i
PROPOSAL
PROJEK KEWIRAUSAHAAN MEMANFAATKAN POTENSI LOKAL
PUDING JAHE DENGAN GULA MERAH “GINGLICIOUS”
Disusun Oleh :
Kelompok 4 (XII-F1)
1. Kevin Daffa Pradana/19
2. Kirania Princess Aulia J./20
3. Lucky Kurniawan/21
4. Mehrunnissa Naila Izzah/22
5. Muhammad Adi Raihan Arrozzaqqi/23
6. Muhammad Arif Mufid/24
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 13 SEMARANG
TAHUN 2025/2026
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2 Tujuan dan Sasaran..................................................................................... 1
BAB II DESKRIPSI USAHA
2.1 Nama Usaha dan Logo ................................................................................ 2
2.2 Deskripsi Produk atau Jasa ....................................................................... 2
2.3 Visi dan Misi ............................................................................................... 3
BAB III ANALISIS PASAR
3.1 Deskripsi Pasar Target ............................................................................... 4
3.2 Analisis Kompetitor .................................................................................... 5
3.3 Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) .................... 5
BAB IV STRATEGI PEMASARAN
4.1 Strategi Promosi ......................................................................................... 7
4.2 Strategi Distribusi ....................................................................................... 8
4.3 Strategi Harga ............................................................................................ 9
BAB V OPERASIONAL
5.1 Struktur Organisasi .................................................................................... 10
5.2 Sumber Daya Manusia ............................................................................... 10
5.3 Proses Produksi .......................................................................................... 11
BAB VI KEUANGAN
6.1 Proyeksi Pendapatan .................................................................................. 13
6.2 Proyeksi Biaya ............................................................................................ 14
6.3 Proyeksi Keuntungan ................................................................................. 15
BAB VII RENCANA KERJA
7.1 Tahapan Pelaksanaan ................................................................................. 16
7.2 Jadwal Waktu ............................................................................................. 16
7.3 Sumber Daya yang Dibutuhkan ................................................................. 17
BAB VIII KESIMPULAN
8.1 Ringkasan Proposal .................................................................................... 18
8.2 Manfaat dan Potensi Keberhasilan ............................................................ 18
iii
BAB IX LAMPIRAN
9.1 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ...................................................... 20
9.2 Surat Izin Tempat Usaha ............................................................................ 21
9.3 Poster Promosi ............................................................................................ 22
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
a. Deskripsi masalah dan peluang
Dessert berbahan dasar susu semakin diminati di kalangan masyarakat,
terutama varian yang memadukan rasa lembut susu dengan aroma khas rempah.
Puding jahe dengan gula merah hadir sebagai inovasi dessert sehat yang
menggabungkan manfaat jahe untuk kesehatan, tekstur puding yang lembut, dan
cita rasa khas gula merah (brown sugar). Peluang ini semakin terbuka karena
tren makanan sehat dan unik yang sedang berkembang di kalangan anak muda,
keluarga, dan penikmat kuliner.
b. Analisis pasar dan kompetitor
Pasar : Konsumen yang peduli kesehatan, pecinta dessert unik, pelanggan kafe
dan resto.
Kompetitor : Dessert shop, kedai pudding, brand pudding susu modern.
1.2 Tujuan dan Sasaran
a.Tujuan utama
Menghadirkan dessert sehat dan lezat yang dapat bersaing di pasar
makanan penutup premium.
b.Sasaran yang Ingin dicapai
Menyediakan dessert sehat dan enak yang disukai anak-anak SD dan
semua orang, sekaligus aman dikonsumsi setiap hari.
c.Indikator keberhasilan
Meningkatnya jumlah penjualan.
2
BAB II
DESKRIPSI USAHA
2.1 Nama Usaha dan Logo
a. Nama usaha : Ginglicious
b. Logo :
2.2 Deskripsi Produk atau Jasa
Ginglicious adalah usaha kuliner yang menghadirkan puding susu jahe
yang dilengkapi dengan gula merah diatasnya, serta memiliki teksur yang
lembut, dan memiliki cita rasa unik. Produk ini menggabungkan manfaat
kesehatan jahe dengan kelembutan susu segar, dilengkapi rasa manis khas gula
merah.
a. Fitur dan manfaat produk
- Menggunakan bahan alami: jahe segar, susu murni, dan gula merah
berkualitas.
- Bebas pengawet dan pewarna buatan.
- Rasa hangat dan menenangkan dari jahe, baik untuk kesehatan
pencernaan.
- Tekstur lembut dan rasa manis gurih yang memanjakan lidah
3
b. Keunggulan kompetitif
- Produk unik yang menggabungkan dessert modern dengan khasiat
tradisional.
- Cocok dikonsumsi dalam kondisi hangat maupun dingin.
2.3 Visi dan Misi Usaha
Visi :
Menghadirkan produk manis yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga
memberikan manfaat kesehatan.
Misi :
- Menyajikan puding susu jahe yang lezat, sehat, dan berkualitas tinggi.
- Mengangkat bahan tradisional Indonesia ke dalam menu modern.
- Mendukung gaya hidup sehat masyarakat dengan menyediakan
alternatif dessert yang menyehatkan.
- Menggunakan bahan alami.
4
BAB III
ANALISIS PASAR
3.1 Deskripsi Pasar Target
a. Demografi dan psikografi
Produk Ginglicious secara khusus menargetkan konsumen remaja usia
13–22 tahun yang tinggal atau beraktivitas di wilayah Kecamatan Mijen,
Kota Semarang, dan sekitarnya. Wilayah ini merupakan daerah pinggiran
kota dengan pertumbuhan pemukiman yang pesat, banyak sekolah
menengah, pondok pesantren, dan bimbel .
Psikografis target pasar ini adalah remaja yang aktif di media sosial, gemar
mencoba produk baru, mengikuti tren kuliner, dan mencari camilan unik
yang bisa dijadikan konten atau diunggah di media sosial mereka. Mereka
juga cenderung mengutamakan rasa, tampilan, dan harga yang terjangkau,
namun akan lebih tertarik jika produk memiliki nilai tambah seperti manfaat
kesehatan atau kemasan estetik.
b. Kebutuhan dan preferensi
Remaja di Mijen membutuhkan camilan yang:
- Rasanya enak dan unik : gabungan manis lembut dari susu dan sensasi
hangat jahe memberikan pengalaman rasa baru yang jarang ditemui di
pasaran.
- Harga terjangkau : berkisar antara Rp8.000–Rp10.000 per cup, sesuai
daya beli pelajar.
- Instagramable : kemasan dan tampilan puding dibuat menarik, dengan
warna lembut (pastel) dan hiasan topping seperti kacang, cokelat parut,
atau madu.
