METODOLOGI PENELITIAN
DR. ADI SETIAWAN, M. SC
PERSPEKTIF METODE PENELITIAN
KUANTITATIF & KUALITATIF
A. Pengertian Metode Penelitian
B. Jenis-jenis Penelitian
C. Pengertian Metode Kuantitatif dan Kualitatif
D. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
E. Kapan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
digunakan
F. Jangka Waktu Penelitian Kualitatif
G. Apakah Metode Penelitian Kuantitatif dan
Kualitatif dapat digabungkan
H. Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif
Pengertian Metode Penelitian
 Metode penelitian : cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan
kegunaan tertentu.
 Cara ilmiah : kegiatan penelitian itu
didasarkan pada ciri-ciri keilmuan
yaitu rasional, empiris dan sistematis.
 Rasional : kegiatan penelitian itu
dilakukan dengan cara-cara yang
masuk akal.
 Empiris : cara-cara yang dilakukan
dapat diamati oleh indera manusia.
 Sistematis : proses yang digunakan
dalam penelitian itu menggunakan
langkah-langkah yang bersifat logis.
 Data yang diperoleh melalui
penelitian itu adalah data empiris
yang mempunyai kriteria tertentu
yang valid.
 Valid menunjukkan derajat ketepatan
antara data yang sesungguhnya terjadi
pada obyek dengan data yang
dikumpulkan oleh peneliti.
 Pada umumnya kalau data itu reliable
dan obyektif maka terdapat
kecenderungan data tersebut akan
valid.
 Data yang valid pasti reliable dan
obyektif.
 Reliabel berkenaan dengan derajat
konsistensi/keajegan data dalam
interval waktu tertentu.
 Obyektivitas berkenaan dengan
interpersonal agreement
(kesepakatan antar banyak orang).
 Tujuan penelitian : penemuan, pembuktian dan
pengembangan.
 Penemuan : data yang diperoleh dari penelitian
itu adalah data yang betul-betul baru yang
sebelumnya belum pernah diketahui.
- Menemukan cara yang paling efektif untuk
memberantas korupsi
 Pembuktian : data yang diperoleh itu digunakan
untuk membuktikan adanya keragu-raguan
terhadap informasi atau pengetahuan tertentu
-Membuktikan apakah betul bahwa insentif dapat
meningkatkan prestasi kerja di unit tertentu atau
tidak
 Pengembangan : memperdalam dan memperluas
pengetahuan yang telah ada.
- Mengembangkan sistem pemberdayaan
masyarakat yang efektif
 Data yang telah diperoleh dari penelitian dapat
digunakan untuk :
- memahami
- memecahkan
- mengantisipasi masalah
 Memahami : memperjelas suatu masalah atau
informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya
menjadi tahu
- Penelitian tentang sebab-sebab jatuhnya pesawat
terbang
- Sebab-sebab membudayanya korupsi di Indonesia
 Memecahkan berarti meminimalkan atau
menghilangkan masalah
- Penelitian untuk mencari cara yang efektif untuk
memberantas korupsi di Indonesia
 Mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah
tidak terjadi.
-Penelitian untuk mencari cara agar korupsi tidak
terjadi pada pemerintahan baru
Jenis-jenis Metode Penelitian
 Berdasarkan tujuan : penelitan dasar
(basic research), penelitian terapan
(applied research) dan penelitian
pengembangan (research and
development)
 Berdasarkan tingkat kealamiahan :
metode penelitian eksperimen, survey dan
naturalistik.
 Penelitian dasar  bertujuan untuk
mengembangkan teori dan tidak
memperhatikan kegunaan yang langsung
bersifat praktis.
 Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan
menerapkan, menguji dan mengevaluasi
 Penelitian dan pengembangan  bertujuan untuk
menemukan, mengembangkan dan memvalidasi
suatu produk.
 Metode penelitian eksperimen  merupakan
metode penelitian yang sangat tidak alamiah
karena tempat penelitian di lab dalam kondisi yang
terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari
luar.
 Metode survey  digunakan untuk mendapatkan
data dari tempat tertentu yang alamiah tetapi
peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan
data misalkan dengan mengedarkan kuesioner,
test wawancara terstruktur dan sebagainya
(perlakuan tidak seperti dalam eksperimen).
 Yang termasuk metode kuantitatif  metode
penelitian eksperimen dan survey, yang termasuk
dalam metode kualitatif  metode naturalistik.
