KOMPONEN
KURIKULUM
SARAH AULIYAH
LASWARDI
FATIMAH SIREGAR
UIN SYAHADA
PADANGSIDIMPUAN
Kurikulum memiliki lima komponen utama:
1. Tujuan
2. Materi
3. Strategi, pembelajaran
4. Organisasi kurikulum
5. Evaluasi
Permendiknas No. 22 Tahun 2007:
1. Tujuan pendidikan dasar  meletakkan dasar kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan
 hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
2. Tujuan pendidikan menengah  meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan
 hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan  meningkatkan
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan  hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya
1. TUJUAN
1. TUJUAN
Tujuan kurikuler  tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap mata
pelajaran yang dikembangkan di setiap sekolah atau satuan pendidikan
Contoh tujuan kurikuler sebagaimana diisyaratkan dalam
Permendiknas No. 23 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar:
Tujuan pendidikan mulai dari pendidikan nasional sampai dengan tujuan
mata pelajaran masih bersifat abstrak dan konseptual
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya
2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin
tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam
kehidupan sosial
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi
dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan
global.
Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP/MTS
1. Memahami dunia usaha dalam kehidupan sehari-hari,
terutama yang terjadi di lingkungan masyarakat
2. Berwirausaha dalam bidangnya
3. Menerapkan perilaku kerja prestatif dalam kehidupannya
4. Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha
Tujuan Mata Pelajaran Kewirausahaan pada SMK/MAK
1. Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan (misal:
kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkankesamaan,
perbedaan, konsistensi)
2. Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan
penemuan dengan mengembangkan divergen, orisinil, rasa ingin tahu,
membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba
3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau gagasan
(melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, diagram)
Tujuan mata pelajaran matematika:
1. Membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan
dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha
Esa
2. Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan
dapat bekerjasama dengan orang lain
3. Mengembangkan pengalaman  merumuskan masalah, mengajukan
dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit
instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan
data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis
Tujuan mata pelajaran fisika pada SMA:
4. Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif
dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk
menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik
secara kualitatif maupun kuantitatif
5. Menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan
mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal
untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Tujuan mata pelajaran fisika pada SMA (lanjutan):
1. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh peserta didik:
a. Menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan perilaku yang dapat diamati
b. Menunjukkan stimulus yang membangkitkan perilaku peserta didik
c. Memberikan pengkhususan tentang sumber yang dapat digunakan peserta didik dan orang-orang
yang dapat diajak bekerja sama
2. Menunjukkan perilaku yang diharapkan dilakukan oleh peserta didik, dalam
bentuk:
d. ketepatan atau ketelitian respons
e. kecepatan, panjangnya dan frekuensi respons
3. Menggambarkan kondisi-kondisi atau lingkungan yang menunjang perilaku
peserta didik berupa:
f. kondisi atau lingkungan fisik
g. kondisi atau lingkungan psikologis
Tujuan yang ingin dicapai pada tujuan pembelajaran:
1. Kurikulum berdasarkan  dasar filsafat klasik  diarahkan pada pencapaian penguasaan
materi dan cenderung menekankan pada upaya pengembangan aspek intelektual atau
aspek kognitif
2. Kurikulum berdasarkan  filsafat progresivisme  proses pengembangan dan
aktualisasi diri peserta didik dan lebih berorientasi pada upaya pengembangan aspek
afektif
3. Kurikulum berdasarkan  filsafat rekonsktruktivisme  diarahkan pada upaya
pemecahan masalah sosial yang krusial dan kemampuan bekerja sama
4. Kurikulum berdasarkan  dasar filosofi teknologi pendidikan dan teori pendidikan
teknologis  diarahkan pada pencapaian kompetensi
Pengembangan pendidikan dengan tantangan yang sangat kompleks memungkinkan dari
seluruh aliran filsafat yang ada  menentukan tujuan pendidikan yang diusahakan secara
berimbang
Tujuan kurikulum sangat terkait erat dengan filsafat:
Materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam
bentuk:
1. Teori  definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang
menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan
menspesifikasi hubungan – hubungan antara variabel-variabel
dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut
2. Konsep  suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari
kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari
sekelompok fakta atau gejala.