- Sehat dan aman dikonsumsi : tanpa bahan pengawet dan menggunakan
jahe segar yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
5
- Mudah diakses : tersedia di lokasi strategis seperti dekat sekolah,
kantin, minimarket lokal, dan melalui pemesanan online (WhatsApp &
Instagram).
3.2 Analisis Kompetitor
a. Identifikasi kompetitor
Kompetitor langsung: Penjual puding biasa (cokelat, buah) di kantin sekolah
atau pasar Mijen.
Kompetitor tidak langsung: Penjual camilan sehat lainnya seperti salad buah,
boba drink, atau minuman jahe instan yang dijual di warung kopi lokal.
b. Analisis kekuatan dan kelemahan
Kekuatan :
- Memiliki cita rasa khas dari perpaduan jahe dan gula merah.
- Menggunakan bahan alami yang relatif lebih sehat.
- Menonjolkan nuansa tradisional sehingga memiliki daya tarik
tersendiri.
- Warna alami dari gula merah membuat tampilan lebih menarik tanpa
pewarna tambahan.
Kelemahan :
- Tidak semua konsumen menyukai rasa jahe yang cukup kuat.
- Daya simpan relatif singkat karena tidak menggunakan pengawet.
- Rasa dapat menjadi kurang seimbang apabila jahe terlalu dominan.
- Biaya produksi lebih tinggi dibanding puding dengan bahan standar.
3.3 Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
a. Strength (Kekuatan)
- Rasa unik: perpaduan susu lembut dan jahe hangat jarang ada di
pasaran lokal.
6
- Manfaat kesehatan dari jahe, cocok untuk musim hujan atau saat daya
tahan tubuh menurun.
- Kemasan estetik yang menarik perhatian remaja untuk dibagikan di
media sosial.
- Harga ramah dikalangan pelajar.
b. Weakness (Kelemahan)
- Daya tahan produk hanya 2–3 hari jika disimpan di lemari pendingin.
- Produksi terbatas karena menggunakan bahan segar tanpa pengawet.
-
c. Opportunity (Peluang)
- Tren kuliner sehat dan unik sedang meningkat di kalangan remaja.
- Promosi bisa dilakukan secara efektif melalui Instagram, TikTok, dan
WhatsApp dengan biaya minim.
- Potensi menjangkau pasar lebih luas melalui layanan pesan antar di
aplikasi lokal atau ojol (GoFood, GrabFood).
d. Threat (Ancaman)
- Persaingan dengan camilan populer seperti boba, es krim, dan snack
kemasan.
- Perubahan harga bahan baku susu dan jahe yang mempengaruhi harga
jual.
7
BAB IV
STRATEGI PEMASARAN
4.1 Strategi Promosi
Promosi menjadi salah satu aspek kunci untuk memperkenalkan produk
kepada konsumen dan membangun citra merek yang kuat. Kegiatan promosi
akan dilakukan secara terintegrasi melalui beberapa metode, yaitu:
a. Media Sosial
- Platform Utama : Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp
Business akan menjadi saluran komunikasi utama.
- Konten yang Dibuat : Foto produk berkualitas tinggi, video review,
tutorial penggunaan, tips dan trik, serta konten hiburan yang relevan
dengan target pasar.
- Jadwal Upload : Postingan dilakukan minimal 3–4 kali per minggu
dengan story update harian untuk menjaga interaksi.
- Strategi konten : Menggunakan hashtag khusus, membalas
komentar/DM dengan cepat untuk meningkatkan kedekatan dengan
pelanggan.
b. Iklan
- Iklan Digital : Menggunakan Facebook Ads dan Google Ads dengan
sistem penargetan (targeting) berdasarkan lokasi, usia, minat, dan
perilaku pengguna internet.
- Kerja Sama Influencer : Menggandeng influencer lokal dengan jumlah
pengikut yang sesuai target pasar agar promosi terasa lebih personal
dan dipercaya audiens.
- Media Cetak & Banner : Memasang spanduk, brosur, dan poster di
lokasi strategis seperti sekolah, kampus, kafe, dan pusat perbelanjaan.
8
c. Event
- Pameran & Bazar : Berpartisipasi dalam event pameran UMKM,
festival kuliner, atau kegiatan komunitas untuk meningkatkan eksposur.
- Launching Produk : Mengadakan acara peluncuran produk baru dengan
penawaran spesial untuk menarik perhatian media dan konsumen.
- Program Coba Gratis : Memberikan sampel produk kepada masyarakat
di area publik untuk mengenalkan kualitas dan rasa produk secara
langsung.
4.2 Strategi Distribusi
Distribusi menjadi jembatan utama antara produsen dan konsumen.
Sistem distribusi yang efektif akan memastikan produk tersedia tepat waktu dan
dalam kondisi baik.
a. Saluran distribusi
- Penjualan Langsung : Menjual langsung ke konsumen melalui toko
fisik atau outlet resmi.
- Penjualan Online : Memanfaatkan berbagai platform seperti WhatsApp
Bussiness, ShopeeFood, GoFood, dan Grabfood.
- Agen & Reseller : Mengembangkan jaringan agen di berbagai daerah
untuk memperluas jangkauan pasar dan distribusi.
- Kerja Sama dengan Toko & Kafe : Menitipkan produk di toko oleh-
oleh, minimarket lokal, dan kafe yang ramai dikunjungi.
b. Logistik
- Menggunakan cup plastik food grade dengan tutup yang rapat agar
higienis.
- Menggunakan aplikasi jasa antar dalam pengirimkan kepada
pelanggan.
- Memproduksi puding jahe gula merah sesuai dengan estimasi
permintaan harian.
9
4.3 Strategi Harga
a. Penetapan harga
Penetapan harga produk Ginglicious dilakukan dengan
mempertimbangkan biaya produksi, biaya operasional harian, serta daya
beli konsumen sasaran. Untuk memproduksi 50 cup per hari, biaya bahan
baku yang diperlukan adalah sebesar Rp221.800 atau setara Rp4.436 per
cup. Selain itu, terdapat biaya operasional dan pemasaran harian sebesar
Rp126.854 (ditambah dengan biaya pemasaran). Dengan harga jual
Rp10.000 per cup, pendapatan yang diperoleh per hari mencapai
Rp500.000.
