Programmable
Logic Controller
Muhammad Mauliddin
21OSP592
Pengertian
PLC (Programmable Logic Controller) merupakan
suatu jenis komputer industri yang dirancang
khusus untuk mengontrol proses otomatisasi di
dalam suatu sistem. PLC digunakan untuk
mengendalikan berbagai macam peralatan seperti
mesin-mesin produksi, sistem pencahayaan, sistem
pendingin, sistem keamanan, dan lain-lain.
Komponen Utama PLC
Berfungsi untuk
menghubungkan
sensor dan
perangkat masukan
lainnya ke PLC.
Input Unit
Bagian dari PLC
yang berfungsi
sebagai otak dari
sistem.
CPU (Central
Processing Unit)
Berfungsi untuk
menghubungkan
PLC dengan
perangkat keluaran
seperti aktuator dan
perangkat lainnya.
Output Unit
Berfungsi untuk
memberikan daya
yang diperlukan oleh
PLC.
Power Supply Unit
Berfungsi untuk
menyimpan program
dan data yang
diperlukan oleh PLC.
Memory
1 2 3 4 5
Sejarah PLC
Programmable Logic Controllers (PLC) pertama kali
dikembangkan pada tahun 1960-an untuk
menggantikan sistem kontrol relay yang terkait secara
fisik yang digunakan dalam otomatisasi industri.
PLC pertama dikembangkan oleh Dick Morley pada
tahun 1968, dan disebut Modicon 084. PLC ini
dirancang untuk menggantikan sistem relay yang
kompleks yang digunakan untuk mengendalikan proses
manufaktur. Modicon 084 merupakan inovasi yang
signifikan karena memungkinkan insinyur untuk
memprogram fungsi logika menggunakan komputer,
daripada harus mengganti kawat sistem setiap kali
logika perlu diubah.
PLC menjadi sangat populer pada tahun 1970-an dan
1980-an, dan pada tahun 1990-an, PLC telah sebagian
besar menggantikan sistem relay yang lebih lama
dalam otomatisasi industri. Saat ini, PLC digunakan
dalam berbagai aplikasi, dari pabrik dan pabrik
pengolahan hingga sistem transportasi dan otomatisasi
bangunan.
PLC terus berkembang dan meningkatkan, dengan
model-model terbaru menggabungkan fitur-fitur
canggih seperti jaringan, komunikasi, dan kemampuan
pemantauan jarak jauh.
Tipe utama PLC
PLC dibagi menjadi 2 tipe utama, yaitu: PLC dengan fixed
I/O dan PLC dengan modular I/O. PLC dengan fixed I/O
memiliki jumlah input dan output yang tetap, sedangkan
PLC dengan modular I/O dapat ditambahkan atau
dikurangi jumlah input dan output sesuai dengan
kebutuhan.
Kelebihan
Fleksibel
Harganya Lebih Murah
Jumlah Kontak yang Banyak
Dapat Melakukan Pemrograman, Pemrograman Ulang dan Koreksi
dengan Mudah
Metode Pemrograman Mudah dan Bermacam-macam
Menyederhanakan Komponen-Komponen Sistem Kendali
Keamanan Terjamin
Adanya Record Data dan Interface yang Memudahkan Pengguna
PLC Omron
Jumlah I/O: antara 10 dan 160
Kecepatan proses: 9 ns per
instruksi (basic instructions), 0,3
µs per instruksi (application
instructions)
Memori: antara 10 KB dan 60 KB
Fitur: dilengkapi dengan fungsi
PID, timer, dan counter, serta
fitur komunikasi RS-232C/422/485
dan Ethernet
Dilengkapi dengan 4 saluran
input pengukuran (Analog) yang
dapat diatur range input signal
antara 0-10V dan 0-20mA.
Jumlah I/O: antara 20 dan 160
Kecepatan proses: 0,3 µs per
instruksi (basic instructions), 1,2 µs
per instruksi (application
instructions)
Memori: 20 KB
Fitur: dilengkapi dengan fungsi
PID, timer, dan counter
Jumlah I/O: antara 20 dan 640
Kecepatan proses: 0,1 µs per
instruksi (basic instructions), 0,5
µs per instruksi (application
instructions)
Memori: 60 KB
Fitur: dilengkapi dengan fungsi
PID, timer, dan counter, serta
fitur komunikasi RS-232C/422/485
Type CP1l Type CP1E Type CJ1M
PLC Siemens
Jumlah I/O: antara 24 dan 512
Kecepatan proses: 0,13 µs per
instruksi (basic instructions), 1 µs
per instruksi (application
instructions)
Memori: antara 50 KB dan 200
KB
Fitur: dilengkapi dengan fitur
keamanan yang canggih dan
modul tambahan yang dapat
ditambahkan seperti modul
Ethernet dan modul analog
Jumlah I/O: antara 32 dan 3.072
Kecepatan proses: 60 ns per
instruksi (basic instructions), 480
ns per instruksi (application
instructions)
Memori: antara 750 KB dan 20
MB
Fitur: dilengkapi dengan fitur
keamanan yang canggih dan
modul tambahan yang dapat
ditambahkan seperti modul
Profinet dan modul analog
Jumlah I/O: antara 32 dan 4.096
Kecepatan proses: 0,2 µs per
instruksi (basic instructions), 1,5 µs
per instruksi (application
instructions)
Memori: antara 64 KB dan 16 MB
Fitur:komunikasi yang luas,
keamanan, dan fungsi tambahan
seperti fungsi PID dan kontrol
gerakan.
