Variabel dan Hipotesis
Dalam Penelitian Sosial
SEKOLAH TINGGI ILMU PSIKOLOGI
ABDI NUSA PALEMBANG
PENGERTIAN VARIABEL
Sebuah konsep yang memiliki variasi nilai.
Variabel penelitian merupakan faktor-faktor
yang berperan dalam peristiwa atau gejala
yang diteliti.
JENIS VARIABEL
A. BERDASARKAN HUBUNGANNYA
1. Variabel bebas/independen
2. Variabel terikat/dependen
3. Variabel moderator
4. Variabel intervening
5. Variabel kontrol.
• Variabel bebas: V yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya V terikat
• Variabel terikat : V terpengaruh atau yang
menjadi akibat, karena adanya variabel bebas
• V Moderator : V yang mempengaruhi (
memperkuat / memperlemah hub antara 2
variabel ind dan dep, disebut juga v. Ind ke dua
( dpt di ukur )
• V Intervening : V yang secara teoritis
mempengaruhi/ memperlemah hub 2 var, tapi
tidak dapat di ukur
• V. Kontrol : var yang dikendalikan dibuat
konstan sehingga peneliti dapat melakukan
penelitian yang bersifat membandingkan
TIPE HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
• SIMETRIS:
• ASIMETRIS
• RESIPROKAL
SKALA VARIABEL/
JENIS PENGUKURAN VARIABEL
• VARIABEL NOMINAL
Yaitu: V. Yang tingkat skalanya hanya memilah
Perbedaan nilai tidak mempunyai makna apa-
apa, hanya untuk memberikan tanda atau
label.
contoh : agama, jenis kelamin,pekerjaan
• Variabel ordinal : suatu variabel yg pemberian
skornya dimaksudkan untuk mengurutkan
suatu objek lebih dari yang lain dalam variabel
yang diukur.( menunjukan tingkatan )
• Mis: seorang siswa yg memperoleh nilai 95
dalam tes prestasi belajar, lebih pandai dari
siswa yang nilai 80.
• Yang termasuk variabel ini: kecerdasan,
prestasi belajar, kreatifitas, kemampuan
menyesuaikan diri
• Variabel Interval: mengurutkan orang atau
objek berdasarkan atribut, juga memberikan
informasi tentang interval / jarak objek yg satu
dng yang lainnya.
• Misalnya: IP lima orang mhs ( A 4, B 3,5, C 3, D
2,5 dan E 2,) maka dpt dikatakan int A dan C 4-
3=1, sama dengan intv C dan E 3-2 = 1 ) karena
hal ini menunjukan jarak tidak dpt dikatakan
bahwa A lebih pintar 2 kali dari E )
• Variabel Rasio : Variabel yang memiliki nilai
mutlak
• Mis: Berat A : 30 kg, berat B : 15 kg maka dpt
dikatakan berat A dua kali berat B
• PENGARUH TINGKAT KEHADIRAN (X) MAHASISWA
TERHADAP PEMAHAMAN MATERI (Y) PERKULIAHAN
PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DI STIPSI ABDINUSA
PALEMBANG
• Ho: Tidak Ada PENGARUH TINGKAT KEHADIRAN
MAHASISWA TERHADAP PEMAHAMAN MATERI
PERKULIAHAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DI STIPSI
ABDINUSA PALEMBANG
• Hk: Ada PENGARUH TINGKAT KEHADIRAN
MAHASISWA TERHADAP PEMAHAMAN MATERI
PERKULIAHAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DI STIPSI
ABDINUSA PALEMBANG
• PENGARUH KEBISINGAN LALU(X) LINTAS
TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR(Y)
MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG
• HO: Tidak ada PENGARUH KEBISINGAN LALU
LINTAS TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI
BELAJAR MAHASISWA STIPSI ABDINUSA
PALEMBANG
• HK: Ada PENGARUH KEBISINGAN LALU LINTAS
TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR
MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG
• HUBUNGAN PELAYANAN ADMINISTRASI
AKDEMIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN
MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG
• HO: Tidak ada HUBUNGAN PELAYANAN
ADMINISTRASI AKDEMIK DENGAN TINGKAT
KEPUASAN MAHASISWA STIPSI ABDINUSA
PALEMBANG
• HK: Ada HUBUNGAN PELAYANAN
ADMINISTRASI AKADEMIK DENGAN TINGKAT
KEPUASAN MAHASISWA STIPSI ABDINUSA
PALEMBANG
PENGERTIAN HIPOTESIS
• Hypo: keraguan, tesis: kebenaran
• Hipotesis adalah proposisi yang masih bersifat
sementara dan masih harus diuji kebenarannya.
• Proposisi adalah pernyataan tentang suatu konsep.
Pengertian lain dari hipotesis:
• Rumusan proposisi untuk diuji secara empirik atau
pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya.
• Kesimpulan yang sifatnya sementara/jawaban
sementara bagi masalah yang dihadapi.
