Kisah Al Farabi 
Oleh Kelompok 4 : 
Ani Anjaswati 
Belani Asanastiti 
Jesicca Putri Diana
BIOGRAFI AL FARABI 
Al-Farabi mempunyai nama lain diantaranya adalah Abu 
Nashr Muhammad Ibn Thorkhan Ibn Al-Uzalagh Al- 
Farabi, dikalangan orang-orang latin abad pertengahan 
Al-Farabi lebih dikenal dengan Abu Nashr . 
Julukan Al-Farabi diambil dari nama kota Farab. Beliau 
dilahirkan di desa Wasij di Distrik Farab pada tahun 257 
H (870M). 
Ayahnya seorang jendral berkebangsaan persia dan 
ibunya berkebangsaan turki.
PENDIDIKAN AL FARABI 
Pendidikan dasarnya ditempuh di Farab, yang penduduknya bermazhab Syafii. 
Lalu berhijrah dari ke kota Bagdad pada tahun 922 M yang pada waktu itu 
disebut kota Ilmu pengetahuan. Beliau belajar disana kurang lebih 10 tahun. Di 
Baghdad, Beliau berguru kepada Ibnu Suraj untuk belajar tata bahasa Arab 
dan Abu Bisyr Mattius Ibn Yunus untuk belajar filsafat dan logika. 
Beliau juga belajar kepada seorang Kristen Nestorian, tokoh filsafat aliran 
Alexandria yang banyak menterjemahkan filsafat Yunani, yaitu Yuhana Ibn 
Hailan yang sekaligus mengajak Al Farabi pergi ke Konstantinopel dan tinggal 
di sana selama 8 tahun guna mendalami filsafat. 
Beliau sangat menguasai semua cabang filsafat, logika, fisika, ketuhanan, ilmu 
alam, kedokteran, kimia, ilmu perkotaan, ilmu lingkungan, fiqih, ilmu militer, 
dan musik.
POKOK-POKOK PEMIKIRAN AL FARABI 
a. Filsafat Al Farabi 
Al Farabi mendefinisikan filsafat Al Ilmu 
Bilmaujudaat Bima Hiya Al Maujudaat, yang berarti 
suatu ilmu yang menyelidiki hakikat sebenarnya dari 
segala yang ada ini. 
b. Filsafat Politik Al Farabi 
Al Farabi berpendapat bahwa ilmu politik adalah 
ilmu yang meneliti berbagai bentuk tindakan, cara, 
hidup, watak, disposisi positif, dan akhlak.
c. Definisi dan Esensi Jiwa 
Al Farabi mendefinisikan jiwa sebagaimana 
definisi Aristoteles, yaitu “kesempurnaan awal 
bagi fisik yang bersifat alamiah, mekanistik, dan 
memiliki kehidupan yang energik” 
d.Filsafat Metafisika Al Farabi 
Pembicaraan metafisika ini berkisar pada 
masalah Tuhan, wujud-Nya, atau kehendak-Nya.
Teori hasil dari pemikiran filsafat 
metafisika Al Farabi 
1. Ilmu Ketuhanan 
2. Wujud 
3. Sifat-Sifat Tuhan 
4. Filsafat Kenabian Al Farabi 
5. Pola Pikir Tasawuf Al Farabi 
6. Teori Kebahagiaan 
7. Logika 
8. Teori Pengetahuan 
9. Teori Akal 
10. Teori Sepuluh Kecerdasan
KARYA-KARYA AL FARABI 
• Risalah Shudira Biha al Kitab 
• Risalah fi Jawab Masa’il Su’ila ‘Anha 
• Syarh Kitab al Sama’ al Tabi’I li Aristutalis 
• Syarh Kitab al Sama’ wa al ‘Alam li Aristutalis 
• Al-Jami’u Baina Ra’yai Hakimain Afalatoni Al Hahiy wa Aristho-thails 
• Tahsilu as Sa’adah 
• Fushus al Hikam 
• Fususu al Taram 
• Kitab fi al Wahid wa al Wahdah 
• As Syiyasyah 
• Kitab al Millat al Fadlilah 
• Ihsho’u Al Ulum 
• Arroo’u Ahl al-Madinah Al-Fadilah 
• Al-Siyasah al-Madaniyah
Terimakasih

Al Farabi

  • 1.