3. Generalisasi  kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang
khusus, bersumber dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam
penelitian
4. Prinsip  ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang
mengembangkan hubungan antara beberapa konsep
2. MATERI PEMBELAJARAN
5. Prosedur  langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus
dilakukan peserta didik
6. Fakta  sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terminologi,
orang dan tempat serta kejadian
7. Istilah  kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam
materi
8. Contoh/ilustrasi  hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas
suatu uraian atau pendapat
9. Definisi  penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam
garis besarnya
10. Preposisi  cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya
mencapai tujuan kurikulum
1. Sahih (valid)  materi benar-benar telah teruji kebenaran dan
kesahihannya, materi yang aktual
2. Tingkat kepentingan  materi benar-benar diperlukan peserta didik
3. Kebermaknaan  materi bermanfaat secara akademis maupun non
akademis
4. Layak dipelajari  materi memungkinkan untuk dipelajari, dari aspek
tingkat kesulitannya dan aspek kelayakannya terhadap pemanfaatan materi
serta kondisi setempat
5. Menarik minat  menarik minat, memotivasi, menumbuhkan rasa ingin
tahu dan mendorong pengembangan kemampuan peserta didik
Perlu perhatian dalam menentukan materi pembelajaran:
1. Sekuens kronologis  materi disusun sesuai urutan waktu
2. Sekuens kausal  materi pdisusun berdasarkan hubungan sebab-akibat
3. Sekuens structural  materi disusun berdasarkan struktur materi
4. Sekuens logis dan psikologis  materi dimulai dari bagian menuju pada
keseluruhan atau dari yang sederhana menuju kepada yang kompleks.
Sedangkan sekuens psikologis  dari keseluruhan menuju bagian-
bagian, dan dari yang kompleks menuju yang sederhana
Sekuens susunan materi pembelajaran:
5. Sekuens spiral  materi disusun berpusat pada topik atau bahan
tertentu yang populer dan sederhana dan dikembangkan
6. Sekuens rangkaian ke belakang  materi disusun dengan langkah akhir
dan mundur kebelakang. Misal: pemecahan masalah yang bersifat
ilmiah, meliputi: (a) pembatasan masalah; (b) penyusunan hipotesis; (c)
pengumpulan data; (d) pengujian hipotesis; dan (e) interpretasi hasil tes
7. Sekuens berdasarkan hierarki belajar  materi disusun berdasarkan
urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai peserta didik,
berturut-berturut sampai dengan perilaku terakhir  untuk mencapai
tujuan atau kompetensi tersebut
3. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Berpusat kepada guru
Guru  tokoh sentral di dalam proses pembelajaran dan dipandang
sebagai pusat informasi dan pengetahuan
Peserta didik  sebagai obyek yang secara pasif menerima sejumlah
informasi dari guru
Metode dan teknik pembelajaran bersifat penyajian (ekspositorik)
secara massal, seperti ceramah atau seminar  pembelajaran
cenderung lebih bersifat tekstual
2. Berpusat pada peserta didik
Peserta didik  aktif menentukan materi dan tujuan belajarnya
sesuai dengan minat dan kebutuhannya  proses pembelajaran
melalui dinamika kelompok
Peran guru hanya sebagai fasilitator, motivator dan guider
3. Berbasis teknologi
Peserta didik untuk belajar secara individual  tanpa tatap muka langsung
dengan guru, seperti melalui internet atau media elektronik lainnya
Peran guru dalam pembelajaran teknologis  sebagai director of learning 
mengarahkan dan mengatur peserta didik untuk belajar sesuai yang telah
ditentukan
4. ORGANISASI KURIKULUM
Enam pengorganisasian kurikulum:
1. Mata pelajaran terpisah (isolated subject)  kurikulum
terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah
tanpa ada hubungan dengan mata pelajaran lainnya  tidak
mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan kemampuan
peserta didik
2. Mata pelajaran berkorelasi  pokok-pokok materi
disampaikan saling berkorelasi guna memudahkan peserta
didik memahami pelajaran tertentu
3. Bidang studi (broad field)  organisasi kurikulum yang
terdiri dari beberapa mata pelajaran yang sejenis dan
memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan (difungsikan)
dalam satu bidang pengajaran
4. Program yang berpusat pada anak (child centered)  kurikulum
yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik bukan
pada mata pelajaran
5. Inti Masalah (core program)  program yang berupa unit-unit
masalah dari suatu mata pelajaran tertentu dan mata pelajaran
lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya
memecahkan masalahnya
6. Ecletic Program  program yang mencari keseimbangan antara
organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan
peserta didik
Terbagi dalam lima kelompok mata pelajaran:
1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Kelompok mata pelajaran estetika
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
5. EVALUASI
Evaluasi kurikulum
 Penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun
untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri
 Digunakan oleh para pemegang kebijakan pendidikan dan para
pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan
kebijakan pengembangan sistem pendidikan dan
pengembangan model kurikulum yang digunakan
 Hasil – hasil evaluasi kurikulum digunakan oleh guru-guru,
kepala sekolah dalam memahami dan membantu
perkembangan peserta didik, memilih bahan pelajaran,
memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran, cara penilaian
serta fasilitas pendidikan lainnya
1. Evaluasi Formatif
 menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar atau
kompetensi dasar dalam jangka waktu yang pendek
2. Evaluasi Sumatif
 menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan atau kompetensi
yang lebih luas, sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu
yang cukup lama (satu semester, satu tahun atau selama jenjang
Pendidikan)
Evaluasi hasil belajar
Komponen yang dievaluasi  keseluruhan pelaksanaan program
pembelajaran, metode, media serta komponen evaluasi pembelajaran
Evaluasi terhadap  komponen-komponen dan proses pelaksanaan
mengajar berdasarkan non tes (seperti observasi, studi dokumenter,
angket)
Evaluasi Proses Pembelajaran

4komponen dalam kurikulum-200326162919.pptx

  • 1.
