STUDY QUR’AN
KELOMPOK 01
Sejarah Turunnya
Wahyu Al-Qur’an
01
NADIAH
SALSABILA
02
MUVIDATUL
QIKMAH
03
DITA RAHMA NUR
CAHYANI
Anggota Kelompok :
A
1. Pengertian Wahyu
Hakikat Wahyu Al-Qur’an
A
2. Tujuan Wahyu Diturunkan
Hakikat Wahyu Al-Qur’an
A
3. Cara Wahyu Allah Turun
Pewahyuan Al-Qur’an
(Nuzul Al-Qur’an)
B
1. Pengertian Nuzul al-Qur’an
Pewahyuan Al-Qur’an
(Nuzul Al-Qur’an)
B
2. Sumber Pewahyuan Al-Qur’an
Pewahyuan Al-Qur’an
(Nuzul Al-Qur’an
B
3. Proses Pewahyuan Al-Qur’an
Hakikat Wahyu Al-Qur’an
URAIAN MATERI
4. Periodesasi Turunnya Al-
Qur’an
B B
5. Hikmah Al-Qur’an Turun
Secara Bertahap
URAIAN MATERI
A. Hakikat Wahyu AL-Qur’an
1. Pengertian Wahyu
Menurut M. Yasir, 'wahyu' berasal dari kata waha-yahu-wahyan,
yang berarti berbicara pada tempat tersembunyi. Menurut
Muhammad Fuad 'Abd al-Baqi, Wahyu adalah kata masdar yang
berarti tersembunyi dan cepat. Oleh sebab itu, Wahyu adalah
informasi secara tersembunyi dan cepat yang khusus ditujukan
kepada orang tertentu tanpa diketahui orang lain.
Untuk memberi kabar gembira.
1. 2.
Untuk memberi peringatan.
2. Tujuan Wahyu Diturunkan
3. CARA WAHYU ALLAH TURUN
Cara turunnya Wahyu Allah kepada para
nabi diinformasikan dalam Q.S. Al-Shura
(42): 51-53. Ayat tersebut memberikan
informasi bahwa Allah SWT tidak mungkin
berbicara (menyampaikan Wahyu) secara
langsung, dalam arti berhadapan kepada
manusia.
B. Pewahyuan Al-Qur’an (Nuzul al-Qur’an)
Pengertian Nuzul al-Qur’an
Nuzul Al-Qur’an terdiri dari dua kata yaitu Nuzul dan
Al-Qur'an. Nuzul bentuk madhinya yaitu nazala yang
berarti meluncur dari tempat yang tinggi ke tempat
yang rendah. Maka dari itu 'nuzul Qur'an' adalah
penyampaian atau penetapan turunnya Al-Qur'an baik
ke lawh al-mahfuz, ke Bayt al-Izzah, maupun kepada
Rasulullah SAW.
Pewahyuan Al-Qur'an kepada nabi Muhammad
SAW terjadi secara berangsur angsur. Menurut
Q.S. Al-Furqon (25): 32 dan Q.S. al-Isra' (17): 106,
pewahyuan Al-Qur'an melalui 3 fase.
- Tahap pertama diturunkan di lawh al-mahfuz
- Tahap kedua dari lawh al-mahfuz ke Bayt al-
Izzah di langit dunia.
- Tahap ketiga dari Bayt al-Izzah di langit dunia
langsung kepada Nabi Muhammad SAW baik
melalui perantara malaikat Jibril maupun
secara langsung ke dalam hati sanubari.
