Successfully reported this slideshow.

Materi sejarah-kls-x-2-semester

13,588 views

Published on

  • Be the first to comment

Materi sejarah-kls-x-2-semester

  1. 1. LOADING, please wait
  2. 2. Semester 1 Standar Kompetensi 1 .Memahami prinsip dasar ilmu sejarah Semester 2 Standar Kompetensi 2. Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia Kompeten si Dasar Kompete 1.1 Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ilmu sejarah 1.2 Medeskripsikan tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa pra-aksara dan masa aksara 1.3 Menggunakan prinsip- prinsip dasar penelitian sejarah Kompetensi Dasar Kompete 2.1 Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia 2.2 Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang berpengaruh terhadap peradaban Indonesia 2.3 Menganalisis asal-usul dan persebaran manusia di kepulauan Indonesia
  3. 3. X Menu Utama Materi By: BY ANNA SUNDARA im SEKILAS INFO
  4. 4. X Menu Utama Materi
  5. 5. X Menu Utama Materi Pengertian-Ruang Lingkup Sejarah Sumber- Bukti Sejarah Tradisi Masa Pra-Aksara - Aksara Prinsip Dasar Penelitian Sejarah Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia Peradaban Awal Dunia Asal usul /Persebaran Manusia Di Indonesia im SEKILAS INFO
  6. 6. PETA KONSEP MATERI Pengertian – Ruang Lingkup Sejarah SETELAH MEMPELAJARI POKOK BAHASAN INI ANDA DIHARAPKAN MAMPU UNTUK :  Men deskripsikan peng ertian sejarah Me deskripsika pe ertia  Membedakan sejarah sebagai peristiwa, Membedaka kisah, ilmu , dan sen i ilm da se  Men deskripsikan periodisasi dan kron ologi Me deskripsika da kro  Men deskripsikan kegun aan sejarah Me deskripsika keg aa
  7. 7. SEJARAH Re kr ea tif at I if i ga ba ni Se Se ai ag eb mu S il In sp ir Pandangan para tokoh Kegunaan In str uk tif Asal-usul kata ai ag h eb sa S i k if ai ag iwa eb ist S r pe Kedudukan Ed uk at Pengertian Generalisasi , Periodisasi dan Kronologi
  8. 8. WHAT IS HISTORY ? WHY YOU STUDY HISTORY ? WHAT IS THE FUNCTION OF HISTORY ? im SEKILAS INFO Mau Tahu Materi Pembelajaran Sejarah yang lain ? Klik history1978.wordpress.com
  9. 9. Bahasa Arab SYAJARATUN ( POHON ) HISTORY Bahasa Inggris ISTOR ( YUNANI) “ ORANG PANDAI “ Perubahan gejala alam bersifat kronologis Bahasa Jerman GESCHICLITE “ sesuatu yang telah terjadi”
  10. 10. Peristiwa yang sudah terjadi pada masa lalu akan berpengaruh terhadap sesuatu yang terjadi pada masa kini dan peristiwa saat ini akan menjadi acuan bagi peristiwa yang akan datang
  11. 11. Apakah semua peristiwa yang dialami manusia bisa disebut SEJARAH ??? IMMORTAL UNIQUE IMPORTANT
  12. 12. ASPEK-ASPEK SEJARAH Sejarah sebagai peristiwa Sejarah sebagai Ilmu  Real Happen Fact Reality Objective  Mengungkap masyarakat pada zamannya Learning about the Process of Changing Humans life and their Environment Sistematis – Kajian Ilmiah Sejarah sebagai Seni Use Imagination to explain memory Sejarah sebagai Kisah Story / naration impression kembali Metode analisis-pendekatan tertentu prediction
  13. 13. SUMBER SEJARAH Kedekatan Sumber dg Peristiwa Primer Primer Berdasar Wujudnya Lisan Lisan Tulisan Tulisan Sekunder Sekunder Tertier Tertier Benda Benda Rekaman Rekaman kembali
  14. 14. SUMBER PRIMER Informasi yang diperoleh dari pelaku atau saksi sejarah secara langsung ( Data di dapat dengan wawancara) kembali
  15. 15. SUMBER SEKUNDER Informasi diperoleh dari perantara yang tidak berhubungan langsung dengan peristiwa ( Biasanya sumber tertulis) kembali
  16. 16. SUMBER TERTIER Informasi yang dituturkan oleh pihak ketiga atau lebih kembali
  17. 17. LISAN Informasi di dapatkan langsung dari pelaku atau saksi (melalui wawancara) kembali
  18. 18. TERTULIS  Tertulis sezaman setempat  Tertulis sezaman tidak setempat  Tertulis setempat tidak sezaman kembali
  19. 19. X ZAMAN BATU
  20. 20. X ZAMAN BATU
  21. 21. X ZAMAN BATU Palaeolitikum Palaeolitikum Mesolitikum Mesolitikum Neolitikum Neolitikum Megalitikum Megalitikum kembali
  22. 22. CIRI-CIRI KEHIDUPAN MASA PALEOLITIKUM  Masih asli Belum diasah/masih kasar  Nomaden --- Berpindah-pindah  Belum mengenal perkawinan --- Sistem Promesquity  Food Gathering ( Mengumpulkan Makanan) Berburu Meramu awal  Belum mengenal religi Hasil Kebudayaan
  23. 23. Nama Alat Fungsi Kapak Genggam - Alat penetak/pemotong Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa - untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah - menangkap ikan Flakes - untuk menguliti hewan buruan - mengiris daging buruan - memotong umbi-umbian./buah buahan - menangkap ikan Gambar
  24. 24. CIRI-CIRI KEHIDUPAN MASA MESOLITIKUM  Mulai dipoles  Semi-Nomaden --- Mulai menetap Pinggir Pantai --- Kebudayaan Sampah Dapur (Kjokken Moddinger) Gua --- Abrice Souce Roche Mulai mengenal religi Hasil Kebudayaan Food Gathering lanjut
  25. 25. Nama Alat Fungsi Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger Alat penetak/pemotong Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang) Panah Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche untuk mengupas makanan Gambar
  26. 26. CIRI-CIRI KEHIDUPAN MASA NEOLITIKUM  Dipoles Dihaluskan, diruncingkan, dll  Menetap ( Sedenter ) --- Rumah Panggung  Mengenal Religi --- Roh Nenek Moyang  Food Producing --- ladang --- Teknik “ SLASH n BURN”  Mengenal Masyarakat --- Kepala Suku Hasil Kebudayaan
