KELOMPOK 6
Sistem Ekskresi
Adinda Putri Salsabila
Daniella Godiva Sinaga
Febriyana Hanifah
Muhammad Rifa Dzuhurianto
Nasyila Varaby
Surya Maulana B.A.S
S
I
S
T
E
M
E
K
S
K
R
E
S
I
Eksresi adalah proses pengeluaran zat-zat yang
sudah tidak dibutuhkan lagi olehbtubuh, yaitu
berupa limbah metabolisme serta zat sisa yang
tidak dapat disimpan oleh tubuh.
Sekresi adalah proses pengeluaran substansi
kimiawi (misalnya enzim dan hormon) oleh sel atau
kelenjar, yang memiliki kegunaan tertentu.
Defekasi (buang air besar) yaitu eliminasi feses
sebagai hasil akhir pemrosesan makanan di usus
besar
Istilah ekskresi berbeda dengan sekresi dan defekasi.
Paru-paru sebagai organ ekskresi adalah untuk
melakukan pembuangan zat sisa dari dalam tubuh
berupa gas.Paru-paru disebut sebagai organ ekskresi
karena paru-paru menghasilkan zat sisa metabolisme
tubuh berupa karbondioksida.
2. KULIT
2. KULIT
Baca Selanjutnya
Kulit merupakan lapisan jaringan pelindung
terluar yang terdapat di permukaan tubuh.
Kulit berfungsi sebagai organ ekskresi karena
mampu mengeluarkan zat-zat sisa berupa
kelenjar keringat. Selain sebagai organ
ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai alat
indera perasa dan peraba.
3 LAPISAN KULIT
3 LAPISAN KULIT
LAPISAN EPIDERMIS
(LAPISAN KULIT ARI)
LAPISAN DERMIS
(LAPISAN KULIT JANGAT)
JARINGAN IKAT BAWAH
KULIT
Lapisan tanduk merupakan sel-sel mati yang
mudah mengelupas, tidak mengandung pembuluh
darah dan serabut saraf, sehingga lapisan ini tidak
dapat mengeluarkan darah saat mengelupas.
Lapisan malphigi merupakan lapisan yang
terdapat di bawah lapisan tanduk, yang tersuun
dari sel-sel hidup dan memiliki kemampuan untuk
membelah diri. Lapisan malphigi terdapat pigmen
yang dapat menentukan warna kulit, dan
melindungi sel dari kerusakan akibat sinar
matahari.
Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar dan
sangat tipis. Epidermis terdiri dari lapisan tanduk dan
lapisan malphigi.
Dermis merupakan lapisan kulit yang terletak di bawah
lapisan epidermis. Lapisan dermis lebih tebal daripada
lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri dari beberapa
jaringan sebagai berikut:
01 02
Lapisan ini terletak di bawah dermis, di antara
lapisan jaringan ikat bawah kulit dengan
dermis dibatasi oleh sel lemak. Lemak ini
berfungsi untuk melindungi tubuh dari
benturan, sebagai sumber energi dan
penahan suhu tubuh.
03
MEKANISME PENGELUARAN
KERINGAT
Pembuluh darah melebar
Rambut turun
Kelenjar keringat aktif mengekskresikan
keringat.
1. Untuk melepaskan kelebihan panas tubuh /
dalam keadaan suhu panas, maka:
Pembuluh darah menyempit
Rambut tegak
Kelenjar keringat tidak aktif mengekskresikan
keringat.
2. Untuk mempertahankan panas tubuh agar tidak
keluar/ dalam keadaan suhu dingin, maka:
Mengapa
Mengapa
keringat
keringat
rasanya asin ?
rasanya asin ?
Hati merupakan kelenjar terbesar yang terletak di dalam rongga
perut sebelah kanan, tepatnya di atas lambung dan di bawah
diafragma. Hati berfungsi sebagai alat ekskresi karena membantu
fungi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat
racun (detoksifikasi) dan menghasilkan amonia, urea, serta asam
urat yang akan diekresikan ke dalam urine.