10
Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif
dan Kualitatif
 Metode kuantitatif sering dinamakan
metode tradisional, positifistik, scientific dan
metode discovery.
 Metode kualitatif sering dinamakan metode
baru, postpositivistik; artistik dan
interpretative research.
 Metode kuantitatif dinamakan juga metode
tradisional karena metode ini sudah cukup
lama digunakan sehingga sudah mentradisi
sebagai metode untuk penelitian.
 Metode positivistik karena berlandaskan
pada filsafat positivisme.
 Metode ilmiah karena telah memenuhi
kaidah-kaidah ilmiah yaitu empiris,
obyektif, terukur, rasional dan
sistematis.
 Metode discovery karena metode ini
dapat ditemukan dan dikembangkan
berbagai iptek baru.
 Metode kuantitatif karena data
penelitian berupa angka-angka dan
analisis menggunakan statistik.
 Metode penelitian kualitatif dinamakan
sebagai metode baru  karena
popularitasnya belum lama.
 Metode ini dinamakan metode
postpositivistik karena berlandaskan
pada filsafat postpositivisme.
 Metode artistik karena proses
penelitiannya lebih bersifat seni
(kurang terpola).
 Metode interpretatif karena data hasil
penelitian lebih berkenaan dengan
interpretasi terhadap data yang
ditemukan di lapangan.
 Metode penelitian kuantitatif : metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu,
pengumpulan data menggunakan
instrumen, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
 Metode penelitian kualitatif (metode
penelitian naturalistik) karena penelitiannya
dilakukan pada kondisi yang alamiah
(natural setting) disebut sebagai metode
etnographi karena pada awalnya metode ini
lebih banyak digunakan untuk penelitian
bidang antropologi budaya.
 Metode kualitatif  karena data yang
terkumpul dan analisisnya lebih bersifat
kualitatif.
 Metode penelitian kuantitatif adalah metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat
postpositivisme, digunakan untuk meneliti
pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai
lawannya adalah eksperimen) dimana
peneliti adalah sebagai instrumen kunci,
teknik pengumpulan data dilakukan secara
triangulasi (gabungan), analisis data
bersifat induktif/kualitatif dan hasil
penelitian kualitatif lebih menekankan
makna dari pada generalisasi.
Perbedaan Penelitian Kualitatif
dan Kuantitatif
 Perbedaan antara metode kualitatif
dan metode kuantitatif adalah pada
aksioma, proses penelitian dan
karakteristik penelitian.
 Perbedaan aksioma
- aksioma tentang realitas,
- hubungan peneliti dengan yang
diteliti,
- hubungan variabel,
- kemungkinan generalisasi,
- peranan nilai.
 Metode kuantitatif berlandaskan pada filsafat
positivisme, realitas dipandang sebagai sesuai
yang kongkrit dapat diamati dengan panca
indera, dapat dikategorikan menurut jenis,
bentuk, warna dan perilaku, tidak berubah, dapat
diukur dan diverifikasi.
 Metode kualitatif berlandaskan pada filsafat
postpositivisme atau paradigma interpretatif,
suatu realitas atau obyek tidak dapat dilihat
secara parsial dan dipecah ke dalam beberapa
variabel.
 Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai
sesuatu yang dinamis, hasil kontruksi pemikiran
dan interpretasi terhadap gejala yang diamati
serta utuh (holistic) karena setiap aspek dari
obyek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak
Hubungan peneliti dengan yang
diteliti
 Pada penelitian kuantitatif, kebenaran
itu di luar dirinya sehingga hubungan
antara peneliti dengan yang diteliti
harus dijaga jaraknya sehingga
bersifat independen.
 Dalam penelitian kualitatif peneliti
sebagai human instrument dan
dengan teknik pengumpulan data
participant observation (observasi
berperan serta) dan in depth interview
(wawancara mendalam) maka peneliti
harus berinteraksi dengan sumber
Hubungan antar Variabel
 Peneliti kuantitatif dalam melihat
hubungan variabel terhadap obyek
yang diteliti lebih bersifat sebab dan
akibat (kausal) sehingga dalam
penelitiannya ada variabel independen
dan dependen.
 Dicari seberapa besar pengaruh
variabel independen terhadap variabel
dependen.
 Contoh : Pengaruh iklan terhadap nilai
penjualan semakin banyak iklan yang
ditayangkan maka akan semakin
banyak nilai penjualan.
