Disusun oleh
CORRY SEPVIA BR.PASARIBU
8176174006
UNIMED
PASCASARJANA
2018
Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata
Kompetensi Dasar 3
Menganalisis sistem ekskresi pada manusia dan memahami
gangguan pada sistem ekskresi serta upaya menjaga
kesehatan sistem ekskresi
Indikator
Mendeskripsikan fungsi rangka
Mengidentifikasi jenis-jenis tulang pada tubuh manusia
Mengetahui jenis-jenis sendi
Menjelaskan penyakit pada sistem rangka
• Fungsi rangka tubuh manusia antara lain:
1. untuk menegakkan badan, misalnya tulang
belakang.
2. untuk memberi bentuk badan misalnya tulang-
tulang tengkorak memberi bentuk wajah.
3. untuk melindungi organ tubuh dalam yang
penting, misalnya tengkorak melindungi otak, dan
tulang rusuk melindungi jantung.
4. sebagai tempat melekatnya otot.
5. sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan
sel darah putih, khususnya di dalam sumsum
tulang.
6. sebagai alat gerak pasif.
1 tl. dahi
2 tl. ubun-ubun
1 tl kepala belakang
2 tl. baji
2 tl. pelipis
2 tl. tapis
2 tl. rahang atas
2 tl. rahang bawah
2 tl. pipi
2 tl. Langit-langit
2 tl. hidung
2 tl. Air mata
1 tl. pangkal lidah
Bg Kepala
Rangka
Ruas Tl. Belakang
7 ruas tl. leher
12 ruas tl. punggung
5 ruas tl. pinggang
5 ruas tl.kelangkang
4 ruas tl. ekor
Bg. Muka
I. Tengkorak
Tl Gelang Bahu
Tl. Panggul
2 tl. usus
2 tl. duduk
2 tl. kemaluan
Tl. Tungaki
2 tl. paha
2 tl. tempurung lutut
2 tl. kering
2 tl. betis
2 X 7 tl. pergelangan kaki
2 X 5 tl. telapak kaki
2 X 14 ruas tl. Jari kaki (tiap jari 3
ruas kecuali ibu jari 2 ruas)
III. Tulang Aggota
Tl. Lengan
2 tl. Lengan atas
2 tl. hasta
2 tl. pengumpil
2 X 8 tl. pergelangan tangan
2 X 5 tl. tapak tangan
2 X 14 ruas tl. jari tangan (tiap jari 3
ruas kecuali ibu jari)
2 tl. belikat
2 tl. selangka
4 ruas tl. dada
7 pasang tl. rusuk sejati (no.1-7)
3 pasang tl. rusuk palsu (no.8-10)
2 pasang tl. rusuk melayang (no.11-12)
Tl. dada
Tl. rusuk
II. rangka badan
Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi 3 macam:
Tulang pendek
• Bentuknya bulat
dan pendek,
disebut juga ruas
tulang.
• Di dalamnya berisi
sumsum merah.
• Sumsum merah
berfungsi sebagai
tempat
pembuatan sel
darah merah dan
sel darah putih.
Tulang Pipa/ Tulang
Panjang
• Bentuknya seperti
pipa, yaitu bulat,
memanjang, dan
bagian tengahnya
berlubang.
• Contohnya tulang
lengan, tulang
paha, ruas-ruas
tulang jari.
• Dibagian dalam
ujung tulang pipa
berisi sumsum
merah yang
berperan tempat
pembentukan sel
darah merah
Tulang Pipih
• Bentuknya
memipih, di
dalamnya berisi
sumsum merah.
• Sumsum merah
berfungsi sebagai
tempat
pembuatan sel-sel
darah merah dan
darah putih.
• Contohnya: tulang
rusuk, tulang
dada, tulang
belikat, tulang
panggul dan
tulang dahi.
Berdasar zat penyusunnya, tulang dibeda-kan menjadi 2
macam:
1. Tulang Keras
• Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)
• Osteoblas menghasilkan sel-sel tulang keras yang disebut osteosit
• Osteoblas juga menskresikan zat-zat interseluler yang tersusun dari serabut
kolagen yang akan membentuk matriks tempat garam-garam kalsium ditumpuk
• Zat kapur itu dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat
(Ca(PO4)2.
