Generasi qur'ani (mumtaaz yisc)

4,660 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,660
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1,130
Actions
Shares
0
Downloads
301
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Parenting YISC Al Azhar, Dra. Sri Wulan,M.Si, 18 Sept 2011
  • Generasi qur'ani (mumtaaz yisc)

    1. 1. Kegiatan Parenting YISC Al Azhar Disampaikan Oleh : Dra. Sri Wulan, M.Si Dosen PG PAUD – FIP Universitas Negeri Jakarta Menjadi Madrasah Generasi Qur’ani Berakhlaq Mulia
    2. 2. Tahukah Anda, apa harapan terbesar kebanyakan orangtua yang anaknya yang duduk di bangku pra sekolah / TK ? Ya !! Cepat pintar, cepat bisa baca, cepat bisa nulis, cepat bisa berhitung... Itulah tuntutan sebagian besar wali murid kepada sekolah. IMTAQ dan AKHLAQ KERAP KALI DIABAIKAN ...
    3. 3. Perintah ALLAH untuk Menanamkan Imtaq`dan Akhlaq Mulia pada Anak <ul><li>“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”  (QS. At Tahrim: 6) </li></ul><ul><li>Dan hal ini dapat diwujudkan dengan memberi pendidikan kepada anak dengan pendidikan yang baik sesuai Al Qur’an dan As sunnah sebagai bekal perjalanan di dunia maupun di akherat . </li></ul><ul><li>Abdullah bin Umar  radhiyallahu’anhu ,  “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggungjawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu. ” </li></ul>
    4. 4. Perlu Harmonisasi Rumah dan Sekolah dalam Menanamkan IMTAQ & AKHLAQ MULIA pada anak <ul><li>RUMAH : </li></ul><ul><li>Pusat Penanaman Keimanan dan Ketaqwaan Anak : </li></ul><ul><li>Rumah adalah Basic Trust bagi perkembangan anak  detik demi detik dalam kehidupan anak di rumah, semua sarat dengan pembelajaran. </li></ul><ul><li>Teladan orangtua  panduan dan pelajaran paling berharga bagi anak, merupakan proses utama dalam mendidik anak . </li></ul>
    5. 5. <ul><li>SEKOLAH : </li></ul><ul><li>Bengkel penanaman Keimanan dan Ketaqwaan Anak : </li></ul><ul><li>Dunia kehidupan sekolah khususnya KB/TK, sarat dengan proses pengembangan imtaqdan akhlaq anak. </li></ul><ul><li>Melalui berbagai aktivitas bermain, menyanyi, menggambar, mewarnai dan aktivitas lainnya anak belajar berkomunikasi dan bergaul dengan teman dan lingkungan. </li></ul><ul><li>Sekecil apapun peristiwa yang dialami anak membawa dampak besar bagi pembentukan perilaku dan sikap beragamanya. </li></ul>
    6. 6. Menjadi Orangtua Idaman dan Tauladan bagi Anak <ul><li>Selalu ceria dalam kondisi apapun di depan anak-anak </li></ul><ul><li>Bukan kata-kata, tetapi contoh yang nyata </li></ul><ul><li>Kendalikan emosi dalam keadaan kesal dan marah </li></ul><ul><li>Selalu berkata lemah lembut </li></ul><ul><li>Disiplin dalam semua hal </li></ul>
