• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Kurikulum Dan Pembljrn Irma
 

Kurikulum Dan Pembljrn Irma

on

  • 6,981 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,981
Views on SlideShare
6,953
Embed Views
28

Actions

Likes
6
Downloads
253
Comments
1

2 Embeds 28

http://www.slideshare.net 27
http://webcache.googleusercontent.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Kurikulum Dan Pembljrn Irma Kurikulum Dan Pembljrn Irma Presentation Transcript

    • Dr. Wina Sanjaya, M.Pd. 2008
    • Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
      • Pendidikan umum  mempersiapkan peserta didik agar mereka menjadi anggota masyarakat dan warga negara yang baik.
      • Suplementasi  memberikan kesempatan pada tiap anak untuk menambah wawasan yang lebih baik sesuai dengan bakat.
      • Eksplorasi  kurikulum harus dapat menemukan dan mengembangkan minat dan bakat masing-masing siswa.
      • Keahlian  untuk mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan keahliannya yang didasarkan atas minat dan bakat siswa.
      Adapun fungsi kurikulum
      • Dari bab ini, saya sebagai calon pendidik mendapati pemahaman bahwa pentingnya kurikulum suatu materi pembelajaran karena kurikulum sangat erat kaitannya dengan usaha pengembangan peserta didik. Selain itu, saya juga menjadi lebih tahu bahwa pencapaian suatu target pelaksanaan kurikulum tidak hanya diukur dari kemampuan siswa dalam menguasai seluruh isi / materi pelajaran walaupun kurikulum materi dianggap sebagai pedoman dalam mencapai suatu tujuan pendidikan tetapi pencapaian suatu target kurikulum. Juga harus dilihat dari proses kegiatan belajar siswa.
      Refleksi
    • Ada tiga landasan pengembangan kurikulum, yaitu :
      • Landasan filosofis yang didalamnya mempunyai 4 fungsi, diantaranya : filsafat dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan, filsafat dalam menentukan isi / materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan pendidikan, filsafat dapat menentukan strategi pencapaian tujuan pembelajaran dengan filsafat dapat ditentukan bagaimana keberhasilan menentukan tolak ukur proses pendidikan.
      • Landasan psikologis, landasan yang lebih mengacu pada psikolog anak karena secara psikologis anak didik memiliki keunikan dan perbedaan tersendiri sesuai dengan perkembangan.
      • Landasan sosiologis – teknologis, pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
      • Dalam bab ini dijelaskan bahwa terdapat tiga landasan pengembangan kurikulum, yaitu landasan filosofis, landasan psikologis, landansan sosiologis teknologis artinya, ketika kita akan mengembangkan sebuah kurikulum kita harus melihat dulu ke arah mana kurikulum tersebut harus dikembangkan. Seperti bagaimana pandangan hidup saat masyarakat pembentukan intelektual peserta didik, hendak dibawa kemana peserta didik tersebut, minat dan bakat / potensi apa saja yang dimiliki peserta didik.
      Refleksi
    • Desain kurikulum berarti menyusun rancangan atau menyusun model kurikulum sesuai dengan misi dan visi sekolah.
      • Desain Kurikulum Ilmu, Menurut Longstreet (1993), desain kurikulum ini merupakan desain kurikulum yang berpusat kepada pengetahuan yang dirancang berdasarkan struktur disiplin ilmu, oleh karena itu desain ini dinamakan juga model kurikulum subjek akademis yang penekanannya diarahkan untuk pengembangan intelektual siswa. Contoh kurikulum ini ialah Man : a Course of Study (MACOS) yang dirancang untuk memperbaiki proses pengajaran ilmu sosial yang diperuntukkan siswa SD.
      Macam-macam model desain kurikulum diantaranya :
      • Desain kurikulum berorientasi pada masyarakat, Asumsi yang mendasari bentuk rancangan kurikulum ini adalah bahwa tujuan dari sebuah sekolah adalah untuk melayani kebutuhan masyarakat. Contoh : kurikulum yang dikembangkan oleh Smith, Stanley dan Shores dalam buku mereka yang berjudul Fundamentals Sof Curriculum (1950).
      • Desain kurikulum berorientasi pada siswa, Segala sesuatu yang menjadi isi kurikulum tidak boleh lepas dari kehidupan siswa sebagai peserta didik.
      • Desain kurikulum teknologis, yaitu desain kurikulum teknologi yang difokuskan pada efektifitas program, metode, dan bahan-bahan yang dianggap dapat mencapai tujuan.
      • Dengan mempelajari bab III ini, kita sebagai calon pendidik menjadi tahu bahwa banyak sekali para ahli yang merumuskan macam-macam desain kurikulum sehingga kita dapat menentukan desain kurikulum mana yang baik untuk digunakan dalam proses pembelajaran nanti, apakah kita akan menggunakan desain yang lebih berpusat pada pegetahuan atau teknologi, yang tentunya semua desain kurikulum ini mempunyai keunggulan dan kelemahan tersendiri.
