Successfully reported this slideshow.

Jurnaltajames

926 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Jurnaltajames

  1. 1. ANALISIS SISTEM FORMAT MODULASI OPTIK NRZ-DPSK PADA SISTEM LIGHTWAVE BERKECEPATAN TINGGI James. Madison1, A. Hambali.2, Mamat. R3 Fakultas Elektro dan Komunikasi Institut Teknologi Telkom, Bandung 1 xtwo_six@yahoo.com 2HBL@ittelkom.ac.id 3 MMR@ittelkom.ac.idAbstrak - Saat ini, sistem komunikasi kabel tembaga tidak lagi menjadi satu-satunya sistem komunikasi wirelineyang tersedia dan dapat digunakan secara umum. Sekarang telah muncul sistem komunikasi optik sebagaialternatif sistem komunikasi wireline, karena kelebihan- kelebihan yang dimilikinya dibandingkan sistemkomunikasi kabel tembaga.Seiring perkembangan teknologi di bidang informasi, saat ini kebutuhan akan bitrate data yang tinggi diperlukanuntuk mendukung kebutuhan masyarakat akan transmisi data yang cepat dan handal. Bahkan padapengembangannya sekarang, sistem komunikasi optik telah mampu mencapai bit rate 40 Gbps.Namun, selain bit rate yang tinggi diperlukan juga pemilihan format modulasi yang tepat agar didapatkan sistemyang cepat sekaligus handal. Hasil yang dicapai pada tugas akhir ini adalah menganalisis suatu sistem denganformat modulasi NRZ-DPSK, dengan BER sebagai parameter utamanya. Didapatkan BER sekitar 10−7 , selain itudianalisis juga optimasi sistem agar bisa diperoleh BER yang maksimal, yaitu sebesar 10−9Kata kunci: Kata kunci : BER, NRZ-DPSK, 40 gbps.Abstract – nowadays, copper wire communication system is not the only choice for the wire line communicationsystem that people commonly used. Recently, the progress of the communication technology has been emergedoptical communication system as the alternative for the wire line communication, and became the favourite onebecause of its excess.Along the technology growth, especially in information field, nowadays the needs for the high bit rate are totalyrequired to support the people demands on fast and reliable data transmition. And even for now, the opticalcommunication system has advanced to reach the 40 gbps bit rate.However, high bit rate is not the only advanced technology, choosing for the right modulation format also importantto get not only fast, but also reliable communication system. The aim of this project are, to analyze a system that hasbeen modeled before, with high bit rate, up to 40 gbps, using the NRZ-DPSK modulation format, BER as the mainparameter. This research has found that the system has 10−7 BER. Beside doing the analysis, this project also makethe optimization for the system for its BER so this system could reach better BER, which are 10−9 .Keyword: BER, NRZ-DPSK, 40 gbps 1
  2. 2. I. PENDAHULUAN kehandalan tinggi. Dengan bandwidth transmisi yang Seiring perkembangan jaman, teknologi mampu mencapai 25 THz, fiber optik sangat tepattelekomunikasi semakin maju dengan pesat. Salah digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan akansatu produk teknologi telekomunikasi adalah serat berbagai layanan informasi yang kian beragam danoptik (lightwave system) yang memberikan kontribusi kompleks, serta memerlukan bandwidth tinggi.penting bagi dunia telekomunikasi saat ini. Berbeda dengan sistem komunikasi radio Sistem lightwave atau sering disebut yang mempergunakan gelombang elektromagnet,sistem optik merupakan suatu sistem yang pada fiber optik gelombang cahaya yang bertugasmenggunakan gelombang cahaya sebagai metode membawa sinyal informasi. Sebelum ditransmisikan,komunikasi untuk menyalurkan suatu informasi dari sinyal yang masih berupa sinyal elektrik ini akansumber informasi melalui media transmisi ke suatu dimodulasi dan diubah menjadi gelombang cahayatujuan tertentu. Inti dari sistem