ANALISIS FAKTOR Nanik Yulianti (082473) Kelas III D NR
PENGERTIAN ANALISIS FAKTOR Menurut Jhonson dan   Wicher (1992) Analisis faktor pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan sejumlah kecil faktor atau komponen utama yang memiliki sifat : Mampu menerangkan semaksimal mungkin keragaman data. Terdapat kebebasan antar faktor. Tiap faktor dapat diinterprestasikan sejelas-jelasnya. Analisis faktor  adalah alat analisis statistik yang dipergunakan untuk mereduksi faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel menjadi beberapa set indikator saja, tanpa kehilangan informasi yang berarti. Analisis faktor digunakan untuk penelitian awal dimana faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel belum diidentifikasikan secara baik.  Analisis faktor bertujuan untuk mereduksi dimensi data dengan cara menyatakan variabel asal sebagai kombinasi linear sejumlah faktor, sehingga faktor tersebut mampu menjelaskan sebesar mungkin keragaman data yang dijelaskan oleh variabel asal.
KONSEP DASAR ANALISIS FAKTOR Teknik yang digunakan adalah Teknik interdepensi, yakni seluruh set hubungan yang interdependen diteliti. Prinsipnya menggunakan korelasi  r = 1 dan r = 0. Dipergunakan dalam hal mengidentifikasi variabel yang berkorelasi dan yang tidak/kecil korelasinya. Analisis Faktor menekankan adanya comunnality yaitu jumlah varian yang disumbangkan oleh suatu variabel pada variabel lainnya. Adanya koefisien nilai faktor ( factor score coefficient ), sehingga faktor 1 menyerap sebagian besar seluruh variabel, faktor 2 menyerab sebagian besar sisa varian setelah diambil untuk faktor 1. Faktor 2 tidak berkorelasi dengan faktor 1.
TEKNIK STATISTIK UNTUK ANALISIS FAKTOR   Bartlett’s test of sphericity : uji statistik untuk menguji hipotesis bahwa variabel tidak saling berkorelasi dalam populasi. Matriks korelasi. Communality :   jumlah varian yang disumbangkan oleh variabel terhadap seluruh variabel lain. Eigenvalue:   jumlah varian yang dijelaskan oleh setiap faktor. Hanya eigenvalue >1 yang dimasukkan dalam model. Scree plot:   plot dari eigenvalue sebagai sumbu vertikal dan banyaknya faktor sebagai sumbu datar; untuk menentukan banyaknya faktor yang bisa ditarik ( factor extraction).
Syarat untuk Membangun  Faktor Analisis   Hubungan antar variabel terobservasi harus linear dan nilai korelasi tidak boleh NOL (artinya harus benar-benar ada hubungannya). Variabel komponen hipotetis yang disebut faktor  ada dua: (a) COMMON FACTORS & (b) UNIQUE FACTORS Common factors selalu dianggap tidak berkorelasi dengan faktor unik. Common factors lebih sedikit daripada variabel asli. Unique factors biasanya dianggap sama dengan jumlah variabelnya .
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI SOSIS 100 65 15 20 14 100 30 50 20 13 100 20 30 50 12 100 20 30 50 11 100 30 50 20 10 100 10 70 20 9 100 20 50 30 8 100 10 10 80 7 100 20 40 40 6 100 25 25 50 5 100 30 30 40 4 100 25 25 50 3 100 10 60 30 2 100 10 70 20 1 total% rasa praktis suka responden
100 35 35 30 30 100 50 25 25 29 100 50 20 30 28 100 25 50 25 27 100 30 10 50 26 100 30 40 30 25 100 10 80 10 24 100 15 15 70 23 100 20 30 50 22 100 25 50 25 21 100 30 40 30 20 100 25 25 50 19 100 20 50 30 18 100 30 30 40 17 100 30 30 40 16 100 25 50 25 15
Factor Analysis
 
 
Output tersebut dapat di interprestasikan pada  componen  1 dan kolom %  of variance  58,947, yang artinya faktor-faktor (dimensi) yang digunakan dalam analisis faktor mampu menjelaskan variansi sebesr 58,947%
 
Suatu faktor mendukung sebuah dvinsi atau variabel jika memiliki nilai komponen lebih besar atau sama dengan 50%.  Dari output tersebut yang menjadi faktor pendukung mengkonsumsi mie instan sebagai berikut : 1. suka dengan nilai component 81,5% 2. rasa dengan nilai component 35,4% Sedangkan praktis bukan merupakan faktor yang mendukung variabel untuk mengkonsumsi mie instan.karena memiliki nilai komponent kurang dari 50%.