      Refleksi
    • Ada dua pendekatan yang dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum, yaitu pendekatan top down (pendekatan administratif) dan pendekatan grass root (pengembangan kurikulum) dari bawah ke atas. Adapun model-model pengembangan kurikulum diantaranya :
      • Model Tyler, lebih bersifat bagaimana merancang suatu kurikulum yang sesuai dengan tujuan dan misi suatu institusi pendidikan.
      • Model Taba, lebih menitikberatkan kepada bagaimana mengembangkan kurikulum sebagai suatu proses perbaikan dan penyempurnaan kurikulum.
    • 3) Model Wheller, berpendapat bahwa proses pengembangan kurikulum terdiri dari 5 fase, yaitu menentukan tujuan umum dan khusus, menentukan pengalaman belajar siswa, menentukan isi / materi pembelajaran menyatukan pengalaman belajar dengan materi belajar melakukan evaluasi pada setiap fase. 4) Model Dynamic Skilbeck, Menurut Skilbeck langkah-langkah pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut : menganalisis situasi, memformulasikan tujuan, menyusun program interpretasi dan implementasi, monitoring-feedback-penilaian-rekonstruksi.
      • Pada dasarnya pengembangan kurikulum harus dimulai dengan menentukan landasan atau azas-azas pengembangannya. Landasan atau azas-azas pengembangan sebagai pondasi, setelah itu kita melakukan pendekatan-pendekatan tertentu yang dapat membantu kita dalam mengembangkan suatu kurikulum pembelajaran. Misalnya pengembangan dalam penyusunan rencana tahunan, Caturwulan, penyusunan garis-garis besar program pembelajaran / bahan ajaran dan lain-lain.
      Refleksi
    • Menurut Bloom, dalam bukunya Taxonomy of Educational Objectives (1965), bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi (domain) yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotor. Materi kurikulum adalah isi atau muatan kurikulum yang harus dipahami siswa dalam upaya pencapaian tujuan. Adapun sumber isi / materi kurikulum yaitu bersumber pada masyarakat beserta budayanya, siswa dan ilmu pengetahuan.
      • Kurikulum adalah konsep yang bertujuan, untuk itu sangat diperlukan sekali pengembangan tujuan dalam sebuah kurikulum karena tujuan erat kaitannya dengan arah dan sasaran yang harus dicapai oleh setiap pendidikan serta membantu para pendidik dalam mendesain sistem pembelajaran. Selain itu, pengembangan kurikulum juga harus dilakukan karena materi kurikulum merupakan muatan kurikulum yang harus dipahami siswa dalam upaya pencapaian tujuan.
      Refleksi
    • Prinsip-prinsip pengembangan KTSP
      • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
      • Beragam dan terpadu.
      • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
      • Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
      • Menyeluruh dan berkesinambungan.
      • Belajar sepanjang hayat.
      • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
      Dalam standar nasional pendidikan (SNP Pasal 1, ayat 15) dijelaskan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
      • KTSP merupakan kurikulum yang berorientasi pada pencapaian kompetensi yang merupakan penyempurnaan kurikulum terdahulu yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
      • Dengan adanya KTSP dunia pendidikan akan semakin berkembang karena pada dasarnya KTSP itu lahir dari semangat otonomi daerah, jadi mengenai urusan pendidikan tidak semuanya harus menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan sebagiannya menjadi tanggung jawab daerah.
      Refleksi
    • Struktur KTSP terdiri dari 2 dokumen. Dokumen pertama berisi tentang latar belakang kurikulum, tujuan dan prinsip pengembangan, tujuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, serta kalender pendidikan. Dokumen kedua berisi tentang Silabus (rancangan program pembelajaran yang berisi tentang standar kompetensi yang harus dicapai oleh siswa) dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu program perencanaan yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kegiatan proses pembelajaran. RPP mempunyai 5 komponen pokok, yaitu komponen tujuan pembelajaran, materi pelajaran, metode, media dan sumber pembelajaran serta komponen evaluasi pembelajaran siswa.
      • Kurikulum sebagai dokumen membentuk kurikulum tertulis yang kemudian dijadikan pedoman pembelajaran oleh setiap para pendidik. Dengan mengkaji bab ini kita menjadi tahu cara-cara penyusunan sebuah KTSP, struktur-struktur apa saja yang ada di dalamnya, bagaimana cara kita mengembangkan struktur-struktur KTSP tersebut.