Proses Pewahyuan Al-Qur’an
Periodesasi Turunnya Al-Qur’an
Periode Pertama
(4-5 tahun)
Periode Ketiga
(10 tahun)
Periode Kedua
(8-9 tahun)
PERIODE PERTAMA (4-5 tahun)
Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad
SAW adalah Q.S. al-'Alaq (96): 1-5 pada 8 Rabi'ul awal
ketika berkhalwat di Goa Hira di atas Jabal Nur,
sebelah utara kota Makkah. Pada saat itu beliu masih
berstatus sebagai nabi. Menurut M. Quraisy Syihab,
periode ini memuat 3 hal:
1. Pendidikan bagi Rasul dalam membentuk
kepribadiannya
2. Pengetahuan dasar mengenai sifat dan af'al Allah
3. Keterangan dasar-dasar akhlak Islamiyah dan
bantahan-bantahan secara umum mengenai
pandangan hidup masyarakat jahiliyah ketika itu.
PERIODE 2 (8-9 TAHUN)
Saat itu terjadi pertarungan hebat antara gerakan Islam dan
jahiliah. Gerakan oposisi terhadap Islam menggunakan segala cara
dan sistem untuk menghalangi kemajuan dakwah Islamiah.
Pada masa tersebut, ayat-ayat Al-Quran berisi tentang kewajiban-
kewajiban prinsipil penganutnya, kecaman dan ancaman yang
terus mengalir kepada kaum musyrik. Turun juga ayat-ayat yang
mengandung argumentasi-argumentasi mengenai keesaan Tuhan
dan kepastian hari kiamat berdasarkan tanda-tanda yang dapat
mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.
PERIODE KETIGA (10 tahun)
Pada periode ini timbul berbagai macam
peristiwa problem dan persoalan seperti
prinsip-prinsip yang harus diterapkan
dalam masyarakat demi mencapai
kebahagiaan dan perdamaian juga strategi
dan etika menyikapi orang munafik ahli
kitab orang-orang kafir dan lainnya semua
itu diterangkan oleh Alquran dengan cara
yang berbeda-beda.
SURAT PERTAMA
Surat Al-Alaq 1-5
Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang
menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal
darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,Yang
mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
SURAT TERAKHIR
Terdapat beberapa perbedaan pendapat
1. Menurut Hadis Bukhori dan Ibnu Abbas katanya : ayat yang terakhir
diturunkan Tuhan Kepada Muhammad SAW adalah ayat tentang Riba.
Yang dimaksud dengannya ialah firman Tuhan yang berbunyi :
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kamu kepada Alloh dan
tinggalkanlah Riba(QS Al-Baqarah : 278)
SURAT TERAKHIR
Terdapat beberapa perbedaan pendapat
2. Menurut hadis yang diRawikan dari Said bin Al-Musayab
mengatakan bahwa telah sampa kepadanya berita Al-Qur’an
mengenai janji di Arasy itu ialah yang mengenai utang piutang. Yang
dimaksud ialah ayat yang berbunyi:
Artinya :
Hai Orang-orang beriman apabila kamu bermuamalah, tidak secara
tunai untuk waktu yang ditentukan hendaklah kamu menuliskannya
(QS Al-Baqarah : 282)
SURAT TERAKHIR
Terdapat beberapa perbedaan pendapat
3.Menurut pendapat Jumhur, ayat yang terakhir adalah surat Al
Maidah : 3
Artinya :
Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu dan aku
telah cukupkan untukmu nikmatku dan aku telah pilih (Aku Ridhoi)
Islam menjadi agamamu (QS Al Maidah : 3)
Hikmah Al-Qur’an Turun Secara Bertahap
Menurut penjelasan Q.S al-Furqan ayat 32
Artinya :
Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur'an itu tidak
diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami
memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami
membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar).
Hikmah Al-Qur’an Turun Secara Bertahap
Menurut penjelasan Q.S. al-Isra’ ayat 106
Artinya :
Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad)
membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya
secara bertahap.
● Karena ia turun dalam budaya yang
memegang tradisi lisan, maka Al-Qur’an
diturunkan berupa bacaan bukan tulisan.
● Mengukuhkan hati Nabi Muhammad SAW,
dengan bacaan yang teratur, pemahaman
yang sempurna, penghayatan terhadap
maknanya yang maksimal, dan
menghafalnya dengan sepenuh hati.