  27. 27. Nama Alat Fungsi Kapak Persegi sebagai cangkul/pacul Kapak Bahu sebagai cangkul/pacul Kapak Lonjong Sebagai cangkul/pacul Gambar
  28. 28. CIRI-CIRI KEHIDUPAN MASA MEGALITIKUM  Batu-batu dalam ukuran besar Berhub. Dgn Religi  Menetap ( Sedenter ) --- Rumah Panggung  Mengenal Religi --- Roh Nenek Moyang  Food Producing  Mengenal Masyarakat --- Kepala Suku Hasil Kebudayaan
  29. 29. Nama Alat Fungsi Menhir tempat pemujaan untuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang Dolmen atau Stonehenge tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang Sarkofagus tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya Kubur Batu/Peti Mati Punden Berundak tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal. Gambar
  30. 30. REKAMAN Berupa kaset atau audio maupun Video Ex : Video Proklamasi 17 Agustus 1945 kembali
  31. 31. TRADISI MASYARAKAT PRA-SEJARAH Menurut Dr. Brandes Masyarakat Nirleka Indonesia telah mengenal unsur-unsur kebudayaan asli : • • • • • • • • • • Bercocok Tanam Wayang Seni Gamelan Seni membatik – menenun Sistem macapat Alat tukar dalam perdagangan Membuat alat dari logam Kemampuan berlayar Kemampuan astronomi Susunan masyarakat yg teratur Cara mewariskan masa lampaunya
  32. 32. Bercocok tanam Sistem bercocok tanam yang dikenal : • Berladang membuka hutan utk ditanami tanaman • Tegalan cara bercocok tanam di lahan kering dan sifatnya tetap • Bersawah mengelola sawah secara intensif melalui Pancausaha Tani kembali
  33. 33. Kesenian wayang • Bermula dari kepercayaan animisme • Dimainkan malam hari oleh Dalang lewat boneka sebagai penjelmaan roh nenek moyang • Lakon berisi petuah, nasihat pada penonton kembali
  34. 34. Seni Gamelan • Digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang dan juga mengiringi pelaksanaan upacara • Alat yang dipakai : Bonang, kempul, centhe, gendang, gender, gong, dll kembali
  35. 35. Seni batik dan tenun • Berupa kerajinan untuk menghiasi kain dengan menggunakan canting • Hiasan gambar berupa alam sekitarnya kembali
  36. 36. Sistem macapat Sistem macapat Arti dan Makna Filosofisnya pasar Alun-alun tempat bersatunya rakyat dan rajanya penjara (Hablumminannas) Masjid tempat bersatunya rakyat dan raja sebagai sama-sama makhluk Tuhan (Illahi) dimana mereka sama-sama dipimpin seorang Imam (Habluminallah) Terdapat perpaduan unsur lama dan unsur Islam Pola tata kota masa Islam kembali
  37. 37. Membuat barang dari logam • Bivalve yang dibakar • A Cire Perdue memakai cetakan dari tanah liat memakai cetakan dari lilin kembali
  38. 38. Kemampuan berlayar • Menggunakan perahu bercadik / perahu bersayap ( relief pada Candi Borobudur ) kembali
  39. 39. Ilmu astronomi • Digunakan untuk pelayaran pada malam hari dan dalam kegiatan pertanian kembali
  40. 40. Cara masyarakat prasejarah mewariskan masa lampaunya : a. Melalui keluarga b. Melalui masyarakat Tradisi Masyarakat Pra sejarah
  41. 41. • ADAT ISTIADAT Kebiasaan yang disosialisasikan baik secara langsung maupun tidak langsung. • CERITERA DONGENG Dongeng yang mengandung pesanpesan yang bersifat positif dan bersifat negatif
  42. 42. • ADAT ISTIADAT • PERTUNJUKAN HIBURAN • KEPERCAYAAN MASYARAKAT
  43. 43. Tradisi Lisan / Oral Tradition ( menceritakan ) • Tradisi lisan menggunakan bahasa lisan dalam menyampaikan pengalaman sehari-hari dari seseorang kepada orang lain.
  44. 44. Tradisi Lisan dibagi 2 : • Sebagai Proses : • Menjadi kebiasaan anggota masy. Dalam menyampaikan pengalaman, dan masy. Tersebut akan menyampaikan masa lalu dan pengalaman sehari-hari mereka dalam bahasa lain. • Sebagai Produk : • Menjadi informasi / pengalaman yang disampaikan secara lisan, lama-kelamaan terbentuk menjadi legenda, mite / mitos, dongeng, cerita rakyat, lagu daerah / folksong, sastra lisan / folklore, dan upacara. Contoh tradisi lisan
  45. 45. LEGENDA • Adalah Cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi, tidak sakral • Tokoh: manusia biasa yg punya kekuatan luar biasa dan dibantu makhluk gaib • Pembagian LEGENDA : • • • • Keagamaan Kegaiban Perseorangan Lokal
  46. 46. Mite / Mitos • Adalah Cerita rakyat yang dianggap benar – benar terjadi dan dianggap suci oleh rakyat pendukungnnya. ( menceritakan alam semesta, manusia / kelompok manusia, kisah dewa-dewa, adat istiadat ) • Paham adanya mite disebut mitologi. • Mite di Indonesia dibagi menjadi 2: – Mite asli Indonesia – Mite yang datang dari luar negeri.
  47. 47. Dongeng • Adalah cerita rakyat yang dianggap tidak pernah terjadi. ( Segala sesuatunya hanya khayalan ) Dongeng hanya bersifat hiburan dan biasa berisi petuah, kebaikan mengalahkan kejahatan, ajarang moral, atau pun ejekan terselubung. • Dongeng ada beberapa macam : – Dongeng Binatang – Dongeng Manusia – Dongeng Lucu
  48. 48. Cerita Rakyat • Adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat suatu daerah yang diceritakan secara lisan maupun tertulis. ( Tentang raja, kerajaan, putri, pangeran, dewa, dewi, orangorang suci, binatang, / keajaiban-keajaiban ) • Masing-masing daerah memiliki cerita rakyat yang khas, walau memiliki tema yang sama.