S T R U K T U R H A T I ✨
Hati terbagi menjadi dua lobus, masing masin globus
tersusun atas hepatosit (sel hati) untuk merombak
senyawa dan menetralkan racun.
Tersusun atas hepatosit yang menjalankan fungsi hati
dan sel kupffer berupa makrofag untuk perombakan sel
darah merah
Kantung empedu untuk mengumpulkan empedu yang
dihasilkan hati
1.
2.
3.
MEKANISME PEROMBAKAN ASAM AMINO
Saat tubuh kelebihan asam amino, asam amino dideaminasi
atau dihilangkan gugus aminanya sehingga dihasilkan asam
keto dan amonia atau NH3
Asam keto digunakan kembali pada proses
glukoneogenesis
Amonia bersifat beracun sehingga harus dikeluarkan dari
tubuh melalui siklus urea (siklus ornitin).
Tahapan perombakan asam amino:
1.
2.
3.
4. ginjal
4. ginjal
Ginjal merupakan organ utama
yang memproduksi urine. Ginjal
terdapat berpasangan, terletak di
sebelah perut, sebelah kanan dan kiri
dari tulang belakang, di bawah hati
dan limpa.
Baca Selanjutnya
Pengeluaran zat sisa organik (urea, asam urat, kreatinin,
amonia, penguraian hemoglobin dan hormon)
Pengeluaran zat racun, (obat - obatan, zat kimia asing, zat
aditif makanan, dan polutan)
Pengaturan keseimbangan konsentrasi ion-ion penting di
dalam tubuh (natrium, kalium, kalsium, magnesium,
sulfat, dan fosfat)
Pengaturan keseimbangan asam-basa melalui ekskresi ion
hidrogen (H+), bikarbonat (HCO3-), dan amonium (NH4+).
Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengeluaran
garam dan air serta menghasilkan enzim renin pemicu
pembentukan hormon angiotensin yang selanjutnya memicu
pelepasan hormon aldosteron.
Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sumsum
tulang dengan melepaskan hormon eritropoietin.
pengendalian konsentrasu nutrisi darah, seperti glukosa dan
asam amino
Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif.
a, Lobus ginjal
Bagian yang menyusun ginjal. Setiap lobus
terdiri atas satu piramida ginjal, kolumna yang
saling berdekatan, dan jaringan korteks yang
melapisinya.
b. Hilus (hilum)
Merupakan cekungan pada sisi medial yang
membentuk bukaan pada ginjal sebagai tempat
keluar masuknya pembuluh darah dan
keluarnya ureter.
c. Sinus ginjal
Rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus.
d. Parenkim ginjal
Menyelubungi sinus ginjal. Terbagi menjadi dua bagian yaitu korteks (bagian
luar) dan medula (bagian dalam).
Korteks tersusun dari nefron-nefron (unit struktural terkecil ginjal)
Nefron tersusun dari dua komponen, yaitu :
Komponen vaskuler (pembuluh)
Komponen tubuler (tabung)
1.
2.
Terdiri atas kapsul Bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung
Henle, tubulus kontortus distal, dan duktus kolektivus.
b. Pelvis ginjal (pelvis renalis)
Merupakan rongga perluasan ujung proksimal (bagian atas ureter). ujung ini
bercabang menjadi dua atau tiga kaliks manjor. Setiap kaliks manjor
bercabang menjadi 8-18 kaliks minor yang langsung menutupi papila ginjal.
Medula terdiri atas 15-16 masa triangular yang disebut piramida ginjal
yang tersusun dari sistem tubulus berukuran mikroskopis. sistem tubulus
pada medula meliputi lengkung henle desenden dan asenden, duktus
kolektivus, serta duktus papilaris bellini.
1). Filtrasi (penyaringan darah membentuk urin primer)
Tempat : glomerulus Hasil : URINE PRIMER
Bahan : darah dan air
Kandungan : H2O, glukosa, klorida, natrium, kalium, garam, mineral,
asam amino, asam urat, dan kreatini.
