Rujukan
(Mencatat hasil bacaan,
pemilihan sumber, kutipan,
dan parafrase)
KELOMPOK 3
Fitria Dewi 135090400111010
Anzi Lina Ukhtin Nisa 135090401111012
Fitria Kusuma Dewi 135090401111046
Rujukan
Definisi:
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, rujukan adalah keterangan lanjutan
mengenai suatu hal atau sumber yang digunakan untuk mendapatkan
keterangan lebih lanjut; acuan; referensi.
Syarat-syarat sumber rujukan
• Isinya harus relevan dengan penelitian atau studi yang sedang dibuat
• Jumlahnya 5 buah dengan syarat termasuk buku text/2 buah
• Publikasi mutakhir (5-7 tahun terakhir)
Sumber-sumber Rujukan
• Text book
• Jurnal ilmiah yang sudah dipublikasi
• Majalah ilmiah
• Dokumen resmi atau laporan resmi dari suatu instansi pemerintahan
• Disertasi, thesis, dan skripsi
• Internet
• Laporan penelitian yang belum atau tidak dipublikasi tetapi
didokumentasi di perpustakaan instansi yang bersangkutan
Beberapa Aspek yang Perlu
Diperhatikan dalam Merujuk pada
Artikel Jurnal Ilmiah
1. Memanfaatkan referensi terkini dari jurnal penelitian terkemuka.
2. Panjang rujukan maksimal 1/3 panjang artikel.
3. Pengutipan literatur dalam diskusi jangan terlalu panjang.
4. Sedapat mungkin memanfaatkan kutipan tak langsung.
5. Kutipan harus ditempatkan dalam artikel yang tepat/sesuai.
6. Kumpulan penelitian sejenis bisa dirujuk secara berkelompok.
Gaya Penulisan Rujukan
• Quote = menggunakan kata-kata orang lain.
• Copy = menggunakan tabel, angka atau struktur
• Paraphrase = mengkonversi ide-ide orang lain dengan kata-kata anda
sendiri
• Summarise = Menggunakan penjelasan singkat dari ide-ide orang lain
Cara Menuliskan Rujukan
kedalam Teks Paragraf
1. Suatu Studi dari Pengarang, meliputi:
• Suatu studi oleh satu pengarang
Rujukan ditulis dengan menyebutkan nama belakang pengarang dan tahun
publikasi.
Contoh:
- Craven (2000) mengemukakan…
- Dalam studi terbaru tentang waktu reaksi (Craven, 2000)…
- Pada tahun 2000 Craven membandingkan…
• Suatu studi oleh beberapa pengarang
Selalu cantumkan dua nama atau seluruh nama belakang pengarang setiap
kali mengutipnya.
Contoh:
- Craven, Kozier, Perry, Le Mone, dan Tang (2000)
mengemukakan…(kutipan pertama pada teks.
- Craven et al. (2000) mengemukakan…(kutipan berikutnya pada setiap
paragraf berikutnya.
2. Suatu studi oleh Kelompok sebagai pengarang
Contoh:
Rujukan pertama: (Departemen Kesehatan Republik Indonesia [Depkes
RI], 1997. Selanjutnya: (Depkes RI, 1997).
Bila nama kelompok tidak terlalu panjang dan singkatan dapat
membingungkan, maka tulislah seluruhnya setiap kali merujuk. Contoh:
Rujukan pertama: (University of Pittsburgh, 1997).
Selanjutnya: (University of Pittsburgh, 1997).
3. Suatu studi dengan pengarang yang memiliki nama belakang yang sama.
• R. D. Luce (1970) dan P. A. Luce juga menemukan…
• M. Goland dan Neff (1990) dan M. E. Goland dan Wurtz (1995)
mengungkapkan…
Cara Menuliskan Rujukan ke
dalam Teks Paragraf
4. Merujuk dari sumber kedua
• Misalkan pengarang buku : W. F. Ganong tahun 1997
• Buku yang dirujuk: Krisna Yetti tahun 2000
Maka rujukannya ditulis: …..(Ganong, 1997 dalam Yetti, 2000)
5. Komunikasi personal
Komunikasi personal, seperti surat, memo, email, wawancara pribadi, telfon bisa
dijadikan sumber rujukan yang dapat kita rujuk dalam paragraf yang kita tulis.
