Your SlideShare is downloading. ×
Cara Mendidik Anak
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Cara Mendidik Anak

1,901
views

Published on

Cara Mendidik Anak

Cara Mendidik Anak

Published in: Design

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,901
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
196
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Faqih ar-Rafa’i bin Prayitno Abu Anis Psikolog Anak Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS. Luqman [31]: 13)
  • 2.
    • Lihat Qs. Luqman [31]: 13
    • “ Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’. ”
    • Sejak dini, anak-anak kita sudah kita tanamkan keimanan kepada mereka, misalnya; dengan memperkenalkan asmaul husna dan selalu mengaitkan dalam kehidupan anak
  • 3.
    • Masa anak-anak bukanlah masa taklif melainkan masa persiapan, pembelajaran dan pembiasaan untuk sampai pada tahapan taklif pada saat ia balig. Sehingga ia akan sangat mudah menunaikan berbagai kewajiban dan betul-betul siap untuk mengarungi medan kehidupan.
    • Allah Swt berfirman:
    • … A-h@y-l-x @R_b-P@uA-W _"W-l#-ulA_b -k-l@h(-A @R^m(-A-W
    • “ Perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya …” (Qs.Thaha [20]: 132)
  • 4.
    • Upaya yang dapat dilakukan agar anak menjadi ahli ibadah:
    • Tahapan Mengajak dan Melatih
    • Tahapan Menyuruh dan Mengajari
    • Tahapan Menyuruh dan Memberi Sanksi
  • 5.
    • Tahapan Mengajak & Melatih
    • Sabda Rasulullah saw:
    • _"-;-ulA_b^H@W#^R^m-f_p_lA-m_i@N_m^p-n@y_m-y^M-;^r@lA-F-R-xA-V)_A
    • “ Jika seorang anak telah mengetahui (membedakan) tangan kanannya dari tangan kirinya maka latihlah ia menunaikan shalat” (HR. Thabrani)
    • Tahapan ini adalah untuk mengajak dan melatih anak agar terbiasa menunaikan Shalat, mulai dari berwudhu biarkan ia melihat bagaimana kita berwudhu.
    • Doronglah secara terus menerus & bersabar sangat dibutuhkan dalam tahap ini.
  • 6.
    • Tahapan Menyuruh dan Mengajari
    • Rasulullah saw bersabda:
    • -R-i-x -N@b_AA-h@y-l-x^H@W^b_R@[_A -W -N@y_n_s _v@b-s-N@b_A-"-;#-ulA -Y_b#-ulA A@W^m#_l-x
    • “ Ajarilah anak-anak shalat (sejak) usia 7 tahun dan pukullah ia (untuk mendidiknya) pada usia 10 tahun.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-baihaqi dan al-Hakim)
    • Sejak usia 7 tahun anak selain terus diajak juga disuruh menunaikan shalat, baik bersama atau sendiri. Anak diajari hukum seputar wudhu, niat, rukun dan bacaannya. Begitu juga shalat fardhu dan sunnah tentang syarat, rukun bacaannya serta yang membatalkan shalat dsb.
  • 7.
    • Tahapan Menyuruh dan Memberi sanksi
    • Tahapan ini dimulai sejak anak berusia 10 tahun, yakni upaya memahamkan anak secara persuasif harus dilakukan lebih intensif. Harus dijelaskan kepada anak akan wajibnya shalat, berdakwah, menjaga shalatnya agar tidak bolong-bolong, serta melaksankan semua perkara yang diwajibkan oleh Allah Swt. Jika dilakukan karena niat Ikhlas karena Allah dan cara benar maka pahala surga yang akan didapatkan, tetapi jika tidak maka dosa / neraka / siksaan api neraka jahanam yang didapatkan.
  • 8.
    • Kami persembahkan kepada anda sekalian bagaimana meningkatkan kreativitas anak yang tetap berbasis pada islam. Hingga menjadi pejuang agama-Nya yang tetap istiqomah.
    • Allahu Akbar
    Sebagai Penutup An-Nisaul Izzah binti Faqih ar-Rafa’i bin Prayitno bin H. Mukri

×