TUGAS TERSTRUKTUR FISIOLOGI HEWAN II
Latifah Ambarwati
B1J012147
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2014
6
25. Gambar di bawah ini adalah protonefridia, jelaskan bagaimana organ ini
berfungsi dalam pembentukan urine ?
Cacing pipih memiliki sistem ekskresi tubuler yang disebut sebagai
protonefridia (protonephridia). Protonefridium adalah suatu jaringan kerja tubula
tertutup yang tidak memiliki pembukaan internal. Tubula itu bercabang diseluruh
tubuh dan cabang paling kecil ditutupi oleh unit seluler yang disebut bola api
(flame-bulb). Bola-api itu memilki berkas silia atau rambut getar yang menjulur
ke dalam tubula. Pergerakan rambut getar itu memberikan gaya yang akan
menarik air dan zat terlarut dari cairan intestinal melalui bola-api dan masuk
kedalam sistem tubula. Denyutan silia pada sel tudung mempertahankan cairan itu
tetap bergerak ke dalam dan melalui tubula (silia yang berdenyut itu mirip dengan
kedipan nyala api sehingga diberi nama bola-api). Urin dari sistem tubula
mengalir ke lingkungan luar melalui lubang yang disebut nefridiopori. Urin yang
diekskresikan oleh cacing pipih air tawar memiliki konsentrasi zat terlarut yang
rendah, sehingga membantu menyeimbangkan pengambilan osmotik air dari
lingkungan (Campbell et al., 2010).
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N., A., Jane, B., R., dan Lawrence G., M. 2010. Biologi Edisi
Kedelapan Jilid III. Erlangga, Jakarta.

Protonefridia

  • 1.
    TUGAS TERSTRUKTUR FISIOLOGIHEWAN II Latifah Ambarwati B1J012147 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2014
  • 2.
    6 25. Gambar dibawah ini adalah protonefridia, jelaskan bagaimana organ ini berfungsi dalam pembentukan urine ? Cacing pipih memiliki sistem ekskresi tubuler yang disebut sebagai protonefridia (protonephridia). Protonefridium adalah suatu jaringan kerja tubula tertutup yang tidak memiliki pembukaan internal. Tubula itu bercabang diseluruh tubuh dan cabang paling kecil ditutupi oleh unit seluler yang disebut bola api (flame-bulb). Bola-api itu memilki berkas silia atau rambut getar yang menjulur ke dalam tubula. Pergerakan rambut getar itu memberikan gaya yang akan menarik air dan zat terlarut dari cairan intestinal melalui bola-api dan masuk kedalam sistem tubula. Denyutan silia pada sel tudung mempertahankan cairan itu tetap bergerak ke dalam dan melalui tubula (silia yang berdenyut itu mirip dengan kedipan nyala api sehingga diberi nama bola-api). Urin dari sistem tubula mengalir ke lingkungan luar melalui lubang yang disebut nefridiopori. Urin yang diekskresikan oleh cacing pipih air tawar memiliki konsentrasi zat terlarut yang rendah, sehingga membantu menyeimbangkan pengambilan osmotik air dari lingkungan (Campbell et al., 2010).
  • 3.
    DAFTAR PUSTAKA Campbell, N.,A., Jane, B., R., dan Lawrence G., M. 2010. Biologi Edisi Kedelapan Jilid III. Erlangga, Jakarta.