TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Teknologi komputer sangat diperlukan dalam membantu meningkatkan kinerja suatu
perusahaan dewasa ini. Tahun demi tahun orang mulai menggunakan komputer yang saat ini
dikenal dengan Personal Computer (PC). Asal mulanya Personal Computer digunakan oleh
masing-masing orang dan berdiri sendiri (stand alone). Komputer-komputer tersebut tidak
terhubung satu sama lainnya. Namun orang kemudian berpikir bahwa pengolahan data yang
bersifat stand alone tersebut di rasa sangat lambat dan tidak efisien. Untuk PC stand alone,
program aplikasi harus dimuat ke masing-masing PC, dan prosesnya harus berpindah-pindah
PC. Untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalisir waktu yang dibutuhkan maka
diciptakan suatu jaringan yang saat ini dikenal dengan nama jaringan komputer. Jaringan ini
disusun berdasarkan beberapa metode yang dikenal dengan topologi jaringan. Diantaranya
ada yang dikenal dengan star network atau jaringan bintang dan masih banyak lagi yang
lainnya. Untuk mengetahui lebih dalam lagi, dalam paper akan dijelaskan mengenai jenis-
jenis topologi jaringan, kekurangan-kekurangannya beserta cara penanganannya.
1.2. TUJUAN
Berdasarkan latar belakang di atas, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tentang jenis-
jenis topologi jaringan beserta kekurangan dan kelebihannya.
1.3. LINGKUP MASALAH
Masalah jenis-jenis topologi jaringan dipandang relatif luas. Dalam tulisan ini hanya lebih
menekankan pada topologi fisik dan logik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN TOPOLOGI HIERARCHICAL TREE
Dari namanya network ini berbentuk seperti pohon yang bercabang, yang terdiri
dari central node dihubungkan dengan node yang lain secara berjenjang.
Central node biasanya berupa large computer atau mainframe computer sebagai
host computer yang merupakan jenjang tertinggi (top hierachical) yang berfungsi
mengkoordinasi dan mengendalikan node jenjang dibawahnya yang dapat berupa mini
computer atau micro computer.
Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi
Star. Seperti halnya Topologi Star, perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree
juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur
traffic di dalam jaringan.
Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada topologi tree terhubung secara
langsung ke central HUB. Sebagian perangkat memang terhubung secara langsung ke
central HUB, tetapi sebagian lainnya terhubung melalui secondary HUB (lihat gambar).
Pada topologi tree terdapat dua atau lebih HUB yang digunakan untuk
menghubungkan setiap perangkat ke dalam jaringan. Keseluruhan HUB tersebut
berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua bagian yaitu Active HUB dan Passive HUB.
Active HUB berfungsi tidak hanya sekedar sebagai penerus sinyal data dari satu
komputer ke komputer lainnya, tetapi juga memiliki fungsi sebagai Repeater. Sinyal data
yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya memiliki keterbatasan dalam
hal jarak, setelah berjalan sekian meter maka sinyal tersebut akan melemah. Dengan
adanya fungsi Repeater ini maka sinyal data tersebut akan di-generate kembali sebelum
kemudian diteruskan ke komputer yang dituju, sehingga jarak tempuh sinyal data pun
bisa menjadi lebih jauh dari yang biasanya. Sedangkan Passive HUB hanya berfungsi
sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya.
Pada topologi tree, seperti pada gambar, Central HUB adalah selalu sebagai
Active HUB sedangkan Secondary HUB adalah Passive HUB. Tetapi pada
pelaksanaannya, Secondary HUB bisa juga sebagai Active HUB apabila digunakan
untuk menguatkan kembali sinyal data melalui secondary HUB lainnya yang terhubung.
Karena pada dasarnya topologi ini merupakan bentuk yang lebih luas dari topologi star,
maka kelebihan dan kekurangannya pada topologi star juga dimiliki oleh topologi tree.
Perbedaannya adalah HUB dan kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan
perencanaan yang matang dalam pengaturannya dengan mempertimbangkan segala hal yang
terkait, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan. Meskipun demikian, topologi ini
memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan
fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.
