Direktorat Jenderal KesehatanLanjutan
Kementerian Kesehatan
2025
Asesmen dan Proyeksi
Kapabilitas Layanan RS
dr. Sunarto, M.Kes
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
2.
2
Peran Rumah Sakitdalam Transformasi Sistem Kesehatan
PILAR 2
TRANSFORMASI LAYANAN RUJUKAN
▪ Pembangunan RS berkualitas
▪ Rujukan berbasis Kompetensi
▪ Jejaring pengampuan
layanan 10 prioritas
▪ Kamar Rawat Inap Standar
▪ Peningkatan mutu &
keselamatan pasien
▪ Mewujudkan World Class
Hospital
PILAR 5
TRANSFORMASI SDM KESEHATAN
▪ Rumah Sakit Pendidikan/
Penyelenggara Pendidikan
▪ Penyelenggara Pendidikan
Dokter Spesialis berbasis
Kolegium/ RS
PILAR 6
TRANSFORMASI TEKNOLOGI KESEHATAN
▪ Biomedical and Genome
Science initiative (BGSi)
▪ Sel Punca
▪ Teknologi Reproduksi Berbantu
(TRB)
▪ Transplantasi Organ
▪ SATUSEHAT PALTFORM
(Integrasi Data Kesehatan
Individu, Simplifikasi dan
Digitalisasi Yankes, Digitalisasi
Rekam Medis (ERM)
▪ Telekesehatan dan
Telemedisin
TRANSFORMASI RUMAH SAKIT
3.
3
3
DAHULU
KEDEPAN
Sistem Rujukan Berjenjang
(PMK1/2012) Sistem Rujukan berdasarkan Kemampuan Layanan (PMK 16/2024)
FKTP
Rujukan Berjenjang
RS KELAS A
RS KELAS B
RS KELAS C
RS KELAS D
KONDISI SAAT INI
Kondisi Medis Pasien
(Kriteria Rujukan)
Layanan Rumah Sakit
berbasis kompetensi
RS terdekat
RS wilayah Regional
RS wilayah Provinsi
RS wilayah Nasional
Klasifikasi Layanan RS
• Dasar
• Madya
• Utama
• Paripurna
Rujukan Kompetensi
Perubahan Sistem Rujukan dari Berjenjang Berdasarkan Kelas RS
menjadi Berdasarkan Kemampuan Layanan (Perubahan Klasifikasi RS)
4.
4
Dipetakan berdasarkan KetersediaanSDM, Sarpras, dan Alkes yang dibutuhkan untuk pelayanan sesuai stratanya
1. Neoplasma dan
Myeloproliferative
2. Jantung dan Pembuluh
Darah
3. Saraf/ Neuroscience
4. Kesehatan Ibu dan
Ginekologi
5. Kesehatan Neonatus
6. Sistem Pencernaan dan
Hepatobilier
7. Uronefro
8. Musculoskeletal dan
Jaringan Lunak
9. Rekonstruksi dan Estetika
10. Trauma
11. Keracunan
12. Luka Bakar/Burn
24 Kelompok Layanan RS
Layanan
13. Infeksi dan Parasit
14. Endokrin, Nutrisi dan
Metabolik
15. Alergi Imunologi dan
Rheumatologi
16. Hematologi
17. Paru dan Pernafasan/
Respiratori
18. Pelayanan Telinga,
Hidung dan Tenggorokan
19. Mata
20. Kulit dan Penyakit Kelamin
21. Jiwa
22. Gigi dan Mulut
23. Forensik
24. Rehabilitasi
PARIPURNA
UTAMA
Madya
Dasar
di klasifikasikan sesuai strata
Berdasarkan
• Sumber Daya Manusia
• Sarana Prasarana
• Peralatan Kesehatan
Yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan
pada kelompok penyakit di masing-masing strata
Diupdate melalui Sistem
ASPAK
• Sarana
• Prasarana
• Peralatan
Kesehatan
SISDMK
• Jenis SDM
Kesehatan
• Kompetensi SDM
Validasi oleh Dinkes
Kab/Kota/Prov atau
Kemenkes sesuai
kewenangan izin
Validasi oleh RS
RS ONLINE
Rule Kompetensi Pelayanan
• SDM
• Sarana
• Peralatan Kesehatan
RS harus melakukan update Data!
Klasifikasi Rumah Sakit Dipetakan Berdasar Kemampuan Pelayanan
Pada 24 Kelompok Layanan
5.
