Biologi
UNTUK SMA/MA KELAS XI
Bab 7
Sistem Koordinasi
Pendahuluan
Selama beraktivitas, beberapa organ tubuh akan
bekerja sama dan berkoordinasi. Serangkaian aktivitas
tersebut melibatkan kerja sama antara sistem hormon,
saraf, dan indra yang disebut dengan sistem koordinasi
Analisis fungsi dan mekanisme kerja organ dalam
sistem koordinasi, lalu diskusikan dengan guru untuk
memprediksi jawaban dari permasalahan tersebut.
Daftar
Isi
Sistem Saraf pada Manusia
Sistem Endokrin (Hormon)
Perbedaan Sistem Saraf
dengan Sistem Endokrin
Sistem Indra
Pengaruh NAPZA terhadap
Sistem Koordinasi
● Sistem organ yang paling rumit, tersusun atas jutaan sel saraf neuron yang
berbentuk serabut dan saling terhubung untuk persepsi sensor, aktvitas
motor sadar dan tidak sadar, homeositasis proses fisiologis tubuh,
serta perkembangan pikiran dan ingatan
● Serabut saraf mempunyai kemampuan eksitabilits, konduktivitas, dan
memberikan reaksi atas rangsangan, mekanis, elektrik, kimawi, atau
fisik
● Sistem saraf meliputi sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat
Sistem Saraf pada Manusia
Terdiri dari
• Mengendalikan
metabolisme
keseluruhan neuron
• Terdapat nukleus, tetapi
tidak ada sitoplasma
• Organel lain dalam
badan sel : badan golgi,
mitokondria, dan
neurofibril
Badan sel
(peroksisom)
Akson Dendrit
Neuron (Sel Saraf)
• Juluran sitoplasma yang panjang atau
cabang tunggal membentuk silindris
yang berasal dari badan sel
• Berfungsi untuk mengirimkan impuls ke
sel neuron lain
• Bagian yang tidak diselubungi mielin
disebut Nodus Ranvier dengan peran
untuk mempercepat jalannya impuls
• Juluran sitoplasma yang
relatif pendek dan
bercabang-cabang
• Berfungsi untuk
menerima impuls dari
sel lainnya untuk
dikirmkan ke badan sel
Unit fungsional sistem saraf, berukuran sekitar 39 inci
● Tidak dapat membelah secara mitosis, tetapi serabutnya dapat
beregenerasi jika badan selnya masih utuh
● Jika akson mengalami kerusakan berat, maka neurilema (lapisan sel
Schwann) melakukan pembelahnan mitosis untuk mentutup luka
Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi
:
Neuron (Sel Saraf)
Neuron sensori (aferen)
berfungsi menghantarkan impuls
dari organ sensor ke pusat saraf
(otak dan sumsum tulang
belakang)
Neuron motor (eferen)
berfungsi menghantarkan impuls
dari pusat saraf ke organ motor
(otot) atau kelenjar
Neuron konektor (interneuron)
Berfungsi menghubungkan neuron
yang satu dengan neuron
lainnya
Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi
:
Neuron (Sel Saraf)
Neuron multipolar
Memiliki satu akson dan dua
dendrit atau lebih, contohnya
neuron motor yang terdapat di
otak dan medula spinalis
Neuron bipolar
Memiliki dua juluran berupa
dendrit dan akson, contohnya
neuron pada organ indra seperti
mata, hidung, dan telinga
Neuron unipolar
(pseudounipolar)
Neuron bipolar yang tampak hanya
memiliki satu juluran dari badan sel
karena akson dan dendritnya
berfusi, contohnya neuron pada
embrio
Membran epitelium
yang melapisi rongga
serebral dan medula
spinalis
Sel Ependima
Berukuran paling kecil
dan bersifat fagosit,
berfungsi untuk
pertahanan
Mikroglia
Berbentuk
menyerupai astrosit,
tetapi memiliki badan
sel yang lebih kecil
serta membentuk
lapisan mielin untuk
melapisi akson
Oligodendrosit
Sel Neuroglia
Astrosit
Sel penunjang pada susunan saraf pusat yang berfungsi sebagai jaringan ikat dan dapat
membelah secara mitosis
Jenis sel neuroglia :
Berbentuk bintang
dan berfungsi
sebagai lem yang
menyatukan neuron-
neuron
Pada celah sinaps, terdapat substansi kimia neurotransmitter yang berperan mengirimkan impuls
Proses penghantaran impuls saraf melalui sinapsis disebut transmisi sinapsis
Sifat neurotransmiter :
• Ekstasi : peningkatan impuls, contohnya asetilkolin dan norepinefrin
• Inhibisi : menghambat impuls, contohnya GABA pada jaringan otak
Struktur sinapsis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :
Sinapsis
Hubungan antara neuron yang satu dan neuron lainnya; titik temu antara ujung akson dari neuron yang
satu dan dendrit dari neuron lainnya; atau hubungan ke otot dan kelenjar
Prasinapsis (bagian akson
terminal)
Celah sinapsis Pascasinapsis (bagian
dendrit
Impuls Saraf, Gerak Sadar dan Refleks
• Impuls saraf : rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudain
dibawa oleh neuron atau serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf
• Impuls yang diterima reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan,
yang dibagi menjadi :
Gerak sadar Gerak refleks
● Gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari,
contohnya gerakan saat memegang buku
● Penjalaran impuls pada gerak sadar relatif lama
karena melewati jalur panjang melalui otak
● Gerakan yang tidak disengaja atau tidak disadari
● Penjalaran impuls pada gerak refleks berlangsung cepat
melewati jalur pendek, yaitu otak tengah, medula
oblongata, dan medula spinalis
● Impuls tidak diolah oleh pusat saraf, dan neuron di otak
hanya sebagai konektor
● Gerakan refleks dibagi menjadi refleks otak dan refleks
medula spinalis
Mekanisme Penghantaran Impuls
Impuls yang diterima oleh reseptor
selanjutnya akan dihantarkan oleh
dendrit emnuju ke badan sel saraf
dan aksin
Dari akson, impuls
dihantarkan ke dendrit
neuron lainnya.
Seluruh impuls saraf yang diterima
memiliki bentuk yang sama, tetapi
respons terhadap impuls tersebu
berbeda-beda
• Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial membran, yaitu energi yang tersimpan untuk bekerja
mengirim impuls
• Energi potensial membran tersebut dihasilkan dari perbedaan komposisi ion K+
dan Na+
antara cairan intraseluler dan
ekstraseluler
Penghantaran impuls dalam neuron terjadi secara konduksi yang
melibatkan peran pompa ion Na+
dan K+
sebagai berikut
Mekanisme Penghantaran Impuls
Tahapan istirahat
(polarisasi)
• Neuron tidak menghantarkan
impuls. Saluran ion Na+
dan K+
tertutup
• Keadaan bagian luar membran
bermuatan positif (+),
sedangkan di bagian
permukaan dalam membran
bermuatan negatif (-)
Tahapan depolarisasi
• Jika neuron diberi rangsangan,
saluran Na+
akan masuk ke sel.
