Penelitian ini mengeksplorasi prevalensi kurang tidur kronis pada mahasiswa di Yogyakarta dan hubungan faktor-faktor seperti jenis kelamin, bidang studi, dan strata pendidikan. Dari 104 responden, 45,19% terdiagnosis menderita kurang tidur kronis, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada mahasiswa laki-laki dan mereka yang berkuliah di bidang medis, meskipun tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menunjukkan perlunya kajian lebih mendalam tentang faktor penyebab kurang tidur di kalangan mahasiswa.