  • 2.
    Kurikulum memiliki limakomponen utama: 1. Tujuan 2. Materi 3. Strategi, pembelajaran 4. Organisasi kurikulum 5. Evaluasi
  • 3.
    Permendiknas No. 22Tahun 2007: 1. Tujuan pendidikan dasar  meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan  hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut 2. Tujuan pendidikan menengah  meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan  hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut 3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan  meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan  hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya 1. TUJUAN
  • 4.
    1. TUJUAN Tujuan kurikuler tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap mata pelajaran yang dikembangkan di setiap sekolah atau satuan pendidikan Contoh tujuan kurikuler sebagaimana diisyaratkan dalam Permendiknas No. 23 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar: Tujuan pendidikan mulai dari pendidikan nasional sampai dengan tujuan mata pelajaran masih bersifat abstrak dan konseptual
  • 5.
    1. Mengenal konsep-konsepyang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya 2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial 3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan 4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global. Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP/MTS
  • 6.
    1. Memahami duniausaha dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi di lingkungan masyarakat 2. Berwirausaha dalam bidangnya 3. Menerapkan perilaku kerja prestatif dalam kehidupannya 4. Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Tujuan Mata Pelajaran Kewirausahaan pada SMK/MAK
  • 7.
    1. Melatih caraberfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan (misal: kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkankesamaan, perbedaan, konsistensi) 2. Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba 3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah 4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau gagasan (melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, diagram) Tujuan mata pelajaran matematika:
  • 8.
    1. Membentuk sikappositif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa 2. Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain 3. Mengembangkan pengalaman  merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis Tujuan mata pelajaran fisika pada SMA:
  • 9.
    4. Mengembangkan kemampuanbernalar dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif 5. Menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi Tujuan mata pelajaran fisika pada SMA (lanjutan):
  • 10.
    1. Menggambarkan apayang diharapkan dapat dilakukan oleh peserta didik: a. Menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan perilaku yang dapat diamati b. Menunjukkan stimulus yang membangkitkan perilaku peserta didik c. Memberikan pengkhususan tentang sumber yang dapat digunakan peserta didik dan orang-orang yang dapat diajak bekerja sama 2. Menunjukkan perilaku yang diharapkan dilakukan oleh peserta didik, dalam bentuk: d. ketepatan atau ketelitian respons e. kecepatan, panjangnya dan frekuensi respons 3. Menggambarkan kondisi-kondisi atau lingkungan yang menunjang perilaku peserta didik berupa: f. kondisi atau lingkungan fisik g. kondisi atau lingkungan psikologis Tujuan yang ingin dicapai pada tujuan pembelajaran:
  • 11.
    1. Kurikulum berdasarkan dasar filsafat klasik  diarahkan pada pencapaian penguasaan materi dan cenderung menekankan pada upaya pengembangan aspek intelektual atau aspek kognitif 2. Kurikulum berdasarkan  filsafat progresivisme  proses pengembangan dan aktualisasi diri peserta didik dan lebih berorientasi pada upaya pengembangan aspek afektif 3. Kurikulum berdasarkan  filsafat rekonsktruktivisme  diarahkan pada upaya pemecahan masalah sosial yang krusial dan kemampuan bekerja sama 4. Kurikulum berdasarkan  dasar filosofi teknologi pendidikan dan teori pendidikan teknologis  diarahkan pada pencapaian kompetensi Pengembangan pendidikan dengan tantangan yang sangat kompleks memungkinkan dari seluruh aliran filsafat yang ada  menentukan tujuan pendidikan yang diusahakan secara berimbang Tujuan kurikulum sangat terkait erat dengan filsafat:
  • 12.
    Materi pembelajaran disusunsecara logis dan sistematis, dalam bentuk: 1. Teori  definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan – hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut 2. Konsep  suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. 3. Generalisasi  kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian 4. Prinsip  ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep 2. MATERI PEMBELAJARAN
  • 13.
    5. Prosedur langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik 6. Fakta  sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terminologi, orang dan tempat serta kejadian 7. Istilah  kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi 8. Contoh/ilustrasi  hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat 9. Definisi  penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya 10. Preposisi  cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum
  • 14.
