SALAM & BAHAGIA
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom, Damai Sejahtera, Om Swastyastu,
Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.
Paket Modul 2
PRAKTIK PEMBELAJARAN YANG
BERPIHAK PADA MURID
Modul 2.1
Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
Penulis Modul: Oscarina Dewi Kusuma & Siti Luthfah.
Perkenalan
Nama
NIP
: YENI ANDRIANI, M.Pd
: 19710717 199802
2002
Pangkat/ Gol : Pembina Utama Muda/IV.c
Jabatan : Kepala SMA Negeri 10 Mandau
kab.Bengkalis Provinsi Riau
Peran pada PPGP
PP Angkata 1
Fasilitator Angkatan 5
Fasilitator Angkatan 9
Instruktur Angkatan 9
NYALAKA
N
KAMERA
MATIKAN
MIC
HADIR
SEUTUHNYA
HARGAI
WAKTU
BERSAMA
BUAT
CATATA
N
KLIK RAISE
HAND DI
ZOOM SAAT
INGIN
GANGGUAN
TEKNIS
ADALAH HAL
BIASA DALAM
SESI DARING
MAKSIMALKA
N CHAT
Komitmen Kita
Alur
Pembahasan
10
menit
Refleksi
Awal
20
menit
ľanya
Jawab
10
menit
Pembukaa
n hangat,
peíkenala
n &
komitmen
10
menit
Refleksi akhir
dan berbagi
Penguatan:
Konsep kunci
dan Penerapan
Pembelajaran
berdiferensiasi
40
menit
Kompetensi Lulusan yang Dituju
Modul ini diharapkan berkontribusi untuk mencapai kompetensi lulusan sebagai berikut:
1. Guru Penggerak memahami pentingnya mengetahui kebutuhan belajar dan
lingkungan yang memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan
kompetensinya secara aman dan nyaman.
2. Guru Penggerak memfasilitasi guru lain dalam merancang alur dan tujuan
mengevaluasi
pembelajaran
pembelajaran yang berorientasi pada masa depan.
3. Guru Penggerak memfasilitasi
guru lain dalam berdasarkan data dan
tingkat pencapaian murid.
Capaian Umum Modul
2.1
berdiferensias
i
untuk mengakomodas
i
CGP dapat:
1.mengimplementasikan pembelajaran
kebutuhan belajar murid yang berbeda.
2.menjadi teladan dalam melakukan praktek-praktek reflektif dalam pembelajaran bagi
komunitas pendidik di lingkungan sekitarnya.
Capaian Khusus Modul 2.1
Guru Penggerak yang mampu:
menunjukkan pemahaman
1. tentang konsep pembelajaran untuk semua
murid; 2.
mendemonstrasikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran
berdiferensiasi dan alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi
diperlukan;
3. menjelaskan pentingnya mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan belajar
murid; 4.
menganalisis penerapan diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi
produk;
5. mengimplementasikan Rencana Pembelajaran Berdiferensiasi dalam konteks
pembelajaran di sekolah atau kelas mereka sendiri;
6. menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, mau mencoba, dan berani mengambil risiko
dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
Saat akan merancang pembelajaran, apa yang biasanya
Anda perhatikan dulu?
Keberagaman Murid
Cakupannya sangat luas
❏Latar belakang keluarga
❏Kemampuan memahami bahasa yang digunakan di kelas
❏Kemampuan menguasai keterampilan yang diajarkan
❏Keterampilan dasar untuk prasyarat memahami materi baru yang akan
dipelajari
❏Kondisi sosial emosional
❏Minat besar terhadap bidang tertentu
❏Kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajar
❏dan sebagainya.
Kondisi ini menciptakan tantangan….
❏Murid yang memerlukan lebih banyak waktu untuk memahami
❏Murid memiliki pengetahuan awal yang sangat banyak, sementara beberapa
murid lain justru tidak punya pengetahuan awal sama sekali terkait topik yang
akan diajarkan
❏Murid yang tidak bisa duduk terlalu lama karena ia perlu bergerak lebih
banyak
❏Murid yang mengalami kesulitan berkonsentrasi selama diskusi kelas
❏Murid yang kalau tes hasilnya selalu buruk, namun sebenarnya pemahaman
mereka bagus.