    7. 7. Bukan kata-kata tapi Contoh Nyata Rasulullah Shallallhu Alaihi wa Sallam, memberikan teladan bagi kita, seperti yang disebutkan dalam hadits yang diterima dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu Anhu bahwasannya Rasulullah melewati seorang anak kecil yang sedang menguliti kambing dan tidak bagus dalam melakukannya. Lalu Rasulullah berbicara kepadanya, “Tinggalkanlah, hingga saya memperlihatkan (caranya) kepadamu.” Beliau memasukkan tangannya di antara kulit dan darah, dan menembusnya hungga memasuki ketiak, kemudian beliau pergi dan menunaikan shalat bersama para sahabat dengan tidak berwudhu.” (HR. Abu Dawud)
    8. 8. Kendalikan emosi <ul><li>“ Dan kepada anak kecil, janganlah engkau membentaknya.” (QS. Adh-Dhuha :9) </li></ul><ul><li>“ Sesungguhnya harta dan anak-anak kalian adalah cobaan, kulihat dua anak ini berjalan dan tergelincir. Maka akupun tidak kuat menahan sabar hingga aku harus memotong pembicaraan dan kuangkatlah keduanya.” (HR. At Tirmidzi) </li></ul>
    9. 9. Selalu Bersikap Lemah Lembut <ul><li>“ Maka disebabkan oleh rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” </li></ul><ul><li>(Qs. Ali Imran ; 159) </li></ul><ul><li>“ Hendaklah engkau lemah lembut dan jauhilah kekerasan.” (HR. Bukhari) </li></ul>
    10. 10. Menuntun Akhlaq Mulia seorang Anak <ul><li>Menanamkan sifat meng-Esa-kan Allah pada anak </li></ul><ul><li>Menumbuhkan kesadaran anak tentang kebesaran dan keagungan Allah melalui ciptaannya. </li></ul><ul><li>Membimbing dan membiasakan anak untuk melakukan praktek ibadah kepada Allah </li></ul><ul><li>Membimbing anak untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. </li></ul><ul><li>. </li></ul>“ Muliakanlah anak-anak kalian, dan perbaikilah etika mereka” (HR. Ibnu Majah dari Anas bin Malik)
    11. 11. Menanamkan ImTaq dan Akhlaq Mulia melalui Pembiasaan. <ul><li>Masukkan konsep-konsep keimanan ketaqwaan yang akan ditanamkan ke dalam pembiasaan kegiatan sehari-hari yang dilakukan anak. </li></ul><ul><li>Biasakan anak dalam kehidupan sehari-hari dengan perilaku Islami seperti adab berdo’a, mengucapkan salam, berkata jujur, adab makan, bersikap sopan, dll. </li></ul>
    12. 12. <ul><li>Tunjukkan sikap tenang meski anda malu, terkejut atau sedih </li></ul><ul><li>Hindari marah yang berlebihan </li></ul><ul><li>Tegurlah saat itu juga bila anak melakukannya di depan orang lain </li></ul><ul><li>Dengan santai diskusikan dengan anak masalah perilakunya yang kurang sopan itu </li></ul><ul><li>Beritahu akibatnya bila anak berperilaku seperti itu, maka orang lain akan menjauhinya dan merasa terganggu </li></ul>Saat Anak Berkata Kasar ...
    13. 13. Men jadikan Anak Gemar Sholat dan dekat dengan Al Qur’an sejak dini Teladan dan Pembiasaan merupakan cara yang paling tepat dalam membentuk kebiasaan beribadah atau kebiasaan berperilaku Islami pada anak dibandingkan cara-cara lain seperti peringatan atau hukuman.