• Osteoklas adalah sel berinti banyak dan berukuran besar yang bersifat mengikis
tulang
• Osteoklas melubangi tulang, yang kemudian dimasuki oleh kapiler darah dan
osteoblas baru sehingga terbentuk matriks
• Matriks ini terletak dalam lingkaran dan membentuk sistem Havers
2. Tulang Rawan
• Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan
yang disebut kondrosit, yang menghasilkan
matriks berupa kondrin
• Tulang rawan tidak memiliki serabut saraf dan
pembuluh darah
• Tulang rawan menerima nutrisi dari pembuluh
darah yang ada pada membran jaringan ikat
disekitarnya dengan cara difusi
• Kondrosit memiliki ruangan yang disebut lakuna
Hubungan Antartulang (sendi/artikulasi)
• Sendi adalah hubungan antar tulang satu dengan
lainnya.
• Berdasarkan sifat geraknya, sendi dapat dibedakan
menjadi 3 yaitu:
1. Sinartrosis
• Sinartrosis adalah hubungan antara kedua ujung tulang
yang direkatkan oleh suatu jaringan ikat, yang kemudian
mengalami osifikasi (penulangan), sehingga tidak
memungkinkan adanya gerakan.
• Misalnya hubungan antar tulang penyusun tengkorak.
• Ada dua jenis sinartrosis yaitu sinkondrosis dan sutura
• Sinkondrosis adalah hubungan
antartulang yang dihubungkan oleh
kartilago hialin
• Sutura adalah hubungan antartulang
yang dihubungkan oleh jaringan ikat
serabut padat
2. Amfiartrosis
• Amfiartrosis adalah bentuk hubungan
antara kedua ujung tulang yang
dihubungkan oleh jaringan kartilago
(tulang rawan), sehingga
memungkinkan tetap adanya sedikit
gerakan
• Amfiartrosis dibagi menjadi dua yaitu
sindesmosis dan simfisis
• Sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat
erabut dan ligamen. Misalnya sendi antara tulang
betis dan tulang kering.
• Simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago (tulang
rawan) serabut yang pipih seperti cakram. Contoh:
hubungan antarruas tulang belakang
3. Diartrosis/ Persendian
• Diartrosis adalah hubungan antara tulang yang
tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga
memungkinkan terjadinya gerakan secara lebih
bebas.
• Ligamen, merupakan suatu
jaringan yang berfungsi seperti
karet gelang yang kuat guna
mengikat kedua ujung tulang
• Kapsul, merupakan lapisan
serabut yang menyelubungi sendi
dan membentuk suatu rongga
sendi
• Membran sinovial, merupakan
selaput yang membatasi
permukaan kapsul dan dapat
menskresikan cairan sinovial.
Cairan sinovial berfungsi sebagai
cairan pelumas bagi ujung-ujung
tulang
Hubungan antartulang yang bersifat diartrosis
v
Kelainan Bentuk Rangka Tubuh Manusia
• Kelainan sejak lahir artinya kelainan rangka dialami
sejak di dalam kandungan. Penyebabnya karena si
ibu kurang mengkonsumsi makanan bervitamin D
dan zat kapur, serta karena faktor keturunan
(genetik). Bentuk kelainan itu misalnya ketika
dilahirkan anak tersebut kakinya berbentuk X atau
O.
• Kekurangan makanan yang mengandung vitamin
D, zat kapur, dan zat fosfor dapat mengganggu
proses penulangan.
• Posisi duduk yang salah dapat mempengaruhi
pertumbuhan tulang. Misalnya posisi duduk yang selalu
membengkok ke kiri/kanan/depan/belakang
menyebabkan tulang punggung membengkok
mengikuti arah duduk.
• Macam-macam kelainan posisi duduk yaitu:
a.lordosis, tulang belakang melengkung ke depan,
b.kifosis, tulang belakang melengkung ke belakang,
c.skoliosis, tulang belakang melengkung ke samping.