lightwave itu sendiri pada transmitter, dan setibanya di receiver akanadalah fiber optik. Fiber optik merupakan salah satu dikonversi kembali ke bentuk elektrik.jenis media transmisi yang pada dewasa ini telahmenjadi alternatif utama dalam sistem komunikasikarena kemampuannya untuk menyalurkan informasidengan kapasitas besar dan dengan kecepatan yangsangat tinggi. Dengan bandwidth transmisi yangbesar, fiber optik sangat tepat digunakan untukmengakomodasi kebutuhan terhadap berbagai Gambar 2.1 skema komunikasi optiklayanan informasi yang semakin beragam dankompleks. 2.2 Sumber CahayaKebutuhan teknologi pada kapasitas yang besar dapat Ada dua sumber cahaya yang dikenal dalamteratasi dengan penerapan fiber optik dalam sistem komunikasi optik: Light Emitting Diode (LED) dankomunikasi. Tetapi perlu diketahui bahwa sensitifitas Illuminating Laser Diode (ILD) yang lebih seringyang tinggi pada fiber optik merupakan kendala disebut laser.utama dalam menghasilkan suatu sistem optik yangoptimal. Untuk menghasilkan suatu sistem yang Perbandingan karakteristik LED dan LASER:optimal maka diperlukan suatu format modulasi yangmemiliki kualitas sinyal yang baik sampai di Light Emitting Diode (LED):penerima, terutama sistem dengan kecepatan tinggi. 1. Daya optik keluaran rendah.Format yang umum digunakan pada saat ini adalah 2. Penguatan cahaya tidak ada.format modulasi NRZ-DPSK dan RZ-DPSK, karena 3. Stabil terhadap suhu.telah terbukti lebih andal dibanding dengan format 4. Disipasi panas kecil.modulasi terdahulunya, yaitu NRZ-OOK. Format 5. Arus pacu kecil.modulasi NRZ-DPSK dan RZ-DPSK sendiri 6. Lifetime lebih sedikit.memiliki keandalan dan kekurangannya masing-masing. Pada tugas akhir ini akan dibahas Light Amplification by Stimulated Emission ofkarakteristik format modulasi NRZ-DPSK pada Radiation (LASER):sistem optik dengan kecepatan tinggi, dengan (BitError Rate) BER sebagai parameter utamanya. 1. Daya optik keluaran besar. 2. Terdapat penguatan cahaya. 3. Kurang stabil terhadap suhu.II. LANDASAN TEORI 4. Disipasi panas besar. 5. Lifetime lebih lama.2.1 Konsep Dasar Sistem Komunikasi FiberOptik Dari perbandingan karakteristik di atas, maka Secara umum, sistem komunikasi berfungsi diperoleh bahwa LASER mempunyai kriteria yanguntuk menyalurkan sinyal dari sumber informasi lebih baik dan lebih cocok untuk sistem yangmelalui media transmisi ke suatu tujuan. Sebagai digunakan daripada LED sebagai sumber cahaya.media transmisi, fiber optik telah menjadi alternatifutama karena kemampuannya untuk menyalurkaninformasi dengan kapasitas besar dan dengan tingkat 2
  3. 3. 2.3 Media Transmisi tidak di tangani, pelebaran pulsa ini akan bertumpuk sehingga pada akhirnya tidak dapat dibedakan mana Serat optik adalah merupakan saluran yang bernilai satu ataupun bernilai nol.transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kacaatau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari Pada umumnya terdapat dua penyebabsehelai rambut, dan dapat digunakan untuk terjadinya dispersi pada serat optik. Yaitu dispersimentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke intermodal dan dispersi intramodal. Namun padatempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya tugas akhir ini, yang digunakan adalah kabel optikadalah laser atau LED. Cahaya yang ada di dalam jenis singlemode, jadi dispersi yang terjadi hanyalahserat optik tidak diteruskan keluar kabel karena dispersi intramodalindeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks biasdari udara. Kecepatan transmisi serat optik sangat 2.4.1 Dispersi intramodaltinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagaisaluran komunikasi. Dispersi jenis ini terjadi karena pengaruh dari panjang gelombang terhadap kecepatan