Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
UJIAN TENGAH SEMESTER
QUALITY MANAGEMENT & STANDARDIZATION
Dosen : Prof. Ir. Syamsir Abduh, MM. Ph.D
Nama : Yosephina Enda...
1. Q : Is Quality and Standardization as a strategic tools?
The German Standardization Strategy: an update Goals and point...
I. Standardization secures Indonesia’s position as a leading industrial nation
Standar adalah faktor yang menentukan dalam...
kebutuhan pasar. Apabila standarisasi dapat menuruti strandarisasi yang
berlaku di dunia, maka permintaan dan kontrak dari...
c. Semakin perusahaan-perusahan di Indonesia sadar akan penerapan standar lokal
maupun lokal, semakin banyak produk secara...
6. Menggunakan standarisasi dan paten sistem secara integratif
a. Sistem Standardisasi dan paten harus dimanfaatkan secara...
mereka dalam standardisasi dan dengan demikian memiliki pengaruh pada konten
standar.. Standardisasi harus menjadi aspek i...
politik dan masyarakat secara keseluruhan untuk standarisasi pada tahap awal
b. Kursus pelatihan professional, kejuruan da...
5. Pemanfaatan yang besar atas standar dalam pengadaan publik
a. Standar menjamin transparansi proses pengadaan dan harus ...
harus bisa memenuhi tantangan ini dengan terus mengoptimalkan proses kerja
mereka, dengan kualitas, pembatasan waktu dan b...
3. Memastikan partisipasi semua orang
a. Partisipasi dalam standardisasi harus disederhanakan melalui aturan yang
sesuai, ...
a. Badan Standarisasi tidak hanya menawarkan standar berbasis konsensus
"klasik", tetapi juga berbagai hal yang berorienta...
Soal no. 2
Mengapa standarisasi diperlukan ?
I. Definisi Standar
Kata standar berasal dari bahasa Inggris “standard”, dapa...
Standardisasi Nasional (BSN) dan berlaku secara nasional.
II. Tujuan Standarisasi
Dengan mengutip uraian dari buku “The ai...
Pengendalian keanekaragaman (variety reduction)
Salah satu tujuan pengendalian keaneka ragaman adalah untuk menentukan
jum...
produksi dengan cara yang lebih baik. Sebagai contoh: konstruksi bangunan sipil,
pencampuran adukan (semen : pasir : air s...
Pelestarian lingkungan kini merupakan tujuan penting standardisasi: dengan focus
pada perlindungan alam dari kerusakan yan...
III. Manfaat standardisasi
Sesuai definisi, standardisasi bertujuan untuk mencapai ekonomi keseluruhan
secara maksimum dan...
perubahan
 Mengefektifkan pemeriksaan dan pengujian serta prosedur
pengendalian mutu untuk mengurangi produk yang tak mem...
 Pengurangan biaya
 Fasilitasi di dalam perluasan pasar
 Fasilitasi di dalam pelayanan pasca penjualan
 Mempercepat ke...
Bagi ilmuwan, penerapan standar bermanfaat dalam hal:
 Sebagai dasar penetapan dalam memfasilitasi suatu hasil akhir yang...