Type S7-1200 Type S7-1500 Type S7-300
PLC Mitsubishi
Jumlah I/O: antara 14 dan 256
Kecepatan proses: 0,065 µs per
instruksi (basic instructions),
0,642 µs per instruksi (application
instructions)
Memori: antara 64 KB dan 256
KB
Fitur: dilengkapi dengan fungsi
PID, timer, dan counter, serta
fitur komunikasi RS-232C/422/485
dan Ethernet
Jumlah I/O: antara 64 dan 4.096
Kecepatan proses: 0,015 µs per
instruksi (basic instructions), 0,13
µs per instruksi (application
instructions)
Memori: antara 4 MB dan 60 MB
Fitur: dilengkapi dengan fungsi
PID, timer, dan counter, serta
fitur komunikasi Ethernet, CC-
Link, dan Profibus
Jumlah I/O: antara 16 dan 256
Kecepatan proses: 34 ns per
instruksi (basic instructions), 0,24
µs per instruksi (application
instructions)
Memori: antara 32 KB dan 64 KB
Fitur: dilengkapi dengan fungsi
PID, timer, dan counter, serta
fitur komunikasi Ethernet dan RS-
232C/422/485
Type FX3U Type Q Series Type iQ-F
Ladder Diagram
Ladder Diagram
P L C O M R O N C P 1 L L 2 0 D R A
S P E S I F I K A S I :
- P O W E R S U P P L Y 1 0 0 - 2 4 0 V A C
- J U M L A H I N P U T : 1 2 B U A H
D I G I T A L I N P U T
- J U M L A H O U T P U T : 8 B U A H
O U T P U T T I P E R E L A Y , J A D I B I S A
D I G U N A K A N
U N T U K B E B A N A C M A U P U N D C
Thank You

Programmable Logic Controller.pdf

  • 1.
  • 2.
    Pengertian PLC (Programmable LogicController) merupakan suatu jenis komputer industri yang dirancang khusus untuk mengontrol proses otomatisasi di dalam suatu sistem. PLC digunakan untuk mengendalikan berbagai macam peralatan seperti mesin-mesin produksi, sistem pencahayaan, sistem pendingin, sistem keamanan, dan lain-lain.
  • 3.
    Komponen Utama PLC Berfungsiuntuk menghubungkan sensor dan perangkat masukan lainnya ke PLC. Input Unit Bagian dari PLC yang berfungsi sebagai otak dari sistem. CPU (Central Processing Unit) Berfungsi untuk menghubungkan PLC dengan perangkat keluaran seperti aktuator dan perangkat lainnya. Output Unit Berfungsi untuk memberikan daya yang diperlukan oleh PLC. Power Supply Unit Berfungsi untuk menyimpan program dan data yang diperlukan oleh PLC. Memory 1 2 3 4 5
  • 4.
    Sejarah PLC Programmable LogicControllers (PLC) pertama kali dikembangkan pada tahun 1960-an untuk menggantikan sistem kontrol relay yang terkait secara fisik yang digunakan dalam otomatisasi industri. PLC pertama dikembangkan oleh Dick Morley pada tahun 1968, dan disebut Modicon 084. PLC ini dirancang untuk menggantikan sistem relay yang kompleks yang digunakan untuk mengendalikan proses manufaktur. Modicon 084 merupakan inovasi yang signifikan karena memungkinkan insinyur untuk memprogram fungsi logika menggunakan komputer, daripada harus mengganti kawat sistem setiap kali logika perlu diubah. PLC menjadi sangat populer pada tahun 1970-an dan 1980-an, dan pada tahun 1990-an, PLC telah sebagian besar menggantikan sistem relay yang lebih lama dalam otomatisasi industri. Saat ini, PLC digunakan dalam berbagai aplikasi, dari pabrik dan pabrik pengolahan hingga sistem transportasi dan otomatisasi bangunan. PLC terus berkembang dan meningkatkan, dengan model-model terbaru menggabungkan fitur-fitur canggih seperti jaringan, komunikasi, dan kemampuan pemantauan jarak jauh.