Hal tersebut menyebabkan
perubahan muatan listrik di
bagian luar permukaan
membran menjadi bermuatan
negatif (-) dan bagian dalam
bermuatan positif (+)
Tahapan repolarisasi
• Saluran Na+
tertutup dan tidak
aktif, sedangkan saluran K+
terbuka
• Hal ini menyebabkan ion K+
keluar dan bagian dalam
membran menjadi bermuatan
negatif (-)
• Jika saluran K+
tertutup relative
lambat dan menyebabkan
keadaan dalam membran
dalam bermuatan negatif (-),
akan kembali ke tahap istirahat
Sistem Saraf Pusat (SSP)
● Tersusun atas otak (serebral) dan sumsum tulang belakang
(medula spinalis)
● Otak dilindungi oleh tulang tengkorak, sedangkan medula
spinalis dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang
● Pada keduanya, terdapat lapisan pelindung dari jaringan ikat
yang disebut meninges
● Meninges terdiri dari tiga lapisan, yaitu :
Pia mater : lapisan terdalam yang halus dan tipis,
mengandung banyak pembuluh darah, serta melekat pada
otak dan medula spinalis
Araknoid : lapisan tengah yang mengandung sedikit
pembuluh darah, memiliki ruang subaraknoid yang berisi
cairan serebrospinalis
Dura mater : lapisan terluar, tebal, kuat, dan terdiri dari dua
lapisan. Lapisan terluar terletak pada permukaan dalam
kranium
Sistem Saraf Pusat
Otak dan medula spinalis
memiliki substansi abu-
abu dan putih
Substansi abu-abu
Substansi putih
● Membentuk bagian luar (korteks) otak dan
bagian dalam medula spinalis
● Mengandung badan sel neuron, serabut
bermielin dan tidak bermielin, astrosit
protoplasma, oligodendrosit, dan
mikroglia
● Membentuk bagian dalam otak dan bagian
luar medula spinalis
● Didominasi oleh serabut bermielin dan tidak
bermielin, mengandung oligodendrosit,
astrosit fibrosa, dan mikroglia
• Diperkirakan mencapai 2% dari keseluruhan berat
tubuh, mengonsumsi 25% oksigen, dan menerima
1,5% darah dari jantung
• Otak tersusun atas 100 miliar neuron yang terhubung
oleh sinapsis membentuk anyaman kompleks
• Neuron di otak berkomunasi satu sama lainnya secara
kimiawi dan berupa muatan listrik yang
memungkinkan tubuh untuk mengalami emosi,
berpikir, dan mengingat
• Sistem saraf primitif mulai terbentuk sejak embrio
pada minggu ke-3 masa kehamilam
• Di minggu ke-4, akan terbentuk tabung saraf yang
akan menjadi otak dan medula spinalis
Otak
Bagian Otak : Otak Besar
(Serebrum)
Terdiri atas
Korteks serebral Nukleus basal
Serebrum mengisi bagian depan dan atas rongga
tengkorak
Bagian luar dari serebrum yang
tersusun dari substansi abu-abu
Bagian dalam dari serebrum yang
tersusun atas substansi putih
Korteks serebral
● Menempati 80% dari total massa otak dengan ketebalan sekitar 5 mm dan memiliki
pelekukan yang meningkatkan luas permukaannya
● Terbagi menjadi dua belahan (hemisfer serebral), yaitu sisi kiri dan sisi kanan yang
dihubungkan oleh korpus kalosum
● Area fungsional korteks serebral terdiri dari :
Area motor primer Area sensor korteks Tulang area asosiasi
• Bagian lobus frontal dari girus presentral yang mengendalikan kontraksi volunter otot rangka
• Sisi anterio girus presentral mengendalikan aktivitas motor yang terlatih dan berulang,
misalnya kemampuan mengetik
• Area broca mengendalikan kemampuan berbicara
Korteks serebral
Area sensor korteks terdiri dari :
Area sensor primer
Terdapat pada girus postsentral dan berfungsi
menerima informasi nyeri, tekanan, suhu, dan
sentuhan
Area visual primer
Terdapat pada lobus oksipital dan berfungsi
menerima informasi dari retina mata
Area auditori primer
Terdapat pada tepi atas lobus temporal dan berfungsi
menerima impuls pendengaran
Area olfaktori primer
Terdapat pada permukaan medial lobus temporal
dan berkaitan dengan indra penciuman
Area pengecap primer
Terdapat di lobus parietal, di dekat bagian inferior girus postsentral. Area ini berfungsi untuk persepsi rasa
Terdapat pada bagian
superior lobus
temporal dan
berfungsi sebagai
pusat bahasa dan
wicara
Area wicara
Wernicke
Terdapat pada lobus
oksipitas dan area
asosiasi auditorik
(pada lobus temporal)
berfungsi sebagai
pusat interpretasi
visual dan auditori
Area asosiasi
visual
Terdapat pada lobus
parietal, berfungsi
sebagai pusat
interpretasi bentuk
dan tekstur suatu
objek
Area asosiasi
somatik
Area asosiasi
frontal
Terdapat pada lobus
frontal dan berfungsi
sebagai pusat
intelektual dan fisik
Korteks serebral
Area asosiasi dipetakan menurut klasifikasi
Brodmann sebagai berikut
Diensefalon
Talamus
Berfungsi menerima dan
meneruskan impuls ke
korteks otak besar serta
berperan dalam sistem
kesadaran dan kontrol
motor
Berfungsi mengendalikan
aktivitas sistem saraf
otonom atau tak sadar,
sebagai pusat pengaturan
emosi, dan memengaruh
keseluruhan sistem
endokrin (hormon)
Pita sempit jaringan saraf
yang membentuk atap
diensefalon dan beberapa
dalam dorongan emosi.
Pada epitalamus, terdapat
badan pineal yang berperan
dalam fungsi endokrin
Hipotalamus Epitalamus
• Terletak di antara serebrum dan otak tengah, tersembunyi di balik hemisfer serebal, bagian-
bagiannya terdiri dari
Sistem limbik (rinensefalon) Mesensefalon (otak tengah)
● Cincin struktur-struktur otak depan yang
mengelilingi otak dan saling berhubungan
melalui jalur-jalur neuron yang rumit
● Sistem ini berfungsi dalam pengaturan emosi,
mempertahankan kelangsungan hidup, pola
perilaku sosioseksual, motivasi, dan belajar
● Bagian otak pendek yang menghubungkan pons
dan serebelum dengan serebrum
● Berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat
refleks serta meneruskan informasi penglihatan
dan pendengaran
● Otak tengah, pons, dan medula oblongata
disebut batang otak
Serebelum (otak kecil)
Pons varolii (jembatan Varol)
● Hampir seluruh bagiannya tersusun atas
substansi putih yang berisi serabut saraf yang
menghubungkan otak kecil kiri dan kanan serta
menghubungkan otak besar dan sumsum tulang
belakang
● Berfungsi untuk mengatur frekuensi dan
kekuatan bernapas
● Bagian otak yang sangat berlipat, terletak di
bawah lobus oksipital dan melekat di bagian
punggung atas batang otak
● Berfungsi mempertahankan keseimbangan,
kontrol gerakan mata, dan koordinasi gerakan
sadar
Medula Oblongata
● Bagian yang menjulur dari pons hingga medula spinalis dengan
panjang sekitar2,5 cm.
● Berfungsi dalam pengendalian frekuensi denyut jantung, tekanan
darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, dan
mengatur gerakan refleks
Formasi Retikuler
● Jaringan-jaringan serabut saraf dan badan sel yang tersebar di
seluruh bagian medula oblongata, pons, dan otak tengah
● Berfungso untuk memicu dan mempertahankan kewaspadaan dan
kesadaran
• Berbentuk silinder langsung yang memanjang dari batan
otak medula oblongata hingga ruas ke-2 tulang pinggang,
panjangnya sekitar 45 cm dengan diameter 2 cm
• Fungsi : mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam
tubuh, komunikasi antara otak dan semua bagian
tubuh, serta menghantarkan rangsangan koordinasi
antara otot dan sendi ke serebelum
Medula Spinalis
Struktur bagian dalam (substansi abu-abu dari
Medula Spinalis
Traktus sensor
• Berperan dalam penyampaian infromasi
dari tubuh ke otak. Informasi tersebut
bisa berupa sentuhan, suhu, nyeri, dan
tekanan
Traktus motor
• Berperan membawa impuls motor dari
otak ke medula spinalis dan dari saraf
spinal menuju ke tubuh
• Berfungsi menghantarkan impuls untuk
koordinasi dan ketepatan gerakan
volunteer serta mempertahankan tonus
otot dalam aktivitas refleks
Sistem Saraf Tepi
Terdiri atas jaringan saraf yang berada di luar
otak dan di luar medula spinalis. Sistem ini
meliputi :
Saraf kranial Saraf Spinal
Berasal dari otak
Berasal dari medula
spinalis
Pada sistem ini, terdapat ganglion, yaitu
struktur lonjong yang mengandung badan
sel neuron dan sel glia yang ditunjang
jaringan ikat
Saraf Kranial
• Terdiri atas 12 pasang saraf.
• Sebagian besar tersusun dari serabut
sensor dan motor, tetapi beberapa saraf
hanya tersusun dari serabut sensor
• Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul
dari segmen-segmen medulla spinalis
dan diberi nama sesuai ruas tulang
belakang
• Berperan dalam mempersarafi otot leher
dan bahu, kulit, kepala, dan dada
Saraf Spinal
Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf aferen : membawa informasi, baik
dari reseptor yang terletak pada bagian eksternal
tubuh atau reseptor somatik ataupun dari bagian
internal tubuh atau viseral menuju ke SSP
• Sistem saraf tepi meliputi serat-serat saraf yang membawa informasi antara sistem saraf pusat dan bagian
tubuh lainnya (perifer)
• SST dibagi menjadi divisi aferen dan eferen
Sistem saraf eferen : membawa instruksi dari SSP
ke organ efektor otot atau kelenjar yang
melaksanakan perintah agar dihasilkan efek yang
sesuai
Sistem saraf eferen
Sistem saraf somatik : terdiri atas serat-serat neuron motor yang
terdapat di otot rangka
Sistem saraf otonom : terdiri atas serat-serat yang terdapat pada otot
polos, otot jantung, dan kelenjar
Sistem Saraf Otonom
Berdasarkan fungsinya, dibagi menjadi :
Sistem Saraf Simpatis Sistem Saraf Parasimpatis
Berperan dalam mendorong respons
yang mempersiapkan tubuh untuk
beraktivitas fisik berat dalam situasi
darurat atau stress yang disebut respons
lawan
Berperan dalam keadaan tenang dan
mendorong fungsi tubuh untuk istirahat
dan mencerna sehingga akan
memperlambat aktivitas yang
ditingkatkan oleh sistem saraf impuls
• Sindrom kematian sel-sel otak
secara bersamaam sehingga otak
tampak mengecil dan kemampuan
daya mengingat berkurang.
