Judul  : KURIKULUM UNTUK  ABAD   KE 21 Pengarang : Prof. Dr. H. Sudardja  Adiwikarta M.A Penerbit : PT. Gramedia  Widiasarana Tahun Terbit : 1994 Jumlah Ha l : 396 Halaman
 
Kurikulum humanistik Kurikulum rekonstruksi sosial Kurikulum akademik Kurikulum vocational Kurikulum keagamaan dan campuran
Masing-masing kelompok kurikulum yang dikategorikan berdasarkan tujuan ini mempunyai isi dan proses belajar masing-masing yang berbeda penekanannya satu sama lain. Dari segi tujuan yang yang ingin dicapai, pendidikan dasar menengah dan pendidikan tinggi di Indonesia menggunakan kurikulum akademik dengan titipan muatan vocational dan adaptasi sosial.
Hasil penelitian yang dilakukan engkoswara dan kawan-kawan dengan judul “Kecenderungan Kehidupan di Indonesia Sekitar 25 Tahun Pembangunan Jangka Panjang Kedua  (1993-2018) dan Implikasinya Terhadap Kualitas Manusia Dan Pendidikan” diantaranya menghasilkan temuan-temuan  :
Kehidupan di Indonesia akan semakin baik, dinamik dan cerah tetapi semakin sulit, rumit dan penuh tantangan dan kendala Menuntut pendidikan yang lebih relevan Titik berat struktur ekonomi pada bidang industri yang didukung oleh bidang pertanian Hidup dilandasi nilai-nilai luhur pancasila yang masih memerlukan penjabaran kedalam kehidupan sehari hari
Menuntut kualitas manusia yang lebih baik dan memiliki kebudayaan utama sebagai sumber ketahanan nasional, memiliki budaya jiwa baik atas dasar minat, kemampuan, keahlian atau profesi dan memiliki seni hidup sesuai dengan keadaan perorangan. Keterpaduan yang harmonis antara ketiga komponen itulah yang menampilkan struktur kepribadian pancasila. Pendidikan cenderung semakin berperan.
Kurikulum formal yang berlaku sekarang meliputi: Tujuan pendidikan berikut kualifikasinya Jangkauan dan isi ilmu pengetahuan dan teknologi Strategi pengajaran dan kegiatannya Cara penilaian keberhasilan pendidikan
Berdasarkan pendapat para pakar pendidikan pendidikan global di masa depan ialah kependidikan universal, kurikulumnya hanya meliputi materi pengajaran berikut kualifikasi yang diperuntukannya atau yang sekarang dikenal dengan sebutan struktur kurikulum. Hal ini cukup realistik karena proses belajar mengajar berikut evaluasinya langsung akan dikelola dan diolah oleh mesin pendidik : “Computer Based Education and Training System (CBETS), sedangkan manusia pendidik hanya berfungsi sebagai manager dari sejumlah mesin pendidik untuk seluruh mata pelajaran yang terdapat pada lembaga pendidikan tersebut.
Untuk mengantisipasi dan mengadaptasi perkembangan dunia modern saat ini menjelang memasuki abad ke 21 yang diwarnai dengan kepesatan perkembangan IPTEK khususnya teknologi komunikasi dan informasi serta kecenderungan globalisasi, kunci utamanya adalah peningkatan kualitas SDM.
Perbaikan kurikulum sekolah menengah perlu dilakukan untuk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi. Faktor kualitas dan relevansi, baik relevansi internal maupun eksternal merupakan dasar-dasar pertimbangan utama dalam melakukan perbaikan kurikulum sekolah menengah umum. Perbaikan kurikulum sekolah menengah umum mencakup bentuk kurikulum itu sendiri, tujuan, isi dan struktur programnya. Kesesuaian kurikulum sekolah menengah umum dengan kebutuhan untuk belajar diperguruan tinggi bukan hanya tercermin dalam kurikulum potensial, tetapi juga dalam implementasinya (kurikulum actual).
Adanya lembaga yang bersifat nasional untuk melakukan penilaian terhadap kurikulum dan sarana pendidikan bukan saja berdasarkan adanya ketetapan dalam undang-undang. Lebih Dari itu keberadaan lembaga semacam itu akan sangat membantu dalam  upaya  : Pendidikan di Indonesia menemukan arahnya,  Memperbaiki berbagai aspek kurikulum dalam bentuk dan arah yang lebih jelas dan  Membantu mengembangkan, mempertahankan dan meningkatkan mutu berdasarkan standar yang ditentukan
Atas dasar pemikiran itu, keberadaan lembaga pengelolaan pemantauan dan penilaian kurikulum dan sarana pendidikan merupakan sesuatu yang tak mungkin dihindari. Memang harus diakui evaluasi bukan memberikan peningkatan upaya dan mutu tetapi evaluasi dapat memberikan banyak bantuan dalam upaya tersebut.
Untuk dapat menghasilkan lulusan yang kreatif yang perlu dimiliki oleh generasi abad mendatang diperlukan adanya pembenahan-pembenahan terhadap kurikulum yang berlaku, khususnya komponen GBPP. Pengembangan GBPP yang dilakukan harus berdasarkan daripada profil manusia kreatif serta kondisi yang diperlukan dalam proses pembentukannya, khususnya kebebasan berfikir dan bertindak.
SELESAI