Berdasarkan perhitungan tersebut, usaha ini mampu menghasilkan laba
kotor sebesar Rp278.200 per hari dan laba bersih sebesar Rp151.346 per
hari atau sekitar Rp3.783.650 per bulan (25 hari kerja). Dengan
demikian, harga Rp10.000 per cup dinilai tepat karena tidak hanya
menutupi seluruh biaya produksi dan operasional, tetapi juga
memberikan margin keuntungan yang sehat serta tetap terjangkau bagi
konsumen.
b. Diskon dan promo
Untuk meningkatkan daya tarik serta loyalitas konsumen, strategi
diskon dan promo yang digunakan antara lain :
- Diskon Paket Hemat : Pembelian 5 cup diberikan harga Rp
45.000 (setara Rp 9.000 per cup). Dengan biaya produksi Rp
8.020, keuntungan per cup menjadi Rp 980 atau margin ± 12%.
- Strategi Loyalitas: Pemberian bonus 1 cup gratis setiap
pembelian 10 cup, serta promo gratis ongkir untuk pemesanan
minimal Rp 30.000 melalui platform online.
10
BAB V
OPERASIONAL
5.1 Struktur Organisasi
5.2 Sumber Daya Manusia
a. Rekutmen dan pelatihan
Untuk tahap awal, usaha ini akan dijalankan oleh anggota inti
yang berjumlah 6 orang dengan pembagian kerja sesuai struktur
organisasi yang telah dibuat. Rekutmen tenaga tambahan akan dilakukan
jika permintaan pasar meningkat. Jika memerlukan tenaga tambahan,
kami akan melaukan rekutmen dengan dua tahapan, yaitu rekutmen dan
pelatihan.
Nama Posisi Tugas
Lucky Kurniawan Koordinator/Ketua
Bertugas mengawasi dan mengarahkan
anggota agar bekerja dengan baik sesuai tugas
masing-masing, serta memastikan seluruh
kegiatan usaha berjalan sesuai rencana.
Mehrunnissa Naila Izzah Bagian Produksi dan Pengecekan Kualitas
Bertugas memasak, mengolah produk, serta
memastikan puding berada dalam kondisi baik
dengan kualitas terbaik sebelum dipasarkan.
Kirania Princess Aulia J. Bagian Produksi dan Pengecekan Kualitas
Membantu proses produksi, menjaga
kebersihan, serta memastikan produk
memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Muhammad Arif Mufid Bagian Promosi dan Periklanan
Bertugas mempromosikan produk melalui
media sosial maupun secara langsung, serta
mengatur strategi periklanan untuk
meningkatkan penjualan.
Kevin Daffa Pradana Divisi Rekrutmen Anggota dan Seleksi
Bertugas mencari dan menyeleksi anggota
baru yang bersedia serta mampu
melaksanakan tugas sesuai jabatannya,
misalnya juru masak harus memiliki
keterampilan memasak.
Muhammad Adi Raihan Arrozzaqqi Bagian Keuangan
Mengelola keuangan usaha, mencatat
pemasukan dan pengeluaran, serta membuat
laporan keuangan yang akurat.
11
Rekutmen :
- Tentukan Posisi atau jabatan yang di butuhkan, jumlah orang, dan
jadwal kerja
- Buat deskripsi pekerjaan contoh: Tugas, kualifikasi, gaji, jam
kerja.
- Rekrut kandidat misal pasang lowongan online/offline atau lewat
rekomendasi.
- Melakukan seleksi untuk mencari tenaga kerja yang ahli dalam
bidangnya
- Lakukan Wawancara & pengecekan pengalaman bekerja (misal
jika ia menjadi seorang kasir, ia harus melayani pembeli dengan
ramah serta melakukan perhitungan harga dengan benar dan
cepat)
- Tes praktik (bisa dengan memasak, melakukan pelayanan,
menjadi kasir)
- Cek kedisiplinan (apakah pekerja mampu menjaga kebersihan,
kerapian, dll)
Pelatihan :
Setelah dinyatakan lolos tahap seleksi, tenaga kerja akan
diberikan pelatihan dasar sesuai dengan bagian yang ditempati.
Contohnya, jika tenaga kerja dinyatakan lolos pada bagian produksi,
maka tenaga kerja akan diberikan pelatihan dasar mengenai standar
kebersihan, cara porduksi, dan pengendalian kualitas.
5.3 Proses Produksi
a. Deskripsi proses
Proses produksi dilakukan secara terencana dengan mengikuti resep dan
tahapan yang telah disepakati untuk menjaga kualitas produk, tahapan umum
meliputi :
- Persiapan bahan baku sesuai resep.
12
- Proses pengolahan sesuai dengan standar yang telah disepakati untuk
menjaga kualitas produk.
- Pengemasan ke dalam cup dengan ukuran 120 ml.
- Pengecekan kualitas sebelum proses distribusi.
b. Pengendalian kualitas
Untuk memastikan produk yang kami produksi memiliki mutu yang
konsisten, dilakukan beberapa langkah pengendalian kualitas, antara
lain :
- Produksi dilakukan sesuai dengan resep yang telah ditetapkan.
- Memastikan bahan baku yang segar, dan bersih.
- Melakukan pengecekan tanggal kadaluarsa pada bahan baku sebelum
digunakan.
- Menjaga kebersihan peralatan dan area produksi.
- Melakukan pengecekan rasa, tekstur, aroma, serta kemasan sebelum
distribusi.
