ANALISIS SOSIAL
Disusun oleh :
Nama : Agata Febiola D.E.M.
NIM : H0917002
PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah tentang analisis sosial yang
merupakan tugas untuk melengkapi mata kuliah pendidikan agama katholik di
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk
itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
a. Dosen Pengampu mata kuliah Penddikan Agama Katholik Fakultas
Pertanian UNS.
b. Kakak Co-assisten Pendidikan Agama Katholik yang selalu membantu
dalam pelaksanaan analisis sosial.
c. Orang tua saya, kakak – kakak saya, teman-teman saya, serta semua pihak
yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna dan banyak
kekurangan dalam penyusunan makalah analisis sosial ini. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca dan
penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi pembaca.
Surakarta, 31 Mei 2018
Penulis
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
. Setiap kehidupan masyarakat manusia senantiasa mengalami suatu
perubahan sosial. Perubahan sosial pada kehidupan manusia mempunyai
kepentingan yang tak terbatas. Perubahan akan nampak setelah tatanan dan
kehidupan masyarakat yang lama dapat dibandingkan dengan tatanan dan
kehidupan masyarakat yang baru. Perubahan yang terjadi dapat merupakan
kemajuan atau mungkin justru kemunduran. Kemunduran sendiri nampak
pada ketidakstabilan perekonomian yang berdampak semakin berimbas
pada meningkatnya jumlah rakyat miskin.
Yesus mengajarkan lewat hukum cinta kasih kepada manusia agar
melakukan segala tindakan didasarkan semangat kristiani dan cinta kasih
Allah dalam hidup manusia. Allah ingin menghadirkan kerajaan Allah
dalam dunia ini dengan menjaga relasi manusia dengan-Nya secara konkret
dengan perbuatan moral kita dalam kehidupan sehari-hari dan mencintai
sesame dengan sepenuh hati.
Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa katholik harus mampu
menjadi subjek nyata dan turut ambil bagian dalam tugas ini. Melalui
kegiatan analisis sosial ini, mahasiswa dibimbing untuk mengenali dan
memahami realitata sosial yang terjadi dan turut ambil bagian sebagai
subjek atau pelaku secara langsung bukan sekedar menjadi pengamat.
Sehingga mahasiswa diharapkan dapat memahami, merasakan, dan terlibat
secara langsung dalam berbagai keadaan sosial dan mampu
merefleksikannya secara mendalam dan secara rohani.
2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari kegiatan analisis sosial ini adalah sebagai
berikut :
a. Mengetahui penyebab perubahan sosial yang terjadi di masyarakat
b. Mampu memahami dan ikut peduli dan berbagi dengan suatu tindakan
nyata
c. Memberi tanggapan iman kita secara personal dan sebagai umat Gereja
dalam melihat berbagai permasalahan sosial yang terjadi di zaman
modern ini.
3. Waktu dan Tempat
Kegiatan analisis sosial dilaksanakan pada :
Hari / tanggal : Kamis, 24 Juni 2018
Pukul : 18.00 – 19.00 WIB
Tempat : Pasar Legi Kota Surakarta
B. TINJAUAN PUSTAKA
Ditengah masyarakat pasti akan bermunculan suatu masalah sosial.
Masalah sosial merupakan realitas sosial yang kompleks sehingga sumber
masalahnya juga kompleksmasalah social terjadi karena ada sesuatu yang
“salah” dalam kehidupan sosial. Dengan demikian mendiagnosis masalah
berarti mencari apa dan siapa yang dianggap “salah” dalam realitas kehiduan
sosial tersebut (Soetomo, 2011).
Perubahan sosial dikalangan para sosiolog memiliki pengertian yang
berbeda. Berbedanya pengertian perubahan sosial tersebut sebagai konsekuensi
dari kekaburan yang sering dialami ahli sosial di dalam memberikan penjelasan
tentang ruang lingkup, batasan pengertian dan aspek-aspek, terutama dalam
perubahan sosial. Sebagai upaya menghindari kesulitan tersebut, maka factor
utama paling penting untuk diketahui dan dipahami adalah tentang batasan
dan pengertian dari perubahan sosial itu sendiri.