German Quality management and standarization
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

German Quality management and standarization

185 views

Published on

German Quality and Standarization

Published in: Business
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

German Quality management and standarization

  1. 1. UJIAN TENGAH SEMESTER QUALITY MANAGEMENT & STANDARDIZATION Dosen : Prof. Ir. Syamsir Abduh, MM. Ph.D Nama : Yosephina Endang Purba NIM : 222140514 Trisakti International Business School Jakarta
  2. 2. 1. Q : Is Quality and Standardization as a strategic tools? The German Standardization Strategy: an update Goals and points in focus GOAL 1: Standardization secures Germany's position as a leading industrial nation GOAL 2: Standardization as a strategic instrument supports a successful society & economy GOAL 3: Standardization is an instrument of deregulation GOAL 4: Standardization and standards bodies promote technological convergence GOAL 5: Standards bodies provide efficient procedures and tools Direction : 1. Select 3 goals from 5 available. 2. Create the appropriate priorities for Indonesian situation. 3. Give reasons/justifications to ensure that quality and standardization as a strategic tools Dari 5 tujuan diatas, 3 tujuan yang dipilih adalah: I. Standardization secures Indonesia’s position as a leading industrial nation (strategy nomor 1) II. Standardization as a strategic instrument supports a successful society and economy (strategy nomor 2) III. Standards bodies provide efficient procedures and tools (strategy nomor 5)
  3. 3. I. Standardization secures Indonesia’s position as a leading industrial nation Standar adalah faktor yang menentukan dalam hal akses pasar dan posisi kompetitif, dan membantu dengan cepat menerjemahkan ide-ide inovatif ke dalam produk . Standardisasi merupakan instrumen strategis yang dekat dengan pasar dalam hal membangun inovasi di pasar global dalam bentuk produk, proses dan jasa. Selain aspek ekonomi, pembangunan berkelanjutan dan mempertahankan tingkat keselamatan yang tinggi juga merupakan komponen yang terintegrasi dari standardisasi. Dalam lingkungan ekonomi Indonesia, standar adalah komponen yang sangat diperlukan dalam kebijakan ekonomi untuk mencapai tujuan industri Indonesia. Standar juga faktor yang menentukan dalam hal akses pasar dan posisi kompetitif Indonsesi di mata internasional sehingga Indonesia tidak tertinggal di pasar global . Tujuan ini berfokus pada 6 poin : ←1. Orienting standardization more towards market interests (Orientasi standardisasi mengarah kepada kepentingan pasar) ← Untuk mengejar posisi Indonesia untuk menjadi salah satu ekonomi terkuat di dunia, standardisasi harus diangkat dan harus memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri serta mampu merebut pasar luar negeri. Sehingga pada akhirnya, standarisasi harus mampu diterapkan untuk dapat memenuhi pemintaan dan
  4. 4. kebutuhan pasar. Apabila standarisasi dapat menuruti strandarisasi yang berlaku di dunia, maka permintaan dan kontrak dari luar negeri juga akan otomastis datang (apabila mampu bersaing dari sisi harga juga) ←2. Mempromosikan inovasi (Promoting innovation ) a. Standardisasi pada inovasi harus ditingkatkan dengan promosi, penelitian dan pengembangan dengan dukungan dari pemerintah b. Standardisasi harus melekat dalam suatu system terpadu, mulai dari riset penelitian, output dan promosi teknologi. c. Spesifikasi adalah sebagai sarana berkomunikasi topik inovatif pada tahap awal - dan standar konsensus penuh sebagai alat yang menggambarkan keadaan saat ini untuk teknologi yang sudah mature. Standardisasi adalah mitra industri, mulai dari tahap pembentukan ide sampai kepada proses pemasaran produk- produk inovatif ←3. Mengutamakan orientasi internasional (Giving priority to an