Sistem Penjaminan Mutu
Pendidikan Tinggi
Sistem Penjaminan Mutu Internal
UU RI Nomor 12/2012
Pasal 51:
(1) Pendidikan Tinggi yang Bermutu merupakan Pendidikan Tinggi yang menghasilkan
lulusan yang mampu secara aktif mengembangkan potensinya dan menghasilkan Ilmu
Pengetahuan dan/atau Teknologi yang berguna bagi masyrakat, bangsa, dan negara.
(2) Pemerintah menyelenggarakan sistem penjaminan mutu Pendidikan Tinggi untuk
mendapatkan Pendidikan bermutu
Pasal 52 :
(1) Penjaminan mutu Pendidikan Tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan
mutu Pendidikan Tinggi secara berencana dan berkelanjutan
(2) Penjaminan mutu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui penetapan,
pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar Pendidikan Tinggi
Sistem Penjaminan Mutu Internal
UU RI Nomor 12/2012
Pasal 53 :
Sistem penjaminan mutu Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat
(2) terdiri atas:
a. Sistem penjaminan mutu internal yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi; dan
b. Sistem penjaminan mutu eksternal yang dilakukan melalui akreditasi
Pasal 52 ayat (4) :
Sistem penjaminan mutu Pendidikan Tinggi didasarkan pada Pangkalan Data Pendidikan
Tinggi
Gambaran Umum SPM Dikti
Standar Pendidikan Tinggi
(Standar Dikti)
SPM DIKTI
P
P
E
P
P
SPMI
E
P
P
SPME → Akreditasi
Pangkalan Data Pendidikan Tinggi
(PD Dikti)
Penetapan Standar Dikti
Pelaksanaan Standar Dikti
Evaluasi (Pelaksanaan) Standar Dikti;
Pengendalian (Pelaksanaan) Standar Dikti;
Peningkatan Standar Dikti
Evaluasi Data dan Informasi;
Penetapan Status Akreditasi dan Peringkat Terakreditasi;
Pemantauan dan Evaluasi Status Akreditasi dan
Peringkat Terakreditasi
Budaya mutu
Pola Pikir
Pola Sikap
Pola Perilaku
Berdasarkan
Standar Dikti
SISTEM PENJAMINAN MUTU
PENDIDIKAN TINGGI
Menjamin dan Meningkatkan
Mutu secara berkelanjutan
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Pentingnya
Implementasi SPMI!!!
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Contoh: Matriks Penilaian Akreditasi Perguruan Tinggi (Lampiran-6d-PerBAN-PT-3-
2019-Matriks-Penilaian-IAPT-3_0-PTA-PTS)
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Sebagai Syarat Perlu Terakreditasi dan Syarat Perlu
Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Contoh : Matriks Penilaian Akreditasi Program Sarjana (Lampiran-6a-PerBAN-PT-5-
2019-tentang-IAPS-Matriks-Penilaian Program-Sarjana)
N
o
Elemen Indikator 4 3 2 1
12 C.2.7.
Penjami
nan
Mutu
Keterlaksanaan Sistem Penjaminan
Mutu Internal (akademik dan
nonakademik) yang dibuktikan
dengan keberadaan 5 aspek:
1) dokumen legal pembentukan
unsur pelaksana penjaminan
mutu.
2) Ketersediaan dokumen mutu:
3) kebijakan SPMI, manual SPMI,
standar SPMI, dan formulir
SPMI.
4) terlaksananya siklus penjaminan
mutu (siklus PPEPP)
5) bukti sahih efektivitas
pelaksanaan penjaminan mutu.
6) memiliki external benchmarking
dalam peningkatan mutu
UPPS telah
melaksana
kan
SPMI yang
memenuhi
5
aspek
UPPS
telah
melaksana
kan
SPMI
yang
memenuhi
aspek
nomor 1
sampai
dengan 4
UPPS telah
melaksanakan
SPMI yang
memenuhi
aspek nomor 1
sampai
dengan 3.