 Dalam penelitian kualitatif yang bersifat
holistik dan lebih menekankan pada proses
maka penelitian kuantitatif dalam melihat
hubungan antar variabel pada obyek yang
diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling
mempengaruhi (reciprocal/interaktif)
sehingga tidak diketahui mana variabel
independen dan mana variabel dependen.
 Contoh : makin banyak uang yang
dikeluarkan untuk iklan maka akan semakin
banyak nilai penjualan, tetapi juga
sebaliknya makin banyak nilai penjualan
maka alokasi dana untuk iklan juga akan
semakin tinggi.
21
Kemungkinan generalisasi
 Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih
menekankan pada keluasan informasi (bukan
kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan
untuk populasi yang luas dengan variabel yang
terbatas.
 Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil
dari populasi tersebut dengan teknik probability
sampling (random). Berdasarkan data sampel
tersebut selanjutnya peneliti membuat generalisasi
(kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi di
mana sampel tersebut diambil).
 Penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi
tetapi lebih menekan pada kedalaman informasi
sehingga sampai pada tingkat makna. Makna adalah
data dibalik yang tampak.
 Generalisasi dalam penelitian kualitatif disebut
dengan transferability atau keteralihan artinya hasil
penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau
diterapkan di tempat lain manakala kondisi tempat
Peranan nilai
 Peneliti kualitatif dalam melakukan
pengumpulan data terjadi interaksi
antara peneliti data dengan sumber
data.
 Pada penelitian kuantitatif, peneliti
tidak berinteraksi dengan sumber data
sehingga akan terbebas dari nilai-nilai
yang dibawa peneliti dan sumber data.
 Karakteristik Penelitian
Karakteristik kualitatif :
◦ Dilakukan pada kondisi yang alamiah,
langsung ke sumber data dan peneliti adalah
intrumen kunci.
◦ Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif.
Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau
gambar sehingga tidak menekankan pada
angka.
◦ Penelitian kualitatif lebih menekankan pada
proses dari pada produk atau outcome.
◦ Penelitian kualitatif melakukan analisis data
secara induktif.
◦ Penelitian kualitatif lebih menekankan makna
data di balik yang teramati.
Proses Penelitian
 Penelitian untuk menjawab masalah.
 Masalah merupakan penyimpangan
dari apa yang seharusnya dengan
apa yang terjadi sesungguhnya.
Penyimpangan antara aturan
dengan pelaksanaan, antara teori
dengan praktek, perencanaan dan
pelaksanaan dbs.
 Penelitian kuantitatif :
◦ studi pendahuluan dari obyek yang diteliti
(preliminary study) untuk mendapatkan yang
betul-betul masalah
◦ peneliti menguasai teori melalui membaca
berbagai referensi
◦ masalah dirumuskan secara spesifik dan pada
umumnya dibuat dalam kalimat tanya
◦ jawaban dari rumusan masalah dinyatakan
dalam hipotesis yang bersifat sementara dan
diperlukan teori yang terkait dengan
permasalahan
◦ hipotesis diuji dengan memilih
metode/strategi/pendekatan/desain penelitian
◦ metode dipilih didasarkan pada tingkat ketelitian
data yang diharapkan dan konsiten yang
dikehendaki. Juga tersedianya dana, waktu dan
◦ metode yang digunakan dalam penelitian
kuantitatif adalah metode survey, ex post facto,
eksperimen, evaluasi, action research, policy
research
◦ instrumen penelitian disusun untuk
mengumpulkan data yang dapat berbentuk test,
angket/kuesioner untuk pedoman wawancara
atau observasi. Instrumen perlu diuji validitas
dan reabilitasnya.
◦ Pengumpulan data dilakukan pada obyek
tertentu baik yang berbentuk populasi maupun
sampel.
◦ Data dianalisis untuk menjawab rumusan
masalah dan menguji hipotesis yang diajukan
dengan teknik statistik tertentu. Berdasarkan
analisis ini apakah hipotesis yang diajukan
ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu
sesuai dengan hipotesis yang diajukan atau
tidak.
◦ Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu
periode penelitian yang berupa jawaban
 Penelitian kuantitatif :
◦ studi pendahuluan dari obyek yang diteliti
(preliminary study) untuk mendapatkan yang
betul-betul masalah
◦ peneliti menguasai teori melalui membaca
berbagai referensi
◦ masalah dirumuskan secara spesifik dan pada
umumnya dibuat dalam kalimat tanya
◦ jawaban dari rumusan masalah dinyatakan
dalam hipotesis yang bersifat sementara dan
diperlukan teori yang terkait dengan
permasalahan
◦ hipotesis diuji dengan memilih
metode/strategi/pendekatan/desain penelitian
◦ metode dipilih didasarkan pada tingkat ketelitian
data yang diharapkan dan konsiten yang
dikehendaki. Juga tersedianya dana, waktu dan
kemudahan yang lain.