international orientation ) a. Indonesia perlu meningkatkan daya saing produk Indonesia dan teknologi di pasar global melalui ekspor produk-produk yang berstandar internasional. Kunci untuk ini adalah edukasi dan pelatihan-pelatihan mengenai standar yang diterima dan digunakan di dalam negeri, regional dan di dunia. Dengan adanya edukasi mengenai standar dan standar ini dapat diterapkan maka akan mengurangi hambatan perdagangan serta mengurangi biaya-biaya yang timbul akibat produk ekspor Indonesia yang tidak dapat masuk/ di tolak. b. Dengan diterimanya produk Indonesia di pasar global, akan membawa kesempatan untuk memperluas pasar ekspor. Sehingga juga meningkatkan ekonomi dan menaikkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
  5. 5. c. Semakin perusahaan-perusahan di Indonesia sadar akan penerapan standar lokal maupun lokal, semakin banyak produk secara global diakui dan diterima d. BSN memiliki tools untuk mendukung sepenuhnya tujuan ini. 4. Mendukung UKM di pasar global a. UKM dapat memanfaatkan potensi inovasi mereka di pasar dunia dengan bantuan standar. Standar mendukung UKM terutama dalam hal ke pemasaran produk mereka secara global. b. Indonesia menempatkan prioritas yang tinggi dalam mendukung SME (Small Medium-size Enterprises), salah satunya adalah melalui dukungan pendanaan. UKM sebagian besar membawa produk otentik dan unik sebagai perwakilan lokal. Misalnya, kerajinan dan makanan lokal, c. Munculnya UKM penting untuk mendukung ekonomi makro, dimana sektor ini mempunyai jumlah yang sangat besar yaitu 57,9 juta UKM sehingga UKM dapat diperbesar ukuran dan pasarnya dengan ikut serta dalam sertifikasi kualitas lokal dan internasional. 5. Memastikan pembangunan berkelanjutan Untuk meningkatkan kemampuan kompetitif ekonomi Indonesia, aspek ekonomi juga perlu diperhitungkan, seperti perlindungan lingkungan, pemanfaatan berkelanjutan sumber daya alam, dan material, energi dan efisiensi sumber daya. Karena melibatkan semua pihak yang berkepentingan, penuh konsensus standardisasi yang menyatukan berbagai pihak dan politik, bisnis dan kebutuhan masyarakat umum Pembangunan seharusnya tidak hanya peduli dalam beberapa waktu dalam jangka pendek, tetapi juga harus mempertahankan kesinambungan ketersediaan seluruh sumber-sumber daya di masa yang akan dating (long term)
  6. 6. 6. Menggunakan standarisasi dan paten sistem secara integratif a. Sistem Standardisasi dan paten harus dimanfaatkan secara- bersama-sama dan bukan hanya sebagai pelengkap dalam persaingan global b. BSN harus berkomitmen penuh mendesak pihak-pihak lain dalam ekonomi dan industri Indonesia untuk mematuhi standarisasi dan ini berlaku untuk semua pihak. 2. Standardization as a strategic instrument supports a successful society and economy (nomor 2) Artinya Standardisasi digunakan oleh pelaku pasar sebagai instrumen strategis untuk memastikan kemampuan kompetitif dan mendukung strategi bisnis dan sesuai dengan tanggung jawab pemerintah untuk kesejahteraan warganya Tujuan ini berfokus pada 5 poin: 1. Meningkatkan daya saing UKM a. Untuk meningkatkan daya saing produk UKM di pasar nasional dan internasional, usaha kecil dan menengah (UKM) perlu memastikan partisipasi aktif
  7. 7. mereka dalam standardisasi dan dengan demikian memiliki pengaruh pada konten standar.. Standardisasi harus menjadi aspek integral dari strategi bisnis untuk UKM b. UKM harus mendapat informasi dan paparan tentang prosedur dan kegiatan badan standar dan layanan mereka. Ini harus dipastikan dengan kerjasama yang erat dari badan-badan standar, asosiasi dan politik c. Indonesia, yang sepenuhnya mendukung Indonesia UKM melalui pendanaan, harus memiliki komitmen serta dalam mempromosikan UKM dalam dunia saing. bisnis saat ini, d. Pameran-pameran yang diadakan dalam negeri atau di luar negeri, harus melibatkan UKM. Kebanyakan Kementerian menerapkan strategi ini dengan mengundang UKM untuk mengisi dan berpartisipasi dalam pameran internasional uuntuk mewakili Indonesia, bila perlu dengan fasilitas -fasilitas gratis yang disediakan pemerintah. 