KIMIA BAHAN GALIAN
“ASBES”
Created By : Yeni Puji Arti/ 1205025103
Pengertian Asbes
• Asbes adalah nama umum yang berlaku untuk beberapa
jenis mineral silikat berserat.
• Secara historis, asbes terkenal karena ketahanan
terhadap api dan kemampuannya untuk ditenun menjadi
kain. Karena sifat ini, asbes digunakan untuk membuat
tirai tahan api panggung untuk teater, serta tahan panas
pakaian untuk pekerja logam dan petugas pemadam
kebakaran.
SIFAT ASBES
Asbes tahan panas dan api. Pada suhu 200 Sifat-sifat
asbes memiliki beberapa sifat khusus antaranya :
Mikroskopi, dibawah mikroskop, serat asbes nampak
bergelombang-lurus.
Permukaan serat kasar hingga mudah selip jika
dipintal
• Sifat Fisika:
 -1000 derajat celsius asbes kehilangan berat karena
menguapnya air kristal dan karbon dioksida. Titik
leleh asbes sekitar 1180 – 1500 derajat celsius.
• Sifat kimia:
 asbes tersusun dari komposisi kimia antara lain SiO2,
MgO, Oksida -Fe, Al2O3, CaO, Na2O dan H2O.
PEMBAGIAN ASBES
• Golongan serpentine mengandung mineral chrysotile
(Mg6(OH)4Si3O8). Terbentuk dari batuan ultrabasa yang
kaya magnesia (penting dalam pertextilan)
• Golongan amphibole, mengandung mineral :
 crocidolite (Na2Fe5((OH)Si4O11)2
 amosite (Mg,Fe) ((OH)Si4O11)2, terbentuk karena proses
metamorfosa kontak dari sedimen silika besi.
 Anthophylite (MgFe)7 ((OH)Si4O11)2 terbentuk dalam
proses lensa amphobole dan berasal dari mineral
serpentine ultrabasa dengan komposisi dunite
 Tremolite (Ca2(Mg,Fe)5((OH)Si4O11)2 ditemukan dalam
batuan beku tipe epimagnetik dapat juga dalam batu
gamping kristalin dan dolomit termetamorf
 Actinolite(Ca2(Mg,Fe)5(OH)Si4O11)2 terbentuk dalam
temperatur relatif rendah dalam kristal skist, dalam
batuan beku karena metamorfisme, hydrothermal.
TEMPAT TERDAPATNYA
• keterdapatan endapan asbes di Indonesia berkaitan
dengan daerah sebaran batuan basa atau ultrabasa,
terdapat di beberapa tempat, seperti:
 kuningan (jawa barat)
 jawa tengah
 Pulau Halmahera
 Sulawesi
 Irian
 Seram (Maluku)
 Papua
CARA PENAMBANGAN
• Penambangan asbes dapat dilakukan dengan
cara tambang terbuka maupun tambang bawah
tanah, adapun tahapannya meliputi:
1. Pemboran
2. Peledakan
3. pemisahan batuan yang mengandung asbes
dengan batuan lainnya
4. pengolahan.
CARA PEMBUATAN SECARA SINGKAT
• Asbes ditemukan dalam alam bentuk serat halus
sebagai pembuluh diantara karang-karang.
terdiri atas asam kersik dan silikat magsenium.
Dengan menghancurkan masa-masa karang,
diperoleh serat-serat kemudian dibuat batu
asbes. Batu asbes digiling dan disortir akan
diperoleh serat asbes lalu serat-serat halus di
pintal menggunakan kapas menjadi benang dan
untuk menghilangkan kapas benang tersebut
dipanggang diatas api, sehingga kapasnya
terbakar dan yang tinggal benang asbes
Cara lain
• Serat-serat asbes tidak dipintal tetapi dipress sebagai
lempengan asbes (kertas asbes), atau serat asbes
dipress dicampur dengan semen Portland sehingga
menjadi lempengan asbes semen. Dan cara mudah
memperoleh serat asbes adalah karang yang
mengandung asbes di pecah disortir dan diambil batu
yang mengandung asbes lalu digiling atau disaring
untuk memisahkan antara serat asbes dan batu.