• Penyakit polio pada anak-anak disebabkan oleh virus
polio. Polio menyebabkan tulang mengecil dan
abnormal.
• Layuh semu disebabkan oleh rusaknya cakra epifise
yaitu daerah pertumbuhan (tempat memanjang) pada
tulang pipa.
• Artritis eksudatif, yaitu rasa nyeri pada tulang sewaktu
digerakkan akibat peradangan pada selaput sendi.
• Artritis sika, yaitu rasa nyeri pada tulang sewaktu
digerakkan akibat kekurangan minyak sinovial
(pelumas sendi).
• Rasa sakit pada sendi lutut dan pangkal paha berupa
infeksi yang menghasilkan nanah, akibat penyakit
kelamin gonorea dan siphilis.
• Kanker tulang adalah pertumbuhan jaringan secara
abnormal pada tulang.
• Ada dua jenis kanker tulang, yaitu kanker tulang
primer dan sekunder. Kanker tulang primer berasal
dari sel tulang. Kanker tulang sekunder berasal dari
sel sumber lain bukan dari sel tulang.
• Nekrosis yaitu matinya sel-sel tulang. Di bagian luar
tulang terdapat selaput tulang (periosteum) yang
berfungsi untuk mensuplai makanan dan
menyambungkan tulang yang patah atau retak. Jika
periosteum rusak, maka suplai makanan terhenti
dan sel-sel tulang akan mati.
• Kelainan tulang juga dapat disebabkan oleh
kecelakaan. Misalnya:
1. Patah tulang (fraktura),
2. ujung tulang yang lepas dari sendi,
3. retak tulang dan remuk tulang.
• Patah tulang ada dua macam yaitu patah
tulang terbuka (tulang mencuat keluar) dan
patah tulang tertutup (tulang tidak mencuat
keluar).
UJI KOMPETENSI
Jawablah pertanyaan
berikut berdasarkan
artikel disamping :
1. Pernahkah kalian
mengalami flu
tulang, kalau pernah,
ceritakan apa yang
kalian rasakan saat
itu ?
2. Apakah flu tulang
berbahaya, jelaskan!
3. Bagimana caranya
mencegah agar kita
tidak terkena flu
tulang?

Sistem Rangka.pptx

  • 1.
    Disusun oleh CORRY SEPVIABR.PASARIBU 8176174006 UNIMED PASCASARJANA 2018
  • 2.
    Kompetensi Inti 3(Pengetahuan) Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata Kompetensi Dasar 3 Menganalisis sistem ekskresi pada manusia dan memahami gangguan pada sistem ekskresi serta upaya menjaga kesehatan sistem ekskresi Indikator Mendeskripsikan fungsi rangka Mengidentifikasi jenis-jenis tulang pada tubuh manusia Mengetahui jenis-jenis sendi Menjelaskan penyakit pada sistem rangka
  • 3.
    • Fungsi rangkatubuh manusia antara lain: 1. untuk menegakkan badan, misalnya tulang belakang. 2. untuk memberi bentuk badan misalnya tulang- tulang tengkorak memberi bentuk wajah. 3. untuk melindungi organ tubuh dalam yang penting, misalnya tengkorak melindungi otak, dan tulang rusuk melindungi jantung. 4. sebagai tempat melekatnya otot. 5. sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih, khususnya di dalam sumsum tulang. 6. sebagai alat gerak pasif.
  • 4.
