SATUAN ACARA PENYULUHAN
“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ”
(PHBS)
OLEH :
Kelompok 1
Annisa Khaidir 1705149010002
Ardiansyah Putra 1705149010003
Gita Apri Lonia 1705149010015
Mika Herly 1705149010025
Refika Rahmi 1705149010038
Sari Afma Yuliane 1705149010046
Senci Napeli Wulandari 1705149010048
Sesar Fauza Fatimah 1705149010049
Wezi Yetri Yeni 1705149010052
Yendhika Ivo Apsectya 1705149010053
Yolanda Putri. D 1705149010054
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKes YARSI SUMATERA BARAT
BUKITTINGGI
2017/2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”
DI JORONG ANDURING MUNGGU GADANG
Pokok Bahasan : Kesehatan Lingkungan
Sub Pokok Bahasan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Sasaran : masyarakat Jorong Anduring Munggu Gadang
Tempat : Mushalla Nurul Haq
Tanggal/Jam : Senin, 28 Mei 2018 / 05.30 WIB
I. LATAR BELAKANG
Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara
dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta
berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat (Depkes, 2008). Program pembinaan
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang dicanangkan pemerintah sudah berjalan
sekitar 15 tahun, tetapi keberhasilannya masih jauh dari harapan. Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas). Tahun 2007 menunjukkan bahwa rumah tangga di Indonesia yang
mempraktekkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) baru mencapai 38,7%. Padahal
Rencana Strategis (Restra) Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 mencantumkan
target 70% rumah tangga sudah mempraktekkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
pada tahun 2014. Pada pengkajian yang dilakukan pada Jorong Anduring Munggu Gadang
didapatkan data bahwa 85% sampah dibakar 90% ada pencemaran yang disebab oleh
kendaran dan pembakaran sampah, 43% kandang ternak < 10m, 5% kandang ternak
menempel dekat rumah, 35% tidak memanfaatkan perkarangan rumah, 4% masyarakat ada
yang terkena malaria, 51,7% sayuran dipotong dulu baru dicuci. Oleh sebab itu penting
bagi masyarakat Jorong Anduring Munggu Gadang untuk mengetahui dan menjalankan
program PHBS dengan baik.
II. TUJUAN
A. Tujuan umum :
Setelah dilakukan penyuluhan tentang PHBS diharapkan masyarakat Jorong
Anduring Munggu Gadang mampu mengerti dan memahami tentang PHBS
B. Tujuan khusus :
Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat:
1. Mengetahui dan memahami pengertian PHBS
2. Mengetahui dan memahami ciri-ciri rumah sehat
3. Mengetahui dan memahami indikator perilaku hidup sehat
4. Mengetahui dan memahami tujuan serta manfaat dari perilaku hidup bersih
dan sehat
III. SASARAN DAN TARGET
Pada penyuluhan ini yang menjadi sasarannya adalah seluruh masyarakat Jorong
Anduring Munggu Gadang, adapun target pada penyuluhan ini adalah keluarga yang
akan menerapkan perilaku PHBS.
IV. JADWAL KEGIATAN
a. Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Penyuluhan ini akan dilakukan di Mushalla Nurul Haq Jorong Anduring Munggu
Gadang
b. Lama Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Kegiatan penyuluhan akan dilaksanakan selama 30 menit
c. Waktu Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Kegiatan Pendidikan Kesehatan akan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2018
pada pukul 05.30 WIB
V. MEDIA
a. Laptop
b. LCD
VI. METODE
a. Ceramah
b. Demonstrasi
c. Tanya jawab
VII. PENGORGANISASIAN
a. Moderator : Mika Herly
b. Penyaji : Yolanda Putri.D
c. Observer : Sari Afma Yuliane
Gita Aprilonia
d. Notulen : Wezi Yetri Yeni
e. Fasilitator : Ardiansyah Putra
Senci Napeli Wulandari
Refika Rahmi
Annisa Khaidir
Sesar Fauza Fatimah
Yendhika Ivo Apsectya
VIII. SETTING TEMPAT
keterangan :
: Penyaji
: Fasilitator
: Observer
: Keluarga Pasien
IX. LANGKAH KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN
Tahap
kegiatan
Kegiatan perawat Kegiatan audience Media
Pembukaan
(5 menit)
• Membuka kegiatan dengan mengucap
salam
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dan manfaat dari
penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan
diberikan
• Menjawab
salam
• Mendengarkan
• Memperhatikan
Ceramah
Penyajian
(15 menit )
1.
