M A N A J E M E N
F
F E B U P N “ V E T E R A N ” J A T I M
2 0 1 6
STRATEGI LEVEL BISNIS
NAMA KELOMPOK
 Muhammad Habibi Ashshydiqi (1412010146)
 Novialdy Indriyata (1412010147)
 Reydovicky Bagus (1412010148)
 Nanda Nugraha (1412010167)
PENDAHULUAN
 Di era modern ini daya saing bisnis antar perusahaan
sangat sengit, maka perlu adanya strategi yang unggul di
suatu perusahaan.
 Suatu strategi adalah serangkaian komitmen dan tindakan
yang terintegrasi dan terkoordinasi, yang dirancang untuk
mengeksploitasi kompetensi inti dan mendapatkan
keunggulan kompetitif.
 Dibutuhkan formulasi strategi yang kompleks untuk
menghadapi persaingan, dimana harus ada Strategi Level
Bisnis. Hal ini akan membicarakan tentang identifikasi
hubungan pelanggan dengan strategi tingkat itu sendiri,
strategi keunggulan yang kompetitif, dan membahas resiko
dalam pelaksanaan strategi bisnis itu sendiri.
STRATEGI TINGKAT BISNIS
 Strategi tingkat bisnis adalah serangkaian
komitmen dan tindakan yang terintegrasi dan
terkoordinasi, yang dirancang untuk menyediakan
nilai kepada para pelanggan dan mendapatkan
keunggulan kompetitif dengan mengeksploitasi
kompetensi – kompetensi inti dari pasar produk
individual dan spesifik.
Pelanggan: Siapa, Apa, dan Bagaimana
 Salah satu alasan kunci kenapa perusahaan harus
mampu memuaskan kebutuhan pelanggan adalah
bahwa, dalam analisis akhir, laba yang dihasilkan
dari relasi dengan pelanggan bahwa pelanggan
adalah darah yang meghidupi semua organisasi.
A. Siapa: Menentukan Pelanggan yang Akan
Dilayani
B. Apa: Menentukan Kebutuhan Pelanggan
yang Ingin Dipuaskan
C. Bagaimana: Menentukan Kompetensi Inti
yang Diperlukan untuk Memuaskan
Kebutuhan Pelanggan
Tipe –Tipe Strategi Tingkat Bisnis
 Strategi tingkat bisnis berkaitan dengan posisi industri
suatu perusahaan, relative dengan para pesaingnya.
Perusahaan-perusahaan yang memiliki posisi industri
yang sudah mapan dan menguntungkan lebih mampu
menangani lima kekuatan persaingan:
 Persaingan dengan Para Pesaing yang Sudah Ada
 Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Pelanggan)
 Kekuatan Tawar Menawar Suplier
 Peserta Potensial
 Produk Pengganti
 Untuk memposisikan dirinya, suatu perusahaan harus
memutuskan apakan tujuan tindakannya akan
memungkinkannya melakukan aktivitas-aktivitas
secara berbeda dengan para rivalnya atau melakukan
aktivitas-aktivitas yang berbeda dari pada rivalnya.
 Empat strategi tingkat bisnis generik untuk
membangun dan mengeksploitasi keunggulan
kompetitifnya dalam ruang lingkup:
 Kepemimpinan biaya
 Diferensiasi
 Fokus Kepemimpinan Biaya
 Fokus Diferensiasi
STRATEGI KEPEMIMPINAN BIAYA
 Strategi kepemimpinan biaya adalah serangkaian
tindakan integratif yang dirancang untuk
memproduksi atau mengirimkan barang-barang
atau jasa pada biaya yang paling rendah, relatif
terhadap pesaing, dengan ciri-ciri yang dapat
diterima oleh para pelanggan.
STRATEGI KEPEMIMPINAN BIAYA
Strategy ini menekankan pada efisiensi. Dengan volume
produksi yang tinggi produk standar, perusahaan berharap
dapat memanfaatkan economies of scale.
Produk standar tanpa tambahan apapun yang dapat
diproduksi pada biaya yang relatif rendah dan dapat tersedia
bagi seluas mungkin pelanggan
Strategi ini dapat dicapai dengan syarat perlu pencarian
secara kontinyu pengurangan harga dari seluruh aspek bisnis.
Ini terkait dengan strategi distribusi yang mampu
menyediakan distribusi produk seluas mungkin.
