Oleh :
Team Kebidanan RSML
ASUHAN KEBIDANAN
PADA PASIEN KETUBAN PECAH DINI (KPD)
Ketuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya
selaput ketuban sebelum persalinan. Hal ini dapat terjadi
pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya
melahirkan, pada keadaan normal 8-10% perempuan hamil
aterm akan mengalami ketuban pecah dini (Prawirohardjo,
2008).
DEFINISI
Ketuban Pecah Dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum
terjadi proses persalinan yang dapat terjadi pada usia kehamilan
cukup waktu atau kurang waktu (Cunningham, 2003). Ketuban
Pecah Dini adalah rupturnya membran ketuban sebelum
persalinan berlangsung (Manuaba, 2003). Ketuban pecah
dinyatakan dini jika terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu.
Suatu proses infeksi dan peradangan dimulai di ruangan yang
berada diantara amnion korion (Constance Sinclair, 2010).
penyebab terjadinya KPD
Berkurangnya kekuatan membran
disebabkan adanya infeksi yang
dapat berasal dari vagina dan
servik
berkurangnya kekuatan membran
atau meningkatnya tekanan intra
uterin atau kedua faktor tersebut
Melakukan
Tes Amnicator
( lakmus)
pemeriksaan
ultrasonografi
pemeriksaan penunjang
Ketuban pecah dini merupakan sumber persalinan
prematuritas, infeksi dalam rahim terhadap ibu maupun janin
yang cukup besar. Oleh karena itu, tatalaksana ketuban
pecah dini memerlukan tindakan yang rinci sehingga dapat
menurunkan kejadian persalinan prematuritas dan infeksi
dalam rahim. Memberikan profilaksis antibiotika dan
membatasi pemeriksaan dalam merupakan tindakan yang
perlu diperhatikan
penatalaksanaan
persalinan
prematur
komplikasi
resiko
infeksi
pada ibu
dan janin
hipoksia
dan
asfiksia
pertumbuh
an janin
terhambat
FORMAT PENGKAJIAN PRENATAL
DATA UMUM KLIEN
Initial Klien : Ny. I
Usia : 25 th
Status Perkawinan : Kawin
Pekerjaan : Ibu Rumah tangga
Pendidikan Terakhir : SMP
data umum pasien
Status Obstetrik : G2P1A0 Hamil 40 minggu denagn inpartu + KPD + anhidramnion + BSC 1x
Keadaan Umum : sedang
Kesadaran : CM
BB/TB : 74 kg / 155 cm
Tanda Vital
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 92 x/mnt
Suhu : 36.1 OC
Pernapasan : 22 x/mnt
pemeriksaan head to toe dalam batas normal
Abdomen.
Palpasi :
-Tinggi Fundus Uteri : 31cm
-Kontraksi : 2 x 10’/ 25”
Fetus :
-Letak : Memanjang
-Persentasi : Kepala
-Posisi : Pu-Ki
-Penurunan : 2/5
-TBJ : 3000 gram
Auskultasi :
-DJJ : Terdengar
-Frekuensi : 168 x/menit
Perineum dan genital.
Vagina : baik
Pengeluaran vaginam : Ada
Warna : jernih khas ketuban
Jumlah : ± 100 cc
Kelenjar Bartholini : Tidak Ada pembengkakan
Hemorrhoid : Tidak ada
Masalah Khusus : tidak ada
Pemeriksaan dalam:
- Dinding vagina : Teraba Portio Ante Flexi, Pembukaan Serviks 3 cm,
Konsistensi Lunak, presentasi kepala, Penurunan bag. Terendah : UUK Ka-
Dep, pemeriksaan kertas lakmus (+) berubah warna
Eliminasi
Urine : jernih
BAK : 6-7 x sehari
BAB : lancar 1 x sehari
Masalah Khusus : tidak ada
RANGKUMAN HASIL PENGKAJIAN
Masalah:
Ny. I usia 25 tahun datang ke UGD dengan keluhan 7 jam ketuban pecah dini dengan
usia kandungan 40 minggu G1 P0 A0, KPD, Ny L mengatakan ketubannya saat keluar
berwarna putih keruh dan keluar banyak, saat dilakukan pengkajian didapatkan hasil
: tekanan darah 120/80 MmHg, Nadi : 92x/mnt, rr :22x/mnt, s: 36,1c saat dilakukan
pemeriksaan VT didapatkan hasil sudah pembukaan 3cm, DJJ 168 x/menit, mules (+)
ada, os mengatakan cemas akan persalinan dan bayinya, saat ini pasien dilakukan
CTG dan Persiapan Op Cesar. Saat ini pasien diberikan - inj. ceftriaxone 2 gr
kesimpulan
Pengertian inti dari penyakit terkait Ketuban Pecah Dini (KPD) yakni mulai pecahnya
ketuban sampai 1 jam setelah ketuban pecah dini terjadi di atas usia kehamilan 37 minggu,
sedangkan di bawah 36 minggu tidak terlalu banyak.Salah satu tindakan yang dapat
dilakukan untuk mengatasi KPD adalah dengan cara operasi sesar.
Untuk mencegah timbulnya komplikasi pada ibu post sectio sesarea dapat dicegah
dengan peningkatan mutu pelayanan baik itu masa kehamilan, persalinan dan nifas.
Diantaranya observasi vital sign, observasi luka jahitan, optimal dalam pemberian nutrisi
yang adekuat , pengobatan dan kolaborasi dengan petugas fisioterapi untuk pemeriksaan
lanjut.