13
BAB VI
KEUANGAN
6.1 Proyeksi Pendapatan
a. Asumsi dan metode
Asumsi harga produk yang digunakan dalam proyeksi pendapatan ini
adalah :
- Harga jual produk sebesar Rp.10.000/cup
- Jumlah penjualan rata-rata 50 cup/hari
- Jumlah hari produksi dalam sebulan adalah 25 hari kerja (Senin-
Jumat)
Metode yang digunakan untuk menghitung proyeksi pendapatan adalah
dengan mengalikan harga jual per cup dengan jumlah penjualan per hari,
kemudian dikalikan dengan jumlah hari produksi dalam 1 bulan, jika
dilakukan perhitungan :
- Pendapatan harian = harga jual per cup × jumlah penjualan per hari =
10.000 × 50 = 500.000
- Pendapatan bulanan = jumlah pendapatan harian × jumlah hari
produksi 1 bulan = 500.000 × 25 = 12.500.000
14
6.2 Proyeksi Biaya
a. Biaya produksi
Harga bahan baku (untuk 1 resep/10 cup) :
Harga per cup = 44.360/10 = 4.436
- Asumsi modal untuk penjualan 50 cup/hari (5 resep) = 44.360 × 5
resep = 221.800
b. Biaya operasional
Biaya alat :
Total biaya pemakaian alat dalam 1 hari = 6.854
Total biaya operasional dalam 1 hari = 110.000
- Total biaya operasional dalam 1 hari = 110.000 + 6.854 = 116.854
Alat Perhitungan Biaya Alat 1 untuk 1 Hari
Kompor 387.000/300 hari 1.290
Tabung Gas 240.000/300 hari 800
Panci 15.000/300 hari 50
Solet 4.000/300 hari 13
Mangkok 13.000/300 hari 44
Parutan 8.000/300 hari 27
Saringan 9.000/300 hari 30
Isi Tabung Gas (utk 5 hari) 23.000/5 hari 4.600
6.854
Total
BahanBaku HargaDasar Pemakaian1Resep Perhitungan Biayauntuk10Cup
Jahe250gr 8.000 250gr pemakaian1bungkus 8.000
SusuUHT1liter 21.000 1liter pemakaian1kotak 21.000
GulaPasir1kg 18.000 100gr 18.000/10 1.800
BrownSugar500gr 34.000 100gr 34.000/5 6.800
Garam250gr 5.000 3gr (3/250)×5.000 60
AirMineral1liter 9.000 100ml 9.000/10 900
Cup50pcs 15.000 10pcs 15.000/5 3.000
Stiker100pcslogo 20.000 10pcs 20.000/10 2.000
SendokPlastik100pcs 8.000 10pcs 8.000/10 800
44.360
Total
Jenis kebutuhan Estimasi Biaya per-bulan Biaya dalam 1 hari
Biaya 1 Tenaga Kerja 1.250.000 50.000
Biaya Sewa Tempat 1.250.000 50.000
Biaya Operasional Lainnya 250.000 10.000
110.000
Total
15
c. Biaya pemasaran
- Asumsi biaya pemasaran dalam 1 hari (mencetak brosur, promosi
media sosial, dll) = 10.000
- Total biaya keseluruhan dalam 1 hari = biaya produksi + biaya
operasional + biaya pemasaran = 221.800 + 116.854 + 10.000 =
348.654
- Total biaya keseluruhan dalam 1 bulan = 348.654 × 25 hari =
8.716.350
6.3 Proyeksi Keuntungan
a. Laba rugi
Laba dalam 1 hari (penjualan 50 cup) :
- Laba kotor dalam 1 hari = pendapatan 1 hari – biaya bahan baku =
500.000 – 221.800 = 278.200
- Laba bersih dalam 1 hari = pendapatan 1 hari – biaya keseluruhan =
500.000 - 348.654 = 151.346
Laba dalam 1 bulan (penjualan 50 cup) :
- Laba kotor dalam 1 bulan = 278.200 × 25 = 6.955.000
- Laba bersih dalam 1 bulan = 151.346 × 25 = 3.783.650
b. Break-even point
- Break even point per-unit = biaya tetap (biaya operasional + biaya
pemasaran)/harga jual per unit – biaya variabel per unit = 116.854 +
10.000/10.000 – 4.436 = 126.854/5.564 = 22,8 (minimal harus
menjual ± 23 cup/hari)
- Break even point rupiah = BEP per-unit × 10.000 = 22,8 × 10.000
= 228.000 (omset minimal perhari adalah 228.000)
16
BAB VII
RENCANA KERJA
7.1 Tahapan Pelaksanaan
a. Pra-operasional
- Riset pasar sederhana: menentukan selera konsumen (rasa, kemasan,
harga).
- Uji coba resep puding susu (menentukan rasa terbaik dan ketahanan
produk).
- Menentukan pemasok bahan baku (susu, bubuk puding, gula,
kemasan).
- Persiapan peralatan produksi (panci, kompor, cetakan, kulkas).
- Membuat branding (nama usaha, logo, dan desain label kemasan).
b. Operasional
- Produksi puding susu sesuai resep yang sudah ditentukan.
- Pengemasan puding susu dalam cup/box yang menarik dan higienis.
- Melakukan distribusi produk dengan menitipkan produk ke
warung/kantin/sekolah, atau menjual lewat media sosial.
- Promosi produk melalui media sosial (Instagram, TikTok,
WhatsApp), promo pembelian pertama, diskon paket.
- Evaluasi hasil penjualan dan kualitas produk tiap minggu.
7.2 Jadwal Waktu
a. Timeline
- Minggu 1 – 3 : Melakukan riset pasar dan uji coba resep
- Minggu 4 : Persiapan alat, bahan, dan branding
- Minggu 5 : Produksi perdana (batch kecil) dan uji penjualan
- Minggu 6 : Evaluasi produk dan pemasaran
- Minggu 7 – seterusnya : Produksi rutin, promosi, dan perluasan
distribusi
17
7.3 Sumber Daya yang Dibutuhkan
a. Dana
Modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ini berkisar Rp. 9.000.000 –
Rp.10.000.000
b. Sumber daya manusia
- 2 orang produksi (membuat puding).
- 1 orang pemasaran sampai 2 orang sesuai kebutuhan (menjual,
promosi, distribusi).
- Bisa dirangkap oleh pemilik di tahap awal.
c. Teknologi
- Peralatan dapur: panci, kompor, sendok pengaduk, panci.
- Smartphone untuk promosi online dan transaksi.
18
BAB VIII
KESIMPULAN
8.1 Ringkasan Proposal
Proposal usaha Ginglicious mengusung produk puding susu jahe dengan
gula merah sebagai inovasi dessert yang memadukan cita rasa unik dan manfaat
kesehatan. Analisis pasar menunjukkan adanya peluang besar di kalangan remaja
dan pelajar yang mencari camilan sehat, terjangkau, dan menarik secara visual.
Strategi pemasaran memanfaatkan media sosial dan kerja sama dengan mitra
distribusi, sedangkan strategi harga disusun secara realistis sesuai perhitungan
biaya dan daya beli konsumen. Dari sisi keuangan, proyeksi menunjukkan
potensi pendapatan sebesar Rp12.500.000 per bulan dengan laba bersih sekitar
Rp3.783.650 per bulan.
8.2 Manfaat dan Potensi Keberhasilan
Usaha ini memberikan manfaat ganda: bagi konsumen, menghadirkan
camilan sehat dengan harga terjangkau; bagi pelaku usaha, menjadi peluang
ekonomi kreatif yang memanfaatkan potensi lokal berupa jahe, susu, dan gula
merah. Produk ini memiliki diferensiasi jelas dibandingkan kompetitor karena
menggabungkan cita rasa tradisional dengan kemasan modern yang sesuai tren
pasar.
Potensi keberhasilan usaha Ginglicious cukup tinggi dengan beberapa alasan:
- Tren kuliner sehat dan unik semakin diminati oleh generasi muda.
- Produk memiliki nilai tambah berupa manfaat kesehatan dari bahan
alami.
- Strategi promosi digital efektif menjangkau target pasar utama.
Perhitungan keuangan menunjukkan titik impas dapat tercapai pada penjualan
sekitar 23 cup per hari, sementara target penjualan ditetapkan 50 cup per hari.