Penderitanya rata-rata berusia 65
tahun ke atas
• Gangguan pada saraf tepi akibat
peradangan, keracunan, dan
tekanan. Gejala penyakit ini adalah
rasa sakit yang hebat pada malam
hari
• Peradangan jaringan otak,
biasanya disebabkan oleh
virus
Gangguan Sistem Saraf
Ensefalitis Neuritis Alzheimer
● Sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon
● Hormon adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di
dalam aliran darah menuju ke sel-sel atau jaringan tubuh
● Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf : berfungsi
mengatur aktivitas tubuh, seperti metabolisme, homeostasis,
pertumbuhan, perkembangan seksual, dan siklus reproduksi
Sistem Endokrin (Hormon)
Karakteristik Kelenjar Endokrin
Merupakan kelenjar buntu dan
menyekresikan hormon langsung ke
dalam cairan di sekitar sel
Pada umumnya, menyekresi lebih dari
satu jenis hormon, kecuali kelenjar
paratiroid
Memiliki sejumlah sel sekretori yang
dikelilingi banyak pembuluh darah dan
ditopang jaringan ikat
Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam
menghasilkan hormon berbeda-beda
Sekresi hormon dapat distimulasi atau
dihambat oleh kadar hormon lainnya
Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon
● Organ berbentuk oval, melekat di bagian dasar hipotalamus otak, sebesar kacang, dan memiliki berat
0,5 gram
● Terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :
Hipofisis
Hipofisis lobus anterior Hipofisis lobus intermedia Hipofisis lobus posterior
Hipofisis lobus anterior- Hormon
Somatotropin
Hormon
somatotropin
Hormon gonadotropin
Hormon tirotropin
Hormon
kortikotropin
Hormon prolaktin
Berfungsi untuk
mengendalikan
pertumbuhan dan
perbanyakan sel tubuh
Berfungsi meningkatkan
pertumbuhan dan
perkembangan sel kelenjar
tiroid
Berfungsi merangsang
kelenjar korteks adrenal
untuk menyekresi
glukokortikoid
Terdiri dari FSH (follicle stimulatin hormone) untuk menstimulasi
pertumbuhan folikel ovarium dan spermatozoa dan LH (luteinizing
hormone) yang berperan dalam menstimulasi produksi androgen,
ovulasi, dan sekresi progesteron
Tersusun dari tulang pipa
pendek dan berjumlah 14
Akromegali
● Pembesaran tulang
yang tidak proporsional,
seperti penambahan
ketebalan tulang pipi
pada wajah serta
pembesaran pada
tangan dan kaki
Abnormalitas Sekresi
Somatotropin / Growth
Hormone (GH)
Kerdil (dwarfism)
● Kekurangan GH selama
masa anak-anak sehingga
pertumbuhan terhenti
Gigantisme
● Kelebihan GH selama
masa remaja sebelum
penutupan cakram
epifisis sehingga
menyebabkan
pertumbuhan tulang
panjang berlebihan
● Terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di bawah laring
● Menghasilkan hormone tiroksin sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid
● Berperan dalam meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi konsumsi oksigen,
meningkatkan pengeluaran energi, dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan
ikat, dan saraf
Tiroid (Kelenjar Gondok)
Hipotiroidisme (penurunan sekresi
hormon)
Menyebabkan penurunan metabolisme,
konstipasi, reaksi mental lambat, dan
peningkatan simpanan lemak
Hipertiroidisme (peningkatan sekresi
hormon)
Menyebabkan peningkatan
metabolisme, berat badan menurun,
gelisah, dan diare
Abnormalitas sekresi tiroid
● Terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di bawah laring
● Menghasilkan hormone tiroksin sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid
● Berperan dalam meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi konsumsi oksigen, meningkatkan
pengeluaran energi, dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf
Tiroid (Kelenjar Gondok)
Hipotiroidisme (penurunan sekresi hormon)
Menyebabkan penurunan metabolisme,
konstipasi, reaksi mental lambat, dan
peningkatan simpanan lemak
Hipertiroidisme (peningkatan sekresi
hormon)
Menyebabkan peningkatan metabolisme, berat
badan menurun, gelisah, dan diare
Abnormalitas sekresi tiroid
Hipofisis Lobus
Intermedia
Endorfin
MSH (Melanocyte stimulating
hormone)
● Zat penghilang nyeri alamiah yang
merespons stress dan aktivitas, seperti
olahraga
● Merangsang pembentukan pigmen dan
penyebaran sel-sel penghasil pigmen pada
epidermis
Hipofisis Lobus Posterior
ADH Oksitosin
● Menurunkan volume air yang hilang
dalam urin melalui peningkatan reabsorbsi
air
● Menstimulasi kontraksi otot polos pada
saat melahirkan dan pengeluaran ASI
● Terdiri atas empat organ kecil berukuran sebesar biji apel dan terletak di permukaan belakang tiroid
● Berperan dalam menyekresi hormon parathormon yang berfungsi mengendalikan keseimbangan
kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui mekanisme :
Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)
Hipoparatiroidisme
Menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam
darah dan peningkatan iritabilitas sistem
neuromuskular
Hiperparatiroidisme
Menyebabkan peningkatan aktivitas osteoklas
dan pelemahan tulang
Stimulasi aktivitas osteoklas
yang menyebabkan
pengeluaran kalsium
Pengaktifan vitamin D yang
diperluka untuk
mengabsorbsi kalsium dalam
makanan
Stimulasi absorbs kalsium dari
tubulus ginjal
Abnormalitas sekresi paratiroid
Adrenal (Supranelis)
Adrenalin
• Meningkatkan frekuensi denyut jantung,
metabolisme, konsumsi oksigen, dan
meningkatkan kadar gula darah sebagai
sumber energi
Noradrenalin
• Meningkatkan tekanan darah dan
menstimulasi otot jantung
Terletak di kutub atas ginjal. Kelenjar ini terdiri atas korteks di bagian luar dan
medula di bagian dalam. Kelenjar medula menghasilkan hormon :
Aldosteron
Mengatur keseimbangan air
dan elektrolit melalui
pengendalian kadar
natrium dan kalium di
darah
Memengaruhi
metabolisme glukosa,
protein, lemak, serta
menjaga membran lisosom
sehingga mencegah
kerusakan jaringan
Prekursor pengubaha
testosterone dan estrogen
oleh jaringan lain
Glukokortikoid Gonadokortikoid
Adrenal (Supranelis)
Kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan hormon :
Abnormalitas Sekresi Kelenjar
Adrenal
Hiposekresi Tulang kavikula
● Menyebabkan penyakit Addison dengan
gejala ketidakseimbangan natrium dan
kalium dalam drah sehingga kulit
menghitam
● Menyebabkan peningkatan tekanan darah,
cushings disease, sindrom adrenogenital,
serta perempuan dewasa yang memiliki
karakteristik laki-laki
Hormon pencernaan
yang dilepaskan
setelah makan,
fungsinya belum
diketahui
Polipeptida
pankreas
Dihasilkan oleh sel
delta, merupakan
penghalang hormon
pertumbuhan dan
penghambat sekresi
glucagon dan insulin
Somatostatin
Dihasilkan oleh sel
beta dan berfungsi
menurunkan
katabolisme lemak
dan protein,
menurunkan kadar
gula darah, dan
meningkatkan
sintesis protein dan
lemak
Insulin
Glukagon
Dihasilkan oleh sel
alfa dan
meningkatkan
penguraian glikogen
hati menjadi glukosa
sehingga kadar gula
darah meningkat, dan
sintesis glukosa dari
sumber
nonkarbohidrat
dalam hati
Korteks serebral
Organ berbentuk pipih yang terletak di bagian
belakang bawah lambung. Hormon yang
dihasilkan :
Ovarium
● Menghasilkan hormon
estrogen dan
progesteron
● Testis menghasilkan
hormon testosteron
● Plasenta menghasilkan
hormon gonadotropin
korion, progesteron,
estrogen, dan
somatotropin
Kelenjar
Pineal (epifisis serebri)
● Terletak di langit-langit
otak serta menghasilkan
melatonin yang
berpengaruh pada
pelepasan gonadotropin
dan menghambat
produksi melanin
Timus
● Terdiri atas dua lobus
berwarna kemerah-
merahan, yang terletak di
bagian posterior toraks di
atas jantung
● Menghasilkan timosin
untuk pengendalian
perkembangan sistem
imunitas
Perbedaan Sistem Saraf
dengan Sistem Endokrin
No Perbedaan Sistem Hormon Sistem Saraf
1. Aksi Lambat Cepat atau segera
2. Respons Tidak langsung, distribusi lebih
luas
Langsung, distribusi lebih
sempit
3. Pengaturan Jangka panjang, misalnya
pertumbuhan dan perkembangan
Jangka pendek