UPPS telah
melaksanakan
SPMI yang
memenuhi
aspek nomor 1 dan
2,
serta siklus
kegiatan SPMI
baru dilaksanakan
pada
tahapan penetapan
standar dan
pelaksanaan
standar pendidikan
tinggi.
UPPS telah
memiliki
dokumen legal
pembentukan
unsur
pelaksana
penjaminan
mutu tanpa
pelaksanaan
SPMI
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Sebagai Syarat Perlu Terakreditasi Program Studi BAN-PT
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Syarat Perlu Peringkat Akreditasi LAMEMBA
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Matriks Penilaian Akreditasi Program Sarjana LAMDIK
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Apa yang dimaksud
dengan SPMI??
Sistem Penjaminan Mutu Internal
SPMI adalah rangkaian unsur dan proses yang saling berkaitan dan
tersusun secara teratur dalam rangka menjamin dan meningkatkan
mutu pendidikan tinggi di perguruan tinggi secara otonom
SPME adalah rangkaian unsur dan proses yang saling berkaitan dan
tersusun secara teratur dalam rangka menjamin dan meningkatkan
mutu pendidikan tinggi melalui Akreditasi
Mutu Pendidikan Tinggi adalah tingkat kesesuaian antara
penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan Standar Pendidikan
Tinggi yang terdiri atas Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan
Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Perguruan
Tinggi
Permendikbudristek Nomor 53/2023 tentang Penjaminan Mutu
Pendidikan Tinggi
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Tujuan dan Fungsi SPM Dikti
Tujuan:
Menjamin pemenuhan Standar Pendidikan Tinggi (Standar Dikti) secara sistemik dan
berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu.
Fungsi:
Mengendalikan penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi untuk mewujudkan
pendidikan tinggi yang bermutu
Budaya mutu
Pola Pikir
Pola Sikap
Pola Perilaku
Berdasarkan
Standar Dikti
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Tujuan dan Sifat Pengembangan SPMI
Tujuan Pengembangan SPMI:
Menciptakan sistem pengendalian penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi
secara mandiri karena perguruan tinggi memiliki otonomi dalam penyelenggaraan pendidikan
tinggi
Sifat Pengembangan SPMI:
➢ Internally driven;
➢ Pemerintah memberikan inspirasi kepada perguruan tinggi tentang:
• Tujuan SPMI;
• Prinsip SPMI;
• Manajemen SPMI (PPEPP);
• Dokumen SPMI; dan
• Praktik Baik SPMI.
Aras Implementasi SPMI
Permendikbudristek
53/2023 Pasal 69
Ayat 1 (b)
Model Organisasi
SPMI:
Mengintegrasikan
implementasi SPMI
pada manajemen
perguruan tinggi
Manajemen SPMI
P
P
E
P
P
Dalam rangka menjamin mutu yang
berencana dan berkelanjutan, dilakukan
tahapan dalam SPMI:
Penetapan Standar Dikti;
Pelaksanaan Standar Dikti;
Evaluasi (Pelaksanaan) Standar Dikti;
Pengendalian (Pelaksanaan) Standar
Dikti;
Peningkatan Standar Dikti
Standar
Dikti
Dokumen SPMI
➢ Kebijakan SPMI : Garis besar tentang bagaimana perguruan tinggi memahami,
merancang, dan mengimplementasikan SPMI dalam penyelenggaraan pendidikan
tinggi, sehingga terwujud budaya mutu pada perguruan tinggi tersebut.
➢ Manual SPMI : petunjuk teknis tentang cara, langkah, atau prosedur PPEPP Standar
Dikti secara berkelanjutan oleh pihak yang bertanggungjawab dalam implementasi
SPMI di perguruan tinggi, baik pada tingkat unit pengelola program studi maupun
pada tingkat perguruan tinggi.