19
Dengan kombinasi inovasi produk, strategi pemasaran yang tepat, serta
perhitungan keuangan yang realistis, usaha Ginglicious memiliki prospek untuk
berkembang dan berkontribusi dalam dunia kuliner berbasis potensi lokal.
20
BAB IX
LAMPIRAN
9.1 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
21
9.2 Surat Izin Tempat Usaha
22
9.3 Poster Promosi

PROPOSAL PUDING SUSU..........................kikrldl

  • 1.
    i PROPOSAL PROJEK KEWIRAUSAHAAN MEMANFAATKANPOTENSI LOKAL PUDING JAHE DENGAN GULA MERAH “GINGLICIOUS” Disusun Oleh : Kelompok 4 (XII-F1) 1. Kevin Daffa Pradana/19 2. Kirania Princess Aulia J./20 3. Lucky Kurniawan/21 4. Mehrunnissa Naila Izzah/22 5. Muhammad Adi Raihan Arrozzaqqi/23 6. Muhammad Arif Mufid/24 SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 13 SEMARANG TAHUN 2025/2026
  • 2.
    ii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1 1.2 Tujuan dan Sasaran..................................................................................... 1 BAB II DESKRIPSI USAHA 2.1 Nama Usaha dan Logo ................................................................................ 2 2.2 Deskripsi Produk atau Jasa ....................................................................... 2 2.3 Visi dan Misi ............................................................................................... 3 BAB III ANALISIS PASAR 3.1 Deskripsi Pasar Target ............................................................................... 4 3.2 Analisis Kompetitor .................................................................................... 5 3.3 Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) .................... 5 BAB IV STRATEGI PEMASARAN 4.1 Strategi Promosi ......................................................................................... 7 4.2 Strategi Distribusi ....................................................................................... 8 4.3 Strategi Harga ............................................................................................ 9 BAB V OPERASIONAL 5.1 Struktur Organisasi .................................................................................... 10 5.2 Sumber Daya Manusia ............................................................................... 10 5.3 Proses Produksi .......................................................................................... 11 BAB VI KEUANGAN 6.1 Proyeksi Pendapatan .................................................................................. 13 6.2 Proyeksi Biaya ............................................................................................ 14 6.3 Proyeksi Keuntungan ................................................................................. 15 BAB VII RENCANA KERJA 7.1 Tahapan Pelaksanaan ................................................................................. 16 7.2 Jadwal Waktu ............................................................................................. 16 7.3 Sumber Daya yang Dibutuhkan ................................................................. 17 BAB VIII KESIMPULAN 8.1 Ringkasan Proposal .................................................................................... 18 8.2 Manfaat dan Potensi Keberhasilan ............................................................ 18
  • 3.
    iii BAB IX LAMPIRAN 9.1Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ...................................................... 20 9.2 Surat Izin Tempat Usaha ............................................................................ 21 9.3 Poster Promosi ............................................................................................ 22
  • 4.
    1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang a. Deskripsi masalah dan peluang Dessert berbahan dasar susu semakin diminati di kalangan masyarakat, terutama varian yang memadukan rasa lembut susu dengan aroma khas rempah. Puding jahe dengan gula merah hadir sebagai inovasi dessert sehat yang menggabungkan manfaat jahe untuk kesehatan, tekstur puding yang lembut, dan cita rasa khas gula merah (brown sugar). Peluang ini semakin terbuka karena tren makanan sehat dan unik yang sedang berkembang di kalangan anak muda, keluarga, dan penikmat kuliner. b. Analisis pasar dan kompetitor Pasar : Konsumen yang peduli kesehatan, pecinta dessert unik, pelanggan kafe dan resto. Kompetitor : Dessert shop, kedai pudding, brand pudding susu modern. 1.2 Tujuan dan Sasaran a.Tujuan utama Menghadirkan dessert sehat dan lezat yang dapat bersaing di pasar makanan penutup premium. b.Sasaran yang Ingin dicapai Menyediakan dessert sehat dan enak yang disukai anak-anak SD dan semua orang, sekaligus aman dikonsumsi setiap hari. c.Indikator keberhasilan Meningkatnya jumlah penjualan.
  • 5.
    2 BAB II DESKRIPSI USAHA 2.1Nama Usaha dan Logo a. Nama usaha : Ginglicious b. Logo : 2.2 Deskripsi Produk atau Jasa Ginglicious adalah usaha kuliner yang menghadirkan puding susu jahe yang dilengkapi dengan gula merah diatasnya, serta memiliki teksur yang lembut, dan memiliki cita rasa unik. Produk ini menggabungkan manfaat kesehatan jahe dengan kelembutan susu segar, dilengkapi rasa manis khas gula merah. a. Fitur dan manfaat produk - Menggunakan bahan alami: jahe segar, susu murni, dan gula merah berkualitas. - Bebas pengawet dan pewarna buatan. - Rasa hangat dan menenangkan dari jahe, baik untuk kesehatan pencernaan. - Tekstur lembut dan rasa manis gurih yang memanjakan lidah
  • 6.
    3 b. Keunggulan kompetitif -Produk unik yang menggabungkan dessert modern dengan khasiat tradisional. - Cocok dikonsumsi dalam kondisi hangat maupun dingin. 2.3 Visi dan Misi Usaha Visi : Menghadirkan produk manis yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Misi : - Menyajikan puding susu jahe yang lezat, sehat, dan berkualitas tinggi. - Mengangkat bahan tradisional Indonesia ke dalam menu modern. - Mendukung gaya hidup sehat masyarakat dengan menyediakan alternatif dessert yang menyehatkan. - Menggunakan bahan alami.
  • 7.
    4 BAB III ANALISIS PASAR 3.1Deskripsi Pasar Target a. Demografi dan psikografi Produk Ginglicious secara khusus menargetkan konsumen remaja usia 13–22 tahun yang tinggal atau beraktivitas di wilayah Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dan sekitarnya. Wilayah ini merupakan daerah pinggiran kota dengan pertumbuhan pemukiman yang pesat, banyak sekolah menengah, pondok pesantren, dan bimbel . Psikografis target pasar ini adalah remaja yang aktif di media sosial, gemar mencoba produk baru, mengikuti tren kuliner, dan mencari camilan unik yang bisa dijadikan konten atau diunggah di media sosial mereka. Mereka juga cenderung mengutamakan rasa, tampilan, dan harga yang terjangkau, namun akan lebih tertarik jika produk memiliki nilai tambah seperti manfaat kesehatan atau kemasan estetik. b. Kebutuhan dan preferensi Remaja di Mijen membutuhkan camilan yang: - Rasanya enak dan unik : gabungan manis lembut dari susu dan sensasi hangat jahe memberikan pengalaman rasa baru yang jarang ditemui di pasaran. - Harga terjangkau : berkisar antara Rp8.000–Rp10.000 per cup, sesuai daya beli pelajar. - Instagramable : kemasan dan tampilan puding dibuat menarik, dengan warna lembut (pastel) dan hiasan topping seperti kacang, cokelat parut, atau madu. - Sehat dan aman dikonsumsi : tanpa bahan pengawet dan menggunakan jahe segar yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
  • 8.
