ARTIFICIAL IMMUNE SYSTEM
( SISTEM KEKBALAN TUBUH )
Zaenal Mustofa
Baruna indrakusuma
Indicha Afisha
Muhammad Irfan Z
Ambar Tri Pamungkas
Ristanto
Pengertian System Kekebalan Tubuh
System kekebalan atau system immune
merupakan system pertahanan perlindaungan
terhadap infeksi dari makromolekul asing
atau serangan pathogen, termasuk virus,
baktei, protozoa dan parasit. System imunne
juga berperan dalam perlawanan terhadap
protein tubuh dan molekul lain seperti yang
terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel
yang bertransformasi menjadi tumor.
Pertahanan awal terhadap organisme asiang adalah jaringan
terluar dari tubuh yaitu kulit, permukaan mukosa pencernaan, dan
permukaan mukosa saluran pernapasan. System tersebut memiliki
banyak sel termasuk makrofag dan neutrofil (keduanya adalah fagosit)
yaitu siap melumat organism lain pada saat terjadi penetrasi pada
permukaan kulit. Pertahan kedua adalah system immune adapatif.
Walaupun system pada kedunya mempunyai fungsi yang sama,
terdapat beberapa perbedaan yang mencolok, antara lain:
• System imun adaptif tidak dapat terpicu secepat system imun bawaan.
• System imun adapatif hanya merespon imunogen tertentu,
sedangakan sistemimun bawaan merespon nyaris seluruh antigen
• System imun adaptif menunjukkan kemampuan untuk mengingat
imunogen penyebab infeksi dan reaksi yang lebih cepat saat terpapar
lagi dengan ingeksi yang sama. System immune bawaan tidak
menunjukkan bakat immunological memory.
Semua sel yang terlibat dalam system immune berasal dari
sumsum tulang. Sel punca progenitor berkembang menjadi eritrosit,
keeping darah, neutrofil, dan monosit. Sementara sel punca yang lain
progenitor limfoid merupakan precursor dari sel T, sel NK, sel B.
Komponen System Kekebalan Tubuh
Kemampuan system imun dalam memberikan
respon pada penyakit tergantung interaksi yang
komplek antara komponen system imun dan antigen
yang merupakan agen-agen pathogen atau agen
penyebab penyakit. Antigen merupakan bahan-bahan
asing yang masuk ke dalam tubuh. Jaringan dan organ
yang berperadn dalam system immune berada di
bagian seluruh tubuh. Pada manusia dan mamalia lain,
organ-organ pusat system imun adalah sumsum tulang.
Komponen-komponen system kekebalan tubuh terdiri
atas makrofag, limfosit, teseptor antigen, sel-sel
pengangkut antigen, dan antibody.
Mekanisme Kekebalan Tubuh
Adanya sistem pertahanan tubuh membuat tubuh kita aman
dari serangan penyakit. Diibaratkan sebuah senjata, sistem
pertahanan tubuh membunuh semua bibit penyakit yang
menyerang tubuh. Mekanisme yang dilakukan pun amat beragam.
Di dalam tubuh, sistem imun yang kita miliki dapat melakukan
mekanisme pertahanan dari berbagai jenis antigen, seperti bakteri,
virus maupun kuman tertentu. Mekanisme pertahanan tersebut
dapat dilakukan dengan cara membentuk kekebalan aktif dan
kekebalan pasif.
• Kekebalan pasif merupakan kekebalan yang diperoleh bukan dari
antibodi yang disintesis dalam tubuh, melainkan tinggal
memakainya saja.
• Kekebalan aktif merupakan kekebalan tubuh yang diperoleh dari
dalam tubuh, karena tubuh membuat antibodi sendiri.
Respon Imunitas Sistem Kekebalan
Tubuh
Sistem kekebalan dapat menghasilkan dua
jenis respons terhadap antigen, yaitu respons
humoral dan respons selular. Respons humoral
atau kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel B
dan produksi antibodi yang beredar di dalam
plasma darah dan limfa. Kekebalan humoral
efektif melawan bakteri atau virus yang mencoba
masuk ke dalam cairan tubuh. Adapun respons
selular atau kekebalan selular melibatkan sel-sel
yang bereaksi langsung terhadap sel-sel asing
atau jaringan yang terinfeksi.
Kekebalan Humoral
Keterangan : (a)Antibodi yang membentuk ikatan,
(b)fagosit untuk menghancurkan antigen, dan
(c)protein komplemen menempel dan membentuk
pori-pori.
