ANALISIS FAKTOR HASFIYATI 082457 III D NR
Menurut Jhonson dan Wicher (1992) Analisis faktor pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan sejumlah kecil faktor atau komponen utama yang memiliki sifat : Mampu menerangkan semaksimal mungkin keragaman data. Terdapat kebebasan antar faktor. Tiap faktor dapat diinterprestasikan sejelas-jelasnya. Analisis faktor  adalah alat analisis statistik yang dipergunakan untuk mereduksi faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel menjadi beberapa set indikator saja, tanpa kehilangan informasi yang berarti. Analisis faktor digunakan untuk penelitian awal dimana faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel belum diidentifikasikan secara baik.  Analisis faktor bertujuan untuk mereduksi dimensi data dengan cara menyatakan variabel asal sebagai kombinasi linear sejumlah faktor, sehingga faktor tersebut mampu menjelaskan sebesar mungkin keragaman data yang dijelaskan oleh variabel asal.
Teknik yang digunakan adalah Teknik interdepensi, yakni seluruh set hubungan yang interdependen diteliti. Prinsipnya menggunakan korelasi  r = 1 dan r = 0. Dipergunakan dalam hal mengidentifikasi variabel yang berkorelasi dan yang tidak/kecil korelasinya. Analisis Faktor menekankan adanya comunnality yaitu jumlah varian yang disumbangkan oleh suatu variabel pada variabel lainnya. Adanya koefisien nilai faktor ( factor score coefficient ), sehingga faktor 1 menyerap sebagian besar seluruh variabel, faktor 2 menyerab sebagian besar sisa varian setelah diambil untuk faktor 1. Faktor 2 tidak berkorelasi dengan faktor 1.
TEKNIK STATISTIK UNTUK ANALISIS FAKTOR   Bartlett’s test of sphericity : uji statistik untuk menguji hipotesis bahwa variabel tidak saling berkorelasi dalam populasi. Matriks korelasi. Communality :   jumlah varian yang disumbangkan oleh variabel terhadap seluruh variabel lain. Eigenvalue:   jumlah varian yang dijelaskan oleh setiap faktor. Hanya eigenvalue >1 yang dimasukkan dalam model. Scree plot:   plot dari eigenvalue sebagai sumbu vertikal dan banyaknya faktor sebagai sumbu datar; untuk menentukan banyaknya faktor yang bisa ditarik ( factor extraction).
Syarat untuk Membangun  Faktor Analisis   Hubungan antar variabel terobservasi harus linear dan nilai korelasi tidak boleh NOL (artinya harus benar-benar ada hubungannya). Variabel komponen hipotetis yang disebut faktor  ada dua: (a) COMMON FACTORS & (b) UNIQUE FACTORS Common factors selalu dianggap tidak berkorelasi dengan faktor unik. Common factors lebih sedikit daripada variabel asli. Unique factors biasanya dianggap sama dengan jumlah variabelnya .
 
 
Factor Analysis
 
 
 
 
 
 

Analisis Faktor

  • 1.
  • 2.
    Menurut Jhonson danWicher (1992) Analisis faktor pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan sejumlah kecil faktor atau komponen utama yang memiliki sifat : Mampu menerangkan semaksimal mungkin keragaman data. Terdapat kebebasan antar faktor. Tiap faktor dapat diinterprestasikan sejelas-jelasnya. Analisis faktor adalah alat analisis statistik yang dipergunakan untuk mereduksi faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel menjadi beberapa set indikator saja, tanpa kehilangan informasi yang berarti. Analisis faktor digunakan untuk penelitian awal dimana faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel belum diidentifikasikan secara baik. Analisis faktor bertujuan untuk mereduksi dimensi data dengan cara menyatakan variabel asal sebagai kombinasi linear sejumlah faktor, sehingga faktor tersebut mampu menjelaskan sebesar mungkin keragaman data yang dijelaskan oleh variabel asal.
  • 3.
    Teknik yang digunakanadalah Teknik interdepensi, yakni seluruh set hubungan yang interdependen diteliti. Prinsipnya menggunakan korelasi r = 1 dan r = 0. Dipergunakan dalam hal mengidentifikasi variabel yang berkorelasi dan yang tidak/kecil korelasinya. Analisis Faktor menekankan adanya comunnality yaitu jumlah varian yang disumbangkan oleh suatu variabel pada variabel lainnya. Adanya koefisien nilai faktor ( factor score coefficient ), sehingga faktor 1 menyerap sebagian besar seluruh variabel, faktor 2 menyerab sebagian besar sisa varian setelah diambil untuk faktor 1. Faktor 2 tidak berkorelasi dengan faktor 1.
  • 4.
    TEKNIK STATISTIK UNTUKANALISIS FAKTOR Bartlett’s test of sphericity : uji statistik untuk menguji hipotesis bahwa variabel tidak saling berkorelasi dalam populasi. Matriks korelasi. Communality : jumlah varian yang disumbangkan oleh variabel terhadap seluruh variabel lain. Eigenvalue: jumlah varian yang dijelaskan oleh setiap faktor. Hanya eigenvalue >1 yang dimasukkan dalam model. Scree plot: plot dari eigenvalue sebagai sumbu vertikal dan banyaknya faktor sebagai sumbu datar; untuk menentukan banyaknya faktor yang bisa ditarik ( factor extraction).
  • 5.
    Syarat untuk Membangun Faktor Analisis Hubungan antar variabel terobservasi harus linear dan nilai korelasi tidak boleh NOL (artinya harus benar-benar ada hubungannya). Variabel komponen hipotetis yang disebut faktor ada dua: (a) COMMON FACTORS & (b) UNIQUE FACTORS Common factors selalu dianggap tidak berkorelasi dengan faktor unik. Common factors lebih sedikit daripada variabel asli. Unique factors biasanya dianggap sama dengan jumlah variabelnya .
  • 6.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.