JASA TAK TERLUPAKA
Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah
Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan
Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek
Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku
Ibu...
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibuHome
Terima Kasih Ibu
Ibu ....
Engkaulah wanita yang terindah yang pernah ku punya
Engkaulah jiwa dan ragaku
Engkaulah sosok wanita idola yang datang untuku
Kata-katamu sungguh lembut dibandingkan ayah
Tak pantas aku menyakiti hatimu yang begitu tulus menyayangiku
Setiap hari kau selalu mendoakn anak-anakmu
Engkau tak pernah marah jika anakmu nakal
Engkau selalu sabar dalam mendidik kami
Kasih ibu sepanjang masa
Hanya memberi tak hanya kembali
Aku berjanji tak akan membuatmu menangis
Aku ingin membuatmu selalu Tersenyum
Terima kasih ibu atas segalanya
Aku sangat menyayangimu.
Untukmu Ayahku
Di keheningan malam..
Datang secercah harapan…
Untuk menyambut jiwamu datang…
Sebercik harapan agar kau kembali pulang..
Hanya sepenggal kata bijak yang bisa kutanamkan…
Duduk sedeku, tangan meminta, mulut bergoyang, jatuh air mata…
Tapi apalah daya..
Semua harapan hilanglah sirna..
Karena kau telah tiada..
Ayahku tercinta..
Kerinduan
Ayah di mana engkau berada
Di sini aku merindukan mu
Mengiginkan untuk bertemu
Merindukan akan belaian mu
Kasih sayang mu selalu ku rindukan
Engkau selalu hadir dalam mimpi ku
Mimpi yang begitu nyata bagiku
Mengiginkan engkau untuk kembali
Aku selalu mengharapkan engkau hadir
Menemani aku setiap hari
Menemani masa pertumbuhan ku
Untuk tumbuh menjadi besar
Tampa engkau di sisiku
Tampa engkau yang menemani Hari-hari ku
Untukmu Ayah Untukmu Ibu
Kasihmu… sayangmu… selalu kau berikan padaku…
Kau banting tulangmu… kau peras keringatmu…
Namun kau selalu berusaha tersenyum didepanku…
Walau ku sering mendurhakaimu…
kau tak pernah berhenti memberi semua itu…
Kau pun tak pernah sedikitpun meminta balasan dariku…
Karena ku tau… kau lakukan semua itu…
Hanya untuk membuatku bahagia…
Kau cahaya hidupku…
kau pelita dalam setiap langkahku…
Maafkan…bila aku belum bisa membalas semua kebaikan yang telah kau berikan
untukku…
Tetapi Aku berjanji… aku akan selalu berusaha dan berdo’a semampuku… untuk
kebahagiaanmu di masa tua mu nanti…
Agar kau selalu tersenyum… walaupun apa yang ku beri… tidak sebesar apa yang ku
terima selama ini…
Bunda ...
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku
Ayah ...
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku
Ayah.. Bunda..
kucintai kau berdua
seperti aku mencintai surga
Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tama
Ayah Sejatiku
Ayah kau adalah pembelajaran
Sekumpulan ilmu yang harus dipraktekkan
Kau pukul aku dengan cambuk ingatan
Agar lebih bermakana untuk kampung negara
Kini sudah usang kulitmu Ayah
Tapi setiap kerut kulitmu adalah pengalaman
Kau didik aku
lewat khas militer terbaikmu
Beliyau berikan waktu yang tepat untuk tidur
Dan tak ada kata keluar malam
Waktu harus dikerjakan secara tepatnya
Seketika aku salah beliyau lari untuk sopaniku
Rahasia hitam putih adalah hobimu ayah.
Dengan mentri dan pion jalankan lalu habiskan malam
Tanpa bintang seterang matahari
Aku disini selalu mendoakan kesehatanmu ayah sayang .n-Nya yang terindah nanti.