❏Murid yang tampak tidak ‘engaged’ dalam pembelajaran karena mereka tidak
bisa membuat koneksi dan memahami makna dari apa yang diajarkan.
❏Murid yang memiliki masalah di rumah sehingga sangat tidak semangat
Bagaimana pula tanggapan Anda terkait dengan kenyataan berikut ini?
● Acara TV dapat ditonton murid kapanpun mereka mau (tidak hanya saat
disiarkan)
● lagu kesukaan bisa diunduh dan didengarkan murid tanpa mereka
harus
perlu membeli seluruh album.
● Komputer yang dibeli bisa dirakit dan dirancang khusus untuk kebutuhan
murid kita
● Murid dapat dengan mudah mencari Informasi sesuai dengan kebutuhan
mereka dengan mudah
“Keberagaman murid penting dan guru yang
efektif memperhatikan keberagaman tersebut
dengan bijaksana dan proaktif.”
Pembelajaran Berdiferensiasi
adalah
tentang pembelajaran
untuk
mendukun
g
SEMU
A
murid di kelas
kita
Photo by Kelli Tungay on
Unsplash
Mendiferensiasi pembelajaran berarti “mengguncang” apa yang terjadi di
kelas sehingga siswa memiliki banyak pilihan untuk menerima informasi,
memahami ide, dan mengekspresikan apa yang mereka pelajari.”
- Carol Ann Tomlinson
Pembelajaran Berdiferensiasi adalah proses yang komprehensif dan
fleksibel yang mencakup perencanaan, persiapan dan penyampaian
pengajaran untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar murid
di dalam kelas.
Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi, guru mempertimbangkan siapa
yang mereka ajar, apa yang mereka ajarkan, di mana mereka mengajar,
dan bagaimana mereka mengajar.
National Professional Resources, Inc.
Sepakatkah Anda
dengan pernyataan-pernyataan berkaitan dengan
Pembelajaran Berdiferensiasi ini?
(berikan alasan Anda):
Sepakatkah Anda
● PB hanya untuk anak-anak yang memiliki hambatan/kesulitan belajar
● Melakukan diferensiasi = membuat pembelajaran yang berbeda untuk setiap murid
● Cara untuk mengetahui kebutuhan murid harus menggunakan sebuah
instrumen yang rumit (tes akademik, tes minat bakat, dll.)
● Melabel anak hanya berdasarkan hasil asesmen awal
● Anak yang sudah selesai, berarti harus mendapat tambahan soal atau mengajari
yang
lain
● Mengelompokkan murid hanya berdasarkan 1 karakteristik (hanya sesuai
kemampuan
saja, gaya belajar saja, gender saja)
● Diferensiasi adalah seperangkat strategi pembelajaran.
● Diferensiasi adalah sebuah filosofi – cara berpikir tentang belajar mengajar.
Diferensiasi adalah seperangkat prinsip.
● Untuk dapat dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif
maka guru-guru harus diberikan penjelasan dan diberikan contoh-contoh dari
para Ahli, Kepala Sekolah, Pengawas, dsb
● Praktek pembelajaran berdiferensiasi yang baik memerlukan guru yang
terbiasa memperhatikan praktik-praktik di kelas mereka dan merupakan hasil
dari proses mencoba, refleksi, dan kemudian membuat penyesuaian-
penyesuaian di kelas. Proses-proses tersebut dilakukan secara secara terus
menerus.
Beberapa miskonsepsi
● Diferensiasi adalah sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh seorang
guru.
● Kebanyakan guru sebenarnya sudah memperhatikan murid dan meresponsnya
dengan cara tertentu. Namun, sangat sedikit guru yang secara konsisten proaktif
merencanakan pengajaran untuk mengakomodasi keragaman tersebut.
● Diferensiasi sebenarnya hanyalah tentang instruction (pengajaran).