Contoh:
- T. K. Lutes (komunikasi personal, 18 Maret 2000)
- V. G. Nguyen, komunikasi personal, 18 Maret 2000)
6. Bagian spesifik sebagai sumber, untuk merujuk bagian spesifik sebagai suatu
sumber, cantumkan bab, halaman, dalam rujukan.
Contoh:
- (Cheek & Buss, 1981, hal. 567)
- (Shimamura, 1989, bab 4)
Cara Menuliskan Rujukan
kedalam Teks Paragraf
Membaca Bahan Bacaan
Secara umum, kegunaan membaca adalah sebagai berikut:
a. Untuk menghindarkan duplikasi yang tidak diperlukan dengan melihat
apakah masalah penelitian sudah pernah diuji atau masih diperlukan
penelitian lebih lanjut tentang masalah tersebut
b. Untuk memperoleh ide, keterangan-keterangan, metode-metode yang
berguna dalam memecahkan masalah, ataupun dalam rangka memilih
masalah-masalahnya sendiri
c. Untuk menunjukkan data komparatif yang berguna dalam mengadakan
interpretasi hasil penelitian nantinya
Mencatat Hasil Bacaan
• Sebelum membaca dan mengutip dari buku teks maka lihat dahulu daftar
indeks isi di belakang buku tersebut untuk mencari hal-hal yang
berkenaan dengan materi yang akan dikutip
• Jika kutipan ingin dibuat dari majalah ilmiah, maka lihatlah terlebih
dahulu judul dari artikel
• Baca dahulu secara keseluruhan dari artikel yang akan dikutip
• Kemudian baca sekali lagi secara hati-hati dan seksama untuk membaca
catatan yang diperlukan
Kutipan
• Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat/ide/gagasan orang lain
yang diambil dari sumber tertentu
• Kutipan dapat diperjelas sumber rujukannya dalam bentuk catatan kaki
atau daftar pustaka
• Kutipan dapat bersumber dari ucapan lisan asalkan ada pengesahan dari
penuturnya
Cara Mengutip
Kutipan menyebutkan nama (penulis/editor-cukup nama belakang), tahun
terbit sumber referensi, halaman (yang dikutip)
• …………………………...(Trimo, 2007: 202)
• Trimo (2007: 202) menyatakan……………..
• Menurut Trimo (2007: 202)…………………
Jenis-jenis Kutipan
1. Kutipan Langung
– Mengutip sama persis seperti sumbernya
– Ada 2 macam, yaitu kutipan panjang dan pendek
2. Kutipan tidak langsung
– Mengambil gagasan/ide dari sumber tertentu tetapi dikalimatkan dengan
bahasa si pengutipnya (menyitir)
 Kutipan dari sumber kedua
Mengutip yang dikutip orang lain dalam suatu naskah
Prinsip-prinsip Mengutip
Langsung
• Jangan mengadakan perubahan
Jika terpaksa untuk tujuan tertentu, harus disertai keterangan dalam
tanda kurung segi empat.
Contoh: [cetak tebal dari penulis]
• Bila ada kesalahan pengutip tidak boleh memperbaikinya
Biarkan apa adanya dan beri catatan singkat [Sic!] yang artinya kesalahan
dari naskah asli yang dikutip dan pengutip tidak bertanggung jawab atas
kesalahan tersebut.
Contoh: …hal itu memiliki makan [Sic!] yang ambigu.
• Menghilangkan bagian yang dikutip
Dibolehkan asal tidak mengakibatkan perubahan makna. Untuk
penghilangan bagian kalimat dengan titik sebanyak tiga. Jika yang
dihilangkan lebih dari satu baris, maka digantikan dengan titik sepanjang
satu baris
Kutipan Langsung Pendek
• Kutipan tidak lebih dari 4 baris
• Kutipan diintegrasikan langsung dalam teks
• Jarak baris kutipan dengan jarak baris teks yang ada 2 atau 1,5 spasi
• Kutipan diapit dengan tanda kutip (“…”)
Contoh:
Terkait dengan keindahan bahasa sastra Semi (1993: 81) menyatakan bahwa
“bagaimanapun juga kemampuan penulis dalam mengeksploitasi kelenturan
bahasa akan menimbulkan kekuatan dan keindahan bahasa”.
