Modul 2.1
Memenuhi KebutuhanBelajar Murid
Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
Penulis Modul: Oscarina Dewi Kusuma & Siti Luthfah.
4.
Perkenalan
Nama
NIP
: YENI ANDRIANI,M.Pd
: 19710717 199802
2002
Pangkat/ Gol : Pembina Utama Muda/IV.c
Jabatan : Kepala SMA Negeri 10 Mandau
kab.Bengkalis Provinsi Riau
Peran pada PPGP
PP Angkata 1
Fasilitator Angkatan 5
Fasilitator Angkatan 9
Instruktur Angkatan 9
Kompetensi Lulusan yangDituju
Modul ini diharapkan berkontribusi untuk mencapai kompetensi lulusan sebagai berikut:
1. Guru Penggerak memahami pentingnya mengetahui kebutuhan belajar dan
lingkungan yang memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan
kompetensinya secara aman dan nyaman.
2. Guru Penggerak memfasilitasi guru lain dalam merancang alur dan tujuan
mengevaluasi
pembelajaran
pembelajaran yang berorientasi pada masa depan.
3. Guru Penggerak memfasilitasi
guru lain dalam berdasarkan data dan
tingkat pencapaian murid.
8.
Capaian Umum Modul
2.1
berdiferensias
i
untukmengakomodas
i
CGP dapat:
1.mengimplementasikan pembelajaran
kebutuhan belajar murid yang berbeda.
2.menjadi teladan dalam melakukan praktek-praktek reflektif dalam pembelajaran bagi
komunitas pendidik di lingkungan sekitarnya.
9.
Capaian Khusus Modul2.1
Guru Penggerak yang mampu:
menunjukkan pemahaman
1. tentang konsep pembelajaran untuk semua
murid; 2.
mendemonstrasikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran
berdiferensiasi dan alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi
diperlukan;
3. menjelaskan pentingnya mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan belajar
murid; 4.
menganalisis penerapan diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi
produk;
5. mengimplementasikan Rencana Pembelajaran Berdiferensiasi dalam konteks
pembelajaran di sekolah atau kelas mereka sendiri;
6. menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, mau mencoba, dan berani mengambil risiko
dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
Keberagaman Murid
Cakupannya sangatluas
❏Latar belakang keluarga
❏Kemampuan memahami bahasa yang digunakan di kelas
❏Kemampuan menguasai keterampilan yang diajarkan
❏Keterampilan dasar untuk prasyarat memahami materi baru yang akan
dipelajari
❏Kondisi sosial emosional
❏Minat besar terhadap bidang tertentu
❏Kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajar
❏dan sebagainya.
12.
Kondisi ini menciptakantantangan….
❏Murid yang memerlukan lebih banyak waktu untuk memahami
❏Murid memiliki pengetahuan awal yang sangat banyak, sementara beberapa
murid lain justru tidak punya pengetahuan awal sama sekali terkait topik yang
akan diajarkan
❏Murid yang tidak bisa duduk terlalu lama karena ia perlu bergerak lebih
banyak
❏Murid yang mengalami kesulitan berkonsentrasi selama diskusi kelas
❏Murid yang kalau tes hasilnya selalu buruk, namun sebenarnya pemahaman
mereka bagus.
❏Murid yang tampak tidak ‘engaged’ dalam pembelajaran karena mereka tidak
bisa membuat koneksi dan memahami makna dari apa yang diajarkan.
❏Murid yang memiliki masalah di rumah sehingga sangat tidak semangat
13.
Bagaimana pula tanggapanAnda terkait dengan kenyataan berikut ini?
● Acara TV dapat ditonton murid kapanpun mereka mau (tidak hanya saat
disiarkan)
● lagu kesukaan bisa diunduh dan didengarkan murid tanpa mereka
harus
perlu membeli seluruh album.
● Komputer yang dibeli bisa dirakit dan dirancang khusus untuk kebutuhan
murid kita
● Murid dapat dengan mudah mencari Informasi sesuai dengan kebutuhan
mereka dengan mudah
14.
“Keberagaman murid pentingdan guru yang
efektif memperhatikan keberagaman tersebut
dengan bijaksana dan proaktif.”
Mendiferensiasi pembelajaran berarti“mengguncang” apa yang terjadi di
kelas sehingga siswa memiliki banyak pilihan untuk menerima informasi,
memahami ide, dan mengekspresikan apa yang mereka pelajari.”
- Carol Ann Tomlinson
17.
Pembelajaran Berdiferensiasi adalahproses yang komprehensif dan
fleksibel yang mencakup perencanaan, persiapan dan penyampaian
pengajaran untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar murid
di dalam kelas.
Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi, guru mempertimbangkan siapa
yang mereka ajar, apa yang mereka ajarkan, di mana mereka mengajar,
dan bagaimana mereka mengajar.
