1
ANALISIS SWOT PADA KFC INDONESIA
Tugas Besar 1
Oleh :
Mandala Paramadamara Pranata - 55119120013
Nadella Kamalia Rifani - 55119120148
Dosen :
Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, MM, CMA, MPM
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MERCU BUANA
2020
2
KEGIATAN USAHA PERUSAHAAN
Sebagai pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia, PT
Fast Food Indonesia Tbk didirikan oleh Keluarga Gelael pada 1978. Pada 1979,
Perseroan mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada
bulan Oktober di Jalan Melawai di Jakarta. Pembukaan gerai pertama terbukti sukses
dan diikuti dengan pembukaan geraigerai selanjutnya di Jakarta dan ekspansi hingga
ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia antara lain Bandung, Semarang,
Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Sukses membangun merek ini,
menanamkan KFC dalam benak konsumennya sebagai merek waralaba cepat saji
yang terkenal dan dominan di Indonesia.
Dengan bergabungnya Salim Group pada 1990 sebagai salah satu pemegang
saham utama semakin mendorong inisiatif ekspansi bisnis Perseroan, dan pada 1993,
Perseroan terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek
Indonesia), satu langkah untuk meningkatkan pertumbuhannya. Kepemilikan saham
mayoritas 80% pada saat ini terdistribusi 43,84% kepada PT Gelael Pratama dari
Gelael Group dan 35,84% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group, sementara
saham minoritas (20%) terbagi kepada Masyarakat dan Koperasi Karyawan.
Perseroan memperoleh hak untuk menggunakan merek KFC dari pemilik
waralaba saat ini, Yum! Asia Franchise Pte Ltd, suatu bagian dari Yum! Restaurants
International (YRI). YRI sendiri adalah sebuah badan usaha dari Yum! Brands Inc,
sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat dan pemilik waralaba dari empat merek
ternama lainnya, yaitu Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Namun
demikian, pada akhir 2011, dua merek lainnya yaitu A&W dan Long John Silvers
sudah tidak bergabung lagi dalam Yum! Brands Inc. Bahkan dengan keluarnya kedua
merek ini tidak mengubah posisi Yum! Group sebagai jaringan restoran cepat saji
terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan variasi pilihan restoran ternama.
Selain itu, untuk kategori ayam goreng cepat saji, tidak ada merek lain yang dapat
mengalahkan KFC.
Pengalaman sukses dan peningkatan pertumbuhan yang berkelanjutan selama
lebih dari 30 tahun, tidak diragukan lagi telah menjadikan merek KFC sebagai
pemimpin pasar restoran cepat saji di negara ini. Ekspansi jaringan restoran terus
3
diupayakan supaya bisa hadir dekat dengan konsumen, baik di kota-kota
metropolitan yang sarat persaingan maupun di kotakota di daerah tingkat II. Sejak
empat tahun terakhir, Perseroan lebih berfokus pada pembukaan gerai bertipe free-
standing (gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri) yang memberikan
fleksibilitas yang lebih dalam jam operasi dengan fasilitas lengkap untuk memenuhi
kebutuhan dan selera konsumen. Sejumlah gerai yang sudah dibuka sebelumnya
direnovasi untuk memberikan tampilan baru yang lebih segar dan modern sesuai
dengan obyektif Perseroan. Pada akhir 2011, Perseroan mengoperasikan total 421
gerai, yang tersebar di 32 dari 33 propinsi, di lebih dari 95 kota-kota di seluruh
Indonesia, dan mempekerjakan sekitar 16.365 karyawan dengan hasil penjualan lebih
dari Rp3,317 triliun. Pada minggu pertama bulan Oktober di tahun ini, untuk pertama
kali sejak Perseroan terdaftar sebagai perusahaan publik, Obligasi diterbitkan tanpa
warkat berjangka waktu lima tahun dengan bunga Obligasi sebesar 9,5% per tahun
yang dibayarkan setiap tiga bulan, yang pada dasarnya akan digunakan untuk
membiayai pendirian gerai-gerai baru, renovasi atas gerai-gerai Perseroan yang
sudah ada, perluasan gudang-gudang produksi Perseroan yang sudah ada, serta
pembangunan gudang-gudang baru.