Kutipan Langsung Panjang
• Kutipan terdiri dari 4 baris atau lebih
• Kutipan berjarak 1 spasi (badan naskah biasanya 2 atau 1,5 spasi)
• Kutipan tidak selalu menggunakan tanda kutip
• Seluruh kutipan diletakkan menjorok (5-7 karakter)
• Jika terjadi kutipan dalam kutipan, gunakan tanda kutip tunggal/jamak
Kutipan Langsung Panjang
Contoh:
Terjemahan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia banyak yang tidak
memuaskan karena para penerjemah tidak terlatih dalam ilmu
penerjemahan. Misalnya salah satu terjemahan berikut ini.
“Suatu pikiran yang telah tersebar dengan luas sekali orang banyak
menggambarkan buku-buku sebagai benda tak berjiwa, tidak effektif
[Sic!], serba damai yang pada tempatnya sekali berada dalam
kelindungan-kelindungan sejuk dan ketenangan akademis dari
universitas-universitas dan tempat… “(Sani, 1959: 7)
Kutipan Tidak Langsung
• Yang dikutip hanya ide pokoknya, bahasa kutipan dengan bahasa sendiri
• Kutipan diintegrasikan dalam badan naskah/teks
• Jarak bagian kutipan sama dengan jarak badan teks lainnya
• Kutipan tidak menggunakan tanda kutip
Kutipan Tidak Langsung
Contoh:
Bentuk tulisan faktual yang recount (penceritaan kembali) dalam media
massa sangat beragam. Hal ini disebabkan sejalannya tujuan penulisan
sebuah recount yang mengarah pada bentuk hiburan atau pemberian
informasi (Callaghan & Rothery, 1993: 53). Banyak rubrik surat kabar
nasional yang menyediakan tempat untuk pembaca untuk terlibat dalam
komunikasi nasional yang dijalin dalam bentuk artikel-artikel.
Kutipan Sumber Kedua
• Pengutip harus menyebutkan kedua sumber yang ada
Contoh:
Tulisan faktual sendiri ternyata meliputi banyak variasi dan model.
(Callaghan dan Rothery, 1993 dalam Kusmiatun, 2007: 4)
Memberikan penjelasan bahwa genre faktual meliputi beberapa model
tulisan, seperti recount (penceritaan kembali), report (pelaporan), penulisan
prosedur, dan sebagainya.
Parafrase
Definisi
Mengekspresikan ide pemikiran dari penulis asli dengan menggunakan kata-
kata sendiri yang lebih mudah dimengerti tanpa mengubah makna aslinya
dan tetap menyatakan sumber referensinya.
Menurut OWL purdue, parafrase didefinisikan sebagai berikut:
1) kemampuan seseorang untuk menulis ulang ide atau gagasan orang lain
dengan kata-katanya sendiri dan ditampilkan dalam bentuk yang baru
2) merupakan cara yang legal dan syah dalam meminjam gagasan orang lain
3) sebuah pernyataan ulang (restatement) yang lebih lengkap dan detail
dibandingkan dengan sebuah ringkasan
Cara Membuat Parafrase
1. Menggunakan kata sinonim pada semua kata yang tidak umum digunakan
dalam karangan asli.
2. Mengubah struktur kalimat.
3. Mengubah tekanan kalimat dari aktif menjadi pasif atau sebaliknya.
4. Mengurangi anak-anak kalimat yang tidak perlu untuk diuraikan atau
dimaknakan kembali oleh penulis (pengutip).
5. Mengubah bagian-bagian pembicaraan yang diurai penulis asli.
6. Menulis sumber bacaan dengan lengkap.
Langkah-langkah Membuat
Parafrase
1. Bacalah berkali-kali tulisan orang lain yang ingin kita paraphrase sampai
kita mendapatkan maknanya;
2. Selama membaca, buatlah catatan tentang kata-kata kunci dari tulisan
tersebut; kemudian, tutup buku tersebut dan jauhkanlah dari sisi kita;
3. Mulailah menuliskan makna dari tulisan yang kita baca tersebut dengan
menggunakan kata-kata dan gaya bahasa kita sendiri;
4. Setelah selesai, bandingkanlah tulisan versi kita dengan versi aslinya,
untuk meyakinkan bahwa versi kita maknanya sama dengan versi aslinya;
5. Catat kepustakaan aslinya untuk digunakan dalam kepustakaan artikel
kita.