 Proses penelitian kuantitatif bersifat
linear artinya langkah-langkahnya
jelas, mulai dari rumusan masalah,
berteori, berhipotesis, mengumpulkan
data, analisis data dan membuat
kesimpulan dan saran.
Proses penelitian kualitatif
 Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh
Bogdan, seperti orang mau piknik sehingga ia baru
tahu tempat yang akan dituju tetapi belum tahu
pasti apa yang ada di tempat itu.
 Ia akan tahu setelah memasuki obyek, dengan
cara membaca berbagai informasi tertulis, gambar-
gambar, berfikir dan melihat obyek dan aktifitas
orang yang ada di sekelilingnya, melakukan
wawancara dan sebagainya.
 Setelah memasuki obyek, peneliti kualitatif akan
melihat segala sesuatu yang ada di tempat itu
yang masih bersifat umum.
 Tahap orientasi atau deskripsi dengan grand tour
question. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan
apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan
ditanyakan.
 Tahap berikutnya tahap reduksi/fokus. Peneliti
mereduksi segala informasi yang telah diperoleh
pada tahap pertama. Peneliti menyortir data
dengan cara memilih mana data yang menarik,
penting, berguna dan baru.
 Tahap selection, pada tahap ini, peneliti
menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi
lebih rinci. Peneliti melakukan analisis yang
mendalam terhadap data dan informasi yang
diperoleh maka peneliti dapat menemukan tema
dengan cara mengkonstruksikan data yang
diperoleh menjadi sesuatu bangunan
pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru.
 Hasil akhir dari penelitian kualitatif bukan sekedar
menghasilkan data atau informasi yang sulit dicari
dengan menggunakan metode kuantitatif tetapi
juga harus mampu menghasilkan informasi-
informasi yang bermakna bahkan hipotesis atau
ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu
mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup
manusia.
32
Kapan Metode Kuantitatif dan
Kualitatif Digunakan
Penggunaan Metode Kuantitatif
 Metode kuantitatif meliputi metode
survey dan metode eksperimen
 Digunakan bila :
- masalah yang merupakan titik tolak
penelitian sudah jelas (masalah
merupakan penyimpangan antara
yang seharusnya dengan yang terjadi,
antara aturan dengan pelaksanaan,
antara teori dengan praktek, antara
rencana dengan pelaksanaan).
- cocok digunakan untuk mendapatkan
informasi yang luas tetapi tidak
mendalam
- bila ingin diketahui pengaruh perlakuan
terhadap yang lain
- bila peneliti ingin menguji hipotesis
penelitian (hipotesis deskriptif, hipotesis
komparatif dan assosiatif)
- bila peneliti ingin mendapatkan data yang
akurat berdasarkan fenomenal empiris
yang dapat diukur.
- bila ingin menguji terhadap adanya keragu-
raguan tentang validitas pengetahuan,
teori dan produk tertentu
Penggunaan Metode Kualitatif
- bila masalah penelitian belum jelas
- untuk memahami makna di balik data yang tampak.
Gejala sosial sering tidak bisa dipahami
berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan
orang.
- Untuk memahami interaksi sosial. Interaksi sosial
yang kompleks hanya dapat diuraikan kalau
peneliti melakukan penelitian dengan metode
kualitatif dengan cara ikut berperan serta.
- Memahami perasaan orang.
- Mengembangkan teori yaitu teori yang dibangun
melalui data yang diperoleh di lapangan.
- Untuk memastikan kebenaran karena data sosial
sering sulit dipastikan kebenarannya.
- Meneliti sejarah perkembangan.
Jangka Waktu Penelitian
Kualitatif
 Jangka waktu penelitian kualitatif
cukup lama karena tujuan penelitian
kualitatif bersifat penemuan
 Tetapi lamanya penelitian akan
bergantung pada keberadaan sumber
data, interest dan tujuan penelitian,
juga akan tergantung pada cakupan
penelitian dan bagaimana peneliti
mengatur waktu yang digunakan
dalam setiap hari atau tiap minggu.
Apakah metode kualitatif dan
kuantitatif dapat digabungkan ?
 Metode kualitatif dan kuantitatif tidak akan
pernah dipakai bersama-sama karena
kedua metode tersebut memilihi paradigma
yang berbeda dan perbedaannya bersifat
mutually exclusive sehingga dalam
penelitian hanya dapat memilih salah satu
metode.