5
4 komponen utamayang menjadi fokus TRANSFORMASI RS VERTIKAL
A. PERBAIKAN PENGALAMAN PASIEN
Memperbaiki fasilitas pendukung dan waktu tunggu pelayanan
untuk meningkatkan kepuasan pasien
Goal:
RS yang memberikan
pelayanan minimal
setara level Asia
B. PENINGKATAN KUALITAS PEMBERI LAYANAN
Meningkatkan produktifitas kerja dengan melakukan
perbaikan sistem remunerasi, pelatihan dan pengembangan
karir yang berkeadilan
C. PENINGKATAN MUTU LAYANAN KLINIS
Standarisasi pelayanan dengan Panduan Praktek Klinis
(PPK) dan clinical pathway, serta peningkatan riset
medis
D. PENINGKATAN TATA KELOLA RS
Memperbaiki sistem, proses dan manajemen operasional rumah sakit
secara efektif dan efisien melalui digitalisasi pelayanan
Transformasi Rumah Sakit
6.
KEUANGAN DAN OPERASIONALLAYANAN INTERNAL / SDM/ UTILISASI
KINERJA KEUANGAN DAN OPERASIONAL
Earnings before interest, taxes, depreciation,
and amortization
• EBITDA (+)
• EBITDA Margin >15%
Margin:
• Operating Margin >10%
• Gross Margin >25%
Rasio Beban / Pendapatan Operasional
• Beban Pegawai <45%
• Beban Farmasi <25%
• Beban Persediaan Non Farmasi <5%
Days Turnover:
• Receivable Turnover <40 hari
• Payable Turnover <60 hari
• Inventory Turnover <60 hari
TRANSFORMASI RS KEMENKES
1. Fasilitas Pendukung
• Zona Parkir, dropoff-pickup,
• Ruang Tunggu nyaman, RTH, Toilet bersih
2. Waktu Layanan
• Rawat Jalan <2jam
• Masuk Ranap <1jam
• Radiologi <1jam
• Pembatalan Operasi <3%
• Realisasi kepulangan >90%
3. Keluhan dan Kepuasan
4. Remunerasi berbasis kinerja
• Pola remunerasi Fee For Service
• Sistem Informasi Remunerasi transparan
5. Standar Klinis
• 54 Indikator klinis di 12 Layanan
6. Digitalisasi Sistem & Administrasi
7. Inventory terintegrasi
• Integrasi back-end system
9. Layanan Unggulan berbasis Riset
• Clinical Research Unit
10. Unit Cost
• Standarisasi Nomenklatur
• Perhitungan Unit Cost per Tindakan
PRODUKTIVITAS DOKTER DAN ALAT
Produktifitas Dokter
• Analisis berdasarkan kunjungan, insentif 🡪
4 kuadran
• Analisis dan TL dokter dengan
produktivitas rendah
Utilitas Alat Kesehatan
• Peman
Utilisasi Kamar Operasi
• IGD <4 jam
• Lab <1 jam
Best Practice di RS Kementerian Kesehatan
Tata Kelola RS dan Tata Kelola Klinis Rumah Sakit Harus Terukur
7.
Kapabilitas Layanan RumahSakit
• Sumber Daya Manusia
(a) Kesehatan (Spesialis/ Subspesialis,
Perawat, Nakes lain)
(b) Non Kesehatan (Administrasi)
• Fasilitas & Infrastruktur – Kesehatan
Jumlah TT, ruang Rawat Inap, ruang IGD,
ruang Poliklinik, Kamar Operasi,
Laboratorium, Radiologi, ICU, Ruang
Isolasi, Apotek
• Fasilitas & Infrastruktur – Non Kesehatan
Parkir, ruang tunggu, gizi, laundry,
pengolahan limbah medis, gas medis,
sistem air bersih, HVAC (Heating,
Ventilation, and Air Conditioning)
• Peralatan Medis
MRI, CT-Scan, Ventilator, Dialisis, Heart-
Lung, LINAC, Cathlab, ESWL, Phaco
• Sistem & Teknologi Informasi
SIMRS, RME, Dasboard kinerja
• Pendanaan & Supply Chain
Anggaran, Farmasi, Alkes
• Manajemen Alur Pasien
o Waktu Tunggu Rajal
o Waktu Tunggu Lab, Radiologi
o Waktu Tunggu IGD
o Waktu Tunggu Masuk Ranap
o Bed Turnover Rate
• Efisiensi dan Aktivitas Layanan
o Bed Occupancy Rate (BOR)
o Average Length of Stay (ALOS)
o TOI (Turn Over Interval)
o Utilisasi Ruang OK
o Utilisasi Alat Kesehatan
• Koordinasi & Integrasi Layanan
o Waktu Respons Rujukan Internal