Komitmen Perseroan adalah mempertahankan visi sebagai pemimpin industri
restoran cepat saji dengan terus memberikan kepuasan “Yum!” di wajah konsumen.
Dukungan pemegang saham, keahlian manajemen yang dikelola dengan baik,
dedikasi dan loyalitas karyawan, dan yang terpenting adalah, kontinuitas kunjungan
konsumen, pasti berhasil membawa Perseroan meraih visinya. Dengan visi yang
kokoh, misi dan obyektif jangka panjang, serta strategi-strategi dan nilai-nilai
korporasi yang jelas, niscaya akan terus menjadikan merek KFC yang terfavorit di
seluruh Indonesia, dan membangun PT Fast Food Indonesia Tbk menjadi sebuah
korporasi yang hebat.
4
VISI DAN MISI PERUSAHAAN
Visi
Selalu menjadi merek restoran cepat saji Nomor 1 di Indonesia dan mempertahankan
kepemimpinan pasar dengan menjadi restoran yang termodern dan terfavorit dalam
segi produk, harga, pelayanan, dan fasilitas.
Misi
Semakin memperkuat citra merek KFC dengan strategi-strategi dan ide-ide yang
inovatif, terus meningkatkan suasana bersantap yang tiada bandingannya dan
konsisten memberikan produk, layanan, serta fasilitas restoran yang selalu
berkualitas mengikuti kebutuhan dan selera konsumen yang terus berubah.
Obyektif
Mempersembahkan restoran dengan tampilan dan desain termodern dan sesuai
dengan tren masa kini, dan memberikan suasana menyenangkan dengan tempat
duduk yang nyaman dengan terus melakukan peremajaan restoran, dan menyajikan
produk berkualitas tinggi yang paling digemari oleh pelanggan dengan kecepatan dan
keramahan yang tak tertandingi.
5
ANALISIS SWOT
Strength
1. Sebagai pelopor penyedia makanan cepat saji.
2. Memiliki cabang di seluruh Indonesia, sehingga daerah pemasarannya cukup
luas.
3. Memiliki manajemen produksi yang cukup baik.
4. Memiliki brand resmi yang terkenal di seluruh dunia.
5. Pelayanan yang cepat dan ramah.
6. Disukai oleh banyak kalangan masyarakat.
7. Rasa yang khas dan lezat.
8. Dibuat dari ayam kualitas terbaik.
Weakness
1. Harga yang kurang terjangkau bagi kalangan masyarakat bawah.
2. Kurang memperhatikan nilai gizi.
Opportunities
1. Mengembangkan jenis varian yang lain, antara lain dalam bentuk penyajian
dan rasa yang baru.
2. Bisa dijadikan bisnis waralaba yang bisa menjadi pemasukan dari menjual
brand dan sistem manajemennya.
Threat
1. Banyak pesaing lain yang menciptakan jenis makanan cepat saji lain seperti
burger, pizza, dan lain-lain.
2. Kelangkaan bahan baku ayam berkualitas.
3. Masyarakat merasa takut mengkonsumsi ayam akibat merebaknya virus flu
burung.
4. Banyak masyarakat yang beralih ke jenis makanan yang lebih sehat dan mulai
meninggalkan mengkonsumsi “junk food”.
5. Pedagang kaki lima yang menjual fried chicken dengan harga yang lebih
terjangkau.
6
6. Banyak bermunculan produk tepung bumbu ayam goreng yang
memungkinkan masayarakat lebih suka membuat fried chicken sendiri
daripada membeli.
Diagram SWOT
Strategi Strength - Opportunities
1. Meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk mendapatkan
kepercayaan dan mempertahankan loyalitas pelanggan.
2. Manfaatnya adalah untuk menarik perhatian customer baru dan
mempertahankan customer lama.
3. Dengan bertambahnya customer akan berdampak baik bagi store KFC yaitu
meningkatnya penjualan.
4. Memanfaatkan teknologi untuk proses pemesanan (pemesanan secara
online).
