Your SlideShare is downloading. ×
Ekosistem & keseimbangan lingkungan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ekosistem & keseimbangan lingkungan

32,825
views

Published on


2 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
32,825
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
870
Comments
2
Likes
7
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. EKOSISTEM & KESEIMBANGAN LINGKUNGAN ANGGOTA KELOMPOK: 1.Elies Diyah Ayu P (15) 2.Tica Shinta O (41) 01
  • 2. EKOSISTEM
    • Istilah lain Ekosistem = Biocoenosis = Mikrocosm = Geobiocoenocis
    • Ekosistem adalah tempat di mana kehidupan berlangsung dalam sistem yang teratur dan mandiri atau ketergantungan , misalnya rantai/jaringan makanan dan siklus hidrologi juga terjadi interaksi antara faktor –faktor abiotik dengan organisme yang hidup….
    • Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi
    • KONSEP EKOSISTEM;
    • Populasi : sekelompok makhluk hidup dari spesies pada tempat dan waktu yang sama.
    • Komunitas : Kumpulan populasi dari tumbuhan dan hewan yang hidup bersama pada lingkungan yang sama pula.
    • Habiat : tempat tinggal suatu makhluk hidup
    • Nisia : cara hidup yang khusus dari makhluk hidup
    02
  • 3. Tipologi Ekosistem
    • Dari segi jenjang makanan ada dua komponen ekosistem, yaitu:
    • Autotrofik;
    • Heterotrofik.
    • Dari segi fungsional , ekosistem dapat dianalisa menurut:
    • Lingkaran Energi
    • Rantai Makanan
    • Pola Keragaman dalam Waktu dan Ruang
    • Perkembangan dan Evolusi
    • Pengendalian (Cybernetics)
    03
  • 4. Segi Kehidupan , ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu: 04 Ekosistem Abiotik Senyawa Organik Senyawa Anorganik Lingkungan Biotik Produsen Makrokonsumer (phagotroph) Mikrokonsumer (saprotroph)
  • 5. 05
  • 6.
    • tipe dasar ekosistem;
    • Mikroekosistem langsung dari alam, jadi menyerupai ekosistem alam, tetapi lebih sederhana;
    • Ekosistem yang dibangun dengan menambah jenis organisme tertentu dari luar. Kultur ini sering disebut gnotobiotic , untuk mempelajari nutrisi dan biokimia serta aspek lain dari spesies. Jika keadaannya lebih kompleks disebut polyaxemic .
    06
  • 7. Interaksi Antar Komponen Ekosistem
    • C. Interaksi Antar Komunitas
    • Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi. Misalnya, komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer.
    • A. Interaksi antar organisme
    • Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi tersebut antara lain adalah sebagai berikut;
    • a. Netral d.Komensalisme
    • b. Predasi e. Mutualisme
    • c. Parasitisme
    • D. Interaksi Antarkomponen Biotik dengan Abiotik
    • B. Interaksi Antarpopulasi
    • Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi adalah sebagai berikut
    • a. Alelopati b. Kompetisi
    lingkungan biotik dan abiotik secara terus menerus memiliki dampak satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan hubungan saling ketergantungan yang kompleks. Hal tersebut dapat menciptakan keseimbangan alam. 07
  • 8. Peran Komponen Ekosistem
    • Dalam Aliran Energi
    • Dalam aliran energi makhluk hidup berperan sebagai PRODUSER, KONSUMER ATAU DEKOMPOSER
    • Produser adalah makhluk hidup yang dapat melakukan fotosistesis, dapat mengubah materi anorganik menjadi organik
    • Konsumer tdd ;
    • konsumer primer (herbivor).Ex;
    • serangga, mamalia pemakan, rumput, zooplankton
    • Konsumer sekunder (karnivor).Ex :
    • laba-laba, katak, burung, ikan.Konsumer
    • tersier (karnivor puncak).Ex ; elang
    • Dekomposer (pengurai) : makhluk hidup yang memperoleh makanannya dg menguraikan senyawa organik dari makhluk hidup yang telah mati.
    • Detitus : suatu bahan hasil dari penguraian dekomposer yang merupakan makanan dari detritivor.
    08
  • 9. Dalam ekosistem ada hubungan wajib ketergantungan antara komponen autotrophik dan heterotropik, sehingga tidak dapat dipisahkan, misal ekosistem danau.
    • Ekosistem Danau:
    • Komponen Abiotik
    • a. Senyawa Anorganik= H 2 O, CO 2 , O 2 , K, Na, dan P
    • b. Senyawa Organik= Asam Amino, Humus.
    • Organisme Produsen
    • a. Tumbuhan Berakar (Benthos)
    • b. Tumbuhan Kecil yang Melayang (Phytoplankton) misal Algae.
    • 3. Organisme Makrokonsumer (larva serangga, crustacea, ikan)
    • a. Makrokonsumer I = Herbivora