Analisis sosial merupakan usaha untuk menganalisis sesuatu
keadaan atau masalah sosial secara objektif. Analisis sosial diarahkan untuk
memperoleh gambaran lengkap mengenai situasi sosial dengan menelaah
kaitan-kaitan histories, structural dan konsekuensi masalah. Analisis sosial
akan mempelajari struktur sosial, mendalami fenomena-fenomena sosial,
kaitan-kaitan aspek politik, ekonomi, budaya dan agama. Sehingga akan
diketahui sejauh mana terjadi perubahan sosial, bagaimana institusi sosial yang
menyebabkan masalah-masalah sosial, dan juga dampak sosial yang muncul
akibat masalah sosial (PMII, 2014).
C. METODOLOGI
Pelaksanaan kegiatan analisis sosial pada kuliah Agama Katholik
menggunakan berbagai metode atau teknis sebagai berikut :
1. Metode Wawancara
a. Mahasiswa menempatkan diri bukan sebagai peneliti tetapi bersikap
apa adanya atau sewajarnya
b. Setiap tempat yang dikunjungi dan pertanyaan yang ditanyakan harus
coba dirasakan dan dialami juga.
2. Pengamatan Langsung
Sesuai dengan fakta dan tidak menggunakan asumsi
D. ISI
1. Deskripsi Lokasi
Kegiatan analisis sosial kelompok kami bertempat di Pasar Legi kota
Surakarta. Kami berkesempatan menganalisis tukang becak yang ada di sekitar
Pasar Legi dan mendapatkan narasumber bernama Pak Agus.
Pak Agus ialah seorang tukang becak di kota Solo yang telah berusia
42 tahun. Beliau berasal dari Ngawi dan memiliki tiga orang anak. Ketiga anak
beliau sendiri sedang menempuh pendididikan pada jenjang SMA, SMP, dan
SD. Kehidupan sosial antar tukang becak menurut Pak Agus sendiri sudah baik
dan akrab dengan tidak adanya rebutan penumpang antar becak. Pak Agus
sendiri memiliki banyak pelanggan yang salah satunya di Pasar Klewer yang
setiap hari Senin dan Kamis berlangganan pada Pak Agus untuk mengantarkan
kain batik. Selain sebagai tukang becak, Pak Agus juga memiliki pekerjaan
sampingan sebagai petani di desanya di Ngawi dan bekerja sebagai kuli dalam
proyek untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pak Agus hidup di kota Solo
ini dengan menumpang pada saudaranya. Beliau sendiri menarik becak
miliknya sendiri yang sebelumnya menyewa becak selama 3 tahun.
Menurut Pak Agus pendapatan menarik becak saat ini sudah menurun
karena persaingannya dengan transportasi online yang tarifnya lebih murah.
Biasanya dalam sehari sebelum munculnya transportasi online pendapatan
beliau dapat mencapai Rp50.000,00 ke atas, namun kini pendapatannya saja
susah untuk makan sendiri. Selain itu resiko menarik becak selain
pendapatannya yang menurun yaitu kenakalan remaja yang kerap kali
menganggu kenyamanan tukang becak di jalanan. Pak Agus sendiri tidak
tertarik menjadi sopir transportasi online seperti Gojek karena merasa
persaingannya yang ketat, keuntungannya yang sedikit karena tarif yang sangat
murah dan harga bensin yang cukup mahal, serta biaya kuota internet yang kini
makin mahal. Beliau juga tidak tertarik untuk menjadi pengusaha becak karena
menurutnya ekonomi saat ini sudah susah. Menurut Pak Agus, pemerintah
belum begitu memperhatikan kehidupan tukang becak dengan belum
ditanggapinya demo atas transportasi online. Harapan Pak Agus sendiri hanya
dapat mencukupi kebutuhan keluarganya dengan pekerjaannya saat ini.
2. Pembahasan Permasalahan
Pekerjaan Pak Agus sebagai tukang becak tentu memiliki beberapa
permasalahan seperti semakin maraknya transportasi online yang menyebabkan
penurunan pendapatan beliau, padahal beliau memiliki tiga orang anak yang
semuanya masih memerlukan biaya pendidikan yang kini cukup mahal, selain itu
kenakalan remaja di jalan yang membahayakan para tukang becak dan kondisi
polusi udara di jalan yang membahayakan kondisi kesehatan beliau,
3. Solusi
Solusi untuk permasalahan yang dihadapi adalah seharusnya ada
bantuan dari pemerintah untuk para tukang becak dengan peraturan yang tegas
pembatasan transportasi online dan regulasi tarifnya, sehingga para tukang
becak tidak kalah saing. Beliau juga perlu menjaga keselamatan beliau sendiri
dengan waktu istirahat yang cukup dan penggunaan pelindung tubuh ataupu
masker untuk menjaga kesehatan beliau.