 Kedua metode dapat digunakan untuk
meneliti obyek yang sama tetapi tujuan
yang berbeda. Metode kualitatif digunakan
untuk menguji hipotesis sedangkan metode
kuantitatif digunakan untuk menguji
 Digunakan secara bergantian. Pada
tahap pertama menggunakan metode
kualitatif sehingga ditemukan hipotesis
selanjutnya hipotesis tersebut diuji
dengan metode kuantitatif.
 Metode penelitian tidak dapat
digabungkan karena paradigmanya
berbeda. Tetapi dalam penelitian
kuantitatif dapat menggabungkan
penggunaan teknik pengumpulan data
seperti penggunaan triangulasi dalam
penelitian.
 Metode dapat digunakan secara
bersamaan asal kedua metode tersebut
telah difahami dengan jelas dan
seseorang telah berpengalaman luas
Kompetensi Peneliti Kuantitatif
dan Kualitatif
Kompetensi peneliti kuantitatif
◦ Memiliki wawasan yang luas dan mendalam
tentang bidang yang akan diteliti.
◦ Mampu melakukan analisis masalah secara akurat
sehingga dapat ditemukan masalah penelitian yang
betul-betul masalah,
◦ Mampu menggunakan teori yang tepat sehingga
dapat digunakan untuk menjelaskan masalah yang
diteliti dan merumuskan hipotesis penelitian.
◦ Memahami berbagai jenis metode penelitian
kuantitatif seperti metode survey, eksperimen,
expost facto, evaluasi dsb
◦ Memahami teknik-teknik sampling seperti
probability sampling dan nonprobability sampling
dan mampu menghitung dan memilih jumlah
sampel yang representatif dengan sampling error
tertentu.
◦ Mampu menyusun instrumen untuk mengukur
berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji
validitas dan reliabilitas instrumen.
◦ Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner
maupun dengan wawancara dan observasi.
◦ Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim
maka harus mampu mengorganisasikan tim
peneliti dengan baik.
◦ Mampu menyajikan data, menganalisis data
secara kuantitatif untuk menjawab rumusan
masalah dan menguji hipotesis penelitian yang
telah dirumuskan.
◦ Mampu memberikan interpretasi terhadap data
hasil penelitian maupun hasil pengujian
hipotesis.
◦ Mampu membuat laporan secara sistematis
dan menyampaikan hasil penelitian ke fihak-
fihak yang terkait.
◦ Mampu membuat abstraksi hasil penelitian dan
membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal
Kompetensi peneliti kualitatif
◦ Memiliki wawasan yang luas dan mendalam
tentang bidang yang akan diteliti.
◦ Mampu menciptakan rapport kepada setiap
orang yang ada pada konteks sosial yang akan
diteliti. Menciptakan rapport berarti mampu
membangun hubungan yang akrab dengan
setiap orang yang ada pada konteks sosial.
◦ Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala
yang ada pada obyek penelitian (konteks
sosial).
◦ Mampu menggali sumber data dengan
observasi partisipan dan wawancara
mendalam secara triangulasi serta sumber-
sumber lain.
◦ Mampu menganalisis data kualitatif
secara induktif berkesinambungan mulai
dari analisis deskriptif, domain,
komponensial dan tema kultural/budaya
◦ Mampu menguji kredibilitas,
dependabilitas, konfirmabilitas dan
transferabilitas hasil penelitian
◦ Mampu menghasilkan temuan
pengetahuan, hipotesis atau ilmu baru
◦ Mampu membuat laporan secara
sistematis, jelas, lengkap dan rinci.
43

2791218.ppt

  • 1.
  • 2.
    PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF& KUALITATIF A. Pengertian Metode Penelitian B. Jenis-jenis Penelitian C. Pengertian Metode Kuantitatif dan Kualitatif D. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif E. Kapan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif digunakan F. Jangka Waktu Penelitian Kualitatif G. Apakah Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dapat digabungkan H. Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif
  • 3.
    Pengertian Metode Penelitian Metode penelitian : cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.  Cara ilmiah : kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.  Rasional : kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal.  Empiris : cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia.
  • 4.
     Sistematis :proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis.  Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris yang mempunyai kriteria tertentu yang valid.  Valid menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti.
  • 5.