• Menggali pengetahuan audience
tentang pengertian PHBS
• Memberikan reinforcement positif
• Menjelaskan tentang pengertian
PHBS
2.
• Menggali pengetahuan audience
tentang ciri-ciri rumh sehat
• Memberikan reinforcement positif
• Menjelaskan tentang ciri-ciri rumah
sehat
3.
• Audience
menjawab
pertanyaan
• Mendengarkan
dengan seksama
• Audience
menjawab
pertanyaan
• Mendengarkan
dengan seksama
Ceramah
dan
Lembar
balik
• Menggali pengetahuan audience
tentang indikator perilaku hidup
sehat
• Memberikan reinforcement positif
• Menjelaskan tentang indikator
perilaku hidup sehat
4.
• Menggali pengetahuan audience
tentang tujuan serta manfaat dari
perilaku hidup bersih dan sehat
• Memberikan reinforcement positif
• Menjelaskan tentang tujuan serta
manfaat dari perilaku hidup bersih
dan sehat
• Audience
menjawab
pertanyaan
• Mendengarkan
dengan seksama
• Audience
menjawab
pertanyaan
• Mendengarkan
dengan seksama
Penutup (10
menit)
• Memberikan kesempatan kepada
audience untuk bertanya
• Mengevaluasi pengetahuan audience
tentang materi yang diberikan
• Memberikan reinnforcement positif
• Memberikan kesimpulan
• Mengucapkan salam
• Penutup
• Mengajukan
pertanyaan
• Mampu
menyebutkan
kembali tentang
bahan materi
• Mendengarkan
dengan
seksama
• Menjawab
salam
Tanya
Jawab &
Leaflet
X. EVALUASI PROSES
1. Standart Persiapan
a. Menyiapkan materi penyuluhan
b. Menyiapkan satuan acara penyuluhan
c. Menyiapkan tempat
d. Menyiapkan laptop dan LCD
2. Standart Proses
Masyarakat dapat bekerja sama saat dilakukan penyuluhan
3. Evaluasi Hasil
a. Sebesar 75% masyarakat yang hadir dapat menyebutkan tentang pengertian
PHBS
b. Sebesar 75% masyarakat yang hadir dapat menyebutkan tentang ciri-ciri rumah
sehat
c. Sebesar 75% masyarakat yang hadir dapat menyebutkan tentang indikator
perilaku hidup sehat
d. Sebesar 75% masyarakat yang hadir dapat menyebutkan tentang tujuan serta
manfaat dari perilaku hidup bersih dan sehat
LAMPIRAN MATERI
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
1. PENGERTIAN
Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara
dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta
berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat (Depkes, 2008).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas
kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang
kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat (Depkes,
2008).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) adalah sebagai wujud operasional promosi
kesehatan merupakan dalam upaya mengajak, mendorong kemandirian masyarakat
berperilaku hidup bersih dan sehat (Ekasari, 2008).
Berdasarkan beberapa defenisi PHBS adalah upaya untuk mewujudkan kesehatan
anggota keluarga agar tahu, mau dan mampu melaksakan perilaku hidup bersih dan sehat.