E. TANGGAPAN IMAN
Suisai dari analisis sosial ini saya merefleksikan diri saya. Saya pun
menyadari bahwa di luar sana masih ada orang yang sangat gigih dalam
bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya walau harus berpanas-
panasan mengayuh becaknya di jalanan kota yang penuh resiko dan kini
pendapatannya menurun drastis namun tetap masih bisa mensyukuri rejeki
yang beliau terima dan tidak mengejar kekayaan duniawi. Hal ini menjadi
peringatan untuk diri saya sendiri untuk lebih belajar bersyukur atas rejeki
yang saya terima ini dan harus belajar lebih giat lagi tanpa mengeluh mencapai
cita-cita, mampu menghadapi segala rintangan dengan penuh ketabahan dan
selalu mengutamakan keluarga, serta untuk tidak mengejar kesenangan
duniawi saja.
Dan juga selepas analisis sosial ini menjadikan saya bercermin dan
berpikir ulang tentang sifat saya yang suka sekali, boros suka berbelanja,
jarang bersyukur, dan sering mengeluh akan mengubahnya menjadi akan mulai
berhemat, selalu bersyukur, rajin berdoa dan rajin belajar serta tidak pantang
menyerah.
F. PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan analisis social dapat diambil kesimpulan bahwa :
a. Realita yang ada di masyarakat terjadi karena manusia bekerja untuk
memenuhi kebutuhan mereka.
b. Analisis sosial secara efektif menumbuhkan dan meningkatkan rasa
kebersamaan, kepedulian dan kepekaan terhadap sesama dan
lingkungannya, serta meningkatkan rasa syukur
c. Analisis sosial berpengaruh terhadap iman mahasiswa
2. Saran
Kegiatan analisis sosial ini sebaiknya terus dilanjutkan sebagai salah
satu tugas wajib. Kegiatan analisis sosial ini sangat bermanfaat bagi
mahasiswa karena mampu membuka mata dan hatiya terhadap realita
kehidupan di luar sana yang masih sangat jauh dari kata layak dan mampu
untuk dijadikan refleksi diri menjadi pribadi yang lebih baik.
.
LAMPIRAN

Analisis sosial 2018

  • 1.
    ANALISIS SOSIAL Disusun oleh: Nama : Agata Febiola D.E.M. NIM : H0917002 PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2018
  • 2.
    KATA PENGANTAR Puji syukurkehadirat Tuhan yang telah melimpahkan berkat dan rahmat- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah tentang analisis sosial yang merupakan tugas untuk melengkapi mata kuliah pendidikan agama katholik di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : a. Dosen Pengampu mata kuliah Penddikan Agama Katholik Fakultas Pertanian UNS. b. Kakak Co-assisten Pendidikan Agama Katholik yang selalu membantu dalam pelaksanaan analisis sosial. c. Orang tua saya, kakak – kakak saya, teman-teman saya, serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna dan banyak kekurangan dalam penyusunan makalah analisis sosial ini. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca dan penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.
  • 3.
    Surakarta, 31 Mei2018 Penulis
  • 4.
    A. PENDAHULUAN 1. LatarBelakang . Setiap kehidupan masyarakat manusia senantiasa mengalami suatu perubahan sosial. Perubahan sosial pada kehidupan manusia mempunyai kepentingan yang tak terbatas. Perubahan akan nampak setelah tatanan dan kehidupan masyarakat yang lama dapat dibandingkan dengan tatanan dan kehidupan masyarakat yang baru. Perubahan yang terjadi dapat merupakan kemajuan atau mungkin justru kemunduran. Kemunduran sendiri nampak pada ketidakstabilan perekonomian yang berdampak semakin berimbas pada meningkatnya jumlah rakyat miskin. Yesus mengajarkan lewat hukum cinta kasih kepada manusia agar melakukan segala tindakan didasarkan semangat kristiani dan cinta kasih Allah dalam hidup manusia. Allah ingin menghadirkan kerajaan Allah dalam dunia ini dengan menjaga relasi manusia dengan-Nya secara konkret dengan perbuatan moral kita dalam kehidupan sehari-hari dan mencintai sesame dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa katholik harus mampu menjadi subjek nyata dan turut ambil bagian dalam tugas ini. Melalui kegiatan analisis sosial ini, mahasiswa dibimbing untuk mengenali dan memahami realitata sosial yang terjadi dan turut ambil bagian sebagai subjek atau pelaku secara langsung bukan sekedar menjadi pengamat. Sehingga mahasiswa diharapkan dapat memahami, merasakan, dan terlibat secara langsung dalam berbagai keadaan sosial dan mampu merefleksikannya secara mendalam dan secara rohani. 2. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari kegiatan analisis sosial ini adalah sebagai berikut :
  • 5.