    • b. Makrokonsumer II = Carnivora c. Tipe Konsumen Lainnya = Detrivora (hasil pembusukan zat organik dari lapisan autotrofik di atasnya).
    • 4. Organisme Saprotrophik (bakteri, jamur) terdapat pada lapisan air dasar ( base flow ).
    09
  • 10. Homeostatis Ekosistem. Ekosistem mampu memelihara dan mengatur diri sendiri seperti halnya komponen yang menyusunnya yaitu organisme dan populasi. Karena itu cybernetics (ilmu pengendalian) mempunyai peran penting dalam ekologi karena manusia cenderung untuk mengacaukan sistem pengendalian alamiah. 10
  • 11. KESEIMBANGAN LINGKUNGAN 11
  • 12. Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponen-komponen yang ada terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi (arus energi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Salah satu faktor penyebab gangguan adalah polusi di samping faktor-faktor yang lain.
    • keadaan yang sangat memengaruhi keseimbangan ekosistem adalah keberadaan dan aktivitas manusia. Dengan akal dan pikirannya, manusia akan dengan mudah mengubah suatu lingkungan. Hasilnya adalah terjadi kerusakan dan ketidakseimbangan lingkungan.
    12
  • 13. POLUSI/PENCEMARAN LINGKUNGAN
    • Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982)
    • Pencemaran udara Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
    • a. Gas HzS.
    • b. Gas CO dan COz.
    • c. Partikel SOZ dan NO2
    • d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng- hasilkan sulfur dioksida.
    13
  • 14.
    • 2. Pencemaran air Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
    • Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air
    • Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
    • Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi
    • 3. Pencemaran tanah Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini : a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng b. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan) c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
    14
  • 15. 4. Polusi suara Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
    • a. Menurut macam bahan pencemar Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.
    • 1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak. 2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa. 3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
    • b. Menurut tingkat pencemaran Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
    • 1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih. 2. Pencemaran yang mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan penyakit kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat. 3. Pencemaran yang kadar pencemarnya besarnya menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
    15
  • 16. PERUBAHAN LINGKUNGAN
    • Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.
    • 1. Perubahan Lingkungan karena Campur Tangan Manusia Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian.
    • 2. Perubahan Lingkungan karena Faktor Alam Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam. Bencana alam seperti kebakaran hutan di musim kemarau menyebabkan kerusakan dan matinya organisme di hutan tersebut. Selain itu, terjadinya letusan gunung menjadikan kawasan di sekitarnya rusak.
    16
  • 17. PENGOLAHAN LINGKUNGAN
    • Sehubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam, agar lingkungan tetap lestari, harus diperhatikan tatanan/tata cara lingkungan itu sendiri. Dalam hal ini manusialah yang paling tepat sebagai pengelolanya karena manusia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan organisme lain. Manusia mampu merombak, memperbaiki, dan mengkondisikan lingkungan seperti yang dikehendakinya, seperti:
    • 1. manusia mampu berpikir serta meramalkan keadaan yang akan datang 2. manusia memiliki ilmu dan teknologi 3. manusia memiliki akal dan budi sehingga dapat memilih hal-hal yang baik.
    • Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup.
    • Pengelolaan ini mempunyai tujuan sebagai berikut. 1. Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya. 2. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. 3. Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup. 4. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.
    17
  • 18. TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA 18

×