     Pada umumnyakalau data itu reliable dan obyektif maka terdapat kecenderungan data tersebut akan valid.  Data yang valid pasti reliable dan obyektif.  Reliabel berkenaan dengan derajat konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu.  Obyektivitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan antar banyak orang).
  • 6.
     Tujuan penelitian: penemuan, pembuktian dan pengembangan.  Penemuan : data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. - Menemukan cara yang paling efektif untuk memberantas korupsi  Pembuktian : data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu -Membuktikan apakah betul bahwa insentif dapat meningkatkan prestasi kerja di unit tertentu atau tidak  Pengembangan : memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada. - Mengembangkan sistem pemberdayaan masyarakat yang efektif
  • 7.
     Data yangtelah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk : - memahami - memecahkan - mengantisipasi masalah  Memahami : memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu - Penelitian tentang sebab-sebab jatuhnya pesawat terbang - Sebab-sebab membudayanya korupsi di Indonesia  Memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah - Penelitian untuk mencari cara yang efektif untuk memberantas korupsi di Indonesia  Mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi. -Penelitian untuk mencari cara agar korupsi tidak terjadi pada pemerintahan baru
  • 8.
    Jenis-jenis Metode Penelitian Berdasarkan tujuan : penelitan dasar (basic research), penelitian terapan (applied research) dan penelitian pengembangan (research and development)  Berdasarkan tingkat kealamiahan : metode penelitian eksperimen, survey dan naturalistik.  Penelitian dasar  bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis.  Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji dan mengevaluasi
  • 9.
     Penelitian danpengembangan  bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan memvalidasi suatu produk.  Metode penelitian eksperimen  merupakan metode penelitian yang sangat tidak alamiah karena tempat penelitian di lab dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari luar.  Metode survey  digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data misalkan dengan mengedarkan kuesioner, test wawancara terstruktur dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam eksperimen).  Yang termasuk metode kuantitatif  metode penelitian eksperimen dan survey, yang termasuk dalam metode kualitatif  metode naturalistik.
  • 10.
  • 11.
    Pengertian Metode PenelitianKuantitatif dan Kualitatif  Metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional, positifistik, scientific dan metode discovery.  Metode kualitatif sering dinamakan metode baru, postpositivistik; artistik dan interpretative research.  Metode kuantitatif dinamakan juga metode tradisional karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.  Metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme.
  • 12.
     Metode ilmiahkarena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis.  Metode discovery karena metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru.  Metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
  • 13.
     Metode penelitiankualitatif dinamakan sebagai metode baru  karena popularitasnya belum lama.  Metode ini dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme.  Metode artistik karena proses penelitiannya lebih bersifat seni (kurang terpola).  Metode interpretatif karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan.
  • 14.
     Metode penelitiankuantitatif : metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.  Metode penelitian kualitatif (metode penelitian naturalistik) karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) disebut sebagai metode etnographi karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya.
  • 15.
     Metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.  Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
  • 16.
    Perbedaan Penelitian Kualitatif danKuantitatif  Perbedaan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif adalah pada aksioma, proses penelitian dan karakteristik penelitian.  Perbedaan aksioma - aksioma tentang realitas, - hubungan peneliti dengan yang diteliti, - hubungan variabel, - kemungkinan generalisasi, - peranan nilai.
  • 17.
     Metode kuantitatifberlandaskan pada filsafat positivisme, realitas dipandang sebagai sesuai yang kongkrit dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan diverifikasi.  Metode kualitatif berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau paradigma interpretatif, suatu realitas atau obyek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah ke dalam beberapa variabel.  Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamis, hasil kontruksi pemikiran dan interpretasi terhadap gejala yang diamati serta utuh (holistic) karena setiap aspek dari obyek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak
  • 18.
    Hubungan peneliti denganyang diteliti  Pada penelitian kuantitatif, kebenaran itu di luar dirinya sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independen.  Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan data participant observation (observasi berperan serta) dan in depth interview (wawancara mendalam) maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber
  • 19.
    Hubungan antar Variabel Peneliti kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (kausal) sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan dependen.  Dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.  Contoh : Pengaruh iklan terhadap nilai penjualan semakin banyak iklan yang ditayangkan maka akan semakin banyak nilai penjualan.
  • 20.
     Dalam penelitiankualitatif yang bersifat holistik dan lebih menekankan pada proses maka penelitian kuantitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruhi (reciprocal/interaktif) sehingga tidak diketahui mana variabel independen dan mana variabel dependen.  Contoh : makin banyak uang yang dikeluarkan untuk iklan maka akan semakin banyak nilai penjualan, tetapi juga sebaliknya makin banyak nilai penjualan maka alokasi dana untuk iklan juga akan semakin tinggi.