Kapan sebaiknya parafrase
digunakan?
1. Ketika hendak menyampaikan secara detail gagasan orang lain yang
mendukung argumen Anda.
2. Ketika hendak membandingkan gagasan yang bertentangan dengan
argumentasi Anda.
3. Ketika penggunaan kata-kata asli tidak membawa implikasi apa pun
dalam argumentasi Anda.
4. Untuk menyelaraskan antara kutipan langsung dengan kutipan tidak
langsung dalam naskah Anda.
Contoh Parafrase
Naskah Asli:
Sangatlah pelik untuk mendefinisikan plagiasi saat kalian melakukan ringkasan
atau parafrase. Keduanya memang berbeda, tetapi batas-batas parafrase dan
ringkasan sangatlah tipis sehingga kalian tidak menyadari jika kalian berpindah dari
melakukan parafrase menjadi meringkas, kemudian berpindah ke malakukan
plagiasi. Apapun tujuanmu, parafrase yang sangat mirip dengan naskah asli
dianggap sebagai melakukan plagiasi, meskipun kalian telah menuliskan sumbernya
(Booth et al., 2005, hlm 203).
Paragraf dibawah ini dianggap hasil plagiasi karena parafrase yang sangat mirip
dengan naskah aslinya:
Sangatlah sulit untuk mendefinisikan plagiasi saat ringkasan dan parafrase
terlibat didalamnya, karena meskipun mereka berbeda, batas-batas keduanya
sangatlah samar, dan seorang penulis mungkin tidak mengetahui kapan ia
melakukan ringkasan, parafrase atau plagiasi. Meski demikian, parafrase yang sangat
dekat dengan sumbernya diperhitungkan sebagai hasil plagiasi, meskipun sumber
aslinya dicantumkan disana.
Contoh Parafrase
Contoh berikutnya menunjukkan parafrase yang berada diperbatasan antara plagiasi
dan yang diijinkan:
Sangatlah sulit untuk membedakan antara ringkasan, parafrase dan plagiasi.
Kalian berisiko melakukan plagiasi jika kalian melakukan parafrase yang sangat
mirip, meskipun kalian tidak bermaksud untuk melakukan plagiasi dan
mencantumkan sumber naskah aslinya.
Kata-kata dalam paragraf diatas masih dapat dilacak sumbernya oleh seorang
pembaca yang teliti, jika ia pernah membaca sumber tersebut. Berikut ini adlah
contoh parafrase yang aman dan tidak dianggap sebagai plagiasi:
Menuruth Booth, Colomb, dan Williams, penulis terkadang melakukan plagiasi
tanpa mereka sadari karena mereka menggira melakukan ringkasan, saat mereka
melakukan parafrase yang terlalu mirip dengan naskah asli, suatu aktifitas yang
disebut plagiasi. Bahkan saat aktifitas tersebut dilakukan dengan tidak sengaja dan
sumber pustakanyapun dituliskan (hlm 203).
Daftar Pustaka
• http://www.kamuskbbi.web.id/arti-kata-rujukan-kamus-bahasa-indonesia-
kbbi.html
• http://repository.maranatha.edu/2522/8/Metlit%20BAB%20VII.pdf
• http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Ari%20Kusmiatun,%20S.P
d.,M.Hum./KAIDAH%20KUTIPAN%20dalam%20MKI%20_%20b%20arik.pd
f
• http://achmadsudirofebub.lecture.ub.ac.id/2012/02/modul-2-metodologi-
penelitian-bisnis/
• https://www.academia.edu/9920587/Tata_Penulisan_Rujukan_dan_Menulis
_Daftar_Pustaka
• http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/teknik-penulisan-daftar-
rujukan
• http://web.unair.ac.id/admin/file/f_34197_PlagiarismBnW.pdf
• http://pasca.unand.ac.id/id/wp-content/uploads/2015/06/PANDUAN-
PENULISAN-ILMIAH-DAN-KEPUSTAKAAN_2.pdf
• http://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/viewFile/2057/1858
Contoh kutipan di dalam kutipan
‘Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang
membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat,
bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting
kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All
along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-
esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8)
Cara mengutip literatur
terjemahan
Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel,
dll),maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan
penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun
penerbitanhasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan
dalamdaftar pustaka]

Rujukan

  • 1.