Strategi promosi yang sering digunakan meliputi upaya
menyembunyikan fitur-fitur produk yang berbiaya rendah
Keberhasilan strategi ini membutuhkan pertimbangan
keunggulan market share yang mampu mengakses bahan
baku, komponen, tenaga kerja, dan input penting lainnya.
Tanpa keunggulan tersebut, strategi ini akan mudah ditiru
oleh pesaing
STRATEGI DIFERENSIASI
Differentiation meliputi penciptaan suatu produk
yang unik.
Keunikan fitur atau manfaat yang akan memberikan
nilai superior bagi pelanggan akan menjamin
keberhasilan strategi diferensiasi
Pelanggan melihat produk sebagai produk yang tak
tertandingi dan tak ada yang menyamai, sehingga
elastisitas harga cenderung dapat dikurangi dan
pelanggan cenderung menjadi loyal terhadap brand
Maka ini dapat menghindarkan diri dari persaingan
Akan tetapi strategi ini perlu tambahan biaya terkait
dengan biaya penciptaan fitur produk yang berbeda
dan oleh karenanya perlu strategi harga premium
STRATEGI FOKUS
Dalam strategi ini perusahaan berkonsentrasi pada
seleksi pasar sasaran yang spesifik
Disebut juga dengan focus strategy or niche
strategy
Dengan memfokuskan usaha-usaha pemasaran pada
1 atau 2 segmen pasar sempit dan menyesuaikan
bauran pemasaran pada pasar spesifik ini maka
diharapkan perusahaan dapat memenuhi kebutuhan
pasar sasaran secara lebih baik
Perusahaan mencari keuntungan dengan meraih
keunggulan kompetitif melalui efektifitas bukan
efisiensi
Strategi ini sesuai bagi perusahaan yang relatif kecil
dan melayangi pelanggan particular.
RESIKO TIAP STRATEGI
RESIKO STRATEGI
KEPEMIMPINAN BIAYA
RESIKO STRATEGI
DIFERENSIASI
RESIKO STRATEGI FOKUS
Kepemimpinan biaya tidak
bertahan :
Pesaing meniru.
Teknologi berubah.
Basis lain untuk
kepemimpinan biaya
melapuk.
Diferensiasi tidak bertahan :
Pesaing meniru.
Basis bagi diferensiasi
menjadi kurang penting bagi
pembeli.
Strategi fokus ditiru :
Segmen sasaran menjadi
tidak menarik setelah ditiru.
Struktur melapuk/terkikis.
Permintaan menghilang.
Kedekatan dalam diferensiasi
menghilang.
Kedekatan biaya menghilang. Pesaing sasaran
menghebohkan segmen :
Perbedaan segmen dengan
segmen lain terbilang sempit.
Keunggulan lini yang luas
meningkat.
Para pemfokus biaya
mencapai biaya yang lebih
murah lagi dalam segmen.
Para pemfokus diferensiasi
mencapai diferensiasi yang
lebih besar lagi dalam
segmen.
Para pemfokus baru.
Memecahkan segmen
Industri.
Strategi Integratif Kepemimpinan biaya &
Diferensiasi
 Strategi kombinasi antara Kepemimpinan biaya dan
Diferensiasi
 Diferensiasi mengarah ke harga-harga premium, pada
saat bersamaan,kepemimpinan biaya berimplikasi pada
biaya rendah. Jadi strategi integratif memungkinkan
perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan keunggulan
kompetitif
 Menawarkan dua jenis nilai kepada pelanggan: beberapa
bentuk diferensiasi (tapi lebih sedikit dari yang
disediakan oleh perusahaan diferensiasi produk) dan
biaya yang relative rendah (tetapi tidak serendah produk
dari pemimpin biaya).
 Mempunyai resiko substansial.
Kesimpulan
 Strategi tingkat bisnis adalah serangkaian komitmen dan
tindakan yang integratif dan koordinatif, yang dirancang
untuk memberikan nilai bagi pelanggan dan
mendapatkan keunggulan kompetitif dengan
mengeksploitasi kompetensi-kompetensi inti dalam
pasar produk spesifik dan individual.
 Strategi Kepemimpinan Biaya
 Strategi Diferensiasi
 Strategi Fokus (kepemimpinan biaya fokus & diferensiasi fokus)
 Strategi Terintegratif
 Kapabilitas pencarian informasi menentukan suatu
pertahanan daripada perusahaan terhadap pesaingnya ,
serta untuk tetap mendukung pelaksanaan strategi level
bisnisnya.