      Refleksi
    • Sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pembelajaran adalah kegiatan yang bertujuan untuk membelajarkan siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap sistem pembelajaran adalah faktor guru, faktor siswa, sarana, alat dan media yang tersedia, serta faktor lingkungan Adapun komponen sistem pembelajaran, yaitu : Input -> proses -> tujuan -> materi -> metode -> media -> evaluasi -> output.
      • Dengan memahami sistem pembelajaran, kita sebagai calon pendidik tentu saja akan dapat memahami tentang tujuan pembelajaran atau hasil yang diharapkan, proses kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan, pemanfaatan setiap komponen untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dan bagaimana cara kita mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan tersebut.
      Refleksi
    • Terdapat beberapa jumlah prinsip dalam mengajar sebagai implementasi kurikulum, yaitu : Berorientasi pada tujuan, aktivitasm individualitas, integritas, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, motivasi. Ada dua aliran teori belajar, yaitu
      • Teori belajar behavioristik, diantaranya : teori belajar koneksionisme, teori belajar classical conditioning, teori operant conditioning.
      • Teori belajar kognitif, diantaranya : teori Gestall, teori medan, teori konstruktivistik.
    • Adapun perbedaan aliran behavioristik dan kognitif, yaitu : a) Teori Belajar Behavioristik  mementingkah pengaruh lingkungan  hasil belajar terbentuk secara mekanis  dipengaruhi pengalaman masa lalu  memecahkan masalah dilakukan dengan cara “trial and error”. b) Teori Belajar Kognitif  mementingkan apa yang ada dalam diri  terjadi keseimbangan dalam diri  tergantung kondisi pada saat ini  memecahkan masalah didasarkan kepada “insight”.
      • Kegiatan belajar mengajar dalam konteks implementasi kurikulum itu bukan hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran semata, akan tetapi harus dimaknai juga sebagai proses mengatur lingkungan supaya siswa aktif belajar. Selain itu, pengetahuan sosial, pengetahuan logika juga perlu diterapkan agar setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan dapat menujudkan masyarakat sepanjang hayat.
      Refleksi
    • Faktor psikologis dalam pembelajaran diantaranya : 1. Motivasi, yaitu suatu dorongan pembelajaran dalam diri seseorang yang ditandai oleh munculnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Ada 2 fungsi motivasi dalam pembelajaran, yaitu : Mendorong siswa untuk beraktivitas dan motivasi juga berfungsi sebagai pangarah.
      • 2. Perhatian
      • Bagi seorang pendidik, meningkatkan perhatian siswa bisa dilakukan dengan cara :
      • Penggunaan variasi suara ( Teacher voice )
      • Pemusatan perhatian (focusing)
      • Kebisuan guru ( Teacher silence )
      • Mengadakan kontak pandang ( eye contac )
      • Gerak guru (Teacher movement)
      • Variasi dalam penggunaan media dan alat pembelajaran
      • Variasi dalam berinteraksi.
      • Selain faktor sosiologis, dalam pembelajaran diperhatikan juga faktor psikologis anak karena dengan faktor-faktor psikologis anak. Kita sebagai calon pendidik juga bisa menentukan kaberhasilananak dengan sendirinya, peserta didikpun tidak akan merasa ditekan dengan segala tugas yang embannya karena pendidik memberikan cara-cara khusus agar peserta didik tidak merasa terbebani, misalnya : guru memberikan motivasi belajar yang tinggi, selain itu guru juga memberikan perhatian yang terpusat pada para peserta didik.
      Refleksi
    • Beberapa peran guru dalam proses pembelajaran 1. Guru sebagai sumber belajar Maksudnya : peran yang berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran. 2. Guru sebagai fasilitator Guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran. 3. Guru sebagai pengelola Guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. 4. Guru sebagai demonstrator Guru berperan untuk mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan.
      • 5 . Guru sebagai pembimbing
      • Membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai bekal hidup mereka.
      • 6 . Guru sebagai motivator
      • Guru dituntut kreatif untuk membangkitkan motivasi belajar siswa.
      • 7 . Guru sebagai evaluator
      • Berperan untuk mengumpulkan data/informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan.