Pada ibu post sectio sesarea apabila tidak di tangani dengan baik akan mengakibatkan
infeksi pada luka bekas operasi dan berbagai komplikasi lainnya.
Terima Kasih

ASUHAN KEBIDANAN PADA PASIEN KETUBAN PECAH DINI (KPD) (1).pdf

  • 1.
    Oleh : Team KebidananRSML ASUHAN KEBIDANAN PADA PASIEN KETUBAN PECAH DINI (KPD)
  • 2.
    Ketuban pecah dini(KPD) didefinisikan sebagai pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan, pada keadaan normal 8-10% perempuan hamil aterm akan mengalami ketuban pecah dini (Prawirohardjo, 2008). DEFINISI
  • 3.
    Ketuban Pecah Diniadalah pecahnya selaput ketuban sebelum terjadi proses persalinan yang dapat terjadi pada usia kehamilan cukup waktu atau kurang waktu (Cunningham, 2003). Ketuban Pecah Dini adalah rupturnya membran ketuban sebelum persalinan berlangsung (Manuaba, 2003). Ketuban pecah dinyatakan dini jika terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Suatu proses infeksi dan peradangan dimulai di ruangan yang berada diantara amnion korion (Constance Sinclair, 2010).
  • 4.
    penyebab terjadinya KPD Berkurangnyakekuatan membran disebabkan adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya tekanan intra uterin atau kedua faktor tersebut
  • 5.
  • 6.
    Ketuban pecah dinimerupakan sumber persalinan prematuritas, infeksi dalam rahim terhadap ibu maupun janin yang cukup besar. Oleh karena itu, tatalaksana ketuban pecah dini memerlukan tindakan yang rinci sehingga dapat menurunkan kejadian persalinan prematuritas dan infeksi dalam rahim. Memberikan profilaksis antibiotika dan membatasi pemeriksaan dalam merupakan tindakan yang perlu diperhatikan penatalaksanaan
  • 7.
  • 9.
    FORMAT PENGKAJIAN PRENATAL DATAUMUM KLIEN Initial Klien : Ny. I Usia : 25 th Status Perkawinan : Kawin Pekerjaan : Ibu Rumah tangga Pendidikan Terakhir : SMP
  • 11.
    data umum pasien StatusObstetrik : G2P1A0 Hamil 40 minggu denagn inpartu + KPD + anhidramnion + BSC 1x Keadaan Umum : sedang Kesadaran : CM BB/TB : 74 kg / 155 cm Tanda Vital Tekanan Darah : 120/80 mmHg Nadi : 92 x/mnt Suhu : 36.1 OC Pernapasan : 22 x/mnt
  • 12.
    pemeriksaan head totoe dalam batas normal Abdomen. Palpasi : -Tinggi Fundus Uteri : 31cm -Kontraksi : 2 x 10’/ 25” Fetus : -Letak : Memanjang -Persentasi : Kepala -Posisi : Pu-Ki -Penurunan : 2/5 -TBJ : 3000 gram Auskultasi : -DJJ : Terdengar -Frekuensi : 168 x/menit
  • 13.
    Perineum dan genital. Vagina: baik Pengeluaran vaginam : Ada Warna : jernih khas ketuban Jumlah : ± 100 cc Kelenjar Bartholini : Tidak Ada pembengkakan Hemorrhoid : Tidak ada Masalah Khusus : tidak ada Pemeriksaan dalam: - Dinding vagina : Teraba Portio Ante Flexi, Pembukaan Serviks 3 cm, Konsistensi Lunak, presentasi kepala, Penurunan bag. Terendah : UUK Ka- Dep, pemeriksaan kertas lakmus (+) berubah warna
  • 14.
    Eliminasi Urine : jernih BAK: 6-7 x sehari BAB : lancar 1 x sehari Masalah Khusus : tidak ada RANGKUMAN HASIL PENGKAJIAN Masalah: Ny. I usia 25 tahun datang ke UGD dengan keluhan 7 jam ketuban pecah dini dengan usia kandungan 40 minggu G1 P0 A0, KPD, Ny L mengatakan ketubannya saat keluar berwarna putih keruh dan keluar banyak, saat dilakukan pengkajian didapatkan hasil : tekanan darah 120/80 MmHg, Nadi : 92x/mnt, rr :22x/mnt, s: 36,1c saat dilakukan pemeriksaan VT didapatkan hasil sudah pembukaan 3cm, DJJ 168 x/menit, mules (+) ada, os mengatakan cemas akan persalinan dan bayinya, saat ini pasien dilakukan CTG dan Persiapan Op Cesar. Saat ini pasien diberikan - inj. ceftriaxone 2 gr
  • 28.
    kesimpulan Pengertian inti daripenyakit terkait Ketuban Pecah Dini (KPD) yakni mulai pecahnya ketuban sampai 1 jam setelah ketuban pecah dini terjadi di atas usia kehamilan 37 minggu, sedangkan di bawah 36 minggu tidak terlalu banyak.Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi KPD adalah dengan cara operasi sesar. Untuk mencegah timbulnya komplikasi pada ibu post sectio sesarea dapat dicegah dengan peningkatan mutu pelayanan baik itu masa kehamilan, persalinan dan nifas. Diantaranya observasi vital sign, observasi luka jahitan, optimal dalam pemberian nutrisi yang adekuat , pengobatan dan kolaborasi dengan petugas fisioterapi untuk pemeriksaan lanjut. Pada ibu post sectio sesarea apabila tidak di tangani dengan baik akan mengakibatkan infeksi pada luka bekas operasi dan berbagai komplikasi lainnya.
  • 29.