ABG
(Arterial Blood Gas)
-------------------------------------------------------
BGA
(Blood Gas Analysis)
-------------------------------------------------------
AGD
(Analisa Gas Darah)
Dipresentasikan oleh:
Vera Dewanto
Pembimbing:
dr. Margono Gatot S, Sp.JP(K)
dr. Luhur Pribadi, Sp.JP
dr. Anindhita Muthmaina, Sp.JP
Interpretasi ?
pH normal = 7.36 – 7.44
Fungsi dan jaringan tubuh akan berjalan optimal pada pH antara
7.10 – 7.6
ASAM
Substansi yang dapat
memberikan
ion hydrogen (H+)
HCl  H+ dan Cl-
BASA
Substansi yang dapat
menerima
ion hydrogen (H+)
HCO3- dan H+  H2CO3
H+ = pH
pengukuran aktivitas H+
Perubahan kondisi tubuh
menyebabkan imbalans asam basa
Perubahan fisiologis
tubuh
KOMPENSASI
2.
Respiratory
compensation
perubahan pH
menuju normal
1.
Chemical buffering
3.
Renal compensation
1.
Chemical
buffering
Buffers = agent yang
meminimalisir
kemampuan asam dan
basa dalam merubah pH
Respon kompensasi
paling cepat terhadap
perubahan kadar H+ di
dalam tubuh
Extracellular buffers:
bicarcobate (HCO3),
hemoglobin (Hb), protein
tertentu, dan fosfat
Intracellular buffers :
masuknya H+ ke dalam
sel dalam proses
pertukaran Na dan K
2.
Respiratory
compensation
Merupakan lini kedua dalam
tubuh untuk
mempertahankan asam basa
Mengubah jumlah gas CO2 di
dalam tubuh
PCO2  tekanan yang
dihasilkan oleh gas CO2 yang
terlarut di dalam darah
Perubahan kecepatan dan
kedalaman pernafasan dapat
digunakan untuk
menyesuaikan pH di dalam
darah
Waktu kompensasi maksimal:
12 - 24 jam
3.
Renal
compensation
Ginjal merupakan sistem
buffer terakhir
Mempengaruhi pH darah
dengan reabsorpsi HCO3
 ekskresi kelebihan H+ di
urin dan membuat HCO3
baru melalui sekresi asam
Bikarbonat = basa 
merefleksikan proses
metabolic yg hanya
dipengaruhi oleh ginjal
Waktu kompensasi
maksimal: 5-7 hari
Nilai Normal AGD
Pemeriksaan AGD
DARAH ARTERI
- Merepresentasikan
campuran darah dari
berbagai bagian tubuh
- Merepresentasikan
kemampuan paru untuk
mengoksigenasi darah
- Oksigenasi normal pada
darah arteri
mengkonfirmasi fungsi
paru yang normal
DARAHVENA
- Darah vena di ekstremitas
hanya menggambarkan
informasi dari ekstremitas
saja
- Menggambarkan
oksigenasi jaringan namun
tidak dapat menentukan
kontribusi jantung vs paru
- Konsentrasi oksigen yang
rendah apat
mengindikasikan bahwa
jantung, paru, atau
keduanya mengalami
kegagalan fungsi
DARAH ARTERI
- Merepresentasikan
campuran darah dari
berbagai bagian tubuh
- Merepresentasikan
kemampuan paru untuk
mengoksigenasi darah
- Oksigenasi normal pada
darah arteri
mengkonfirmasi fungsi
paru yang normal
Pemeriksaan AGD
DARAH ARTERI
- Merepresentasikan
campuran darah dari
berbagai bagian tubuh
- Merepresentasikan
kemampuan paru untuk
mengoksigenasi darah
- Oksigenasi normal pada
darah arteri
mengkonfirmasi fungsi
paru yang normal
DARAHVENA
- Darah vena di ekstremitas
hanya menggambarkan
informasi dari ekstremitas
saja
- Menggambarkan
oksigenasi jaringan namun
tidak dapat menentukan
kontribusi jantung vs paru
- Konsentrasi oksigen yang
rendah apat
mengindikasikan bahwa
jantung, paru, atau
keduanya mengalami
kegagalan fungsi
DARAH ARTERI
- Merepresentasikan
campuran darah dari
berbagai bagian tubuh
- Merepresentasikan
kemampuan paru untuk
mengoksigenasi darah
- Oksigenasi normal pada
darah arteri
mengkonfirmasi fungsi
paru yang normal
Langkah interpretasi AGD
1.