4. Sekresi Hormon neurotransmiter
5. Komunikasi Melalui sistem sirkulasi Antarneuron melalui
sinapis
Tabel 1. Perbedaan sistem hormon dan sistem saraf
Indra Penglihat (Mata)
Sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan
mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf. Bagian-bagian mata terdiri dari :
Alis : melindungi mata dari keringat
Orbita : lekukan tulang berisi bola mata
Kelopak mata : melindungi mata dari
kekeringan dan debu
Otot mata : menggerakkan mata ke
arah vertikal, horizontal, dan menyilang
Air mata : mengandung garam, mukosa, dan
lisozim untuk membasahi permukaan mata dan
mempertahankan kelembaban
Iris
● Bagian berwarna
dalam mata, terdiri
atas jaringan ikat dan
otot untuk
mengendalikan
diameter mata
Struktur Mata
Lapisan luar bola mata
Tunika fibrosa Sklera
Lapisan terluar yang keras
Bagian dinding mata berwarna
putih, memberi bentuk pada bola
mata, dan sebagai tempat
pelekatan otot ekstrinsik
Struktur Mata
Lapisan luar bola mata
Koroid
● Mencegah
refleksi internal
berkas cahaya
Kornea
Mentransmisi dan
memfokuskan cahaya
Badan siliari
● Berfungsi dalam
akomodasi
penglihatan
Pupil
● Ruang terbuka
yang bulat pada
iris untuk dilalui
cahaya
Cahaya yang dipantulkan oleh benda
ditangkap oleh matan, kemudian menembus
kornea dan diteruskan melalui pupil
Mekanisme Mata Melihat
Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil
diteruskan menembus lensa mata ke retina
Daya akomodasi lensa mata mengatur
cahaya agar jatuh tepat di bintik kuning
retina
Pada bintik kuning, impuls cahaya
disampaikan oleh saraf optik ke otak
Cahaya yang disampaikan ke otak akan
diinterpretasikan sehingga kita bisa
mengetahui apa yang dilihat
Gangguan/Kelainan Mata
Hipermetropia
Kebutaan
Presbiopia Rabun senja
Miopi Astigmatisma
Tidak dapat melihat benda yang
berjarak dekar karena fokus
bayangan jatuh di belakang
retina
Gangguan berupa mata tidak
dapat melihat benda yang
berjarak dengan ataupun jauh
Gangguan berupa mara tidak bisa
melihat dengan jelas pada saat
sore hari saja
Gangguan berupa mata tidak
dapat melihat benda apapun
Gangguan berupa mata tidak
dapat melihat benda yang
berjarak jauh
Gangguan berupa kelengkungan
kornea yang tidak merata
Hidung (Indra Pembau)
Memiliki kemoreseptor olfaktori yang berfungsi menerima rangsangan berupa bau dan zat kimia yang
berbentuk gas
Mekanisme menghirup :
• Gas masuk ke hidung lalu larut pada selaput mukosa
• Kemudian, merangsang silia sel reseptor
• Lalu, rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah dan
jenis bau dapat diketahui
Pembengkakan
jaringan yang terjadi
di dalam hidung dan
pengeluaran banyak
cairan/lendir
Polip
Radang tulang-tulang
tengkorak di sekitar
hidung yang
berongga dan berisi
udara
Sinusitis
Kemampuan lebih
peka terhadap bau-
bauan, dapat terjadi
sebagai akibat dari
sakit kepala dan
migrain
Hiperosmia
Hiposmia
Indra penciuman
penurunan akibat
tersumbatnya rongga
hidung
Gangguan Indra Pembau
Lidah (Indra Pengecap)
Memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengencap yang terdapat pada papilla lidah,
palatum lunak epiglottis, dan faring. Papila lidaj berdasarkan bentuknya dibagi menjadi :
Papila formis
Berbentuk kerucut, kecil,
menutupi bagian
dorsum lidah, dna tidak
mengandung kuncup
pengecap
Papila fungiformis
Berbentuk bulat, banyak
terdapat di dekat ujung
lidah, dan mengandung
lima kuncup pengecap
pada setiap papila
Papila foliate
Berbentuk seperti daun,
terletak di bagian tepi
pangkal lidah, dan
mengandung sekitar
1.300 kuncup pengecap
Papila sirkumvalata
Berbentuk menonjol
dan tersusun seperti
huruf V, banyak terdapat
di bagian belakang
lidah, serta
mengandung 100
kuncup pengecap
Kuncup pengecap terdiri atas sel-sel penunjang dan sel sensor
yang berambut
Telinga (Indra Pendengar)
Berfungsi sebagai indra
pendengar yang mampu
mendeteksi gelombang
bunyi/suara serta
berperan penting dalam
keseimbangan dan
menentukan posisi tubuh
Telinga bagian luar
Pinna/aurikula : daun kartilago yang menangkap gelombang bunyi untuk
diteruskan ke kanal auditori eksternal
Membran timpanum : perbatasan antara bagian luar dan bagian tengah
telinga yag berbentuk kerucut
Telinga bagian tengah
Tabung Eustachius : menghubungkan telinga tengah dengan faring dan
berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membran
tympanum
Osikel auditori : meliputi tiga tulang pendengaran, yaitu maleus, inkus, dan
stapes yang berfungsi untuk mengarahkan getaran dari membran
tympanum ke fenestra vestibuli
Telinga (Indra Pendengar)
Telinga bagian dalam
Terlerak di dalam tulang temporal
Labirin osea
Ruang berliku berisi cairan perimlifia. Labirin tulang
terbagi menjadi tiga bagian, yaitu vestibula, kanalis
semisirkularis, dan koklea
Koklea terdiri atas skala vestibule, skala timpani,
dan skala media
Labirin membranosa
Terletak di dalam labirin tulang, merupakan
serangkaian tuba berongga dan berkantong berisi
cairan cairan endolimfa
Terdiri atas dua kantong, utrikulus dan sakulus yang
dihubungkan duktus endolimfa
Infeksi yang
menyebabkan sel-sel
tulang mastoid
berongga
Mastoiditis
Infeksi telinga tengah
yang dapat terjadi
setelah terserang flu,
sinusitis, campak,
atau infeksi bakteri
Otitis media
Munculnya bisul pada
meatus (liang
telingan)
Furunkulosis
Tuli
Penurunan atau
ketidakmampuan
seseorang untuk
mendengar suara
Gangguan Indra Pendengar
Kulit (Indra Peraba)
Memiliki beberapa jenis reseptor, yaitu :
Korpuskula Pacini
Mendeteksi tekanan yang dalam
(kuat) dan getaran. Reseptor ini
terdapat di jaringan subkutan,
berbentuk bulat atau lonjong, dan
terdapat pada jari, telapak tangan,
dan kaki
Korpuskula Meissner
Mendeteksi rangsangan berupa
sentuhan. Reseptor ini terdapat
pada paila dermis, terutama pada
ujung jari, bibir, papila mame, dan
genitalia luar
Cakram Merkel
Mendeteksi sentuhan dan sebagai
reseptor raba yang beradaptasi
lambat, dapat ditemukan pada
kulit yang tidak berambut dan di
antara folikel rambut pada
epidermis
Korpuskula Ruffini
Berperan sebagai reseptor
tekanan dan tegangan di sekitar
jaringan ikat, terdapat di bagian
dermis
Ujung bulbus Krause
Mendeteksi tekanan sentuhan,
kesadaran posisi, dan gerakan,
terdapat di bibir dan genitalia luar
serta bagian dermis yang
berhubungan dengan rambut
Ujung saraf bebas
Mendeteksi rasa nyeri, sentuhan
ringan, dan suhu, terdapat pada
jaringan tubuh dan merupakan
reseptor utama pada kulit
NAPZA
Zat adiktif
Narkotika Psikotropika
Pengertian dari istilah NAPZA :
Zat-zat yang jika dikonsumsi akan memengaruhi sistem saraf pusat sehingga dapat mengubah
perasaan dan cara berpikir
Zat atau obat yang
berasal dari
tanaman dan
menyebabkan
penurunan dan
perubahan
kesadaran.
Zat atau obat yang
dapat
menyebabkan
ketagihan
Zat atau obat yang
berperan sebagai
psikoaktif melalui
pengaruh selektif
pada susunan saraf
pusat
Jenis NAPZA
Amfetamin
Golongan Stimulan
Merangsang sistem saraf pusat dan menyebabkan organ tubuh bekerja
lebih cepat
Ekstasi Kokain Kafein Alkohol
Memberi efek
tidak cepat lelah
dan merasa
bersemangat.
Penggunan terus
menerus
menyebabkan
kematian
Mendorong
tubuh untuk
melakukan
aktivitas
melampaui batas
maksimum
kekuatan tubuh
Memicu
metabolisme sel
dan
menimbulkan
efek adiksi yang
sangat
Berupa obat
perangsang
sistem saraf yang
dapat
menghilangkan
kantuk
sementara
Hasil dari
fermentasi buah-
buahan, sayur-
sayuran, dan biji-
bijian
Jenis NAPZA
Opiat
Golongan Depresan
Mengurangi kerja sistem saraf shingga menyebabkan aktivitas
pemakainya menjadi lambat
Barbiturat Alkohol Ganja
Menimbulkan
perasaan “high”
untuk sesaat,
lalu, nyaman dan
tenang
Memberikan efek
mengantuk
sampai tertidur,
bergantung pada
dosisnya
Menyebabkan
pandangan
menjadi kabur,
bicara tidak jelas,
dan pusing
Digunakan
sebagai pereda
rasa sakit di
bidang
kedokteran.