  • 5.
    Tipe utama PLC PLCdibagi menjadi 2 tipe utama, yaitu: PLC dengan fixed I/O dan PLC dengan modular I/O. PLC dengan fixed I/O memiliki jumlah input dan output yang tetap, sedangkan PLC dengan modular I/O dapat ditambahkan atau dikurangi jumlah input dan output sesuai dengan kebutuhan.
  • 6.
    Kelebihan Fleksibel Harganya Lebih Murah JumlahKontak yang Banyak Dapat Melakukan Pemrograman, Pemrograman Ulang dan Koreksi dengan Mudah Metode Pemrograman Mudah dan Bermacam-macam Menyederhanakan Komponen-Komponen Sistem Kendali Keamanan Terjamin Adanya Record Data dan Interface yang Memudahkan Pengguna
  • 7.
    PLC Omron Jumlah I/O:antara 10 dan 160 Kecepatan proses: 9 ns per instruksi (basic instructions), 0,3 µs per instruksi (application instructions) Memori: antara 10 KB dan 60 KB Fitur: dilengkapi dengan fungsi PID, timer, dan counter, serta fitur komunikasi RS-232C/422/485 dan Ethernet Dilengkapi dengan 4 saluran input pengukuran (Analog) yang dapat diatur range input signal antara 0-10V dan 0-20mA. Jumlah I/O: antara 20 dan 160 Kecepatan proses: 0,3 µs per instruksi (basic instructions), 1,2 µs per instruksi (application instructions) Memori: 20 KB Fitur: dilengkapi dengan fungsi PID, timer, dan counter Jumlah I/O: antara 20 dan 640 Kecepatan proses: 0,1 µs per instruksi (basic instructions), 0,5 µs per instruksi (application instructions) Memori: 60 KB Fitur: dilengkapi dengan fungsi PID, timer, dan counter, serta fitur komunikasi RS-232C/422/485 Type CP1l Type CP1E Type CJ1M
  • 8.
    PLC Siemens Jumlah I/O:antara 24 dan 512 Kecepatan proses: 0,13 µs per instruksi (basic instructions), 1 µs per instruksi (application instructions) Memori: antara 50 KB dan 200 KB Fitur: dilengkapi dengan fitur keamanan yang canggih dan modul tambahan yang dapat ditambahkan seperti modul Ethernet dan modul analog Jumlah I/O: antara 32 dan 3.072 Kecepatan proses: 60 ns per instruksi (basic instructions), 480 ns per instruksi (application instructions) Memori: antara 750 KB dan 20 MB Fitur: dilengkapi dengan fitur keamanan yang canggih dan modul tambahan yang dapat ditambahkan seperti modul Profinet dan modul analog Jumlah I/O: antara 32 dan 4.096 Kecepatan proses: 0,2 µs per instruksi (basic instructions), 1,5 µs per instruksi (application instructions) Memori: antara 64 KB dan 16 MB Fitur:komunikasi yang luas, keamanan, dan fungsi tambahan seperti fungsi PID dan kontrol gerakan. Type S7-1200 Type S7-1500 Type S7-300
  • 9.
    PLC Mitsubishi Jumlah I/O:antara 14 dan 256 Kecepatan proses: 0,065 µs per instruksi (basic instructions), 0,642 µs per instruksi (application instructions) Memori: antara 64 KB dan 256 KB Fitur: dilengkapi dengan fungsi PID, timer, dan counter, serta fitur komunikasi RS-232C/422/485 dan Ethernet Jumlah I/O: antara 64 dan 4.096 Kecepatan proses: 0,015 µs per instruksi (basic instructions), 0,13 µs per instruksi (application instructions) Memori: antara 4 MB dan 60 MB Fitur: dilengkapi dengan fungsi PID, timer, dan counter, serta fitur komunikasi Ethernet, CC- Link, dan Profibus Jumlah I/O: antara 16 dan 256 Kecepatan proses: 34 ns per instruksi (basic instructions), 0,24 µs per instruksi (application instructions) Memori: antara 32 KB dan 64 KB Fitur: dilengkapi dengan fungsi PID, timer, dan counter, serta fitur komunikasi Ethernet dan RS- 232C/422/485 Type FX3U Type Q Series Type iQ-F
  • 10.
  • 11.
    Ladder Diagram P LC O M R O N C P 1 L L 2 0 D R A S P E S I F I K A S I : - P O W E R S U P P L Y 1 0 0 - 2 4 0 V A C - J U M L A H I N P U T : 1 2 B U A H D I G I T A L I N P U T - J U M L A H O U T P U T : 8 B U A H O U T P U T T I P E R E L A Y , J A D I B I S A D I G U N A K A N U N T U K B E B A N A C M A U P U N D C
  • 12.