Ade irmansyah ii a pe

  • 1.
  • 2.
    Judul :KURIKULUM UNTUK ABAD KE 21 Pengarang : Prof. Dr. H. Sudardja Adiwikarta M.A Penerbit : PT. Gramedia Widiasarana Tahun Terbit : 1994 Jumlah Ha l : 396 Halaman
  • 3.
  • 4.
    Kurikulum humanistik Kurikulumrekonstruksi sosial Kurikulum akademik Kurikulum vocational Kurikulum keagamaan dan campuran
  • 5.
    Masing-masing kelompok kurikulumyang dikategorikan berdasarkan tujuan ini mempunyai isi dan proses belajar masing-masing yang berbeda penekanannya satu sama lain. Dari segi tujuan yang yang ingin dicapai, pendidikan dasar menengah dan pendidikan tinggi di Indonesia menggunakan kurikulum akademik dengan titipan muatan vocational dan adaptasi sosial.
  • 6.
    Hasil penelitian yangdilakukan engkoswara dan kawan-kawan dengan judul “Kecenderungan Kehidupan di Indonesia Sekitar 25 Tahun Pembangunan Jangka Panjang Kedua (1993-2018) dan Implikasinya Terhadap Kualitas Manusia Dan Pendidikan” diantaranya menghasilkan temuan-temuan :
  • 7.
    Kehidupan di Indonesiaakan semakin baik, dinamik dan cerah tetapi semakin sulit, rumit dan penuh tantangan dan kendala Menuntut pendidikan yang lebih relevan Titik berat struktur ekonomi pada bidang industri yang didukung oleh bidang pertanian Hidup dilandasi nilai-nilai luhur pancasila yang masih memerlukan penjabaran kedalam kehidupan sehari hari
  • 8.
    Menuntut kualitas manusiayang lebih baik dan memiliki kebudayaan utama sebagai sumber ketahanan nasional, memiliki budaya jiwa baik atas dasar minat, kemampuan, keahlian atau profesi dan memiliki seni hidup sesuai dengan keadaan perorangan. Keterpaduan yang harmonis antara ketiga komponen itulah yang menampilkan struktur kepribadian pancasila. Pendidikan cenderung semakin berperan.
  • 9.
    Kurikulum formal yangberlaku sekarang meliputi: Tujuan pendidikan berikut kualifikasinya Jangkauan dan isi ilmu pengetahuan dan teknologi Strategi pengajaran dan kegiatannya Cara penilaian keberhasilan pendidikan
  • 10.
    Berdasarkan pendapat parapakar pendidikan pendidikan global di masa depan ialah kependidikan universal, kurikulumnya hanya meliputi materi pengajaran berikut kualifikasi yang diperuntukannya atau yang sekarang dikenal dengan sebutan struktur kurikulum. Hal ini cukup realistik karena proses belajar mengajar berikut evaluasinya langsung akan dikelola dan diolah oleh mesin pendidik : “Computer Based Education and Training System (CBETS), sedangkan manusia pendidik hanya berfungsi sebagai manager dari sejumlah mesin pendidik untuk seluruh mata pelajaran yang terdapat pada lembaga pendidikan tersebut.
  • 11.
    Untuk mengantisipasi danmengadaptasi perkembangan dunia modern saat ini menjelang memasuki abad ke 21 yang diwarnai dengan kepesatan perkembangan IPTEK khususnya teknologi komunikasi dan informasi serta kecenderungan globalisasi, kunci utamanya adalah peningkatan kualitas SDM.
  • 12.
    Perbaikan kurikulum sekolahmenengah perlu dilakukan untuk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi. Faktor kualitas dan relevansi, baik relevansi internal maupun eksternal merupakan dasar-dasar pertimbangan utama dalam melakukan perbaikan kurikulum sekolah menengah umum. Perbaikan kurikulum sekolah menengah umum mencakup bentuk kurikulum itu sendiri, tujuan, isi dan struktur programnya. Kesesuaian kurikulum sekolah menengah umum dengan kebutuhan untuk belajar diperguruan tinggi bukan hanya tercermin dalam kurikulum potensial, tetapi juga dalam implementasinya (kurikulum actual).
  • 13.
    Adanya lembaga yangbersifat nasional untuk melakukan penilaian terhadap kurikulum dan sarana pendidikan bukan saja berdasarkan adanya ketetapan dalam undang-undang. Lebih Dari itu keberadaan lembaga semacam itu akan sangat membantu dalam upaya : Pendidikan di Indonesia menemukan arahnya, Memperbaiki berbagai aspek kurikulum dalam bentuk dan arah yang lebih jelas dan Membantu mengembangkan, mempertahankan dan meningkatkan mutu berdasarkan standar yang ditentukan
  • 14.
    Atas dasar pemikiranitu, keberadaan lembaga pengelolaan pemantauan dan penilaian kurikulum dan sarana pendidikan merupakan sesuatu yang tak mungkin dihindari. Memang harus diakui evaluasi bukan memberikan peningkatan upaya dan mutu tetapi evaluasi dapat memberikan banyak bantuan dalam upaya tersebut.
  • 15.
    Untuk dapat menghasilkanlulusan yang kreatif yang perlu dimiliki oleh generasi abad mendatang diperlukan adanya pembenahan-pembenahan terhadap kurikulum yang berlaku, khususnya komponen GBPP. Pengembangan GBPP yang dilakukan harus berdasarkan daripada profil manusia kreatif serta kondisi yang diperlukan dalam proses pembentukannya, khususnya kebebasan berfikir dan bertindak.
  • 16.