    Rujukan (Mencatat hasil bacaan, pemilihansumber, kutipan, dan parafrase)
  • 2.
    KELOMPOK 3 Fitria Dewi135090400111010 Anzi Lina Ukhtin Nisa 135090401111012 Fitria Kusuma Dewi 135090401111046
  • 3.
    Rujukan Definisi: Menurut kamus besarbahasa Indonesia, rujukan adalah keterangan lanjutan mengenai suatu hal atau sumber yang digunakan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut; acuan; referensi. Syarat-syarat sumber rujukan • Isinya harus relevan dengan penelitian atau studi yang sedang dibuat • Jumlahnya 5 buah dengan syarat termasuk buku text/2 buah • Publikasi mutakhir (5-7 tahun terakhir)
  • 4.
    Sumber-sumber Rujukan • Textbook • Jurnal ilmiah yang sudah dipublikasi • Majalah ilmiah • Dokumen resmi atau laporan resmi dari suatu instansi pemerintahan • Disertasi, thesis, dan skripsi • Internet • Laporan penelitian yang belum atau tidak dipublikasi tetapi didokumentasi di perpustakaan instansi yang bersangkutan
  • 5.
    Beberapa Aspek yangPerlu Diperhatikan dalam Merujuk pada Artikel Jurnal Ilmiah 1. Memanfaatkan referensi terkini dari jurnal penelitian terkemuka. 2. Panjang rujukan maksimal 1/3 panjang artikel. 3. Pengutipan literatur dalam diskusi jangan terlalu panjang. 4. Sedapat mungkin memanfaatkan kutipan tak langsung. 5. Kutipan harus ditempatkan dalam artikel yang tepat/sesuai. 6. Kumpulan penelitian sejenis bisa dirujuk secara berkelompok.
  • 6.
    Gaya Penulisan Rujukan •Quote = menggunakan kata-kata orang lain. • Copy = menggunakan tabel, angka atau struktur • Paraphrase = mengkonversi ide-ide orang lain dengan kata-kata anda sendiri • Summarise = Menggunakan penjelasan singkat dari ide-ide orang lain
  • 7.
    Cara Menuliskan Rujukan kedalamTeks Paragraf 1. Suatu Studi dari Pengarang, meliputi: • Suatu studi oleh satu pengarang Rujukan ditulis dengan menyebutkan nama belakang pengarang dan tahun publikasi. Contoh: - Craven (2000) mengemukakan… - Dalam studi terbaru tentang waktu reaksi (Craven, 2000)… - Pada tahun 2000 Craven membandingkan… • Suatu studi oleh beberapa pengarang Selalu cantumkan dua nama atau seluruh nama belakang pengarang setiap kali mengutipnya. Contoh: - Craven, Kozier, Perry, Le Mone, dan Tang (2000) mengemukakan…(kutipan pertama pada teks. - Craven et al. (2000) mengemukakan…(kutipan berikutnya pada setiap paragraf berikutnya.
  • 8.
    2. Suatu studioleh Kelompok sebagai pengarang Contoh: Rujukan pertama: (Departemen Kesehatan Republik Indonesia [Depkes RI], 1997. Selanjutnya: (Depkes RI, 1997). Bila nama kelompok tidak terlalu panjang dan singkatan dapat membingungkan, maka tulislah seluruhnya setiap kali merujuk. Contoh: Rujukan pertama: (University of Pittsburgh, 1997). Selanjutnya: (University of Pittsburgh, 1997). 3. Suatu studi dengan pengarang yang memiliki nama belakang yang sama. • R. D. Luce (1970) dan P. A. Luce juga menemukan… • M. Goland dan Neff (1990) dan M. E. Goland dan Wurtz (1995) mengungkapkan… Cara Menuliskan Rujukan ke dalam Teks Paragraf
  • 9.