● Meskipun PB adalah sebuah pendekatan mengajar, PB yang efektif tidak dapat
dipisahkan dari lingkungan belajar yang positif, kurikulum berkualitas
tinggi,
penilaian untuk menginformasikan pengambilan keputusan guru,
dan
manajemen kelas yang fleksibel. Jika salah satu dari unsur-unsur tersebut lemah,
maka unsur-unsur yang lain juga akan berkurang.
Beberapa miskonsepsi
1. Tujuan
Pembelajaran
Guru harus paham capaian pembelajaran dan
tujuan pembelajaran agar dapat menentukan
bagaimana ia dapat membantu murid-murid untuk
mencapainya.
Photo by
Markus Winkler
on Unsplash
2. Mengetahui dan
Merespon Kebutuhan
Belajar Murid
Kebutuhan Belajar
murid :
Kesiapan Belajar Murid
(Readiness)
Contoh melihat
kebutuhan belajar
berdasarkan Kesiapan
Belajar Murid
(Readiness)
Ibu Lusi akan mengajar pelajaran Matematika. Tujuan Pembelajaran
yang ia tetapkan adalah: murid dapat menyajikan dan menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan keliling bangun datar. Berikut ini
adalah hasil obserbasinya
Kesiapan
belajar
(Readiness)
Beberapa murid telah
memahami konsep
keliling; dapat melakukan
operasi hitung dasar.
Beberapa murid telah memahami
konsep keliling namun belum
lancar dalam melakukan operasi
hitung dasar.
Beberapa murid
belum
memahami
konsep keliling.
Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid
untuk
“terlibat aktif” dalam proses pembelajaran (Tomlinson,
2001)
Photo by Akram Huseyn on
Unsplash
Cocokkan
Mencar
i kecocokan
antara minat
murid
dengan
tujuan
pembel
ajaran
Koneksikan
Menunjukka
n koneksi antar
materi
pemb
elajaran
Jembatani
Menjembatani
pengetahuan awal murid
dengan pengetahuan
yang baru
Kebutuhan Belajar
murid :
Minat Murid
(Interest)
Memotivasi
Memungkink
an
tumbuhnya
motivasi
murid untuk
belajar
CeKJaM
Minat
● Minat
murid berbeda-
beda
● Minat murid bisa
berkembang
Kebutuhan Belajar Murid:
Profil Belajar Murid (learning Profiles)
dingin, terlalu bising, terlalu terang,
dsb.
● lingkungan belajar, misalnya terkait dengan suhu ruangan, tingkat kebisingan, jumlah
cahaya, dsb. Contohnya: mungkin ada anak yang tidak dapat belajar di ruangan yang
terlalu
● Latar belakang Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal.
● kecerdasan majemuk (multiple intelligences): visual-spasial, musical, bodily- kinestetik,
interpersonal, intrapersonal, verbal-linguistik, naturalis, logic-matematika.
● dsb.
Miskonsepsi tentang gaya belajar Yang direkomendasikan
Mengabaikan bahwa ada beragam pendekatan dalam belajar. Kita harus menyadari bahwa ada banyak pendekatan belajar
Pembelajaran akan lebih efektif jika disesuaikan dengan gaya belajar
murid dan oleh karenanya guru harus mengakomodasi semua gaya
belajar murid saat mengajar.
Tidak perlu. Guru perlu mengajar dengan menggunakan berbagai
strategi dan pendekatan pembelajaran yang beragam sebanyak mungkin
untuk memberi ruang bagi berbagai preferensi belajar murid.
Guru harus mengevaluasi gaya belajar siswa dan menggunakan informasi
tersebut untuk mengkotak-kotakan murid-murid. (Jika ia adalah
pembelajar visual, maka ia hanya memberikan tugas sesuai dengan gaya
belajar ini)
Kita harus membantu murid-murid mengembangkan kesadaran
bagaimana seseorang (dirinya) belajar dan memahami pendekatan
seperti apa yang cocok atau tidak cocok untuk mereka sebagai
individu.