7
Strategi Strength - Threat
1. Memanfaatkan brand yang sudah sangat dikenal, dan kualitas produk di atas
rata-rata, serta pemesanan yang tanpa minimum order untuk bersaing dalam
industri yang menawarkan layanan sejenis dengan memanfaatkan kelebihan
yang ada, menjadi modal yang kuat bagi KFC store untuk dapat bersaing
dalam industri yang menawarkan layanan sejenis
Strategi Weakness - Opportunities
1. Memperpanjang waktu layanan delivery order menjadi 24 jam untuk memenuhi
kebutuhan makanan cepat saji karena kesibukan yang meningkat.
2. Memberikan pelayanan yang maksimal untuk menghargai loyalitas konsumen.
Untuk menghargai loyalitas konsumen sebaiknya KFC nmemberikan menu
gratis dengan ketentuan tertentu kepada konsumen delivery order.
3. Melakukan promosi secara Maksimal untuk menarik lebih banyak konsumen.
Strategi Weakness - Threat
1. Memperbanyak penyebaran flyer di daerah jangkauan delivery order KFC
serta memperpanjang waktu delivery order menjadi 24 jam, agar dapat
bersaing dengan industri yang menawarkan layanan sejenis dan dapat
meningkatkan total penjualan.
2. Mengubah sistem pengantaran (1 x antaran 1 pesanan) agar tidak terpengaruh
kondisi lalu lintas, sehingga pesanan bisa sampai tepat waktu.
8
FORMULASI STRATEGI
Strategi Perusahaan KFC
Untuk menjaga kepemimpinan pasar dalam industri restoran cepat saji di
Indonesia, selalu memberikan kepuasan “Yum!” yang tak terhingga di wajah setiap
pelanggan dengan strategi-strategi sebagai berikut:
 Mengembangkan dan menanamkan budaya yang mendalam dan kuat di
dalam organisasi dimana setiap karyawan memberikan perbedaan dengan
berinovasi dan selalu berpikir di luar kebiasaan.
 Membangun pola pikir yang berorientasi pada “Customer and Sales Mania”
dengan kesadaran tinggi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan
melebihi dari yang diharapkan.
 Memberikan perbedaan merk KFC yang sangat kompetitif dengan berbagai
ide dan strategi yang inovatif.
 Mengembangkan kesinambungan dalam sumber daya manusia dan proses
dengan berfokus sepenuhnya pada pengembangan kompetensi dan
kemampuan.
 Mempertahankan konsistensi dalam pencapaian prestasi terbaik.

Analisis SWOT KFC Indonesia

  • 1.
    1 ANALISIS SWOT PADAKFC INDONESIA Tugas Besar 1 Oleh : Mandala Paramadamara Pranata - 55119120013 Nadella Kamalia Rifani - 55119120148 Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, MM, CMA, MPM PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS MERCU BUANA 2020
  • 2.
    2 KEGIATAN USAHA PERUSAHAAN Sebagaipemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk didirikan oleh Keluarga Gelael pada 1978. Pada 1979, Perseroan mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai di Jakarta. Pembukaan gerai pertama terbukti sukses dan diikuti dengan pembukaan geraigerai selanjutnya di Jakarta dan ekspansi hingga ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Sukses membangun merek ini, menanamkan KFC dalam benak konsumennya sebagai merek waralaba cepat saji yang terkenal dan dominan di Indonesia. Dengan bergabungnya Salim Group pada 1990 sebagai salah satu pemegang saham utama semakin mendorong inisiatif ekspansi bisnis Perseroan, dan pada 1993, Perseroan terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia), satu langkah untuk meningkatkan pertumbuhannya. Kepemilikan saham mayoritas 80% pada saat ini terdistribusi 43,84% kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group dan 35,84% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group, sementara saham minoritas (20%) terbagi kepada Masyarakat dan Koperasi Karyawan. Perseroan memperoleh hak untuk menggunakan merek KFC dari pemilik waralaba saat ini, Yum! Asia Franchise Pte Ltd, suatu bagian dari Yum! Restaurants International (YRI). YRI sendiri adalah sebuah badan usaha dari Yum! Brands Inc, sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat dan pemilik waralaba dari empat merek ternama lainnya, yaitu Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Namun demikian, pada akhir 2011, dua merek lainnya yaitu A&W dan Long John Silvers sudah tidak bergabung lagi dalam Yum! Brands Inc. Bahkan dengan keluarnya kedua merek ini tidak mengubah posisi Yum! Group sebagai jaringan restoran cepat saji terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan variasi pilihan restoran ternama. Selain itu, untuk kategori ayam goreng cepat saji, tidak ada merek lain yang dapat mengalahkan KFC. Pengalaman sukses dan peningkatan pertumbuhan yang berkelanjutan selama lebih dari 30 tahun, tidak diragukan lagi telah menjadikan merek KFC sebagai pemimpin pasar restoran cepat saji di negara ini. Ekspansi jaringan restoran terus
  • 3.