Kekebalan seluler
Keterangan: Mekanisme kekebalan yang
dilakukan oleh (a) sel T sitotoksik, (b) sel T
pembantu, dan (c) sel T suppressor.
kekebalan humoral dan selular
memberikan tiga fungsi utama
• Pengenalan
Sistem kekebalan dapat mengenali benda asing (antigen) yang
masuk ke dalam tubuh. Meskipun jenis patogen sangat beraneka
ragam, sistem kekebalan dapat mengenali dan menyusun respon
melawan semua jenis organisme secara spesifik.
• Reaksi
Setelah mengenali antigen yang masuk, sistem kekebalan bereaksi
dengan mempersiapkan respons humoral dan selular
• Pembuang
Sistem kekebalan dapat menghancurkan antigen yang masuk ke
dalam tubuh. Penghancuran ini dapat dilakukan secara humoral
melalui antibodi maupun secara selular, oleh limfosit T. Ketika
sistem kekebalan bekerja secara efektif, antigen akan hancur dan
dibuang.
Gangguan pada system kekebalan
Tubuh• Alergi
Alergi atau hipersensivitas adalah respons imun yang berlebihan terhadap senyawa
yang masuk ke dalam tubuh. Senyawa tersebut dinamakan allergen dapat berupa
debu, serbuk sari, gigitan serangga, rambut kucing, dan jenis makanan tertentu
misalnya adalah udang.
• Automunitas
merupakan gangguan pada system kekebalan tubuh saat antibody yang diproduksi
justru menyerang sel-sel tubuh sendiri karena tidak mampu membedakan sel tubuh
sendiri dengan sel asing. Automunitas dapat disebabkan oleh gagalnya proses
pematangan sel T di kelenjar timus. Autoimunitas menyebabkan beberapa kelainan
yaitu diabetes mellitus, Myasthenia gravis, addison’s disease, lupus, Radang sendi
(arthritis rheumatoid).
• AIDS
AIDS (Acquired immuno Defficiency syndrome) merupakan kumpulan berbagai
penyakit yang disebabkan oleh melemahnya system kekebalan tubuh. Penyakit ini
disebabkan oleh infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sel T
pembantu yang berfungsi membantu menstimulus pembentukan sel B plasma dan
jenis sel T lainnya. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kemampuan tubuh dalam
melawan berbagai kuman penyakit.
ALGORITMA
• Optimization of Path Finding Algorithm using
Clonal Selection: Application to Traveling
Salesman Problem

Artificial Immune sSystem

  • 1.
    ARTIFICIAL IMMUNE SYSTEM (SISTEM KEKBALAN TUBUH ) Zaenal Mustofa Baruna indrakusuma Indicha Afisha Muhammad Irfan Z Ambar Tri Pamungkas Ristanto
  • 2.
    Pengertian System KekebalanTubuh System kekebalan atau system immune merupakan system pertahanan perlindaungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan pathogen, termasuk virus, baktei, protozoa dan parasit. System imunne juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor.
  • 3.
    Pertahanan awal terhadaporganisme asiang adalah jaringan terluar dari tubuh yaitu kulit, permukaan mukosa pencernaan, dan permukaan mukosa saluran pernapasan. System tersebut memiliki banyak sel termasuk makrofag dan neutrofil (keduanya adalah fagosit) yaitu siap melumat organism lain pada saat terjadi penetrasi pada permukaan kulit. Pertahan kedua adalah system immune adapatif. Walaupun system pada kedunya mempunyai fungsi yang sama, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok, antara lain: • System imun adaptif tidak dapat terpicu secepat system imun bawaan. • System imun adapatif hanya merespon imunogen tertentu, sedangakan sistemimun bawaan merespon nyaris seluruh antigen • System imun adaptif menunjukkan kemampuan untuk mengingat imunogen penyebab infeksi dan reaksi yang lebih cepat saat terpapar lagi dengan ingeksi yang sama. System immune bawaan tidak menunjukkan bakat immunological memory. Semua sel yang terlibat dalam system immune berasal dari sumsum tulang. Sel punca progenitor berkembang menjadi eritrosit, keeping darah, neutrofil, dan monosit. Sementara sel punca yang lain progenitor limfoid merupakan precursor dari sel T, sel NK, sel B.
  • 4.