    1. Sahih (valid) materi benar-benar telah teruji kebenaran dan kesahihannya, materi yang aktual 2. Tingkat kepentingan  materi benar-benar diperlukan peserta didik 3. Kebermaknaan  materi bermanfaat secara akademis maupun non akademis 4. Layak dipelajari  materi memungkinkan untuk dipelajari, dari aspek tingkat kesulitannya dan aspek kelayakannya terhadap pemanfaatan materi serta kondisi setempat 5. Menarik minat  menarik minat, memotivasi, menumbuhkan rasa ingin tahu dan mendorong pengembangan kemampuan peserta didik Perlu perhatian dalam menentukan materi pembelajaran:
  • 15.
    1. Sekuens kronologis materi disusun sesuai urutan waktu 2. Sekuens kausal  materi pdisusun berdasarkan hubungan sebab-akibat 3. Sekuens structural  materi disusun berdasarkan struktur materi 4. Sekuens logis dan psikologis  materi dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan atau dari yang sederhana menuju kepada yang kompleks. Sedangkan sekuens psikologis  dari keseluruhan menuju bagian- bagian, dan dari yang kompleks menuju yang sederhana Sekuens susunan materi pembelajaran:
  • 16.
    5. Sekuens spiral materi disusun berpusat pada topik atau bahan tertentu yang populer dan sederhana dan dikembangkan 6. Sekuens rangkaian ke belakang  materi disusun dengan langkah akhir dan mundur kebelakang. Misal: pemecahan masalah yang bersifat ilmiah, meliputi: (a) pembatasan masalah; (b) penyusunan hipotesis; (c) pengumpulan data; (d) pengujian hipotesis; dan (e) interpretasi hasil tes 7. Sekuens berdasarkan hierarki belajar  materi disusun berdasarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai peserta didik, berturut-berturut sampai dengan perilaku terakhir  untuk mencapai tujuan atau kompetensi tersebut
  • 17.
    3. STRATEGI PEMBELAJARAN 1.Berpusat kepada guru Guru  tokoh sentral di dalam proses pembelajaran dan dipandang sebagai pusat informasi dan pengetahuan Peserta didik  sebagai obyek yang secara pasif menerima sejumlah informasi dari guru Metode dan teknik pembelajaran bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal, seperti ceramah atau seminar  pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual 2. Berpusat pada peserta didik Peserta didik  aktif menentukan materi dan tujuan belajarnya sesuai dengan minat dan kebutuhannya  proses pembelajaran melalui dinamika kelompok Peran guru hanya sebagai fasilitator, motivator dan guider
  • 18.
    3. Berbasis teknologi Pesertadidik untuk belajar secara individual  tanpa tatap muka langsung dengan guru, seperti melalui internet atau media elektronik lainnya Peran guru dalam pembelajaran teknologis  sebagai director of learning  mengarahkan dan mengatur peserta didik untuk belajar sesuai yang telah ditentukan
  • 19.
    4. ORGANISASI KURIKULUM Enampengorganisasian kurikulum: 1. Mata pelajaran terpisah (isolated subject)  kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah tanpa ada hubungan dengan mata pelajaran lainnya  tidak mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik 2. Mata pelajaran berkorelasi  pokok-pokok materi disampaikan saling berkorelasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu 3. Bidang studi (broad field)  organisasi kurikulum yang terdiri dari beberapa mata pelajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan (difungsikan) dalam satu bidang pengajaran
  • 20.
    4. Program yangberpusat pada anak (child centered)  kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik bukan pada mata pelajaran 5. Inti Masalah (core program)  program yang berupa unit-unit masalah dari suatu mata pelajaran tertentu dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya 6. Ecletic Program  program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik
  • 21.
    Terbagi dalam limakelompok mata pelajaran: 1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian 3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Kelompok mata pelajaran estetika 5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
  • 22.
    5. EVALUASI Evaluasi kurikulum Penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri  Digunakan oleh para pemegang kebijakan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijakan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan  Hasil – hasil evaluasi kurikulum digunakan oleh guru-guru, kepala sekolah dalam memahami dan membantu perkembangan peserta didik, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran, cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya
  • 23.
    1. Evaluasi Formatif menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar atau kompetensi dasar dalam jangka waktu yang pendek 2. Evaluasi Sumatif  menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan atau kompetensi yang lebih luas, sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama (satu semester, satu tahun atau selama jenjang Pendidikan) Evaluasi hasil belajar
  • 24.
    Komponen yang dievaluasi keseluruhan pelaksanaan program pembelajaran, metode, media serta komponen evaluasi pembelajaran Evaluasi terhadap  komponen-komponen dan proses pelaksanaan mengajar berdasarkan non tes (seperti observasi, studi dokumenter, angket) Evaluasi Proses Pembelajaran