● Berinteraksi dengan masyarakatnya agar
sesuai dengan kemaslahatan dan
perkembangan masyarakat manusia.
Hikmah Al-Qur’an Turun Secara Bertahap
THANK YOU
ANY QUESTION!

STUDY QUR'AN.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    A 1. Pengertian Wahyu HakikatWahyu Al-Qur’an A 2. Tujuan Wahyu Diturunkan Hakikat Wahyu Al-Qur’an A 3. Cara Wahyu Allah Turun Pewahyuan Al-Qur’an (Nuzul Al-Qur’an) B 1. Pengertian Nuzul al-Qur’an Pewahyuan Al-Qur’an (Nuzul Al-Qur’an) B 2. Sumber Pewahyuan Al-Qur’an Pewahyuan Al-Qur’an (Nuzul Al-Qur’an B 3. Proses Pewahyuan Al-Qur’an Hakikat Wahyu Al-Qur’an URAIAN MATERI
  • 5.
    4. Periodesasi TurunnyaAl- Qur’an B B 5. Hikmah Al-Qur’an Turun Secara Bertahap URAIAN MATERI
  • 6.
    A. Hakikat WahyuAL-Qur’an 1. Pengertian Wahyu Menurut M. Yasir, 'wahyu' berasal dari kata waha-yahu-wahyan, yang berarti berbicara pada tempat tersembunyi. Menurut Muhammad Fuad 'Abd al-Baqi, Wahyu adalah kata masdar yang berarti tersembunyi dan cepat. Oleh sebab itu, Wahyu adalah informasi secara tersembunyi dan cepat yang khusus ditujukan kepada orang tertentu tanpa diketahui orang lain.
  • 7.
    Untuk memberi kabargembira. 1. 2. Untuk memberi peringatan. 2. Tujuan Wahyu Diturunkan
  • 8.
    3. CARA WAHYUALLAH TURUN Cara turunnya Wahyu Allah kepada para nabi diinformasikan dalam Q.S. Al-Shura (42): 51-53. Ayat tersebut memberikan informasi bahwa Allah SWT tidak mungkin berbicara (menyampaikan Wahyu) secara langsung, dalam arti berhadapan kepada manusia.
  • 9.
    B. Pewahyuan Al-Qur’an(Nuzul al-Qur’an) Pengertian Nuzul al-Qur’an Nuzul Al-Qur’an terdiri dari dua kata yaitu Nuzul dan Al-Qur'an. Nuzul bentuk madhinya yaitu nazala yang berarti meluncur dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Maka dari itu 'nuzul Qur'an' adalah penyampaian atau penetapan turunnya Al-Qur'an baik ke lawh al-mahfuz, ke Bayt al-Izzah, maupun kepada Rasulullah SAW.
  • 10.
    Pewahyuan Al-Qur'an kepadanabi Muhammad SAW terjadi secara berangsur angsur. Menurut Q.S. Al-Furqon (25): 32 dan Q.S. al-Isra' (17): 106, pewahyuan Al-Qur'an melalui 3 fase. - Tahap pertama diturunkan di lawh al-mahfuz - Tahap kedua dari lawh al-mahfuz ke Bayt al- Izzah di langit dunia. - Tahap ketiga dari Bayt al-Izzah di langit dunia langsung kepada Nabi Muhammad SAW baik melalui perantara malaikat Jibril maupun secara langsung ke dalam hati sanubari. Proses Pewahyuan Al-Qur’an
  • 11.
    Periodesasi Turunnya Al-Qur’an PeriodePertama (4-5 tahun) Periode Ketiga (10 tahun) Periode Kedua (8-9 tahun)
  • 12.
