGAR MEMUDAHKAN DALAM USAHA PEMADAMAN KEBAKARAN DENGAN EFEKTIF
  • 33.
  • 34.
    - Starvation, - Smothering, -Cooling, - Breaking Chain Reaction,
  • 35.
    PRINSIP PEMADAMAN Prinsip tehnikpemadaman adalah dengan merusak keseimbangan Prinsip tehnik pemadaman adalah dengan merusak keseimbangan percampuran ketiga unsur penyebab kebakaran (bahan bakar, oksigen, percampuran ketiga unsur penyebab kebakaran (bahan bakar, oksigen, panas) atau merusak/menghentikan proses pembakaran (memutus rantai panas) atau merusak/menghentikan proses pembakaran (memutus rantai reaksinya). reaksinya).  Menghentikan/mengambil bahan yang terbakar (starvation) Menghentikan/mengambil bahan yang terbakar (starvation)  Penyelimutan (smothering) atau mengurangi/menipiskan kadar Penyelimutan (smothering) atau mengurangi/menipiskan kadar oksigen (dilution) di udara. oksigen (dilution) di udara.  Pendinginan (cooling) sampai dibawah titik nyala dari bahan yang Pendinginan (cooling) sampai dibawah titik nyala dari bahan yang terbakar atau mengurangi penguraian (dekomposisi) bahan bakar terbakar atau mengurangi penguraian (dekomposisi) bahan bakar padat. padat.  Memutuskan rantai reaksi (Breaking Chain Reaction Inhibiting) Memutuskan rantai reaksi (Breaking Chain Reaction Inhibiting) dari proses pembakaran. dari proses pembakaran.
  • 36.
    Perlu diperhatikan sebelum pemadamankebakaran:  Arah angin (faktor keselamatan dan keberhasilan Arah angin (faktor keselamatan dan keberhasilan pemadaman). pemadaman).  Jenis bahan yang terbakar (klasifikasi Jenis bahan yang terbakar (klasifikasi kebakaran). kebakaran).  Volume dan potensi bahan yang terbakar (fire Volume dan potensi bahan yang terbakar (fire load). load).  Letak dan situasi lingkungan (lay out). Letak dan situasi lingkungan (lay out).  Lamanya telah terbakar. Lamanya telah terbakar.  Alat pemadam yang tersedia atau yang harus Alat pemadam yang tersedia atau yang harus diadakan berdasarkan kebutuhan diadakan berdasarkan kebutuhan
  • 37.
    BAHAN BAKAR RANTAI REAKSI KIMIA OKSIGEN STARVATION/ MENSTOP SUPLAYBAHAN BAKAR Menutup kerangan pada Tangki yang terbakar
  • 39.
  • 40.
  • 41.
    RANTAI REAKSI KIMIA OKSIGEN BAHAN BAKAR BREAKING CHAINREACTION MEMECAHKAN RANTAI REAKSI KIMIA Memadamkan API dengan APAR
  • 42.
    THE END THE END TERIMAKASIH TERIMA KASIH UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA