INSTRUKSI INPUT /
OUTPUT
Deklarasi Fungsi
Sebuah fungsi dalam C dideklarasikan sbb :
Syntax : tipe_return nama_function(ar...
Instruksi Input (masukan)
Mencetak unsigned hexadecimal dengan
a,b,c,d,e,f
%x
Mencetak unsigned octal integer%o
Untuk vari...
MASUKAN TIDAK BERFORMAT
int main() {
int kar1, kar2, kar3;
kar1 = getchar();
kar2 = getchar();
kar3 = getchar();
printf("%...
MASUKAN BERFORMAT
int main() {
int a, b;
printf("ketik dua bilangan : ");
scanf("%d %d", &a, &b);
printf("%d x %d = %dn", ...
Instruksi Output (keluaran)
Perintah yang digunakan untuj mencetak
tulisan ke layar. Statement standar yang
digunakan untu...
KELUARAN TIDAK BERFORMAT
int main() {
char *mtkuliah = "ALGORITMA dan C";
puts(mtkuliah);
puts("***************");
return ...
KELUARAN BERFORMAT
int main() {
float pecah = 123.25;
puts("123456789012345");
printf("%fn", pecah);
printf("%15fn", pecah...
SEARCH SET
Search set
himpunan karakter yang akan diambil dari
masukan
Dituliskan di dalam [ ]
[abcde] ⇒ hanya 5 huruf per...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

03 i-o

94

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
94
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "03 i-o"

  1. 1. INSTRUKSI INPUT / OUTPUT Deklarasi Fungsi Sebuah fungsi dalam C dideklarasikan sbb : Syntax : tipe_return nama_function(argumen); Argumen disebut juga formal parameter, yaitu data yang harus diberikan Kepada fungsi ini untuk diolah. Argumen bersifat opsional, boleh ada boleh juga tidak. Setiap argumen Ditunjukkan dengan tipe datanya Tipe_return adalah tipe data yang dikembalikan INPUT Instruksi Input (masukan) Instruksi masukan adalah function atau macro yang digunakan untuk membaca data. (berada pada file header stdio.h) Syntax : int scanf (const char *format,[address,…]); Function ini membaca sejumlah masukan berformat dari standard input stream. Data yang dimasukkan disesuaikan dengan formatnya dan disimpan di alamat variabel. Jumlahformat harus sama dengan jumlah alamat %[*][width][F|N][h|l|L]type_character * assignment-suppression character width panjang maksimum F|N pointer size modifier h|l|L argument-type modifier
  2. 2. Instruksi Input (masukan) Mencetak unsigned hexadecimal dengan a,b,c,d,e,f %x Mencetak unsigned octal integer%o Untuk variabel bertipe string (lebih dari 1 karakter) %s Untuk variabel bertipe char%c Untuk variabel bertipe double%e atau %lf Untuk variabel bertipe long%ld Untuk variabel bertipe float%f Untuk variabel bertipe int%d Format untuk menerima input data dengan scanf Contoh Instruksi Input dan Output Contoh : #include <stdio.h> #include <stdlib.h> int main() { int nilai; printf(“masukkan nilai : “); scanf(“%d”,&nilai); /* & adalah operator untuk menyatakan alamat tempat disimpannya variabel memory */ printf(“nilai yang anda masukkan %d”,nilai); system(“PAUSE”); return 0; } Instruksi Input Syntax : int getchar(void); Function ini mengembalikan karakter berikutnya dari standard input, berupa nilaiASCII-nya. Function ini tidak memerlukan input parameter karena bernilai void. Syntax : int getch(void); Function ini membaca satu karakter dari keyboard tapi tidak menampilkannya di layar. Instruksi Input Syntax : int getche(void); Function ini membaca satu karakter dari keyboard dan menampilkannyake layar . Syntax : char *gets(char *s); Function ini mengembalikan sekumpulan karakter (yang diakhiri dengan karakter newline) dari standard input dan menyimpannya di variabel s. Karakter newline diganti dengan karakter null.
  3. 3. MASUKAN TIDAK BERFORMAT int main() { int kar1, kar2, kar3; kar1 = getchar(); kar2 = getchar(); kar3 = getchar(); printf("%c %c %cn", kar1, kar2, kar3); printf("%d %d %dn", kar1, kar2, kar3); return 0; } int main() { int kar1, kar2, kar3; kar1 = getchar(); kar2 = getchar(); kar3 = getchar(); printf("%c %c %cn", kar1, kar2, kar3); printf("%d %d %dn", kar1, kar2, kar3); return 0; } AB A B 65 66 10 AB A B 65 66 10 Contoh getchar() MASUKAN TIDAK BERFORMAT int main() { int k1, k2, k3, k4; printf("ketik empat karakter: "); k1 = getch(); putch('*'); k2 = getch(); putch('*'); k3 = getch(); putch('*'); k4 = getch(); puts("*"); printf("ketikan Anda" " = %c%c%c%cn", k1, k2, k3, k4); return 0; } int main() { int k1, k2, k3, k4; printf("ketik empat karakter: "); k1 = getch(); putch('*'); k2 = getch(); putch('*'); k3 = getch(); putch('*'); k4 = getch(); puts("*"); printf("ketikan Anda" " = %c%c%c%cn", k1, k2, k3, k4); return 0; } ketik empat karakter: **** ketikan Anda = algo ketik empat karakter: **** ketikan Anda = algo Contoh getch() MASUKAN TIDAK BERFORMAT int main() { char nama[26]; printf("nama ? "); gets(nama); printf("halo %s, kenal Pengki?n", nama); return 0; } int main() { char nama[26]; printf("nama ? "); gets(nama); printf("halo %s, kenal Pengki?n", nama); return 0; } nama ? Pongki halo Pongki, kenal Pengki? nama ? Pongki halo Pongki, kenal Pengki? Contoh gets() MASUKAN BERFORMAT int main() { int a, b; printf("data ke-1 ? "); scanf("%d", &a); printf("data ke-2 ? "); scanf("%d", &b); printf("%d %dn", a * 2, b * 2); return 0; } int main() { int a, b; printf("data ke-1 ? "); scanf("%d", &a); printf("data ke-2 ? "); scanf("%d", &b); printf("%d %dn", a * 2, b * 2); return 0; } data ke-1 ? 125 150 data ke-2 ? 250 300 data ke-1 ? 125 150 data ke-2 ? 250 300 Entri data bilangan data ke-1 ? 125 data ke-2 ? 150 250 300 data ke-1 ? 125 data ke-2 ? 150 250 300
  4. 4. MASUKAN BERFORMAT int main() { int a, b; printf("ketik dua bilangan : "); scanf("%d %d", &a, &b); printf("%d x %d = %dn", a, b, a*b); return 0; } int main() { int a, b; printf("ketik dua bilangan : "); scanf("%d %d", &a, &b); printf("%d x %d = %dn", a, b, a*b); return 0; } ketik dua bilangan : 10 6 10 x 6 = 60 ketik dua bilangan : 10 6 10 x 6 = 60 Entri dua bilangan sekaligus ketik dua bilangan : 10 6 10 x 6 = 60 ketik dua bilangan : 10 6 10 x 6 = 60 MASUKAN BERFORMAT int main() { int dd, mm, yy, hh, mm1, ss; printf("tgl [dd-mm-yy] ? "); scanf("%d-%d-%d", &dd, &mm, &yy); printf("waktu [hh:mm:ss] ? "); scanf("%d:%d:%d", &hh, &mm1, &ss); printf("%d %d %dn", dd, mm, yy); printf("%d %d %dn", hh, mm1, ss); return 0; } int main() { int dd, mm, yy, hh, mm1, ss; printf("tgl [dd-mm-yy] ? "); scanf("%d-%d-%d", &dd, &mm, &yy); printf("waktu [hh:mm:ss] ? "); scanf("%d:%d:%d", &hh, &mm1, &ss); printf("%d %d %dn", dd, mm, yy); printf("%d %d %dn", hh, mm1, ss); return 0; } Entri karakter tertentu tgl [dd-mm-yy] ? 15-12-08 waktu [hh:mm:ss] ? 10:15:20 15 12 8 10 15 20 tgl [dd-mm-yy] ? 15-12-08 waktu [hh:mm:ss] ? 10:15:20 15 12 8 10 15 20 MASUKAN BERFORMAT int main() { int a, b; scanf("%2d %2d", &a, &b); printf("%d %dn", a, b); return 0; } int main() { int a, b; scanf("%2d %2d", &a, &b); printf("%d %dn", a, b); return 0; } scanf() dengan width 1234567 12 34 1234567 12 34 1 2345 1 23 1 2345 1 23 12345 678 12 34 12345 678 12 34 OUTPUT