Penyalahgunaan
nya
menyebabkan
kecanduan
NAPZA – Golongan
Halusinogen
• Bersifat mengacau sistem saraf pusat,
memberikan pengaruh halusinasi yang
berlebihan, dan lama kelamaan membuat
perasaan khawatir yang berlebihan
• Contoh : ganja (dalam jumlah sedikit),
kecubung, lem, bensin, dan jamur kotoran
sapi
Dampak Buruk Penyalahgunaan NAPZA
Gangguan fisik
Toleransi tubuh berubah, gejala
pemberhentian pemakaian obat adalah rasa
sakit pada tubuh, dan mempercepat kematian
Uang yang dibutuhkan banyak untuk
memenuhi kebutuhan obat-obatan, negara
dan masyarakat dirugikn dari aspek
keamanan, biaya kesehatan, dan pendidikan
Psikologis
Ekonomi Sosial
Kemampuan berpikir rasional menurun,
ketergantungan psikologis, dan gangguan
mental emosional
Rusaknya hubungan kekeluargaan dan
pertemanan, berpengaruh pada kesehatan
masyarakat (penularan HIV dan overdosis)
Kiat-kita Menghindari
Penyalahgunaan NAPZA
Tidak mencoba-
coba
menggunakan
obat-obatan
terlarang
Meyakinkan diri
tidak
membutuhkan
NAPZA dalam
menghadapi
persoalan hidup
Membatasi
pergaulan dengan
kelompok
pengguna NAPZA
Selamat Belajar

Sistem saraf, hoormon dan indera manusia

  • 1.
    Biologi UNTUK SMA/MA KELASXI Bab 7 Sistem Koordinasi
  • 2.
    Pendahuluan Selama beraktivitas, beberapaorgan tubuh akan bekerja sama dan berkoordinasi. Serangkaian aktivitas tersebut melibatkan kerja sama antara sistem hormon, saraf, dan indra yang disebut dengan sistem koordinasi Analisis fungsi dan mekanisme kerja organ dalam sistem koordinasi, lalu diskusikan dengan guru untuk memprediksi jawaban dari permasalahan tersebut.
  • 3.
    Daftar Isi Sistem Saraf padaManusia Sistem Endokrin (Hormon) Perbedaan Sistem Saraf dengan Sistem Endokrin Sistem Indra Pengaruh NAPZA terhadap Sistem Koordinasi
  • 4.
    ● Sistem organyang paling rumit, tersusun atas jutaan sel saraf neuron yang berbentuk serabut dan saling terhubung untuk persepsi sensor, aktvitas motor sadar dan tidak sadar, homeositasis proses fisiologis tubuh, serta perkembangan pikiran dan ingatan ● Serabut saraf mempunyai kemampuan eksitabilits, konduktivitas, dan memberikan reaksi atas rangsangan, mekanis, elektrik, kimawi, atau fisik ● Sistem saraf meliputi sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat Sistem Saraf pada Manusia
  • 5.
    Terdiri dari • Mengendalikan metabolisme keseluruhanneuron • Terdapat nukleus, tetapi tidak ada sitoplasma • Organel lain dalam badan sel : badan golgi, mitokondria, dan neurofibril Badan sel (peroksisom) Akson Dendrit Neuron (Sel Saraf) • Juluran sitoplasma yang panjang atau cabang tunggal membentuk silindris yang berasal dari badan sel • Berfungsi untuk mengirimkan impuls ke sel neuron lain • Bagian yang tidak diselubungi mielin disebut Nodus Ranvier dengan peran untuk mempercepat jalannya impuls • Juluran sitoplasma yang relatif pendek dan bercabang-cabang • Berfungsi untuk menerima impuls dari sel lainnya untuk dikirmkan ke badan sel Unit fungsional sistem saraf, berukuran sekitar 39 inci
  • 6.
    ● Tidak dapatmembelah secara mitosis, tetapi serabutnya dapat beregenerasi jika badan selnya masih utuh ● Jika akson mengalami kerusakan berat, maka neurilema (lapisan sel Schwann) melakukan pembelahnan mitosis untuk mentutup luka Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi : Neuron (Sel Saraf) Neuron sensori (aferen) berfungsi menghantarkan impuls dari organ sensor ke pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang) Neuron motor (eferen) berfungsi menghantarkan impuls dari pusat saraf ke organ motor (otot) atau kelenjar Neuron konektor (interneuron) Berfungsi menghubungkan neuron yang satu dengan neuron lainnya
  • 7.
    Berdasarkan fungsinya, neurondibedakan menjadi : Neuron (Sel Saraf) Neuron multipolar Memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih, contohnya neuron motor yang terdapat di otak dan medula spinalis Neuron bipolar Memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson, contohnya neuron pada organ indra seperti mata, hidung, dan telinga Neuron unipolar (pseudounipolar) Neuron bipolar yang tampak hanya memiliki satu juluran dari badan sel karena akson dan dendritnya berfusi, contohnya neuron pada embrio
  • 8.
    Membran epitelium yang melapisirongga serebral dan medula spinalis Sel Ependima Berukuran paling kecil dan bersifat fagosit, berfungsi untuk pertahanan Mikroglia Berbentuk menyerupai astrosit, tetapi memiliki badan sel yang lebih kecil serta membentuk lapisan mielin untuk melapisi akson Oligodendrosit Sel Neuroglia Astrosit Sel penunjang pada susunan saraf pusat yang berfungsi sebagai jaringan ikat dan dapat membelah secara mitosis Jenis sel neuroglia : Berbentuk bintang dan berfungsi sebagai lem yang menyatukan neuron- neuron
  • 9.
    Pada celah sinaps,terdapat substansi kimia neurotransmitter yang berperan mengirimkan impuls Proses penghantaran impuls saraf melalui sinapsis disebut transmisi sinapsis Sifat neurotransmiter : • Ekstasi : peningkatan impuls, contohnya asetilkolin dan norepinefrin • Inhibisi : menghambat impuls, contohnya GABA pada jaringan otak Struktur sinapsis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu : Sinapsis Hubungan antara neuron yang satu dan neuron lainnya; titik temu antara ujung akson dari neuron yang satu dan dendrit dari neuron lainnya; atau hubungan ke otot dan kelenjar Prasinapsis (bagian akson terminal) Celah sinapsis Pascasinapsis (bagian dendrit
  • 10.
    Impuls Saraf, GerakSadar dan Refleks • Impuls saraf : rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudain dibawa oleh neuron atau serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf • Impuls yang diterima reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan, yang dibagi menjadi : Gerak sadar Gerak refleks ● Gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari, contohnya gerakan saat memegang buku ● Penjalaran impuls pada gerak sadar relatif lama karena melewati jalur panjang melalui otak ● Gerakan yang tidak disengaja atau tidak disadari ● Penjalaran impuls pada gerak refleks berlangsung cepat melewati jalur pendek, yaitu otak tengah, medula oblongata, dan medula spinalis ● Impuls tidak diolah oleh pusat saraf, dan neuron di otak hanya sebagai konektor ● Gerakan refleks dibagi menjadi refleks otak dan refleks medula spinalis
  • 11.
    Mekanisme Penghantaran Impuls Impulsyang diterima oleh reseptor selanjutnya akan dihantarkan oleh dendrit emnuju ke badan sel saraf dan aksin Dari akson, impuls dihantarkan ke dendrit neuron lainnya. Seluruh impuls saraf yang diterima memiliki bentuk yang sama, tetapi respons terhadap impuls tersebu berbeda-beda • Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial membran, yaitu energi yang tersimpan untuk bekerja mengirim impuls • Energi potensial membran tersebut dihasilkan dari perbedaan komposisi ion K+ dan Na+ antara cairan intraseluler dan ekstraseluler
  • 12.
    Penghantaran impuls dalamneuron terjadi secara konduksi yang melibatkan peran pompa ion Na+ dan K+ sebagai berikut Mekanisme Penghantaran Impuls Tahapan istirahat (polarisasi) • Neuron tidak menghantarkan impuls. Saluran ion Na+ dan K+ tertutup • Keadaan bagian luar membran bermuatan positif (+), sedangkan di bagian permukaan dalam membran bermuatan negatif (-) Tahapan depolarisasi • Jika neuron diberi rangsangan, saluran Na+ akan masuk ke sel. Hal tersebut menyebabkan perubahan muatan listrik di bagian luar permukaan membran menjadi bermuatan negatif (-) dan bagian dalam bermuatan positif (+) Tahapan repolarisasi • Saluran Na+ tertutup dan tidak aktif, sedangkan saluran K+ terbuka • Hal ini menyebabkan ion K+ keluar dan bagian dalam membran menjadi bermuatan negatif (-) • Jika saluran K+ tertutup relative lambat dan menyebabkan keadaan dalam membran dalam bermuatan negatif (-), akan kembali ke tahap istirahat
  • 13.