2). Reabsorpsi (penyerapan kembali),
Urin primer yang masih meloloskan zat penting akan diserap kembali
oleh kapiler peritubuler. Reabsorpsi terjadi pada t.k. proximal,
lengkung Henle, dan t.k. distal. Reabsorpsi dilakukan melalui dua
cara:
A. Reabsorpsi obligat, yaitu reabsorpsi yang mutlak terjadi, yaitu
reabsorpsi air (osmosis) dan glukosa, asam amino, vitamin dan
mineral (transpor aktif) pada t.k. proximal.
B. Reabsorpsi fakultatif, yaitu reabsorpsi yang terjadi sesuai
kebutuhan tertentu, yaitu reabsorpsi air di lengkung Henle, t.k.
distal dan tubulus kolektivus. Reabsorpsi urin primer menghasilkan
urin sekunder.
3). Augmentasi (penambahan)
Urin sekunder kemudian mengalami penambahan zat, seperti
urobilin, H+ , NH4 + dan urea. Penambahan zat-zat ini memberikan
warna dan bau pada urin. Augmentasi menghasilkan urin tersier
atau urin sesungguhnya.
PROSES PEMBENTUKAN URINE
PROSES PEMBENTUKAN URINE
Faktor Internal
1. Hormon ADH (antidiuretic hormone), dihasilkan oleh hipotalamus dalam otak
serta disimpan dan dibebaskan kelenjar pituitari yang terletak di bawah
hipotalamus. Jika jumlah urine sedikit atau pekat maka ADH akan meningkat
sebaliknya, Jika jumlah urine banyak atau encer maka ADH berkurang.
2. Hormon insulin dihasilkan oleh sel B pada pankreas. sulin berfungsi untuk
menurunkan kadar glukosa darah. Jika kekurangan insulin, kadar glukosa dalam
darah tinggi sehingga terdapat banyak glukosa dalam urine (kencing manis).
3. Sistem renin angiotensin aldosteron dihasilkan oleh aparatus juksta glomerulus
untuk merespon tekanan darah rendah, konsentrasi natrium rendah, dan kehilangan
air
FAKTOR - FAKTOR PEMBENTUKAN URINE
FAKTOR - FAKTOR PEMBENTUKAN URINE
FAKTOR - FAKTOR PEMBENTUKAN URINE
FAKTOR - FAKTOR PEMBENTUKAN URINE
Faktor EKSTERNAL
1. Suhu lingkungan. Jika suhu lingkungan panas, maka jumlah urine
menjadi sedikit. Jika suhu lingkungan dingin maka jumlah urine menjadi
banyak.
2. Jumlah air yang diminum. Jika banyak minum air, jumlah urine menjadi
banyak. Jika kurang minum air jumlah urine menjadi sedikit.
3. Alkohol, dapat menghambat pembebasan ADH sehingga menyebabkan
kandungan air dalam urine berkurang, tubuh akan mengalami dehidrasi,
dan rasa sakit
Ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan
dehidrasi karena banyak air yang akan terekskresi ke
dalam urine. Gejala yang dialami adalah: Diabetes melitus,
diabetes gestasional, diet tinggi gula.
Penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat
melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan
protein. Gejala yang dialami adalah: Pembengkakan di
wajah, perut, tangan, kaki, atau pergelangan kaki,
kencing berbusa atau berbuih, kram otot di malam hari.
Penyakit karena adanya pengendapan pada rongga
ginjal atau kandung kemih. Gejala penyakit batu ginjal
adalah: Terasa sakit ketika buang air kecil, nyeri pada
perut bagian bawah atau samping, pinggang, dan area
selangkangan, jumlah urine yang keluar sedikit atau
tidak keluar sama sekali.
Penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak
dan encer dan disertai dengan rasa haus. Gejalanya
adalah: Selalu merasa haus, warna urine pucat atau tidak
berwarna, ingin minum air dingin.
