Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 menetapkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial sebagai langkah untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan adil. Berdasarkan penilaian terhadap situasi industri yang semakin kompleks, undang-undang ini memperkenalkan berbagai jalur penyelesaian seperti mediasi, konsiliasi, dan arbitrase. Perselisihan yang timbul meliputi perbedaan pendapat antara pengusaha dan pekerja mengenai hak, kepentingan, atau pemutusan hubungan kerja.