National Professional Resources, Inc.
Sepakatkah Anda
● PBhanya untuk anak-anak yang memiliki hambatan/kesulitan belajar
● Melakukan diferensiasi = membuat pembelajaran yang berbeda untuk setiap murid
● Cara untuk mengetahui kebutuhan murid harus menggunakan sebuah
instrumen yang rumit (tes akademik, tes minat bakat, dll.)
● Melabel anak hanya berdasarkan hasil asesmen awal
● Anak yang sudah selesai, berarti harus mendapat tambahan soal atau mengajari
yang
lain
● Mengelompokkan murid hanya berdasarkan 1 karakteristik (hanya sesuai
kemampuan
saja, gaya belajar saja, gender saja)
20.
● Diferensiasi adalahseperangkat strategi pembelajaran.
● Diferensiasi adalah sebuah filosofi – cara berpikir tentang belajar mengajar.
Diferensiasi adalah seperangkat prinsip.
● Untuk dapat dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif
maka guru-guru harus diberikan penjelasan dan diberikan contoh-contoh dari
para Ahli, Kepala Sekolah, Pengawas, dsb
● Praktek pembelajaran berdiferensiasi yang baik memerlukan guru yang
terbiasa memperhatikan praktik-praktik di kelas mereka dan merupakan hasil
dari proses mencoba, refleksi, dan kemudian membuat penyesuaian-
penyesuaian di kelas. Proses-proses tersebut dilakukan secara secara terus
menerus.
Beberapa miskonsepsi
21.
● Diferensiasi adalahsesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh seorang
guru.
● Kebanyakan guru sebenarnya sudah memperhatikan murid dan meresponsnya
dengan cara tertentu. Namun, sangat sedikit guru yang secara konsisten proaktif
merencanakan pengajaran untuk mengakomodasi keragaman tersebut.
● Diferensiasi sebenarnya hanyalah tentang instruction (pengajaran).
● Meskipun PB adalah sebuah pendekatan mengajar, PB yang efektif tidak dapat
dipisahkan dari lingkungan belajar yang positif, kurikulum berkualitas
tinggi,
penilaian untuk menginformasikan pengambilan keputusan guru,
dan
manajemen kelas yang fleksibel. Jika salah satu dari unsur-unsur tersebut lemah,
maka unsur-unsur yang lain juga akan berkurang.
Beberapa miskonsepsi
23.
1. Tujuan
Pembelajaran
Guru haruspaham capaian pembelajaran dan
tujuan pembelajaran agar dapat menentukan
bagaimana ia dapat membantu murid-murid untuk
mencapainya.
Contoh melihat
kebutuhan belajar
berdasarkanKesiapan
Belajar Murid
(Readiness)
Ibu Lusi akan mengajar pelajaran Matematika. Tujuan Pembelajaran
yang ia tetapkan adalah: murid dapat menyajikan dan menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan keliling bangun datar. Berikut ini
adalah hasil obserbasinya
Kesiapan
belajar
(Readiness)
Beberapa murid telah
memahami konsep
keliling; dapat melakukan
operasi hitung dasar.
Beberapa murid telah memahami
konsep keliling namun belum
lancar dalam melakukan operasi
hitung dasar.
Beberapa murid
belum
memahami
konsep keliling.
27.
Minat adalah salahsatu motivator penting bagi murid
untuk
“terlibat aktif” dalam proses pembelajaran (Tomlinson,
2001)
Photo by Akram Huseyn on
Unsplash
Cocokkan
Mencar
i kecocokan
antara minat
murid
dengan
tujuan
pembel
ajaran
Koneksikan
Menunjukka
n koneksi antar
materi
pemb
elajaran
Jembatani
Menjembatani
pengetahuan awal murid
dengan pengetahuan
yang baru
Kebutuhan Belajar
murid :
Minat Murid
(Interest)
Memotivasi
Memungkink
an
tumbuhnya
motivasi
murid untuk
belajar
CeKJaM
Kebutuhan Belajar Murid:
ProfilBelajar Murid (learning Profiles)
dingin, terlalu bising, terlalu terang,
dsb.
● lingkungan belajar, misalnya terkait dengan suhu ruangan, tingkat kebisingan, jumlah
cahaya, dsb. Contohnya: mungkin ada anak yang tidak dapat belajar di ruangan yang
terlalu
● Latar belakang Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal.
● kecerdasan majemuk (multiple intelligences): visual-spasial, musical, bodily- kinestetik,
interpersonal, intrapersonal, verbal-linguistik, naturalis, logic-matematika.
● dsb.
30.
Miskonsepsi tentang gayabelajar Yang direkomendasikan
Mengabaikan bahwa ada beragam pendekatan dalam belajar. Kita harus menyadari bahwa ada banyak pendekatan belajar
Pembelajaran akan lebih efektif jika disesuaikan dengan gaya belajar
murid dan oleh karenanya guru harus mengakomodasi semua gaya
belajar murid saat mengajar.
