Resa ari siswo[1210652011], rico nilar hartono[1210652008]

  • 81 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
81
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
1
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Pemrograman Berorientasi Objek Page 1 RESUME MATERI PEMROGRAMAN BERBASIS WEB Disusun oleh: Resa Ari Siswo NIM: 1210652011 Rico Nilar Hartono NIM: 1210652008 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 2013
  • 2. Pemrograman Berorientasi Objek Page 2 I. Pengenalan PHP frame work Sejarah Perkembangan  Web statis :  Berbasis html dan halaman-halaman  Web dinamis :  Memisahkan antara kode program dan data  Content management system (cms) :  Web instant berupa template web  Web framework :  Membagi sistem menjadi 3 bagian yaitu model, view,controller  Arsitektur Web Framework  Berhubungan erat dengan konsep MVC  Model : Berfungsi untuk mengontrol data, disini dilakukan proses pengambilan dan penyimpanan data sebuah sistem, biasanya data berasal dari database yang digunakan oleh sistem.  View : kode yang mengeluarkan html yang nantinya akan dilihat oleh pengunjung. Kode tersebut nantinya untuk mengatur tampilan dengan format yang spesifik.  Controller : kode yang memeriksa input dari pengunjung dan memilih apa yang harus dilakukan. Controller berposisi di tengah, menghubungkan model dan view dan sebagai tujuan utama user dalam melakukan request. Gambar MVC Pattern:
  • 3. Pemrograman Berorientasi Objek Page 3 Contoh kode program MVC  Model Merupakan layer yang bertanggung jawab untuk melakukan hubungan dengan database, untuk contoh kali ini tidak menggunakan database, dengan asumsi bahwa layer model telah berhasil mendapatkan data dari database.  Simpan kode program berikut dengan nama buku.php  Simpan kode program berikut dengan nama model.php  Model mempunyai method getData() yang menghasilkan output berapa array dengan isi adalah objek buku.
  • 4. Pemrograman Berorientasi Objek Page 4  Controller Sebagai layer yang berfungsi sebagai “playmaker”, controller harus mempunyai akses ke model dan view  Simpan kode program berikut ini dengan nama controller.php Penjelasan kode program  Controller mempunyai method invoke, dimana pada method tersebutlah proses penyatuan data dari model dan view digabungkan.  View Untuk layer view, kita hanya mendefinisikan sebuah template html sebagai tempat untuk menampilkan data. Simpan kode program berikut ini dengan nama view.php  Kode php yang terdapat diantara tag html diatas berfungsi untuk menampilkan data yang dikirimkan oleh controller.  Setelah ketiga layer model, view, dan controller selesai dibuat, maka tahap terakhir adalah membuat file index.php, dimana file ini adalah sebagai penghubung yang diakses pertama kali ketika pengguna melakukan request.
  • 5. Pemrograman Berorientasi Objek Page 5  Simpan kode program berikut ini dengan nama index.php II. Pemrograman Berorientasi Objek dengan PHP Konsep penting pada OOP  Class  Properti / Variable  Method / Function  Object  Instansiasi class  Constructor & destructor  Visibilitas member(member visibility)  Public, Private dan Protected  Function Setter dan Getter  Pewarisan (inheritance) Definisi Class  Class disusun berdasarkan karakteristik sebuah objek benda. Sifat ini disebut sebagai Abstraksi (Abstraction).  Class adalah penampung sekumpulan elemen data (variable) dan kode program (function) yang digunakan oleh pengolahan datanya. Sifat ini disebut sebagai enkapsulasi (Encapsulation).  Class dapat disusun secara hierarki sehingga suatu class dapat mewariskan beberapa atau semua karakteristiknya ke class lain (class anak/child class). Sifat ini disebut sebagai Pewarisan(Inheritance)
  • 6. Pemrograman Berorientasi Objek Page 6 Property / Variable  Berdasarkan sifat abstraksi, suatu class menyimpan karakteristik suatu benda dalam suatu variable. Variabel ini sering disebut sebagai properti.  Contoh :  Class Orang mempunyai properti seperti Nama, Warna Rambut, Tinggi, Berat, Tahun Lahir dan lain-lain.  Class Koneksi DB mempunyai properti seperti Alamat Server, User Name, Password dan Nama Database Method / Function  Selain mempunyai properti, sebuah class juga mempunyai Method. Dalam PHP, method suatu class diwujudkan dalam sebuah function. Method adalah perilaku yang dapat dilakukan oleh class.  Contoh:  Class Orang mempunyai method seperti Makan, Minum, Tidur, Ucap Salam, dan lain-lain  Class Koneksi DB mempunyai method seperti Koneksi, Eksekusi Query, Ambil Data dan lain-lain Aturan pembuatan class Definisi suatu class dimulai dengan keyword Class, diikuti dengan nama classnya. Isi suatu class diapit dengan kurung kurawal({ }). Umumnya isi class diawali dengan menuliskan propertipropertinya dan diikuti dengan method-methodnya.