    PERIODE PERTAMA (4-5tahun) Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah Q.S. al-'Alaq (96): 1-5 pada 8 Rabi'ul awal ketika berkhalwat di Goa Hira di atas Jabal Nur, sebelah utara kota Makkah. Pada saat itu beliu masih berstatus sebagai nabi. Menurut M. Quraisy Syihab, periode ini memuat 3 hal: 1. Pendidikan bagi Rasul dalam membentuk kepribadiannya 2. Pengetahuan dasar mengenai sifat dan af'al Allah 3. Keterangan dasar-dasar akhlak Islamiyah dan bantahan-bantahan secara umum mengenai pandangan hidup masyarakat jahiliyah ketika itu.
  • 13.
    PERIODE 2 (8-9TAHUN) Saat itu terjadi pertarungan hebat antara gerakan Islam dan jahiliah. Gerakan oposisi terhadap Islam menggunakan segala cara dan sistem untuk menghalangi kemajuan dakwah Islamiah. Pada masa tersebut, ayat-ayat Al-Quran berisi tentang kewajiban- kewajiban prinsipil penganutnya, kecaman dan ancaman yang terus mengalir kepada kaum musyrik. Turun juga ayat-ayat yang mengandung argumentasi-argumentasi mengenai keesaan Tuhan dan kepastian hari kiamat berdasarkan tanda-tanda yang dapat mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.
  • 14.
    PERIODE KETIGA (10tahun) Pada periode ini timbul berbagai macam peristiwa problem dan persoalan seperti prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam masyarakat demi mencapai kebahagiaan dan perdamaian juga strategi dan etika menyikapi orang munafik ahli kitab orang-orang kafir dan lainnya semua itu diterangkan oleh Alquran dengan cara yang berbeda-beda.
  • 15.
    SURAT PERTAMA Surat Al-Alaq1-5 Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
  • 16.
    SURAT TERAKHIR Terdapat beberapaperbedaan pendapat 1. Menurut Hadis Bukhori dan Ibnu Abbas katanya : ayat yang terakhir diturunkan Tuhan Kepada Muhammad SAW adalah ayat tentang Riba. Yang dimaksud dengannya ialah firman Tuhan yang berbunyi : Artinya : Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kamu kepada Alloh dan tinggalkanlah Riba(QS Al-Baqarah : 278)
  • 17.
    SURAT TERAKHIR Terdapat beberapaperbedaan pendapat 2. Menurut hadis yang diRawikan dari Said bin Al-Musayab mengatakan bahwa telah sampa kepadanya berita Al-Qur’an mengenai janji di Arasy itu ialah yang mengenai utang piutang. Yang dimaksud ialah ayat yang berbunyi: Artinya : Hai Orang-orang beriman apabila kamu bermuamalah, tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan hendaklah kamu menuliskannya (QS Al-Baqarah : 282)
  • 18.
    SURAT TERAKHIR Terdapat beberapaperbedaan pendapat 3.Menurut pendapat Jumhur, ayat yang terakhir adalah surat Al Maidah : 3 Artinya : Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu dan aku telah cukupkan untukmu nikmatku dan aku telah pilih (Aku Ridhoi) Islam menjadi agamamu (QS Al Maidah : 3)
  • 19.
    Hikmah Al-Qur’an TurunSecara Bertahap Menurut penjelasan Q.S al-Furqan ayat 32 Artinya : Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar).
  • 20.
    Hikmah Al-Qur’an TurunSecara Bertahap Menurut penjelasan Q.S. al-Isra’ ayat 106 Artinya : Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.
  • 21.
    ● Karena iaturun dalam budaya yang memegang tradisi lisan, maka Al-Qur’an diturunkan berupa bacaan bukan tulisan. ● Mengukuhkan hati Nabi Muhammad SAW, dengan bacaan yang teratur, pemahaman yang sempurna, penghayatan terhadap maknanya yang maksimal, dan menghafalnya dengan sepenuh hati. ● Berinteraksi dengan masyarakatnya agar sesuai dengan kemaslahatan dan perkembangan masyarakat manusia. Hikmah Al-Qur’an Turun Secara Bertahap
  • 22.