    Sistem Saraf Pusat(SSP) ● Tersusun atas otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis) ● Otak dilindungi oleh tulang tengkorak, sedangkan medula spinalis dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang ● Pada keduanya, terdapat lapisan pelindung dari jaringan ikat yang disebut meninges ● Meninges terdiri dari tiga lapisan, yaitu : Pia mater : lapisan terdalam yang halus dan tipis, mengandung banyak pembuluh darah, serta melekat pada otak dan medula spinalis Araknoid : lapisan tengah yang mengandung sedikit pembuluh darah, memiliki ruang subaraknoid yang berisi cairan serebrospinalis Dura mater : lapisan terluar, tebal, kuat, dan terdiri dari dua lapisan. Lapisan terluar terletak pada permukaan dalam kranium
  • 14.
    Sistem Saraf Pusat Otakdan medula spinalis memiliki substansi abu- abu dan putih Substansi abu-abu Substansi putih ● Membentuk bagian luar (korteks) otak dan bagian dalam medula spinalis ● Mengandung badan sel neuron, serabut bermielin dan tidak bermielin, astrosit protoplasma, oligodendrosit, dan mikroglia ● Membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula spinalis ● Didominasi oleh serabut bermielin dan tidak bermielin, mengandung oligodendrosit, astrosit fibrosa, dan mikroglia
  • 15.
    • Diperkirakan mencapai2% dari keseluruhan berat tubuh, mengonsumsi 25% oksigen, dan menerima 1,5% darah dari jantung • Otak tersusun atas 100 miliar neuron yang terhubung oleh sinapsis membentuk anyaman kompleks • Neuron di otak berkomunasi satu sama lainnya secara kimiawi dan berupa muatan listrik yang memungkinkan tubuh untuk mengalami emosi, berpikir, dan mengingat • Sistem saraf primitif mulai terbentuk sejak embrio pada minggu ke-3 masa kehamilam • Di minggu ke-4, akan terbentuk tabung saraf yang akan menjadi otak dan medula spinalis Otak
  • 16.
    Bagian Otak :Otak Besar (Serebrum) Terdiri atas Korteks serebral Nukleus basal Serebrum mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak Bagian luar dari serebrum yang tersusun dari substansi abu-abu Bagian dalam dari serebrum yang tersusun atas substansi putih
  • 17.
    Korteks serebral ● Menempati80% dari total massa otak dengan ketebalan sekitar 5 mm dan memiliki pelekukan yang meningkatkan luas permukaannya ● Terbagi menjadi dua belahan (hemisfer serebral), yaitu sisi kiri dan sisi kanan yang dihubungkan oleh korpus kalosum ● Area fungsional korteks serebral terdiri dari : Area motor primer Area sensor korteks Tulang area asosiasi • Bagian lobus frontal dari girus presentral yang mengendalikan kontraksi volunter otot rangka • Sisi anterio girus presentral mengendalikan aktivitas motor yang terlatih dan berulang, misalnya kemampuan mengetik • Area broca mengendalikan kemampuan berbicara
  • 18.
    Korteks serebral Area sensorkorteks terdiri dari : Area sensor primer Terdapat pada girus postsentral dan berfungsi menerima informasi nyeri, tekanan, suhu, dan sentuhan Area visual primer Terdapat pada lobus oksipital dan berfungsi menerima informasi dari retina mata Area auditori primer Terdapat pada tepi atas lobus temporal dan berfungsi menerima impuls pendengaran Area olfaktori primer Terdapat pada permukaan medial lobus temporal dan berkaitan dengan indra penciuman Area pengecap primer Terdapat di lobus parietal, di dekat bagian inferior girus postsentral. Area ini berfungsi untuk persepsi rasa
  • 19.
    Terdapat pada bagian superiorlobus temporal dan berfungsi sebagai pusat bahasa dan wicara Area wicara Wernicke Terdapat pada lobus oksipitas dan area asosiasi auditorik (pada lobus temporal) berfungsi sebagai pusat interpretasi visual dan auditori Area asosiasi visual Terdapat pada lobus parietal, berfungsi sebagai pusat interpretasi bentuk dan tekstur suatu objek Area asosiasi somatik Area asosiasi frontal Terdapat pada lobus frontal dan berfungsi sebagai pusat intelektual dan fisik Korteks serebral Area asosiasi dipetakan menurut klasifikasi Brodmann sebagai berikut
  • 20.
    Diensefalon Talamus Berfungsi menerima dan meneruskanimpuls ke korteks otak besar serta berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor Berfungsi mengendalikan aktivitas sistem saraf otonom atau tak sadar, sebagai pusat pengaturan emosi, dan memengaruh keseluruhan sistem endokrin (hormon) Pita sempit jaringan saraf yang membentuk atap diensefalon dan beberapa dalam dorongan emosi. Pada epitalamus, terdapat badan pineal yang berperan dalam fungsi endokrin Hipotalamus Epitalamus • Terletak di antara serebrum dan otak tengah, tersembunyi di balik hemisfer serebal, bagian- bagiannya terdiri dari
  • 21.
    Sistem limbik (rinensefalon)Mesensefalon (otak tengah) ● Cincin struktur-struktur otak depan yang mengelilingi otak dan saling berhubungan melalui jalur-jalur neuron yang rumit ● Sistem ini berfungsi dalam pengaturan emosi, mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku sosioseksual, motivasi, dan belajar ● Bagian otak pendek yang menghubungkan pons dan serebelum dengan serebrum ● Berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks serta meneruskan informasi penglihatan dan pendengaran ● Otak tengah, pons, dan medula oblongata disebut batang otak Serebelum (otak kecil) Pons varolii (jembatan Varol) ● Hampir seluruh bagiannya tersusun atas substansi putih yang berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil kiri dan kanan serta menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang ● Berfungsi untuk mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas ● Bagian otak yang sangat berlipat, terletak di bawah lobus oksipital dan melekat di bagian punggung atas batang otak ● Berfungsi mempertahankan keseimbangan, kontrol gerakan mata, dan koordinasi gerakan sadar
  • 22.
    Medula Oblongata ● Bagianyang menjulur dari pons hingga medula spinalis dengan panjang sekitar2,5 cm. ● Berfungsi dalam pengendalian frekuensi denyut jantung, tekanan darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, dan mengatur gerakan refleks Formasi Retikuler ● Jaringan-jaringan serabut saraf dan badan sel yang tersebar di seluruh bagian medula oblongata, pons, dan otak tengah ● Berfungso untuk memicu dan mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran
  • 23.
    • Berbentuk silinderlangsung yang memanjang dari batan otak medula oblongata hingga ruas ke-2 tulang pinggang, panjangnya sekitar 45 cm dengan diameter 2 cm • Fungsi : mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh, komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh, serta menghantarkan rangsangan koordinasi antara otot dan sendi ke serebelum Medula Spinalis
  • 24.
    Struktur bagian dalam(substansi abu-abu dari Medula Spinalis Traktus sensor • Berperan dalam penyampaian infromasi dari tubuh ke otak. Informasi tersebut bisa berupa sentuhan, suhu, nyeri, dan tekanan Traktus motor • Berperan membawa impuls motor dari otak ke medula spinalis dan dari saraf spinal menuju ke tubuh • Berfungsi menghantarkan impuls untuk koordinasi dan ketepatan gerakan volunteer serta mempertahankan tonus otot dalam aktivitas refleks
  • 25.
    Sistem Saraf Tepi Terdiriatas jaringan saraf yang berada di luar otak dan di luar medula spinalis. Sistem ini meliputi : Saraf kranial Saraf Spinal Berasal dari otak Berasal dari medula spinalis Pada sistem ini, terdapat ganglion, yaitu struktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan sel glia yang ditunjang jaringan ikat
  • 26.
    Saraf Kranial • Terdiriatas 12 pasang saraf. • Sebagian besar tersusun dari serabut sensor dan motor, tetapi beberapa saraf hanya tersusun dari serabut sensor • Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen medulla spinalis dan diberi nama sesuai ruas tulang belakang • Berperan dalam mempersarafi otot leher dan bahu, kulit, kepala, dan dada Saraf Spinal
  • 27.
    Sistem Saraf Tepi Sistemsaraf aferen : membawa informasi, baik dari reseptor yang terletak pada bagian eksternal tubuh atau reseptor somatik ataupun dari bagian internal tubuh atau viseral menuju ke SSP • Sistem saraf tepi meliputi serat-serat saraf yang membawa informasi antara sistem saraf pusat dan bagian tubuh lainnya (perifer) • SST dibagi menjadi divisi aferen dan eferen Sistem saraf eferen : membawa instruksi dari SSP ke organ efektor otot atau kelenjar yang melaksanakan perintah agar dihasilkan efek yang sesuai Sistem saraf eferen Sistem saraf somatik : terdiri atas serat-serat neuron motor yang terdapat di otot rangka Sistem saraf otonom : terdiri atas serat-serat yang terdapat pada otot polos, otot jantung, dan kelenjar
  • 28.