B. Ciri-ciri fisik Topologi Tree:
a. Merupakan kombinasi dari Topologi Bus dan Topologi Star(topologi
Bintang), yaitu terdiri dari kumpulan Topologi Star yang dihubungkan dalam 1
Topologi Bus sebagai jalur backone. Oleh karena itu untuk memahami Topologi
Tree, kita lebih dulu harus memahami Topologi Bus dan Topologi Star.
b. Atau Topologi Tree juga merupakan kumpulan Topologi Star, yaitu sentral-sentral
dengan tingkat hirarki yang berbeda dihubungkan point to point sebagai backbone,
oleh karena itu Topologi Tree disebut juga Topologi Bertingkat atau Topologi
Hierarki.
c. Topologi Tree yang merupakan kumpulan Topologi Star setidaknya harus memiliki 3
tingkat(faktor percabangan 2). Sentral Root artinya sentral induk(sebagai tingkat 1)
terhubung ke satu atau dua sentral cabang(sebagai tingkat 2). Kemudian sentral
cabang tingkat 2 terhubung ke satu atau dua sentral cabang (sebagai tingkat 3).
Sentral Root diharapkan memiliki fungsi lebih daripada sentral cabang dari tingkat
hirarki yang lebih rendah.Sedangkan node pada ujung-ujung jaringan /sentral disebut
node perifer atau disebut juga end device. Dari hal yang demikian maka Topologi
Tree disebut juga sebagai Topologi Extended Star.
d. Pertimbangan dalam membangun Topologi Tree menggunakan protokol Ethernet
adalah Aturan 5-4-3. Aturan 5-4-3 adalah pedoman design untuk jaringan yang
menggunakan kabel Coaxial 10 Base Ethernet yang menggunakan hanya Hub atau
Repeater dan tidak menggunakan Bridge, Switch ataupun Router. Artinya bahwa
diantara 2 node yang paling ujung di jaringan hanya boleh ada maksimum 5 segmen
yang dihubungkan oleh 4 sentral dan hanya boleh ada 3 segmen yang dapat memiliki
node.
e. Aturan 5-4-3 tidak berlaku bagi protokol lain , juga tidak berlaku pada protokol
Ethernet jika design Topologi Tree menggunakan kabel Fiber Optik atau Kombinasi
Fiber Optik dengan UTP maka pada kombinasi dari tulang punggung Serat
Optik dengan kabel UTP tetapi aturan dijabarkan ke Aturan 7-6-5.
f. Ada yang berpendapat bahwa Topologi Tree Bertingkat sangat mirip dengan
Topologi Mesh 1/2 Penuh ( Topologi Mesh Partial).
C. Kelebihan dan Kekurangan
Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media
transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.
Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut “headend”. Dari headend
beberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada setiap cabang terhubung beberapa
terminal dalam bentuk bus, atau dicabang lagi hingga menjadi rumit.
Ada dua kesulitan pada topologi ini, yaitu :
a. Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim,
atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
b. Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam
jaringan.
Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan dari topologi tree, yaitu sebagai
berikut :
a. Kelebihan
Secara umum kelebihan topologi tree sama dengan topologi star, yaitu:
- Pemasangannya relatif mudah, karena setiap alat atau computer hanya
membutuhkan satu port I/O.
- Deteksi kesalahan cukup mudah.
- Kerusakan pada salah satu link tidak mempengaruhi sambungan yang lain,
asalkan hub masih berfungsi.
- Adanya hub sekunder memungkinkan lebih banyak perangkat yang dapat
tersambung ke sebuah hub sentral, sehingga menambah jarak jangkauan jaringan.
b. Kelemahan
Secara umum kelemahan topologi tree sama dengan kelemahan topologi star.
Jaringan topologi tree ini sangat tergantung pada pengendali pusat (hub). Tidak
mungkin dilakukan komunikasi langsung dari satu computer ke computer lain,
karena semua transmisi harus memalui hub.
- Tidak sesuai untuk jaringan skala kecil karena hanya memboroskan kabel
- Ukuran panjang jaringan tergantung pada jenis kabel yang digunakan.