Mengasumsikan bahwa preferensi belajar murid akan sama dan
konsisten di semua mata pelajaran, topik, dan waktu
Memahami bahwa pembelajaran yang efektif akan menggunakan
berbagai strategi, tergantung pada mata pelajaran, kenyamanan
siswa dengan topik atau keterampilan tertentu, dan waktu tertentu
mengamati perilaku murid-
murid
mengidentifikasi
pengetahuan awal
menggunakan
berbagai
asesmen awal
dan asesmen
formatif
berbicara dengan guru
murid sebelumnya
membaca rapor murid dari
kelas mereka sebelumnya
mereview dan melakukan refleksi
terhadap praktik pengajaran
Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan belajar
murid?
4 Pertanyaan BESAR
1. Kita berharap murid belajar apa?
2. Bagaimana kita tahu bahwa murid telah belajar?
3. Bagaimana kita merespons murid yang belum
paham?
4. Bagaimana kita merespons murid yang sudah
paham?
AK
U
SUDA
H
AJAR
I
ANJINGK
U
BERSIUL
AKU TIDAK
DENGAR
DIA
BERSIUL
AKU BILANG,
AKU
SUDAH AJARI
DIA, AKU TIDAK
BILANG DIA
SUDAH
BELAJAR
BERSIUL
3. Asesmen
Berkelanjutan
Sekilas Tentang Asesmen
Asesmen → penting dalam proses pembelajaran berdiferensiasi.
Asesmen formatif → peluang untuk menentukan seefektif apa suatu
pembelajaran berdiferensiasi.
Saya percaya, jika saja guru memanfaatkan lebih banyak
praktik-praktik terbaik dari asesmen formatif,
maka pembelajaran berdiferensiasi
akan datang secara alamiah.
Andrew Miller (ASCD Faculty Member)
https://inservice.ascd.org/formative-assessment-is-the-cornerstone-of-differentiated-instruction/
Asesmen & Pembelajaran
Berdiferensiasi
Praktik pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar
pada
asesemen. Asesmen formatif memungkinkan guru untuk
mengenal murid mereka dengan lebih baik, oleh karena itu,
mereka dapat membuat keputusan terbaik demi menantang
murid dengan tepat dan melibatkan murid dalam pembelajaran.
picture
source:
4. Lingkungan belajar yang “mengundang”
untuk belajar
Image Source: storyset on
Freepik
apa saja yang bisa kita diferensiasi? (diantaranya…)
KONTEN PROSES PRODUK
guru dapat melakukan salah satu atau kombinasi di antara ketiganya
Yang pasti, pertimbangan utamanya haruslah tentang sejauh mana
diferensiasi yang kita pilih tersebut dapat memenuhi kebutuhan
murid
dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan
bukan sekedar memuaskan ceklis penerapan atas ketiganya.
Strategi Mendiferensiasi Pembelajaran
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1CgXYqkAudS
8iH7YofifX6peS-XPAf2HMY6huZLkGKIY/edit?usp=sharing
Strategi Mendiferensiasi Pembelajaran
Jika kita hanya mempelajari metode, kita terikat pada
metode tersebut, namun jika kita mempelajari
prinsip, kita dapat mengembangkan metode kita
sendiri.
-Ralph Waldo Emerson
picture source:
https://www.theispot.com/whatsnew/2012/4/tom-richmond-school-s-out.htm
5. Manajemen kelas
efektif
Beberapa contoh strategi yang
mendukung Implementasi
Pembelajaran Berdiferensiasi
PADLET CONTOH TEKNIK/METODE PEMBELAJARAN
Cermati ide-ide dalam tautan di
atas,
kemudian lakukan refleksi melalui tautan berikut
ini:https://forms.gle/bytgjtwdR1iYbjQB6
Connect - Manakah ide-ide yang terhubung dengan apa yang
sudah
Anda praktikkan selama ini?
Extend - Apa ide-ide baru yang dapat memperluas praktik Anda di
kelas!
Challenge - Apa tantangan/pertanyaan yang Anda miliki terkait
dengan ide-ide yang disampaikan?