    14. 14. Mengajak anak sholat sejak bayi <ul><li>Dari Abu Qatadah Radhiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah pernah shalat bersama orang-orang dengan menggendong Umamah binti Zainab binti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ketika sujud, beliau meletakkannya, sedangkan jika berdiri, beliau kembali menggendongnya.” </li></ul><ul><li>(HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu dawud dan An-Nasa’i) </li></ul>
    15. 15. Rewards or Punishment? <ul><li>Ibnu Khaldun berkata, “Bahwa kekerasan yang diberlakukan terhadap anak justru akan membiasakannya bersifat penakut dan lari dari tugas-tugas kehidupan. Jika orang yang mendidik anak suka bersikap keras dan memaksa, maka sikap keras dan paksaan ini akan menekan jiwanya, sehingga menghilangkan semangatnya, mendorongnya bersikap malas, suka berdusta dan berkilah, karena anak takut tamparan tangan yang akan dijatuhkan kepadanya. Pola kekerasan ini juga mengajarinya untuk melakukan tipu muslihat dan mencari-cari alasan, yang akhirnya hal ini akan menjadi kebiasaannya.” </li></ul>
    16. 16. Agar Anak Gemar Membaca Al Qur’an <ul><li>Jadilah orangtua yang gemar membaca Al Qur’an </li></ul><ul><li>Sempatkan membacakan cerita untuk anak khusunya cerita dari terjemahan ayat Al Qur’an atau kisah Islami/kisah nabi dan orang shaleh </li></ul><ul><li>Awali membaca Al Qur’an khusus untuk anak dengan (misalnya Juz’amma kecil) </li></ul><ul><li>Buatkan tempat khusus untuk menyimpan Al Qur’an </li></ul><ul><li>Jangan dipaksa tapi motivasilah anak </li></ul><ul><li>Atur dan batasi waktu nonton TV/VCD/play station </li></ul>
    17. 17. Jangan lupa... Dunia Anak Dunia Bermain <ul><li>Rasulullah bersabda, “Dengan banyak bermain dan mengeluarkan keringat seorang anak, maka akan meningkatkan kecerdasannya” </li></ul><ul><li>“ Hobi, permainan dan kelincahan gerak seorang anak pada waktu kecil </li></ul><ul><li>akan mempertajam </li></ul><ul><li>pemikirannya ketika dewasa”. (H.R. At-Tirmidzi) </li></ul>
    18. 18. <ul><li>Imam Al-Ghazali berkata, “Hendaknya setelah pulang belajar mengaji untuk bermain dengan permainan yang bagus dan dapat menghilangkan kepenatan belajar mengaji, mengingat anak-anak tidak akan capek dari bermain. Seandainya anak-anak dilarang bermain dan menyibukkannya selalu dengan belajar dapat mengakibatkan matinya hati, dan hilangnya kecerdasan, sehingga hidupnya akan terganggu dan mencari tipu daya untuk melepaskan diri dari hal tersebut.” </li></ul>Jangan lupa... Dunia Anak Dunia Bermain
    19. 19. Integrasikan Penanaman Imtaq dan Akhlaq Mulia dengan Kegiatan Bermain Edukatif <ul><li>Kegiatan bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak mengingat bahwa pengenalan dan pemahaman terhadap agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkret bagi anak. </li></ul><ul><li>Perpaduan ini sangat penting mengingat bahwa konsep keimanan dan ketaqwaan merupakan pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan pemahaman/kognitif saja tetapi juga perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. </li></ul><ul><li>Dengan perpaduan maka kegiatan pembelajaran keimanan dan ketaqwaan akan lebih efektif dalam pencapaian berbagai sasaran </li></ul><ul><li>Konsep keimanan dan ketaqwaan akan lebih terasa menyenangkan dan mudah untuk dimengerti oleh anak jika kita masukkan ke dalam kegiatan bermain </li></ul>
    20. 20. Jagalah Anak dari Efek Negatif Media <ul><li>Ibnul Qoyyim  rahimahullah , </li></ul><ul><li>“ Hendaknya anak dijauhkan dari berlebihan dalam makanan, berbicara, tidur dan berbaur dengan perbuatan dosa, sebab kerugian akan didapat dari hal-hal itu dan menjadi penyebab hilangnya kebaikan dunia dan akhirat. Anak harus dijauhkan dari bahaya syahwat perut dan kemaluan sebab jika anak sudah dipengaruhi oleh kotoran syahwat maka akan rusak dan hancur. Berapa anak tercinta menjadi rusak akibat keteledoran dalam pendidikan dan pembinaan bahkan orangtua membantu mereka terjerat dalam syahwat dengan anggapan hal itu sebagai ungkapan perhatian dan rasa kasih sayang kepada anak padahal sejatinya telah menghinakan dan membinasakan anak sehingga orangtua tidak mengambil manfaat dari anak dan tidak meraih keuntungan dari anak baik didunia maupun diakhirat. Apabila engkau perhatikan dengan seksama maka kebanyakan anak rusak berpangkal dari orangtua.” </li></ul>
    21. 21. Terima K asih, Semoga Bermanfaat...

    ×