Diabetes melitus tipe 1 (dimulai pada saat usia remaja), ditandai oleh kurangnya sekresi insulin
akibat sel β pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga
diperlukan insulin eksogen (insulin produk farmasi yang disuntikkan) untuk bertahan hidup.
Diabetes melitus tipe 2 (dimulai pada saat usia dewasa), sekresi insulin mungkin normal atau
bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel insulin, sseperti sel otot rangka dan sel
hati.
Diabetes Melitus (Kencing Manis), dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
Gejala yang dialami adalah: Intensitas buang air kecil yang cukup sering, cepat merasa lapar, sering
merasa haus.
Kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai
akibat dari kelebihan produksi air seni. Gejalanya adalah
sering buang air kecil hingga belasan kali dalam satu hari.
Kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Gejalanya
adalah pembengkakan akibat retensi cairan, mual,
kelelahan, dan sesak napas.
Keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea
karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea
keluar dari tubuh. Gejalanya adalah kelelahan, mual,
hilang nafsu makan, rasa logam di mulut, dan
kebingungan mental.
Radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh
infeksi bakteri Streptococcus sp. yang dapat masuk
melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga
ke ginjal. Gejala utama nya adalah demam dan ruam.
Radang kulit yang hebat, terasa gatal, kulit dapat
melepuh atau bergelembung kecil (vesikel) yang
akhirnya pecah mengeuarkan cairan. Eksem
disebabkan oleh faktor keturunan, stres dan
emosi, atau kontak dengan senyawa alergenik
(misalnya, logam, zat pewarna, kosmetik, parfum,
debu, dan sabun.
Bercak-bercak kemerahan pada kulit, terkadang
berbentuk bundar dan jernih di bagian
tengahnya, kadas terjadi akibat infeksi jamur.
01 02
Gatal akibat infeksi tungau dan kutu air.
03 Infeksi jamur di sela-sela jari kaki.
04
Gangguan pigmentasi sehingga kulit kehilangan
melanin, tampak bercak-bercak putih yang bisa
melebar pada kulit.
Kulit yang meradang, pori-pori tersumbat,
terkadang menimbulkan kantung nanah. Jerawat
terjadi akibat infeksi bakteri perubahan
hormonal atau kotoran.
05 06
Gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensoris
perifer, dapat terjadi pada penderita kencing
manis, penyakit kelenjar tiroid dan hati.
07 Penyakit mata ikan yang disebabkan oleh virus
atau bakteri, dan gesekan secara terus-menerus
seperti pemakaian sepatu yang terlalu sempit.
08
GANGGUAN SISTEM
HATI
PENYAKIT HATI
(LIVER)
SIROSIS HATI
(CIRRHOSIS) HEMOKROMATOSIS
Paling sering disebabkan
oleh infeksi virus, amoeba
penyebab disentry, cacing,
plasmodium penyebab
malaria dab Toxoplasma sp.
Berubahnya sel-sel hati
menjadi jaringan ikat
fibrosa, sehingga kehilangan
fungsinya. Sirosis dapat
disebabkan oleh minuman
keras, serta hepatitis B dan
hepatitis C
Kelainan secara genetik yang
menyebabkan tubuh terlalu
banyak menyerap zat besi dari
makanan sehingga zat besi
banyak tersimpan di dalam
organ-organ tertentu, seperti
hati, jantung, dan pankreas.
Teknologi Sistem Ekskresi
Hemodialisis
(Cuci darah)
ESWL
(Extracorporeal Shock Wave
lithotripsy)
Transplantasi
Ginjal
Teknologi Sistem Ekskresi
Skin grafting
(cangkok kulit)
Teknik dari tes narkoba dimulai dari pengambilan
sampel atau spesimen. Spesimen urine adalah yang
paling sering digunakan karena metabolit zat lebih
banyak terdeteksi di urine dibandingkan sampel.
Namun konsentrasi metabolit zat di urine tidak
berkorelasi terhadap kadar zat dalam darah
Tes urine merupakan jenis tes yang
paling umum digunakan dalam
menentukan kehamilan. Tes ini dapat
mendeteksi adanya hormon hCG (human
chorionic gonadotropin) yang diproduksi
oleh plasenta.