➢ Standar SPMI : berbagai kriteria, ukuran, patokan, atau spesifikasi dari setiap
kegiatan penyelenggaraan pendidikan tinggi suatu Perguruan Tinggi untuk
mewujudkan visi dan misinya, sehingga terwujud budaya mutu di perguruan tinggi
tersebut.
➢ Formulir SPMI : Kumpulan formulir yang digunakan dalam mengimplementasikan
Standar dalam SPMI (Standar Dikti), dan berfungsi untuk mencatat/merekam hal
atau informasi atau kegiatan tertentu ketika Standar dalam SPMI (Standar Dikti)
diimplementasikan

SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI.pdf

  • 1.
  • 2.
    Sistem Penjaminan MutuInternal UU RI Nomor 12/2012 Pasal 51: (1) Pendidikan Tinggi yang Bermutu merupakan Pendidikan Tinggi yang menghasilkan lulusan yang mampu secara aktif mengembangkan potensinya dan menghasilkan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang berguna bagi masyrakat, bangsa, dan negara. (2) Pemerintah menyelenggarakan sistem penjaminan mutu Pendidikan Tinggi untuk mendapatkan Pendidikan bermutu Pasal 52 : (1) Penjaminan mutu Pendidikan Tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi secara berencana dan berkelanjutan (2) Penjaminan mutu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar Pendidikan Tinggi
  • 3.
    Sistem Penjaminan MutuInternal UU RI Nomor 12/2012 Pasal 53 : Sistem penjaminan mutu Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2) terdiri atas: a. Sistem penjaminan mutu internal yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi; dan b. Sistem penjaminan mutu eksternal yang dilakukan melalui akreditasi Pasal 52 ayat (4) : Sistem penjaminan mutu Pendidikan Tinggi didasarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi
  • 4.
    Gambaran Umum SPMDikti Standar Pendidikan Tinggi (Standar Dikti) SPM DIKTI P P E P P SPMI E P P SPME → Akreditasi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) Penetapan Standar Dikti Pelaksanaan Standar Dikti Evaluasi (Pelaksanaan) Standar Dikti; Pengendalian (Pelaksanaan) Standar Dikti; Peningkatan Standar Dikti Evaluasi Data dan Informasi; Penetapan Status Akreditasi dan Peringkat Terakreditasi; Pemantauan dan Evaluasi Status Akreditasi dan Peringkat Terakreditasi Budaya mutu Pola Pikir Pola Sikap Pola Perilaku Berdasarkan Standar Dikti SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI Menjamin dan Meningkatkan Mutu secara berkelanjutan
  • 5.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Pentingnya Implementasi SPMI!!!
  • 6.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Contoh: Matriks Penilaian Akreditasi Perguruan Tinggi (Lampiran-6d-PerBAN-PT-3- 2019-Matriks-Penilaian-IAPT-3_0-PTA-PTS)
  • 7.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Sebagai Syarat Perlu Terakreditasi dan Syarat Perlu Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi
  • 8.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Contoh : Matriks Penilaian Akreditasi Program Sarjana (Lampiran-6a-PerBAN-PT-5- 2019-tentang-IAPS-Matriks-Penilaian Program-Sarjana) N o Elemen Indikator 4 3 2 1 12 C.2.7. Penjami nan Mutu Keterlaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (akademik dan nonakademik) yang dibuktikan dengan keberadaan 5 aspek: 1) dokumen legal pembentukan unsur pelaksana penjaminan mutu. 2) Ketersediaan dokumen mutu: 3) kebijakan SPMI, manual SPMI, standar SPMI, dan formulir SPMI. 4) terlaksananya siklus penjaminan mutu (siklus PPEPP) 5) bukti sahih efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu. 6) memiliki external benchmarking dalam peningkatan mutu UPPS telah melaksana kan SPMI yang memenuhi 5 aspek UPPS telah melaksana kan SPMI yang memenuhi aspek nomor 1 sampai dengan 4 UPPS telah melaksanakan SPMI yang memenuhi aspek nomor 1 sampai dengan 3. UPPS telah melaksanakan SPMI yang memenuhi aspek nomor 1 dan 2, serta siklus kegiatan SPMI baru dilaksanakan pada tahapan penetapan standar dan pelaksanaan standar pendidikan tinggi. UPPS telah memiliki dokumen legal pembentukan unsur pelaksana penjaminan mutu tanpa pelaksanaan SPMI
  • 9.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Sebagai Syarat Perlu Terakreditasi Program Studi BAN-PT
  • 10.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Syarat Perlu Peringkat Akreditasi LAMEMBA
  • 11.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Matriks Penilaian Akreditasi Program Sarjana LAMDIK
  • 12.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Apa yang dimaksud dengan SPMI??
