Dalam novel ini, Azfa Hanani terjebak dalam dilema setelah mencuri buku untuk belajar, dan itu membawanya kepada tawaran untuk menyamar sebagai Tengku Murni, seorang remaja yang telah meninggal dunia. Meskipun dia ragu-ragu, dia menerima tawaran itu untuk membantu keluarganya, tetapi dalam prosesnya, dia terjalin dalam konflik sosial dan keluarga yang rumit. Cerita ini menggambarkan perjuangan Azfa dalam menghadapi tantangan identitas dan harapan di tengah latar belakang kemiskinan.