01
02
https://youtu.be/QV1Y3dJK0r8
https://scholar.google.com/scholarhl=id&as_sdt=0%2C5&q=proses+pengolaha
n+urin+pada+tubuh+manusia&btnG=#d=gs_qabs&t=1677025533023&u=%23p
%3DxKkadiGhklUJ
https://scholar.google.com/scholarhl=id&as_sdt=0%2C5&q=penyakit+pada+or
gan+sistem+ekskresi&btnG=#d=gs_qabs&t=1677025276225&u=%23p%3DTw
4u-wJ3lHwJ
https://scholar.google.com/scholarhl=id&as_sdt=0%2C5&q=bagian+bagian+or
gan+hati+manusia&btnG=#d=gs_qabs&t=1677025158811&u=%23p%3Dl8D3Fd
4-jCYJ
KELOMPOK 6

SISTEM EKSKRESI KELOMPOK 6.pdf

  • 1.
    KELOMPOK 6 Sistem Ekskresi AdindaPutri Salsabila Daniella Godiva Sinaga Febriyana Hanifah Muhammad Rifa Dzuhurianto Nasyila Varaby Surya Maulana B.A.S
  • 2.
    S I S T E M E K S K R E S I Eksresi adalah prosespengeluaran zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan lagi olehbtubuh, yaitu berupa limbah metabolisme serta zat sisa yang tidak dapat disimpan oleh tubuh. Sekresi adalah proses pengeluaran substansi kimiawi (misalnya enzim dan hormon) oleh sel atau kelenjar, yang memiliki kegunaan tertentu. Defekasi (buang air besar) yaitu eliminasi feses sebagai hasil akhir pemrosesan makanan di usus besar Istilah ekskresi berbeda dengan sekresi dan defekasi.
  • 3.
    Paru-paru sebagai organekskresi adalah untuk melakukan pembuangan zat sisa dari dalam tubuh berupa gas.Paru-paru disebut sebagai organ ekskresi karena paru-paru menghasilkan zat sisa metabolisme tubuh berupa karbondioksida.
  • 4.
    2. KULIT 2. KULIT BacaSelanjutnya Kulit merupakan lapisan jaringan pelindung terluar yang terdapat di permukaan tubuh. Kulit berfungsi sebagai organ ekskresi karena mampu mengeluarkan zat-zat sisa berupa kelenjar keringat. Selain sebagai organ ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai alat indera perasa dan peraba.
  • 5.
    3 LAPISAN KULIT 3LAPISAN KULIT LAPISAN EPIDERMIS (LAPISAN KULIT ARI) LAPISAN DERMIS (LAPISAN KULIT JANGAT) JARINGAN IKAT BAWAH KULIT
  • 6.
    Lapisan tanduk merupakansel-sel mati yang mudah mengelupas, tidak mengandung pembuluh darah dan serabut saraf, sehingga lapisan ini tidak dapat mengeluarkan darah saat mengelupas. Lapisan malphigi merupakan lapisan yang terdapat di bawah lapisan tanduk, yang tersuun dari sel-sel hidup dan memiliki kemampuan untuk membelah diri. Lapisan malphigi terdapat pigmen yang dapat menentukan warna kulit, dan melindungi sel dari kerusakan akibat sinar matahari. Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar dan sangat tipis. Epidermis terdiri dari lapisan tanduk dan lapisan malphigi. Dermis merupakan lapisan kulit yang terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan dermis lebih tebal daripada lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri dari beberapa jaringan sebagai berikut: 01 02
  • 7.
    Lapisan ini terletakdi bawah dermis, di antara lapisan jaringan ikat bawah kulit dengan dermis dibatasi oleh sel lemak. Lemak ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari benturan, sebagai sumber energi dan penahan suhu tubuh. 03
  • 8.