2. Memanfaatkan jaringan dan platform a. Untuk meningkatkan kemapuan bersaing, bantuan network (jaringan) akan mengurangi beban individu dalam hal standardisasi. b. Asosiasi, perusahaan perdagangan dan serikat dagang memainkan peran penting dalam meningkatkan partisipasi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam standardisasi. c.. Perusahaan- perusahaan di Indonesia harus selalu meningkatkan kekuatan jejaring (network) sehingga semua daerah akan dapat memiliki jaringan yang pada akhirnya akan mengarah pada pengembangan platform 3. Mengintegrasikan standardisasi dalam pendidikan tinggi a. Pentingnya nilai strategis standardisasi dan manfaatnya dalam keterlibatan aktif untuk pekerjaan standar perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan dalam rangka memperkenalkan calon spesialis dan para pengambil keputusan di industri,
  8. 8. politik dan masyarakat secara keseluruhan untuk standarisasi pada tahap awal b. Kursus pelatihan professional, kejuruan dan program akademik harus memasukkan standardisasi dalam kurikulum mereka, terutama dalam ilmu alam, teknik dan ekonomi. c. Hal ini dapat dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah dan pendidikan/ pihak. Kementrian Pendidikan mengambil peran penting untuk mengaktifkan kondisi ini. Hal tentu saja bisa menjadi sukses hanya jika ada kerjasama yang baik dengan pihak lain seperti universitas swasta, perguruan tinggi negeri, program kursus, perusahaan. Apa yang sebenarnya terjadi baru-baru ini adalah bahwa sebagian besar universitas mengembangkan kurikulum sendiri tanpa pertimbangan mengintegrasikan dengan kebutuhan industri. Pemerintah Indonesia harus menjadi pihal yang menghubungkan kesenjangan ini atau ketidaksesuaian 4. Standarisasi sistem manajemen atas dasar kebutuhan saja a. Pengenalan sistem standar manajemen dalam bidang-bidang seperti kualitas dan lingkungan telah terbukti menjadi strategi bisnis yang sukses, membantu untuk meningkatkan proses, produk dan jasa kepada dunia. b. Proposal untuk standarisasi sistem manajemen lainnya, misalnya di sektor- sektor tertentu, harus dipertimbangkan dengan cermat sebelum persetujuan, dan kebutuhan para pemangku kepentingan secara umum harus dipertimbangkan untuk memastikan bahwa bisnis yang diberikan kelonggaran bagi individu. c. Indonesia harus membuat daftar prioritas pada sektor mana yang harus diterapkan standarisasi dan yang mana dapat terus dalam durasi tertentu
  9. 9. 5. Pemanfaatan yang besar atas standar dalam pengadaan publik a. Standar menjamin transparansi proses pengadaan dan harus menjadi komponen yang lebih integral dari prosedur pengadaan publik karena mereka membantu mengurangi biaya sementara pada saat yang sama mempromosikan inovasi. b. Standar yang memfasilitasi pengadaan produk dan layanan dengan efektivitas biaya yang optimal dan sistem jaminan dan komponen antar operasi. c. Indonesia di masa lalu, mengadakan sistem pengadaan yang buruk, terutama di sektor pemerintahan. Tapi dewasa ini, pemerintah Indonesia terus e-procurement dalam sistem. Melalui e-procurement, pemerintah menetapkan persyaratan tertentu untuk menjalankan proses pengadaan secara keseluruhan, mulai dari sistem software yang dipilih, orang yang bertanggung jawab, bagaimana jadwal, peraturan dan regulasi. Itu terbuka untuk umum dan setiap perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar untuk proses pengadaan ini. III. Standards bodies provide efficient procedures and tools (strategy nomor 5) ( Badan standarisasi menyediakan prosedur dan alat-alat yang efisien) Artinya beradaptasi dengan cepat dengan kondisi pasar saat ini mutlak diperlukan untuk sukses. teknologi baru, pengembangan lebih lanjut dan aplikasi yang luas dalam berbagai sektor semakin memperpendek siklus inovasi. Badan standarisasi