  49. 49. LAGU DAERAH / FOLKSONG • Adalah bentuk puisi yang dinyanyikan, yang pada mulanya dikembangkan dalam bentuk lisan. • Menurut materi, ada pembagian lagu rakyat : – Lagu anak-anak → mengiringi tarian / permainan – Lagu Umum → mengiringi tari / dinyanyikan biasa – Lagu Religius → upacara-upacara • Menurut Fungsinya : – untuk mengiringi tarian – untuk mengiringi permainan ( Cublakcublak suweng ) – untuk dinyanyikan ( Pok Ami-ami )
  50. 50. Sastra Lisan / Folklore • Adalah karya sastra daerah yang disampaikan secara lisan oleh penyampainya. Biasanya berbahasa daerah, bersifat mendidik moral, keagamaan, / hiburan. • Contoh Sastra lisan : Wayang ( Jawa ) • Jenis-jenis wayang : – Wayang kulit → kulit binatang – Wayang Golek → kayu
  51. 51. Upacara • Adalah Kegiatan Ritual yang dilakukan pada saat tertentu oleh suatu kelompok masy. Dengan tujuan tertentu, disertai dengan korban hewan / sesaji. • Upacara dilakukan untuk mencari berkah agar kehidupan masyarakat tersebut aman tentram.
  52. 52. Tradisi Pra Sejarah Masyarakat Indonesia Tradisi Pra Sejarah Masyarakat Indonesia • • • • • • • • • • Sistem kepercayaan Sistem kemasyarakatan Pertanian Kemampuan berlayar Sistem Bahasa Ilmu Pengetahuan Organisasi Sosial Teknologi Sistem ekonomi Kesenian
  53. 53. Menggunakan perahu bercadik / perahu bersayap
  54. 54. Ilmu astronomi • Digunakan untuk pelayaran pada malam hari dan dalam kegiatan pertanian kembali
  55. 55. ● Tingkat Lanjut ● Cara hidup : Food producing, menetap, beternak. ● Cara pertanian : Sistem putaran, ladang berpindah tetapi jarak dekat dan suatu saat akan kembali ke tempat semula . ● Cara menanam : Menetap dengan mengusahakan irigasi dan pemupukan. ● Cara bertempat tinggal : Hidup di perkampungan yang dekat dengan sumber air, membangun rumah dengan tiang penyangga ( rumah panggung ) TRADISI MEGALITIK
  56. 56. TRADISI MEGALITIK • Adalah tradisi pendirian bangunan-bangunan dari batu besar berdasarkan kepercayaan akan adanya pengaruh kuat hubungan antara yang hidup dengan yang mati yang dapat membawa kesejahteraan masyarakat dan kesuburan tanaman. • Menurut R. Von Hiene Geldern, tradisi ini dapat dibagi menjadi 2 golongan : a. M. Tua ( 2500 – 1500 SM ) b. M. Muda ( 1000 SM) • Bangunan megalit dibuat dari batu-batu besar yang didatangkan daru tempat lain sebelum didirikan di suatu tempat yang terpilih.
  57. 57. BANGUNAN-BANGUNAN MEGAL Sudah capek??? Lihat dech selingan berikut
  58. 58. MENHIR • Adalah sebuah tugu dari batu tunggal yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang. • Tempat : Sumsel, Sulteng, dan Kalimantan
  59. 59. DOLMEN • Adalah batu seperti meja berkakikan menhir. • Ada dolmen untuk sesaji dan untuk kuburan. • Bangunan ini disebut penduduk makam cina. • Tempat : Bondowoso ( Jatim )
  60. 60. SARKOFAGUS • Adalah keranda berbentuk seperti palung / lesung, dan mempunyai tutup. • Tempat : Bali • Berupa : periuk-periuk, beliung persegi, perhiasan, serta benda-benda perunggu, dan besi.
  61. 61. KUBUR PETI BATU • Adalah keranda berupa papanpapannya lepas 1 dengan yang lainnya. • Tempat : Kuningan ( Jabar )
  62. 62. Punden Berundak • Adalah bangunan batu yang disusun bertingkat-tingkat, makin ke atas makin kecil. • Bangunan ini merupakan prototipe bangunan candi. • Tempat : Lebak Sibedug
  63. 63. Waruga • Adalah Kubur batu yang terbuat dari batu untuh, berbentuk kubus / bulat, digunakan untuk kuburan mayat dalam posisi duduk. • Tempat : Sultengah, Sulut
  64. 64. ARCA • Adalah patung-patung megalith yang menggambarkan binatang dan manusia. • Contoh binatang : Gajah, kerbau, harimau, dan monyet. • Tempat : Sumsel, Lampung, Jawa tengah, Jatim.