    5 - Mudah diakses: tersedia di lokasi strategis seperti dekat sekolah, kantin, minimarket lokal, dan melalui pemesanan online (WhatsApp & Instagram). 3.2 Analisis Kompetitor a. Identifikasi kompetitor Kompetitor langsung: Penjual puding biasa (cokelat, buah) di kantin sekolah atau pasar Mijen. Kompetitor tidak langsung: Penjual camilan sehat lainnya seperti salad buah, boba drink, atau minuman jahe instan yang dijual di warung kopi lokal. b. Analisis kekuatan dan kelemahan Kekuatan : - Memiliki cita rasa khas dari perpaduan jahe dan gula merah. - Menggunakan bahan alami yang relatif lebih sehat. - Menonjolkan nuansa tradisional sehingga memiliki daya tarik tersendiri. - Warna alami dari gula merah membuat tampilan lebih menarik tanpa pewarna tambahan. Kelemahan : - Tidak semua konsumen menyukai rasa jahe yang cukup kuat. - Daya simpan relatif singkat karena tidak menggunakan pengawet. - Rasa dapat menjadi kurang seimbang apabila jahe terlalu dominan. - Biaya produksi lebih tinggi dibanding puding dengan bahan standar. 3.3 Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) a. Strength (Kekuatan) - Rasa unik: perpaduan susu lembut dan jahe hangat jarang ada di pasaran lokal.
  • 9.
    6 - Manfaat kesehatandari jahe, cocok untuk musim hujan atau saat daya tahan tubuh menurun. - Kemasan estetik yang menarik perhatian remaja untuk dibagikan di media sosial. - Harga ramah dikalangan pelajar. b. Weakness (Kelemahan) - Daya tahan produk hanya 2–3 hari jika disimpan di lemari pendingin. - Produksi terbatas karena menggunakan bahan segar tanpa pengawet. - c. Opportunity (Peluang) - Tren kuliner sehat dan unik sedang meningkat di kalangan remaja. - Promosi bisa dilakukan secara efektif melalui Instagram, TikTok, dan WhatsApp dengan biaya minim. - Potensi menjangkau pasar lebih luas melalui layanan pesan antar di aplikasi lokal atau ojol (GoFood, GrabFood). d. Threat (Ancaman) - Persaingan dengan camilan populer seperti boba, es krim, dan snack kemasan. - Perubahan harga bahan baku susu dan jahe yang mempengaruhi harga jual.
  • 10.
    7 BAB IV STRATEGI PEMASARAN 4.1Strategi Promosi Promosi menjadi salah satu aspek kunci untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dan membangun citra merek yang kuat. Kegiatan promosi akan dilakukan secara terintegrasi melalui beberapa metode, yaitu: a. Media Sosial - Platform Utama : Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp Business akan menjadi saluran komunikasi utama. - Konten yang Dibuat : Foto produk berkualitas tinggi, video review, tutorial penggunaan, tips dan trik, serta konten hiburan yang relevan dengan target pasar. - Jadwal Upload : Postingan dilakukan minimal 3–4 kali per minggu dengan story update harian untuk menjaga interaksi. - Strategi konten : Menggunakan hashtag khusus, membalas komentar/DM dengan cepat untuk meningkatkan kedekatan dengan pelanggan. b. Iklan - Iklan Digital : Menggunakan Facebook Ads dan Google Ads dengan sistem penargetan (targeting) berdasarkan lokasi, usia, minat, dan perilaku pengguna internet. - Kerja Sama Influencer : Menggandeng influencer lokal dengan jumlah pengikut yang sesuai target pasar agar promosi terasa lebih personal dan dipercaya audiens. - Media Cetak & Banner : Memasang spanduk, brosur, dan poster di lokasi strategis seperti sekolah, kampus, kafe, dan pusat perbelanjaan.
  • 11.
    8 c. Event - Pameran& Bazar : Berpartisipasi dalam event pameran UMKM, festival kuliner, atau kegiatan komunitas untuk meningkatkan eksposur. - Launching Produk : Mengadakan acara peluncuran produk baru dengan penawaran spesial untuk menarik perhatian media dan konsumen. - Program Coba Gratis : Memberikan sampel produk kepada masyarakat di area publik untuk mengenalkan kualitas dan rasa produk secara langsung. 4.2 Strategi Distribusi Distribusi menjadi jembatan utama antara produsen dan konsumen. Sistem distribusi yang efektif akan memastikan produk tersedia tepat waktu dan dalam kondisi baik. a. Saluran distribusi - Penjualan Langsung : Menjual langsung ke konsumen melalui toko fisik atau outlet resmi. - Penjualan Online : Memanfaatkan berbagai platform seperti WhatsApp Bussiness, ShopeeFood, GoFood, dan Grabfood. - Agen & Reseller : Mengembangkan jaringan agen di berbagai daerah untuk memperluas jangkauan pasar dan distribusi. - Kerja Sama dengan Toko & Kafe : Menitipkan produk di toko oleh- oleh, minimarket lokal, dan kafe yang ramai dikunjungi. b. Logistik - Menggunakan cup plastik food grade dengan tutup yang rapat agar higienis. - Menggunakan aplikasi jasa antar dalam pengirimkan kepada pelanggan. - Memproduksi puding jahe gula merah sesuai dengan estimasi permintaan harian.
  • 12.
    9 4.3 Strategi Harga a.Penetapan harga Penetapan harga produk Ginglicious dilakukan dengan mempertimbangkan biaya produksi, biaya operasional harian, serta daya beli konsumen sasaran. Untuk memproduksi 50 cup per hari, biaya bahan baku yang diperlukan adalah sebesar Rp221.800 atau setara Rp4.436 per cup. Selain itu, terdapat biaya operasional dan pemasaran harian sebesar Rp126.854 (ditambah dengan biaya pemasaran). Dengan harga jual Rp10.000 per cup, pendapatan yang diperoleh per hari mencapai Rp500.000. Berdasarkan perhitungan tersebut, usaha ini mampu menghasilkan laba kotor sebesar Rp278.200 per hari dan laba bersih sebesar Rp151.346 per hari atau sekitar Rp3.783.650 per bulan (25 hari kerja). Dengan demikian, harga Rp10.000 per cup dinilai tepat karena tidak hanya menutupi seluruh biaya produksi dan operasional, tetapi juga memberikan margin keuntungan yang sehat serta tetap terjangkau bagi konsumen. b. Diskon dan promo Untuk meningkatkan daya tarik serta loyalitas konsumen, strategi diskon dan promo yang digunakan antara lain : - Diskon Paket Hemat : Pembelian 5 cup diberikan harga Rp 45.000 (setara Rp 9.000 per cup). Dengan biaya produksi Rp 8.020, keuntungan per cup menjadi Rp 980 atau margin ± 12%. - Strategi Loyalitas: Pemberian bonus 1 cup gratis setiap pembelian 10 cup, serta promo gratis ongkir untuk pemesanan minimal Rp 30.000 melalui platform online.