Tanya Jawab & Diskusi
“Serupa seperti para pengukir yang memiliki pengetahuan mendalam
tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara
mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki
pengetahuan mendalam tentang seni mendidik. Bedanya, Guru
mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin.”
(Ki Hajar Dewantara)
“Setiap Anak Istimewa
Ibu bapak juga Istimewa“
Terima kasih
salam & bahagia

Angkatan_9_PPT Modul 2.1.pptx guru penggerak

  • 1.
    SALAM & BAHAGIA Assalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Damai Sejahtera, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.
  • 2.
    Paket Modul 2 PRAKTIKPEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA MURID
  • 3.
    Modul 2.1 Memenuhi KebutuhanBelajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Penulis Modul: Oscarina Dewi Kusuma & Siti Luthfah.
  • 4.
    Perkenalan Nama NIP : YENI ANDRIANI,M.Pd : 19710717 199802 2002 Pangkat/ Gol : Pembina Utama Muda/IV.c Jabatan : Kepala SMA Negeri 10 Mandau kab.Bengkalis Provinsi Riau Peran pada PPGP PP Angkata 1 Fasilitator Angkatan 5 Fasilitator Angkatan 9 Instruktur Angkatan 9
  • 5.
    NYALAKA N KAMERA MATIKAN MIC HADIR SEUTUHNYA HARGAI WAKTU BERSAMA BUAT CATATA N KLIK RAISE HAND DI ZOOMSAAT INGIN GANGGUAN TEKNIS ADALAH HAL BIASA DALAM SESI DARING MAKSIMALKA N CHAT Komitmen Kita
  • 6.
    Alur Pembahasan 10 menit Refleksi Awal 20 menit ľanya Jawab 10 menit Pembukaa n hangat, peíkenala n & komitmen 10 menit Refleksiakhir dan berbagi Penguatan: Konsep kunci dan Penerapan Pembelajaran berdiferensiasi 40 menit
  • 7.
    Kompetensi Lulusan yangDituju Modul ini diharapkan berkontribusi untuk mencapai kompetensi lulusan sebagai berikut: 1. Guru Penggerak memahami pentingnya mengetahui kebutuhan belajar dan lingkungan yang memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensinya secara aman dan nyaman. 2. Guru Penggerak memfasilitasi guru lain dalam merancang alur dan tujuan mengevaluasi pembelajaran pembelajaran yang berorientasi pada masa depan. 3. Guru Penggerak memfasilitasi guru lain dalam berdasarkan data dan tingkat pencapaian murid.
  • 8.
    Capaian Umum Modul 2.1 berdiferensias i untukmengakomodas i CGP dapat: 1.mengimplementasikan pembelajaran kebutuhan belajar murid yang berbeda. 2.menjadi teladan dalam melakukan praktek-praktek reflektif dalam pembelajaran bagi komunitas pendidik di lingkungan sekitarnya.
  • 9.
    Capaian Khusus Modul2.1 Guru Penggerak yang mampu: menunjukkan pemahaman 1. tentang konsep pembelajaran untuk semua murid; 2. mendemonstrasikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan; 3. menjelaskan pentingnya mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan belajar murid; 4. menganalisis penerapan diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk; 5. mengimplementasikan Rencana Pembelajaran Berdiferensiasi dalam konteks pembelajaran di sekolah atau kelas mereka sendiri; 6. menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, mau mencoba, dan berani mengambil risiko dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
  • 10.
    Saat akan merancangpembelajaran, apa yang biasanya Anda perhatikan dulu?
  • 11.
    Keberagaman Murid Cakupannya sangatluas ❏Latar belakang keluarga ❏Kemampuan memahami bahasa yang digunakan di kelas ❏Kemampuan menguasai keterampilan yang diajarkan ❏Keterampilan dasar untuk prasyarat memahami materi baru yang akan dipelajari ❏Kondisi sosial emosional ❏Minat besar terhadap bidang tertentu ❏Kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajar ❏dan sebagainya.
