Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TUGAS
PEMROGRAMAN BERBASIS WEB
Resume materi :
- OOP dengan PHP
- Konsep MVC dengan PHP
- Beberapa konsep penggunaan MVC y...
A. OOP dengan PHP
PHP adalah sebuah bahasa pemrograman web yang berjalan di sisi server (server side)
Pemrograman berorien...
Destructor adalah penghancur / penghapus yang secara otomatis akan dijalankan pada
saat berakhirnya objek.
Syarat dari con...
JavaScript. View hanya dikhususkan untuk menampilkan data-data hasil dari model
dan controller.
c. Controller
Controller b...
Penjelasan :
Ketika kita mengetikan sebuah alamat http://blog.wordpress.com, Proses itu langsung di
ambil alih oleh contro...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas pbw 1310652044_1310652045

223 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Tugas pbw 1310652044_1310652045

  1. 1. TUGAS PEMROGRAMAN BERBASIS WEB Resume materi : - OOP dengan PHP - Konsep MVC dengan PHP - Beberapa konsep penggunaan MVC yang terdapat pada PHP Frameworks SUGENG 1310652044 NUR MUCHYIDIN 1310652045 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
  2. 2. A. OOP dengan PHP PHP adalah sebuah bahasa pemrograman web yang berjalan di sisi server (server side) Pemrograman berorientasi objek atau object-oriented programming (OOP) merupakan suatu pendekatan pemrograman yang menggunakan object dan class. Dengan menggunakan PHP 5, konsep object-oriented akan lebih cepat dan lebih efisien. Ada 5 hal penting pada pemrograman berorientasi objek di php, yaitu Konsep penting dalam OOP a. Class Class merupakan sekelompok kode yang dituliskan untuk mendefiniskan properti (variable) dan method (function). Properti adalah sebuah data yang menjelaskan tentang class dan method adalah perilaku yang dapat dilakukan oleh class (object) Pembuatan class - Class dimulai dengan keyword Class, diikuti dengan nama classnya. - Isi suatu class diapit dengan kurung kurawal({ }). - Umumnya isi class diawali dengan menuliskan propertinya dan diikuti dengan method-methodnya Contoh : b. Object Object adalah hasil instansiasi (perwujudan) dari class, dan mengandung seluruh resource yang telah didefinisikan pada Class. Instansiasi berfungsi untuk mengubah class menjadi objek (class adalah kumpulan dari objek-objek). Ciri-ciri penulisan Instansiasi : new Instansiasi membutuhkan operator new untuk mempersiapkan memory sesuai dengan isi kelas Ketika suatu instansiasi class (pembuatan objek) dilakukan, maka secara otomatis akan memanggil function Constructor milik class tersebut. <?php include(“orang.php‟); //file yang memuat class $obj = new Orang(); //proses instansiasi object ?> c. Constructor dan destructor Constructor adalah sebuah fungsi yang otomatis akan dipanggil setiap kali melakukan instasiasi terhadap suatu class dan digunakan untuk melakukan instasiasi nilai dari data-data yang terdapat di dalam kelas yang bersangkutan. Fungsi : 1. Mengalokasikan sebuah objek saat program dieksekusi 2. Memberikan nilai awal sebagai instasiasi dari sebuah atribut 3. Mengerjakan proses-proses yang diperlukan saat objek dibuat
  3. 3. Destructor adalah penghancur / penghapus yang secara otomatis akan dijalankan pada saat berakhirnya objek. Syarat dari construktor dan destructor adalah namanya harus sama dengan nama Class d. Visibilitas member Visibilitas dari properti atau method dapat dilakukan dengan mengawali pendefinisian dengan keyword :  Public Member ini dapat diakses dimanapun, walaupun dari luar classnya.  Private Member ini hanya dapat diakses di dalam pendeklarasian classnya saja. Member ini tidak dapat dikenal di class turunannya.  Protected Mirip dengan private, tetapi member ini dapat dikenal di class turunannya. Di dalam pengaturan visibilitas member,terdapat juga 2 fungsi yaitu SETTER dan GETTER  Function Setter adalah fungsi yang digunakan untuk memberikan (set) nilai untuk suatu properti. Umumnya function ini digunakan untuk properti yang mempunyai visibilitas protected atau private. Function setter sering digunakan untuk memvalidasi data yang masuk sebelum data tersebut diisikan ke suatu properti.  Fuction Getter adalah suatu function yang digunakan untuk menghasilkan (get) suatu nilai baik dari member public, private, protected atau pun dari hasil perhitungan. e. Inheritance (pewarisan) Pewarisan/Penurunan merupakan fitur OOP yang sangat berguna. Dengan pewarisan, sebuah class dapat diturunkan menjadi class baru yang mempunyai sebagian atau seluruh karakteristik dari class parentnya, keyword yang digunakan “xtends”. Dalam pewarisan dikenal istilah Override yaitu mendefinisikan ulang suatu function yang telah tersedia di class child sehingga mempunyai perilaku yang berbeda dari perilaku function class parentnya. B. Konsep MVC (Model-View-Controller) dengan PHP MVC (Model View Controller) pattern adalah sebuah pattern yang banyak digunakan untuk membangun aplikasi web saat ini. MVC pattern terbagi menjadi 3 modul yaitu Model, View dan Controller a. Model Model berhubungan dengan data dan interaksi ke database atau webservice. Model juga merepresentasikan struktur data dari aplikasi yang bisa berupa basis data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks, file XML maupun webservice. Biasanya di dalam model akan berisi class dan fungsi untuk mengambil, melakukan update dan menghapus data website. Sebuah aplikasi web biasanya menggunakan basis data dalam menyimpan data, maka pada bagian Model biasanya akan berhubungan dengan perintah-perintah query SQL. b. View View berhubungan dengan segala sesuatu yang akan ditampilkan ke end-user. Bisa berupa halaman web, rss, javascript dan lain-lain. Di dalam view hanya berisi variabel- variabel yang berisi datayang siap ditampilkan. View dapat dikatakan sebagai halaman website yang dibuat dengan menggunakan HTML dan bantuan CSS atau
  4. 4. JavaScript. View hanya dikhususkan untuk menampilkan data-data hasil dari model dan controller. c. Controller Controller bertindak sebagai penghubung data dan view. Di dalam Controller inilah terdapat class-class dan fungsi-fungsi yang memproses permintaan dari View ke dalam struktur data di dalam Model. Penjelasan : Ketika user melakukan request ke web server maka pertama kali yang di runing adalah file controller, kemudian file controller ini akan mengecek, apakah memerlukan database atau tidak, jika ya maka controller memanggil model => model melakukan pengolahan database lalu mengembalikan hasilnya ke controller. Selanjutnya controller akan memparsing hasil dari model tadi ke dalam vidan ditampilkan ke user. C. Konsep penggunaan MVC pada framework Salah satu framework yang menggunakan konsep MVC adalah Codeigniter. kelebihan yang dimiliki oleh CodeIgniter antara lain segi kecepatan akses website, penulisan program yang lebih terstruktur dan dukungan dari beberapa komunitas pendukung. Contoh MVC pada Codeigneter
  5. 5. Penjelasan : Ketika kita mengetikan sebuah alamat http://blog.wordpress.com, Proses itu langsung di ambil alih oleh controller, setelah itu di controller jika ada data yang ingin di tampilkan dari database, controller akan memanggil model dan, jika datanya ada, maka akan di kembalikan lagi di controller kemudian diolah di controller setelah itu data tersebut di kirim ke View dan siap di tampilkan di browser.

×