  • 13.
    10 BAB V OPERASIONAL 5.1 StrukturOrganisasi 5.2 Sumber Daya Manusia a. Rekutmen dan pelatihan Untuk tahap awal, usaha ini akan dijalankan oleh anggota inti yang berjumlah 6 orang dengan pembagian kerja sesuai struktur organisasi yang telah dibuat. Rekutmen tenaga tambahan akan dilakukan jika permintaan pasar meningkat. Jika memerlukan tenaga tambahan, kami akan melaukan rekutmen dengan dua tahapan, yaitu rekutmen dan pelatihan. Nama Posisi Tugas Lucky Kurniawan Koordinator/Ketua Bertugas mengawasi dan mengarahkan anggota agar bekerja dengan baik sesuai tugas masing-masing, serta memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai rencana. Mehrunnissa Naila Izzah Bagian Produksi dan Pengecekan Kualitas Bertugas memasak, mengolah produk, serta memastikan puding berada dalam kondisi baik dengan kualitas terbaik sebelum dipasarkan. Kirania Princess Aulia J. Bagian Produksi dan Pengecekan Kualitas Membantu proses produksi, menjaga kebersihan, serta memastikan produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Muhammad Arif Mufid Bagian Promosi dan Periklanan Bertugas mempromosikan produk melalui media sosial maupun secara langsung, serta mengatur strategi periklanan untuk meningkatkan penjualan. Kevin Daffa Pradana Divisi Rekrutmen Anggota dan Seleksi Bertugas mencari dan menyeleksi anggota baru yang bersedia serta mampu melaksanakan tugas sesuai jabatannya, misalnya juru masak harus memiliki keterampilan memasak. Muhammad Adi Raihan Arrozzaqqi Bagian Keuangan Mengelola keuangan usaha, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta membuat laporan keuangan yang akurat.
  • 14.
    11 Rekutmen : - TentukanPosisi atau jabatan yang di butuhkan, jumlah orang, dan jadwal kerja - Buat deskripsi pekerjaan contoh: Tugas, kualifikasi, gaji, jam kerja. - Rekrut kandidat misal pasang lowongan online/offline atau lewat rekomendasi. - Melakukan seleksi untuk mencari tenaga kerja yang ahli dalam bidangnya - Lakukan Wawancara & pengecekan pengalaman bekerja (misal jika ia menjadi seorang kasir, ia harus melayani pembeli dengan ramah serta melakukan perhitungan harga dengan benar dan cepat) - Tes praktik (bisa dengan memasak, melakukan pelayanan, menjadi kasir) - Cek kedisiplinan (apakah pekerja mampu menjaga kebersihan, kerapian, dll) Pelatihan : Setelah dinyatakan lolos tahap seleksi, tenaga kerja akan diberikan pelatihan dasar sesuai dengan bagian yang ditempati. Contohnya, jika tenaga kerja dinyatakan lolos pada bagian produksi, maka tenaga kerja akan diberikan pelatihan dasar mengenai standar kebersihan, cara porduksi, dan pengendalian kualitas. 5.3 Proses Produksi a. Deskripsi proses Proses produksi dilakukan secara terencana dengan mengikuti resep dan tahapan yang telah disepakati untuk menjaga kualitas produk, tahapan umum meliputi : - Persiapan bahan baku sesuai resep.
  • 15.
    12 - Proses pengolahansesuai dengan standar yang telah disepakati untuk menjaga kualitas produk. - Pengemasan ke dalam cup dengan ukuran 120 ml. - Pengecekan kualitas sebelum proses distribusi. b. Pengendalian kualitas Untuk memastikan produk yang kami produksi memiliki mutu yang konsisten, dilakukan beberapa langkah pengendalian kualitas, antara lain : - Produksi dilakukan sesuai dengan resep yang telah ditetapkan. - Memastikan bahan baku yang segar, dan bersih. - Melakukan pengecekan tanggal kadaluarsa pada bahan baku sebelum digunakan. - Menjaga kebersihan peralatan dan area produksi. - Melakukan pengecekan rasa, tekstur, aroma, serta kemasan sebelum distribusi.
  • 16.
    13 BAB VI KEUANGAN 6.1 ProyeksiPendapatan a. Asumsi dan metode Asumsi harga produk yang digunakan dalam proyeksi pendapatan ini adalah : - Harga jual produk sebesar Rp.10.000/cup - Jumlah penjualan rata-rata 50 cup/hari - Jumlah hari produksi dalam sebulan adalah 25 hari kerja (Senin- Jumat) Metode yang digunakan untuk menghitung proyeksi pendapatan adalah dengan mengalikan harga jual per cup dengan jumlah penjualan per hari, kemudian dikalikan dengan jumlah hari produksi dalam 1 bulan, jika dilakukan perhitungan : - Pendapatan harian = harga jual per cup × jumlah penjualan per hari = 10.000 × 50 = 500.000 - Pendapatan bulanan = jumlah pendapatan harian × jumlah hari produksi 1 bulan = 500.000 × 25 = 12.500.000
  • 17.