    1 tl. dahi 2tl. ubun-ubun 1 tl kepala belakang 2 tl. baji 2 tl. pelipis 2 tl. tapis 2 tl. rahang atas 2 tl. rahang bawah 2 tl. pipi 2 tl. Langit-langit 2 tl. hidung 2 tl. Air mata 1 tl. pangkal lidah Bg Kepala Rangka Ruas Tl. Belakang 7 ruas tl. leher 12 ruas tl. punggung 5 ruas tl. pinggang 5 ruas tl.kelangkang 4 ruas tl. ekor Bg. Muka I. Tengkorak Tl Gelang Bahu Tl. Panggul 2 tl. usus 2 tl. duduk 2 tl. kemaluan Tl. Tungaki 2 tl. paha 2 tl. tempurung lutut 2 tl. kering 2 tl. betis 2 X 7 tl. pergelangan kaki 2 X 5 tl. telapak kaki 2 X 14 ruas tl. Jari kaki (tiap jari 3 ruas kecuali ibu jari 2 ruas) III. Tulang Aggota Tl. Lengan 2 tl. Lengan atas 2 tl. hasta 2 tl. pengumpil 2 X 8 tl. pergelangan tangan 2 X 5 tl. tapak tangan 2 X 14 ruas tl. jari tangan (tiap jari 3 ruas kecuali ibu jari) 2 tl. belikat 2 tl. selangka 4 ruas tl. dada 7 pasang tl. rusuk sejati (no.1-7) 3 pasang tl. rusuk palsu (no.8-10) 2 pasang tl. rusuk melayang (no.11-12) Tl. dada Tl. rusuk II. rangka badan
  • 6.
    Bentuk Tulang Berdasarkan bentuknya,tulang dapat dibedakan menjadi 3 macam: Tulang pendek • Bentuknya bulat dan pendek, disebut juga ruas tulang. • Di dalamnya berisi sumsum merah. • Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih. Tulang Pipa/ Tulang Panjang • Bentuknya seperti pipa, yaitu bulat, memanjang, dan bagian tengahnya berlubang. • Contohnya tulang lengan, tulang paha, ruas-ruas tulang jari. • Dibagian dalam ujung tulang pipa berisi sumsum merah yang berperan tempat pembentukan sel darah merah Tulang Pipih • Bentuknya memipih, di dalamnya berisi sumsum merah. • Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan darah putih. • Contohnya: tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul dan tulang dahi.
  • 7.
    Berdasar zat penyusunnya,tulang dibeda-kan menjadi 2 macam: 1. Tulang Keras • Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas) • Osteoblas menghasilkan sel-sel tulang keras yang disebut osteosit • Osteoblas juga menskresikan zat-zat interseluler yang tersusun dari serabut kolagen yang akan membentuk matriks tempat garam-garam kalsium ditumpuk • Zat kapur itu dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat (Ca(PO4)2. • Osteoklas adalah sel berinti banyak dan berukuran besar yang bersifat mengikis tulang • Osteoklas melubangi tulang, yang kemudian dimasuki oleh kapiler darah dan osteoblas baru sehingga terbentuk matriks • Matriks ini terletak dalam lingkaran dan membentuk sistem Havers
  • 8.
    2. Tulang Rawan •Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit, yang menghasilkan matriks berupa kondrin • Tulang rawan tidak memiliki serabut saraf dan pembuluh darah • Tulang rawan menerima nutrisi dari pembuluh darah yang ada pada membran jaringan ikat disekitarnya dengan cara difusi • Kondrosit memiliki ruangan yang disebut lakuna
  • 9.
    Hubungan Antartulang (sendi/artikulasi) •Sendi adalah hubungan antar tulang satu dengan lainnya. • Berdasarkan sifat geraknya, sendi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: 1. Sinartrosis • Sinartrosis adalah hubungan antara kedua ujung tulang yang direkatkan oleh suatu jaringan ikat, yang kemudian mengalami osifikasi (penulangan), sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan. • Misalnya hubungan antar tulang penyusun tengkorak. • Ada dua jenis sinartrosis yaitu sinkondrosis dan sutura
  • 10.
    • Sinkondrosis adalahhubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin • Sutura adalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut padat 2. Amfiartrosis • Amfiartrosis adalah bentuk hubungan antara kedua ujung tulang yang dihubungkan oleh jaringan kartilago (tulang rawan), sehingga memungkinkan tetap adanya sedikit gerakan • Amfiartrosis dibagi menjadi dua yaitu sindesmosis dan simfisis
  • 11.