  • 12.
    Kondisi ini menciptakantantangan…. ❏Murid yang memerlukan lebih banyak waktu untuk memahami ❏Murid memiliki pengetahuan awal yang sangat banyak, sementara beberapa murid lain justru tidak punya pengetahuan awal sama sekali terkait topik yang akan diajarkan ❏Murid yang tidak bisa duduk terlalu lama karena ia perlu bergerak lebih banyak ❏Murid yang mengalami kesulitan berkonsentrasi selama diskusi kelas ❏Murid yang kalau tes hasilnya selalu buruk, namun sebenarnya pemahaman mereka bagus. ❏Murid yang tampak tidak ‘engaged’ dalam pembelajaran karena mereka tidak bisa membuat koneksi dan memahami makna dari apa yang diajarkan. ❏Murid yang memiliki masalah di rumah sehingga sangat tidak semangat
  • 13.
    Bagaimana pula tanggapanAnda terkait dengan kenyataan berikut ini? ● Acara TV dapat ditonton murid kapanpun mereka mau (tidak hanya saat disiarkan) ● lagu kesukaan bisa diunduh dan didengarkan murid tanpa mereka harus perlu membeli seluruh album. ● Komputer yang dibeli bisa dirakit dan dirancang khusus untuk kebutuhan murid kita ● Murid dapat dengan mudah mencari Informasi sesuai dengan kebutuhan mereka dengan mudah
  • 14.
    “Keberagaman murid pentingdan guru yang efektif memperhatikan keberagaman tersebut dengan bijaksana dan proaktif.”
  • 15.
  • 16.
    Mendiferensiasi pembelajaran berarti“mengguncang” apa yang terjadi di kelas sehingga siswa memiliki banyak pilihan untuk menerima informasi, memahami ide, dan mengekspresikan apa yang mereka pelajari.” - Carol Ann Tomlinson
  • 17.
    Pembelajaran Berdiferensiasi adalahproses yang komprehensif dan fleksibel yang mencakup perencanaan, persiapan dan penyampaian pengajaran untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar murid di dalam kelas. Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi, guru mempertimbangkan siapa yang mereka ajar, apa yang mereka ajarkan, di mana mereka mengajar, dan bagaimana mereka mengajar. National Professional Resources, Inc.
  • 18.
    Sepakatkah Anda dengan pernyataan-pernyataanberkaitan dengan Pembelajaran Berdiferensiasi ini? (berikan alasan Anda):
  • 19.
    Sepakatkah Anda ● PBhanya untuk anak-anak yang memiliki hambatan/kesulitan belajar ● Melakukan diferensiasi = membuat pembelajaran yang berbeda untuk setiap murid ● Cara untuk mengetahui kebutuhan murid harus menggunakan sebuah instrumen yang rumit (tes akademik, tes minat bakat, dll.) ● Melabel anak hanya berdasarkan hasil asesmen awal ● Anak yang sudah selesai, berarti harus mendapat tambahan soal atau mengajari yang lain ● Mengelompokkan murid hanya berdasarkan 1 karakteristik (hanya sesuai kemampuan saja, gaya belajar saja, gender saja)
  • 20.
    ● Diferensiasi adalahseperangkat strategi pembelajaran. ● Diferensiasi adalah sebuah filosofi – cara berpikir tentang belajar mengajar. Diferensiasi adalah seperangkat prinsip. ● Untuk dapat dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif maka guru-guru harus diberikan penjelasan dan diberikan contoh-contoh dari para Ahli, Kepala Sekolah, Pengawas, dsb ● Praktek pembelajaran berdiferensiasi yang baik memerlukan guru yang terbiasa memperhatikan praktik-praktik di kelas mereka dan merupakan hasil dari proses mencoba, refleksi, dan kemudian membuat penyesuaian- penyesuaian di kelas. Proses-proses tersebut dilakukan secara secara terus menerus. Beberapa miskonsepsi
  • 21.