      • Peranan guru dalam proses pembelajaran mempunyai peranan penting karena guru merupakan salah satu komponen pembelajaran yang sangat mempengaruhi proses pendidikan, untuk pencapaian pendidikan maka diperlukan strategi pencapaian proses pendidikan melalui peningkatan dan perbaikan kualitas guru profesional serta mengoptimalkan peran guru dalam proses pembelajaran.
      Refleksi
    • Beberapa jenis strategi pilihan, yaitu : 1. Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE) adalah strategi pembelajaran yang proses penyampaian materinya dilakukan secara verbal dari seorang guru kepada siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi secara optimal. 2. Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) adalah strategi yang lebih menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan. 3. Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK) merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil.
      • Sebagai seorang pendidik kita harus bisa menerapkan sebuah strategi belajar yang cocok untuk para peserta didik agar proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Misalnya kita menerapkan strategi pembelajaran inkuiri yang dalam prosesnya para siswa ikut aktif dalam kegiatan belajar, mereka tidak hanya menerima materi semata tetapi mereka juga mencoba mencari dan mengupas masalah/materi yang mereka pelajari.
      Refleksi
      • Beberapa pembaharuan (motivasi) yang dilakukan, diantaranya :
      • a) Pemberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
      • b) Penyelenggaraan Sekolah Lanjutan Pertama Terbuka (SLTPT)
      • c) Pengajaran melalui modul
      • Ibrahim (1988) mencatat ada 6 faktor utama yang dapat menghambat inovasi :
      • Estimasi yang tidak tepat
      • Konflik dan motivasi
      • Inovasi tidak berkembang
      • Masalah financial
      • Penolakan dari kelompok tertentu
      • Kurang adanya hugbungan sosial.
      • Dalam proses pendidikan tidak mungkin kita terus berpacu pada satu kurikulum itu-itu saja tetapi kita sebagai pendidik harus menciptakan sesuatu yang baru, misalnya ada pembaharuan kurikulum dan pembaharuan strategi pembelajaran. Dengan adanya pembaharuan ini pendidikan siswapun akan berjalan dengan baik dan sistem belajar yang kita terapkan akan tepat pada sasaran tujuan pendidikan.
      Refleksi
    • J enis-jenis evaluasi dalam pembelajaran : 1. Tes  teknik penilaian yang bisa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa melalui pengolahan kuantitatif yang hasilnya berbentuk angka. Misalnya : tes tulisan dan tes lisan 2. Non tes  alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk menilai aspek tingkah laku terhadap sikap, minat dan motivasi. Ada beberapa jenis non tes sebagai alat evaluasi Diantaranya : observasi, wawancara, studi kasus dan skala penilaian.
      • Pentingnya melakukan evaluasi kurikulum dan pembelajaran, karena dengan mengevaluasi kedua hal tersebut pendidik bisa tahu apakah kurikulum yang diterapkan sudah baik dan benar atau sebaliknya kurikulum tersebut tidak baik diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
      • Selain itu, dengan mengevaluasi pembelajaran yang berbasis kelah, seorang pendidik akan mengetahui tingkat keberhasilan anak selama mengikuti proses kegiatan belajar mengajar, apakah penguasaan kompetensi pembelajaran telah berhasil dikuasai siswa atau belum.
      Refleksi
      • Penilaian portofolio adalah suatu teknik monitoring seorang pendidik terhadap hasil kerja dan pengalaman siswa.
      • Perbedaan tes dengan penilaian portofolio :
      • 1. Tes
      •  Biasanya dilakukan untuk menilai kemampuan intelektual siswa.
      •  Guru berperan dalam proses penilaian.
      •  Kriteria penilaian ditentukan satu untuk semua.
      •  Keputusan penilaian ditentukan oleh guru sendiri.
      • Penilaian biasanya dilakukan pada akhir program pembelajaran.
      • 2. Portofolio
      •  Biasanya dilakukan untuk menilai seluruh aspek perkembangan siswa.
      •  Peserta didik terlibat dalam proses penilaian.
      •  Kriteria penilaian ditentukan sesuai karakteristik siswa.
      •  Proses penilaian diputuskan oleh guru, siswa dan orang tua.
      •  Penilaian biasanya dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.
    • Melalui portofolio, kita dapat melihat kemampuan siswa baik dalam aspek pengetahuan, sikap maupun keterampilan sebagai bahan penilaian hasil kerja siswa, dan itu akan memudahkan guru dalam mengevaluasi keberhasilan siswa selama kegiatan pembelajaran. Refleksi
    • 20080211017 2.D PENDIDIKAN EKONOMI Oleh :