CLEEAAAR ....!

STRATEGI_LEVEL_BISNIS_pptx.pptx

  • 1.
    M A NA J E M E N F F E B U P N “ V E T E R A N ” J A T I M 2 0 1 6 STRATEGI LEVEL BISNIS
  • 2.
    NAMA KELOMPOK  MuhammadHabibi Ashshydiqi (1412010146)  Novialdy Indriyata (1412010147)  Reydovicky Bagus (1412010148)  Nanda Nugraha (1412010167)
  • 3.
    PENDAHULUAN  Di eramodern ini daya saing bisnis antar perusahaan sangat sengit, maka perlu adanya strategi yang unggul di suatu perusahaan.  Suatu strategi adalah serangkaian komitmen dan tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi, yang dirancang untuk mengeksploitasi kompetensi inti dan mendapatkan keunggulan kompetitif.  Dibutuhkan formulasi strategi yang kompleks untuk menghadapi persaingan, dimana harus ada Strategi Level Bisnis. Hal ini akan membicarakan tentang identifikasi hubungan pelanggan dengan strategi tingkat itu sendiri, strategi keunggulan yang kompetitif, dan membahas resiko dalam pelaksanaan strategi bisnis itu sendiri.
  • 4.
    STRATEGI TINGKAT BISNIS Strategi tingkat bisnis adalah serangkaian komitmen dan tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi, yang dirancang untuk menyediakan nilai kepada para pelanggan dan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan mengeksploitasi kompetensi – kompetensi inti dari pasar produk individual dan spesifik.
  • 5.
    Pelanggan: Siapa, Apa,dan Bagaimana  Salah satu alasan kunci kenapa perusahaan harus mampu memuaskan kebutuhan pelanggan adalah bahwa, dalam analisis akhir, laba yang dihasilkan dari relasi dengan pelanggan bahwa pelanggan adalah darah yang meghidupi semua organisasi. A. Siapa: Menentukan Pelanggan yang Akan Dilayani B. Apa: Menentukan Kebutuhan Pelanggan yang Ingin Dipuaskan C. Bagaimana: Menentukan Kompetensi Inti yang Diperlukan untuk Memuaskan Kebutuhan Pelanggan
  • 6.
    Tipe –Tipe StrategiTingkat Bisnis  Strategi tingkat bisnis berkaitan dengan posisi industri suatu perusahaan, relative dengan para pesaingnya. Perusahaan-perusahaan yang memiliki posisi industri yang sudah mapan dan menguntungkan lebih mampu menangani lima kekuatan persaingan:  Persaingan dengan Para Pesaing yang Sudah Ada  Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Pelanggan)  Kekuatan Tawar Menawar Suplier  Peserta Potensial  Produk Pengganti  Untuk memposisikan dirinya, suatu perusahaan harus memutuskan apakan tujuan tindakannya akan memungkinkannya melakukan aktivitas-aktivitas secara berbeda dengan para rivalnya atau melakukan aktivitas-aktivitas yang berbeda dari pada rivalnya.
  • 7.
     Empat strategitingkat bisnis generik untuk membangun dan mengeksploitasi keunggulan kompetitifnya dalam ruang lingkup:  Kepemimpinan biaya  Diferensiasi  Fokus Kepemimpinan Biaya  Fokus Diferensiasi
  • 8.
    STRATEGI KEPEMIMPINAN BIAYA Strategi kepemimpinan biaya adalah serangkaian tindakan integratif yang dirancang untuk memproduksi atau mengirimkan barang-barang atau jasa pada biaya yang paling rendah, relatif terhadap pesaing, dengan ciri-ciri yang dapat diterima oleh para pelanggan.
  • 9.