rambat cahaya di dalam fiber optik, dimana bahan penyusun fiber optik ini juga mempengaruhi besarnya dispersi. Dispersi ini biasanya diberikan dalam satuan picoseconds per kilometer per nanometer line width [ps/(km x nm)]. Gambar 2.2 susunan kabel optik Kecepatan cahaya dalam serat optik tergantung pada besarnya λ. Jika line width 820 Dari gambar di atas dapat dilihat susunan sampai 850 nm (30 nm), energi pulsa pada bagiankabel optik, terdiri dari tiga bagian utama, yaitu core, 820 nm bergerak lebih lambat dari pada energi pulsacladding,dan coating. Core adalah bagian dimana pada bagian panjang gelombang 850 nm. Sedangkancahaya akan dilewatkan. Cladding berfungsi untuk untuk sumber sinar dengan λ di atas 1,3 μm,memantulkan kembali cahaya ke dalam kabel optik, keadaannya malah menjadi terbalik. Jika terdapatsehingga cahaya tidak akan keluar dari core. sebuah line width 1320 – 1350, maka bagian λ=1320Sedangkan coating berfungsi sebagai pelindung kabel nm bergerak lebih cepat dari pada bagian λ=1350 nm,optik. Kita tahu bahwa kabel optik dibuat dari kaca, sehingga terjadi pelebaran pulsa seperti keadaan dimaka akan sangat rapuh, maka dibutuhkan coating atas.sebagai pelindung serat optik ini. Bit time Bit time 1 0 1 02.3.1 Fiber optik single mode (a) (b) Sesuai namanya, kabel optik jenis inihanya mampu melewatkan satu modus cahaya saja. (c)Hal ini di karenakan rancangan geometrinya yangmemiliki diameter inti yang sangat kecil, yaitu sekitar (d)8 – 12 μ Meter. Efek dari kecilnya diameter iniadalah, kabel jenis ini hanya mampu melewatkan satu Gambar 2.3 ISI akibat dispersijenis modus optik. Namun hal ini membawakeuntungan, yaitu lintasan tempuh oleh sinyal optik Dispersi sinyal akan membatasi nilai lebarjadi minimum, dengan demikian bit rate data yang pita (bandwith) maksimum yang dapat dicapai.dapat dilewatkan lebih tinggi daripada fiber jenis Hubungan antara bandwith dan bit rate pada sistemmultimode. NRZ adalah sebagai berikut, [3]2.4 Dispersi (max)=2× (2.1) Serat optik memiliki beberapakarakteristik penting dalam menyalurkan sinyal Persamaan di atas dipakai denganinformasi diantaranya adalah dispersi. Sinyal menganggap tidak ada nilai ISI, namun padainformasi dalam serat optik akan mengalami kenyataanya nilai ISI akan muncul. Sehinggapelebaran pulsa pada proses transmisinya. Proses besarnya Bandwith kerja alat akan lebih besarterjadinya pelebaran pulsa ini disebut dispersi. Bila 3
  4. 4. daripada hasil persamaan di atas. Hal ini untuk 4. Analisa dengan matlab 7mengatasi gangguan akibat ISI. 3.2 Penentuan Hardware yang digunakan2.5 Detektor optik 3.2.1 Transmitter Detektor optik / fotodetektor, atau lebihkhusus photo diode berfungsi mengubah sinyal optik Sumber cahaya yang digunakan pada tugasmenjadi sinyal elektrik. Proses ini digambarkan akhir ini adalah Light Amplification by Stimulateddengan sistematis pada gambar 2.6. Foton diserap Emision of Radiation (LASER). LASER dipilihatom dan menyebabkan elektron berpindah dari pita karena merupakan sumber gelombangvalensi ke pita konduksi. Perubahan energi pada elektromagnetik koheren yang memancarkanelektron adalah Eg; yang berarti foton harus memiliki gelombang pada frekuensi infra merah dan cahayalevel energi yang-minimal-sama dengan Eg. Dengan tampak. Koheren dalam hal ini adalah berfrekuensidemikian, keadaan ini bisa dinyatakan dengan tunggal, sefase, terarah dan terpolarisasi danpersamaan berikut. memiliki lifetime yang panjang. E p  Eg (2.2) Tabel 3.1: Parameter Transmitter h  f  Eg Nama Lambang Nilai Satuan Level energi elektron power P 5 dBm pita konduksi output Eg foton Level hole muatan q 1,6 x C energi -19 valensi elektron 10 Gambar 2.6: proses pembentukan elektron-hole wavelength λ 1550 nm Dapat ditarik