PENGGUNAAN
• Penggunaan asbes dalam industri dipengaruhi oleh
panjang pendeknya serabut asbes misalnya :
1. Asbes serabut panjang : dipintal untuk benang, tali,
kain asbes, untuk tirai tahan api, baju tahan api,
isolasi listrik dan panas, belt conveyor, lapisan rem
mobil, kaos tangan, sumbu, kaos lampu.
2. Asbes serabut sedang : bahan campuran dalam
semen asbes, membuat pipa-pipa, lembaran asbes,
atap.
3. Asbes serabut pendek : bahan tuang tahan
api, Macam-macam bahan campuran lain yang
menggunakan asbes sangat halus dan kebanyakan
asbes sebagai bubur.
•
BAHAYA ASBES
• Serat asbes cenderung mudah patah, menjadi
debu, tersebar di udara serta lengket pada
pakaian maupun tubuh manusia. Serat asbes
umumnya berukuran 3 sampai 20 micron,
sehingga tidak dapat terlihat secara kasat
mata. Tetapi bila diperbesar melalui mikroskop
electron, bentuk dari serat asbes adalah lancip
dan tajam.
BAHAYA ASBES
• Secara singkat bisa di simpulkan, penyakit
karena asbes antara lain adalah:
• Asbestosis yaitu luka pada paru-paru hingga
kesulitan bernafas dan dapat mengakibatkan
kematian.
• Mesothelioma, sejenis kanker yang menyerang
selaput pada perut dan dada, muncul gejalanya
setelah 20-30 tahun sejak pertama
kalimenghirup serat asbes.
• Kanker paru-paru, biasanya asbes putih
penyebab utama penyakit kanker paru-paru
KEGIATAN REKLAMASI
• Reklamasi bekas tambang
merupakan usaha memperbaiki atau
memulihkan kembali lahan dan
vegetasi dalam kawasan hutan yang
rusak sebagai akibat kegiatan
usaha pertambangan dan energi
agar dapat berfungsi secara
optimal sesuai dengan
peruntukannya.
KEGIATAN REKLAMASI
• Kegiatan reklamasi meliputi:
1. Penyiapan lahan
2. Pengaturan bentuk lahan (landscaping)
3. Pengendalian erosi
4. Pengelolaan lapisan olah (top soil)
5. Revegetasi
6. Pemeliharaan
See you leter

Asbes presentation

  • 1.
    KIMIA BAHAN GALIAN “ASBES” CreatedBy : Yeni Puji Arti/ 1205025103
  • 2.
    Pengertian Asbes • Asbesadalah nama umum yang berlaku untuk beberapa jenis mineral silikat berserat. • Secara historis, asbes terkenal karena ketahanan terhadap api dan kemampuannya untuk ditenun menjadi kain. Karena sifat ini, asbes digunakan untuk membuat tirai tahan api panggung untuk teater, serta tahan panas pakaian untuk pekerja logam dan petugas pemadam kebakaran.
  • 3.
    SIFAT ASBES Asbes tahanpanas dan api. Pada suhu 200 Sifat-sifat asbes memiliki beberapa sifat khusus antaranya : Mikroskopi, dibawah mikroskop, serat asbes nampak bergelombang-lurus. Permukaan serat kasar hingga mudah selip jika dipintal • Sifat Fisika:  -1000 derajat celsius asbes kehilangan berat karena menguapnya air kristal dan karbon dioksida. Titik leleh asbes sekitar 1180 – 1500 derajat celsius. • Sifat kimia:  asbes tersusun dari komposisi kimia antara lain SiO2, MgO, Oksida -Fe, Al2O3, CaO, Na2O dan H2O.
  • 4.
    PEMBAGIAN ASBES • Golonganserpentine mengandung mineral chrysotile (Mg6(OH)4Si3O8). Terbentuk dari batuan ultrabasa yang kaya magnesia (penting dalam pertextilan) • Golongan amphibole, mengandung mineral :  crocidolite (Na2Fe5((OH)Si4O11)2  amosite (Mg,Fe) ((OH)Si4O11)2, terbentuk karena proses metamorfosa kontak dari sedimen silika besi.  Anthophylite (MgFe)7 ((OH)Si4O11)2 terbentuk dalam proses lensa amphobole dan berasal dari mineral serpentine ultrabasa dengan komposisi dunite  Tremolite (Ca2(Mg,Fe)5((OH)Si4O11)2 ditemukan dalam batuan beku tipe epimagnetik dapat juga dalam batu gamping kristalin dan dolomit termetamorf  Actinolite(Ca2(Mg,Fe)5(OH)Si4O11)2 terbentuk dalam temperatur relatif rendah dalam kristal skist, dalam batuan beku karena metamorfisme, hydrothermal.