  • 21.
  • 22.
    Kemungkinan generalisasi  Padaumumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas.  Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random). Berdasarkan data sampel tersebut selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi di mana sampel tersebut diambil).  Penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekan pada kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna. Makna adalah data dibalik yang tampak.  Generalisasi dalam penelitian kualitatif disebut dengan transferability atau keteralihan artinya hasil penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau diterapkan di tempat lain manakala kondisi tempat
  • 23.
    Peranan nilai  Penelitikualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti data dengan sumber data.  Pada penelitian kuantitatif, peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data sehingga akan terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data.
  • 24.
     Karakteristik Penelitian Karakteristikkualitatif : ◦ Dilakukan pada kondisi yang alamiah, langsung ke sumber data dan peneliti adalah intrumen kunci. ◦ Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar sehingga tidak menekankan pada angka. ◦ Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses dari pada produk atau outcome. ◦ Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif. ◦ Penelitian kualitatif lebih menekankan makna data di balik yang teramati.
  • 25.
    Proses Penelitian  Penelitianuntuk menjawab masalah.  Masalah merupakan penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, perencanaan dan pelaksanaan dbs.
  • 26.
     Penelitian kuantitatif: ◦ studi pendahuluan dari obyek yang diteliti (preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betul masalah ◦ peneliti menguasai teori melalui membaca berbagai referensi ◦ masalah dirumuskan secara spesifik dan pada umumnya dibuat dalam kalimat tanya ◦ jawaban dari rumusan masalah dinyatakan dalam hipotesis yang bersifat sementara dan diperlukan teori yang terkait dengan permasalahan ◦ hipotesis diuji dengan memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian ◦ metode dipilih didasarkan pada tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsiten yang dikehendaki. Juga tersedianya dana, waktu dan
  • 27.
    ◦ metode yangdigunakan dalam penelitian kuantitatif adalah metode survey, ex post facto, eksperimen, evaluasi, action research, policy research ◦ instrumen penelitian disusun untuk mengumpulkan data yang dapat berbentuk test, angket/kuesioner untuk pedoman wawancara atau observasi. Instrumen perlu diuji validitas dan reabilitasnya. ◦ Pengumpulan data dilakukan pada obyek tertentu baik yang berbentuk populasi maupun sampel. ◦ Data dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu. Berdasarkan analisis ini apakah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang diajukan atau tidak. ◦ Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban
  • 28.
     Penelitian kuantitatif: ◦ studi pendahuluan dari obyek yang diteliti (preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betul masalah ◦ peneliti menguasai teori melalui membaca berbagai referensi ◦ masalah dirumuskan secara spesifik dan pada umumnya dibuat dalam kalimat tanya ◦ jawaban dari rumusan masalah dinyatakan dalam hipotesis yang bersifat sementara dan diperlukan teori yang terkait dengan permasalahan ◦ hipotesis diuji dengan memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian ◦ metode dipilih didasarkan pada tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsiten yang dikehendaki. Juga tersedianya dana, waktu dan kemudahan yang lain.
  • 29.
     Proses penelitiankuantitatif bersifat linear artinya langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan data, analisis data dan membuat kesimpulan dan saran.
  • 30.
    Proses penelitian kualitatif Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan, seperti orang mau piknik sehingga ia baru tahu tempat yang akan dituju tetapi belum tahu pasti apa yang ada di tempat itu.  Ia akan tahu setelah memasuki obyek, dengan cara membaca berbagai informasi tertulis, gambar- gambar, berfikir dan melihat obyek dan aktifitas orang yang ada di sekelilingnya, melakukan wawancara dan sebagainya.  Setelah memasuki obyek, peneliti kualitatif akan melihat segala sesuatu yang ada di tempat itu yang masih bersifat umum.  Tahap orientasi atau deskripsi dengan grand tour question. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan ditanyakan.
  • 31.
     Tahap berikutnyatahap reduksi/fokus. Peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap pertama. Peneliti menyortir data dengan cara memilih mana data yang menarik, penting, berguna dan baru.  Tahap selection, pada tahap ini, peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh maka peneliti dapat menemukan tema dengan cara mengkonstruksikan data yang diperoleh menjadi sesuatu bangunan pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru.  Hasil akhir dari penelitian kualitatif bukan sekedar menghasilkan data atau informasi yang sulit dicari dengan menggunakan metode kuantitatif tetapi juga harus mampu menghasilkan informasi- informasi yang bermakna bahkan hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia.