- Jika backbone gagal maka seluruh jaringan gagal
- Jika Sentral Root gagal maka kinerja jaringan pada semua bagian
jaringan menurun.
- Jika jaringan sudah sangat besar maka sulit melakukan konfigurasinya dan sulit
pemeliharannya
D. Komunikasi Data pada Topologi Tree:
a. Komunikasi data dalam tiap simpul dikoordinir oleh sentral yang terdapat pada
simpul node masing-masing.Menyelenggarakan komunikasi pada Topologi Tree
merupakan tugas setiap sentral untuk kerja sama dengan sentral
yang terlibat. Sentral cabang suatu tingkat yang lebih atas berfungsi sebagai
koordinator bagi sentral cabangnya juga bagi node yang terhubung ke padanya.
b. Jika terjadi komunikasi antara node pada simpul yang berbeda maka pesan
dikoordinir oleh sentral sumber pesan bekerja sama dengan sentral lain yang ada
disepanjang jalur komunikasi meneruskan pesan hingga pesan mencapai pada node
tujuan. Yang perlu diingat bahwa selain sebagai konsentrator jaringan sentral
berfungsi sebagai koordinator dan repeater dalam komunikasi data.
c. Pada Topologi Tree yang merupakan Topologi bertingkat, komunikasi jaringan
dikontrol atau dikoordinir oleh Sentral Root. Sentral Root mampu mengkoordinir
semua aktifitas komunikasi jaringan yaitu komunikasi pada sentral cabang beserta
komunikasi node yang terhubung di dalam jaringan.. Sinyal yang ditransmisikan
oleh Sentral Root diterima oleh semua node pada waktu yang sama.
Sebagai ilustrasi contoh komunikasi data pada Topologi Tree misalkan pada
contoh sebagai berikut:
Pada suatu jaringan yang berdesign Topologi Tree terdapat beberapa node seperti
komputer, printer dan beberapa sentral yang terhubung di dalamnya. Misalnya, node r
mengirm data yang sebagai tujuannnya adalah komputer n maka prosesnya; Data
ditransmisikan ke sentral simpulnya yakni sentral cabang tingkat 3a ( SC t3(a) )
kemudian data diterima dan ditransmisikan ulang ke sentral cabang tingkat 2 SC t2
kemudian data diteruskan ke sentral cabang tingkat 3 (SC t3(b)) dan terakhir data
disampaikan ke node tujuan yaitu node n.
Gambar 2.5 Gambar Topologi Hirarki/Pohon
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan
topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan
dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-
komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang
punggung. Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.
Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang
berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan
semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok
digunakan pada sistem jaringan komputer.
Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu
kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat
membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain
dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang
lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya
akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dariTopologi Star.
Seperti halnya Topologi Star, perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga
terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur
traffic di dalam jaringan.
B. SARAN
Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah
jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media
pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak
geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam
komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.
Oleh karena itu, jika seseorang bertanya topologi manakah yang paling bagus
dipakai untuk membuat jaringan komputer adalah dapat dikatakan relatif. Hal ini
dimaksudkan bahwa setiap topologi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-
masing sehingga penggunan suatu topologi tergantung dari kebutuhan dari para
penggunanya.
DAFTAR PUSTAKA
http://completepcedia.com/tree_topology.html, diakses tanggal 7 November 2015
http://en.wikipedia.org/wiki/Network_topology, diakses tanggal 7 November 2015
http://fcit.ust.edu/network/chap5/chap5.htm, diakses tanggal 7 November 2015
http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_pohon, diakses tanggal 7 November 2015
http://improvehomelife.com, diakses tanggal 7 November 2015
http://networking-communications.knoji.com/tree-topology-vs-hybrid-topology/, diakses
tanggal 7 November 2015
http://pluto.ksi.edu./`~cyh/cis370/ebook/ch03d.html, diakses tanggal 7 November 2015
http://searchnetworking.techtarget.com/definition/tree-network, diakses tanggal 7 November
2015
http://www.computerhope.com/jagon/t/treetopo.htm, diakses tanggal 7 November 2015
http://www.exforsys.com/tutorials/networking/tree-topology.html, diakses tanggal 7
November 2015
http://www.webopedia.com/DidYouKnow/Hardware_Software/Networking/tree_topology.ht
ml, diakses tanggal 7 November 2015
www.maximumpc.com, diakses tanggal 7 November 2015

2. makalah hyerachical

  • 1.
    TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER BABI PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Teknologi komputer sangat diperlukan dalam membantu meningkatkan kinerja suatu perusahaan dewasa ini. Tahun demi tahun orang mulai menggunakan komputer yang saat ini dikenal dengan Personal Computer (PC). Asal mulanya Personal Computer digunakan oleh masing-masing orang dan berdiri sendiri (stand alone). Komputer-komputer tersebut tidak terhubung satu sama lainnya. Namun orang kemudian berpikir bahwa pengolahan data yang bersifat stand alone tersebut di rasa sangat lambat dan tidak efisien. Untuk PC stand alone, program aplikasi harus dimuat ke masing-masing PC, dan prosesnya harus berpindah-pindah PC. Untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalisir waktu yang dibutuhkan maka diciptakan suatu jaringan yang saat ini dikenal dengan nama jaringan komputer. Jaringan ini disusun berdasarkan beberapa metode yang dikenal dengan topologi jaringan. Diantaranya ada yang dikenal dengan star network atau jaringan bintang dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk mengetahui lebih dalam lagi, dalam paper akan dijelaskan mengenai jenis- jenis topologi jaringan, kekurangan-kekurangannya beserta cara penanganannya. 1.2. TUJUAN Berdasarkan latar belakang di atas, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tentang jenis- jenis topologi jaringan beserta kekurangan dan kelebihannya. 1.3. LINGKUP MASALAH Masalah jenis-jenis topologi jaringan dipandang relatif luas. Dalam tulisan ini hanya lebih menekankan pada topologi fisik dan logik.
  • 2.
    BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIANTOPOLOGI HIERARCHICAL TREE Dari namanya network ini berbentuk seperti pohon yang bercabang, yang terdiri dari central node dihubungkan dengan node yang lain secara berjenjang. Central node biasanya berupa large computer atau mainframe computer sebagai host computer yang merupakan jenjang tertinggi (top hierachical) yang berfungsi mengkoordinasi dan mengendalikan node jenjang dibawahnya yang dapat berupa mini computer atau micro computer. Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi Star. Seperti halnya Topologi Star, perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan. Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada topologi tree terhubung secara langsung ke central HUB. Sebagian perangkat memang terhubung secara langsung ke central HUB, tetapi sebagian lainnya terhubung melalui secondary HUB (lihat gambar). Pada topologi tree terdapat dua atau lebih HUB yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat ke dalam jaringan. Keseluruhan HUB tersebut berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua bagian yaitu Active HUB dan Passive HUB. Active HUB berfungsi tidak hanya sekedar sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya, tetapi juga memiliki fungsi sebagai Repeater. Sinyal data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya memiliki keterbatasan dalam hal jarak, setelah berjalan sekian meter maka sinyal tersebut akan melemah. Dengan adanya fungsi Repeater ini maka sinyal data tersebut akan di-generate kembali sebelum kemudian diteruskan ke komputer yang dituju, sehingga jarak tempuh sinyal data pun bisa menjadi lebih jauh dari yang biasanya. Sedangkan Passive HUB hanya berfungsi sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya.
  • 3.