    MEKANISME PENGELUARAN KERINGAT Pembuluh darahmelebar Rambut turun Kelenjar keringat aktif mengekskresikan keringat. 1. Untuk melepaskan kelebihan panas tubuh / dalam keadaan suhu panas, maka: Pembuluh darah menyempit Rambut tegak Kelenjar keringat tidak aktif mengekskresikan keringat. 2. Untuk mempertahankan panas tubuh agar tidak keluar/ dalam keadaan suhu dingin, maka:
  • 9.
  • 10.
    Hati merupakan kelenjarterbesar yang terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di atas lambung dan di bawah diafragma. Hati berfungsi sebagai alat ekskresi karena membantu fungi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun (detoksifikasi) dan menghasilkan amonia, urea, serta asam urat yang akan diekresikan ke dalam urine. S T R U K T U R H A T I ✨ Hati terbagi menjadi dua lobus, masing masin globus tersusun atas hepatosit (sel hati) untuk merombak senyawa dan menetralkan racun. Tersusun atas hepatosit yang menjalankan fungsi hati dan sel kupffer berupa makrofag untuk perombakan sel darah merah Kantung empedu untuk mengumpulkan empedu yang dihasilkan hati 1. 2. 3.
  • 11.
    MEKANISME PEROMBAKAN ASAMAMINO Saat tubuh kelebihan asam amino, asam amino dideaminasi atau dihilangkan gugus aminanya sehingga dihasilkan asam keto dan amonia atau NH3 Asam keto digunakan kembali pada proses glukoneogenesis Amonia bersifat beracun sehingga harus dikeluarkan dari tubuh melalui siklus urea (siklus ornitin). Tahapan perombakan asam amino: 1. 2. 3.
  • 13.
    4. ginjal 4. ginjal Ginjalmerupakan organ utama yang memproduksi urine. Ginjal terdapat berpasangan, terletak di sebelah perut, sebelah kanan dan kiri dari tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Baca Selanjutnya
  • 14.
    Pengeluaran zat sisaorganik (urea, asam urat, kreatinin, amonia, penguraian hemoglobin dan hormon) Pengeluaran zat racun, (obat - obatan, zat kimia asing, zat aditif makanan, dan polutan) Pengaturan keseimbangan konsentrasi ion-ion penting di dalam tubuh (natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat, dan fosfat)
  • 15.
    Pengaturan keseimbangan asam-basamelalui ekskresi ion hidrogen (H+), bikarbonat (HCO3-), dan amonium (NH4+). Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengeluaran garam dan air serta menghasilkan enzim renin pemicu pembentukan hormon angiotensin yang selanjutnya memicu pelepasan hormon aldosteron.
  • 16.
    Pengaturan produksi seldarah merah di dalam sumsum tulang dengan melepaskan hormon eritropoietin. pengendalian konsentrasu nutrisi darah, seperti glukosa dan asam amino Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif.
  • 17.
    a, Lobus ginjal Bagianyang menyusun ginjal. Setiap lobus terdiri atas satu piramida ginjal, kolumna yang saling berdekatan, dan jaringan korteks yang melapisinya. b. Hilus (hilum) Merupakan cekungan pada sisi medial yang membentuk bukaan pada ginjal sebagai tempat keluar masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter.
  • 18.
    c. Sinus ginjal Ronggayang berisi lemak yang membuka pada hilus. d. Parenkim ginjal Menyelubungi sinus ginjal. Terbagi menjadi dua bagian yaitu korteks (bagian luar) dan medula (bagian dalam). Korteks tersusun dari nefron-nefron (unit struktural terkecil ginjal) Nefron tersusun dari dua komponen, yaitu : Komponen vaskuler (pembuluh) Komponen tubuler (tabung) 1. 2. Terdiri atas kapsul Bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal, dan duktus kolektivus.
  • 19.
    b. Pelvis ginjal(pelvis renalis) Merupakan rongga perluasan ujung proksimal (bagian atas ureter). ujung ini bercabang menjadi dua atau tiga kaliks manjor. Setiap kaliks manjor bercabang menjadi 8-18 kaliks minor yang langsung menutupi papila ginjal. Medula terdiri atas 15-16 masa triangular yang disebut piramida ginjal yang tersusun dari sistem tubulus berukuran mikroskopis. sistem tubulus pada medula meliputi lengkung henle desenden dan asenden, duktus kolektivus, serta duktus papilaris bellini.
