Analisis jejaring sosial di Twitter mengenai 'hamas' dari 1 hingga 10 November 2023 mengungkapkan adanya pembagian jelas antara klaster pro-Israel dan kontra-Israel, dengan klaster pro-Israel memiliki struktur yang lebih terkoordinasi dan terpusat. Akun-akun kunci seperti @.israel dan @.idf mendominasi diskusi, sementara klaster kontra-Israel lebih disebar tanpa koordinasi yang jelas, tetapi menunjukkan potensi volume percakapan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan perbedaan strategi komunikasi dan pengaruh budaya serta bahasa dalam penyebaran narasi politik di media sosial, khususnya di Indonesia.