  65. 65. PETA KONSEP MATERI PRINSIP-PRINSIP DASAR PENELITIAN SEJARAH SETELAH MEMPELAJARI POKOK BAHASAN INI ANDA DIHARAPKAN MAMPU UNTUK :      Mendeskripsikan langkah-langkah dalam penelitian sejarah Me deskripsika Mendiskripsikan sumber, bukti, dan fakta sejarah Mendeskripsikan jenis-jenis sejarah Me deskripsika Mendeskripsikan prinsip-prisnip dasar dalam penelitian sejarah Me deskripsika Mengidentifikasi peristiwa, peninggalan sejarah, dan monumen peringatan peristiwa bersejarah yang ada di sekitarnya
  66. 66. Penelitian Sejarah fi og H is to ri re rp te In ifi er V ra si ta si ka ik st ri eu H to ilih pi a k n em P Jenisjenis sejarah Prinsip dasar penelitian sejarah Lisan Langkahlangkah dalam Penelitian Sejarah Sebelum lanjut saksikan selingan berikut
  67. 67. Darimana Topik DIPEROLE H ??? tOPIK mesti merupakan bagian dari “kebutuhan seseorang untuk dipecahkan. Karena orang mengadakan penelitian untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi
  68. 68.   Dari bahasa YUNANI “heuriskeia” ( menemukan) Tindakan untuk mencari dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan objek penelitian Sumbersumbernya?  Berdasar sifatnya sumber sejarah ada 3: a) sumber primer : sumber-sumber sejarah yang asli dan berasal dari jamannya seperti prasati, kronik, piagam, bangunan (candi, keratin, masjid), nisan atau dari pelaku sejarah b) sumber sekunder : sumber sejarah yang berasal dari sumber kepustakaan kuno (babad, naskah, karya sastra) atau berupa sumber tiruan dari benda aslinya misalnya prasasti tiruan (tinulad) , terjemahan kitab kuno c) sumber tersier : merupakan sumber yang berupa buku-buku sejarah yang telah disusun di mana si pengarang tidak melakukan penelitian langsung. Tetapi berdasarkan kepada hasil penelitian ahli
  69. 69. Sumber sumbernya Memakai konsep “ 3 P “
  70. 70. Melakukan studi dokumenter yang berhubungan dengan penelitian sejarah Disebut Studi Kepustakaan ( Literature Study )
  71. 71. Mengadakan Kunjungan ke tempat atau lokasi penelitian untuk melihat benda atau peristiwa
  72. 72. Mendatangi ahli-ahli atau narasumber untuk wawancara dan memperoleh informasi
  73. 73.  Tindakan memeriksa, mengoreksi atau menilai kebenaran sumber-sumber yang telah ada ( Kritik Sejarah )  KRITIK INTERN kritik terhadap keaslian isi atau materi sumber sejarah  KRITIK EKSTERN kritik terhadap keaslian bahan yang digunakan untuk sumber sejarah ( tulisan tangan,kertas, tinta)
  74. 74. Penafsiran, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap data yang diperoleh  Dalam menafsirkan tidak boleh asal namun harus dilakukan secara bertanggung jawab ( secara ilmiah)   Interpretasi dilakukan agar hasil penulisan bersifat analitis dan tidak sekedar deskriptif atau naratif
  75. 75.   Merupakan langkah terakhir yaitu proses penulisan dan penyusunan kisah masa lampau yang direkrontruksi berdasarkan pada fakta yang telah diberi penafsiran. Peristiwa sejarah yang dikisahkan melalui historiografi akan sangat di pengaruhi oleh subyektifitas si penulis dalam merekontruksinya Jenis Historiografi Indonesia
  76. 76. Historiografi Kolonial Historiografi Tradisional   Menekankan unsur cerita Eropa Sentris   Masalah kerajaan Pandangan Kolonial  Raja sentris  Historiografi Nasional  Berkembang sejak masuknya  Pandangan Indonesia budaya Hindu-Budha  Sesuai sejarah yang ada Sudah jelas, so kita kembali ke depan…
  77. 77. ORAL HISTORY ORAL HISTORY •• Sejarah lisan adalah Sejarah lisan adalah kisah sejarah yang kisah sejarah yang berdasarkan pada berdasarkan pada ungkapan pengalaman ungkapan pengalaman pelaku yang terlibat pelaku yang terlibat secara langsung pada secara langsung pada peristiwa tertentu peristiwa tertentu Faktor pendorong penelitian •• Faktor pendorong penelitian sejarah lisan sejarah lisan :: 1. Banyak informasi 1. Banyak informasi sejarah yang tidak sejarah yang tidak ditulis ditulis 2. Banyak informasi yang 2. Banyak informasi yang masih diingat banyak masih diingat banyak orang orang 3. Kemajuan IPTEK 3. Kemajuan IPTEK
  78. 78. Pembagian secara Geografis: Sejarah Dunia Sejarah Indonesia Sejarah Lokal Berdasar bidang kajian : 1. Sejarah Geografi 2. Sejarah Ekonomi 3. Sejarah Politik 4. Sejarah Sosial
  79. 79. Kesimpulan apa yang kamu ambil ???
  80. 80. Pelajaran apa yang kamu dapat ?
  81. 81. Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia Teori Asal Muasal Kehidupan di Bumi Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia dan Luar Indonesia Perkembangan Zaman dan Jenis Kebudayaan Masyarakat Awal di Indonesia
  82. 82. ARKAEKU M PALAEZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKU M
  83. 83. • 2500 juta tahun yang lalu • Belum ada tanda-tanda kehidupan • Bumi masih dalam proses pembentukan ARKAEKUM
  84. 84. carilah makhluk hidup pada masa ini ! PALAEZOIKUM • 340 juta tahun yang lalu mulai muncul • Zaman Primer makhluk hidup terutama Mikroorganisme • Bumi belum stabil dan terus berubah-ubah
  85. 85. • 150 juta tahun yang lalu kehidupan • Zaman sekunder mulai beragam Binatang bertubuh besar ( Dinosaurus, Tyrannosaurus, Atlantasaurus, Brontosaurus, Tyrex, dll) DISEBUT JUGA ZAMAN REPTILE dinosaurus tyrannosaurus pteranodon brontosaurus
  86. 86. • Jaman ini di perkirakan berlangsung sekitar 60 juta tahun • Pada jaman ini keadaan bumi telah membaik, perubahan cuaca tidak begitu besar dan kehidupan berkembang dengan pesat . • Dibagi 2 yaitu : a. Jaman Tersier b. Jaman Quarter OO Z IZ IA/M KKO UIAKN MNUE
  87. 87. JAMAN TERSIER • Dibagi dalam 5 Kala : • Paleosen → Muncul sejenis Manusia Kera GIGANTHROPUS ( Manusia Kera Raksasa) AUSTRALOPITECUS ( Manusia Kera dari Selatan) Miosen → Muncul Orang Utan Eosen Oligosen Pliosen GIGANTHROPUS yaitu
  88. 88. • Berlangsung sekitar 600 ribu tahun, di tandai dengan adanya tanda-tanda kehidupan manusia. jaman ini terbagi atas : A. Jaman diluvium (Pleistocen) B. Jaman alluvium (Holocen) UAJ ANA R T E QM R
  89. 89. • • Berlangsung sekitar 600 ribu tahun yang lalu, Mulai muncul kehidupan manusia purba. jaman ini dinamakan pula jaman glacial (jaman es) karena es di kutub utara mencair sehingga menutupi sebagian wilayah Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara • Akibat di Indonesia : Munculnya 2 Paparan yaitu : A. Paparan Sunda ( Wilayah yang dulu menyatu dengan ASIA) B. Paparan Sahul ( Wilayah yang dulu menyatu dengan AUSTRALIA) Kedua wilayah dipisahkan oleh Garis Wallace • Pada jaman ini terjadi pula perpindahan manusia dari daratan asia ke Indonesia, yaitu Pitechanthropus Erectus (ditemukan di trinil) yang sama dengan Sinanthropus Pekinensis. Demikian juga dengan hasil kebudayaan pacitan yang banyak di temukan di cina , Malaysia , birma . homo wajakensis yang menjadi nenek moyang bangsa austroloid ikut pula menyebar dari asia ke selatan sampai ke Australia dan menurunkan penduduk asli Australia yaitu bangsa aborigin JAMAN DILUVIUM (PLEISTOSEN)
  90. 90. Garis Wallace adalah sebuah garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia. Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia; di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia.