  10. 10. harus bisa memenuhi tantangan ini dengan terus mengoptimalkan proses kerja mereka, dengan kualitas, pembatasan waktu dan biaya menjadi faktor kunci. Sebuah kebijakan bisnis yang berorientasi pasar dan mengoptimalkan instrument yang akan memenuhi tuntutan pertumbuhan pada badan standarisasi modern Tujuan ini berfokus pada 6 hal: 1. Mengintensifkan jaminan kualitas dan memperluas layanan a. Inspeksi yang terus-menerus dan peningkatan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan oleh badan standarisasi merupakan kunci yang penting untuk mengamankan dan mengkonsolidasikan status standar di mata bisnis, politik dan masyarakat umum b. Produk dan jasa yang terstandardisasi harus yang menjadi sempurna dan berkualitas tinggi c. Badan Standarisasi harus memperluas layanan mereka dan memasukkan kepuasan pelanggan sebagai faktor sukses kunci ketika mengoptimalkan proses bisnis d. BSN memiliki program standardisasi lengkap, sehingga, setiap perusahaan harus mampu menyediakan produk dan juga layanan dengan kualitas yang baik. 2. Meninjau/ review model bisnis a. Badan Standarisasi harus meninjau model bisnis mereka secara teratur. Model bisnis yang sukses harus lebih dioptimalkan dan dikembangkan tanpa melanggar pada prinsip-prinsip dasar standardisasi b. Saat meninjau model bisnis , badan standarisasi harus berkonsultasi dengan stakeholder c. Dari proses peninjauan model bisnis, Indonesia akan mampu mengenal kelemahannya, sehingga dapat diperbaiki dan ditingkatkan di waktu mendatang
  11. 11. 3. Memastikan partisipasi semua orang a. Partisipasi dalam standardisasi harus disederhanakan melalui aturan yang sesuai, proses dan instrumen untuk menjamin akses lanjutan untuk semua tanpa diskriminasi. b. Proses yang terbuka dan transparan dalam komite standarisasi adalah jaminan partisipasi yang seimbang dari semua pemangku kepentingan dalam standardisasi. c. Untuk mencapai masyarakat luas, presentasi dan publikasi secara teratur harus dilakukan untuk melaporkan kegiatan standardisasi saat ini. d. BSN mengacu WTO baik untuk praktek yang baik dan pengembangan SNI e.. BSN memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki standardisasi 4. Meningkatkan akses untuk UKM a. Akses ke standar dan standardisasi harus dibuat lebih mudah terutama untuk usaha kecil dan menengah (UKM) melalui langkah-langkah yang disesuaikan dengan kebutuhan UKM b. Indonesia dan BSN harus memastikan bahwa UKM memiliki akses yang memadai dan mampu memiliki semua persyaratan untuk memiliki standardisasi. Jika mereka menghadapi beberapa kesulitan, BSN dan pemerintah harus selalu membantu dan mendukung mereka 5. Mengoptimalkan pemasaran spesifikasi
  12. 12. a. Badan Standarisasi tidak hanya menawarkan standar berbasis konsensus "klasik", tetapi juga berbagai hal yang berorientasi pada permintaan yang telah dikembangkan terutama untuk produk yang baru, produk inovatif dengan siklus pengembangan yang singkat b. Ini akan memerlukan berbagai bentuk publikasi, sehingga memberikan kejelasan dan transparansi bagi pelanggan c. Badan standarisasi harus membantu pelanggan mereka dalam memilih bentuk publikasi yang sesuai. Untuk tujuan ini, para staf badan standariasasi perlu dilatih dan mempunyai layanan kontak khusus di badan standarisasi. d. Indonesia harus mengakui standardisasi sebagai salah satu alat pemasaran dalam perencanaan dan dalam strategi pemasaran. Melalui sudut pandang pemasaran, perusahaan harus mempertimbangkan strategi ini sebagai strategi keharusan untuk menjalankan usaha 6. Memastikan koherensi set standarisasi a. Full-konsensus standardisasi menjamin kualitas dan kompatibilitas