kesimpulan bahwa Rise/fall tr/tf 9 psfotodetektor tidak akan merespon frekuensi di bawah time fc  Eg / h (2.3) lebar  8 pm spektralAtau panjang gelombang yang melebihi : Threshold Ith 35 mA c  c  h  / E g (2.4) current 3.2.2 Kanal TransmisiIII. SPESIFIKASI SISTEM Kabel serat optik merupakan media3.1 Pendahuluan propagasi sinyal informasi yang dikirim oleh transmitter ke receiver. Serat optik yang digunakanDalam proses menuju pembuatan, penulis melakukan di sini adalah jenis singel-mode yaitu jenis NZDSFterlebih dahulu suatu perancangan tahapan untuk Pemilihan jenis fiber NZDSF dikarenakan pemakaianmendapatkan hasil desain yang optimal untuk di transmitter yang bekerja pada panjang gelombangimplementasikan. Adapun tahapan yang dilakukan 1550 nm. Dimana pada panjang gelombang 1550 nmadalah sebagai berikut: NZDSF memiliki dispersi yang paling minimum. Sedangkan pada NDSF, dispersi minimumnya terjadi1. Penentuan hardware yang digunakan pada panjang gelombang 1310 nm.2. Mencari datasheet hardware3. Perhitungan berdasarkan spesifikasi hardware 4
  5. 5. Tabel 3.2: Parameter Serat Optik IV. ANALISA SISTEM DAN MODULASI 4.1 Pendahuluan Nama Lambang Nilai Satuan Analisa sistem dapat dilakukan setelah perancangan, dan pemilihan harddwarw mencukupi. Hasil ukur Sensitifitas -34 dBm yang diperoleh akan dijadikan perbandingan dengan minimum Rx PRx hasil simulasi, untuk kemudian dilakukan analisis terhadap penyimpangan dari hasil simulasi yang Margin Sistem Ms 6 dB dilakukan. Redaman  c 1 dB 4.2 Analisa Format Modulasi Keluaran Modulator konektor Mach Zehnder Redaman splice  s 0,1 dB Proses pembentukan bit informasi adalah dengan menerapkan operasi xor. Bit informasi pertama yang masuk di delay selama satu periode bit, Redaman fiber  f 0,22 dB/km untuk kemudian di xor kan dengan bit setelahnya. Jadi bisa dikatakan, pada DPSK bit informasi adalah Panjang fiber Lkab 20 km hasil operasi xor bit sekarang dengan bit sebelumnya. per roll Dispersi fiber Dfiber 8 ps/nm.km3.2.3 Receiver Receiver merupakan bagian sistem yangberfungsi menerima sinyal yang dipropagasikanuntuk kemudian diolah dalam proses selanjutnya.Secara umum, fungsi utama receiver adalah Gambar 4.2 pembentukan format modulasi NRZ-memisahkan sinyal info dari gangguan noise untuk DPSKkemudian direkonstruksi kembali sehingga sesuaidengan info yang dikirim.[10] Gambar yang pertama, menunjukan bit-bit informasi yang akan dikirimkan. Kemudian gambar Tabel 3.3: Parameter photo detector APD kedua menunjukan gambar yang dikeluarkan oleh dpsk modulator, yang tentu saja sudah dalam format modulasi DPSK. Perlu diingat disini, bit satu dan nol tidaklah mempresentasikan level daya dari bitNama Lambang Nilai Satuan informasi. Melainkan suatu perubahan fasa sinyal. Karena seperti telah dijelaskan diawal, NRZ-DPSK tidak menggunakan perubahan level daya dalamWavelength λ 1550 nm sistem representasi bit informasi. 4.3 Perhitungan dan Analisa SistemOptikal Pmin -34 dBmsensitivity 4.3.1 Analisa Rise Time Budget Pada awalnya sistem ini direncanakan untukAPD transmisi data sejauh 800 Km. Namun pada R 0,4 A/Wresponsivity kenyataannya sistem tidak mampu mencapai jarak tersebut dikarenakan dibatasi oleh risetime budget. 5