CIRI-CIRI HIPOTESIS YANG BAIK
• Hipotesis harus menyatakan hubungan
• Hipotesis harus sesuai dengan fakta
• Hipotesis harus sesuai dengan ilmu, serta sesuai dan
tumbuh dengan ilmu pengetahuan
• Hipotesis harus dapat diuji
• Hipotesis harus sederhana
• Hipotesis harus dapat menerangkan fakta.
Pendapat lain tentang ciri hipotesis yang baik:
Jelas secara konseptual, mempunyai rujukan empiris,
bersifat spesifik, dapat dihubungkan dengan tehnik
penelitian yang ada, berkaitan dengan teori.
KEGUNAAN HIPOTESiS
• Memberikan batasan serta memperkecil
jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
• Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan
hubungan antar fakta, yang kadang kala hilang
begitu saja dari perhatian si peneliti.
• Berbagai alat yang sederhana dalam
memfokuskan fakta yang bercerai berai tanpa
koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan
menyeluruh.
• Sebagai panduan dalam pengujian serta
penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.
BENTUK RUMUSAN HIPOTESIS
A. BERDASARKAN TINGKAT PENJELASAN
1. Deskriftif
2. Komparatif
3. Asosiatif
B. BERDASARKAN UJI STATISTIK
1. Hipotesis nol/nihil
2. Hipotesis alternatif/kerja
ada sebagian pihak yang berpendapat bahwa hipotesis
alternatif berbeda dengan hipotesis kerja, yang mana
hipotesis alternatif dibagi lagi menjadi hipotesis terarah
dan tidak terarah.
C. BERDASARKAN KOMPLEKSITAS VARIABEL
1. Hipotesa Mayor
2. Hipotesa Minor
PROSEDUR PENGUJIAN HIPOTESIS
• Menentukan formulasi hipotesisnya.
• Menentukan taraf nyata dan nilai tabel.
• Menentukan kriteria pengujian.
• Melakukan uji statistik.
• Membuat kesimpulan.
Yang harus membuat hipotesis
• Prof. Ida Bagoes Mantra, P.Hd:
– Penelitian survei yang sifatnya deduktif.
• Untuk penelitian kuantitatif dengan ciri-ciri:
– Eksplanatori.
– Menggunakan sampel penelitian.
– Menggunakan statistik inferensial.
– Hasil-hasil penelitian digeneralisasikan.
Kesalahan dalam pengujian hipotesis
• Kesalahan jenis I
– Kesalahan ini terjadi apabila Ho ditolak padahal
kenyataannya benar, artinya kita menolak
hipotesis tersebut yang seharusnya diterima.
• Kesalahan jenis II
– Kesalahan ini terjadi apabila Ho diterima padahal
kenyataannya salah, artinya kita menerima
hipotesis tersebut yang seharusnya ditolak.

VARIABEL DAN HIPOTESIS.ppt

  • 1.
    Variabel dan Hipotesis DalamPenelitian Sosial SEKOLAH TINGGI ILMU PSIKOLOGI ABDI NUSA PALEMBANG
  • 2.
    PENGERTIAN VARIABEL Sebuah konsepyang memiliki variasi nilai. Variabel penelitian merupakan faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang diteliti.
  • 3.
    JENIS VARIABEL A. BERDASARKANHUBUNGANNYA 1. Variabel bebas/independen 2. Variabel terikat/dependen 3. Variabel moderator 4. Variabel intervening 5. Variabel kontrol.
  • 4.
    • Variabel bebas:V yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya V terikat • Variabel terikat : V terpengaruh atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas • V Moderator : V yang mempengaruhi ( memperkuat / memperlemah hub antara 2 variabel ind dan dep, disebut juga v. Ind ke dua ( dpt di ukur ) • V Intervening : V yang secara teoritis mempengaruhi/ memperlemah hub 2 var, tapi tidak dapat di ukur
  • 5.
    • V. Kontrol: var yang dikendalikan dibuat konstan sehingga peneliti dapat melakukan penelitian yang bersifat membandingkan
  • 6.
    TIPE HUBUNGAN ANTARVARIABEL • SIMETRIS: • ASIMETRIS • RESIPROKAL
  • 7.
    SKALA VARIABEL/ JENIS PENGUKURANVARIABEL • VARIABEL NOMINAL Yaitu: V. Yang tingkat skalanya hanya memilah Perbedaan nilai tidak mempunyai makna apa- apa, hanya untuk memberikan tanda atau label. contoh : agama, jenis kelamin,pekerjaan
  • 8.
    • Variabel ordinal: suatu variabel yg pemberian skornya dimaksudkan untuk mengurutkan suatu objek lebih dari yang lain dalam variabel yang diukur.( menunjukan tingkatan ) • Mis: seorang siswa yg memperoleh nilai 95 dalam tes prestasi belajar, lebih pandai dari siswa yang nilai 80. • Yang termasuk variabel ini: kecerdasan, prestasi belajar, kreatifitas, kemampuan menyesuaikan diri
  • 9.
