Function

3,835 views

Published on

Presentasi Algoritma dan Pemrograman dengan Bahasa C (Fungsi). oleh Achmad Solichin (http://achmatim.net)

Published in: Education, Technology, Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,835
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
161
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Function

  1. 1. FUNCTION
  2. 2. FUNCTION adalah sejumlah instruksi yang dikelompokkan menjadi satu, berdiri sendiri, membentuk suatu subprogram yang sering juga disebut subroutine.
  3. 3. <ul><li>BAHASA C terdiri dari kumpulan function </li></ul><ul><li>FUNCTION yang harus ada dalam sebuah program bahasa C adalah fungsi main () </li></ul><ul><li>Pertama kali program dijalankan, komputer akan mencari fungsi main () dan melaksanakan instruksi-instruksi di dalamnya. </li></ul>
  4. 4. #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = 0; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Deklarasi Fungsi hitung()
  5. 5. #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = 0; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Bagian ini disebut main program atau program induk atau fungsi induk atau main function. Pemanggilan fungsi hitung()
  6. 6. #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = 0; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Pendefinisian fungsi hitung() dimana di bagian ini memuat urutan atau bagaimana fungsi bekerja/berjalan.
  7. 7. DEKLARASI FUNGSI Bentuk umum : type nama_fungsi (argumen1, argumen2, …); Tipe fungsi Sama seperti tipe data (variabel) Bisa berupa char , int , float , double , dan void
  8. 8. DEKLARASI FUNGSI Bentuk umum : type nama_fungsi (argumen1, argumen2, …); Nama Fungsi Penamaan fungsi sama seperti penamaan variabel biasa.
  9. 9. DEKLARASI FUNGSI Bentuk umum : type nama_fungsi ( argumen1, argumen2, … ); Argumen atau Parameter Fungsi Argument fungsi merupakan masukan yang diperlukan oleh fungsi. Sebuah fungsi boleh tidak memiliki argument. Bentuk penulisan argument sama seperti pendeklarasian sebuah variabel
  10. 10. DEKLARASI FUNGSI Bentuk umum : type nama_fungsi (argumen1, argumen2, …) ; Titik Koma (;) Jangan lupakan akhiri pendeklarasian fungsi dengan titik koma (;)
  11. 11. DEKLARASI FUNGSI Bentuk umum : type nama_fungsi (argumen1, argumen2, …); Contoh: int hitung (int a, int b); void tampil(float nilai); void menu(); Letak deklarasi fungsi HARUS berada sebelum fungsi main()
  12. 12. PENDEFINISIAN FUNGSI Bentuk umum : type nama_fungsi (argumen1, argumen2, …) { … .. proses di sini …. return value; } <ul><li>Pada pendefinisian sebuah fungsi, type, nama dan argument fungsi harus SAMA dengan pendeklarasian fungsi. </li></ul><ul><li>Setelah argument fungsi TIDAK diakhiri dengan titik koma (;) </li></ul><ul><li>Proses fungsi berada di antara { dan } </li></ul>
  13. 13. PENDEFINISIAN FUNGSI Bentuk umum : type nama_fungsi (argumen1, argumen2, …) { … .. proses di sini …. return value; } <ul><li>Return value diberikan sesuai dengan type fungsinya. </li></ul><ul><li>Fungsi dengan tipe void , TIDAK memerlukan Return Value </li></ul><ul><li>Letak pendefinisian fungsi bisa sebelum atau sesudah fungsi main, tetapi harus setelah deklarasi fungsi. </li></ul>