  5. 5. Instruksi Output (keluaran) Perintah yang digunakan untuj mencetak tulisan ke layar. Statement standar yang digunakan untuk mencetak tulisan di C berada di file header stdio.h Syntax : int printf(const char *format[,argument,…]); %[flags][width][.prec][F|N|h|l|L] Function menampilkan sejumlah keluaran dengan format tertentu, setiap argument sesuai dengan format masing-masing. Instruksi Output Format untuk mencetak variabel dengan printf Mencetak unsigned hexadecimal dengan a,b,c,d,e,f %x Mencetak unsigned octal integer%o Untuk variabel bertipe string (lebih dari 1 karakter) %s Untuk variabel bertipe char%c Untuk variabel bertipe long double%lF Untuk variabel bertipe double%lf Untuk variabel bertipe long%ld atau %li Untuk variabel bertipe float%f Untuk variabel bertipe int%d atau %i Instruksi Output Syntax : int putch(int c); Digunakan untuk mencetak karakter ASCII untuk c ke layar monitor tanpa memindahkan cursor ke baris berikutnya. Syntax : int putchar(int c); Instruksi ini merupakan macro yang didefinisikan untuk menjalankan function putch() Syntax : int puts(const char *s); Digunakan untuk mencetak string s ke standard output stream dan memindahkan cursor ke baris berikutnya KELUARAN TIDAK BERFORMAT int main() { int angka = 65; char huruf = 'B'; putch(angka); putch(huruf); putch('C'); putch('n'); return 0; } int main() { int angka = 65; char huruf = 'B'; putch(angka); putch(huruf); putch('C'); putch('n'); return 0; } ABCABC int main() { int angka = 97; char huruf = 'b'; putchar(angka); putchar(huruf); putchar(‘c'); putchar('n'); return 0; } int main() { int angka = 97; char huruf = 'b'; putchar(angka); putchar(huruf); putchar(‘c'); putchar('n'); return 0; } abcabc
  6. 6. KELUARAN TIDAK BERFORMAT int main() { char *mtkuliah = "ALGORITMA dan C"; puts(mtkuliah); puts("***************"); return 0; } int main() { char *mtkuliah = "ALGORITMA dan C"; puts(mtkuliah); puts("***************"); return 0; } ALGORITMA dan C *************** ALGORITMA dan C *************** KELUARAN BERFORMAT int main() { int bulatpos = 1234; int bulatneg = -5678; puts("1234567890"); printf("%6dn", bulatpos); printf("%6dn", bulatneg); printf("%+10dn", bulatpos); printf("%+10dn", bulatneg); printf("%08dn", bulatpos); printf("%08dn", bulatneg); printf("%2dn", bulatpos); printf("%2dn", bulatneg); return 0; } int main() { int bulatpos = 1234; int bulatneg = -5678; puts("1234567890"); printf("%6dn", bulatpos); printf("%6dn", bulatneg); printf("%+10dn", bulatpos); printf("%+10dn", bulatneg); printf("%08dn", bulatpos); printf("%08dn", bulatneg); printf("%2dn", bulatpos); printf("%2dn", bulatneg); return 0; } 1234567890 1234 -5678 +1234 -5678 00001234 -0005678 1234 -5678 1234567890 1234 -5678 +1234 -5678 00001234 -0005678 1234 -5678 Flag dan width KELUARAN BERFORMAT int main() { long bulatpos = 12345678; puts("123456789012345"); printf("%10ldn", bulatpos); printf("%+10ldn", bulatpos); printf("%012ldn", bulatpos); printf("%2ldn", bulatpos); return 0; } int main() { long bulatpos = 12345678; puts("123456789012345"); printf("%10ldn", bulatpos); printf("%+10ldn", bulatpos); printf("%012ldn", bulatpos); printf("%2ldn", bulatpos); return 0; } 123456789012345 12345678 +12345678 000012345678 12345678 123456789012345 12345678 +12345678 000012345678 12345678 Flag dan width KELUARAN BERFORMAT int main() { char *s = "algoritma dan c"; puts("12345678901234567890"); printf("%sn", s); printf("%18sn", s); printf("%10.4sn", s); printf("%.3sn", s); return 0; } int main() { char *s = "algoritma dan c"; puts("12345678901234567890"); printf("%sn", s); printf("%18sn", s); printf("%10.4sn", s); printf("%.3sn", s); return 0; } 12345678901234567890 algoritma dan c algoritma dan c algo alg 12345678901234567890 algoritma dan c algoritma dan c algo alg String
  7. 7. KELUARAN BERFORMAT int main() { float pecah = 123.25; puts("123456789012345"); printf("%fn", pecah); printf("%15fn", pecah); printf("%10.2fn", pecah); printf("%en", pecah); printf("%.2En", pecah); return 0; } int main() { float pecah = 123.25; puts("123456789012345"); printf("%fn", pecah); printf("%15fn", pecah); printf("%10.2fn", pecah); printf("%en", pecah); printf("%.2En", pecah); return 0; } 123456789012345 123.250000 123.250000 123.25 1.232500e+002 1.23E+002 123456789012345 123.250000 123.250000 123.25 1.232500e+002 1.23E+002 Cetak data float KELUARAN BERFORMAT int main() { float pecah_f = 123.456; double pecah_d = 123.456; printf("%.10fn", pecah_f); printf("%.10lfn", pecah_d); return 0; } int main() { float pecah_f = 123.456; double pecah_d = 123.456; printf("%.10fn", pecah_f); printf("%.10lfn", pecah_d); return 0; } 123.4560012817 123.4560000000 123.4560012817 123.4560000000 Cetak double precision KELUARAN BERFORMAT int main() { int umur = 50, nilai = 70; char *nama = "Botun"; float ipk = 2.75; printf("%s, teman kuliahku yang berumur %dn" "dan ber-IPK %.2f mendapat nilai algo %d", nama, umur, ipk, nilai); return 0; } int main() { int umur = 50, nilai = 70; char *nama = "Botun"; float ipk = 2.75; printf("%s, teman kuliahku yang berumur %dn" "dan ber-IPK %.2f mendapat nilai algo %d", nama, umur, ipk, nilai); return 0; } Printf dengan beberapa format TAMBAHAN
  8. 8. SEARCH SET Search set himpunan karakter yang akan diambil dari masukan Dituliskan di dalam [ ] [abcde] ⇒ hanya 5 huruf pertama yang diambil [^123] ⇒ selain 1, selain 2, selain 3 [a-z] ⇒ hanya huruf kecil yang diambil [a-zA-Z] ⇒ hanya huruf yang diambil SEARCH SET int main() { char nim[9], nama[26]; float ipk; scanf("%[0123456789] %[^0123456789] %f", nim, nama, &ipk); printf("NIM = %sn", nim); printf("nama = %sn", nama); printf("IPK = %.2fn", ipk); return 0; } int main() { char nim[9], nama[26]; float ipk; scanf("%[0123456789] %[^0123456789] %f", nim, nama, &ipk); printf("NIM = %sn", nim); printf("nama = %sn", nama); printf("IPK = %.2fn", ipk); return 0; } Contoh pemakaian search set 50671238 Andy Hasten 3.70 NIM = 50671238 nama = Andy Hasten IPK = 3.70 50671238 Andy Hasten 3.70 NIM = 50671238 nama = Andy Hasten IPK = 3.70 SEARCH SET int main() { char nim[9], nama[26]; float ipk; scanf("%[0123456789]",nim); printf("NIM = %sn", nim); return 0; } int main() { char nim[9], nama[26]; float ipk; scanf("%[0123456789]",nim); printf("NIM = %sn", nim); return 0; } Contoh pemakaian search set ASSIGNMENT SUPPRESSION CHAR. Assignment suppression character Membuang isian yang tidak diperlukan Menggunakan simbol * int main() { float ipk; scanf("%*s %f", &ipk); printf("ipk = %.2fn", ipk); printf("%s", (ipk >= 2.00) ? "calon sarjana" : "calon drop-out"); return 0; } int main() { float ipk; scanf("%*s %f", &ipk); printf("ipk = %.2fn", ipk); printf("%s", (ipk >= 2.00) ? "calon sarjana" : "calon drop-out"); return 0; } 60001234 3.20 ipk = 3.20 calon sarjana 60001234 3.20 ipk = 3.20 calon sarjana 60001245 1.75 ipk = 1.75 calon drop-out 60001245 1.75 ipk = 1.75 calon drop-out

×