KURIKILUM DAN PEMBELAJARAN Disusun oleh : Wida Widiawati 2C PE
BAB I KONSEP DAN LANDASAN KURIKULUM <ul><li>Kurikulum adalah suatu alat yang memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sen...
KOMENTAR <ul><li>Kurikulum merupakan sarana atau alat yang diperlukan dalam memperlancar pembelajaran. Jadi sebuah kurikul...
BAB II KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM <ul><li>Komponen Tujuan  </li></ul><ul><li>kurikulum menyediakan kesempatan yang luas b...
KOMENTAR <ul><li>Komponen-komponen yang disebutkan diatas yaitu komponen tujuan, komponen materi, komponen metode, kompone...
BAB III PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KERIKULUM <ul><li>Prinsip Revalasi </li></ul><ul><li>mencakup revalasi secara interna...
KOMENTAR <ul><li>Prinsip-perinsip yang digunakan dalam kegiatan pembangunan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah atau ...
BAB IV MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM <ul><li>Pendekatan Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>pendekatan Top Down ...
KOMENTAR <ul><li>Salah satu model pengembangan kurikulum diantaranya yaitu evaluasi. Evaluasi memegang peranan penting, se...
BAB V EVALUASI KURIKULUM <ul><li>Tujuan dan Lingkup Evaluasi Kurikulum </li></ul><ul><li>kurikulum dimaksudkan untuk memer...
KOMENTAR <ul><li>Dengan evaluasi kurikulum kita akan mendapatkan informasi mengenai sejauh mana tujuan-tujuan pendidikan t...
BAB VI KONSEP DASAR PEMBELAJARAN <ul><li>Hakekat Pembelajaran </li></ul><ul><li>pembelajaran merupakan proses komunikasi t...
KOMENTAR <ul><li>Guru yang mengajar merupakan penyebab utama bagi terjadinya proses belajar siswa. Meskipun tidak setiap p...
BAB VII SISTEM PROSES PEMBELAJARAN <ul><li>Tujuan Pembelajaran </li></ul><ul><li>(tujuan pendidikan, tujuan institusional,...
KOMENTAR <ul><li>Seorang guru harus membuat suatu desain pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan awal siswa, tujuan...
BAB VIII PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN <ul><li>Perinsip perhatian dan motivasi  </li></ul><ul><li>Prinsip keaktifan </li></...
KOMENTAR <ul><li>Seseorang yang menaruh minat terhadap materi bidang setudi tertentu, biasanya perhatiannya akan lebih int...
BAB IX PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN <ul><li>Pola Pembelajaran </li></ul><ul><li>menurut Barry Morris ada empat pola p...
KOMENTAR <ul><li>Pendekatan dan model pembelajaran dapat dijadikan sebagai media informasi dan komunikasi ketika peserta d...
BAB X INOVASI PEMBELAJARAN <ul><li>Model Pembelajaran  </li></ul><ul><li>1. inovasi </li></ul><ul><li>2. Divusi Inovasi </...
KOMENTAR <ul><li>Sebuah inovasi dapat diterima oleh kalangan masyarakat tertentu apabila hasil inovasi tersebut memberikan...
Terimakasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kurikulum Dan Pembelajaran

9,024 views

Published on

2 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
9,024
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
18
Actions
Shares
0
Downloads
269
Comments
2
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kurikulum Dan Pembelajaran

  1. 1. KURIKILUM DAN PEMBELAJARAN Disusun oleh : Wida Widiawati 2C PE
  2. 2. BAB I KONSEP DAN LANDASAN KURIKULUM <ul><li>Kurikulum adalah suatu alat yang memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam pendidikan. </li></ul><ul><li>Landasan Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Landasan filosopis </li></ul><ul><li>landasan filosofis yang dimaksud adalah pentingnya filsafat dalam menjalankan pendidikan. Filsafat pendidikan pada dasarnya adalah penerapan penerapan dari pemikiran-pemikiran filosofi dalam memecahkan masalah pendidikan. </li></ul><ul><li>Landasan psikologis </li></ul><ul><li>kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana prilaku itu harus dikembangkan. </li></ul><ul><li>Landasan sosilogis </li></ul><ul><li>dalam konteks landasan sosilogis anak didik dihadapkan dengan budaya manusia, dibina dan dikembangkan sesuai dengan nilai budayanya, serta dipupuk kemampuan dirinya menjadi manusia. </li></ul>
  3. 3. KOMENTAR <ul><li>Kurikulum merupakan sarana atau alat yang diperlukan dalam memperlancar pembelajaran. Jadi sebuah kurikulum yang akan diterapkan dalam pembelajaran harus benar-benar dikonsep atau dibuat dengan baik berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang berlaku untuk kurikulum tersebut, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang di inginkan. </li></ul>
  4. 4. BAB II KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM <ul><li>Komponen Tujuan </li></ul><ul><li>kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami proses pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. </li></ul><ul><li>Komponen Materi </li></ul><ul><li>materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum yang telah dikembangkan dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip yang telah dibuat. </li></ul><ul><li>Komponen Metode </li></ul><ul><li>komponen metode adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dalan mencapai tujuan kurikulum. </li></ul><ul><li>Komponen Organisasi Kurikulum </li></ul><ul><li>Komponen Evaluasi </li></ul><ul><li>dengan evaluasi dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa, guru dan proses pembelajaran itu sendiri </li></ul>
  5. 5. KOMENTAR <ul><li>Komponen-komponen yang disebutkan diatas yaitu komponen tujuan, komponen materi, komponen metode, komponen organisasi kurikulum dan komponen evaluasi. Komponen-komponen tersebut harus dilaksanakan dengan baik dan harus ada dalam sebuah kurikulum. Komponen-komponen tersebut juga saling berkaitan antara satu sama lain sehingga tujuan kurikulum dapat tercapai </li></ul>
  6. 6. BAB III PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KERIKULUM <ul><li>Prinsip Revalasi </li></ul><ul><li>mencakup revalasi secara internal dan eksternal. Secara internal yaitu terjadinya revalasi diantara komponen-komponen kurikulum, sedangkan secara eksternal maksudnya bahwa komponen-komponen tersebut harus relevan dengan tuntutan berbagi ilmu. </li></ul><ul><li>Prinsip Fleksibilitas </li></ul><ul><li>Prinsip Kontinuitas </li></ul><ul><li>terdapat kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal (bertahap, berjenjang) maupun secara horizontal. </li></ul><ul><li>Prisip Efisiensi </li></ul><ul><li>mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya dan lain-lain secara optimal </li></ul><ul><li>Prinsip Efektivitas </li></ul><ul><li>mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas. </li></ul>