  • 5.
    TEMPAT TERDAPATNYA • keterdapatanendapan asbes di Indonesia berkaitan dengan daerah sebaran batuan basa atau ultrabasa, terdapat di beberapa tempat, seperti:  kuningan (jawa barat)  jawa tengah  Pulau Halmahera  Sulawesi  Irian  Seram (Maluku)  Papua
  • 6.
    CARA PENAMBANGAN • Penambanganasbes dapat dilakukan dengan cara tambang terbuka maupun tambang bawah tanah, adapun tahapannya meliputi: 1. Pemboran 2. Peledakan 3. pemisahan batuan yang mengandung asbes dengan batuan lainnya 4. pengolahan.
  • 7.
    CARA PEMBUATAN SECARASINGKAT • Asbes ditemukan dalam alam bentuk serat halus sebagai pembuluh diantara karang-karang. terdiri atas asam kersik dan silikat magsenium. Dengan menghancurkan masa-masa karang, diperoleh serat-serat kemudian dibuat batu asbes. Batu asbes digiling dan disortir akan diperoleh serat asbes lalu serat-serat halus di pintal menggunakan kapas menjadi benang dan untuk menghilangkan kapas benang tersebut dipanggang diatas api, sehingga kapasnya terbakar dan yang tinggal benang asbes
  • 8.
    Cara lain • Serat-seratasbes tidak dipintal tetapi dipress sebagai lempengan asbes (kertas asbes), atau serat asbes dipress dicampur dengan semen Portland sehingga menjadi lempengan asbes semen. Dan cara mudah memperoleh serat asbes adalah karang yang mengandung asbes di pecah disortir dan diambil batu yang mengandung asbes lalu digiling atau disaring untuk memisahkan antara serat asbes dan batu.
  • 9.
    PENGGUNAAN • Penggunaan asbesdalam industri dipengaruhi oleh panjang pendeknya serabut asbes misalnya : 1. Asbes serabut panjang : dipintal untuk benang, tali, kain asbes, untuk tirai tahan api, baju tahan api, isolasi listrik dan panas, belt conveyor, lapisan rem mobil, kaos tangan, sumbu, kaos lampu. 2. Asbes serabut sedang : bahan campuran dalam semen asbes, membuat pipa-pipa, lembaran asbes, atap. 3. Asbes serabut pendek : bahan tuang tahan api, Macam-macam bahan campuran lain yang menggunakan asbes sangat halus dan kebanyakan asbes sebagai bubur. •
  • 10.
    BAHAYA ASBES • Seratasbes cenderung mudah patah, menjadi debu, tersebar di udara serta lengket pada pakaian maupun tubuh manusia. Serat asbes umumnya berukuran 3 sampai 20 micron, sehingga tidak dapat terlihat secara kasat mata. Tetapi bila diperbesar melalui mikroskop electron, bentuk dari serat asbes adalah lancip dan tajam.
  • 11.
    BAHAYA ASBES • Secarasingkat bisa di simpulkan, penyakit karena asbes antara lain adalah: • Asbestosis yaitu luka pada paru-paru hingga kesulitan bernafas dan dapat mengakibatkan kematian. • Mesothelioma, sejenis kanker yang menyerang selaput pada perut dan dada, muncul gejalanya setelah 20-30 tahun sejak pertama kalimenghirup serat asbes. • Kanker paru-paru, biasanya asbes putih penyebab utama penyakit kanker paru-paru
  • 12.
    KEGIATAN REKLAMASI • Reklamasibekas tambang merupakan usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan dan energi agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya.
  • 13.
    KEGIATAN REKLAMASI • Kegiatanreklamasi meliputi: 1. Penyiapan lahan 2. Pengaturan bentuk lahan (landscaping) 3. Pengendalian erosi 4. Pengelolaan lapisan olah (top soil) 5. Revegetasi 6. Pemeliharaan
  • 14.