Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Pengantar Teknologi
Informasi
" Pertemuan 5-6 "
" Sistem Bilangan dan Pengkodean "
Dasar Sistem Bilangan
Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap
suku angka adalah merupakan hasil perka...
Bilangan Dasar Sepuluh (DESIMAL)
• Adalah bilangan yang menggunakan basis 10
yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
• Memiliki...
Bilangan Dasar Dua (BINER)
• Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena
hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1.
• Digit bi...
Bilangan Dasar Delapan (OCTAL)
• Mempunyai bilangan dasar (base) = 8.
• Kombinasi dari system bilangan
oktadesimal ini dib...
Bilangan Dasar Enambelas
(HEKSADESIMAL)
Mempunyai bilangan dasar (base) = 16.
Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ...
Bilangan Dengan Basisnya
Decimal
( base 10 )

Binary
( base 2)

Octal
( base 8 )

Hexadecimal
( base 16 )

00
01
02
03
04
...
Kode yang mewakili data
• Suatu komputer yang berbeda menggunakan kode biner
untuk mewakili suatu karakter.
• Komputer 1 b...
BCD (Binary Coded Decimal)
• BCD merupakan kode biner yang digunakan
hanya untuk mewakili nilai digit decimal saja,
yaitu ...
SBCDIC (Standar Binary Coded Decimal
Interchange Code)
• Merupakan kode biner yang dikembangkan dari BCD, BCD
dianggap tan...
EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)
atau
ASCII (American Standard Code for Information Interchange).

...
Karakter yang diwakili oleh EBCDIC
ditunjukkan oleh kombinasi digit biner 1 dan
0 pada zone bits dan numeric bits sebagai
...
ASCII 7-bit
 ASCII singkatan dari American Standard Code for Information Interchange
atau ada yang menyebut dengan Americ...
ASCII 8-bit
• ASCII 8-bit terdiri dari kombinasi 8-bit.
mulai banyak digunakan, karena lebih
banyak memberikan kombinasi k...
Konversi Bilangan
Secara umum ekspresi sistem bilangan basis –r
mempunyai perkalian koefisien oleh pangkat
dari r.
anrn + ...
Diagram Konversi Bilangan
Contoh Konversi ke biner
4110 =

41/2
20/2
10/2
5/2
2/2
1/2

Integer
41
=
=
=
=
2
=
1
=
0

 4110 = 1010012

Reminder
20
1...
Pecahan Biner….
0,37510 =
Integer
0,375 x 2
0,75 x 2
0,50 x 2
0
x2

=
=
=
=

 0,37510 = 0, 0112

0
1
1
0

Reminder
0,75
0...
Konversi dari biner ke Octal & Hexadecimal

 10 110 001 101 011, 111 1002 = 26153, 748
2

6

1

5

3

7

4

 10 1110 011...
Konversi dari Octal dan Hexadecimal ke biner

 673,1248 = 110 111 011, 001 010 1002
6

 306,D16

7

3

1

2

4

= 0011 0...
:: Selesai ::
Next : UTS dulu ya..
P5-6
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