Analisis Faktor.Ppt 2

  • 1.
    ANALISIS FAKTOR NanikYulianti (082473) Kelas III D NR
  • 2.
    PENGERTIAN ANALISIS FAKTORMenurut Jhonson dan Wicher (1992) Analisis faktor pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan sejumlah kecil faktor atau komponen utama yang memiliki sifat : Mampu menerangkan semaksimal mungkin keragaman data. Terdapat kebebasan antar faktor. Tiap faktor dapat diinterprestasikan sejelas-jelasnya. Analisis faktor adalah alat analisis statistik yang dipergunakan untuk mereduksi faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel menjadi beberapa set indikator saja, tanpa kehilangan informasi yang berarti. Analisis faktor digunakan untuk penelitian awal dimana faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel belum diidentifikasikan secara baik. Analisis faktor bertujuan untuk mereduksi dimensi data dengan cara menyatakan variabel asal sebagai kombinasi linear sejumlah faktor, sehingga faktor tersebut mampu menjelaskan sebesar mungkin keragaman data yang dijelaskan oleh variabel asal.
  • 3.
    KONSEP DASAR ANALISISFAKTOR Teknik yang digunakan adalah Teknik interdepensi, yakni seluruh set hubungan yang interdependen diteliti. Prinsipnya menggunakan korelasi r = 1 dan r = 0. Dipergunakan dalam hal mengidentifikasi variabel yang berkorelasi dan yang tidak/kecil korelasinya. Analisis Faktor menekankan adanya comunnality yaitu jumlah varian yang disumbangkan oleh suatu variabel pada variabel lainnya. Adanya koefisien nilai faktor ( factor score coefficient ), sehingga faktor 1 menyerap sebagian besar seluruh variabel, faktor 2 menyerab sebagian besar sisa varian setelah diambil untuk faktor 1. Faktor 2 tidak berkorelasi dengan faktor 1.
  • 4.
    TEKNIK STATISTIK UNTUKANALISIS FAKTOR Bartlett’s test of sphericity : uji statistik untuk menguji hipotesis bahwa variabel tidak saling berkorelasi dalam populasi. Matriks korelasi. Communality : jumlah varian yang disumbangkan oleh variabel terhadap seluruh variabel lain. Eigenvalue: jumlah varian yang dijelaskan oleh setiap faktor. Hanya eigenvalue >1 yang dimasukkan dalam model. Scree plot: plot dari eigenvalue sebagai sumbu vertikal dan banyaknya faktor sebagai sumbu datar; untuk menentukan banyaknya faktor yang bisa ditarik ( factor extraction).
  • 5.
    Syarat untuk Membangun Faktor Analisis Hubungan antar variabel terobservasi harus linear dan nilai korelasi tidak boleh NOL (artinya harus benar-benar ada hubungannya). Variabel komponen hipotetis yang disebut faktor ada dua: (a) COMMON FACTORS & (b) UNIQUE FACTORS Common factors selalu dianggap tidak berkorelasi dengan faktor unik. Common factors lebih sedikit daripada variabel asli. Unique factors biasanya dianggap sama dengan jumlah variabelnya .
  • 6.
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHIKONSUMSI SOSIS 100 65 15 20 14 100 30 50 20 13 100 20 30 50 12 100 20 30 50 11 100 30 50 20 10 100 10 70 20 9 100 20 50 30 8 100 10 10 80 7 100 20 40 40 6 100 25 25 50 5 100 30 30 40 4 100 25 25 50 3 100 10 60 30 2 100 10 70 20 1 total% rasa praktis suka responden
  • 7.
    100 35 3530 30 100 50 25 25 29 100 50 20 30 28 100 25 50 25 27 100 30 10 50 26 100 30 40 30 25 100 10 80 10 24 100 15 15 70 23 100 20 30 50 22 100 25 50 25 21 100 30 40 30 20 100 25 25 50 19 100 20 50 30 18 100 30 30 40 17 100 30 30 40 16 100 25 50 25 15
  • 8.
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    Output tersebut dapatdi interprestasikan pada componen 1 dan kolom % of variance 58,947, yang artinya faktor-faktor (dimensi) yang digunakan dalam analisis faktor mampu menjelaskan variansi sebesr 58,947%
  • 12.
  • 13.
    Suatu faktor mendukungsebuah dvinsi atau variabel jika memiliki nilai komponen lebih besar atau sama dengan 50%. Dari output tersebut yang menjadi faktor pendukung mengkonsumsi mie instan sebagai berikut : 1. suka dengan nilai component 81,5% 2. rasa dengan nilai component 35,4% Sedangkan praktis bukan merupakan faktor yang mendukung variabel untuk mengkonsumsi mie instan.karena memiliki nilai komponent kurang dari 50%.