SISTEM KENDARAAN
KOPLING
Disampaikan :
Feri Hidayatulloh
Magister Teknik Mesin
Universitas Muhammadiyah Surakarta
2021/2022
Fungsi dasar kopling
 Memindahkan tenaga/putaran yang terpisah dari
poros input ke poros output
 Memutus dan menghubungkan putaran, dari mesin
ke transmisi
Beberapa Syarat yang harus dipenuhi dalam
sebuah kopling
 Mampu menahan adanya kelebihan beban.
 Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan
oleh gerakan dari elemen lain.
 Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih.
 Mampu mencegah terjadinya beban kejut.
 Mampu memutus dan menghubungkan putaran secara halus,
cepat, dan tanpa selip
A. Jenis kopling berdasar konstruksi secara umum
1. Kopling tetap
• Putaran/ daya dari poros input ke output sama tanpa selip
• Pemasangan model sambungan poros segaris kaku atau tidak eksentris/segaris
jenis kopling tetap dibedakan menjadi :
1. kopling kaku : digunakan untuk poros sumbu segaris
2. kopling luwes : digunakan untuk sedikit ketidak lurusan sumbu poros
3. kopling universal : digunakan jika poros membentuk sudut yang besar
2. Kopling tidak tetap
• Putaran poros input dan output dan output tidak selalu
sama kareana ada faktor selip
• Terputus/ terhubung secara flexible dengan cepat
sesuai keinginan
B. JENIS KOPLING BERDASAR CARA KERJA
 1. KOPLING GESEK
kopling pada mesin ke transmisi
Jenis :
1. Kopling plat tunggal
2. Kopling plat banyak (multiplate)
 Pada mobil transmisi otomatis AT
 Menggunakan torque converter
 Menggunakan ATF sebagai fluida kerja
2. Kopling otomatis
3. Kopling magnet
 Kopling memanfaatkan gaya magnet
(elektromagnetik)
 Contoh pengaplikasian pada kompresor AC

C. Jenis kopling berdasar mekanisme penggerak
 1. Kopling mekanis
 Memakai kawat baja
 2. kopling Hidrolik
 memakai fluida kerja (oli) sebagai penerus tenaga
 3. kopling sentrifugal
 Memanfaatkan gaya sentrifugal (menjauhi titik pusat)
 Proses kerja secara otomatis dipengaruhi besar putaran, bobot sepatu
kopling, gaya pegas
 4. kopling Elektrik
 Memakai kontrol elektronik, contoh pada mobil AMT
D. Jenis kopling berdasar kondisi pelumas
1. Kopling basah ( menggunakan pelumasan oli )
contoh terdapat pada kopling mobil
2. Kopling kering ( tanpa pelumas )
contoh pada sepeda motor
Sekian terimakasih

UMS Sistem kendaraan presentasi KOPLING.pptx

  • 1.
    SISTEM KENDARAAN KOPLING Disampaikan : FeriHidayatulloh Magister Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021/2022
  • 2.
    Fungsi dasar kopling Memindahkan tenaga/putaran yang terpisah dari poros input ke poros output  Memutus dan menghubungkan putaran, dari mesin ke transmisi
  • 3.
    Beberapa Syarat yangharus dipenuhi dalam sebuah kopling  Mampu menahan adanya kelebihan beban.  Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen lain.  Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih.  Mampu mencegah terjadinya beban kejut.  Mampu memutus dan menghubungkan putaran secara halus, cepat, dan tanpa selip
  • 4.
    A. Jenis koplingberdasar konstruksi secara umum 1. Kopling tetap • Putaran/ daya dari poros input ke output sama tanpa selip • Pemasangan model sambungan poros segaris kaku atau tidak eksentris/segaris jenis kopling tetap dibedakan menjadi : 1. kopling kaku : digunakan untuk poros sumbu segaris 2. kopling luwes : digunakan untuk sedikit ketidak lurusan sumbu poros 3. kopling universal : digunakan jika poros membentuk sudut yang besar
  • 5.
    2. Kopling tidaktetap • Putaran poros input dan output dan output tidak selalu sama kareana ada faktor selip • Terputus/ terhubung secara flexible dengan cepat sesuai keinginan
  • 6.
    B. JENIS KOPLINGBERDASAR CARA KERJA  1. KOPLING GESEK kopling pada mesin ke transmisi Jenis : 1. Kopling plat tunggal 2. Kopling plat banyak (multiplate)
  • 7.
     Pada mobiltransmisi otomatis AT  Menggunakan torque converter  Menggunakan ATF sebagai fluida kerja 2. Kopling otomatis
  • 8.
    3. Kopling magnet Kopling memanfaatkan gaya magnet (elektromagnetik)  Contoh pengaplikasian pada kompresor AC 
  • 9.
    C. Jenis koplingberdasar mekanisme penggerak  1. Kopling mekanis  Memakai kawat baja  2. kopling Hidrolik  memakai fluida kerja (oli) sebagai penerus tenaga  3. kopling sentrifugal  Memanfaatkan gaya sentrifugal (menjauhi titik pusat)  Proses kerja secara otomatis dipengaruhi besar putaran, bobot sepatu kopling, gaya pegas  4. kopling Elektrik  Memakai kontrol elektronik, contoh pada mobil AMT
  • 10.
    D. Jenis koplingberdasar kondisi pelumas 1. Kopling basah ( menggunakan pelumasan oli ) contoh terdapat pada kopling mobil 2. Kopling kering ( tanpa pelumas ) contoh pada sepeda motor
  • 11.