    14 6.2 Proyeksi Biaya a.Biaya produksi Harga bahan baku (untuk 1 resep/10 cup) : Harga per cup = 44.360/10 = 4.436 - Asumsi modal untuk penjualan 50 cup/hari (5 resep) = 44.360 × 5 resep = 221.800 b. Biaya operasional Biaya alat : Total biaya pemakaian alat dalam 1 hari = 6.854 Total biaya operasional dalam 1 hari = 110.000 - Total biaya operasional dalam 1 hari = 110.000 + 6.854 = 116.854 Alat Perhitungan Biaya Alat 1 untuk 1 Hari Kompor 387.000/300 hari 1.290 Tabung Gas 240.000/300 hari 800 Panci 15.000/300 hari 50 Solet 4.000/300 hari 13 Mangkok 13.000/300 hari 44 Parutan 8.000/300 hari 27 Saringan 9.000/300 hari 30 Isi Tabung Gas (utk 5 hari) 23.000/5 hari 4.600 6.854 Total BahanBaku HargaDasar Pemakaian1Resep Perhitungan Biayauntuk10Cup Jahe250gr 8.000 250gr pemakaian1bungkus 8.000 SusuUHT1liter 21.000 1liter pemakaian1kotak 21.000 GulaPasir1kg 18.000 100gr 18.000/10 1.800 BrownSugar500gr 34.000 100gr 34.000/5 6.800 Garam250gr 5.000 3gr (3/250)×5.000 60 AirMineral1liter 9.000 100ml 9.000/10 900 Cup50pcs 15.000 10pcs 15.000/5 3.000 Stiker100pcslogo 20.000 10pcs 20.000/10 2.000 SendokPlastik100pcs 8.000 10pcs 8.000/10 800 44.360 Total Jenis kebutuhan Estimasi Biaya per-bulan Biaya dalam 1 hari Biaya 1 Tenaga Kerja 1.250.000 50.000 Biaya Sewa Tempat 1.250.000 50.000 Biaya Operasional Lainnya 250.000 10.000 110.000 Total
  • 18.
    15 c. Biaya pemasaran -Asumsi biaya pemasaran dalam 1 hari (mencetak brosur, promosi media sosial, dll) = 10.000 - Total biaya keseluruhan dalam 1 hari = biaya produksi + biaya operasional + biaya pemasaran = 221.800 + 116.854 + 10.000 = 348.654 - Total biaya keseluruhan dalam 1 bulan = 348.654 × 25 hari = 8.716.350 6.3 Proyeksi Keuntungan a. Laba rugi Laba dalam 1 hari (penjualan 50 cup) : - Laba kotor dalam 1 hari = pendapatan 1 hari – biaya bahan baku = 500.000 – 221.800 = 278.200 - Laba bersih dalam 1 hari = pendapatan 1 hari – biaya keseluruhan = 500.000 - 348.654 = 151.346 Laba dalam 1 bulan (penjualan 50 cup) : - Laba kotor dalam 1 bulan = 278.200 × 25 = 6.955.000 - Laba bersih dalam 1 bulan = 151.346 × 25 = 3.783.650 b. Break-even point - Break even point per-unit = biaya tetap (biaya operasional + biaya pemasaran)/harga jual per unit – biaya variabel per unit = 116.854 + 10.000/10.000 – 4.436 = 126.854/5.564 = 22,8 (minimal harus menjual ± 23 cup/hari) - Break even point rupiah = BEP per-unit × 10.000 = 22,8 × 10.000 = 228.000 (omset minimal perhari adalah 228.000)
  • 19.
    16 BAB VII RENCANA KERJA 7.1Tahapan Pelaksanaan a. Pra-operasional - Riset pasar sederhana: menentukan selera konsumen (rasa, kemasan, harga). - Uji coba resep puding susu (menentukan rasa terbaik dan ketahanan produk). - Menentukan pemasok bahan baku (susu, bubuk puding, gula, kemasan). - Persiapan peralatan produksi (panci, kompor, cetakan, kulkas). - Membuat branding (nama usaha, logo, dan desain label kemasan). b. Operasional - Produksi puding susu sesuai resep yang sudah ditentukan. - Pengemasan puding susu dalam cup/box yang menarik dan higienis. - Melakukan distribusi produk dengan menitipkan produk ke warung/kantin/sekolah, atau menjual lewat media sosial. - Promosi produk melalui media sosial (Instagram, TikTok, WhatsApp), promo pembelian pertama, diskon paket. - Evaluasi hasil penjualan dan kualitas produk tiap minggu. 7.2 Jadwal Waktu a. Timeline - Minggu 1 – 3 : Melakukan riset pasar dan uji coba resep - Minggu 4 : Persiapan alat, bahan, dan branding - Minggu 5 : Produksi perdana (batch kecil) dan uji penjualan - Minggu 6 : Evaluasi produk dan pemasaran - Minggu 7 – seterusnya : Produksi rutin, promosi, dan perluasan distribusi
  • 20.
    17 7.3 Sumber Dayayang Dibutuhkan a. Dana Modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ini berkisar Rp. 9.000.000 – Rp.10.000.000 b. Sumber daya manusia - 2 orang produksi (membuat puding). - 1 orang pemasaran sampai 2 orang sesuai kebutuhan (menjual, promosi, distribusi). - Bisa dirangkap oleh pemilik di tahap awal. c. Teknologi - Peralatan dapur: panci, kompor, sendok pengaduk, panci. - Smartphone untuk promosi online dan transaksi.
  • 21.
    18 BAB VIII KESIMPULAN 8.1 RingkasanProposal Proposal usaha Ginglicious mengusung produk puding susu jahe dengan gula merah sebagai inovasi dessert yang memadukan cita rasa unik dan manfaat kesehatan. Analisis pasar menunjukkan adanya peluang besar di kalangan remaja dan pelajar yang mencari camilan sehat, terjangkau, dan menarik secara visual. Strategi pemasaran memanfaatkan media sosial dan kerja sama dengan mitra distribusi, sedangkan strategi harga disusun secara realistis sesuai perhitungan biaya dan daya beli konsumen. Dari sisi keuangan, proyeksi menunjukkan potensi pendapatan sebesar Rp12.500.000 per bulan dengan laba bersih sekitar Rp3.783.650 per bulan. 8.2 Manfaat dan Potensi Keberhasilan Usaha ini memberikan manfaat ganda: bagi konsumen, menghadirkan camilan sehat dengan harga terjangkau; bagi pelaku usaha, menjadi peluang ekonomi kreatif yang memanfaatkan potensi lokal berupa jahe, susu, dan gula merah. Produk ini memiliki diferensiasi jelas dibandingkan kompetitor karena menggabungkan cita rasa tradisional dengan kemasan modern yang sesuai tren pasar. Potensi keberhasilan usaha Ginglicious cukup tinggi dengan beberapa alasan: - Tren kuliner sehat dan unik semakin diminati oleh generasi muda. - Produk memiliki nilai tambah berupa manfaat kesehatan dari bahan alami. - Strategi promosi digital efektif menjangkau target pasar utama. Perhitungan keuangan menunjukkan titik impas dapat tercapai pada penjualan sekitar 23 cup per hari, sementara target penjualan ditetapkan 50 cup per hari.
  • 22.
    19 Dengan kombinasi inovasiproduk, strategi pemasaran yang tepat, serta perhitungan keuangan yang realistis, usaha Ginglicious memiliki prospek untuk berkembang dan berkontribusi dalam dunia kuliner berbasis potensi lokal.
  • 23.
    20 BAB IX LAMPIRAN 9.1 SuratIzin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • 24.
    21 9.2 Surat IzinTempat Usaha
  • 25.