  7. 7. KOMENTAR <ul><li>Prinsip-perinsip yang digunakan dalam kegiatan pembangunan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum dapat menggunakan prinsip-perinsip yang telah berkembang didalam kehidupan sehari-hari atau penciptakan sendiri prinsip-perinsip baru. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kurikulum di suatu lembaga pendidikan, sangat mungkin terjadi penggunaan perinsip-perinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. </li></ul>
  8. 8. BAB IV MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM <ul><li>Pendekatan Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>pendekatan Top Down </li></ul><ul><li>pengembangan kurikulum muncul atas inisiatif para pejabat pendidikan. </li></ul><ul><li>pendekatan Grass-roots </li></ul><ul><li>pendekatan ini diawali dengan keresahan guru tentang kurikulum yang berlaku, selanjutnya mereka memiliki keinginan untuk mrnyempurnakannya. </li></ul><ul><li>Model-model Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>1. pengembangan kurikulum model Tyler </li></ul><ul><li>2. pengembangan kurikulum model Taba </li></ul><ul><li>3. pengembangan kurikulum model Oliva </li></ul><ul><li>4. pengembangan kurikulum model Beauchamp </li></ul>
  9. 9. KOMENTAR <ul><li>Salah satu model pengembangan kurikulum diantaranya yaitu evaluasi. Evaluasi memegang peranan penting, sebab dengan evaluasi apakah kurikulum yang digunakan sudah berhasil atau sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah. </li></ul>
  10. 10. BAB V EVALUASI KURIKULUM <ul><li>Tujuan dan Lingkup Evaluasi Kurikulum </li></ul><ul><li>kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. Evaluasi kurikulum dapat dilakukan pada tingkat mikro dan tingkat yang lebih makro. </li></ul><ul><li>Model-Model Evaluasi Yang Dapat Digunakan </li></ul><ul><li>1. model Congruence </li></ul><ul><li>2. model CIPP </li></ul><ul><li>Implikasi Dalam Pelaksanaan Evaluasi Kurikulum </li></ul><ul><li>1. evaluasi kurikulum pada tingkat mikro (tujuan, jenis dan skema kegiatan evaluasi) </li></ul><ul><li>2. evaluasi kurikulum pada tingkat yang lebih makro (tujuan, jenis dan sekema kegiatan evaluasi) </li></ul>
  11. 11. KOMENTAR <ul><li>Dengan evaluasi kurikulum kita akan mendapatkan informasi mengenai sejauh mana tujuan-tujuan pendidikan tersebut telah dicapai oleh peserta didik, dan juga dapat mengambil keputusan tentang tindakan-tindakan apa yang perlu dilakukan berkenaan dengan program dan peserta didik yang bersangkutan. </li></ul>
  12. 12. BAB VI KONSEP DASAR PEMBELAJARAN <ul><li>Hakekat Pembelajaran </li></ul><ul><li>pembelajaran merupakan proses komunikasi transaksional timbal balik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. </li></ul><ul><li>Mekanisme Pembelajaran </li></ul><ul><li>1. tahap persiapan </li></ul><ul><li>2. tahap pelaksanaan </li></ul><ul><li>3. tahap evaluasi </li></ul><ul><li>4. tahap tindak lanjut </li></ul><ul><li>Komponen Pembelajaran </li></ul><ul><li>Raw Input, Instrumental Input, Environmental Input dan Expected Output. </li></ul><ul><li>Suasana Pembelajaran </li></ul><ul><li>proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan produktif apabila guru memiliki kemampuan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memiliki kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan pembelajaran </li></ul>
  13. 13. KOMENTAR <ul><li>Guru yang mengajar merupakan penyebab utama bagi terjadinya proses belajar siswa. Meskipun tidak setiap perbuatan belajar siswa merupakan akibat guru mengajar. Oleh karena itu, guru sebagi figure sentral, harus mampu menetapkan strategi pembelajaran yang tepat sehingga dapat mendorong terjadinya perbuatan belajar siswa yang aktif, produktif dan efisien. </li></ul>