  91. 91. JAMAN ALLUVIUM (HOLOCEN) • Pada masa ini kepulauan Indonesia telah terbentuk dan tidak lagi menyatu dengan asia maupun Australia. Muncul jenis manusia yang cerdas (homo sapiens).
  92. 92. Jenis-jenis Fosil Manusia Purba (Berdasar Lapisan Tanah) Menurut Von Koeningswald Holoce n Lapisan Pleistosen Atas ( Lap. Fauna Ngandong) Pleistosen Tengah (Lap. Fauna Trinil) Pleistosen Bawah ( Lap. Fauna Jetis) Jenis manusia purba di Indonesia
  93. 93. Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran) Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis Pithecanthropus Robustus (Trinil) Pithecanthropus Erectus (Homo Erectus) (Trinil) Pithecanthropus Dubius (Jetis) Pithecanthropus Mojokertensis (Perning) Homo Javanensis (Sambung Macan) Homo Soloensis (Ngandong) Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung) Peta penemuan Fosil Manusia Purba di Indonesia
  94. 94. Penemuan Fosil Manusia Purba di INDONESIA Peta Lokasi Penemuan Fosil Manusia Purba di Jateng-Jatim Manusia Purba di Luar Negeri
  95. 95. MEGANTROPUS PALEOJAVANICUS (manusia Jawa tertua yang berbadan besar ) Penemu Tempat Penemuan Ciri-ciri : Ralph Von Koenigswald : Sangiran (lembah bengawan solo )pada 1941 : 1. berbadan besar 2. kening menonjol 3. tulang pipi tebal 4. rahang besar dan kuat 5. makanan utamanya adalah tumbuhan dan buah buahan 6. hidup dengan gathering cara food
  96. 96. PITECANTHROPUS (manusia kera) hidup dengan cara food gathering dan berburu pitechanthropus terbagi kedalam beberapa jenis yaitu : Pithecanthropus Mojokertensis Pithecanthropus Erectus
  97. 97. Koeningswald tahun 1936, dalam bentuk tengkorak anak-anak berusia 5 tahunan Mojokerto (lembah Bengawan Solo ) Muka menonjol kedepan, kening tebal dan tulang pipi yang kuat
  98. 98. Wiedenreich dan Koenigswald tahun1939 Trinil, Ngawi,Jawa Timur
  99. 99. Eugene Dubois pada tahun 1890 Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1890 Ciri-ciri Pithecanthropus bisa dilihat pada slide berikutnya
  100. 100. Pitecanthropus Erectus Ciri Pithecanthropus : • Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu • Hidup berkelompok • Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol • Mengumpulkan makanan dan berburu • Makanannya daging dan tumbuhan
  101. 101. HOMO SOLOENSIS fosilnya ditemukan antara 1931 -1934 Penemu : Von Koenigswald , Ter Haar dan Oppenoorth Tempat Penemuan : Ngandong, Blora. Hidup antara 900200 ribu tahun lalu. Ciri biologis : bentuk tubuh tegak , kening tidak menonjol. Jenis ini lebih tinggi tingkatannya dari pitechanthropus erectus
  102. 102. HOMO WAJAKENSIS     fosilnya ditemukan oleh Rietschoten dan Dubois antara tahun 1888-1889 Tempat Penemuan : Desa Wajak ,Tulungagung, Jatim Ciri biologisnya : tinggi mencapai 130-210 cm , berat badan sekitar 30 – 150 kg , volume otak sampai dengan 1300cc . hidup dengan makanan yang telah di masak walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana .
  103. 103. CINA
  104. 104. AFRIKA
  105. 105. EROPA
  106. 106. Kebudayaan Pacitan Pleistosen 600.000 th yl Manusia purba Kebudayaan Manusia Prasejarah Kebudayaan Batu Tua (Palaeolitikum) Kebudayaan Ngandong Zaman Batu Holosen 20.000 th yl Homo Sapiens Zaman Logam
  107. 107. Kebudayaan Pacitan • Peralatan yang di hasilkan adalah: Kapak Genggam, alat penetak (chopper), ditemukan oleh Koenigswald tahun 1935. • Alat-alat tersebut di temukan pada lapisan yang sama dengan di temukannya fosil Pithecanthropus erectus • Manusia pendukung kebudayaan Pacitan adalah Pithecanthropus Erectus
  108. 108. Kebudayaan Ngandong serpih) berupa pisau atau alat penusuk. Ditemukan pula peralatan dari tulang dan tanduk berupa belati, mata tombak yang bergerigi, alat pengorek ubi, tanduk menjangan yang diruncingkan dan duri ikan pari yang diruncingkan Peralatan yang ditemukan adalah Flakes (alat Manusia pendukung Kebudayaan Ngandong adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis, Karena di temukan pada lapisan tanah yang sama dengan peralatan Kebudayaan Ngandong. Perhatikan gambar alat kebudayaan Ngandong berikut !