    ● Diferensiasi adalahsesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh seorang guru. ● Kebanyakan guru sebenarnya sudah memperhatikan murid dan meresponsnya dengan cara tertentu. Namun, sangat sedikit guru yang secara konsisten proaktif merencanakan pengajaran untuk mengakomodasi keragaman tersebut. ● Diferensiasi sebenarnya hanyalah tentang instruction (pengajaran). ● Meskipun PB adalah sebuah pendekatan mengajar, PB yang efektif tidak dapat dipisahkan dari lingkungan belajar yang positif, kurikulum berkualitas tinggi, penilaian untuk menginformasikan pengambilan keputusan guru, dan manajemen kelas yang fleksibel. Jika salah satu dari unsur-unsur tersebut lemah, maka unsur-unsur yang lain juga akan berkurang. Beberapa miskonsepsi
  • 23.
    1. Tujuan Pembelajaran Guru haruspaham capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran agar dapat menentukan bagaimana ia dapat membantu murid-murid untuk mencapainya.
  • 24.
    Photo by Markus Winkler onUnsplash 2. Mengetahui dan Merespon Kebutuhan Belajar Murid
  • 25.
    Kebutuhan Belajar murid : KesiapanBelajar Murid (Readiness)
  • 26.
    Contoh melihat kebutuhan belajar berdasarkanKesiapan Belajar Murid (Readiness) Ibu Lusi akan mengajar pelajaran Matematika. Tujuan Pembelajaran yang ia tetapkan adalah: murid dapat menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling bangun datar. Berikut ini adalah hasil obserbasinya Kesiapan belajar (Readiness) Beberapa murid telah memahami konsep keliling; dapat melakukan operasi hitung dasar. Beberapa murid telah memahami konsep keliling namun belum lancar dalam melakukan operasi hitung dasar. Beberapa murid belum memahami konsep keliling.
  • 27.
    Minat adalah salahsatu motivator penting bagi murid untuk “terlibat aktif” dalam proses pembelajaran (Tomlinson, 2001) Photo by Akram Huseyn on Unsplash Cocokkan Mencar i kecocokan antara minat murid dengan tujuan pembel ajaran Koneksikan Menunjukka n koneksi antar materi pemb elajaran Jembatani Menjembatani pengetahuan awal murid dengan pengetahuan yang baru Kebutuhan Belajar murid : Minat Murid (Interest) Memotivasi Memungkink an tumbuhnya motivasi murid untuk belajar CeKJaM
  • 28.
    Minat ● Minat murid berbeda- beda ●Minat murid bisa berkembang
  • 29.
    Kebutuhan Belajar Murid: ProfilBelajar Murid (learning Profiles) dingin, terlalu bising, terlalu terang, dsb. ● lingkungan belajar, misalnya terkait dengan suhu ruangan, tingkat kebisingan, jumlah cahaya, dsb. Contohnya: mungkin ada anak yang tidak dapat belajar di ruangan yang terlalu ● Latar belakang Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal. ● kecerdasan majemuk (multiple intelligences): visual-spasial, musical, bodily- kinestetik, interpersonal, intrapersonal, verbal-linguistik, naturalis, logic-matematika. ● dsb.
  • 30.
    Miskonsepsi tentang gayabelajar Yang direkomendasikan Mengabaikan bahwa ada beragam pendekatan dalam belajar. Kita harus menyadari bahwa ada banyak pendekatan belajar Pembelajaran akan lebih efektif jika disesuaikan dengan gaya belajar murid dan oleh karenanya guru harus mengakomodasi semua gaya belajar murid saat mengajar. Tidak perlu. Guru perlu mengajar dengan menggunakan berbagai strategi dan pendekatan pembelajaran yang beragam sebanyak mungkin untuk memberi ruang bagi berbagai preferensi belajar murid. Guru harus mengevaluasi gaya belajar siswa dan menggunakan informasi tersebut untuk mengkotak-kotakan murid-murid. (Jika ia adalah pembelajar visual, maka ia hanya memberikan tugas sesuai dengan gaya belajar ini) Kita harus membantu murid-murid mengembangkan kesadaran bagaimana seseorang (dirinya) belajar dan memahami pendekatan seperti apa yang cocok atau tidak cocok untuk mereka sebagai individu. Mengasumsikan bahwa preferensi belajar murid akan sama dan konsisten di semua mata pelajaran, topik, dan waktu Memahami bahwa pembelajaran yang efektif akan menggunakan berbagai strategi, tergantung pada mata pelajaran, kenyamanan siswa dengan topik atau keterampilan tertentu, dan waktu tertentu
  • 31.