Kita Selalu Bersama
Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama
Kemanapun bagai tali yang telah diikat kuat, yang tak dapat dilepas
Kau hibur aku disaat gundah dan kuhibur kau disaat kau membutuhkan
Kita saling melengkapi satu sama lain
Tapi berbeda
Berbeda pada saat itu
Pada saat waktu tak berpihak kepada kita
Kau dan aku terpisah
Dan akhirnya,
Akhirnya kau meninggalkan aku dengan sosok bayangmu
Bayangmu yang tak tahu dimana tubuhnya
Yang sekarang sudah tak mempunyai hati dan perasaan
Seperti bukan lagi sahabatku
Sinar Seorang Sahabat
Dalam sebuah kesunyian
Dijalan pelita
Soal hidup yang kadang tak menentu
Merangkai kisah dalam kesendirian
Ungkapan tulus dari seseorang
Seolah menjadi sinar yang mendadak datang
Berbagi duka dan tawa
Ibarat angin yang menebar keceriaan
Atau bulan yang setia menemani kegelapan
Disaat ku jatuh dan pasrah
Kawan…
Temani bintang yang kesepian
Yang cahayanya nyaris pudar ini
Yang enggan menunjukan kerlip kebahagiaannya
Ayo rangkai sebuah kisah persahabatan
Kisah yang tak pernah berakhir meski di telan waktu
Ayo jalani bersama
Takdir kita jalani dengan penuh perjuangan
Karena Mereka
tersenyum untuk mereka
bahagia demi mereka
tertawa untuk mereka
karena mereka
saat bibir lelah
saat mata terpejam
saat terakhir melihat
mereka ada
tak lama nafas terhenti
ketika aliran darah menyempit
saat tak ada lagi senyum
mereka ada
aku ada
aku bahagia
aku tertawa
karena mereka
Sahabatku, Jiwaku
sahabat selalu setia
seperti mentari yang tak pernah bosan menyinari bumi
sahabat membawa ketenangan
ibarat bulan yang menyejukkan malam
sahabat memberi warna dalam hidup
seperti pelangi yang indah
sahabat adalah semangat hidup
ibarat air yang menjadi sumber kehidupan
tanpa sahabat dunia terasa sepi
seperti manusia yang membutuhkan oksigen
dan sahabat tak pernah mati
ibarat bintang, walau jauh tapi tetap bersinar & punya tempat istimewa dalam hatimu
API SUCI
Selama Nafas masih mengalun,
Selama jantung masih memukul,
Wahai api, bakarlah jiwaku.
Biar mengaduh, biar mengeluh,
Seperti wajah merah membara,
Dalam bakaran api nyala,
Biar jiwaku habis terlebur,
Dalam kobaran nyala raya,
Sesak mendesak rasa di kalbu,
Gelisah liar mata memandang,
Dimana duduk rasa di kejar,
Demikian rahmat tumpahkan selalu,
Nikmat rasa api hangus,
Nyanyian semata bunyi jeritku
(sutan Takdir Alisjahbana dari : Tebaran Mega)
KUMPULAN PUISI
KELOMPOK 3
1. FILSA AZAHRA
2. NANDA PUTRI SELVINA
3. APRILIO HOSE SAMA
4. ANDIKA MAHAPUTRA GLOBAL
5. DHIANDRA LESTARI
KELAS : IV-C
SD NEGERI 1 KATOBU
BERJUANG
Kalau tidak berada-ada
Dimana tempua bersarang rendah.
Hem, maju, maju’ kata nafsu
“pergunakan umur muda !
Tidak sekarang bilakah lagi
Ketika baik jangan di buang !
Jangan banyak berpikir-pikir !
Alamat sudah tampak.
Kalau tidak berada-ada,
Dimana tempua bersarang rendah.”
Jinak-jinak merpati,
Manis jangan lekas ditelan.
(Soeman Hs. – dari : Panji Pustaka)
NASIB
Bagai biola yang salah larasnya,
Mengharu harmoni di dalam orkes,
Lagu hidupki ini tak beres,
Lakuku kurang lurus dan cerkasnya.
Karena didikan agak keliru;
Hidupku terasa “perseorangan”
Sekarang zaman ‘perkataan”
Sesat dan sasar mengancam nasibku
Lamalah sudah aku perperang
Melawan musih di dalam diri,
Kubujuk halus, keras kuhantam,
Amat sedikit kudapat menang,
Kebiasaan yang telah mendalam,
Sukar ditukar, sukar di siangi.
Intojo-dari : Pujangga Baru)
AKU
Kalau sampai waktuku
Ku mau tidak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulan yang terbuang
Biar peluru menembus kalitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Chairil Anwar)
FANTASI
Bendera perjuangan berkibar lagi,
Gembira bertepuk atas kepalaku,
Datahku melancar gembira pula,
Debur-berdebur dalam dadaku,
Kututup mata karena nikmat,
Kulihat terang dalam fantasi,
Lasykar rakyat maju kedepan,
Gembira dahsyat gegarkan bumi.
Rapat mampat mereka maju,
Nur ideal menerangi muka,
Girang gembira gemuruh lagu,
Tercurah dari jiwa Merdeka
(Ipih, H.R – Dari : Pujangga Baru)

Puisi 3

  • 1.