  109. 109. CONTOH ALAT-ALAT DARI TULANG/ TANDUK (BUDAYA NGANDONG) 17/11/13 Rusdi Mustapa, S.Pd 112
  110. 110. Hasil kebudayaan Zaman Holosen 1 2 KEBUDAYAAN NEOLITIKUM 3 17/11/13 KEBUDAYAAN MESOLITIKUM KEBUDAYAAN MEGALITIKUM Rusdi Mustapa, S.Pd 113
  111. 111. Ciri dari jaman ini adalah peralatan dari batu yang telah di asah pada bagian yang tajam. Yang menarik dari jaman mesolithikum adalah di temukannya tumpukan sampah dapur yang kemudian diberi istilah kjokkenmoddinger dan abris sous roche Kjokkenmoddinger adalah tumpukan kulit kerang dan siput yang telah membatu , banyak di jumpai di pinggir pantai . Abris sous roche adalah tumpukan dari sisa makanan yang telah membatu di dalam gua Terdapat 3 kebudayaan yaitu :  Kebudayaan Flakes/serpih bilah ( flakes culture )  Kebudayaan Pebble / Kapak Sumatera / Kapak Genggam ( pebble culture )  Kebudayaan Tulang ( bone culture )
  112. 112. Ciri jaman batu muda adalah pemakaian peralatan dari batu yang telah diasah halus karena telah mengenal tehnik mengasah. Pada jaman ini terjadi revolusi kehidupan (perubahan dari kehidupan nomaden dengan food gathering menjadi sedenter / menetap dengan food producing) Berdasarkan peralatannya kebudayaan jaman neolitihkum di bedakan menjadi kebudayaan kapak persegi dan kapak lonjong ( menurut Heine Geldern ) berdasarkan kepada penampang yang berbentuk persegi panjang dan lonjong. Peninggalan Zaman Neolitikum
  113. 113. Disebut kebudayaan batu besar karena pada umumnya menghasilkan kebudayaan dalam bentuk monument yang terbuat dari batu berukuran besar. Kebudayaan ini muncul pada akhir jaman neolithikum tetapi perkembangannya justru terjadi pada jaman perunggu (kebudayaan dongson ). Hasil Kebudayaan Megalitikum Menhir Dolmen Kubur batu Punden berundak Sarcophagus (keranda) Patung atau arca manusia
  114. 114. Tugu batu yang terbuat dari batu tunggal, yang berfungsi sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang sehingga menjadi benda pemujaan. Banyak di temukan di Pasemah , Lahat , Sungai Talang Koto (Sumatera), Nagada (Flores)
  115. 115. Meja batu tempat meletakkan sesajen yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Di bawah Dolmen umumnya ditemukan kubur batu
  116. 116. Peti mayat yang di pendam di dalam tanah berbentuk persegi panjang dengan ke empat sisinya di buat dari lempengan – lempengan batu. Ada pula yang di sebut waruga , yaitu kubur batu yang berbentuk bulat. kubur batu banyak di temukan di kuningan (jabar) , Pasemah (Sumatera), Wonosari (Yogja) dan Cepu (Jateng) Kubur Batu Waruga
  117. 117. Bangunan pemujaan terhadap roh nenek moyang yang berupa susunan batu bertingkat. Banyak ditemukan di Banten, Garut, Kuningan, Sukabumi (Jabar). Dalam perkembangan selanjutnya, punden berundak merupakan dasar dalam pembuatan candi, bangunan keagamaan maupun istana
  118. 118. Peti mati tempat penyimpanan mayat yang berbentuk lesung terbuat dari batu utuh yang diberi tutup. Contohnya di Bali di temukan keranda yang berisi tulang belulang manusia, barang perunggu serta manik-manik
  119. 119. Menggambarkan wujud nenek moyang atau arca binatang. banyak di temukan di daerah pasemah (Sumatera), sementara di lembah Bada (Sulteng ) ditemukan patung manusia (laki-laki dan perempuan)
  120. 120. KEBUDAYAAN PERUNGGU Fungsi: Fungsi: - Untuk acara keagamaan - Sebagai sarana upacara minta hujan (biasanya diatas nekara diberi hiasan katak menurut kepercayaan katak dianggap sebagai binatang yang dapat mendatangkan hujan.) kemungkinan sebagai tempat air
  121. 121. Fungsi : - Sebagai mas kawin Fungsi : sebagai tanda kebesaran kepala suku dan alat upacara keagamaan Fungsi : Sebagai alat perkakas.
  122. 122. KEBUDAYAAN BESI Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi. Alat-alat yang ditemukan adalah : ·   Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu ·   Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan ·   Mata pisau ·   Mata pedang ·   Cangkul, dll
  123. 123. Peta penyebaran Homo
  124. 124. 1. 2. 3. 4. 5. 7. 8. 9. 10. 11. Tempat Penemuan Fosil Homo Erectus : Sangiran Sambungmacan Sonde Trinil Ngandong Kedung Brubus Kalibeng Kabuh Pucangan Mojokerto (Jetis-Perning)
  125. 125. Kapak Sumatera ( Pebble)
  126. 126. Peradaban Awal di Dunia Peradaban Kuno di Asia - Afrika Peradaban Kuno di Eropa
  127. 127. Pusat-pusat Peradaban Asia - Afrika Peradaban India Peradaban Lembah Sungai Kuning Peradaban Lembah Sungai Eufrat Tigris Peradaban Lembah Sungai Nil
  128. 128. Terdapat dua pusat Peradaban
  129. 129. LETAK Lembah Sungai Indus (4000 – 3000 SM ) , Pusat Kebudayaan Tertua India PENDUKUNG Bangsa Dravida ( Asli India) Ciri-ciri Bangsa Dravida ??  Hidung pesek ( anasah/tidak punya hidung)  Bibir tebal  Kulit hitam  Rambut kriting HASIL PERADABAN Reruntuhan bangunan kota Mohenjo Daro dan Harappa , ditemukan oleh Sir John Marshall (Arkeologis Inggris, 1922)
  130. 130. Gb. PETA LEMBAH SUNGAI INDUS
  131. 131. Merupakan tipikal Kota Modern ( mengapa disebut Modern ?)  Perencanaan tata kota teratur  Jalan-jalan lurus dan teratur  Saluran air ( sanitasi ) untuk irigasi dan pertanian  Memiliki tembok yang juga berfungsi sebagai benteng  Memiliki tempat pemandian umum  Tiap rumah memiliki sumur dan kamar mandi Gbr : Reruntuhan Kota Mohenjo Daro
  132. 132. BERAKHIRNYA PERADABAN LS. INDUS Faktor penyebab kehancuran :  Bencana alam seperti banjir, epidemi ataupun karena peperangan.  Berdasarkan peninggalan yang ditemukan berupa reruntuhan kota Mohenjo Daro dan Harappa, diperkirakan kota itu runtuh akibat banjir .  Namun dengan ditemukannya sisa kerangka yang berserakan di bekas kota tersebut timbul perkiraan yang lain yaitu runtuh karena penyerbuan bangsa lain.  Siapakah bangsa yang telah menaklukkan masyarakat lembah sungai Indus? Penyerbuan terhadap masyarakat lembah sungai Indus menurut para ahli sejarah dilakukan oleh bangsa Arya yang
  133. 133. Peninggalan Budaya Masyarakat LS. Indus Peninggalan budaya terutama kesenian antara lain :  Seni bangunan = dibuktikan dengan penemuan reruntuhan kota yang teratur tata kotanya.  Pembuatan perhiasan dari emas dan perak.  Pembuatan pakaian dari kapas.  Pembuatan patung dari logam, batu dan kayu yang sempurna. Contoh : patung Ronggeng/penari yang atraktif terbuat dari perunggu.  Pembuatan meterai tanah liat dengan hiasan bermacam-macam, misalnya gambar hewan seperti gajah, sapi jantan, badak, rusa yang merupakan berbagai jenis binatang penghuni hutan di lembah Indus.