2. CIRI-CIRI RUMAH SEHAT
Ada 5 ciri-ciri rumah sehat menurut Notoadmodjo (2007) sebagai berikut:
a. Bahan bangunan
Bahan bangunan terbuat dari lantai ubin atau semen, dinding terbuat dari tembok, atap
rumah terbuat dari genteng atau seng.
b. Ventilasi
Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi yaitu untuk menjaga agar aliran udara
dalam rumah tersebut tetap segar, untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri,
untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap dalam kelembaban yang optimum.
c. Cahaya
Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu
banyak.
d. Luas bangunan rumah
Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya
luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya.
e. Fasilitas-fasilitas dalam rumah sehat
Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas yaitu penyediaan air bersih
yang cukup, pembuangan tinja, pembuangan air limbah, pembuangan sampah, fasilitas dapur,
ruang berkumpul keluarga.
3. INDIKATOR PHBS
Ada 10 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menurut Ekasari, dkk (2008)
sebagai berikut:
a. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Pertolongan persalinan pada ibu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan,
paramedis lainnya) sebagai penolong pertama dalam proses lahirnya janin bayi, pemotongan
tali pusat dan keluarnya plasenta.
b. Bayi diberi ASI Sejak Lahir sampai berusia 6 bulan.
Bayi yang berumur 0-6 bulan yang mendapat ASI sejak lahir sampai umur
6 bulan tanpa makanan tambahan.
c. Mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.
Setiap penduduk mempunyai jenis pembiayaan pra-upaya seperti Askes,
Jamsostek/Astek, Asuransi Perusahaan/Kantor, dan Dana Sehat.
d. Ketersediaan Air Bersih.
Sumber air minum rumah tangga yang berasal dari sumber air dalam kemasan, leding,
pompa, sumur terlindung, serta mata air terlindung minimal berjarak 10 meter dari tempat
penampungan kotoran atau limbah.
e. Ketersediaaan Jamban.
Rumah tangga menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik atau lubang
penampungan sebagai pembuangan akhir.
f. Kesesuaian Luas Lantai Dengan Jumlah Penghuni.
Luas lantai rumah yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari- hari dibagi
dengan jumlah penghuni minimal 9 m².
g. Lantai Rumah Bukan Dari Tanah.
Lantai rumah yang digunakan dari permanen atau lantai papan (rumah panggung).
h. Makan Buah Dan Sayur Setiap Hari.
Anggota keluarga yang berumur 15 tahun keatas mengkonsumsi sayur dan buah
dengan perimbangan minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya 3 porsi sayur
dan 2 porsi buah selama 7 hari dalam seminggu.
i. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari.
Anggota keluarga yang berumur 15 tahun keatas yang melakukan aktivitas seperti
olah raga selama 10 menit, setiap hari minimal 5 hari dalam satu minggu.
j. Tidak Merokok di Dalam Rumah.
Anggota keluarga yang berumur 15 tahun ke atas tidak ada yang merokok didalam
rumah setiap hari/kadang-kadang.
4. TUJUAN DAN MANFAAT
Menurut Ekasari, dkk (2008) tujuan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat
sebagai berikut:
1. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
2. Masyarakat mampu mencegah dan mangatasi masalah-masalah kesehatan yang
dihadapinya.
3. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk penyembuhan
penyakit dan peningkatan kesehatannya.
4. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat untuk
pencapaian PHBS di rumah tangga, seperti penyelenggaraan posyandu, jaminan
pemeliharaan kesehatan, tabungan ibu bersalin dan sosial ibu bersalin, ambulan desa,
kelompok pemakaian air dan arisan jamban.
Menurut Ekasari, dkk (2008) Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) sebagai berikut:
1. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.
2. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
3. Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat.
4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi keluarga,
biaya pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI. 2008. Pusat Promosi CSR PDAM TIRTA PAKUAN.
http://csrpdamkotabogor.wordpress.com/phbs tanggal 28 November 2014.
Depkes. 2008. Informasi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan.
Jakarta: Depkes RI.