Tidak perlu. Guru perlu mengajar dengan menggunakan berbagai
strategi dan pendekatan pembelajaran yang beragam sebanyak mungkin
untuk memberi ruang bagi berbagai preferensi belajar murid.
Guru harus mengevaluasi gaya belajar siswa dan menggunakan informasi
tersebut untuk mengkotak-kotakan murid-murid. (Jika ia adalah
pembelajar visual, maka ia hanya memberikan tugas sesuai dengan gaya
belajar ini)
Kita harus membantu murid-murid mengembangkan kesadaran
bagaimana seseorang (dirinya) belajar dan memahami pendekatan
seperti apa yang cocok atau tidak cocok untuk mereka sebagai
individu.
Mengasumsikan bahwa preferensi belajar murid akan sama dan
konsisten di semua mata pelajaran, topik, dan waktu
Memahami bahwa pembelajaran yang efektif akan menggunakan
berbagai strategi, tergantung pada mata pelajaran, kenyamanan
siswa dengan topik atau keterampilan tertentu, dan waktu tertentu
31.
mengamati perilaku murid-
murid
mengidentifikasi
pengetahuanawal
menggunakan
berbagai
asesmen awal
dan asesmen
formatif
berbicara dengan guru
murid sebelumnya
membaca rapor murid dari
kelas mereka sebelumnya
mereview dan melakukan refleksi
terhadap praktik pengajaran
Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan belajar
murid?
32.
4 Pertanyaan BESAR
1.Kita berharap murid belajar apa?
2. Bagaimana kita tahu bahwa murid telah belajar?
3. Bagaimana kita merespons murid yang belum
paham?
4. Bagaimana kita merespons murid yang sudah
paham?
AK
U
SUDA
H
AJAR
I
ANJINGK
U
BERSIUL
AKU TIDAK
DENGAR
DIA
BERSIUL
AKU BILANG,
AKU
SUDAH AJARI
DIA, AKU TIDAK
BILANG DIA
SUDAH
BELAJAR
BERSIUL
3. Asesmen
Berkelanjutan
33.
Sekilas Tentang Asesmen
Asesmen→ penting dalam proses pembelajaran berdiferensiasi.
Asesmen formatif → peluang untuk menentukan seefektif apa suatu
pembelajaran berdiferensiasi.
Saya percaya, jika saja guru memanfaatkan lebih banyak
praktik-praktik terbaik dari asesmen formatif,
maka pembelajaran berdiferensiasi
akan datang secara alamiah.
Andrew Miller (ASCD Faculty Member)
https://inservice.ascd.org/formative-assessment-is-the-cornerstone-of-differentiated-instruction/
34.
Asesmen & Pembelajaran
Berdiferensiasi
Praktikpembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar
pada
asesemen. Asesmen formatif memungkinkan guru untuk
mengenal murid mereka dengan lebih baik, oleh karena itu,
mereka dapat membuat keputusan terbaik demi menantang
murid dengan tepat dan melibatkan murid dalam pembelajaran.
apa saja yangbisa kita diferensiasi? (diantaranya…)
KONTEN PROSES PRODUK
guru dapat melakukan salah satu atau kombinasi di antara ketiganya
Yang pasti, pertimbangan utamanya haruslah tentang sejauh mana
diferensiasi yang kita pilih tersebut dapat memenuhi kebutuhan
murid
dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan
bukan sekedar memuaskan ceklis penerapan atas ketiganya.
Strategi Mendiferensiasi Pembelajaran
Jikakita hanya mempelajari metode, kita terikat pada
metode tersebut, namun jika kita mempelajari
prinsip, kita dapat mengembangkan metode kita
sendiri.
-Ralph Waldo Emerson
Beberapa contoh strategiyang
mendukung Implementasi
Pembelajaran Berdiferensiasi
PADLET CONTOH TEKNIK/METODE PEMBELAJARAN
42.
Cermati ide-ide dalamtautan di
atas,
kemudian lakukan refleksi melalui tautan berikut
ini:https://forms.gle/bytgjtwdR1iYbjQB6
Connect - Manakah ide-ide yang terhubung dengan apa yang
sudah
Anda praktikkan selama ini?
Extend - Apa ide-ide baru yang dapat memperluas praktik Anda di
kelas!
Challenge - Apa tantangan/pertanyaan yang Anda miliki terkait
dengan ide-ide yang disampaikan?
“Serupa seperti parapengukir yang memiliki pengetahuan mendalam
tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara
mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki
pengetahuan mendalam tentang seni mendidik. Bedanya, Guru
mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin.”
(Ki Hajar Dewantara)