  • 7. Pemrograman Berorientasi Objek Page 7 Contoh class  Nama file : orang.php <?php class Orang{ public $nama; // var$nama; untukPHP4 function UcapSalam(){ echo "Hallo. Nama Saya adalah $this->nama"; } } ?> Object  Objek merupakan instansiasi dari suatu Class. Sebuah class tidak dapat digunakan tanpa diinstansiasikan dulu(kecuali untuk Static Class).  Objek sebenarnya sebuah variable Instansiasi class  Instansiasi objek bisa dilakukan dengan perintah new.  Ketika suatu instansiasi class (pembuatan objek) dilakukan, maka secara otomatis akan memanggil function Constructor milik class tersebut.  Contoh instansiasi class : $triawan = new Orang(); $db = new KoneksiDB(“localhost”,”root”,”root”,”db”); Contoh instansiasi class  Nama file orang1.php
  • 8. Pemrograman Berorientasi Objek Page 8 Constructor dan Destructor o Constructor adalah suatu function khusus yang akan dieksekusi ketika suatu objek dibuat(instansiasi class). o Umumnya constructor dibuat untuk memberikan suatu operasi awal yang harus dilakukan ketika sebuah objek dilahirkan(inisialisasi objek) o Destructor adalah function khusus yang dilakukan ketika suatu objek akan dihapus. o Umumnya destructor dibuat untuk mengembalikan kembali sumber daya komputer(misalnya memori, file). Contoh operasi dalam destructor menghapus kembali memori yang telah digunakan atau menutup koneksi ke suatu file. Contoh constructor dan destructor  Nama file Orang2.php  Nama file Orang3.php
  • 9. Pemrograman Berorientasi Objek Page 9 Visibilitas member  Visibilitas dari properti atau method dapat dilakukan dengan mengawali pendefinisian dengan keyword :  Public Member ini dapat diakses dimanapun, walaupun dari luar classnya.  Private Member ini hanya dapat diakses didalam pendeklarasian classnya saja. Member ini tidak dapat dikenal di class turunannya.  Protected Mirip dengan private, tetapi member ini dapat dikenal di class turunannya. Nama file visibility.php Function setter dan getter  Function Setter adalah fungsi yang digunakan untuk memberikan (set) nilai untuk suatu properti. Umumnya function ini digunakan untuk properti yang mempunyai visibilitas protected atau private. Function setter sering digunakan untuk memvalidasi data yang masuk sebelum data tersebut diisikan ke suatu properti.  Function Getter adalah suatu function yang digunakan untuk menghasilkan (get) suatu nilai baik dari member public, private, protected ataupun dari hasil perhitungan.
  • 10. Pemrograman Berorientasi Objek Page 10 Nama file setget.php
  • 11. Pemrograman Berorientasi Objek Page 11 Pewarisan (inheritance)  Pewarisan/Penurunan merupakan fitur OOP yang sangat berguna. Dengan pewarisan, sebuah class dapat diturunkan menjadi class baru yang mempunyai sebagian atau seluruh karakteristik dari class parentnya.  Pewarisan dilakukan dengan keyword “extends”  Visibility member berlaku di pewarisan.  Dalam pewarisan dikenal istilah Override yaitu mendefinisikan ulang suatu function yang telah tersedia di class child sehingga mempunyai perilaku yang berbeda dari perilaku function class parentnya.  Dalam class turunan, boleh ditambah properti atau member baru. Nama file waris1.php Skrip waris2.php
  • 12. Pemrograman Berorientasi Objek Page 12 III. Beberapa konsep penggunaan MVC yang terdapat pada PHP Frameworks i. Konsep Model, View, Controller (MVC) Konsep Model-View-Controller atau MVC adalah sebuah metode untuk membuat sebuah aplikasi web dengan memisahkan data (Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana memrosesnya (Controller). Dalam implementasinya kebanyakan framework dalam aplikasi website adalah berbasis arsitektur MVC seperti terlihat pada gambar 2. MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, antarmuka pengguna, dan bagian yang menjadi kontrol dalam sebuah aplikasi web [3]. Model –mengandung fungsi-fungsi untuk berkomunikasi dengan basis data, seperti: mengambil data produk dengan id tertentu, hapus produk, menyimpan komentar. View –kode yang mengeluarkan HTML yang akan dilihat oleh pengguna. Controller –kode yang memeriksa input dari pengguna dan memilih apa yang harus dilakukan. ii. Konsep MVC : Controller Untuk memahami konsep MVC suatu framework harus memahami : –Instalasi dan konfigurasi web framework tsb –Struktur direktori dalam framework –Penerapan MVC (sintaks) Flowchart Aplikasi pada Web Framework
  • 13. Pemrograman Berorientasi Objek Page 13