P5-6

299 views

Published on

PTI - Pengkodean dan Konversi bilangan

Published in: Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

P5-6

  1. 1. Pengantar Teknologi Informasi " Pertemuan 5-6 " " Sistem Bilangan dan Pengkodean "
  2. 2. Dasar Sistem Bilangan Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap suku angka adalah merupakan hasil perkalian antara angka dengan hasil perpangkatan dan bilangan dasar, dimana pangkat ini sesuai dengan letak suku angka tersebut. Contoh: Bilangan 127 dapat diuraikan sbb : dalam sistem bilangan dasar sepuluh (127)10 = 1 x 102 + 2 x 101 + 7 x 100 angka(digit) suku angka bilangan dasar pangkat
  3. 3. Bilangan Dasar Sepuluh (DESIMAL) • Adalah bilangan yang menggunakan basis 10 yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 • Memiliki 10 suku angka (Radix) • Radix = banyaknya suku angka atau digit yang digunakan dalam sistem bilangan • Penulisan : 17 = 1710, 8 = 810 • Contoh : 8 = 10º x 8 18 = (10¹ x 1) + (10º x 8) 2000 = (10³ x 2) + (10² x 0) + (10¹ x 0) + (10º x 0)
  4. 4. Bilangan Dasar Dua (BINER) • Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1. • Digit biner digunakan untuk menunjukan dua keadaan level tegangan: HIGH atau LOW. • Sebagian besar sistem digital level HIGH direpresentasikan oleh 1 atau ON dan level LOW direpresentasikan oleh 0 atau OFF. • Contoh : (1011)2 = 1 x 23 + 0 + 22 + 1 x 21 + 1 x 20 = (11)10
  5. 5. Bilangan Dasar Delapan (OCTAL) • Mempunyai bilangan dasar (base) = 8. • Kombinasi dari system bilangan oktadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 7. • Contoh : (701)8 = 7 x 82 + 0 x 81 + 1 x 80 = (449)10
  6. 6. Bilangan Dasar Enambelas (HEKSADESIMAL) Mempunyai bilangan dasar (base) = 16. Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 9 dan abjad A sampai F. Contoh : (AF01)16 = A x 163 + F x 162 + 0 x 161 + 1 x 160
  7. 7. Bilangan Dengan Basisnya Decimal ( base 10 ) Binary ( base 2) Octal ( base 8 ) Hexadecimal ( base 16 ) 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101 1110 1111 00 01 02 03 04 05 06 07 10 11 12 13 14 15 16 17 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F
  8. 8. Kode yang mewakili data • Suatu komputer yang berbeda menggunakan kode biner untuk mewakili suatu karakter. • Komputer 1 byte untuk 4 bit menggunakan kode biner yang berbentuk kombinasi 4 bit yaitu BCD (Binary Coded Decimal). • Komputer yang menggunakan 1 byte untuk 6 bit, menggunakan kode biner dengan kombinasi 6 bit yaitu SBCDIC (Standard Binary Coded Decimal Interchange Code). • Komputer 1 byte untuk 8 bit menggunakan kode biner dengan kombinasi 8 bit yaitu EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code) atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange).
  9. 9. BCD (Binary Coded Decimal) • BCD merupakan kode biner yang digunakan hanya untuk mewakili nilai digit decimal saja, yaitu angka 0 sampai dengan 9. Menggunakan kombinasi 4-bit, sehingga hanya 10 kombinasi yang dipergunakan.
  10. 10. SBCDIC (Standar Binary Coded Decimal Interchange Code) • Merupakan kode biner yang dikembangkan dari BCD, BCD dianggap tanggung, karena masih ada 6 karakter kombinasi yang tidak dipergunakan, tetapi tidak dapat digunakan untuk mewakili karakter yang lain. SBCDIC menggunakan kombinasi 6-bit, sehingga lebih banyak kombinasi yang dihasilkan yaitu sebanyak 64 (26 = 64) kombinasi kode adalah 10 kode untuk digit angka, 26 kode untuk huruf alphabetic dan sisanya karakter-karaker khusus yang dipilih. • Posisi bit di SBCDIC dibagi menjadi 2 zone yaitu 2 bit pertama (diberi nama A dan B) disebut alpha bit position dan 4 bit berikutnya (diberi nama bit 8, bit 4, bit 2, dan bit 1) disebut numeric bit position.
  11. 11. EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code) atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange). • EBCDIC banyak digunakan pada computer generasi ketiga, seperti IBM S/360. EBCDIC terdiri dari kombinasi 8-bit yang memungkinkan untuk mewakili karakter sebanyak 256 (28 = 256) kombinasi karakter. Pada EBCDIC high-order bits atau 4-bit pertama disebut dengan zone bits dan low-order bits atau 4 bit kedua disebut dengan numeric bits.
  12. 12. Karakter yang diwakili oleh EBCDIC ditunjukkan oleh kombinasi digit biner 1 dan 0 pada zone bits dan numeric bits sebagai berikut:
  13. 13. ASCII 7-bit  ASCII singkatan dari American Standard Code for Information Interchange atau ada yang menyebut dengan American Standard Commintee on Information Interchange dikembangkan oleh ANSI (American National Standards Institute) untuk tujuan membuat kode biner yang standar. Kode ASCII yang standar menggunakan kombinasi 7-bit, dengan kombinasi sebanyak 127 dari 128 (27 = 128) kemungkinan kombinasi, yaitu :  26 buah huruf capital (upper case) dari A s/d Z  26 buah huruf kecil (lower case) dari a s/d z  10 digit decimal dari 0 s/d 9  34 karakter kontrol yang tidak dapat dicetak hanya digunakan untuk informasi status operasi computer  32 karakter khusus (special characters)  ASCII 7-bit banyak digunakan untuk komputer-komputer generasi sekarang, termasuk komputer mikro
  14. 14. ASCII 8-bit • ASCII 8-bit terdiri dari kombinasi 8-bit. mulai banyak digunakan, karena lebih banyak memberikan kombinasi karakter. Dengan ASCII 8-bit, karakter-karakter graphic yang tidak dapat diwakili ASCII 7bit, seperti ♥ ♦ ♣ ♠ α β ►◄ karakter dan sebagainya dapat diwakili.
  15. 15. Konversi Bilangan Secara umum ekspresi sistem bilangan basis –r mempunyai perkalian koefisien oleh pangkat dari r. anrn + a n-1 r n-1 + … + a2r2 + a1r1 + a0r0 + a-1 r -1 + a-2 r2 + … Contoh : Konversi bilangan n berbasisi r ke desimal 11010,112 = 1.24 + 1.23 + 0.22 + 1.21 + 0.20 +1.2-1 + 1.2-2 = 26,7510 4021,25 = 4.53 + 0.52 + 2.51 + 1.50 + 2.5-1 = 511,410
  16. 16. Diagram Konversi Bilangan
  17. 17. Contoh Konversi ke biner 4110 = 41/2 20/2 10/2 5/2 2/2 1/2 Integer 41 = = = = 2 = 1 = 0  4110 = 1010012 Reminder 20 10 5 1 0 0 1 0 1
  18. 18. Pecahan Biner…. 0,37510 = Integer 0,375 x 2 0,75 x 2 0,50 x 2 0 x2 = = = =  0,37510 = 0, 0112 0 1 1 0 Reminder 0,75 0,50 0 0
  19. 19. Konversi dari biner ke Octal & Hexadecimal  10 110 001 101 011, 111 1002 = 26153, 748 2 6 1 5 3 7 4  10 1110 0110 1011, 1111 00102 = 2E6B,F216 2 E 6 B F 2
  20. 20. Konversi dari Octal dan Hexadecimal ke biner  673,1248 = 110 111 011, 001 010 1002 6  306,D16 7 3 1 2 4 = 0011 0000 0110, 11012 3 0 6 D
  21. 21. :: Selesai :: Next : UTS dulu ya..

×