    Sistem Saraf Otonom Berdasarkanfungsinya, dibagi menjadi : Sistem Saraf Simpatis Sistem Saraf Parasimpatis Berperan dalam mendorong respons yang mempersiapkan tubuh untuk beraktivitas fisik berat dalam situasi darurat atau stress yang disebut respons lawan Berperan dalam keadaan tenang dan mendorong fungsi tubuh untuk istirahat dan mencerna sehingga akan memperlambat aktivitas yang ditingkatkan oleh sistem saraf impuls
  • 29.
    • Sindrom kematiansel-sel otak secara bersamaam sehingga otak tampak mengecil dan kemampuan daya mengingat berkurang. Penderitanya rata-rata berusia 65 tahun ke atas • Gangguan pada saraf tepi akibat peradangan, keracunan, dan tekanan. Gejala penyakit ini adalah rasa sakit yang hebat pada malam hari • Peradangan jaringan otak, biasanya disebabkan oleh virus Gangguan Sistem Saraf Ensefalitis Neuritis Alzheimer
  • 30.
    ● Sekumpulan kelenjardan organ yang memproduksi hormon ● Hormon adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju ke sel-sel atau jaringan tubuh ● Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf : berfungsi mengatur aktivitas tubuh, seperti metabolisme, homeostasis, pertumbuhan, perkembangan seksual, dan siklus reproduksi Sistem Endokrin (Hormon)
  • 31.
    Karakteristik Kelenjar Endokrin Merupakankelenjar buntu dan menyekresikan hormon langsung ke dalam cairan di sekitar sel Pada umumnya, menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang jaringan ikat Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda-beda Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya
  • 32.
    Kelenjar Endokrin danSekresi Hormon ● Organ berbentuk oval, melekat di bagian dasar hipotalamus otak, sebesar kacang, dan memiliki berat 0,5 gram ● Terbagi menjadi tiga bagian, yaitu : Hipofisis Hipofisis lobus anterior Hipofisis lobus intermedia Hipofisis lobus posterior
  • 33.
    Hipofisis lobus anterior-Hormon Somatotropin Hormon somatotropin Hormon gonadotropin Hormon tirotropin Hormon kortikotropin Hormon prolaktin Berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel tubuh Berfungsi meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel kelenjar tiroid Berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi glukokortikoid Terdiri dari FSH (follicle stimulatin hormone) untuk menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan spermatozoa dan LH (luteinizing hormone) yang berperan dalam menstimulasi produksi androgen, ovulasi, dan sekresi progesteron Tersusun dari tulang pipa pendek dan berjumlah 14
  • 34.
    Akromegali ● Pembesaran tulang yangtidak proporsional, seperti penambahan ketebalan tulang pipi pada wajah serta pembesaran pada tangan dan kaki Abnormalitas Sekresi Somatotropin / Growth Hormone (GH) Kerdil (dwarfism) ● Kekurangan GH selama masa anak-anak sehingga pertumbuhan terhenti Gigantisme ● Kelebihan GH selama masa remaja sebelum penutupan cakram epifisis sehingga menyebabkan pertumbuhan tulang panjang berlebihan
  • 35.
    ● Terdiri atasfolikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di bawah laring ● Menghasilkan hormone tiroksin sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid ● Berperan dalam meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran energi, dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf Tiroid (Kelenjar Gondok) Hipotiroidisme (penurunan sekresi hormon) Menyebabkan penurunan metabolisme, konstipasi, reaksi mental lambat, dan peningkatan simpanan lemak Hipertiroidisme (peningkatan sekresi hormon) Menyebabkan peningkatan metabolisme, berat badan menurun, gelisah, dan diare Abnormalitas sekresi tiroid
  • 36.
    ● Terdiri atasfolikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di bawah laring ● Menghasilkan hormone tiroksin sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid ● Berperan dalam meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran energi, dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf Tiroid (Kelenjar Gondok) Hipotiroidisme (penurunan sekresi hormon) Menyebabkan penurunan metabolisme, konstipasi, reaksi mental lambat, dan peningkatan simpanan lemak Hipertiroidisme (peningkatan sekresi hormon) Menyebabkan peningkatan metabolisme, berat badan menurun, gelisah, dan diare Abnormalitas sekresi tiroid
  • 37.
    Hipofisis Lobus Intermedia Endorfin MSH (Melanocytestimulating hormone) ● Zat penghilang nyeri alamiah yang merespons stress dan aktivitas, seperti olahraga ● Merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel-sel penghasil pigmen pada epidermis Hipofisis Lobus Posterior ADH Oksitosin ● Menurunkan volume air yang hilang dalam urin melalui peningkatan reabsorbsi air ● Menstimulasi kontraksi otot polos pada saat melahirkan dan pengeluaran ASI
  • 38.
    ● Terdiri atasempat organ kecil berukuran sebesar biji apel dan terletak di permukaan belakang tiroid ● Berperan dalam menyekresi hormon parathormon yang berfungsi mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui mekanisme : Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok) Hipoparatiroidisme Menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah dan peningkatan iritabilitas sistem neuromuskular Hiperparatiroidisme Menyebabkan peningkatan aktivitas osteoklas dan pelemahan tulang Stimulasi aktivitas osteoklas yang menyebabkan pengeluaran kalsium Pengaktifan vitamin D yang diperluka untuk mengabsorbsi kalsium dalam makanan Stimulasi absorbs kalsium dari tubulus ginjal Abnormalitas sekresi paratiroid
  • 39.
    Adrenal (Supranelis) Adrenalin • Meningkatkanfrekuensi denyut jantung, metabolisme, konsumsi oksigen, dan meningkatkan kadar gula darah sebagai sumber energi Noradrenalin • Meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi otot jantung Terletak di kutub atas ginjal. Kelenjar ini terdiri atas korteks di bagian luar dan medula di bagian dalam. Kelenjar medula menghasilkan hormon :
  • 40.
    Aldosteron Mengatur keseimbangan air danelektrolit melalui pengendalian kadar natrium dan kalium di darah Memengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak, serta menjaga membran lisosom sehingga mencegah kerusakan jaringan Prekursor pengubaha testosterone dan estrogen oleh jaringan lain Glukokortikoid Gonadokortikoid Adrenal (Supranelis) Kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan hormon :
  • 41.
    Abnormalitas Sekresi Kelenjar Adrenal HiposekresiTulang kavikula ● Menyebabkan penyakit Addison dengan gejala ketidakseimbangan natrium dan kalium dalam drah sehingga kulit menghitam ● Menyebabkan peningkatan tekanan darah, cushings disease, sindrom adrenogenital, serta perempuan dewasa yang memiliki karakteristik laki-laki
  • 42.
    Hormon pencernaan yang dilepaskan setelahmakan, fungsinya belum diketahui Polipeptida pankreas Dihasilkan oleh sel delta, merupakan penghalang hormon pertumbuhan dan penghambat sekresi glucagon dan insulin Somatostatin Dihasilkan oleh sel beta dan berfungsi menurunkan katabolisme lemak dan protein, menurunkan kadar gula darah, dan meningkatkan sintesis protein dan lemak Insulin Glukagon Dihasilkan oleh sel alfa dan meningkatkan penguraian glikogen hati menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat, dan sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat dalam hati Korteks serebral Organ berbentuk pipih yang terletak di bagian belakang bawah lambung. Hormon yang dihasilkan :
  • 43.
    Ovarium ● Menghasilkan hormon estrogendan progesteron ● Testis menghasilkan hormon testosteron ● Plasenta menghasilkan hormon gonadotropin korion, progesteron, estrogen, dan somatotropin Kelenjar Pineal (epifisis serebri) ● Terletak di langit-langit otak serta menghasilkan melatonin yang berpengaruh pada pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Timus ● Terdiri atas dua lobus berwarna kemerah- merahan, yang terletak di bagian posterior toraks di atas jantung ● Menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan sistem imunitas
  • 44.
    Perbedaan Sistem Saraf denganSistem Endokrin No Perbedaan Sistem Hormon Sistem Saraf 1. Aksi Lambat Cepat atau segera 2. Respons Tidak langsung, distribusi lebih luas Langsung, distribusi lebih sempit 3. Pengaturan Jangka panjang, misalnya pertumbuhan dan perkembangan Jangka pendek 4. Sekresi Hormon neurotransmiter 5. Komunikasi Melalui sistem sirkulasi Antarneuron melalui sinapis Tabel 1. Perbedaan sistem hormon dan sistem saraf
  • 45.
    Indra Penglihat (Mata) Sistemoptik yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf. Bagian-bagian mata terdiri dari : Alis : melindungi mata dari keringat Orbita : lekukan tulang berisi bola mata Kelopak mata : melindungi mata dari kekeringan dan debu Otot mata : menggerakkan mata ke arah vertikal, horizontal, dan menyilang Air mata : mengandung garam, mukosa, dan lisozim untuk membasahi permukaan mata dan mempertahankan kelembaban
  • 46.