    Pada topologi tree,seperti pada gambar, Central HUB adalah selalu sebagai Active HUB sedangkan Secondary HUB adalah Passive HUB. Tetapi pada pelaksanaannya, Secondary HUB bisa juga sebagai Active HUB apabila digunakan untuk menguatkan kembali sinyal data melalui secondary HUB lainnya yang terhubung. Karena pada dasarnya topologi ini merupakan bentuk yang lebih luas dari topologi star, maka kelebihan dan kekurangannya pada topologi star juga dimiliki oleh topologi tree. Perbedaannya adalah HUB dan kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya dengan mempertimbangkan segala hal yang terkait, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan. Meskipun demikian, topologi ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB. B. Ciri-ciri fisik Topologi Tree: a. Merupakan kombinasi dari Topologi Bus dan Topologi Star(topologi Bintang), yaitu terdiri dari kumpulan Topologi Star yang dihubungkan dalam 1 Topologi Bus sebagai jalur backone. Oleh karena itu untuk memahami Topologi Tree, kita lebih dulu harus memahami Topologi Bus dan Topologi Star. b. Atau Topologi Tree juga merupakan kumpulan Topologi Star, yaitu sentral-sentral dengan tingkat hirarki yang berbeda dihubungkan point to point sebagai backbone, oleh karena itu Topologi Tree disebut juga Topologi Bertingkat atau Topologi Hierarki. c. Topologi Tree yang merupakan kumpulan Topologi Star setidaknya harus memiliki 3 tingkat(faktor percabangan 2). Sentral Root artinya sentral induk(sebagai tingkat 1) terhubung ke satu atau dua sentral cabang(sebagai tingkat 2). Kemudian sentral cabang tingkat 2 terhubung ke satu atau dua sentral cabang (sebagai tingkat 3). Sentral Root diharapkan memiliki fungsi lebih daripada sentral cabang dari tingkat hirarki yang lebih rendah.Sedangkan node pada ujung-ujung jaringan /sentral disebut node perifer atau disebut juga end device. Dari hal yang demikian maka Topologi Tree disebut juga sebagai Topologi Extended Star. d. Pertimbangan dalam membangun Topologi Tree menggunakan protokol Ethernet adalah Aturan 5-4-3. Aturan 5-4-3 adalah pedoman design untuk jaringan yang menggunakan kabel Coaxial 10 Base Ethernet yang menggunakan hanya Hub atau Repeater dan tidak menggunakan Bridge, Switch ataupun Router. Artinya bahwa diantara 2 node yang paling ujung di jaringan hanya boleh ada maksimum 5 segmen
  • 4.
    yang dihubungkan oleh4 sentral dan hanya boleh ada 3 segmen yang dapat memiliki node. e. Aturan 5-4-3 tidak berlaku bagi protokol lain , juga tidak berlaku pada protokol Ethernet jika design Topologi Tree menggunakan kabel Fiber Optik atau Kombinasi Fiber Optik dengan UTP maka pada kombinasi dari tulang punggung Serat Optik dengan kabel UTP tetapi aturan dijabarkan ke Aturan 7-6-5. f. Ada yang berpendapat bahwa Topologi Tree Bertingkat sangat mirip dengan Topologi Mesh 1/2 Penuh ( Topologi Mesh Partial). C. Kelebihan dan Kekurangan Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup. Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut “headend”. Dari headend beberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada setiap cabang terhubung beberapa terminal dalam bentuk bus, atau dicabang lagi hingga menjadi rumit. Ada dua kesulitan pada topologi ini, yaitu : a. Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan. b. Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan. Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan dari topologi tree, yaitu sebagai berikut : a. Kelebihan Secara umum kelebihan topologi tree sama dengan topologi star, yaitu: - Pemasangannya relatif mudah, karena setiap alat atau computer hanya membutuhkan satu port I/O. - Deteksi kesalahan cukup mudah. - Kerusakan pada salah satu link tidak mempengaruhi sambungan yang lain, asalkan hub masih berfungsi. - Adanya hub sekunder memungkinkan lebih banyak perangkat yang dapat tersambung ke sebuah hub sentral, sehingga menambah jarak jangkauan jaringan. b. Kelemahan Secara umum kelemahan topologi tree sama dengan kelemahan topologi star.
  • 5.