    4. Merujuk darisumber kedua • Misalkan pengarang buku : W. F. Ganong tahun 1997 • Buku yang dirujuk: Krisna Yetti tahun 2000 Maka rujukannya ditulis: …..(Ganong, 1997 dalam Yetti, 2000) 5. Komunikasi personal Komunikasi personal, seperti surat, memo, email, wawancara pribadi, telfon bisa dijadikan sumber rujukan yang dapat kita rujuk dalam paragraf yang kita tulis. Contoh: - T. K. Lutes (komunikasi personal, 18 Maret 2000) - V. G. Nguyen, komunikasi personal, 18 Maret 2000) 6. Bagian spesifik sebagai sumber, untuk merujuk bagian spesifik sebagai suatu sumber, cantumkan bab, halaman, dalam rujukan. Contoh: - (Cheek & Buss, 1981, hal. 567) - (Shimamura, 1989, bab 4) Cara Menuliskan Rujukan kedalam Teks Paragraf
  • 10.
    Membaca Bahan Bacaan Secaraumum, kegunaan membaca adalah sebagai berikut: a. Untuk menghindarkan duplikasi yang tidak diperlukan dengan melihat apakah masalah penelitian sudah pernah diuji atau masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang masalah tersebut b. Untuk memperoleh ide, keterangan-keterangan, metode-metode yang berguna dalam memecahkan masalah, ataupun dalam rangka memilih masalah-masalahnya sendiri c. Untuk menunjukkan data komparatif yang berguna dalam mengadakan interpretasi hasil penelitian nantinya
  • 11.
    Mencatat Hasil Bacaan •Sebelum membaca dan mengutip dari buku teks maka lihat dahulu daftar indeks isi di belakang buku tersebut untuk mencari hal-hal yang berkenaan dengan materi yang akan dikutip • Jika kutipan ingin dibuat dari majalah ilmiah, maka lihatlah terlebih dahulu judul dari artikel • Baca dahulu secara keseluruhan dari artikel yang akan dikutip • Kemudian baca sekali lagi secara hati-hati dan seksama untuk membaca catatan yang diperlukan
  • 12.
    Kutipan • Kutipan adalahpinjaman kalimat atau pendapat/ide/gagasan orang lain yang diambil dari sumber tertentu • Kutipan dapat diperjelas sumber rujukannya dalam bentuk catatan kaki atau daftar pustaka • Kutipan dapat bersumber dari ucapan lisan asalkan ada pengesahan dari penuturnya
  • 13.
    Cara Mengutip Kutipan menyebutkannama (penulis/editor-cukup nama belakang), tahun terbit sumber referensi, halaman (yang dikutip) • …………………………...(Trimo, 2007: 202) • Trimo (2007: 202) menyatakan…………….. • Menurut Trimo (2007: 202)…………………
  • 14.
    Jenis-jenis Kutipan 1. KutipanLangung – Mengutip sama persis seperti sumbernya – Ada 2 macam, yaitu kutipan panjang dan pendek 2. Kutipan tidak langsung – Mengambil gagasan/ide dari sumber tertentu tetapi dikalimatkan dengan bahasa si pengutipnya (menyitir)  Kutipan dari sumber kedua Mengutip yang dikutip orang lain dalam suatu naskah
  • 15.
    Prinsip-prinsip Mengutip Langsung • Janganmengadakan perubahan Jika terpaksa untuk tujuan tertentu, harus disertai keterangan dalam tanda kurung segi empat. Contoh: [cetak tebal dari penulis] • Bila ada kesalahan pengutip tidak boleh memperbaikinya Biarkan apa adanya dan beri catatan singkat [Sic!] yang artinya kesalahan dari naskah asli yang dikutip dan pengutip tidak bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Contoh: …hal itu memiliki makan [Sic!] yang ambigu. • Menghilangkan bagian yang dikutip Dibolehkan asal tidak mengakibatkan perubahan makna. Untuk penghilangan bagian kalimat dengan titik sebanyak tiga. Jika yang dihilangkan lebih dari satu baris, maka digantikan dengan titik sepanjang satu baris
  • 16.
    Kutipan Langsung Pendek •Kutipan tidak lebih dari 4 baris • Kutipan diintegrasikan langsung dalam teks • Jarak baris kutipan dengan jarak baris teks yang ada 2 atau 1,5 spasi • Kutipan diapit dengan tanda kutip (“…”) Contoh: Terkait dengan keindahan bahasa sastra Semi (1993: 81) menyatakan bahwa “bagaimanapun juga kemampuan penulis dalam mengeksploitasi kelenturan bahasa akan menimbulkan kekuatan dan keindahan bahasa”.
  • 17.