o Kepatuhan terhadap clinicial pathway
• Keuangan
o Beban Pegawai <45%
o Beban Farmasi <25%
o Beban non Farmasi <5%
o Receivable Turnover <40 hari
o Payable Turnover <60 hari
o Inventory Turnover <60 hari
• Kuantitas dan Volume Layanan
o Jumlah Pasien yang Dilayani
o Jumlah Tindakan Medis
o Jumlah Rujukan yang Diselesaikan
• Kualitas dan Hasil Klinis
o Angka Kesembuhan (Cure Rate)
o Angka Kematian (Mortality Rate)
o Angka Infeksi Nosokomial
o Angka Komplikasi
• Patients Experience
o Survey Kepuasan Masyarakat
o Patients Reported Experience
Measured (PREM)
o Patients Reported Outcome Measured
(PROM)
o Keluhan pasien
• Keuangan
o Pendapatan
o EBITDA
o EBITDA Margin
INPUT PROSES OUTPUT
Definisi Operasional LayananUnggulan
LAYANAN MEDIS
TERTENTU
Layanan spesifik yang
menjadi kekuatan atau
prioritas utama rumah sakit
KEUNGGULAN
KOMPETITIF
Memiliki kelebihan dalam
teknologi/alat medis canggih,
tenaga medis ahli bersertifikat,
dan prosedur terkini berbasis
evidence-based medicine
MUTU PELAYANAN
TINGGI
Menerapkan standar tinggi
terhadap mutu & keselamatan
pasien serta memenuhi
akreditasi
nasional/internasional
KONTRIBUSI TERHADAP
REPUTASI & DAYA SAING
Menjadi ikon/identitas rumah
sakit, menarik pasien rujukan,
dan meningkatkan posisi
kompetitif rumah sakit di
tingkat regional/nasional
DAMPAK FINANSIAL &
STRATEGIS
Memberikan kontribusi signifikan
terhadap pendapatan rumah sakit
serta mendukung keberlanjutan
operasional & pengembangan
layanan lainnya
EFEKTIVITAS LAYANAN &
KEPUASAN PASIEN
Memberikan hasil klinis yang
unggul, waktu layanan yang
efisien, serta pengalaman
pasien yang positif melalui
pendekatan patient-centered
care
10.
Kriteria Layanan Unggulan
a.Terdapat dokter spesialis dan
subspesialis yang berkompeten di
bidang tersebut.
b. Didukung oleh tenaga medis dan
paramedis yang bersertifikat dan
berpengalaman.
c. Tim layanan memiliki kapasitas
untuk bekerja secara multidisiplin.
1. Ketersediaan Sumber Daya
Manusia (SDM) Unggul
a. Tersedianya peralatan medis
modern dan sesuai standar
(misalnya: cath lab, MRI, NICU).
b. Adanya ruang layanan khusus
yang representatif dan sesuai
kebutuhan (misalnya: ruang ICU,
OK khusus, rawat inap khusus).
c. Infrastruktur pendukung teknologi
informasi (HIS, PACS,
telemedicine, dll).
2. Dukungan Sarana dan
Prasarana
a. Jumlah pasien yang
membutuhkan layanan tersebut
relatif besar.
b. Layanan tersebut sering menjadi
alasan utama pasien datang
atau dirujuk ke rumah sakit.
c. Terdapat potensi pertumbuhan
layanan secara berkelanjutan.
3. Kebutuhan & Permintaan
Pasien Tinggi (Market
Demand)
a. Layanan memerlukan teknologi
tinggi atau prosedur kompleks
yang tidak disediakan oleh
banyak rumah sakit lain.
b. Memberikan nilai tambah klinis
dan ekonomis baik bagi pasien
maupun rumah sakit.
c. Layanan mendorong
pengembangan ilmu dan praktik
kedokteran yang lebih maju.
4. Tingkat Kompleksitas dan
Nilai Tambah Layanan
a. Layanan sudah dikenal
masyarakat atau instansi lain
sebagai unggulan (dikenal
sebagai rujukan).
b. Pernah mendapatkan
penghargaan, sertifikasi khusus,
atau publikasi ilmiah terkait.
5. Reputasi dan Prestasi
Layanan
a. Layanan memberikan kontribusi
signifikan terhadap pendapatan
rumah sakit (high revenue
generator).
b. Efisien dalam pembiayaan
operasional dan memiliki potensi
investasi jangka panjang.