    STRATEGI KEPEMIMPINAN BIAYA Strategyini menekankan pada efisiensi. Dengan volume produksi yang tinggi produk standar, perusahaan berharap dapat memanfaatkan economies of scale. Produk standar tanpa tambahan apapun yang dapat diproduksi pada biaya yang relatif rendah dan dapat tersedia bagi seluas mungkin pelanggan Strategi ini dapat dicapai dengan syarat perlu pencarian secara kontinyu pengurangan harga dari seluruh aspek bisnis. Ini terkait dengan strategi distribusi yang mampu menyediakan distribusi produk seluas mungkin. Strategi promosi yang sering digunakan meliputi upaya menyembunyikan fitur-fitur produk yang berbiaya rendah Keberhasilan strategi ini membutuhkan pertimbangan keunggulan market share yang mampu mengakses bahan baku, komponen, tenaga kerja, dan input penting lainnya. Tanpa keunggulan tersebut, strategi ini akan mudah ditiru oleh pesaing
  • 10.
    STRATEGI DIFERENSIASI Differentiation meliputipenciptaan suatu produk yang unik. Keunikan fitur atau manfaat yang akan memberikan nilai superior bagi pelanggan akan menjamin keberhasilan strategi diferensiasi Pelanggan melihat produk sebagai produk yang tak tertandingi dan tak ada yang menyamai, sehingga elastisitas harga cenderung dapat dikurangi dan pelanggan cenderung menjadi loyal terhadap brand Maka ini dapat menghindarkan diri dari persaingan Akan tetapi strategi ini perlu tambahan biaya terkait dengan biaya penciptaan fitur produk yang berbeda dan oleh karenanya perlu strategi harga premium
  • 11.
    STRATEGI FOKUS Dalam strategiini perusahaan berkonsentrasi pada seleksi pasar sasaran yang spesifik Disebut juga dengan focus strategy or niche strategy Dengan memfokuskan usaha-usaha pemasaran pada 1 atau 2 segmen pasar sempit dan menyesuaikan bauran pemasaran pada pasar spesifik ini maka diharapkan perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pasar sasaran secara lebih baik Perusahaan mencari keuntungan dengan meraih keunggulan kompetitif melalui efektifitas bukan efisiensi Strategi ini sesuai bagi perusahaan yang relatif kecil dan melayangi pelanggan particular.
  • 12.
    RESIKO TIAP STRATEGI RESIKOSTRATEGI KEPEMIMPINAN BIAYA RESIKO STRATEGI DIFERENSIASI RESIKO STRATEGI FOKUS Kepemimpinan biaya tidak bertahan : Pesaing meniru. Teknologi berubah. Basis lain untuk kepemimpinan biaya melapuk. Diferensiasi tidak bertahan : Pesaing meniru. Basis bagi diferensiasi menjadi kurang penting bagi pembeli. Strategi fokus ditiru : Segmen sasaran menjadi tidak menarik setelah ditiru. Struktur melapuk/terkikis. Permintaan menghilang. Kedekatan dalam diferensiasi menghilang. Kedekatan biaya menghilang. Pesaing sasaran menghebohkan segmen : Perbedaan segmen dengan segmen lain terbilang sempit. Keunggulan lini yang luas meningkat. Para pemfokus biaya mencapai biaya yang lebih murah lagi dalam segmen. Para pemfokus diferensiasi mencapai diferensiasi yang lebih besar lagi dalam segmen. Para pemfokus baru. Memecahkan segmen Industri.
  • 13.
    Strategi Integratif Kepemimpinanbiaya & Diferensiasi  Strategi kombinasi antara Kepemimpinan biaya dan Diferensiasi  Diferensiasi mengarah ke harga-harga premium, pada saat bersamaan,kepemimpinan biaya berimplikasi pada biaya rendah. Jadi strategi integratif memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif  Menawarkan dua jenis nilai kepada pelanggan: beberapa bentuk diferensiasi (tapi lebih sedikit dari yang disediakan oleh perusahaan diferensiasi produk) dan biaya yang relative rendah (tetapi tidak serendah produk dari pemimpin biaya).  Mempunyai resiko substansial.
  • 14.
    Kesimpulan  Strategi tingkatbisnis adalah serangkaian komitmen dan tindakan yang integratif dan koordinatif, yang dirancang untuk memberikan nilai bagi pelanggan dan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan mengeksploitasi kompetensi-kompetensi inti dalam pasar produk spesifik dan individual.  Strategi Kepemimpinan Biaya  Strategi Diferensiasi  Strategi Fokus (kepemimpinan biaya fokus & diferensiasi fokus)  Strategi Terintegratif  Kapabilitas pencarian informasi menentukan suatu pertahanan daripada perusahaan terhadap pesaingnya , serta untuk tetap mendukung pelaksanaan strategi level bisnisnya.
  • 15.