    a. Mengetahui penyebabperubahan sosial yang terjadi di masyarakat b. Mampu memahami dan ikut peduli dan berbagi dengan suatu tindakan nyata
  • 6.
    c. Memberi tanggapaniman kita secara personal dan sebagai umat Gereja dalam melihat berbagai permasalahan sosial yang terjadi di zaman modern ini. 3. Waktu dan Tempat Kegiatan analisis sosial dilaksanakan pada : Hari / tanggal : Kamis, 24 Juni 2018 Pukul : 18.00 – 19.00 WIB Tempat : Pasar Legi Kota Surakarta B. TINJAUAN PUSTAKA Ditengah masyarakat pasti akan bermunculan suatu masalah sosial. Masalah sosial merupakan realitas sosial yang kompleks sehingga sumber masalahnya juga kompleksmasalah social terjadi karena ada sesuatu yang “salah” dalam kehidupan sosial. Dengan demikian mendiagnosis masalah berarti mencari apa dan siapa yang dianggap “salah” dalam realitas kehiduan sosial tersebut (Soetomo, 2011). Perubahan sosial dikalangan para sosiolog memiliki pengertian yang berbeda. Berbedanya pengertian perubahan sosial tersebut sebagai konsekuensi dari kekaburan yang sering dialami ahli sosial di dalam memberikan penjelasan tentang ruang lingkup, batasan pengertian dan aspek-aspek, terutama dalam perubahan sosial. Sebagai upaya menghindari kesulitan tersebut, maka factor
  • 7.
    utama paling pentinguntuk diketahui dan dipahami adalah tentang batasan dan pengertian dari perubahan sosial itu sendiri. Analisis sosial merupakan usaha untuk menganalisis sesuatu keadaan atau masalah sosial secara objektif. Analisis sosial diarahkan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai situasi sosial dengan menelaah kaitan-kaitan histories, structural dan konsekuensi masalah. Analisis sosial akan mempelajari struktur sosial, mendalami fenomena-fenomena sosial, kaitan-kaitan aspek politik, ekonomi, budaya dan agama. Sehingga akan diketahui sejauh mana terjadi perubahan sosial, bagaimana institusi sosial yang menyebabkan masalah-masalah sosial, dan juga dampak sosial yang muncul akibat masalah sosial (PMII, 2014).
  • 8.
    C. METODOLOGI Pelaksanaan kegiatananalisis sosial pada kuliah Agama Katholik menggunakan berbagai metode atau teknis sebagai berikut : 1. Metode Wawancara a. Mahasiswa menempatkan diri bukan sebagai peneliti tetapi bersikap apa adanya atau sewajarnya b. Setiap tempat yang dikunjungi dan pertanyaan yang ditanyakan harus coba dirasakan dan dialami juga. 2. Pengamatan Langsung Sesuai dengan fakta dan tidak menggunakan asumsi D. ISI 1. Deskripsi Lokasi Kegiatan analisis sosial kelompok kami bertempat di Pasar Legi kota Surakarta. Kami berkesempatan menganalisis tukang becak yang ada di sekitar Pasar Legi dan mendapatkan narasumber bernama Pak Agus. Pak Agus ialah seorang tukang becak di kota Solo yang telah berusia 42 tahun. Beliau berasal dari Ngawi dan memiliki tiga orang anak. Ketiga anak beliau sendiri sedang menempuh pendididikan pada jenjang SMA, SMP, dan SD. Kehidupan sosial antar tukang becak menurut Pak Agus sendiri sudah baik dan akrab dengan tidak adanya rebutan penumpang antar becak. Pak Agus sendiri memiliki banyak pelanggan yang salah satunya di Pasar Klewer yang setiap hari Senin dan Kamis berlangganan pada Pak Agus untuk mengantarkan kain batik. Selain sebagai tukang becak, Pak Agus juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani di desanya di Ngawi dan bekerja sebagai kuli dalam proyek untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pak Agus hidup di kota Solo ini dengan menumpang pada saudaranya. Beliau sendiri menarik becak miliknya sendiri yang sebelumnya menyewa becak selama 3 tahun. Menurut Pak Agus pendapatan menarik becak saat ini sudah menurun karena persaingannya dengan transportasi online yang tarifnya lebih murah.