    Kisah Al Farabi Oleh Kelompok 4 : Ani Anjaswati Belani Asanastiti Jesicca Putri Diana
  • 2.
    BIOGRAFI AL FARABI Al-Farabi mempunyai nama lain diantaranya adalah Abu Nashr Muhammad Ibn Thorkhan Ibn Al-Uzalagh Al- Farabi, dikalangan orang-orang latin abad pertengahan Al-Farabi lebih dikenal dengan Abu Nashr . Julukan Al-Farabi diambil dari nama kota Farab. Beliau dilahirkan di desa Wasij di Distrik Farab pada tahun 257 H (870M). Ayahnya seorang jendral berkebangsaan persia dan ibunya berkebangsaan turki.
  • 3.
    PENDIDIKAN AL FARABI Pendidikan dasarnya ditempuh di Farab, yang penduduknya bermazhab Syafii. Lalu berhijrah dari ke kota Bagdad pada tahun 922 M yang pada waktu itu disebut kota Ilmu pengetahuan. Beliau belajar disana kurang lebih 10 tahun. Di Baghdad, Beliau berguru kepada Ibnu Suraj untuk belajar tata bahasa Arab dan Abu Bisyr Mattius Ibn Yunus untuk belajar filsafat dan logika. Beliau juga belajar kepada seorang Kristen Nestorian, tokoh filsafat aliran Alexandria yang banyak menterjemahkan filsafat Yunani, yaitu Yuhana Ibn Hailan yang sekaligus mengajak Al Farabi pergi ke Konstantinopel dan tinggal di sana selama 8 tahun guna mendalami filsafat. Beliau sangat menguasai semua cabang filsafat, logika, fisika, ketuhanan, ilmu alam, kedokteran, kimia, ilmu perkotaan, ilmu lingkungan, fiqih, ilmu militer, dan musik.
  • 4.
    POKOK-POKOK PEMIKIRAN ALFARABI a. Filsafat Al Farabi Al Farabi mendefinisikan filsafat Al Ilmu Bilmaujudaat Bima Hiya Al Maujudaat, yang berarti suatu ilmu yang menyelidiki hakikat sebenarnya dari segala yang ada ini. b. Filsafat Politik Al Farabi Al Farabi berpendapat bahwa ilmu politik adalah ilmu yang meneliti berbagai bentuk tindakan, cara, hidup, watak, disposisi positif, dan akhlak.
  • 5.
    c. Definisi danEsensi Jiwa Al Farabi mendefinisikan jiwa sebagaimana definisi Aristoteles, yaitu “kesempurnaan awal bagi fisik yang bersifat alamiah, mekanistik, dan memiliki kehidupan yang energik” d.Filsafat Metafisika Al Farabi Pembicaraan metafisika ini berkisar pada masalah Tuhan, wujud-Nya, atau kehendak-Nya.
  • 6.
    Teori hasil daripemikiran filsafat metafisika Al Farabi 1. Ilmu Ketuhanan 2. Wujud 3. Sifat-Sifat Tuhan 4. Filsafat Kenabian Al Farabi 5. Pola Pikir Tasawuf Al Farabi 6. Teori Kebahagiaan 7. Logika 8. Teori Pengetahuan 9. Teori Akal 10. Teori Sepuluh Kecerdasan
  • 7.
    KARYA-KARYA AL FARABI • Risalah Shudira Biha al Kitab • Risalah fi Jawab Masa’il Su’ila ‘Anha • Syarh Kitab al Sama’ al Tabi’I li Aristutalis • Syarh Kitab al Sama’ wa al ‘Alam li Aristutalis • Al-Jami’u Baina Ra’yai Hakimain Afalatoni Al Hahiy wa Aristho-thails • Tahsilu as Sa’adah • Fushus al Hikam • Fususu al Taram • Kitab fi al Wahid wa al Wahdah • As Syiyasyah • Kitab al Millat al Fadlilah • Ihsho’u Al Ulum • Arroo’u Ahl al-Madinah Al-Fadilah • Al-Siyasah al-Madaniyah
  • 8.