Ekasari, dkk. 2008. Keperawatan Komunitas Upaya Memandirikan Masyarakat Untuk Hidup
Sehat. Jakarta: Trans Info Media
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Sap phbs

  • 1.
    SATUAN ACARA PENYULUHAN “PerilakuHidup Bersih dan Sehat ” (PHBS) OLEH : Kelompok 1 Annisa Khaidir 1705149010002 Ardiansyah Putra 1705149010003 Gita Apri Lonia 1705149010015 Mika Herly 1705149010025 Refika Rahmi 1705149010038 Sari Afma Yuliane 1705149010046 Senci Napeli Wulandari 1705149010048 Sesar Fauza Fatimah 1705149010049 Wezi Yetri Yeni 1705149010052 Yendhika Ivo Apsectya 1705149010053 Yolanda Putri. D 1705149010054 PROGRAM STUDI PROFESI NERS STIKes YARSI SUMATERA BARAT BUKITTINGGI 2017/2018
  • 2.
    SATUAN ACARA PENYULUHAN “PerilakuHidup Bersih dan Sehat (PHBS)” DI JORONG ANDURING MUNGGU GADANG Pokok Bahasan : Kesehatan Lingkungan Sub Pokok Bahasan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sasaran : masyarakat Jorong Anduring Munggu Gadang Tempat : Mushalla Nurul Haq Tanggal/Jam : Senin, 28 Mei 2018 / 05.30 WIB I. LATAR BELAKANG Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat (Depkes, 2008). Program pembinaan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang dicanangkan pemerintah sudah berjalan sekitar 15 tahun, tetapi keberhasilannya masih jauh dari harapan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Tahun 2007 menunjukkan bahwa rumah tangga di Indonesia yang mempraktekkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) baru mencapai 38,7%. Padahal Rencana Strategis (Restra) Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 mencantumkan target 70% rumah tangga sudah mempraktekkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pada tahun 2014. Pada pengkajian yang dilakukan pada Jorong Anduring Munggu Gadang didapatkan data bahwa 85% sampah dibakar 90% ada pencemaran yang disebab oleh kendaran dan pembakaran sampah, 43% kandang ternak < 10m, 5% kandang ternak menempel dekat rumah, 35% tidak memanfaatkan perkarangan rumah, 4% masyarakat ada yang terkena malaria, 51,7% sayuran dipotong dulu baru dicuci. Oleh sebab itu penting bagi masyarakat Jorong Anduring Munggu Gadang untuk mengetahui dan menjalankan program PHBS dengan baik. II. TUJUAN A. Tujuan umum :
  • 3.
    Setelah dilakukan penyuluhantentang PHBS diharapkan masyarakat Jorong Anduring Munggu Gadang mampu mengerti dan memahami tentang PHBS B. Tujuan khusus : Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat: 1. Mengetahui dan memahami pengertian PHBS 2. Mengetahui dan memahami ciri-ciri rumah sehat 3. Mengetahui dan memahami indikator perilaku hidup sehat 4. Mengetahui dan memahami tujuan serta manfaat dari perilaku hidup bersih dan sehat III. SASARAN DAN TARGET Pada penyuluhan ini yang menjadi sasarannya adalah seluruh masyarakat Jorong Anduring Munggu Gadang, adapun target pada penyuluhan ini adalah keluarga yang akan menerapkan perilaku PHBS. IV. JADWAL KEGIATAN a. Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Penyuluhan ini akan dilakukan di Mushalla Nurul Haq Jorong Anduring Munggu Gadang b. Lama Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Kegiatan penyuluhan akan dilaksanakan selama 30 menit c. Waktu Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Kegiatan Pendidikan Kesehatan akan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2018 pada pukul 05.30 WIB V. MEDIA
  • 4.
    a. Laptop b. LCD VI.METODE a. Ceramah b. Demonstrasi c. Tanya jawab VII. PENGORGANISASIAN a. Moderator : Mika Herly b. Penyaji : Yolanda Putri.D c. Observer : Sari Afma Yuliane Gita Aprilonia d. Notulen : Wezi Yetri Yeni e. Fasilitator : Ardiansyah Putra Senci Napeli Wulandari Refika Rahmi Annisa Khaidir Sesar Fauza Fatimah Yendhika Ivo Apsectya VIII. SETTING TEMPAT keterangan :
  • 5.