Evaluasi pH
 pH normal dapat menunjukkan
 - normal gas darah, atau
 - merupakan kompensasi sempurna
dari suatu kelainan gas darah, di
mana PCO2 dan HCO3 berada di luar
range normal
2.
Identifikasi
proses primer:
respiratorik
atau
metabolik
2.
Identifikasi
proses primer:
respiratorik
atau
metabolik
2.
Identifikasi
proses primer:
respiratorik
atau
metabolik
 Terdapat situasi di mana kedua kelainan primer
terjadi bersamaan  bila PCO2 < 35 mmHg
dan HCO3 > 26 mEq/L  primary alkalosis
respiratorik dan metabolic terjadi bersamaan
 mixed
 Begitu pula asidosis metabolic dapat terjadi
bersamaan dengan asidosis respiratorik bila
HCO3 < 22mEq/L dan PCO2 > 45 mmHg
3.
Hitung
AnionGap
 Anion gap dihitung dengan mengurangi jumlah dari
anion serum (HCO3- dan Cl-) dengan jumlah kation
(Na+) : AG = Na – (HCO3 + Cl)
 Tiap 1 mEq/L kenaikan AG diikuti dengan penurunan 1
mEq/L dari HCO3.
 Ketika AG > 14 mEq/L  indikasi terjadinya asidosis
metabolik. Namun nilai AG tidak memiliki batas,
normalAG tidak mengekslusi kemungkinan akumulasi
dari anion yang tidak terukur.
 Saat AG > 25 mEg/L  pasti terjadi asidosis
metabolik
4.
Memastikan
derajat
kompensasi
 Tubuh manusia memiliki mekanisme kompensasi untuk
mengembalikan pH abnormal menjadi normal.
 Saat kompensasi, komponen yangTIDAKTERLIBAT dalam
kelainan primer menyesuaikan diri sebagai usaha untuk
memperbaiki pH.
5.
Mengecek
hubungan 1:1
dari substansi
asam basa
 Kation dan anion dalam serum harus setara
 Jika terjadi diskrepansi  terdapat proses yang tidak
normal dan dapat digunakan untuk mendeteksi
kelainan asam basa
 Contoh : adanya peningkatan anion gap pada asidosis
metabolic  konsentrasi bikarbonat akan turun
sebesar 1 mEq/L tiap 1 pon peningkatan AG
 Ketika konsentrasi bikarbonat turun lebih dari
peningkatan AG, berarti terjadi pula alkalosis
metabolik
Alkalosis
metabolik
Asidosis
metabolik
Alkalosis
respiratorik
Asidosis
respiratorik
Kasus 1
• Pria, 61 th
• Datang ke UGD dengan sesak nafas 3 hari,
memberat hari ini
• Px fisik:
• TD 159/89 mmHg, N 133 kpm, R 27 kpm,
S 370C, Spo2 95%
• Rales dan wheezing kedua lapang paru
• RPD: Asthma Ur 141
Creat 2.28
Na 133
K 3.56
Cl 100
 pH 7.46
 pCO2 19
 pO2 152
 HCO3 14
 Na 133
 K 3.56
 Cl 100
pH
HCO3 pCO2
Pembahasan
Pembahasan
• Anion Gap : Na – (HCO3 + Cl) = 133-(14+100) = 19 (high anion
gap)
• Derajat kompensasi:
• PCO2 normal dianggap 40
• HCO3 normal dianggap 25
• Penurunan HCO3 : 25-14 = 11
• Kompensasi pCO2 (seharusnya) : 11*1.3 =14.3
• pCO2 (compensated) : 40-14.3 = 25.7
Terdapat selisih pCO2 (dari seharusnya): 25.7- 19 = 6.7
Terdapat kondisi alkalosis respiratorik
 pH 7.46
 pCO2 19
 pO2 152
 HCO3 14
 Na 133
 K 3.56
 Cl 100
• Kemungkinan penyebab
Pembahasan
Kasus 2
Deskripsi Kasus
• Perempuan, 60 th
• CKD, EPA DM
• TD 200/100 mmHg
• Rales ½ lapang paru
• GDS 422
Lab
• pH 7.157
• pCO2 58.9
• pO2 60.7
• HCO3 21.3
• Na 146
• K 3.5
• Cl 104
Pembahasan
 pH 7.157
 pCO2 58.9
 pO2 60.7
 HCO3 21.3
 Na 146
 K 3.5
 Cl 104
pH
HCO3
pCO2
Pembahasan
• Anion Gap : Na – (HCO3 + Cl) = 146-(21.3+104) = 20.7 (high