  • 32.
  • 33.
    Kapan Metode Kuantitatifdan Kualitatif Digunakan Penggunaan Metode Kuantitatif  Metode kuantitatif meliputi metode survey dan metode eksperimen  Digunakan bila : - masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas (masalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, antara rencana dengan pelaksanaan).
  • 34.
    - cocok digunakanuntuk mendapatkan informasi yang luas tetapi tidak mendalam - bila ingin diketahui pengaruh perlakuan terhadap yang lain - bila peneliti ingin menguji hipotesis penelitian (hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif dan assosiatif) - bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat berdasarkan fenomenal empiris yang dapat diukur. - bila ingin menguji terhadap adanya keragu- raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu
  • 35.
    Penggunaan Metode Kualitatif -bila masalah penelitian belum jelas - untuk memahami makna di balik data yang tampak. Gejala sosial sering tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. - Untuk memahami interaksi sosial. Interaksi sosial yang kompleks hanya dapat diuraikan kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara ikut berperan serta. - Memahami perasaan orang. - Mengembangkan teori yaitu teori yang dibangun melalui data yang diperoleh di lapangan. - Untuk memastikan kebenaran karena data sosial sering sulit dipastikan kebenarannya. - Meneliti sejarah perkembangan.
  • 36.
    Jangka Waktu Penelitian Kualitatif Jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama karena tujuan penelitian kualitatif bersifat penemuan  Tetapi lamanya penelitian akan bergantung pada keberadaan sumber data, interest dan tujuan penelitian, juga akan tergantung pada cakupan penelitian dan bagaimana peneliti mengatur waktu yang digunakan dalam setiap hari atau tiap minggu.
  • 37.
    Apakah metode kualitatifdan kuantitatif dapat digabungkan ?  Metode kualitatif dan kuantitatif tidak akan pernah dipakai bersama-sama karena kedua metode tersebut memilihi paradigma yang berbeda dan perbedaannya bersifat mutually exclusive sehingga dalam penelitian hanya dapat memilih salah satu metode.  Kedua metode dapat digunakan untuk meneliti obyek yang sama tetapi tujuan yang berbeda. Metode kualitatif digunakan untuk menguji hipotesis sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menguji
  • 38.
     Digunakan secarabergantian. Pada tahap pertama menggunakan metode kualitatif sehingga ditemukan hipotesis selanjutnya hipotesis tersebut diuji dengan metode kuantitatif.  Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena paradigmanya berbeda. Tetapi dalam penelitian kuantitatif dapat menggabungkan penggunaan teknik pengumpulan data seperti penggunaan triangulasi dalam penelitian.  Metode dapat digunakan secara bersamaan asal kedua metode tersebut telah difahami dengan jelas dan seseorang telah berpengalaman luas
  • 39.
    Kompetensi Peneliti Kuantitatif danKualitatif Kompetensi peneliti kuantitatif ◦ Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti. ◦ Mampu melakukan analisis masalah secara akurat sehingga dapat ditemukan masalah penelitian yang betul-betul masalah, ◦ Mampu menggunakan teori yang tepat sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan masalah yang diteliti dan merumuskan hipotesis penelitian. ◦ Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif seperti metode survey, eksperimen, expost facto, evaluasi dsb ◦ Memahami teknik-teknik sampling seperti probability sampling dan nonprobability sampling dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representatif dengan sampling error tertentu.
  • 40.
    ◦ Mampu menyusuninstrumen untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji validitas dan reliabilitas instrumen. ◦ Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner maupun dengan wawancara dan observasi. ◦ Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik. ◦ Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. ◦ Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis. ◦ Mampu membuat laporan secara sistematis dan menyampaikan hasil penelitian ke fihak- fihak yang terkait. ◦ Mampu membuat abstraksi hasil penelitian dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal
  • 41.
    Kompetensi peneliti kualitatif ◦Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti. ◦ Mampu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada konteks sosial yang akan diteliti. Menciptakan rapport berarti mampu membangun hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada pada konteks sosial. ◦ Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek penelitian (konteks sosial). ◦ Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam secara triangulasi serta sumber- sumber lain.
  • 42.
    ◦ Mampu menganalisisdata kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial dan tema kultural/budaya ◦ Mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transferabilitas hasil penelitian ◦ Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, hipotesis atau ilmu baru ◦ Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap dan rinci.
  • 43.