    JASA TAK TERLUPAKA Ibu... kaumembingbingku selama satu tahun kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah Ibu.... kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain ibu... kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan Ibu... kalau aku membuat salah tolong maafkan aku karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek Ibu... kalau aku lagi sedih kau menghibur aku kalau aku lagi kesal kau menghiburku Ibu... terimakasih atas jasa-jasamu jika aku masih sempat bertemu dengan ibu aku sangat ingin memeluk ibuHome
  • 2.
    Terima Kasih Ibu Ibu.... Engkaulah wanita yang terindah yang pernah ku punya Engkaulah jiwa dan ragaku Engkaulah sosok wanita idola yang datang untuku Kata-katamu sungguh lembut dibandingkan ayah Tak pantas aku menyakiti hatimu yang begitu tulus menyayangiku Setiap hari kau selalu mendoakn anak-anakmu Engkau tak pernah marah jika anakmu nakal Engkau selalu sabar dalam mendidik kami Kasih ibu sepanjang masa Hanya memberi tak hanya kembali Aku berjanji tak akan membuatmu menangis Aku ingin membuatmu selalu Tersenyum Terima kasih ibu atas segalanya Aku sangat menyayangimu. Untukmu Ayahku Di keheningan malam.. Datang secercah harapan… Untuk menyambut jiwamu datang… Sebercik harapan agar kau kembali pulang.. Hanya sepenggal kata bijak yang bisa kutanamkan… Duduk sedeku, tangan meminta, mulut bergoyang, jatuh air mata… Tapi apalah daya.. Semua harapan hilanglah sirna.. Karena kau telah tiada.. Ayahku tercinta.. Kerinduan Ayah di mana engkau berada Di sini aku merindukan mu
  • 3.
    Mengiginkan untuk bertemu Merindukanakan belaian mu Kasih sayang mu selalu ku rindukan Engkau selalu hadir dalam mimpi ku Mimpi yang begitu nyata bagiku Mengiginkan engkau untuk kembali Aku selalu mengharapkan engkau hadir Menemani aku setiap hari Menemani masa pertumbuhan ku Untuk tumbuh menjadi besar Tampa engkau di sisiku Tampa engkau yang menemani Hari-hari ku Untukmu Ayah Untukmu Ibu Kasihmu… sayangmu… selalu kau berikan padaku… Kau banting tulangmu… kau peras keringatmu… Namun kau selalu berusaha tersenyum didepanku… Walau ku sering mendurhakaimu… kau tak pernah berhenti memberi semua itu… Kau pun tak pernah sedikitpun meminta balasan dariku… Karena ku tau… kau lakukan semua itu… Hanya untuk membuatku bahagia… Kau cahaya hidupku… kau pelita dalam setiap langkahku… Maafkan…bila aku belum bisa membalas semua kebaikan yang telah kau berikan untukku… Tetapi Aku berjanji… aku akan selalu berusaha dan berdo’a semampuku… untuk kebahagiaanmu di masa tua mu nanti… Agar kau selalu tersenyum… walaupun apa yang ku beri… tidak sebesar apa yang ku terima selama ini…
  • 4.
    Bunda ... engkau adalah rembulanyang menari dalam dadaku Ayah ... engkau adalah matahari yang menghangatkan hatiku Ayah.. Bunda.. kucintai kau berdua seperti aku mencintai surga Semoga Allah mencium ayah bunda dalam tama Ayah Sejatiku Ayah kau adalah pembelajaran Sekumpulan ilmu yang harus dipraktekkan Kau pukul aku dengan cambuk ingatan Agar lebih bermakana untuk kampung negara Kini sudah usang kulitmu Ayah Tapi setiap kerut kulitmu adalah pengalaman Kau didik aku lewat khas militer terbaikmu Beliyau berikan waktu yang tepat untuk tidur Dan tak ada kata keluar malam Waktu harus dikerjakan secara tepatnya Seketika aku salah beliyau lari untuk sopaniku Rahasia hitam putih adalah hobimu ayah. Dengan mentri dan pion jalankan lalu habiskan malam
  • 5.