produk, informasi dan layanan. Ini memerlukan standar terpadu (koheren), tidak saling bertolak belakang. b. Sistem harus dioptimalkan untuk menghindari standar yang bertentangan dan duplikasi kerja dan untuk mencapai tingkat tinggi koordinasi antara semua tingkatan dan organisasi c. Hal ini penting untuk berperan aktif dalam diskusi yang diperlukan antara badan-badan standarisasi dan dalam pengembangan strategi yang relevan d. Di Indonesia, BSN dan semua usaha harus selalu berkoordinasi satu sama lain dan bersatu dalam integrasi kondusif saat membuat satu set standar baru atau bahkan dalam merevisi exsisting standar. koherensi ini harus berjalan seiring mempertimbangkan pasar global yang berubah cepat
  13. 13. Soal no. 2 Mengapa standarisasi diperlukan ? I. Definisi Standar Kata standar berasal dari bahasa Inggris “standard”, dapat merupakan terjemahan dari bahasa Perancis “norme” dan “etalon”. Istilah “norme” dapat didefinisikan sebagai standar dalam bentuk dokumen, sedangkan “etalon” adalah standar fisis atau standar pengukuran. Untuk membedakan definisi dari istilah standar tersebut, maka istilah “standard” diberi makna sebagai “norme”, sedangkan ‘etalon” dalam bahasa Inggris diartikan sebagai “measurement standard”. Dalam bab-bab awal terutama dibahas “standard” dalam pengertian “norme” sedangkan “etalon” atau “measurement standard” Definisi standar dan standardisasi yang digunakan BSN (Badan Standardisasi Nasional) diacu dari PP No. 102 Tahun 2000 adalah sebagai berikut: Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar- besarnya. Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar, yang dilaksanakan secara tertib melalui kerjasama dengan semua pihak yang berkepentingan. Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan oleh Badan
  14. 14. Standardisasi Nasional (BSN) dan berlaku secara nasional. II. Tujuan Standarisasi Dengan mengutip uraian dari buku “The aims and principles of Standardization” yang diterbitkan oleh ISO maka tujuan standardisasi dapat dijabarkan sebagai berikut: Kesesuaian untuk penggunaan tertentu (fitness for purpose) Kemampuan proses, produk atau jasa untuk memenuhi kegunaan yang ditetapkan dalam kondisi spesifik tertentu. Setiap proses, produk atau jasa dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebutuhan pemakai. Standar berguna untuk mengidentifikasi parameter optimum bagi kinerja suatu proses, produk atau jasa dan metode untuk evaluasi pemenuhan persyaratan terkait. Standar dapat pula mempersyaratkan kondisi penggunaan proses, produk atau jasa, untuk mencegah terjadinya kegagalan proses, produk atau jasa akibat pemakaian yang tidak tepat oleh pengguna atau akibat tidak dipenuhinya persyaratan mutu proses, produk atau jasa. Mampu tukar (interchangeability) Kesesuaian bahwa suatu produk, proses atau jasa dapat digunakan untuk mengganti dan memenuhi persyaratan relevan disebut mampu tukar. Melalui penetapan standar proses, produk atau jasa dapat saling dipertukarkan. Contoh: bilah pisau cukur (silet) dari merek berbeda dapat digunakan di alat cukur yang sama.
  15. 15. Pengendalian keanekaragaman (variety reduction) Salah satu tujuan pengendalian keaneka ragaman adalah untuk menentukan jumlah ukuran optimum, grade, komposisi, “rating”, dan cara kerja (practices) untuk mememenuhi kebutuhan tertentu. Jumlah ragam yang berlebihan akan menyulitkan konsumen dalam memilih produk yang sesuai dengan keinginannya serta dari segi produsen akan meningkatkan biaya produksi. Contoh: standar ukuran kertas (seri A). Kompatibilitas (compatibility) Tujuan dari kompatibilitas adalah kesesuaian proses, produk atau jasa untuk digunakan secara bersamaan dengan kondisi spesifik untuk memenuhi persyaratan relevan, tanpa menimbulkan interaksi yang tidak diinginkan. Contoh: pemrosesan data elektronik, informasi harus dalam bentuk