    Kutipan Langsung Panjang •Kutipan terdiri dari 4 baris atau lebih • Kutipan berjarak 1 spasi (badan naskah biasanya 2 atau 1,5 spasi) • Kutipan tidak selalu menggunakan tanda kutip • Seluruh kutipan diletakkan menjorok (5-7 karakter) • Jika terjadi kutipan dalam kutipan, gunakan tanda kutip tunggal/jamak
  • 18.
    Kutipan Langsung Panjang Contoh: Terjemahankarya ilmiah dalam bahasa Indonesia banyak yang tidak memuaskan karena para penerjemah tidak terlatih dalam ilmu penerjemahan. Misalnya salah satu terjemahan berikut ini. “Suatu pikiran yang telah tersebar dengan luas sekali orang banyak menggambarkan buku-buku sebagai benda tak berjiwa, tidak effektif [Sic!], serba damai yang pada tempatnya sekali berada dalam kelindungan-kelindungan sejuk dan ketenangan akademis dari universitas-universitas dan tempat… “(Sani, 1959: 7)
  • 19.
    Kutipan Tidak Langsung •Yang dikutip hanya ide pokoknya, bahasa kutipan dengan bahasa sendiri • Kutipan diintegrasikan dalam badan naskah/teks • Jarak bagian kutipan sama dengan jarak badan teks lainnya • Kutipan tidak menggunakan tanda kutip
  • 20.
    Kutipan Tidak Langsung Contoh: Bentuktulisan faktual yang recount (penceritaan kembali) dalam media massa sangat beragam. Hal ini disebabkan sejalannya tujuan penulisan sebuah recount yang mengarah pada bentuk hiburan atau pemberian informasi (Callaghan & Rothery, 1993: 53). Banyak rubrik surat kabar nasional yang menyediakan tempat untuk pembaca untuk terlibat dalam komunikasi nasional yang dijalin dalam bentuk artikel-artikel.
  • 21.
    Kutipan Sumber Kedua •Pengutip harus menyebutkan kedua sumber yang ada Contoh: Tulisan faktual sendiri ternyata meliputi banyak variasi dan model. (Callaghan dan Rothery, 1993 dalam Kusmiatun, 2007: 4) Memberikan penjelasan bahwa genre faktual meliputi beberapa model tulisan, seperti recount (penceritaan kembali), report (pelaporan), penulisan prosedur, dan sebagainya.
  • 22.
    Parafrase Definisi Mengekspresikan ide pemikirandari penulis asli dengan menggunakan kata- kata sendiri yang lebih mudah dimengerti tanpa mengubah makna aslinya dan tetap menyatakan sumber referensinya. Menurut OWL purdue, parafrase didefinisikan sebagai berikut: 1) kemampuan seseorang untuk menulis ulang ide atau gagasan orang lain dengan kata-katanya sendiri dan ditampilkan dalam bentuk yang baru 2) merupakan cara yang legal dan syah dalam meminjam gagasan orang lain 3) sebuah pernyataan ulang (restatement) yang lebih lengkap dan detail dibandingkan dengan sebuah ringkasan
  • 23.
    Cara Membuat Parafrase 1.Menggunakan kata sinonim pada semua kata yang tidak umum digunakan dalam karangan asli. 2. Mengubah struktur kalimat. 3. Mengubah tekanan kalimat dari aktif menjadi pasif atau sebaliknya. 4. Mengurangi anak-anak kalimat yang tidak perlu untuk diuraikan atau dimaknakan kembali oleh penulis (pengutip). 5. Mengubah bagian-bagian pembicaraan yang diurai penulis asli. 6. Menulis sumber bacaan dengan lengkap.
  • 24.
    Langkah-langkah Membuat Parafrase 1. Bacalahberkali-kali tulisan orang lain yang ingin kita paraphrase sampai kita mendapatkan maknanya; 2. Selama membaca, buatlah catatan tentang kata-kata kunci dari tulisan tersebut; kemudian, tutup buku tersebut dan jauhkanlah dari sisi kita; 3. Mulailah menuliskan makna dari tulisan yang kita baca tersebut dengan menggunakan kata-kata dan gaya bahasa kita sendiri; 4. Setelah selesai, bandingkanlah tulisan versi kita dengan versi aslinya, untuk meyakinkan bahwa versi kita maknanya sama dengan versi aslinya; 5. Catat kepustakaan aslinya untuk digunakan dalam kepustakaan artikel kita.