    3 diupayakan supaya bisahadir dekat dengan konsumen, baik di kota-kota metropolitan yang sarat persaingan maupun di kotakota di daerah tingkat II. Sejak empat tahun terakhir, Perseroan lebih berfokus pada pembukaan gerai bertipe free- standing (gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri) yang memberikan fleksibilitas yang lebih dalam jam operasi dengan fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan dan selera konsumen. Sejumlah gerai yang sudah dibuka sebelumnya direnovasi untuk memberikan tampilan baru yang lebih segar dan modern sesuai dengan obyektif Perseroan. Pada akhir 2011, Perseroan mengoperasikan total 421 gerai, yang tersebar di 32 dari 33 propinsi, di lebih dari 95 kota-kota di seluruh Indonesia, dan mempekerjakan sekitar 16.365 karyawan dengan hasil penjualan lebih dari Rp3,317 triliun. Pada minggu pertama bulan Oktober di tahun ini, untuk pertama kali sejak Perseroan terdaftar sebagai perusahaan publik, Obligasi diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu lima tahun dengan bunga Obligasi sebesar 9,5% per tahun yang dibayarkan setiap tiga bulan, yang pada dasarnya akan digunakan untuk membiayai pendirian gerai-gerai baru, renovasi atas gerai-gerai Perseroan yang sudah ada, perluasan gudang-gudang produksi Perseroan yang sudah ada, serta pembangunan gudang-gudang baru. Komitmen Perseroan adalah mempertahankan visi sebagai pemimpin industri restoran cepat saji dengan terus memberikan kepuasan “Yum!” di wajah konsumen. Dukungan pemegang saham, keahlian manajemen yang dikelola dengan baik, dedikasi dan loyalitas karyawan, dan yang terpenting adalah, kontinuitas kunjungan konsumen, pasti berhasil membawa Perseroan meraih visinya. Dengan visi yang kokoh, misi dan obyektif jangka panjang, serta strategi-strategi dan nilai-nilai korporasi yang jelas, niscaya akan terus menjadikan merek KFC yang terfavorit di seluruh Indonesia, dan membangun PT Fast Food Indonesia Tbk menjadi sebuah korporasi yang hebat.
  • 4.
    4 VISI DAN MISIPERUSAHAAN Visi Selalu menjadi merek restoran cepat saji Nomor 1 di Indonesia dan mempertahankan kepemimpinan pasar dengan menjadi restoran yang termodern dan terfavorit dalam segi produk, harga, pelayanan, dan fasilitas. Misi Semakin memperkuat citra merek KFC dengan strategi-strategi dan ide-ide yang inovatif, terus meningkatkan suasana bersantap yang tiada bandingannya dan konsisten memberikan produk, layanan, serta fasilitas restoran yang selalu berkualitas mengikuti kebutuhan dan selera konsumen yang terus berubah. Obyektif Mempersembahkan restoran dengan tampilan dan desain termodern dan sesuai dengan tren masa kini, dan memberikan suasana menyenangkan dengan tempat duduk yang nyaman dengan terus melakukan peremajaan restoran, dan menyajikan produk berkualitas tinggi yang paling digemari oleh pelanggan dengan kecepatan dan keramahan yang tak tertandingi.
  • 5.