    Komponen System KekebalanTubuh Kemampuan system imun dalam memberikan respon pada penyakit tergantung interaksi yang komplek antara komponen system imun dan antigen yang merupakan agen-agen pathogen atau agen penyebab penyakit. Antigen merupakan bahan-bahan asing yang masuk ke dalam tubuh. Jaringan dan organ yang berperadn dalam system immune berada di bagian seluruh tubuh. Pada manusia dan mamalia lain, organ-organ pusat system imun adalah sumsum tulang. Komponen-komponen system kekebalan tubuh terdiri atas makrofag, limfosit, teseptor antigen, sel-sel pengangkut antigen, dan antibody.
  • 5.
    Mekanisme Kekebalan Tubuh Adanyasistem pertahanan tubuh membuat tubuh kita aman dari serangan penyakit. Diibaratkan sebuah senjata, sistem pertahanan tubuh membunuh semua bibit penyakit yang menyerang tubuh. Mekanisme yang dilakukan pun amat beragam. Di dalam tubuh, sistem imun yang kita miliki dapat melakukan mekanisme pertahanan dari berbagai jenis antigen, seperti bakteri, virus maupun kuman tertentu. Mekanisme pertahanan tersebut dapat dilakukan dengan cara membentuk kekebalan aktif dan kekebalan pasif. • Kekebalan pasif merupakan kekebalan yang diperoleh bukan dari antibodi yang disintesis dalam tubuh, melainkan tinggal memakainya saja. • Kekebalan aktif merupakan kekebalan tubuh yang diperoleh dari dalam tubuh, karena tubuh membuat antibodi sendiri.
  • 6.
    Respon Imunitas SistemKekebalan Tubuh Sistem kekebalan dapat menghasilkan dua jenis respons terhadap antigen, yaitu respons humoral dan respons selular. Respons humoral atau kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel B dan produksi antibodi yang beredar di dalam plasma darah dan limfa. Kekebalan humoral efektif melawan bakteri atau virus yang mencoba masuk ke dalam cairan tubuh. Adapun respons selular atau kekebalan selular melibatkan sel-sel yang bereaksi langsung terhadap sel-sel asing atau jaringan yang terinfeksi.
  • 7.
    Kekebalan Humoral Keterangan :(a)Antibodi yang membentuk ikatan, (b)fagosit untuk menghancurkan antigen, dan (c)protein komplemen menempel dan membentuk pori-pori.
  • 8.
    Kekebalan seluler Keterangan: Mekanismekekebalan yang dilakukan oleh (a) sel T sitotoksik, (b) sel T pembantu, dan (c) sel T suppressor.
  • 9.
    kekebalan humoral danselular memberikan tiga fungsi utama • Pengenalan Sistem kekebalan dapat mengenali benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh. Meskipun jenis patogen sangat beraneka ragam, sistem kekebalan dapat mengenali dan menyusun respon melawan semua jenis organisme secara spesifik. • Reaksi Setelah mengenali antigen yang masuk, sistem kekebalan bereaksi dengan mempersiapkan respons humoral dan selular • Pembuang Sistem kekebalan dapat menghancurkan antigen yang masuk ke dalam tubuh. Penghancuran ini dapat dilakukan secara humoral melalui antibodi maupun secara selular, oleh limfosit T. Ketika sistem kekebalan bekerja secara efektif, antigen akan hancur dan dibuang.
  • 10.
    Gangguan pada systemkekebalan Tubuh• Alergi Alergi atau hipersensivitas adalah respons imun yang berlebihan terhadap senyawa yang masuk ke dalam tubuh. Senyawa tersebut dinamakan allergen dapat berupa debu, serbuk sari, gigitan serangga, rambut kucing, dan jenis makanan tertentu misalnya adalah udang. • Automunitas merupakan gangguan pada system kekebalan tubuh saat antibody yang diproduksi justru menyerang sel-sel tubuh sendiri karena tidak mampu membedakan sel tubuh sendiri dengan sel asing. Automunitas dapat disebabkan oleh gagalnya proses pematangan sel T di kelenjar timus. Autoimunitas menyebabkan beberapa kelainan yaitu diabetes mellitus, Myasthenia gravis, addison’s disease, lupus, Radang sendi (arthritis rheumatoid). • AIDS AIDS (Acquired immuno Defficiency syndrome) merupakan kumpulan berbagai penyakit yang disebabkan oleh melemahnya system kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sel T pembantu yang berfungsi membantu menstimulus pembentukan sel B plasma dan jenis sel T lainnya. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kemampuan tubuh dalam melawan berbagai kuman penyakit.
  • 11.
    ALGORITMA • Optimization ofPath Finding Algorithm using Clonal Selection: Application to Traveling Salesman Problem