kode untuk penyimpanan, transmisi dan retrival dalam bentuk pulsa elektronik. Agar kode tadi pada setiap saat dikenali oleh berbagai jenis piranti, kode harus distandardisasi. Standardisasi di bidang ini mendukung usaha untuk memperoleh kompatibilitas antara berbagai piranti atau sub- sistem dan membuka peluang untuk ekspansi fitur dan pertukaran informasi antar berbagai sistem. Meningkatkan pemberdayaan sumber daya Pencapaian ekonomi menyeluruh secara maksimum dengan meningkatkan pemanfaatan sumber daya seperti material, modal dan optimasi pemberdayaan manusia merupakan tujuan penting dari standardisasi. Di unit manufaktur misalnya, aspek standardisasi material, komponen dan metode produksi dimanfaatkan untuk mengurangi pemborosan dan memungkinkan penerapan
  16. 16. produksi dengan cara yang lebih baik. Sebagai contoh: konstruksi bangunan sipil, pencampuran adukan (semen : pasir : air sesuai standar) dilakukan dengan perbandingan yang benar, begitu pula pemakaian besi beton untuk beton bertulang sehingga mencapai kekuatan yang dipersyaratkan sesuai rekomendasi standar dan pedoman bangunan. Komunikasi dan pemahaman yang lebih baik Salah satu fungsi penting dari standar adalah untuk memperlancar komunikasi antara produsen dan pemakai/konsumen dengan memspesifikasi subjek yang ada dan memberikan kepercayaan bahwa produk yang dipesan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam standar. Dalam standar nasional/internasional telah ditetapkan berbagai lambang dan dengan demikian kesimpangsiuran akibat perbedaan bahasa dapat ditiadakan, setidaknya dikurangi. Contoh: standar lambang: tanda lalu lintas; warna lampu lalu lintas: merah berarti berhenti dan berbahaya, kuning berarti berhati-hati dan hijau berarti silahkan jalan dan masih banyak contoh- contoh lain di sekitar kita. Menjaga keamanan, keselamatan dan kesehatan Standardisasi produk untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kesehatan bagi pemakainya. Contoh: sabuk pengaman, helm, sarung tangan karet; penetapan batas keamanan penggunaan bahan zat warna atau bahan pengawet dalam pangan, penetapan persyaratan isolasi listrik pada peralatan listrik rumah tangga, desain seterika listrik harus sedemikian rupa sehingga pengguna bebas dari kejutan listrik dan sebagainya. Pelestarian lingkungan
  17. 17. Pelestarian lingkungan kini merupakan tujuan penting standardisasi: dengan focus pada perlindungan alam dari kerusakan yang mungkin timbul. Contoh: pencemaran akibat produksi oleh industri, penggunaan material yang sulit mengalami pelapukan (plastik misalnya), pengaturan mengenai gas emisi kendaraan bermotor dan sebagainya. Pelestarian lingkungan hidup umumnya ditetapkan dalam aturan, regulasi dan peraturan atau persyaratan tertentu. Menjamin kepentingan konsumen dan masyarakat Konsumen kini sangat kritis terhadap masalah keawetan, kehandalan, konsumsi energi, ketahanan terhadap bahaya kebakaran dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini dipersyaratkan dalam suatu standar dan informasi mengenai hal ini dapat dicantumkan pada label dan merupakan hasil pengujian suatu laboratorium yang telah diakreditasi. Mengurangi hambatan perdagangan. Dalam masa globalisasi ini masyarakat international berusaha keras untuk mengurangi hambatan perdagangan yang dilakukan oleh negara tertentu untuk membatasi akses pasar terhadap masuknya produk negara lain misalnya dengan menetapkan bea masuk atau menetapkan standar secara sepihak. Standar mencegah adanya hambatan perdagangan non-tarif melalui harmonisasi persyaratan (standar yang sama setidaknya setara dan membatasi standar yang berbeda), sedemikian sehingga memungkinkan terjadi kompetisi sehat. Pembeli atau konsumen yakin bahwa level mutu suatu produk, proses atau jasa yang telah diproduksi atau tersedia sesuai dengan standar yang diakui.