anion gap)  penurunan HCO3 20.7
• Derajat kompensasi:
• PCO2 normal dianggap 40
• HCO3 normal dianggap 25
• Kompensasi:
• Akut: 10 mmHg ↑ pCO2, HCO3 ↑1 mEq/L
• Kronis: 10 mmHg ↑ pCO2, HCO3 ↑ 4 mEq/L
• Peningkatan pCO2 = 58.9-40 = 18.9
• Kompensasi HCO3
• Akut: 18.9*1 = 18.9  HCO3 (compensated): 25+18.9= 43.9
• Kronis: 18.9*4 = 75.6  HCO3 (compensated): 25+75.6= 100.6
 pH 7.157
 pCO2 58.9
 pO2 60.7
 HCO3 21.3
 Na 146
 K 3.5
 Cl 104
• Kemungkinan penyebab
Pembahasan
Kasus 3
Deskripsi Kasus
• Laki-laki, 40 tahun, keluhan sesak
nafas dirasakan sudah 6 bulan
• Riw. Penyakit sebelumnya
disangkal
• Pasien tampak tenang, CM
• TD 145/78
• SpO2 92% on Binasal 3 lpm
• BB 110 kg,TB 168 cm
Lab
• pH 7.2
• pCO2 55
• pO2 80
• HCO3 60
• Na 145
• K 4.3
• Cl 99
Pembahasan Kasus
 pH 7.2
 pCO2 55
 pO2 80
 HCO3 60
 Na 145
 K 4.3
 Cl 99
pH
HCO3
pCO2
Pembahasan
• Anion Gap : Na – (HCO3 + Cl) = 143-(60+99) = -16 (high anion
gap?) – tidak perlu dikerjakan pada asidosis respiratorik
• Derajat kompensasi:
• PCO2 normal dianggap 40
• HCO3 normal dianggap 25
• Kompensasi:
• Akut: 10 mmHg ↑ pCO2, HCO3 ↑1 mEq/L
• Kronis: 10 mmHg ↑ pCO2, HCO3 ↑ 4 mEq/L
• Peningkatan pCO2 : 55-40 = 15
• Kompensasi HCO3
• Akut: 15*1 = 15 → HCO3 (compensated): 25+15 = 40
• Kronis: 15*4 = 60  HCO3 (compensated 85)
 pH 7.2
 pCO2 55
 pO2 80
 HCO3 60
 Na 145
 K 4.3
 Cl 99
Pembahasan
• Kemungkinan penyebab
Pickwickian Syndrome
Laboratory test:
GOOD servant but BAD master
MATUR NUWUN

AGD Vera Hardjolukito.pdf

  • 1.
    ABG (Arterial Blood Gas) ------------------------------------------------------- BGA (BloodGas Analysis) ------------------------------------------------------- AGD (Analisa Gas Darah)
  • 2.
    Dipresentasikan oleh: Vera Dewanto Pembimbing: dr.Margono Gatot S, Sp.JP(K) dr. Luhur Pribadi, Sp.JP dr. Anindhita Muthmaina, Sp.JP
  • 3.
  • 4.
    pH normal =7.36 – 7.44 Fungsi dan jaringan tubuh akan berjalan optimal pada pH antara 7.10 – 7.6 ASAM Substansi yang dapat memberikan ion hydrogen (H+) HCl  H+ dan Cl- BASA Substansi yang dapat menerima ion hydrogen (H+) HCO3- dan H+  H2CO3 H+ = pH pengukuran aktivitas H+
  • 5.
    Perubahan kondisi tubuh menyebabkanimbalans asam basa Perubahan fisiologis tubuh KOMPENSASI 2. Respiratory compensation perubahan pH menuju normal 1. Chemical buffering 3. Renal compensation
  • 6.
    1. Chemical buffering Buffers = agentyang meminimalisir kemampuan asam dan basa dalam merubah pH Respon kompensasi paling cepat terhadap perubahan kadar H+ di dalam tubuh Extracellular buffers: bicarcobate (HCO3), hemoglobin (Hb), protein tertentu, dan fosfat Intracellular buffers : masuknya H+ ke dalam sel dalam proses pertukaran Na dan K
  • 7.
    2. Respiratory compensation Merupakan lini keduadalam tubuh untuk mempertahankan asam basa Mengubah jumlah gas CO2 di dalam tubuh PCO2  tekanan yang dihasilkan oleh gas CO2 yang terlarut di dalam darah Perubahan kecepatan dan kedalaman pernafasan dapat digunakan untuk menyesuaikan pH di dalam darah Waktu kompensasi maksimal: 12 - 24 jam
  • 8.