  • 20.
    1). Filtrasi (penyaringandarah membentuk urin primer) Tempat : glomerulus Hasil : URINE PRIMER Bahan : darah dan air Kandungan : H2O, glukosa, klorida, natrium, kalium, garam, mineral, asam amino, asam urat, dan kreatini. 2). Reabsorpsi (penyerapan kembali), Urin primer yang masih meloloskan zat penting akan diserap kembali oleh kapiler peritubuler. Reabsorpsi terjadi pada t.k. proximal, lengkung Henle, dan t.k. distal. Reabsorpsi dilakukan melalui dua cara: A. Reabsorpsi obligat, yaitu reabsorpsi yang mutlak terjadi, yaitu reabsorpsi air (osmosis) dan glukosa, asam amino, vitamin dan mineral (transpor aktif) pada t.k. proximal. B. Reabsorpsi fakultatif, yaitu reabsorpsi yang terjadi sesuai kebutuhan tertentu, yaitu reabsorpsi air di lengkung Henle, t.k. distal dan tubulus kolektivus. Reabsorpsi urin primer menghasilkan urin sekunder. 3). Augmentasi (penambahan) Urin sekunder kemudian mengalami penambahan zat, seperti urobilin, H+ , NH4 + dan urea. Penambahan zat-zat ini memberikan warna dan bau pada urin. Augmentasi menghasilkan urin tersier atau urin sesungguhnya.
  • 21.
  • 22.
    Faktor Internal 1. HormonADH (antidiuretic hormone), dihasilkan oleh hipotalamus dalam otak serta disimpan dan dibebaskan kelenjar pituitari yang terletak di bawah hipotalamus. Jika jumlah urine sedikit atau pekat maka ADH akan meningkat sebaliknya, Jika jumlah urine banyak atau encer maka ADH berkurang. 2. Hormon insulin dihasilkan oleh sel B pada pankreas. sulin berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah. Jika kekurangan insulin, kadar glukosa dalam darah tinggi sehingga terdapat banyak glukosa dalam urine (kencing manis). 3. Sistem renin angiotensin aldosteron dihasilkan oleh aparatus juksta glomerulus untuk merespon tekanan darah rendah, konsentrasi natrium rendah, dan kehilangan air FAKTOR - FAKTOR PEMBENTUKAN URINE FAKTOR - FAKTOR PEMBENTUKAN URINE
  • 23.
    FAKTOR - FAKTORPEMBENTUKAN URINE FAKTOR - FAKTOR PEMBENTUKAN URINE Faktor EKSTERNAL 1. Suhu lingkungan. Jika suhu lingkungan panas, maka jumlah urine menjadi sedikit. Jika suhu lingkungan dingin maka jumlah urine menjadi banyak. 2. Jumlah air yang diminum. Jika banyak minum air, jumlah urine menjadi banyak. Jika kurang minum air jumlah urine menjadi sedikit. 3. Alkohol, dapat menghambat pembebasan ADH sehingga menyebabkan kandungan air dalam urine berkurang, tubuh akan mengalami dehidrasi, dan rasa sakit
  • 24.
    Ekskresi glukosa kedalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak air yang akan terekskresi ke dalam urine. Gejala yang dialami adalah: Diabetes melitus, diabetes gestasional, diet tinggi gula. Penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Gejala yang dialami adalah: Pembengkakan di wajah, perut, tangan, kaki, atau pergelangan kaki, kencing berbusa atau berbuih, kram otot di malam hari. Penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Gejala penyakit batu ginjal adalah: Terasa sakit ketika buang air kecil, nyeri pada perut bagian bawah atau samping, pinggang, dan area selangkangan, jumlah urine yang keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali. Penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer dan disertai dengan rasa haus. Gejalanya adalah: Selalu merasa haus, warna urine pucat atau tidak berwarna, ingin minum air dingin.