  134. 134. Kepercayaan Masyarakat Lembah sungai Indus Kepercayaan masyarakat lembah sungai Indus adalah Polyhteisme. Jenis pemujaan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu pemujaan terhadap dewa , hewan dan tumbuhan.  Pemujaan Terhadap Dewa-dewa . Yang menempati urutan pertama adalah Dewi Ibu atau Dewi Alam ( Mother Goddess atau Nature Goddess ). Di setiap desa, Dewi alam dianggap sebagai pelindung dan dikenal dengan berbagai nama misalnya Mata, Amba , Amma, Kali dan Karali. Ada juga Dewa dengan tiga wajah (Trimukha)  Pemujaan terhadap hewan yaitu hewanhewan cerita, hewan penjaga kota dan hewan biasa.  Pemujaan terhadap pohon yang dianggap keramat misalnya pohon pipal (beringin). Dewa Imam
  135. 135.    Teknologi Masyarakat Lembah sungai Indus Mengenal tata bangunan Membuat alat-alat rumah tangga dari perhiasan ( perak, tembaga, perunggu) Mengenal tulisan yang berbentuk gambar ( Pictograf)    Pertanian dan Pengairan Masyarakat Lembah sungai Indus Tanaman yang di tanam adalah gandum dan kapas (tanaman pokok) Membuat saluran irigasi dari sungai ke sawah Hasil pertanian : gandum, gula, jelai, kapas dan teh
  136. 136. LETAK Lembah Sungai Gangga , terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Windya-Kedna PENDUKUNG Bangsa Aria (termasuk bangsa Indo German) Mereka datang dari daerah Kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Aria memasuki wilayah India antara tahun 2000-1500 SM , melalui celah Kaiber di pegunungan Himalaya. Mereka adalah bangsa peternak dengan kehidupannya terus mengembara. Tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Shindu dan menguasai daerah yang subur, mereka akhirnya bercocok tanam dan hidup menetap.
  137. 137. HASIL PERADABAN  Peradaban Lembah Sungai Gangga merupakan campuran (asimilasi ) antara kebudayaan bangsa Arya dengan kebudayaan bangsa Dravida  Kebudayaan ini lebih dikenal dengan kebudayaan Hindu. Daerah-daerah yang diduduki oleh bangsa Indo-Arya sering disebut dengan Arya Varta (Negeri Bangsa Ary a) atau Hindustan (tanah milik bangsa Hindu )  Hasil Peradaban terbesar adalah lahirnya Agama Hindu dan Agama Budha
  138. 138. AGAMA HINDU  Merupakan perpaduan antara Bangsa Arya (keturunan IndoJerman) dan Bangsa Dravida (bangsa asli)  Berpusat di Hindustan (India)  Mengalami pertumbuhan pada zaman weda (20001000 SM)
  139. 139. Kitab Suci Agama Hindu Disebut WEDA terdiri atas 4 Samhita ( Himpunan) Reg Weda Sama Weda Yayur Weda Atharwa Weda
  140. 140. Berisi : Syair puji-pujian kepada Dewadewi
  141. 141. Berisi : Syair-syair dari Reg weda, yang diberi tanda agar dapat dinyanyikan
  142. 142. Berisi : Syair yang berisi do’a untuk mengantar sajisajian kepada Dewa
  143. 143. Berisi : Syair-syair yang berisi mantra-mantra yang digunakan untuk ilmu ghaib, sihir, dan ilmu magis
  144. 144. SISTEM KASTA / CATUR WARNA Kasta / Catur warna adalah suatu sistem pelapisan masyarakat yang punya tujuan politis (agar tidak bercampur antara Bangsa Arya dan Bangsa Dravida).
  145. 145. Berdasar fungsinya kasta dibagi menjadi 4 : 1. Kasta Brahmana 2. Kasta Ksatria 3. Kasta Waisya 4. Kasta Sudra Diluar kasta diatas disebut paria/candhala
  146. 146. Masing-masing orang memiliki peran dan fungsinya sendirisendiri sesuai dengan dari KASTA mana ia berasal Bagaimana praktiknya ???
  147. 147. Dalam sistem kasta ( Catur Warna), tidak boleh ada perkawinan antara kasta atas dan kasta bawah Dalam hal pekerjaan juga dibedakan
  148. 148. SISTEM KEPERCAYAAN Berintikan pada pemujaan banyak dewa / Polytheisme ( sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa) Dewa yang dianggap tertinggi ada 3 : ( TRI MURTI ) Dewa Pencipta Dewa Perusak Dewa Pemelihara
  149. 149. Agama Hindu juga menyembah binatang yaitu : Lembu, gajah, kera, tikus, penyu Selain memuja trimurti, masyarakat hindu juga mengenal dewa lain, yang namanya menurut tenaga alam : 1. Dewa Surya 2. Dewa Candra 3. Dewa Agni 4. Dewa Wayu (bayu) 5. Dewa Indra
  150. 150. Tempat suci Agama Hindu 1. Banares : Tempat bersemayam Dewa Syiwa 2. Sungai gangga : Airnya dapat mensucikan dosa
  151. 151. Awalnya bukan agama tetapi suatu ajaran yang bertujuan membebaskan manusia dari lingkaran Samsara (penderitaan) dan mencapai moksa
  152. 152. Lahirnya agama budha  Lahir di lembah sungai gangga (kapilawastu) di India, sekitar abad 5  Pelopornya adalah Sidharta Gautama
  153. 153. Ikrar Agama Budha Saya berlindung pada Budha Saya berlindung pada Dharma Saya berlindung pada Sangha
  154. 154. AJARAN-AJARAN BUDHA Dalam Kitab suci Tripitaka (Tiga Keranjang) memuat ajaran-ajaran Budha sebagai berikut : Aturan dan hukum yang mengatur cara hidup pemeluknya Wejangan-wejangan sang Budha Penjelasan dan kupasan mengenai soal keagamaan
  155. 155. Aliran dalam Budha  Biksu berhak mencapai Nirwana  Tujuan akhir hidup mencapai nirwana  Budha dipuja seperti dewa  Seluruh umat Budha bisa mencapai nirwana  Tujuan akhir hidup menjadi Budha  Calon Budha (Bodhisatwa) sudah dipuja
  156. 156. Tempat suci Agama  Kapilawastu : Tempat Sidharta dilahirkan Budha  Bodh Gaya : Tempat Sidharta menerima penerangan agung (wahyu)  Benares : Tempat pertama kali Sidharta menyampaikan ajarannya  Kusinagara : Tempat sang Budha Wafat
  157. 157. LETAK Lembah Sungai Kuning ( Hoang Ho) yang mulai muncul sejak 1766 SM sampai dengan 11 22 SM. Mulai muncul pada masa Dinasti Syang sehingga sering disebut juga Kebudayaan Syang MENGAPA KUNING “ ? “SUNGAI Lumpur yang mengendap di lembah sungai itu berasal dari tanah loss Gurun Gobi yang diterbangkan angin sampai ke lembah sungai Hoang Ho dan berwarna kuning. Akibatnya air sungai Hoang Ho kekuningkuningan dan sepanjang alirannya menjadi subur .