    Iris ● Bagian berwarna dalammata, terdiri atas jaringan ikat dan otot untuk mengendalikan diameter mata Struktur Mata Lapisan luar bola mata Tunika fibrosa Sklera Lapisan terluar yang keras Bagian dinding mata berwarna putih, memberi bentuk pada bola mata, dan sebagai tempat pelekatan otot ekstrinsik Struktur Mata Lapisan luar bola mata Koroid ● Mencegah refleksi internal berkas cahaya Kornea Mentransmisi dan memfokuskan cahaya Badan siliari ● Berfungsi dalam akomodasi penglihatan Pupil ● Ruang terbuka yang bulat pada iris untuk dilalui cahaya
  • 47.
    Cahaya yang dipantulkanoleh benda ditangkap oleh matan, kemudian menembus kornea dan diteruskan melalui pupil Mekanisme Mata Melihat Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata ke retina Daya akomodasi lensa mata mengatur cahaya agar jatuh tepat di bintik kuning retina Pada bintik kuning, impuls cahaya disampaikan oleh saraf optik ke otak Cahaya yang disampaikan ke otak akan diinterpretasikan sehingga kita bisa mengetahui apa yang dilihat
  • 48.
    Gangguan/Kelainan Mata Hipermetropia Kebutaan Presbiopia Rabunsenja Miopi Astigmatisma Tidak dapat melihat benda yang berjarak dekar karena fokus bayangan jatuh di belakang retina Gangguan berupa mata tidak dapat melihat benda yang berjarak dengan ataupun jauh Gangguan berupa mara tidak bisa melihat dengan jelas pada saat sore hari saja Gangguan berupa mata tidak dapat melihat benda apapun Gangguan berupa mata tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh Gangguan berupa kelengkungan kornea yang tidak merata
  • 49.
    Hidung (Indra Pembau) Memilikikemoreseptor olfaktori yang berfungsi menerima rangsangan berupa bau dan zat kimia yang berbentuk gas Mekanisme menghirup : • Gas masuk ke hidung lalu larut pada selaput mukosa • Kemudian, merangsang silia sel reseptor • Lalu, rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah dan jenis bau dapat diketahui
  • 50.
    Pembengkakan jaringan yang terjadi didalam hidung dan pengeluaran banyak cairan/lendir Polip Radang tulang-tulang tengkorak di sekitar hidung yang berongga dan berisi udara Sinusitis Kemampuan lebih peka terhadap bau- bauan, dapat terjadi sebagai akibat dari sakit kepala dan migrain Hiperosmia Hiposmia Indra penciuman penurunan akibat tersumbatnya rongga hidung Gangguan Indra Pembau
  • 51.
    Lidah (Indra Pengecap) Memilikikemoreseptor berupa kuncup pengencap yang terdapat pada papilla lidah, palatum lunak epiglottis, dan faring. Papila lidaj berdasarkan bentuknya dibagi menjadi : Papila formis Berbentuk kerucut, kecil, menutupi bagian dorsum lidah, dna tidak mengandung kuncup pengecap Papila fungiformis Berbentuk bulat, banyak terdapat di dekat ujung lidah, dan mengandung lima kuncup pengecap pada setiap papila Papila foliate Berbentuk seperti daun, terletak di bagian tepi pangkal lidah, dan mengandung sekitar 1.300 kuncup pengecap Papila sirkumvalata Berbentuk menonjol dan tersusun seperti huruf V, banyak terdapat di bagian belakang lidah, serta mengandung 100 kuncup pengecap Kuncup pengecap terdiri atas sel-sel penunjang dan sel sensor yang berambut
  • 52.
    Telinga (Indra Pendengar) Berfungsisebagai indra pendengar yang mampu mendeteksi gelombang bunyi/suara serta berperan penting dalam keseimbangan dan menentukan posisi tubuh Telinga bagian luar Pinna/aurikula : daun kartilago yang menangkap gelombang bunyi untuk diteruskan ke kanal auditori eksternal Membran timpanum : perbatasan antara bagian luar dan bagian tengah telinga yag berbentuk kerucut Telinga bagian tengah Tabung Eustachius : menghubungkan telinga tengah dengan faring dan berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membran tympanum Osikel auditori : meliputi tiga tulang pendengaran, yaitu maleus, inkus, dan stapes yang berfungsi untuk mengarahkan getaran dari membran tympanum ke fenestra vestibuli
  • 53.
    Telinga (Indra Pendengar) Telingabagian dalam Terlerak di dalam tulang temporal Labirin osea Ruang berliku berisi cairan perimlifia. Labirin tulang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu vestibula, kanalis semisirkularis, dan koklea Koklea terdiri atas skala vestibule, skala timpani, dan skala media Labirin membranosa Terletak di dalam labirin tulang, merupakan serangkaian tuba berongga dan berkantong berisi cairan cairan endolimfa Terdiri atas dua kantong, utrikulus dan sakulus yang dihubungkan duktus endolimfa
  • 54.
    Infeksi yang menyebabkan sel-sel tulangmastoid berongga Mastoiditis Infeksi telinga tengah yang dapat terjadi setelah terserang flu, sinusitis, campak, atau infeksi bakteri Otitis media Munculnya bisul pada meatus (liang telingan) Furunkulosis Tuli Penurunan atau ketidakmampuan seseorang untuk mendengar suara Gangguan Indra Pendengar
  • 55.
    Kulit (Indra Peraba) Memilikibeberapa jenis reseptor, yaitu : Korpuskula Pacini Mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan getaran. Reseptor ini terdapat di jaringan subkutan, berbentuk bulat atau lonjong, dan terdapat pada jari, telapak tangan, dan kaki Korpuskula Meissner Mendeteksi rangsangan berupa sentuhan. Reseptor ini terdapat pada paila dermis, terutama pada ujung jari, bibir, papila mame, dan genitalia luar Cakram Merkel Mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang beradaptasi lambat, dapat ditemukan pada kulit yang tidak berambut dan di antara folikel rambut pada epidermis Korpuskula Ruffini Berperan sebagai reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat, terdapat di bagian dermis Ujung bulbus Krause Mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan gerakan, terdapat di bibir dan genitalia luar serta bagian dermis yang berhubungan dengan rambut Ujung saraf bebas Mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu, terdapat pada jaringan tubuh dan merupakan reseptor utama pada kulit
  • 56.
    NAPZA Zat adiktif Narkotika Psikotropika Pengertiandari istilah NAPZA : Zat-zat yang jika dikonsumsi akan memengaruhi sistem saraf pusat sehingga dapat mengubah perasaan dan cara berpikir Zat atau obat yang berasal dari tanaman dan menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran. Zat atau obat yang dapat menyebabkan ketagihan Zat atau obat yang berperan sebagai psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat
  • 57.
    Jenis NAPZA Amfetamin Golongan Stimulan Merangsangsistem saraf pusat dan menyebabkan organ tubuh bekerja lebih cepat Ekstasi Kokain Kafein Alkohol Memberi efek tidak cepat lelah dan merasa bersemangat. Penggunan terus menerus menyebabkan kematian Mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas melampaui batas maksimum kekuatan tubuh Memicu metabolisme sel dan menimbulkan efek adiksi yang sangat Berupa obat perangsang sistem saraf yang dapat menghilangkan kantuk sementara Hasil dari fermentasi buah- buahan, sayur- sayuran, dan biji- bijian
  • 58.
    Jenis NAPZA Opiat Golongan Depresan Mengurangikerja sistem saraf shingga menyebabkan aktivitas pemakainya menjadi lambat Barbiturat Alkohol Ganja Menimbulkan perasaan “high” untuk sesaat, lalu, nyaman dan tenang Memberikan efek mengantuk sampai tertidur, bergantung pada dosisnya Menyebabkan pandangan menjadi kabur, bicara tidak jelas, dan pusing Digunakan sebagai pereda rasa sakit di bidang kedokteran. Penyalahgunaan nya menyebabkan kecanduan
  • 59.
    NAPZA – Golongan Halusinogen •Bersifat mengacau sistem saraf pusat, memberikan pengaruh halusinasi yang berlebihan, dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan • Contoh : ganja (dalam jumlah sedikit), kecubung, lem, bensin, dan jamur kotoran sapi
  • 60.
    Dampak Buruk PenyalahgunaanNAPZA Gangguan fisik Toleransi tubuh berubah, gejala pemberhentian pemakaian obat adalah rasa sakit pada tubuh, dan mempercepat kematian Uang yang dibutuhkan banyak untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan, negara dan masyarakat dirugikn dari aspek keamanan, biaya kesehatan, dan pendidikan Psikologis Ekonomi Sosial Kemampuan berpikir rasional menurun, ketergantungan psikologis, dan gangguan mental emosional Rusaknya hubungan kekeluargaan dan pertemanan, berpengaruh pada kesehatan masyarakat (penularan HIV dan overdosis)
  • 61.
    Kiat-kita Menghindari Penyalahgunaan NAPZA Tidakmencoba- coba menggunakan obat-obatan terlarang Meyakinkan diri tidak membutuhkan NAPZA dalam menghadapi persoalan hidup Membatasi pergaulan dengan kelompok pengguna NAPZA
  • 62.