  14. 14. PENDEFINISIAN FUNGSI Bentuk umum : type nama_fungsi (argumen1, argumen2, …) { … .. proses di sini …. return value; } <ul><li>Pendefinisian fungsi bisa digabung dengan pendeklarasian fungsi, tetapi letaknya HARUS sebelum fungsi main </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Semua variabel yang dibuat dalam suatu function, akan bersifat LOKAL </li></ul><ul><li>Variabel LOKAL hanya dikenal di dalam function yang bersangkutan dan tidak dikenal (tidak dapat diakses) di luar function tersebut. </li></ul><ul><li>Variabel GLOBAL harus dideklarasikan di luar semua function. </li></ul><ul><li>Variabel GLOBAL dikenal (dapat diakses) dari semua function dalam program </li></ul>VARIABEL LOKAL DAN GLOBAL
  16. 16. VARIABEL LOKAL DAN GLOBAL t adalah variabel GLOBAL #include <stdio.h> void tambah(int a, int b); int t; void main() { int a, b; a = 5; b = 2; tambah(a, b); printf(“%d”, t); } void tambah(int a, int b) { t = a + b; }
  17. 17. #include <stdio.h> void tambah(int a, int b); int t; void main() { int a, b; a = 5; b = 2; tambah(a, b); printf(“%d”, t); } void tambah(int a, int b) { t = a + b; } VARIABEL LOKAL DAN GLOBAL a dan b adalah variabel LOKAL
  18. 18. VARIABEL LOKAL DAN GLOBAL A dan b di sini bersifat LOKAL dan tidak ada hubungannya dengan variabel a dan b di fungsi main() #include <stdio.h> void tambah(int a, int b); int t; void main() { int a, b; a = 5; b = 2; tambah(a, b); printf(“%d”, t); } void tambah(int a, int b) { t = a + b; }
  19. 19. VARIABEL LOKAL DAN GLOBAL #include <stdio.h> void tambah(int a, int b); int t; void main() { int a, b; a = 5; b = 2; tambah(a, b); printf(“%d”, t); } void tambah(int a, int b) { t = a + b; } Variabel t sudah dikenal di semua fungsi baik di fungsi main() maupun di fungsi tambah() tanpa perlu dideklarasikan dulu.
  20. 20. PASSING VARIABLE (PENGIRIMAN PARAMETER) <ul><li>Passing by Value </li></ul><ul><li>Passing by Reference </li></ul>
  21. 21. PASSING BY VALUE #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Fungsi hitung() memiliki 2 argument (masukan) bertipe integer
  22. 22. PASSING BY VALUE #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Saat pemanggilan fungsi hitung(), diperlukan 2 parameter (masukan) yang bertipe integer (dalam hal ini a dan b )
  23. 23. PASSING BY VALUE #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Nilai variabel a dan b yaitu 5 dan 2 akan dikirimkan ke fungsi hitung. 5 2
  24. 24. PASSING BY VALUE #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Isi variabel a dan b yaitu 5 dan 2 dijumlahkan, dan disimpan ke variabel tot
  25. 25. PASSING BY VALUE #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Nilai variabel tot yaitu 7 akan dikembalikan (return) ke fungsi hitung() di fungsi main()
  26. 26. PASSING BY VALUE #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Isi variabel a dan b yaitu 5 dan 2 dijumlahkan, dan disimpan ke variabel tot 7
  27. 27. PASSING BY VALUE #include <stdio.h> int hitung(int a, int b); void main() { int a,b,t; a = 5; b = 2; t = hitung(a,b); printf(“ %d”, t); } int hitung(int a, int b) { int tot; tot = a + b; return (tot); } Variabel t bernilai 7 dan akan tercetak 7 di layar
  28. 28. Halaman ini tidak benar-benar kosong
  29. 29. PASSING BY REFERENCE #include <stdio.h> int CETAK(int *Q); void main() { int A, *P; A = 5; P = &A; CETAK(P); } int CETAK(int *Q) { printf(“%d”, *Q); } Parameter yang dikirim bukan data tapi berupa nilai POINTER (alamat)
  30. 30. PASSING BY REFERENCE #include <stdio.h> int CETAK(int *Q); void main() { int A, *P; A = 5; P = &A; CETAK(P); } int CETAK(int *Q) { printf(“%d”, *Q); } Untuk menerima nilai pointer, argumen fungsi juga harus berupa variabel POINTER
  31. 31. Sampai jumpa lagi…….

×