  158. 158. HASIL PERADABAN Masyarakat lembah sungai kuning menganut polytheisme . Mereka memuja dewa-dewi yang mempunyai kekuatan alam. Dewa yang mereka sembah antara lain:  Feng Pa (dewa angin )  Lei -Shih (dewa angin topan yang digambarkan sebagai naga besar),  Tai Shan (dewa yang menguasai bukit suci ),  Ho Po (dewa penguasa sungai Hoang-Ho). Untuk memuja Ho Po setiap tahun diadakan upacara yang dipimpin oleh para pendeta perempuan dengan memberi sesaji berupa gadis tercantik di Cina yang diterjunkan di sungai Hoang Ho tersebut. Dewa langit (Syang Ti ) adalah dewa yang mendapat pemujaan tertinggi. Masyarakat Cina memuja dewa langit karena langit adalah pemberi hujan dan panas matahari. Sedangkan bumi sebagai lahan yang menerima sinar matahari dan hujan dari langit. Sehingga masyarakat juga memuja dewi bumi. Selain pemujaan kepada dewa-dewa masyarkat Cina juga memuja arwah leluhur. Upacara pemujaan dilakukan oleh anak lakilaki tertua.
  159. 159. Berdasarkan peninggalan budaya, pemerintahan di Cina telah ada sejarah sekitar tahun 4000 SM. Permulaan pemerintahan di Cina disebut jaman dongeng yang berlangsung hingga sekitar tahun 1800 SM Perkembangan bentuk pemerintahan di Cina dapat digambarkan pada bagan sebagai berikut:  Pada jaman dongeng sebagian besar sumber sejarahnya berupa benda Pada jaman dongeng, muncul Dinasti Hsia (3000-2205 SM) yang didirikan oleh Kaisar Yu , yang berlangsung turun temurun
  160. 160. DINASTI SHANG  Berkuasa : 1766 – 1122 SM  Pendiri : Kaisar Chen Tang  Dinasti yang mengawali sejarah Cina karena melakukan penulisan sejarah oleh Suma Chien. Catatan itu dituliskan di atas bejana perunggu, tempurung kurakura dan tulang binatang Peninggalan budaya yang terpenting Dinasti Shang antara lain :  Ketrampilan membuat barangbarang perunggu  Tradisi pembuatan keramik dan kain sutera  Pertanian menggunakan sistem irigasi dan astronomi  Ketrampilan dan pengetahuan berperang Kulit penyu yang bertuliskan huruf Tionghoa Tertua
  161. 161. DINASTI CHOU (ZHOU)  Berkuasa : 1000 – 300 SM  Pendiri : Kaisar Wen Wang / Wu Wang  Pusat : Chang - An  Peletak dasar sistem pemerintahan feodalisme dan pola kebudayaan Cina  Muncul filosof-filosof besar seperti : Lao Tze Kung Fu Tze Meng Tze
  162. 162. Nama Ajaran : TAOISME ( tercantum dalam kitab Tao Te Cing ) Isi Ajaran : Agar dunia tertib, siapa pun harus mengerjakan Wu Wei ( tidak melakukan apa-apa) Lao Tze
  163. 163. Nama Ajaran : Konfusianisme Isi Ajaran :  Berkisar pada masalah pemerintahan dan keluarga  Setiap masyarakat terdiri atas keluarga-keluarga  Seorang bapak akan selalu menjadi pusat dan pimpinan suatu keluarga  Negara dianggap sebagai keluarga besar  Raja berperan sebagai Bapak, sedangkan rakyat menjadi anaknya  Raja harus memerintah dengan arif dan Rakyat harus taat dan hormat pada Raja
  164. 164. Nama Ajaran : Mencius Isi Ajaran : Rakyat adalah pemegang mandat tertinggi di negara  Rakyat berhak melakukan pemberontakan dan menumbangkan pemerintahan yang ada seandainya kaisar sudah tidak memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan rakyat 
  165. 165. DINASTI CHIN  Berkuasa : 221 – 202 SM  Pendiri : Kaisar Shih Huang Ti  Hal-hal yang dilakukan Dinasti Chin :  Melakukan penyatuan (unifikasi) wilayah Cina  Menyeragamkan sistem bahasa dan tulisan  Membangun TEMBOK BESAR CINA ( The Great Wall ) Tujuan pembangunan Tembok Besar Cina : 1)Membatasi bangsa Cina asli dengan sukusuku nomaden di padang rumput utara dan barat laut 2)Sebagai benteng pertahanan terhadap serangan bangsa Mongol (suku bangsa Shung Nu) 3) Menjadi penjara bagi para tahanan politik 4) Lambang kebesaran Dinasti Chin Saksikan tayangan berikut ini !
  166. 166. DINASTI HAN  Berkuasa : 202 – 221 SM  Pendiri : Kaisar Liu Pang Kaisar terbesar : Han Wu Ti Peninggalan penting Dinasti Han antara lain : a)Kepandaian membuat kertas dari kulit kayu dan kain-kain tua b)Seismograf (alat pencatat getaran bumi waktu gempa) c)Gnomon (alat penunjuk kedudukan matahari untuk mengetahui waktu) Ingin tahu peninggalan peradaban penting Cina lebih lanjut ? Saksikan tayangan berikut !

×