Amalina Tri Setya B.
7g-04
SMP NEGERI 4
SURABAYA
Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan
air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun
biasanya berbentuk padatan tercetak yang
disebut batang karena sejarah dan bentuk
umumya. Penggunaan sabun cair juga telah
meluas, terutama pada sarana – sarana publik.
Jika diterapkan pada suatu permukaan, air
bersabun secara efektif mengikat partikel
dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Di
negara berkembang, detergen sintetik telah
menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci.
 Banyak sabun merupakan campuran garam natrium
atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan
dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan
alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada
suhu 80 – 100 derajat C melalui suatu proses yang
dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan
terhidrolisis oleh basa, menghasilkan alkali yang
digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari
pembakaran tumbuhan, atau dari gliserol dan sabun
mentah. Secara tradisional arang kayu. Sabun dapat
dibuat pula dari minyak tumbuhan seperti minyak
zaitun.
Ketika kimiawan Perancis, Nicholas
Leblanc, mematenkan proses untuk
membuat abu soda, atau sodium
karbonat, dari garam biasa. Abu soda
adalah alkali terdapat dari abu bahwa
kombinasi dari lemak ke bentuk sabun.
Leblanc memproses hasil kuantitas dari
kualitas baik, abu soda murah.

Zat kimia pada sabun

  • 1.
    Amalina Tri SetyaB. 7g-04 SMP NEGERI 4 SURABAYA
  • 2.
    Sabun adalah surfaktanyang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang karena sejarah dan bentuk umumya. Penggunaan sabun cair juga telah meluas, terutama pada sarana – sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, detergen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci.
  • 3.
     Banyak sabunmerupakan campuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80 – 100 derajat C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional arang kayu. Sabun dapat dibuat pula dari minyak tumbuhan seperti minyak zaitun.
  • 4.
    Ketika kimiawan Perancis,Nicholas Leblanc, mematenkan proses untuk membuat abu soda, atau sodium karbonat, dari garam biasa. Abu soda adalah alkali terdapat dari abu bahwa kombinasi dari lemak ke bentuk sabun. Leblanc memproses hasil kuantitas dari kualitas baik, abu soda murah.