  • 13.
    Sistem Penjaminan MutuInternal SPMI adalah rangkaian unsur dan proses yang saling berkaitan dan tersusun secara teratur dalam rangka menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi di perguruan tinggi secara otonom SPME adalah rangkaian unsur dan proses yang saling berkaitan dan tersusun secara teratur dalam rangka menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui Akreditasi Mutu Pendidikan Tinggi adalah tingkat kesesuaian antara penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan Standar Pendidikan Tinggi yang terdiri atas Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi Permendikbudristek Nomor 53/2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi
  • 14.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Tujuan dan Fungsi SPM Dikti Tujuan: Menjamin pemenuhan Standar Pendidikan Tinggi (Standar Dikti) secara sistemik dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu. Fungsi: Mengendalikan penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu Budaya mutu Pola Pikir Pola Sikap Pola Perilaku Berdasarkan Standar Dikti
  • 15.
    Sistem Penjaminan MutuInternal Tujuan dan Sifat Pengembangan SPMI Tujuan Pengembangan SPMI: Menciptakan sistem pengendalian penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara mandiri karena perguruan tinggi memiliki otonomi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Sifat Pengembangan SPMI: ➢ Internally driven; ➢ Pemerintah memberikan inspirasi kepada perguruan tinggi tentang: • Tujuan SPMI; • Prinsip SPMI; • Manajemen SPMI (PPEPP); • Dokumen SPMI; dan • Praktik Baik SPMI.
  • 16.
    Aras Implementasi SPMI Permendikbudristek 53/2023Pasal 69 Ayat 1 (b) Model Organisasi SPMI: Mengintegrasikan implementasi SPMI pada manajemen perguruan tinggi
  • 17.
    Manajemen SPMI P P E P P Dalam rangkamenjamin mutu yang berencana dan berkelanjutan, dilakukan tahapan dalam SPMI: Penetapan Standar Dikti; Pelaksanaan Standar Dikti; Evaluasi (Pelaksanaan) Standar Dikti; Pengendalian (Pelaksanaan) Standar Dikti; Peningkatan Standar Dikti Standar Dikti
  • 18.
    Dokumen SPMI ➢ KebijakanSPMI : Garis besar tentang bagaimana perguruan tinggi memahami, merancang, dan mengimplementasikan SPMI dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, sehingga terwujud budaya mutu pada perguruan tinggi tersebut. ➢ Manual SPMI : petunjuk teknis tentang cara, langkah, atau prosedur PPEPP Standar Dikti secara berkelanjutan oleh pihak yang bertanggungjawab dalam implementasi SPMI di perguruan tinggi, baik pada tingkat unit pengelola program studi maupun pada tingkat perguruan tinggi. ➢ Standar SPMI : berbagai kriteria, ukuran, patokan, atau spesifikasi dari setiap kegiatan penyelenggaraan pendidikan tinggi suatu Perguruan Tinggi untuk mewujudkan visi dan misinya, sehingga terwujud budaya mutu di perguruan tinggi tersebut. ➢ Formulir SPMI : Kumpulan formulir yang digunakan dalam mengimplementasikan Standar dalam SPMI (Standar Dikti), dan berfungsi untuk mencatat/merekam hal atau informasi atau kegiatan tertentu ketika Standar dalam SPMI (Standar Dikti) diimplementasikan