    3. Renal compensation Ginjal merupakan sistem bufferterakhir Mempengaruhi pH darah dengan reabsorpsi HCO3  ekskresi kelebihan H+ di urin dan membuat HCO3 baru melalui sekresi asam Bikarbonat = basa  merefleksikan proses metabolic yg hanya dipengaruhi oleh ginjal Waktu kompensasi maksimal: 5-7 hari
  • 9.
  • 10.
    Pemeriksaan AGD DARAH ARTERI -Merepresentasikan campuran darah dari berbagai bagian tubuh - Merepresentasikan kemampuan paru untuk mengoksigenasi darah - Oksigenasi normal pada darah arteri mengkonfirmasi fungsi paru yang normal DARAHVENA - Darah vena di ekstremitas hanya menggambarkan informasi dari ekstremitas saja - Menggambarkan oksigenasi jaringan namun tidak dapat menentukan kontribusi jantung vs paru - Konsentrasi oksigen yang rendah apat mengindikasikan bahwa jantung, paru, atau keduanya mengalami kegagalan fungsi DARAH ARTERI - Merepresentasikan campuran darah dari berbagai bagian tubuh - Merepresentasikan kemampuan paru untuk mengoksigenasi darah - Oksigenasi normal pada darah arteri mengkonfirmasi fungsi paru yang normal
  • 11.
    Pemeriksaan AGD DARAH ARTERI -Merepresentasikan campuran darah dari berbagai bagian tubuh - Merepresentasikan kemampuan paru untuk mengoksigenasi darah - Oksigenasi normal pada darah arteri mengkonfirmasi fungsi paru yang normal DARAHVENA - Darah vena di ekstremitas hanya menggambarkan informasi dari ekstremitas saja - Menggambarkan oksigenasi jaringan namun tidak dapat menentukan kontribusi jantung vs paru - Konsentrasi oksigen yang rendah apat mengindikasikan bahwa jantung, paru, atau keduanya mengalami kegagalan fungsi DARAH ARTERI - Merepresentasikan campuran darah dari berbagai bagian tubuh - Merepresentasikan kemampuan paru untuk mengoksigenasi darah - Oksigenasi normal pada darah arteri mengkonfirmasi fungsi paru yang normal
  • 12.
  • 13.
    1. Evaluasi pH  pHnormal dapat menunjukkan  - normal gas darah, atau  - merupakan kompensasi sempurna dari suatu kelainan gas darah, di mana PCO2 dan HCO3 berada di luar range normal
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    2. Identifikasi proses primer: respiratorik atau metabolik  Terdapatsituasi di mana kedua kelainan primer terjadi bersamaan  bila PCO2 < 35 mmHg dan HCO3 > 26 mEq/L  primary alkalosis respiratorik dan metabolic terjadi bersamaan  mixed  Begitu pula asidosis metabolic dapat terjadi bersamaan dengan asidosis respiratorik bila HCO3 < 22mEq/L dan PCO2 > 45 mmHg
  • 17.
    3. Hitung AnionGap  Anion gapdihitung dengan mengurangi jumlah dari anion serum (HCO3- dan Cl-) dengan jumlah kation (Na+) : AG = Na – (HCO3 + Cl)  Tiap 1 mEq/L kenaikan AG diikuti dengan penurunan 1 mEq/L dari HCO3.  Ketika AG > 14 mEq/L  indikasi terjadinya asidosis metabolik. Namun nilai AG tidak memiliki batas, normalAG tidak mengekslusi kemungkinan akumulasi dari anion yang tidak terukur.  Saat AG > 25 mEg/L  pasti terjadi asidosis metabolik
  • 18.
    4. Memastikan derajat kompensasi  Tubuh manusiamemiliki mekanisme kompensasi untuk mengembalikan pH abnormal menjadi normal.  Saat kompensasi, komponen yangTIDAKTERLIBAT dalam kelainan primer menyesuaikan diri sebagai usaha untuk memperbaiki pH.
  • 20.
    5. Mengecek hubungan 1:1 dari substansi asambasa  Kation dan anion dalam serum harus setara  Jika terjadi diskrepansi  terdapat proses yang tidak normal dan dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan asam basa  Contoh : adanya peningkatan anion gap pada asidosis metabolic  konsentrasi bikarbonat akan turun sebesar 1 mEq/L tiap 1 pon peningkatan AG  Ketika konsentrasi bikarbonat turun lebih dari peningkatan AG, berarti terjadi pula alkalosis metabolik
  • 21.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 26.