  • 25.
    Diabetes melitus tipe1 (dimulai pada saat usia remaja), ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel β pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga diperlukan insulin eksogen (insulin produk farmasi yang disuntikkan) untuk bertahan hidup. Diabetes melitus tipe 2 (dimulai pada saat usia dewasa), sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel insulin, sseperti sel otot rangka dan sel hati. Diabetes Melitus (Kencing Manis), dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: Gejala yang dialami adalah: Intensitas buang air kecil yang cukup sering, cepat merasa lapar, sering merasa haus.
  • 26.
    Kelainan peningkatan frekuensibuang air kecil sebagai akibat dari kelebihan produksi air seni. Gejalanya adalah sering buang air kecil hingga belasan kali dalam satu hari. Kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Gejalanya adalah pembengkakan akibat retensi cairan, mual, kelelahan, dan sesak napas. Keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh. Gejalanya adalah kelelahan, mual, hilang nafsu makan, rasa logam di mulut, dan kebingungan mental. Radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp. yang dapat masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga ke ginjal. Gejala utama nya adalah demam dan ruam.
  • 27.
    Radang kulit yanghebat, terasa gatal, kulit dapat melepuh atau bergelembung kecil (vesikel) yang akhirnya pecah mengeuarkan cairan. Eksem disebabkan oleh faktor keturunan, stres dan emosi, atau kontak dengan senyawa alergenik (misalnya, logam, zat pewarna, kosmetik, parfum, debu, dan sabun. Bercak-bercak kemerahan pada kulit, terkadang berbentuk bundar dan jernih di bagian tengahnya, kadas terjadi akibat infeksi jamur. 01 02 Gatal akibat infeksi tungau dan kutu air. 03 Infeksi jamur di sela-sela jari kaki. 04
  • 28.
    Gangguan pigmentasi sehinggakulit kehilangan melanin, tampak bercak-bercak putih yang bisa melebar pada kulit. Kulit yang meradang, pori-pori tersumbat, terkadang menimbulkan kantung nanah. Jerawat terjadi akibat infeksi bakteri perubahan hormonal atau kotoran. 05 06 Gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensoris perifer, dapat terjadi pada penderita kencing manis, penyakit kelenjar tiroid dan hati. 07 Penyakit mata ikan yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dan gesekan secara terus-menerus seperti pemakaian sepatu yang terlalu sempit. 08
  • 29.
    GANGGUAN SISTEM HATI PENYAKIT HATI (LIVER) SIROSISHATI (CIRRHOSIS) HEMOKROMATOSIS Paling sering disebabkan oleh infeksi virus, amoeba penyebab disentry, cacing, plasmodium penyebab malaria dab Toxoplasma sp. Berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa, sehingga kehilangan fungsinya. Sirosis dapat disebabkan oleh minuman keras, serta hepatitis B dan hepatitis C Kelainan secara genetik yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap zat besi dari makanan sehingga zat besi banyak tersimpan di dalam organ-organ tertentu, seperti hati, jantung, dan pankreas.
  • 30.
    Teknologi Sistem Ekskresi Hemodialisis (Cucidarah) ESWL (Extracorporeal Shock Wave lithotripsy) Transplantasi Ginjal
  • 31.
    Teknologi Sistem Ekskresi Skingrafting (cangkok kulit)
  • 32.
    Teknik dari tesnarkoba dimulai dari pengambilan sampel atau spesimen. Spesimen urine adalah yang paling sering digunakan karena metabolit zat lebih banyak terdeteksi di urine dibandingkan sampel. Namun konsentrasi metabolit zat di urine tidak berkorelasi terhadap kadar zat dalam darah Tes urine merupakan jenis tes yang paling umum digunakan dalam menentukan kehamilan. Tes ini dapat mendeteksi adanya hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang diproduksi oleh plasenta. 01 02
  • 34.
  • 35.