    Tanpa bintang seterangmatahari Aku disini selalu mendoakan kesehatanmu ayah sayang .n-Nya yang terindah nanti. Kita Selalu Bersama Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama Kemanapun bagai tali yang telah diikat kuat, yang tak dapat dilepas Kau hibur aku disaat gundah dan kuhibur kau disaat kau membutuhkan Kita saling melengkapi satu sama lain Tapi berbeda Berbeda pada saat itu Pada saat waktu tak berpihak kepada kita Kau dan aku terpisah Dan akhirnya, Akhirnya kau meninggalkan aku dengan sosok bayangmu Bayangmu yang tak tahu dimana tubuhnya Yang sekarang sudah tak mempunyai hati dan perasaan Seperti bukan lagi sahabatku Sinar Seorang Sahabat Dalam sebuah kesunyian Dijalan pelita Soal hidup yang kadang tak menentu Merangkai kisah dalam kesendirian Ungkapan tulus dari seseorang Seolah menjadi sinar yang mendadak datang Berbagi duka dan tawa Ibarat angin yang menebar keceriaan Atau bulan yang setia menemani kegelapan Disaat ku jatuh dan pasrah Kawan… Temani bintang yang kesepian Yang cahayanya nyaris pudar ini Yang enggan menunjukan kerlip kebahagiaannya Ayo rangkai sebuah kisah persahabatan Kisah yang tak pernah berakhir meski di telan waktu
  • 6.
    Ayo jalani bersama Takdirkita jalani dengan penuh perjuangan Karena Mereka tersenyum untuk mereka bahagia demi mereka tertawa untuk mereka karena mereka saat bibir lelah saat mata terpejam saat terakhir melihat mereka ada tak lama nafas terhenti ketika aliran darah menyempit saat tak ada lagi senyum mereka ada aku ada aku bahagia aku tertawa karena mereka Sahabatku, Jiwaku sahabat selalu setia seperti mentari yang tak pernah bosan menyinari bumi sahabat membawa ketenangan ibarat bulan yang menyejukkan malam sahabat memberi warna dalam hidup seperti pelangi yang indah sahabat adalah semangat hidup ibarat air yang menjadi sumber kehidupan tanpa sahabat dunia terasa sepi seperti manusia yang membutuhkan oksigen dan sahabat tak pernah mati ibarat bintang, walau jauh tapi tetap bersinar & punya tempat istimewa dalam hatimu
  • 7.
    API SUCI Selama Nafasmasih mengalun, Selama jantung masih memukul, Wahai api, bakarlah jiwaku. Biar mengaduh, biar mengeluh, Seperti wajah merah membara, Dalam bakaran api nyala, Biar jiwaku habis terlebur, Dalam kobaran nyala raya, Sesak mendesak rasa di kalbu, Gelisah liar mata memandang, Dimana duduk rasa di kejar, Demikian rahmat tumpahkan selalu, Nikmat rasa api hangus, Nyanyian semata bunyi jeritku (sutan Takdir Alisjahbana dari : Tebaran Mega) KUMPULAN PUISI KELOMPOK 3 1. FILSA AZAHRA 2. NANDA PUTRI SELVINA 3. APRILIO HOSE SAMA 4. ANDIKA MAHAPUTRA GLOBAL 5. DHIANDRA LESTARI KELAS : IV-C SD NEGERI 1 KATOBU
  • 8.
    BERJUANG Kalau tidak berada-ada Dimanatempua bersarang rendah. Hem, maju, maju’ kata nafsu “pergunakan umur muda ! Tidak sekarang bilakah lagi Ketika baik jangan di buang ! Jangan banyak berpikir-pikir ! Alamat sudah tampak. Kalau tidak berada-ada, Dimana tempua bersarang rendah.” Jinak-jinak merpati, Manis jangan lekas ditelan. (Soeman Hs. – dari : Panji Pustaka) NASIB Bagai biola yang salah larasnya, Mengharu harmoni di dalam orkes, Lagu hidupki ini tak beres, Lakuku kurang lurus dan cerkasnya. Karena didikan agak keliru; Hidupku terasa “perseorangan” Sekarang zaman ‘perkataan” Sesat dan sasar mengancam nasibku Lamalah sudah aku perperang Melawan musih di dalam diri, Kubujuk halus, keras kuhantam, Amat sedikit kudapat menang, Kebiasaan yang telah mendalam, Sukar ditukar, sukar di siangi. Intojo-dari : Pujangga Baru)
  • 9.
    AKU Kalau sampai waktuku Kumau tidak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulan yang terbuang Biar peluru menembus kalitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi (Chairil Anwar) FANTASI Bendera perjuangan berkibar lagi, Gembira bertepuk atas kepalaku, Datahku melancar gembira pula, Debur-berdebur dalam dadaku, Kututup mata karena nikmat, Kulihat terang dalam fantasi, Lasykar rakyat maju kedepan, Gembira dahsyat gegarkan bumi. Rapat mampat mereka maju, Nur ideal menerangi muka, Girang gembira gemuruh lagu, Tercurah dari jiwa Merdeka (Ipih, H.R – Dari : Pujangga Baru)