  18. 18. III. Manfaat standardisasi Sesuai definisi, standardisasi bertujuan untuk mencapai ekonomi keseluruhan secara maksimum dan memberikan manfaat bagi berbagai sektor masyarakat. Manfaat standardisasi secara umum adalah untuk:  Memperlancar transaksi arus barang dan jasa dalam perdagangan domestik maupun internasional. Selain itu berguna untuk menghilangkan hambatan teknis dalam perdagangan melalui harmonisasi standar  Membantu mempercepat desiminasi sistem manajemen, teknologi dan inovasi  Meningkatkan daya saing bisnis dengan fokus terhadap mutu, keamanan, keselamatan, kesehatan dan pelestarian lingkungan  Memfasilitasi penilaian dan pembuktian kesesuaian .  Optimasi infrastruktur standardisasi. Manfaat standar bagi berbagai sektor masyarakat yang berkepentingan: Bagi produsen penerapan standar bermanfaat dalam hal:  Memberikan kemudahan dalam membuat prosedur dengan format yang siap. Dibuat dan berlaku secara umum dalam pemecahan masalah yang berulang  Mengurangi peralatan serta waktu persiapan pada lini produksi dan membuat bertahannya proses produksi tertentu dengan sedikit
  19. 19. perubahan  Mengefektifkan pemeriksaan dan pengujian serta prosedur pengendalian mutu untuk mengurangi produk yang tak memenuhi spesifikasi (reject) dan pengerjaan ulang (re-working)  Memungkinkan pengadaan bahan baku seperti material dan komponen yang dapat dipertukarkan dari stok yang tersedia dengan lebih mudah serta tanpa kehilangan waktu  Mengurangi persediaan dan sisa material, komponen dan produk akhir  Memfasilitasi pelatihan bagi staf dan operator  Mengurangi biaya pada pekerjaan administratif  Memfasilitasi pemasaran dan meningkatkan kepercayaan konsumen  Mendorong tercapainya produktivitas yang lebih tinggi di setiap divisi/depar- temen, yang berarti pengurangan biaya, harga rendah, penjualan tinggi dan keuntungan lebih besar. Bagi pemasok dan pedagang penerapan standar bermanfaat dalam hal:  Mengefektifkan pemeriksaan dan pengujian  Pengadaan yang lebih mudah  Mengurangi investasi di dalam inventarisasi  Penyederhanaan pelayanan
  20. 20.  Pengurangan biaya  Fasilitasi di dalam perluasan pasar  Fasilitasi di dalam pelayanan pasca penjualan  Mempercepat kembalinya modal dan keuntungan investasi lebih tinggi  Standar memberikan dokumen yang sah terhadap pengadaan stok, penjualan mereka, sehingga mudah disusun dengan jelas sesuai kebutuhan pelanggan;  Standar memungkinkan semua pihak yang terkait untuk menghindari, mengurangi kemungkinan adanya kesalahpahaman yang mendorong ke arah perselisihan perdagangan yang sebenarnya tidak perlu terjadi atau proses peradilan. Bagi konsumen atau pengguna, penerapan standar bermanfaat untuk:  Memudahkan pemilihan produk bermutu  Mengefektifkan pemeriksaan dan pengujian  Pengadaan yang mudah dengan biaya lebih rendah  Penyederhanaan pelayanan dan meningkatkan layanan purna jual  Mengurangi investasi di dalam inventori  Dasar untuk bertransaksi  Mengurangi perselisihan dan kesalah pahaman.
  21. 21. Bagi ilmuwan, penerapan standar bermanfaat dalam hal:  Sebagai dasar penetapan dalam memfasilitasi suatu hasil akhir yang dapat dibandingkan dan diproduksi ulang dalam mengevaluasi produk dan jasa.  Membantu dalam menentukan spesifikasi dan persyaratan khusus item lainnya.  Memberikan definisi yang teliti terhadap alat, piranti dan peralatan yang digunakan serta prosedur yang akan digunakan dan harus diikuti dalam teknik evaluasi.  Memberikan solusi yang dapat diterima dan disetujui terhadap masalah yang berulang, serta memungkinkan mereka untuk lebih berkonsentrasi secara efektif pada hal penting dan isu pokok sifat awal dari perancangan, penelitian dan pengembangan.  Sebagai titik awal bahan penelitian dan pengembangan untuk selanjutnya berimbas terhadap peningkatan mutu barang dan jasa Daftar Pustaka : Badan Standarisasi Nasional; Pengantar Standarisasi (2009) The German Standardization Strategy an update

×