  14. 14. BAB VII SISTEM PROSES PEMBELAJARAN <ul><li>Tujuan Pembelajaran </li></ul><ul><li>(tujuan pendidikan, tujuan institusional, tujuan kurikuler, dan tujuan instruksional) </li></ul><ul><li>Bahan Pembelajaran </li></ul><ul><li>bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya adalah isi dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang setudi dengan topik / sub topik dan rinciannya yang dibuat berdasarkan logika,etika dan estetika. </li></ul><ul><li>Media Pembelajaran </li></ul><ul><li>(media visual, media audio, media audio-visual, media objek, dan media interaktif) </li></ul><ul><li>Evaluasi Pembelajaran </li></ul><ul><li>(pengertian dan pengukuran evaluasi, jenis-jenis evaluasi pembelajaran, tujuan dan fungsi evaluasi pembelajaran, prinsip-prinsip umum evaluasi dalam pembelajaran) </li></ul>
  15. 15. KOMENTAR <ul><li>Seorang guru harus membuat suatu desain pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan awal siswa, tujuan yang hendak dicapai, teori belajar dan pembelajaran, karakteristik bahan yang akan diajarkan, metode atau sumber belajar yang akan digunakan dan unsur-unsur lainya sebagai penunjang setelah desain dibuat barulah KBM atau pembelajaran dilakukan. </li></ul>
  16. 16. BAB VIII PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN <ul><li>Perinsip perhatian dan motivasi </li></ul><ul><li>Prinsip keaktifan </li></ul><ul><li>Prinsip ketrlibatan langsung berpengalaman </li></ul><ul><li>Perinsip pengulangan </li></ul><ul><li>Perinsip tantangan </li></ul><ul><li>Perinsip balikan dan penguatan </li></ul><ul><li>Perbedaan individu </li></ul><ul><li>Perinsip kesiapan, perinsip persepsi, prinsip tujuan, prinsip transfer dan retensi, prinsip belajar kognitif, perinsip belajar afektif, prinsif belajar psikomotor, dan perinsip evaluasi. </li></ul>
  17. 17. KOMENTAR <ul><li>Seseorang yang menaruh minat terhadap materi bidang setudi tertentu, biasanya perhatiannya akan lebih intensif dan kemudian timbul motivasi pada dirinya untuk mempelajari materi bidang setudi tersebut, karena motivasi merupakan suatu kegiatan yang menggerakan tingkah laku seseorang untuk beraktifitas. </li></ul>
  18. 18. BAB IX PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN <ul><li>Pola Pembelajaran </li></ul><ul><li>menurut Barry Morris ada empat pola pembelajaran yaitu: </li></ul><ul><li>1. Pola pembelajaran tradisional pertama </li></ul><ul><li>2. Pola pembelajaran tradisional kedua </li></ul><ul><li>3. Pola pembelajaran guru dan media </li></ul><ul><li>4. Pola pembelajaran bermedia </li></ul><ul><li>Model Pembelajaran </li></ul><ul><li>1. Model GLASSER </li></ul><ul><li>2. Model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Intruksional) </li></ul><ul><li>3. Model GERLACH & ELLY </li></ul><ul><li>4. Model JEROLD E. KEMP </li></ul><ul><li>keempat desain pembelajaran diatas pada hakekatnya bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Hal yang terpentinga adalah bagai mana seorang guru mengembangkan desain tersebut dengan baik. </li></ul>
  19. 19. KOMENTAR <ul><li>Pendekatan dan model pembelajaran dapat dijadikan sebagai media informasi dan komunikasi ketika peserta didik melakukan pembelajaran. Media informasi dan komunikasi dapat membawa perubahan bergesernya peran guru sebagi penyampai pesan dan guru juga tidak bisa lagi berperan sebagi satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran para siswanya. </li></ul>
  20. 20. BAB X INOVASI PEMBELAJARAN <ul><li>Model Pembelajaran </li></ul><ul><li>1. inovasi </li></ul><ul><li>2. Divusi Inovasi </li></ul><ul><li>3. Proses keputusan inovasi pendidikan </li></ul><ul><li>4. Alasan inovasi dan karakteristik percepatan adposinya </li></ul><ul><li>5. Adposi inovasi dalam pendidikan </li></ul><ul><li>6. Inovasi belajar dan pembelajaran </li></ul><ul><li>7. Penelitian tindakan kelas </li></ul><ul><li>8. Hambatan dalam adposi inovasi pembelajaran </li></ul><ul><li>9. Beberapa catatan dalam inovasi pembelajaran </li></ul>
  21. 21. KOMENTAR <ul><li>Sebuah inovasi dapat diterima oleh kalangan masyarakat tertentu apabila hasil inovasi tersebut memberikan keuntungan secara ekonomis atau non ekonomis atau dapat meningkatkan prestise dan setatus sosial masyarakat itu sendiri sehingga ada rasa puas diantara mereka terhadap inovasi tersebut. </li></ul>
  22. 22. Terimakasih

×