    mengamati perilaku murid- murid mengidentifikasi pengetahuanawal menggunakan berbagai asesmen awal dan asesmen formatif berbicara dengan guru murid sebelumnya membaca rapor murid dari kelas mereka sebelumnya mereview dan melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan belajar murid?
  • 32.
    4 Pertanyaan BESAR 1.Kita berharap murid belajar apa? 2. Bagaimana kita tahu bahwa murid telah belajar? 3. Bagaimana kita merespons murid yang belum paham? 4. Bagaimana kita merespons murid yang sudah paham? AK U SUDA H AJAR I ANJINGK U BERSIUL AKU TIDAK DENGAR DIA BERSIUL AKU BILANG, AKU SUDAH AJARI DIA, AKU TIDAK BILANG DIA SUDAH BELAJAR BERSIUL 3. Asesmen Berkelanjutan
  • 33.
    Sekilas Tentang Asesmen Asesmen→ penting dalam proses pembelajaran berdiferensiasi. Asesmen formatif → peluang untuk menentukan seefektif apa suatu pembelajaran berdiferensiasi. Saya percaya, jika saja guru memanfaatkan lebih banyak praktik-praktik terbaik dari asesmen formatif, maka pembelajaran berdiferensiasi akan datang secara alamiah. Andrew Miller (ASCD Faculty Member) https://inservice.ascd.org/formative-assessment-is-the-cornerstone-of-differentiated-instruction/
  • 34.
    Asesmen & Pembelajaran Berdiferensiasi Praktikpembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada asesemen. Asesmen formatif memungkinkan guru untuk mengenal murid mereka dengan lebih baik, oleh karena itu, mereka dapat membuat keputusan terbaik demi menantang murid dengan tepat dan melibatkan murid dalam pembelajaran.
  • 35.
    picture source: 4. Lingkungan belajaryang “mengundang” untuk belajar Image Source: storyset on Freepik
  • 36.
    apa saja yangbisa kita diferensiasi? (diantaranya…) KONTEN PROSES PRODUK guru dapat melakukan salah satu atau kombinasi di antara ketiganya Yang pasti, pertimbangan utamanya haruslah tentang sejauh mana diferensiasi yang kita pilih tersebut dapat memenuhi kebutuhan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan bukan sekedar memuaskan ceklis penerapan atas ketiganya.
  • 37.
  • 38.
    Strategi Mendiferensiasi Pembelajaran Jikakita hanya mempelajari metode, kita terikat pada metode tersebut, namun jika kita mempelajari prinsip, kita dapat mengembangkan metode kita sendiri. -Ralph Waldo Emerson
  • 39.
  • 41.
    Beberapa contoh strategiyang mendukung Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi PADLET CONTOH TEKNIK/METODE PEMBELAJARAN
  • 42.
    Cermati ide-ide dalamtautan di atas, kemudian lakukan refleksi melalui tautan berikut ini:https://forms.gle/bytgjtwdR1iYbjQB6 Connect - Manakah ide-ide yang terhubung dengan apa yang sudah Anda praktikkan selama ini? Extend - Apa ide-ide baru yang dapat memperluas praktik Anda di kelas! Challenge - Apa tantangan/pertanyaan yang Anda miliki terkait dengan ide-ide yang disampaikan?
  • 43.
  • 44.
    “Serupa seperti parapengukir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik. Bedanya, Guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin.” (Ki Hajar Dewantara)
  • 45.
    “Setiap Anak Istimewa Ibubapak juga Istimewa“ Terima kasih salam & bahagia