  6. 6. Margin daya 6 dB Daya terkecil yang dapat -34 dBm diterima receiver Dengan menggunakan parameter-parameter di atas maka power budget dapat di hitung menggunakan persamaan di BAB III. Hasil perhitungan didapatkan bahwa jarak terjauh yangGambar 4.3 risetime membatasi jarak transmisi bisa ditempuh adalah 171,36 Km. Jarak tempuh ini masih dalam batasan risetime NRZ-DPSK. Pada grafik diatas digambarkan bagaimanahubungan risetime dengan jarak transmisi data. 4.3.3 ANALISA DISPERSIDimana garis merah menyatakan risetime totalsistem, dan garis hijau adalah total risetime yang Estimasi konservatif yang biasa digunakan untukdiperbolehkan dalam format modulasi NRZ-DPSK memprediksi batasan dispersi adalah sebagai berikutpada bit rate 40 Gbps. [3] Sistem akan bekerja dengan baik jika masih =dibawah batasan risetime, atau dari grafik di atas bisadikatakan, selama risetime sistem masih dibawahnilai 17,5 ps. Dari grafik di atas juga dapat dilihat, dengan = bandwith perangkatsebelum data di transmisikan, sistem sudah memiliki = besarnya dispersirisetime sebesar hampir 13 ps. Nilai ini muncul daririsetime receiver dan transmitter yang nilainya dapat Dari persamaan di atas dapat di tentukandilihat di BAB III bagian daftar spesifikasi hardware. batasan dispersi untuk sistem ini adalah sebesar 11.1Ini berarti sistem ini hanya memiliki sisa kira-kira ps. Namun dispersi sekarang sudah bisa diatasihanya 4 ps untuk masih bisa berjalan maksimal. dengan penggunaan kabel optik jenis DCF( dispersion compensate fiber). Yaitu kabel optik yang4.3.2 ANALISA POWER BUDGET dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan nilai dispersi negatif. Merujuk pada penelitian Pada tabel berikut akan di tampilkan sebelumnya, masalah dispersi akan diatasi denganparameter-parameter yang berkaitan erat dengan penggunaan kabel optik single mode triple cladding,perhitugan power link budget sistem. Nilai-nilai pada yang memiliki nilai dispersi sebesar -196.5 ps/nm.kmtabel ini diambil dari dari datasheet hardware yang [5]. Panjangnya DCF yang dibutuhkan dapat didigunakan. Dari data-data berikut akan dilakukan tentukan dengan persamaan berikut :perhitungan power link budget L= ×L Tabel 4.1 Parameter power budget dengan, +Nama Nilai Satuan L =panjang DCF D = nilai dispersi fiber optik Daya kirim 5 dBm L= panjang link transmisi = nilai dispersi DCF Redaman Maka didapat untuk jarak transmisi sebesar 0,1 dB sambungan(fusion splice) 171.36 Km dibutuhkan kabel DCF sepanjang 6.97 km. Kabel ini nantinya akan disisipkan di bagian- Redaman kabel optik 0,22 dB/km bagian dimana dispersinya sudah melewati ambang batas dispersi sistem. Panjang kabel per roll 20 km Redaman konektor 1 dB 6
  7. 7. 4.3.4 Analisa BER (Bit error rate)Analisa BER dilakukan berdasarkan perhitungan S/Nsistem. S/N adalah perbandingan antara level daya Dari hasil kalkulasi, didapatkan nilai xsinyal dengan level daya noise. Semakin besar nilai adalah 3.5395 saat perangkat receiver bekerja padaS/N maka sistem akan menandakan sistem tersebut suhu 10 C , dan 3,5386 saat suhu kerja alat adalah 35bekerja baik. C. Tabel 4.2 Noise terhadap temperatur alat TEMPERATUR NOISE TOTAL SNR C (283 K) C (308 K) Gambar 4.7 erf(x) pada suhu 283 K Tabel diatas menunjukan besarnya noisetotal sistem yang dipengaruhi oleh temperatur kerjaalat. Kemudian setelah nilai SNR didapatkan, dapatdilakukan perhitungan BERnya denganmenggunakan persamaan berikut = - erf (0.354 )dan didapatkanlah hasil perhitungan sebagai berikut,pada suhu kerja perangkatTabel 4.3 nilai BER pada suhu kerja tertinggi danterendah Gambar 4.8 erf(x) pada suhu 308 K 4.4 Optimasi Sistem Hasil analisa didapatkan bahwa BER sistemTEMPERATUR KERJA ALAT BER adalah pada kondisi terbaiknya. Hal ini tidak terlalu baik, karena ini berarti sistem berpeluang terjadi kesalahan sebesar 5,589 bit dalam C (283 K) setiap data rate. Ini berarti dalam sistem yang menerapkan 40 X bit per sekon, akan terjadi sekitar 715 bit error setiap detiknya. C (308 K) Sedangkan nilai erf(x) kita tentukan denganpersamaan berikut : 7