    • Variabel Interval:mengurutkan orang atau objek berdasarkan atribut, juga memberikan informasi tentang interval / jarak objek yg satu dng yang lainnya. • Misalnya: IP lima orang mhs ( A 4, B 3,5, C 3, D 2,5 dan E 2,) maka dpt dikatakan int A dan C 4- 3=1, sama dengan intv C dan E 3-2 = 1 ) karena hal ini menunjukan jarak tidak dpt dikatakan bahwa A lebih pintar 2 kali dari E )
  • 10.
    • Variabel Rasio: Variabel yang memiliki nilai mutlak • Mis: Berat A : 30 kg, berat B : 15 kg maka dpt dikatakan berat A dua kali berat B
  • 11.
    • PENGARUH TINGKATKEHADIRAN (X) MAHASISWA TERHADAP PEMAHAMAN MATERI (Y) PERKULIAHAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DI STIPSI ABDINUSA PALEMBANG • Ho: Tidak Ada PENGARUH TINGKAT KEHADIRAN MAHASISWA TERHADAP PEMAHAMAN MATERI PERKULIAHAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DI STIPSI ABDINUSA PALEMBANG • Hk: Ada PENGARUH TINGKAT KEHADIRAN MAHASISWA TERHADAP PEMAHAMAN MATERI PERKULIAHAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DI STIPSI ABDINUSA PALEMBANG
  • 12.
    • PENGARUH KEBISINGANLALU(X) LINTAS TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR(Y) MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG • HO: Tidak ada PENGARUH KEBISINGAN LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG • HK: Ada PENGARUH KEBISINGAN LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG
  • 13.
    • HUBUNGAN PELAYANANADMINISTRASI AKDEMIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG • HO: Tidak ada HUBUNGAN PELAYANAN ADMINISTRASI AKDEMIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG • HK: Ada HUBUNGAN PELAYANAN ADMINISTRASI AKADEMIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA STIPSI ABDINUSA PALEMBANG
  • 14.
    PENGERTIAN HIPOTESIS • Hypo:keraguan, tesis: kebenaran • Hipotesis adalah proposisi yang masih bersifat sementara dan masih harus diuji kebenarannya. • Proposisi adalah pernyataan tentang suatu konsep. Pengertian lain dari hipotesis: • Rumusan proposisi untuk diuji secara empirik atau pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya. • Kesimpulan yang sifatnya sementara/jawaban sementara bagi masalah yang dihadapi.
  • 15.
    CIRI-CIRI HIPOTESIS YANGBAIK • Hipotesis harus menyatakan hubungan • Hipotesis harus sesuai dengan fakta • Hipotesis harus sesuai dengan ilmu, serta sesuai dan tumbuh dengan ilmu pengetahuan • Hipotesis harus dapat diuji • Hipotesis harus sederhana • Hipotesis harus dapat menerangkan fakta. Pendapat lain tentang ciri hipotesis yang baik: Jelas secara konseptual, mempunyai rujukan empiris, bersifat spesifik, dapat dihubungkan dengan tehnik penelitian yang ada, berkaitan dengan teori.
  • 16.
    KEGUNAAN HIPOTESiS • Memberikanbatasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian. • Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadang kala hilang begitu saja dari perhatian si peneliti. • Berbagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh. • Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.
  • 17.
    BENTUK RUMUSAN HIPOTESIS A.BERDASARKAN TINGKAT PENJELASAN 1. Deskriftif 2. Komparatif 3. Asosiatif B. BERDASARKAN UJI STATISTIK 1. Hipotesis nol/nihil 2. Hipotesis alternatif/kerja ada sebagian pihak yang berpendapat bahwa hipotesis alternatif berbeda dengan hipotesis kerja, yang mana hipotesis alternatif dibagi lagi menjadi hipotesis terarah dan tidak terarah. C. BERDASARKAN KOMPLEKSITAS VARIABEL 1. Hipotesa Mayor 2. Hipotesa Minor
  • 18.
    PROSEDUR PENGUJIAN HIPOTESIS •Menentukan formulasi hipotesisnya. • Menentukan taraf nyata dan nilai tabel. • Menentukan kriteria pengujian. • Melakukan uji statistik. • Membuat kesimpulan.
  • 19.
    Yang harus membuathipotesis • Prof. Ida Bagoes Mantra, P.Hd: – Penelitian survei yang sifatnya deduktif. • Untuk penelitian kuantitatif dengan ciri-ciri: – Eksplanatori. – Menggunakan sampel penelitian. – Menggunakan statistik inferensial. – Hasil-hasil penelitian digeneralisasikan.
  • 20.
    Kesalahan dalam pengujianhipotesis • Kesalahan jenis I – Kesalahan ini terjadi apabila Ho ditolak padahal kenyataannya benar, artinya kita menolak hipotesis tersebut yang seharusnya diterima. • Kesalahan jenis II – Kesalahan ini terjadi apabila Ho diterima padahal kenyataannya salah, artinya kita menerima hipotesis tersebut yang seharusnya ditolak.

Editor's Notes