    : Penyaji : Fasilitator :Observer : Keluarga Pasien IX. LANGKAH KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN Tahap kegiatan Kegiatan perawat Kegiatan audience Media Pembukaan (5 menit) • Membuka kegiatan dengan mengucap salam • Memperkenalkan diri • Menjelaskan tujuan dan manfaat dari penyuluhan • Menyebutkan materi yang akan diberikan • Menjawab salam • Mendengarkan • Memperhatikan Ceramah Penyajian (15 menit ) 1. • Menggali pengetahuan audience tentang pengertian PHBS • Memberikan reinforcement positif • Menjelaskan tentang pengertian PHBS 2. • Menggali pengetahuan audience tentang ciri-ciri rumh sehat • Memberikan reinforcement positif • Menjelaskan tentang ciri-ciri rumah sehat 3. • Audience menjawab pertanyaan • Mendengarkan dengan seksama • Audience menjawab pertanyaan • Mendengarkan dengan seksama Ceramah dan Lembar balik
  • 6.
    • Menggali pengetahuanaudience tentang indikator perilaku hidup sehat • Memberikan reinforcement positif • Menjelaskan tentang indikator perilaku hidup sehat 4. • Menggali pengetahuan audience tentang tujuan serta manfaat dari perilaku hidup bersih dan sehat • Memberikan reinforcement positif • Menjelaskan tentang tujuan serta manfaat dari perilaku hidup bersih dan sehat • Audience menjawab pertanyaan • Mendengarkan dengan seksama • Audience menjawab pertanyaan • Mendengarkan dengan seksama Penutup (10 menit) • Memberikan kesempatan kepada audience untuk bertanya • Mengevaluasi pengetahuan audience tentang materi yang diberikan • Memberikan reinnforcement positif • Memberikan kesimpulan • Mengucapkan salam • Penutup • Mengajukan pertanyaan • Mampu menyebutkan kembali tentang bahan materi • Mendengarkan dengan seksama • Menjawab salam Tanya Jawab & Leaflet X. EVALUASI PROSES 1. Standart Persiapan a. Menyiapkan materi penyuluhan b. Menyiapkan satuan acara penyuluhan
  • 7.
    c. Menyiapkan tempat d.Menyiapkan laptop dan LCD 2. Standart Proses Masyarakat dapat bekerja sama saat dilakukan penyuluhan 3. Evaluasi Hasil a. Sebesar 75% masyarakat yang hadir dapat menyebutkan tentang pengertian PHBS b. Sebesar 75% masyarakat yang hadir dapat menyebutkan tentang ciri-ciri rumah sehat c. Sebesar 75% masyarakat yang hadir dapat menyebutkan tentang indikator perilaku hidup sehat d. Sebesar 75% masyarakat yang hadir dapat menyebutkan tentang tujuan serta manfaat dari perilaku hidup bersih dan sehat LAMPIRAN MATERI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 1. PENGERTIAN Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat (Depkes, 2008). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat (Depkes, 2008).
  • 8.