  • 9.
    Biasanya dalam seharisebelum munculnya transportasi online pendapatan beliau dapat mencapai Rp50.000,00 ke atas, namun kini pendapatannya saja susah untuk makan sendiri. Selain itu resiko menarik becak selain pendapatannya yang menurun yaitu kenakalan remaja yang kerap kali menganggu kenyamanan tukang becak di jalanan. Pak Agus sendiri tidak tertarik menjadi sopir transportasi online seperti Gojek karena merasa persaingannya yang ketat, keuntungannya yang sedikit karena tarif yang sangat murah dan harga bensin yang cukup mahal, serta biaya kuota internet yang kini makin mahal. Beliau juga tidak tertarik untuk menjadi pengusaha becak karena menurutnya ekonomi saat ini sudah susah. Menurut Pak Agus, pemerintah belum begitu memperhatikan kehidupan tukang becak dengan belum ditanggapinya demo atas transportasi online. Harapan Pak Agus sendiri hanya dapat mencukupi kebutuhan keluarganya dengan pekerjaannya saat ini. 2. Pembahasan Permasalahan Pekerjaan Pak Agus sebagai tukang becak tentu memiliki beberapa permasalahan seperti semakin maraknya transportasi online yang menyebabkan penurunan pendapatan beliau, padahal beliau memiliki tiga orang anak yang semuanya masih memerlukan biaya pendidikan yang kini cukup mahal, selain itu kenakalan remaja di jalan yang membahayakan para tukang becak dan kondisi polusi udara di jalan yang membahayakan kondisi kesehatan beliau, 3. Solusi Solusi untuk permasalahan yang dihadapi adalah seharusnya ada bantuan dari pemerintah untuk para tukang becak dengan peraturan yang tegas pembatasan transportasi online dan regulasi tarifnya, sehingga para tukang becak tidak kalah saing. Beliau juga perlu menjaga keselamatan beliau sendiri dengan waktu istirahat yang cukup dan penggunaan pelindung tubuh ataupu masker untuk menjaga kesehatan beliau.
  • 10.
    E. TANGGAPAN IMAN Suisaidari analisis sosial ini saya merefleksikan diri saya. Saya pun menyadari bahwa di luar sana masih ada orang yang sangat gigih dalam bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya walau harus berpanas- panasan mengayuh becaknya di jalanan kota yang penuh resiko dan kini pendapatannya menurun drastis namun tetap masih bisa mensyukuri rejeki yang beliau terima dan tidak mengejar kekayaan duniawi. Hal ini menjadi peringatan untuk diri saya sendiri untuk lebih belajar bersyukur atas rejeki yang saya terima ini dan harus belajar lebih giat lagi tanpa mengeluh mencapai cita-cita, mampu menghadapi segala rintangan dengan penuh ketabahan dan selalu mengutamakan keluarga, serta untuk tidak mengejar kesenangan duniawi saja. Dan juga selepas analisis sosial ini menjadikan saya bercermin dan berpikir ulang tentang sifat saya yang suka sekali, boros suka berbelanja, jarang bersyukur, dan sering mengeluh akan mengubahnya menjadi akan mulai berhemat, selalu bersyukur, rajin berdoa dan rajin belajar serta tidak pantang menyerah.
  • 11.
    F. PENUTUP 1. Kesimpulan Berdasarkankegiatan analisis social dapat diambil kesimpulan bahwa : a. Realita yang ada di masyarakat terjadi karena manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. b. Analisis sosial secara efektif menumbuhkan dan meningkatkan rasa kebersamaan, kepedulian dan kepekaan terhadap sesama dan lingkungannya, serta meningkatkan rasa syukur c. Analisis sosial berpengaruh terhadap iman mahasiswa 2. Saran Kegiatan analisis sosial ini sebaiknya terus dilanjutkan sebagai salah satu tugas wajib. Kegiatan analisis sosial ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena mampu membuka mata dan hatiya terhadap realita kehidupan di luar sana yang masih sangat jauh dari kata layak dan mampu untuk dijadikan refleksi diri menjadi pribadi yang lebih baik. .
  • 12.