  • 25.
    Kapan sebaiknya parafrase digunakan? 1.Ketika hendak menyampaikan secara detail gagasan orang lain yang mendukung argumen Anda. 2. Ketika hendak membandingkan gagasan yang bertentangan dengan argumentasi Anda. 3. Ketika penggunaan kata-kata asli tidak membawa implikasi apa pun dalam argumentasi Anda. 4. Untuk menyelaraskan antara kutipan langsung dengan kutipan tidak langsung dalam naskah Anda.
  • 26.
    Contoh Parafrase Naskah Asli: Sangatlahpelik untuk mendefinisikan plagiasi saat kalian melakukan ringkasan atau parafrase. Keduanya memang berbeda, tetapi batas-batas parafrase dan ringkasan sangatlah tipis sehingga kalian tidak menyadari jika kalian berpindah dari melakukan parafrase menjadi meringkas, kemudian berpindah ke malakukan plagiasi. Apapun tujuanmu, parafrase yang sangat mirip dengan naskah asli dianggap sebagai melakukan plagiasi, meskipun kalian telah menuliskan sumbernya (Booth et al., 2005, hlm 203). Paragraf dibawah ini dianggap hasil plagiasi karena parafrase yang sangat mirip dengan naskah aslinya: Sangatlah sulit untuk mendefinisikan plagiasi saat ringkasan dan parafrase terlibat didalamnya, karena meskipun mereka berbeda, batas-batas keduanya sangatlah samar, dan seorang penulis mungkin tidak mengetahui kapan ia melakukan ringkasan, parafrase atau plagiasi. Meski demikian, parafrase yang sangat dekat dengan sumbernya diperhitungkan sebagai hasil plagiasi, meskipun sumber aslinya dicantumkan disana.
  • 27.
    Contoh Parafrase Contoh berikutnyamenunjukkan parafrase yang berada diperbatasan antara plagiasi dan yang diijinkan: Sangatlah sulit untuk membedakan antara ringkasan, parafrase dan plagiasi. Kalian berisiko melakukan plagiasi jika kalian melakukan parafrase yang sangat mirip, meskipun kalian tidak bermaksud untuk melakukan plagiasi dan mencantumkan sumber naskah aslinya. Kata-kata dalam paragraf diatas masih dapat dilacak sumbernya oleh seorang pembaca yang teliti, jika ia pernah membaca sumber tersebut. Berikut ini adlah contoh parafrase yang aman dan tidak dianggap sebagai plagiasi: Menuruth Booth, Colomb, dan Williams, penulis terkadang melakukan plagiasi tanpa mereka sadari karena mereka menggira melakukan ringkasan, saat mereka melakukan parafrase yang terlalu mirip dengan naskah asli, suatu aktifitas yang disebut plagiasi. Bahkan saat aktifitas tersebut dilakukan dengan tidak sengaja dan sumber pustakanyapun dituliskan (hlm 203).
  • 28.
    Daftar Pustaka • http://www.kamuskbbi.web.id/arti-kata-rujukan-kamus-bahasa-indonesia- kbbi.html •http://repository.maranatha.edu/2522/8/Metlit%20BAB%20VII.pdf • http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Ari%20Kusmiatun,%20S.P d.,M.Hum./KAIDAH%20KUTIPAN%20dalam%20MKI%20_%20b%20arik.pd f • http://achmadsudirofebub.lecture.ub.ac.id/2012/02/modul-2-metodologi- penelitian-bisnis/ • https://www.academia.edu/9920587/Tata_Penulisan_Rujukan_dan_Menulis _Daftar_Pustaka • http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/teknik-penulisan-daftar- rujukan • http://web.unair.ac.id/admin/file/f_34197_PlagiarismBnW.pdf • http://pasca.unand.ac.id/id/wp-content/uploads/2015/06/PANDUAN- PENULISAN-ILMIAH-DAN-KEPUSTAKAAN_2.pdf • http://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/viewFile/2057/1858
  • 29.
    Contoh kutipan didalam kutipan ‘Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi- esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8)
  • 30.
    Cara mengutip literatur terjemahan Jikasumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll),maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitanhasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalamdaftar pustaka]