6. Kontribusi Finansial
a. Layanan mendukung misi sosial
rumah sakit dan meningkatkan
kepercayaan masyarakat.
b. Layanan mencerminkan visi, misi,
dan nilai utama rumah sakit.
7. Dampak Sosial dan Citra
Institusi
a. Rumah sakit memiliki kelebihan
dibandingkan fasilitas lain dalam
layanan ini (baik dalam cakupan,
kualitas, atau kecepatan).
b. Layanan sulit ditiru oleh pesaing
dalam waktu singkat.
8. Keunggulan Kompetitif
11.
Contoh Penetapan LayananUnggulan
dapat menggunakan sistem skoring.
No Kriteria Penilaian
Bobot
(%)
Skala
Nilai (1–
5)
Skor (Bobot
× Nilai)
Keterangan
1
Ketersediaan SDM
Unggul
20%
Spesialis/Subspesialis lengkap,
berpengalaman, dan tersedia penuh
2
Sarana & Prasarana
Mendukung
15%
Tersedia alat dan ruang khusus yang
sesuai standar dan modern
3
Permintaan Pasien
Tinggi
15%
Tingginya volume pasien dan tren
permintaan meningkat
4
Kompleksitas dan Nilai
Tambah
10%
Layanan dengan prosedur kompleks,
inovatif, dan berteknologi tinggi
5
Reputasi & Prestasi
Layanan
10%
Diakui oleh masyarakat, institusi, atau
pernah meraih penghargaan
6 Kontribusi Finansial 10%
Memberikan kontribusi signifikan pada
pendapatan rumah sakit
7
Dampak Sosial &
Peningkatan Citra
10%
Menjadi ikon RS dan memberikan
dampak sosial positif
8 Keunggulan Kompetitif 10%
Tidak banyak pesaing yang memiliki
layanan sejenis
Total 100%
a. Beri nilai 1–5 untuk masing-
masing kriteria: (1 = Sangat
Kurang ; 2 = Kurang ; 3 =
Cukup ; 4 = Baik ; 5 = Sangat
Baik)
b. Kalikan skor dengan bobot
untuk mendapatkan nilai
total.
c. Layanan dengan nilai total
tertinggi dapat diprioritaskan
sebagai layanan unggulan.
Cara Pengisian Tabel
12.
Indikator Keberhasilan LayananUnggulan
Dapat diukur berdasarkan indikator Mutu Pelayanan, Kinerja Operasional, ataupun Pengakuan
Eksternal.
No Indikator Deskripsi
1 Tingkat Kepuasan Pasien Persentase pasien yang puas atau sangat puas terhadap layanan yang diberikan (>90%)
2 Tingkat Keberhasilan Medis Outcome klinis positif sesuai target (misal: keberhasilan operasi, angka survival, dll)
3 Waktu Tanggap Pelayanan Rata-rata waktu tunggu atau waktu respon IGD, rawat jalan, atau tindakan (≤ 30 menit)
4 Tingkat Infeksi Nosokomial Rendahnya kejadian infeksi akibat pelayanan di rumah sakit (<1%)
5 Jumlah Keluhan Pasien Penurunan jumlah keluhan atau komplain pasien yang signifikan
6 Jumlah Pasien Rujukan Meningkatnya jumlah pasien yang dirujuk dari fasilitas lain karena reputasi layanan
7
Tingkat Hunian Tempat Tidur
(BOR)
BOR tinggi tapi tetap dalam batas ideal (70–85%) pada ruang rawat unggulan
8 Utilisasi Teknologi & SDM Efisiensi penggunaan alat medis & kompetensi SDM di layanan unggulan
9 Pertumbuhan Volume Layanan Terjadi peningkatan tahunan jumlah kunjungan/tindakan layanan unggulan
10 Kontribusi Pendapatan
Layanan unggulan menyumbang persentase signifikan terhadap pendapatan rumah
sakit
11 Akreditasi atau Sertifikasi Layanan memiliki sertifikasi khusus nasional/internasional (KARS, JCI, ISO, dll)
12 Publikasi & Inovasi Klinis Terdapat output ilmiah, inovasi medis, atau kerjasama pendidikan dari layanan
13 Reputasi & Brand Awareness Layanan dikenal luas di masyarakat dan menjadi ikon rumah sakit
Mutu
Pelayanan
Kinerja
Operasio-
nal
Pengakuan
Eksternal
13.