    5 ANALISIS SWOT Strength 1. Sebagaipelopor penyedia makanan cepat saji. 2. Memiliki cabang di seluruh Indonesia, sehingga daerah pemasarannya cukup luas. 3. Memiliki manajemen produksi yang cukup baik. 4. Memiliki brand resmi yang terkenal di seluruh dunia. 5. Pelayanan yang cepat dan ramah. 6. Disukai oleh banyak kalangan masyarakat. 7. Rasa yang khas dan lezat. 8. Dibuat dari ayam kualitas terbaik. Weakness 1. Harga yang kurang terjangkau bagi kalangan masyarakat bawah. 2. Kurang memperhatikan nilai gizi. Opportunities 1. Mengembangkan jenis varian yang lain, antara lain dalam bentuk penyajian dan rasa yang baru. 2. Bisa dijadikan bisnis waralaba yang bisa menjadi pemasukan dari menjual brand dan sistem manajemennya. Threat 1. Banyak pesaing lain yang menciptakan jenis makanan cepat saji lain seperti burger, pizza, dan lain-lain. 2. Kelangkaan bahan baku ayam berkualitas. 3. Masyarakat merasa takut mengkonsumsi ayam akibat merebaknya virus flu burung. 4. Banyak masyarakat yang beralih ke jenis makanan yang lebih sehat dan mulai meninggalkan mengkonsumsi “junk food”. 5. Pedagang kaki lima yang menjual fried chicken dengan harga yang lebih terjangkau.
  • 6.
    6 6. Banyak bermunculanproduk tepung bumbu ayam goreng yang memungkinkan masayarakat lebih suka membuat fried chicken sendiri daripada membeli. Diagram SWOT Strategi Strength - Opportunities 1. Meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk mendapatkan kepercayaan dan mempertahankan loyalitas pelanggan. 2. Manfaatnya adalah untuk menarik perhatian customer baru dan mempertahankan customer lama. 3. Dengan bertambahnya customer akan berdampak baik bagi store KFC yaitu meningkatnya penjualan. 4. Memanfaatkan teknologi untuk proses pemesanan (pemesanan secara online).
  • 7.
    7 Strategi Strength -Threat 1. Memanfaatkan brand yang sudah sangat dikenal, dan kualitas produk di atas rata-rata, serta pemesanan yang tanpa minimum order untuk bersaing dalam industri yang menawarkan layanan sejenis dengan memanfaatkan kelebihan yang ada, menjadi modal yang kuat bagi KFC store untuk dapat bersaing dalam industri yang menawarkan layanan sejenis Strategi Weakness - Opportunities 1. Memperpanjang waktu layanan delivery order menjadi 24 jam untuk memenuhi kebutuhan makanan cepat saji karena kesibukan yang meningkat. 2. Memberikan pelayanan yang maksimal untuk menghargai loyalitas konsumen. Untuk menghargai loyalitas konsumen sebaiknya KFC nmemberikan menu gratis dengan ketentuan tertentu kepada konsumen delivery order. 3. Melakukan promosi secara Maksimal untuk menarik lebih banyak konsumen. Strategi Weakness - Threat 1. Memperbanyak penyebaran flyer di daerah jangkauan delivery order KFC serta memperpanjang waktu delivery order menjadi 24 jam, agar dapat bersaing dengan industri yang menawarkan layanan sejenis dan dapat meningkatkan total penjualan. 2. Mengubah sistem pengantaran (1 x antaran 1 pesanan) agar tidak terpengaruh kondisi lalu lintas, sehingga pesanan bisa sampai tepat waktu.
  • 8.
    8 FORMULASI STRATEGI Strategi PerusahaanKFC Untuk menjaga kepemimpinan pasar dalam industri restoran cepat saji di Indonesia, selalu memberikan kepuasan “Yum!” yang tak terhingga di wajah setiap pelanggan dengan strategi-strategi sebagai berikut:  Mengembangkan dan menanamkan budaya yang mendalam dan kuat di dalam organisasi dimana setiap karyawan memberikan perbedaan dengan berinovasi dan selalu berpikir di luar kebiasaan.  Membangun pola pikir yang berorientasi pada “Customer and Sales Mania” dengan kesadaran tinggi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan melebihi dari yang diharapkan.  Memberikan perbedaan merk KFC yang sangat kompetitif dengan berbagai ide dan strategi yang inovatif.  Mengembangkan kesinambungan dalam sumber daya manusia dan proses dengan berfokus sepenuhnya pada pengembangan kompetensi dan kemampuan.  Mempertahankan konsistensi dalam pencapaian prestasi terbaik.