    • Sindesmosis, sendidihubungkan oleh jaringan ikat erabut dan ligamen. Misalnya sendi antara tulang betis dan tulang kering. • Simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago (tulang rawan) serabut yang pipih seperti cakram. Contoh: hubungan antarruas tulang belakang 3. Diartrosis/ Persendian • Diartrosis adalah hubungan antara tulang yang tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan secara lebih bebas.
  • 12.
    • Ligamen, merupakansuatu jaringan yang berfungsi seperti karet gelang yang kuat guna mengikat kedua ujung tulang • Kapsul, merupakan lapisan serabut yang menyelubungi sendi dan membentuk suatu rongga sendi • Membran sinovial, merupakan selaput yang membatasi permukaan kapsul dan dapat menskresikan cairan sinovial. Cairan sinovial berfungsi sebagai cairan pelumas bagi ujung-ujung tulang
  • 13.
    Hubungan antartulang yangbersifat diartrosis v
  • 14.
    Kelainan Bentuk RangkaTubuh Manusia • Kelainan sejak lahir artinya kelainan rangka dialami sejak di dalam kandungan. Penyebabnya karena si ibu kurang mengkonsumsi makanan bervitamin D dan zat kapur, serta karena faktor keturunan (genetik). Bentuk kelainan itu misalnya ketika dilahirkan anak tersebut kakinya berbentuk X atau O. • Kekurangan makanan yang mengandung vitamin D, zat kapur, dan zat fosfor dapat mengganggu proses penulangan.
  • 15.
    • Posisi dudukyang salah dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang. Misalnya posisi duduk yang selalu membengkok ke kiri/kanan/depan/belakang menyebabkan tulang punggung membengkok mengikuti arah duduk. • Macam-macam kelainan posisi duduk yaitu: a.lordosis, tulang belakang melengkung ke depan, b.kifosis, tulang belakang melengkung ke belakang, c.skoliosis, tulang belakang melengkung ke samping.
  • 16.
    • Penyakit poliopada anak-anak disebabkan oleh virus polio. Polio menyebabkan tulang mengecil dan abnormal. • Layuh semu disebabkan oleh rusaknya cakra epifise yaitu daerah pertumbuhan (tempat memanjang) pada tulang pipa. • Artritis eksudatif, yaitu rasa nyeri pada tulang sewaktu digerakkan akibat peradangan pada selaput sendi. • Artritis sika, yaitu rasa nyeri pada tulang sewaktu digerakkan akibat kekurangan minyak sinovial (pelumas sendi). • Rasa sakit pada sendi lutut dan pangkal paha berupa infeksi yang menghasilkan nanah, akibat penyakit kelamin gonorea dan siphilis.
  • 17.
    • Kanker tulangadalah pertumbuhan jaringan secara abnormal pada tulang. • Ada dua jenis kanker tulang, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Kanker tulang primer berasal dari sel tulang. Kanker tulang sekunder berasal dari sel sumber lain bukan dari sel tulang. • Nekrosis yaitu matinya sel-sel tulang. Di bagian luar tulang terdapat selaput tulang (periosteum) yang berfungsi untuk mensuplai makanan dan menyambungkan tulang yang patah atau retak. Jika periosteum rusak, maka suplai makanan terhenti dan sel-sel tulang akan mati.
  • 18.
    • Kelainan tulangjuga dapat disebabkan oleh kecelakaan. Misalnya: 1. Patah tulang (fraktura), 2. ujung tulang yang lepas dari sendi, 3. retak tulang dan remuk tulang. • Patah tulang ada dua macam yaitu patah tulang terbuka (tulang mencuat keluar) dan patah tulang tertutup (tulang tidak mencuat keluar).
  • 19.
    UJI KOMPETENSI Jawablah pertanyaan berikutberdasarkan artikel disamping : 1. Pernahkah kalian mengalami flu tulang, kalau pernah, ceritakan apa yang kalian rasakan saat itu ? 2. Apakah flu tulang berbahaya, jelaskan! 3. Bagimana caranya mencegah agar kita tidak terkena flu tulang?