    Kasus 1 • Pria,61 th • Datang ke UGD dengan sesak nafas 3 hari, memberat hari ini • Px fisik: • TD 159/89 mmHg, N 133 kpm, R 27 kpm, S 370C, Spo2 95% • Rales dan wheezing kedua lapang paru • RPD: Asthma Ur 141 Creat 2.28 Na 133 K 3.56 Cl 100
  • 27.
     pH 7.46 pCO2 19  pO2 152  HCO3 14  Na 133  K 3.56  Cl 100 pH HCO3 pCO2 Pembahasan
  • 28.
    Pembahasan • Anion Gap: Na – (HCO3 + Cl) = 133-(14+100) = 19 (high anion gap) • Derajat kompensasi: • PCO2 normal dianggap 40 • HCO3 normal dianggap 25 • Penurunan HCO3 : 25-14 = 11 • Kompensasi pCO2 (seharusnya) : 11*1.3 =14.3 • pCO2 (compensated) : 40-14.3 = 25.7 Terdapat selisih pCO2 (dari seharusnya): 25.7- 19 = 6.7 Terdapat kondisi alkalosis respiratorik  pH 7.46  pCO2 19  pO2 152  HCO3 14  Na 133  K 3.56  Cl 100
  • 29.
  • 30.
    Kasus 2 Deskripsi Kasus •Perempuan, 60 th • CKD, EPA DM • TD 200/100 mmHg • Rales ½ lapang paru • GDS 422 Lab • pH 7.157 • pCO2 58.9 • pO2 60.7 • HCO3 21.3 • Na 146 • K 3.5 • Cl 104
  • 31.
    Pembahasan  pH 7.157 pCO2 58.9  pO2 60.7  HCO3 21.3  Na 146  K 3.5  Cl 104 pH HCO3 pCO2
  • 32.
    Pembahasan • Anion Gap: Na – (HCO3 + Cl) = 146-(21.3+104) = 20.7 (high anion gap)  penurunan HCO3 20.7 • Derajat kompensasi: • PCO2 normal dianggap 40 • HCO3 normal dianggap 25 • Kompensasi: • Akut: 10 mmHg ↑ pCO2, HCO3 ↑1 mEq/L • Kronis: 10 mmHg ↑ pCO2, HCO3 ↑ 4 mEq/L • Peningkatan pCO2 = 58.9-40 = 18.9 • Kompensasi HCO3 • Akut: 18.9*1 = 18.9  HCO3 (compensated): 25+18.9= 43.9 • Kronis: 18.9*4 = 75.6  HCO3 (compensated): 25+75.6= 100.6  pH 7.157  pCO2 58.9  pO2 60.7  HCO3 21.3  Na 146  K 3.5  Cl 104
  • 33.
  • 34.
    Kasus 3 Deskripsi Kasus •Laki-laki, 40 tahun, keluhan sesak nafas dirasakan sudah 6 bulan • Riw. Penyakit sebelumnya disangkal • Pasien tampak tenang, CM • TD 145/78 • SpO2 92% on Binasal 3 lpm • BB 110 kg,TB 168 cm Lab • pH 7.2 • pCO2 55 • pO2 80 • HCO3 60 • Na 145 • K 4.3 • Cl 99
  • 35.
    Pembahasan Kasus  pH7.2  pCO2 55  pO2 80  HCO3 60  Na 145  K 4.3  Cl 99 pH HCO3 pCO2
  • 36.
    Pembahasan • Anion Gap: Na – (HCO3 + Cl) = 143-(60+99) = -16 (high anion gap?) – tidak perlu dikerjakan pada asidosis respiratorik • Derajat kompensasi: • PCO2 normal dianggap 40 • HCO3 normal dianggap 25 • Kompensasi: • Akut: 10 mmHg ↑ pCO2, HCO3 ↑1 mEq/L • Kronis: 10 mmHg ↑ pCO2, HCO3 ↑ 4 mEq/L • Peningkatan pCO2 : 55-40 = 15 • Kompensasi HCO3 • Akut: 15*1 = 15 → HCO3 (compensated): 25+15 = 40 • Kronis: 15*4 = 60  HCO3 (compensated 85)  pH 7.2  pCO2 55  pO2 80  HCO3 60  Na 145  K 4.3  Cl 99
  • 37.
  • 38.
  • 39.