    Perilaku Hidup Bersihdan Sehat (PBHS) adalah sebagai wujud operasional promosi kesehatan merupakan dalam upaya mengajak, mendorong kemandirian masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (Ekasari, 2008). Berdasarkan beberapa defenisi PHBS adalah upaya untuk mewujudkan kesehatan anggota keluarga agar tahu, mau dan mampu melaksakan perilaku hidup bersih dan sehat. 2. CIRI-CIRI RUMAH SEHAT Ada 5 ciri-ciri rumah sehat menurut Notoadmodjo (2007) sebagai berikut: a. Bahan bangunan Bahan bangunan terbuat dari lantai ubin atau semen, dinding terbuat dari tembok, atap rumah terbuat dari genteng atau seng. b. Ventilasi Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi yaitu untuk menjaga agar aliran udara dalam rumah tersebut tetap segar, untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap dalam kelembaban yang optimum. c. Cahaya Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak. d. Luas bangunan rumah Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. e. Fasilitas-fasilitas dalam rumah sehat Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas yaitu penyediaan air bersih yang cukup, pembuangan tinja, pembuangan air limbah, pembuangan sampah, fasilitas dapur, ruang berkumpul keluarga. 3. INDIKATOR PHBS
  • 9.
    Ada 10 indikatorPerilaku Hidup Bersih dan Sehat menurut Ekasari, dkk (2008) sebagai berikut: a. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Pertolongan persalinan pada ibu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan, paramedis lainnya) sebagai penolong pertama dalam proses lahirnya janin bayi, pemotongan tali pusat dan keluarnya plasenta. b. Bayi diberi ASI Sejak Lahir sampai berusia 6 bulan. Bayi yang berumur 0-6 bulan yang mendapat ASI sejak lahir sampai umur 6 bulan tanpa makanan tambahan. c. Mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan. Setiap penduduk mempunyai jenis pembiayaan pra-upaya seperti Askes, Jamsostek/Astek, Asuransi Perusahaan/Kantor, dan Dana Sehat. d. Ketersediaan Air Bersih. Sumber air minum rumah tangga yang berasal dari sumber air dalam kemasan, leding, pompa, sumur terlindung, serta mata air terlindung minimal berjarak 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah. e. Ketersediaaan Jamban. Rumah tangga menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan sebagai pembuangan akhir. f. Kesesuaian Luas Lantai Dengan Jumlah Penghuni. Luas lantai rumah yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari- hari dibagi dengan jumlah penghuni minimal 9 m². g. Lantai Rumah Bukan Dari Tanah. Lantai rumah yang digunakan dari permanen atau lantai papan (rumah panggung). h. Makan Buah Dan Sayur Setiap Hari.
  • 10.
    Anggota keluarga yangberumur 15 tahun keatas mengkonsumsi sayur dan buah dengan perimbangan minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya 3 porsi sayur dan 2 porsi buah selama 7 hari dalam seminggu. i. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari. Anggota keluarga yang berumur 15 tahun keatas yang melakukan aktivitas seperti olah raga selama 10 menit, setiap hari minimal 5 hari dalam satu minggu. j. Tidak Merokok di Dalam Rumah. Anggota keluarga yang berumur 15 tahun ke atas tidak ada yang merokok didalam rumah setiap hari/kadang-kadang. 4. TUJUAN DAN MANFAAT Menurut Ekasari, dkk (2008) tujuan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat sebagai berikut: 1. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. 2. Masyarakat mampu mencegah dan mangatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. 3. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatannya. 4. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat untuk pencapaian PHBS di rumah tangga, seperti penyelenggaraan posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan ibu bersalin dan sosial ibu bersalin, ambulan desa, kelompok pemakaian air dan arisan jamban. Menurut Ekasari, dkk (2008) Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai berikut: 1. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. 2. Anak tumbuh sehat dan cerdas. 3. Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. 4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi keluarga, biaya pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.
  • 11.
    DAFTAR PUSTAKA Departemen KesehatanRI. 2008. Pusat Promosi CSR PDAM TIRTA PAKUAN. http://csrpdamkotabogor.wordpress.com/phbs tanggal 28 November 2014. Depkes. 2008. Informasi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta: Depkes RI. Ekasari, dkk. 2008. Keperawatan Komunitas Upaya Memandirikan Masyarakat Untuk Hidup Sehat. Jakarta: Trans Info Media
  • 12.
    Notoatmodjo, S. 2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta: Rineka Cipta.