    Jaringan topologi treeini sangat tergantung pada pengendali pusat (hub). Tidak mungkin dilakukan komunikasi langsung dari satu computer ke computer lain, karena semua transmisi harus memalui hub. - Tidak sesuai untuk jaringan skala kecil karena hanya memboroskan kabel - Ukuran panjang jaringan tergantung pada jenis kabel yang digunakan. - Jika backbone gagal maka seluruh jaringan gagal - Jika Sentral Root gagal maka kinerja jaringan pada semua bagian jaringan menurun. - Jika jaringan sudah sangat besar maka sulit melakukan konfigurasinya dan sulit pemeliharannya D. Komunikasi Data pada Topologi Tree: a. Komunikasi data dalam tiap simpul dikoordinir oleh sentral yang terdapat pada simpul node masing-masing.Menyelenggarakan komunikasi pada Topologi Tree merupakan tugas setiap sentral untuk kerja sama dengan sentral yang terlibat. Sentral cabang suatu tingkat yang lebih atas berfungsi sebagai koordinator bagi sentral cabangnya juga bagi node yang terhubung ke padanya. b. Jika terjadi komunikasi antara node pada simpul yang berbeda maka pesan dikoordinir oleh sentral sumber pesan bekerja sama dengan sentral lain yang ada disepanjang jalur komunikasi meneruskan pesan hingga pesan mencapai pada node tujuan. Yang perlu diingat bahwa selain sebagai konsentrator jaringan sentral berfungsi sebagai koordinator dan repeater dalam komunikasi data. c. Pada Topologi Tree yang merupakan Topologi bertingkat, komunikasi jaringan dikontrol atau dikoordinir oleh Sentral Root. Sentral Root mampu mengkoordinir semua aktifitas komunikasi jaringan yaitu komunikasi pada sentral cabang beserta komunikasi node yang terhubung di dalam jaringan.. Sinyal yang ditransmisikan oleh Sentral Root diterima oleh semua node pada waktu yang sama. Sebagai ilustrasi contoh komunikasi data pada Topologi Tree misalkan pada contoh sebagai berikut: Pada suatu jaringan yang berdesign Topologi Tree terdapat beberapa node seperti komputer, printer dan beberapa sentral yang terhubung di dalamnya. Misalnya, node r mengirm data yang sebagai tujuannnya adalah komputer n maka prosesnya; Data ditransmisikan ke sentral simpulnya yakni sentral cabang tingkat 3a ( SC t3(a) )
  • 6.
    kemudian data diterimadan ditransmisikan ulang ke sentral cabang tingkat 2 SC t2 kemudian data diteruskan ke sentral cabang tingkat 3 (SC t3(b)) dan terakhir data disampaikan ke node tujuan yaitu node n. Gambar 2.5 Gambar Topologi Hirarki/Pohon
  • 7.
    BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN TopologiPohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer- komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung. Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer. Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat. Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dariTopologi Star. Seperti halnya Topologi Star, perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan. B. SARAN Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Oleh karena itu, jika seseorang bertanya topologi manakah yang paling bagus dipakai untuk membuat jaringan komputer adalah dapat dikatakan relatif. Hal ini dimaksudkan bahwa setiap topologi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing sehingga penggunan suatu topologi tergantung dari kebutuhan dari para penggunanya.
  • 8.
    DAFTAR PUSTAKA http://completepcedia.com/tree_topology.html, diaksestanggal 7 November 2015 http://en.wikipedia.org/wiki/Network_topology, diakses tanggal 7 November 2015 http://fcit.ust.edu/network/chap5/chap5.htm, diakses tanggal 7 November 2015 http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_pohon, diakses tanggal 7 November 2015 http://improvehomelife.com, diakses tanggal 7 November 2015 http://networking-communications.knoji.com/tree-topology-vs-hybrid-topology/, diakses tanggal 7 November 2015 http://pluto.ksi.edu./`~cyh/cis370/ebook/ch03d.html, diakses tanggal 7 November 2015 http://searchnetworking.techtarget.com/definition/tree-network, diakses tanggal 7 November 2015 http://www.computerhope.com/jagon/t/treetopo.htm, diakses tanggal 7 November 2015 http://www.exforsys.com/tutorials/networking/tree-topology.html, diakses tanggal 7 November 2015 http://www.webopedia.com/DidYouKnow/Hardware_Software/Networking/tree_topology.ht ml, diakses tanggal 7 November 2015 www.maximumpc.com, diakses tanggal 7 November 2015