  8. 8. Sebab, tanpa penggunaan DCF, jarak transmisi yang bisa terjadi hanya sejauh 11,1 Km saja 4. Agar BER bisa mencapai maka dapat dilakukan pemilihan receiver dengan responsivitas yang lebih tinggi atau dengan cara memperbesar preamplification di sisi receiver, namun harus juga tetap memperhatikan kemungkinan penambahan noise yang terjadi. Baik itu shot noise ataupun thermal noise Gambar 4.9 Optimasi BER Pada grafik optimasi di atas, tampak bahwa 5.2 Saranuntuk mendapatkan BER 1 x , dibutuhkan nilaierf(x) sebesar 4.202 . Kemudian kita kalkulasi Saran untuk penelitian dan pengembangandengan persamaan 4.X didapat SNR yang dibutuhkan selanjutnya yang berhubungan dengan topik tugasadalah sebesar 140.89dB, bandingkan dengan sistem akhir ini adalah:ini yang memiliki SNR sebesar 99,98 dB.Dibutuhkan sekitar 40 dB lagi. 1. Analisa terhadap bitrate yang lebih tinggi (80 Gbps) dan juga penggunaan padaV. KESIMPULAN DAN SARAN sistem multi kanal. 2. Analisa dan perbandingan dalam5.1 PENDAHULUAN bitrate yang sama terhadap format modulasi Dari pengujian dan analisa yang dilakukan, yang lain, misalnya NRZ mark, Return todapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : bias, Biphase (Manchester). 1. Sistem berjalan cukup baik, batasan 3. Analisa efek Penggunaan EDFA rise time oleh format modulasi NRZ cukup pada sistem jarak yang lebih jauh. untuk mendukung transmisi jarak jauh. Dengan format modulasi DPSK, sistem jadi DAFTAR PUSTAKA lebih tahan terhadap error dimana hasil analisis menunjukan BER sistem adalah [1] . Powers, John, “Fiber Optic Systems”, Second Edition, sebesar . Singapore, 1999 2. Parameter yang berpengaruh pada BER sistem adalah temperatur kerja [2]. Palais, J.C., “Fiber Optic perangkat, responsivitas receiver, dan Communications”, Prentice-Hall bandwith sistem. Dimana kinerja sistem International, Inc., akan sebanding terhadap tingkat Second Edition, London, United responsivitas receiver dan juga besaran Kingdom, 1988 bandwith sistem, namun akan berbanding terbalik terhadap besarnya temperatur [3]. Zanger, H & Zanger, C, ”Fiber perangkat. Semakin besar bandwith kerja Optics: Communication and Other sistem, maka bitrate akan makin tinggi, Applications”, namun bit rate yang makin tinggi itu juga Collier McMillan Canada, Inc., akan mengakibatkan noise yang timbul Toronto, Canada, 1991 akan makin besar. 3. Sistem memiliki keterbatasan dari [4]. S. Ramachandran, B. Mikkelsen, L. sisi perangkat. Risetime total perangkat C. Cowsar, M. F. Yan, G. Raybon, yang digunakan masih cukup besar untuk L. Boivin, M. Fishteyn, W. bisa mencapai jarak tempuh yang A. Reed, P. Wisk, D. Brownlow, R. diinginkan di awal, yaitu 800 km. Selain G. Huff, and L. Gruner- itu, diperlukan juga penggunaan serat Nielsen,”All-Fiber Grating-Based DCF(Dispersion Compensate Fiber) untuk Higher Order Mode Dispersion mengatasi masalah dispersi yang timbul. 8
  9. 9. Compensator for Broad-Band Compensation and 1000-km Transmission at 40 Gb/s ”. IEEE PHOTONICS TECHNOLOGY LETTERS, VOL. 13, NO. 6, JUNE 2001[5]. Wicaksono, Prima., ” Perancangan dispersion compensating fiber pada fiber singel mode dengan panjang gelombang 1550 nm” TA. IT Telkom. Bandung, 2009[6]. S.Q.Mawlud and M.I.Azawi , “Influence of Laser Diode Parameters on the Performance of Mach Zehnder Modulator”. Physics Dept., College of Education, University of Salahaddin, Erbil, Iraq ,2006[7]. Dr. Ilya Lyubomirsky., “ Advanced Modulation Formats for Ultra- Dense Wavelength Division Multiplexing”. University of California, California, USA, 2007[8]. Zaenol Rachman,A “Analisa Perbandingan Sistem Format Modulasi Optik NRZ- DPSK & RZ-DPSK Terhadap NRZ-OOK Pada Sistem Ligthwave Berkecepatan Tinggi” TA. IT Telkom. Bandung, 2009[9]. Agus Salim, D , “ Perencanaan Jaringan Serat Optik DWDM PT Bakrie Tbk,link Bogor-Bandung”, TA FT.UI. Depok, 2008[10]. Selvarajan, A., “Optical Fiber Communication Principles and Systems”, Mc. Graw - Hill, Comp., International edition, Singapore, 2002 9

×