Skema Pembinaan RSUD
PemkabPemprop Pemkot
0
100
200
300
400
500
600
700 671
151
121
RS milik Pemda berdasar kepemilikan & Kelas
Pemkab 671, Pemprop 151, Pemkot 121 (943)
Difokuskan pada:
a. Tata Kelola Keuangan
Pelaporan keuangan RS setiap : 6 bulan u/ RSUD ; 1 tahun u/
RS swasta
b. Operasional dan SDM
Update per tahun:
- Kebutuhan, Ketersediaan, kompetensi SDM
- Pengelolaan Alkes & pengadaan barang jasa
c. Layanan Medik
Standar Pelayanan, Pedoman Layanan
Mutu Pelayanan Medik, Kendali Mutu Dan Kendali Biaya
d. Kompetensi Pimpinan RS
2
Pelaksanaan pembinaan secara bertahap
1) 66 RS PHTC 3) RS tipe C dan D
2) RS Tipe A dan B 4) Seluruh RS
3
Kegiatan Pembinaan berupa:
1) Webinar Tata Kelola RS
2) Asistensi Penyelenggaraan RSUD
3) Pembinaan oleh RS Kemenkes
4
Melibatkan Kemendagri & Kemenkeu
1
RS Milik Pemerintah Daerah dan Skema Pembinaan RSUD
14.
BUKU SERI PEDOMANTATA KELOLA RS
Bidang Keuangan Bidang SDM, Pendidikan,
Dan Penelitian
Bidang Layanan Operasional
Bidang Pelayanan Medik
Buku dapat diakses pada link
https://s.kemkes.go.id/BukuPedomanTataKelolaRS
15.
MATERI BUKU PEDOMANDAN WEBINAR TATA KELOLA RS
Bidang Keuangan Bidang Pelayanan Medik
1. Tata Kelola & Pengelolaan Anggaran
2. Tata Kelola & Pengelolaan Perbendaharaan Dan
Pelaksanaan Anggaran
3. Tata Kelola & Pengelolaan Akuntansi dan BMN
4. Penyusunan Laporan Keuangan
5. Tarif Dan Unit Cost Rumah Sakit
6. Indikator Kinerja Keuangan
7. Memahami Laporan Keuangan
1. Standar Pelayanan Medik
2. Pedoman Layanan (Igd, Rajal, Ranap, Ok, Ruang Intensif)
3. Mutu Pelayanan Medik
4. Pedoman Pelayanan Penunjang (Lab, Radiologi, Farmasi)
5. Tata Kelola Tenaga Medis Dan Tenaga Kesehatan
6. Layanan Unggulan
7. Kendali Mutu Dan Kendali Biaya Pelayanan Medik
Bidang Layanan Operasional Bidang SDM, Pendidikan, Dan Penelitian
1. Pengelolaan Aspek Hukum Rumah Sakit
2. Manajemen Branding, Marketing, Dan Humas
3. Manajemen Kerjasama Dan Kemitraan
4. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
5. Rekam Medik Elektronik (Rme)
6. Manajemen Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit
7. Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
8. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Rs (K3rs)
9. Manajemen Kebersihan Dan Keamanan Rumah Sakit
10. Tata Usaha Dan Kearsipan
11. Tata Kelola Pengadaan Barang Dan Jasa Rs
1. Sumber Daya Manusia
2. Budaya Kerja
3. Penyusunan Struktur Organisasi & Peta Jabatan
4. Perencanaan, Rekrutmen Dan Seleksi Sdm
5. Penilaian Kinerja Dan Pembinaan Pegawai
6. Pengembangan Pegawai (Talent Development)
7. Sistem Pemberian Remunerasi
8. Pemeriksaan Kesehatan Dan Evaluasi
9. Promosi, Mutasi Dan Rotasi
10. Hr Digitalization
11. Rs Pendidikan
12. Penelitian
Editor's Notes
#3 Klasifikasi RS yang saat ini masih berlaku berdasarkan kelas RS berdasarkan kapasitas tempat tidur tanpa melihat kemampuan atau kompetensi Rsnya, sehingga kedepan ini akan berubah dimana klasifikasi RS berbasis kompetensi dimana pelayanan berdasarkan pelayanan Spesialis dan Subspesialis dengan juga mempertimbangkan SARPRAS yang tersedia, sehingga Ketersedian SDM dan Sarparas dapat terpenuhi
Kedepan Klasifikasi RS akan berubah saat ini sedang disusun PMK Klasifiaksi RS berdasarkan kemampuan layanan RS dan kedepan akan menjadi dasar Rujukan berbasis Kompetensi/kemampuan RS